• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KIMIA DASAR Unsur Golongan III B

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH KIMIA DASAR Unsur Golongan III B"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KIMIA DASAR

“Unsur Golongan III B dan IV B”

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Kimia Dasar Dosen Pengampu: Begum Fauziyah, S.Si, M.Farm

Disusun Oleh :

1. Reyhan Amiruddin (14670018) 2. Firsta Roisatul I. (14670022) 3. Saidah Fitriyah (14670025)

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK

IBRAHIM MALANG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya jualah penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini.

Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Begum Fauziyah dan teman-teman mahasiswa Farmasi angkatan 2014, yang tiada henti memberikan dukungan dan motivasinya, serta pihak lain yang terkait demi terselesaikannya makalah ini.

Layaknya kata pepatah, Tak ada gading yang tak retak. Demikian jugalah ungkapan yang tepat untuk makalah ini. Apabila dalam makalah ini terdapat kesalahan baik dalam bentuk penulisannya maupun ejaan dan bahasanya, maka penulis mohon maaf yang setulusnya. Dan tentu saja kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sekalian amat kami harapkan. Semoga saja makalah ini dapat bermanfaat dan berguna sebagaimana mestinya.

Demikianlah sepatah kata yang penulis sampaikan. Atas perhatian pembaca sekalian, penulis mengucapkan terima kasih.

Malang, 1 Oktober 2014

(3)

BAB I PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Sangat banyak unsur-unsur yang dapat ditemui di alam ini. Sampai saat ini saja sudah 118 unsur telah ditemukan oleh para ahli. Unsur-unsur tersebut memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda yang menyebabkan sulit untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam mempelajari unsur-unsur tersebut, para ahli telah berupaya untuk mengelompokkan unsur-unsur-unsur-unsur tersebut berdasarkan kemiripan sifat dan karakteristik unsur-unsur tersebut. Berdasarkan pernyataan di atas maka penulis tertarik untuk membuat sebuah makalah yang berjudul “Unsur Golongan III B & IV B”. Dalam makalah ini terdapat materi mengenai karakteristik unsur golongan III B & IV B beserta reaksi mengenai unsur golongan III B & IV B.

II. Tujuan

(4)

BAB II

UNSUR-UNSUR GOLONGAN III B DAN IV B

2.1 GOLONGAN III B

2.1.1 SKANDIUM (Sc)

Skandium adalah unsur golongan IIIB yang berada pada periode 4.

Skandium merupakan bagian dari unsur transisi. Skandium ditemukan oleh Lars

Nilson pada tahun 1879 di Swedia. Skandium ditemukan dalam mineral euxenite, thortveitile, thortvetile dan gadoline di Skandinavia dan Madagaskar. Lars Fredik Nilson dan timnya tidak sadar tentang prediksinya pada sumber pada tahun 1879, yang menyelidiki logam yang terdapat sedikit di bumi. Dengan analisis spektra mereka menemukan unsur baru dalam mineral bumi. Mereka menamakan scandium dari bahasa Latin Scandia yang berarti Scandinavia dan dalam proses isolasi, mereka memproses 10 kg euxenite, menghasilkan sekitar 2 g scandium oksida murni (Sc2O3). Elemen ini diberi nama Skandium karena untuk menghormati Negara Skandinavia tempat ditemukannya unsure ini. Dmitri Mendeleev menggunakan periodik unsur tahun 1869 untuk memprediksikan keadaan dan sifat dari tiga unsur yang disebut ekaboron. .Fischer, Brunger, dan Grinelaus mengolah scandium untuk pertama kalinya pada tahun 1937, dengan elektrolisis potassium, litium, dan scandium klorida pada suhu 700-800ºC.

2.1.2 YITRIUM (Y)

Yttrium merupakan unsur golongan IIIB yang berada pada periode 5. Yttrium termasuk dalam logam transisi. Yttrium ditemukan oleh peneliti dari Finlandia

bernama Johan Gadolin tahun 1794 dan diisolasi oleh Friedrich Wohler tahun

1828 berupa ekstrak tidak murni yttria dari reduksi yttrium klorida anhidrat (YCl3) dengan potassium. Yitria (YCl3) adalah oksida dari yitrium dan ditemukan oleh Johan Gadolin tahun 1794 dalam mineral gadolinite dari Yttreby, Swedia. Tahun 1843 seorang ahli kimia Swedia Carl Mosander dapat menunjukkan bahwa Yitria dapat terbagi menjadi oksida-oksida dalam tiga unsur yang berbeda disebut Yttria. Penambangan yang terletak di dekat desa Ytterby yang menghasilkan beberapa mineral antara lain erbium, terbium, ytterbium, dan yttrium memiliki nama yang sama dengan desa tersebut.

(5)

2.1.3 LANTHANUM (La)

Seorang ilmuawan kimia dari Swedia, Carl Gustav Mosander yang

merupakan kimiawan hebat dengan julukan “father moses” pada tahun 1893 telah menemukan unsur baru dalam bentuk sampel impuritif cerium nitrat. Lanthanum ditemukan oleh ahli kimia dari Swedia ini ketika dia mengubah komposisi sampel cerium nitrat dengan memanaskan dan mereaksikan garamnya dengan mencairkan asam nitrat. Dari hasil reaksi tersebut lalu mengisolasinya yang disebut lantana. Lanthanum diisolasi dalam bentuk murni tahun 1923. Kemudian dia memberi nama dengan “Lanthana” yang berarti “tersembunyi”. mineral tersebut sekarang dikenal dengan sebagai Lanthanum oksida, La2O3 . logam murninya tidak / belum dapat diisolasi hingga mencapai tahun 1923. Lanthanum adalah unsur pertama dalam satu seri unsur-unsur yang disebut dengan “Lanthanida”.yang sering disebut dengan gol “rare earth” atau mineral langka. Y dan La hampir selalu tergabung dengan gol Lanthanida. La berwarna putih silver, lunak, dan cukup mudah diiris dengan pisau biasa. Seluruh logam dalam gol IIIB mudah timbul bercak noda jika dalam udara, dan mudah terbakar seperti : La2O3. Lanthanum merupakan dasar yang paling kuat dari semua lanthanida dan sifatnya membuat Mosander mengisolasi dan memurnikan garam-garam dari unsur tersebut.

Pemisahannya dioperasikan secara komersial meliputi pengendapan dari basa lemah larutan nitrat dengan penambahan magnesium oksida atau gas ammonia. Pemurnian lanthanium tetap pada kondisi larutan. Cara lain kristalisasi fraksional dibuat oleh Dimitry Mendeleev, dalam bentuk ganda ammonium nitrat tetrahidrat, yang digunakan untuk memisahkan lanthanum yang memiliki kelarutan kecil dari didymium yang memiliki kelarutan lebih besar di tahun 1870. Sistem tersebut digunakan secara komersial dalam proses pemurnian lanthanum sampai perkembangan metode ekstraksi pelarut yang dimulai tahun 1950. Seperti pada pemurnian lanthanum, ammonium nitrat direkristalisaikan dari air. Lanthanum relatif mudah dimurnikan, sejak hanya terdapat satu lantanida yang berdekatan yaitu cerium yang sangat mudah lepas sesuai dengan ikatan valensinya.

Lanthanum memiliki golongan unsur tersendiri yang disebut Lantanida. Berikut unsur-unsur golongan Lantanida:

2.1.3.1 Cerium (Ce)

(6)

Serium adalah zat pereduksi yang kuat dan menyala, seperti pereduksi Ce(III) fluoride dengan kalsium, atau dengan elektrolisis Ce(III) klorida cair atau senyawa serium halida lainnya. Secara spontan dalam udara pada suhu 65-80˚C. Uap dari serium yang terbakar merupakan racun. Air tidak boleh digunakan dalam menghentikan serium yang terbakar yang secara reaksi akan menimbulkan gas hidrogen. Binatang yang disuntik oleh serium dalam dosis tinggi akan mati karena mengenai jantung dan saluran darah. Serium (IV)oksida adalah oksidator yang sangat kuat, pada temperatur tinggi akan bereaksi dengan bahan organik. Serium bukan zat radioaktif, angka ketidakmurniannya akan mengandung sedikit thorium, yang radioaktif.

2.1.3.2 Praseodinium (Pr)

Pada tahun 1841, Mosander mengekstrak tanah jarang didymia dari lantana; pada tahun1879, Lecoq de Boisbaudran mengisolasi tanah baru, samaria, dari didymia yang didapat dari mineral samarskit. Enam tahun kemudian, pada tahun 1885, von Welsbach memisahkan didymia menjadi dua komponen, praseodymia dan neodymia, yang memberikan senyawa garam dengan warna yang berbeda. Sebagaimana unsur tanah jarang lainnya, senyawa unsur ini dalam larutan memiliki garis atau pita spektrum absorsi yang cukup nyata dan tajam, hanya sedikit saja yang lebarnya hanya beberapa angstrom.

Praseodimium terdapat bersamaan dengan unsur tanah jarang dalam berbagai mineral. Monazit dan bastnasit adalah sumber komersial yang utama untuk logam tanah jarang. Logam ini baru dapat dihasilkan dalam kondisi relatif murni pada tahun 1931.

2.1.3.3 Prometium (Pm)

(7)

Tujuh belas isotop promethium dengan kisaran massa atom 134 - 155 pun sudah dikenali. Promethium 147, dengan masa paruh waktu 2.6 tahun, adalah isotop yang paling umum digunakan. Promethium 145 adalah isotop dengan masa hidup paling lama.

2.1.3.4 Samarium (Sm)

Ditemukan dengan spektroskopi, karena garis absorpsinya yang tajam pada tahun 1879 oleh Lecoq de Boisbaudran dalam mineral samarskit. Diberi nama Samarium untuk menghormati petugas tambang Rusia.

Samarium ditemukan bersama dengan unsur tanah jarang lainnya dalam banyak mineral, termasuk monazit dan bastnasite, yang merupakan sumber komersial. Promethium terdapat dalam monazit dengan kandungan 2.8%. Meski alloy alam mengandung 1% logam samarium telah lama digunakan, namun samarium baru bisa dihasilkan dalam keadaan murni dewasa ini. Teknik pertukaran ion dan ekstraksi pelarut telah menyederhanakan pemisahan unsur tanah jarang antara satu dan lainnya; bahkan teknik terbaru, yakni deposisi elektrokimia, menggunakan larutan elektrolitik litium sitrat dan elektroda raksa, dikatakan sebagai cara yang sederhana, cepat dan sangat spesifik untuk memisahkan unsur tanah jarang. Logam samarium dapat dihasilkan dengan mereduksi oksida samarium dengan lantanum.

2.1.3.5 Europium (Eu)

Pada tahun 1890, Boisbaudran mendapatkan fraksi dasar dari konsentrat samarium-gadollinium yang memiliki garis spektrum spark yang bukan samarium atau gadolinium. Garis ini akhirnya diketahui miliki unsur europium. Penemuan europium diatasnamakan Demarcay, yang memisahkan unsur tanah jarang dalam kondisir relatif murni pada tahun1901. Logam murninya baru bisa diisolasi akhir-akhir ini.

(8)

2.1.3.6 Gadolinium ( Gd )

Unsur logam radioaktif yang langka ini didapatkan dari mineral gadolinit. Gadolinia,yang merupakan oksida dari gadolinium, telah dipisahkan oleh Marignac pada tahun 1880 dan Lecoq de Boisbaudran, secara terpisah telah memisahkannya dari mineral yttria, yang ditemukan oleh Mosander, pada tahun 1886.

Gadolinium ditemukan dalam beberapa mineral lainnya, termasuk monasit dan bastnasit, keduanya merupakan sumber yang sangat komersial. Dengan perkembangan metode pertukaran ion dan ekstraksi pelarut, ketersediaan dan harga gadolinium dan unsur logam radioaktif yang jarang ditemukan menjadi terjangkau.

2.1.3.7 Terbium ( Tb)

Ditemukan oleh Mosander pada tahun 1843. Termasuk golongan lantanida atau unsur radioaktif. Ditemukan dalam mineral cerit, gadolinit, dan mineral lainnya di mana unsur radioaktif lainnya berada. Terbium didapatkan secara komersial dari monazit dengan ketersediaan hanya 0,03% dari xenotime dan dari euksenit, oksida kompleks dengan kandungan terbia 1% atau lebih.

2.1.3.8 Disprosium (Dy)

Disprosium ditemukan pada tahun 1886 oleh Lecoq de Boisbaudran, tapi belum diisolasi. Baik logam maupun oksidanya belum dapat diisolasi hingga murni hingga tahun 1950, ketika teknik pemisahan pertukaran ion dan reduksi metallografi dikembangkan olehSpedding dan kawan-kawan. Disprosium terdapat bersama unsur lantanida lainnya dalam berbagai mineral seperti xenotime, fergusonit, gadolinit, euksenit, polikrase, dan bromstrandin. Sumber yang sangat penting adalah monaziat dan bastnasit.

2.1.3.9Holmium (Ho)

(9)

Unsur ini dinamakan dengan nama kota asal Cleve. Holmia, oksida berwarna kuning, telah dibuat oleh Homberg pada tahun 1911. Holmiumterdapat dalam gadolinit, monazit, dan mineral radioaktif lainnya. Holmium telah dihasilkan secara komersial dari monazit dengan kadar 0.05%.

2.1.3.10 Erbium ( E )

Erbium, termasuk dalam golongan radioaktif lantanida, ditemukan dalam mineral yang juga mengandung disprosium. Pada tahun 1842, Mosander memisaahkan yttria yangditemukan dalam mineral gadolinit, menjadi 3 fraksi, yang disebut yttria, erbia dan terbia.Penamaan erbia dan terbia saat itu masih membingungkan. Setelah 1860, terbia Mosander dikenali sebagai erbia, dan setelah 1877, yang semula diketahui sebagai erbia, ternyata adalah terbia. Pada tahun ini, erbia diketahui terdiri dari lima oksida, yang sekarang dikenal sebagai erbia, skandia, holmia, dan ytterbia. Pada tahun 1905, Urbain dan James secara terpisah berhasil mengisolasi Er2O3 yang cukup murni.

2.1.3.11 Tulium ( Tm )

Ditemukan pada tahun 1879 oleh Cleve. Tulium terdapat dalam kadar yang sedikitdengan unsur radioaktif lainnya dalam sejumlah mineral. Dihasilkan secara komersialdari mineral monazit, yang mengandung 0.07% tulium. Tulium adalah unsur radioaktif yang paling sedikit di antara unsur-unsur lainnya, tapi dengan sumber mineral terbaru saatini, tulium menjadi sama langkanya dengan perak, emas atau kadmium.

2.1.3.12 Iterbium ( Yb )

Iterbium terdapat bersama unsur radioaktif lainnya dalam sejumlah mineral langka.Didapatkan secara komersial dari pasir monazit, dengan kadar 0.03%.

2.1.3.13 Lutesium ( Lu )

Pada tahun 1907, Urbain menggambarkan sebuah proses di mana iterbium yangditemukan oleh Marignac (1879) dapat dipisahkan menjadi dua unsur, yakni iterbium(neoiterbium) dan lutesium. Kedua elemen ini identik dengan aldebaranium dancassiopeium, yang ditemukan secara terpisah pada waktu yang sama.

(10)

2.1.4 ACTINIUM (Ac)

Ac merupakan unsur pertama dalam seri grup “actinida”. Actinium

ditemukan tahun tahun 1899 oleh Andre-Louis Debierne seorang ahli kimia

Prancis yang memisahkannya dari campuran. Friedrich Oskar Giesel menemukan actinium secara bebas tahun 1902 dan disebut “emanium” tahun 1904. Nama Debierne tetap dipakai karena lebih senior. Sifat kimia actinium mirip dengan lanthanum. Kata actinium berasal dari Yunani, akti, aktinos, yang berarti sinar. Karena Ac adalah unsur radioaktif yang dapat bercahaya dalam ruangan gelap, yang disebabkan oleh intensitas keradioaktifannya yang berwarna biru. Actinium ditemukan dalam jumlah sedukit dalam bijih uranium tetapi lebih banyak dibuat dalam satuan mg dengan cara penyinaran netron terhadap 226Ra dalam reactor nuklir. Logam actinium dibuat dengan cara reduksi actinium florida dengan uap lithium pada suhu 1100-1300ºC.

Actinium memiliki golongan unsur tersendiri yang disebut Aktinida. Aktinida adalah kelompok unsur kimia yang mencakup 15 unsur antara actinium dan lawrensium pada table periodik, dengan nomor atom antara 89 sampai dengan 103. Seri ini dinamakan menurut unsur aktinium. Penggolongan unsur dalam golongan aktinida berdasar atas sub kulit 5f. unsur-unsur kelompok aktinida adalah radioaktif, dengan hanya aktinium, torium dan uranium yang secara alami ditemukan dikulit bumi. Unsur-Unsur Golongan Aktinida:

2.1.4.1 Torium (Th)

Torium ditemukan Jons Berzelius dalam sebuah mineral yang diberikan

oleh seorang pendeta Has Morten Tharane Esmark pada tahun 1829 di Swedia. Nama Torium berasal dari kata Thor dalam mitologi yang berarti Tuhan perang Skandinavia.Torium murni merupakan logam putih seperti perak yang stabil di udara dan kilapnya dapat bertahan beberapa bulan. Ketika bereaksi dengan oksida, torium pelan-pelan memudarkan di udara menjadi keabu-abuan yang akhirnya menjadi hitam. Torium oksida mempunyai titik-lebur dari 33000C, paling tinggi dari semua oksida. Torium sukar bereaksi dengan air, dan sukar terurai dalam asam, kecuali asam klorida. Ketika dipanaskan di udara, bubuk torium menyala dan terbakar dengan nyala putih.

(11)

Torium alami meluruh sangat pelan-pela dibandingkan dengan bahan radioaktif yang lain, dan radiasi alfa yang dipancarkan tidak bias menembus kulit manusia. Ledakan torium yang aerosol dapat meningkatkan resiko paru-paru, pancreas. Struktur Kristal torium adalah kubus berpusat badan.

2.1.4.2 Protaktinium (Pa)

Protactinium pertama kali diidentifikasi pada tahun 1913 oleh Fajanas dan

Gohring yang menemukan isotop 234mP yang berumur pendek dengan waktu paruh hanya 1,17 menit ketika mempelajari pemutusan rantai 238U yang kemudian diberi nama brevium yang berarti pendek. Brevium kemudian diubah namanya menjadi Protaktinium pada tahun 1918 oleh Otto Hahn, Lise Meitner, Frederick Soddy, John Cranston di Jerman yang mempelajari secara spesifik 231Pa. Nama Protaktium berasal dari kata Yunani “Protos” yang berarti pertama.

Logam protactinium diisolasi pada tahun 1934 oleh Aristid Grosse dengan mengembangkan dua metode. Metode pertama dengan reduksi Pentosida Pa2O5 dengan aliran electron di ruang hampa menjadi iodide dan metode kedua dengan memanaskan iodide PaI5 di ruang hampa dengan reaksi 2PaI5 → 2Pa + 5I2. Sifat secara umum dan bentuk Kristal.

Protactinium secara luas ditemukan di sejumlah kecil di kulit luar bumi. Protactinium merupakan salah satu unsure paling mahal dan paling jarang terjadi secara alami. Protactinium terdapat di bijih uranium pada konsentrasi 1-3 ppm. Protactinium mempunyai kilat metalik terang yang tahan beberapa waktu di udara. Protactinium merupakan unsure superconduktiv sekitar 1.4 K. Protaktium terdapat di minyak merupakan material beracun berbahaya dan memerlukan tindakan penanganan yang serupa digunakan ketika menangani plutonium. Protaktinium secara umum memberikan resiko terhadap kesehatan jika masuk kedalam badan, walaupun ada resiko eksternal kecil berhubungan dengan sinar gamma yang dipancarkan oleh protactinium-231 dan sejumlah hasil luruhan yang berumur pendek dari actinium-227. Struktur Kristal Protaktinium adalah tetragonal.

2.1.4.3 Uranium (U)

Uranium ditemukan oleh Martin Klaproth di Jerman pada tahun 1789. Dengan

(12)

cahaya dan mencatat bahwa plat telah menjadi terkabutkan. Ia menentukan adanya sinar tak kelihatan yang dipancarkan oleh uranium yang telah mengarahkan plat.

Uranium adalah unsur yang terjadi secara alami yang dapat ditemukan di dalam semua batu karang, tanah, dan air. Uranium memiliki bilangan tertinggi yang ditemukan secara alami dalam jumlah yang banyak di atas bumi dan selalu ditemukan berikatan dengan unsure yang lain. Uranium secara alami yang di bentuk dari ledakan supernova. Uranium member warna fluorescence hijau dan kuning ketika ditambahkan ke gelas bersama dengan zat adiktif yang lain. Logam uranium bereaksi dengan hamper semua unsure non logam dan senyawanya dengan peningkatan kereaktifan seiring peningkatan temperatur. Uranium dapat bereaksi dengan air dingin. Di udara logam uranium menjadi terlapis dengan lapisan gelap uranium oksida. Bijih uranium dapat di reaksikan secara kimiawi dan diubah menjadi uranium dioksida atau senyawa lain yang berguna di industri. Resiko kesehatan terbesar dari masukan yang besar uranium dalam tubuh adalah kerusakan pada ginjal karena uranium adalah unsure radioaktif yang bersifat toksik. Tidak ditemukan kangker sebagai hasil penelitian uranium, tetapi penelitian dari hasil luruhannya, terutama radon/radium, menjadi ancaman kesehatan yang penting.

Struktur Kristal dari uranium : ortorombik. parameter sell dari uranium adalah : a : 285,37 pm

b : 586,95 pm c :495,48 pm α : 90,000o β : 90,000o γ : 90,000o

senyawa uranium membentuk senyawa biner dengan halogen (yang di kenal sebagai halida), oksigen (yang dikenal sebagai oksida), hydrogen (yang dikenal sebagai hidrida), dan beberapa senyawa lain dari uranium. Senyawa hidrida dibentuk dari reaksi hydrogen dengan logam uranium yang dipanaskan pada suhu 250o – 300oC.

2.1.4.4 Neptunium (Np)

Neptunium merupakan unsur trans uranium buatan yang pertama dalam

seri aktinida. Neptunium ditemukan oleh Edwin M. McMillan dan Abelson di

Berkeley, California, Amerika Serikat pada tahun 1940. Mcmillan dan Abelson menumbukkan uranium dengan netron yang diproduksi dari suatu alat pemecah

(13)

planet Neptunus. Neptunium tidak terjadi secara alami tetapi disintesis dengan reaksi tangkapan neutron pada uranium. Neptunium secara khas terjadi di lingkungan sebagai suatu oksida, walaupun senyawa lain mungkin ada. Neptunium lebih reaktif disbanding unsure-unsur yang transuranik lain seperti plutonium, amerisium, dan kurium. Neptunium secara lebih bertahan pada partikel berpasir sekitar 5kali lebih tinggi disbanding pada tanah yang mengandung air. Neptunium masuk kedalam badan dengan makan makanan, air minum, atau menghirup udara. Setelah proses pencernaan atau hal penghisapan, kebanyakan neptunium dikeluarkan dari badan di dalam beberapa hari dan tidak pernah masuk sistem darah. Neptunium secara umum memberikan resiko terhadap kesehatan jika masuk ke dalam badan, walaupun ada resiko eksternal kecil berhubungan dengan sinar gama yang dipancarkan oleh neptunium-236 dan neptunium-237 serta sejumlah hasil luruhan yang berumur pendek dari protactinium-233. Struktur Kristal dari neptunium adalah ortorombik.

2.1.4.5 Plutonium (Pu

Pu disintesis oleh Glenn T. Seaborg, E.M Mc Millan, J.W Kennedy dan

A.C Wahl pada tahun 1940 dari bombardier deuteron pada uranium dalam “cyclotron” (alat yang digunakan untuk mempercepat partikel atom) di Berkeley,

California, USA. Penamaannya diambl dari planet Pluto. Jumlah plutonium di

alam sangat kecil, yaitu 1/1011 bagian, sebagian besar dihasilkan dalam reactor sebagai hasil samping proses fisal. Besarnya kandungan isotop Pu dalam bahan bakar bekas tergantung pada derajat bakar dan pengkayaan, yang dapat dipungut kembali melalui proses daur ulang.

2.1.4.6Amerisium (Am)

Amerisium didefinisikan oleh Glenn Seaborg, Ralph James, L. morgan,

Albert Ghiorso di USA 1944. Amerisium dihasilkan oleh reaksi netron oleh isotop Pu dalam reactor nuklir. Penamaannya diambil dari kata “America”.

2.1.4.7Kurium (Cm)

Kurium ditemukan oleh Glenn Seaborg, Ralph James, dan Albert Giorso

di USA pada tahun 1944, sebagai hasil dari bombardier ion Helium pada isotop Pu 239. Penamaan dari nama akhir Pierre dan Marie “Curie”.

2.1.4.8 Berkelium (Bk)

(14)

2.1.4.9Kalifornium (Cf)

Kalifornium ditemukan oleh Glenn T Seaborg, Stanley G. Thompson,

Albert Ghiorso, dan Kenneth Street pada tahun 1950 di USA, dengan membombardir Cm-242 dengan ion He. Penamaannya diambil dari nama unversitas di USA yaitu California.

2.1.4.10Einsteinium (Es)

Ditemukan oleh Albert Ghiorso dari Universitas Kalivornia pada tahun

1952. Diberi nama seperti nama Albert Einstein. Isotop 253Es dibuat dengan penembakan 15 neutron pada 238U. pada tahun 1961. Eineteinium disintesis untuk menghasilkan jumlah mikroskopik 253U. berat sampel kira-kira 0,01 mg dan digunakan untuk membuat mendelevium. Lebih jauh einsteinium dihasilkan oleh Oak Ridge National Laboratory’s High Flux Isotop Reactor, Tennesse dengan menembakan neutron pada 239Pu. Selama 4 tahun dihasilkan kira-kira 3 mg. 19 isotop dari einsteinium dihasilkan. Bentuk paling stabil 252Es dengan waktu paruh 471,7 hari. Einsteinium merupakan logam radioaktif.

2.1.4.11Fermium (Fm)

Fermium ditemukan oleh Albert Ghiorso dari Universitas Kalivornia

bersama Stanley G. Thompson, Gary H. Higgins, Glenn T. Seaborg (tim dari

laboratorium Radiasi dan departemen kimia Universitas Kalifornia) pada tahun 1953. Namanya diambil dari seorang ilmuan Enrico Fermi. Dihasilkan dari 235U yang bergabung dengan 17 neutron pada ledakan bom hydrogen. 253Fm, dapat dihasilkan dari penembakan neutron pada 239Pu. Fermium adalah logam radioaktif dengan isotop stabil adalah 257Fm dengan waktu paruh 100,5 hari.

2.1.4.12 Mendelevium (Md)

Pertama kali ditemukan oleh G.T. Seaborg, S. G. Thompson, A. Ghiorso,

K. Street Jr pada tahun 1955 di amerika serikat tepatnya di UniVersitas California. Mendelevium dihasilkan dari penembakan 253Es oleh partikel α. Nama unsure ini di ambil dari Dmitri Ivanovitch Mendeleyev. Dmitri Ivanovitch Mendeleyev adalah orang yang menyusun table periodik unsur.

2.1.4.13 . Nobelium (No)

Nobelium ditemukan oleh Albert Ghiorso, T. Seaborg, Johan R. Watson

dan Torborn Skkeland (1958) di universitas kalivornia, USA. Nama unsur ini di ambil dari Alfert Nobel, ilmuan yang menemukan dinamit dan mendirikan

penghargaan nobel. Nobelium dihasilkan dari

(15)

waktu paruh 55 detik. Terakhir dihasilkan isotop nobelium dengan waktu paruh 10 menit pada 8,5 MeV dengan penembakan 244Cm oleh 13C. merupan unsure logan demgan bilangan oksidasi : 2,3.

2.1.4.14 Lawrensium (Lr)

Ditemukan oleh Albert Ghiorso, torborn Sikkelland, Almon Larsh,

Robert dirubah menjadi M. lattimer pada bulan February tahun 1961 di universitas kaklifornia, Amerika Serikat. Diberi nama sepertin Ernest O. Lawrence, penemu cyclotron. Sebelumnya digunakan symbol Iw.Lawrensium termasuk unsure logam dengan bilangan oksidasi 3.

2.2 GOLONGAN IV B

Golongan IV B juga disebut golongan transaktinida. Unsur dalam

golongan IV B termasuk dalam unsur transisi yaitu unsur blok d yang konfigurasi elektronnya diakhiri oleh sub kulit d. Unsur-unsur yang termasuk dalam golongan IV B yaitu Titanium (Ti), Zirkonium (Zr), Hafnium (Hf), dan Rutherfordium (Rf). Beberapa sifat golongan ini dapat kita lihat dalam Sistem Periodik Unsur. Konfigurasi elektron terluar unsur ini adalah (n-1) d2 ns2 . Bilangan oksidasi yang sering dijumpai adalah +2, +3 dan +4, namun untuk Zr dan Hf dijumpai bilangan oksidasi +1. Bilangan oksidasi +4 dikatakan lebih stabil dari lainnya karena bilangan oksidasi yang lebih rendah mengalami

disproporsionasi.Seperti yang terjadi pada Titanium.

2 Ti+3 → Ti+2 + Ti+4 2Ti+2 → Ti0 + Ti+4

Logam-logam ini sangat keras, merupakan konduktor yang baik, mempunyai titik didih dan titik cair yang tinggi. Tidak reaktif pada suhu kamar tetapi jika dipanaskan dengan O2 pada suhu di atas 600 C akan membentuk MO2, sedang dengan halogen akan membentuk MX4.Dalam larutan asam atau basa, logam ini tidaklah larut karena justru membentuk oksidanya sebagai pelindung. Meskipun begitu, Zr larut dalam Aquaregia sedang Ti dapat larut dalam HF yang kemudian membentuk H2TiF6 dan H2.

Hf mempunyai jari-jari atom yang sama dengan Zr dan oleh karena itu, keduanya memiliki sifat yang sama. Maka dari alasan inilah keduanya sukar dipisahkan. Berikut keberadaan unsure-unsur golongan IV B.

2.2.1 Titanium (Ti)

Unsur ini terdapat di banyak mineral dengan sumber utama adalah Rutile

(16)

isotop alami dari unsur ini;Ti-46 sampai Ti-50 dengan Ti-48 yang paling banyak terdapat di alam (73,8%). Salah satu karakteristik Titanium yang paling terkenal adalah sifat yang sama kuatnya dengan baja namun hanya dengan 60% berat baja. Titanium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ti dan nomor atom 22. Titanium merupakan logam transisi yang ringan, kuat, “lustrous”, tahan korosi (termasuk tahan terhadap air laut dan klorin) dengan warna putih-metalik keperakkan.Titanium digunakan dalam alloy kuat dan ringan (terutama dengan besi dan alumunium) dan merupakan senyawa terbanyaknya, Titanium dioxide, digunakan dalam pigmen putih. Unsur Titanium terdapat dalam bentuk senyawa : TiB2 (Titanium Borida), TiC ( Titanium Carbida), TiO2

( Titanium Dioksida), TiN (Titanium Nitrida).

2.2.2 Zirkonium (Zr)

Zirkonium adalah sebutan untuk logam berwarna putih keabu-abuan, berbentuk kristal (amorf), lunak, dapat ditempa dan diulur bila murni juga tahan terhadap udara bahkan api (read-head). Logam yang ditemukan oleh M.H.Kalaproth tahun 1788 dalam bentuk mineral Zirkon (ZrO2) ini tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, tetapi sebagai oksida atau silikat dalam kerak bumi dan batu-batuan dalam kadar kecil. Logam memiliki lambang Zr dengan nomor atom relatif 91,224.

Zirkonium banyak terdapat dalam alam mineral seperti zircon (Hyacianth) dan zirconia (baddeleyit). Baddeleyit sendiri merupakan oksida zirkonium yang tahan terhadap suhu luar biasa tinggi sehingga digunakan untuk pelapis tanur tinggi.

2.2.3 Hafnium (Hf)

Logam ini diperkirakan menyusun kurang lebih 0,00058 % dari lapisan bumi. Logam ini ditemukan dalam campuran senyawa Zirkonium yang mana tidak ditemukan dalam unsur bebas di alam. Mineral yang mengandung Zirkonium seperti Alvite [(Hf, Th, Zr) SO4 H2O], Thortveitite dan Zirkon (Zr SlO4) biasanya mengandung 1%-5% Hf. Antara logam Hafnium dan Zirkonium mempunyai sifat yang sama sehingga sulit dipisahkan. Perlu diketahui bahwa Hafnium ditemukan sebagai produk sampingan dari pemurnian Zirkonium.

2.2.4 Rutherfodium (Rf)

(17)

2.3 SIFAT-SIFAT UNSUR GOLONGAN III B

Perbandingan sifat-sifat unsur golongan III B adalah sebagai berikut:

a. Ukuran atom

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah jari-jari semakin bertambah besar, jumlah kulit elektron semakin banyak.

Sedangkan dalam satu periode, dari kiri ke kanan jari-jari semakin pendek, karena ukuran inti semakin ke kanan semakin besar, daya tarik inti dengan elektron semakin kuat.

b. Densitas

Dalam satu golongan dari atas ke bawah densitas semakin besar. Hal ini dikarenakan massa atom relative yang semakin besar pula tetapi menempati volume yang hampir sama.

c. Energi Ionisasi

Energi ionisasi merupakan energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom netral atau dalam keadaan gas.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah nilai energi ionisasi unsur golongan IIIB semakin menurun, karena dari atas ke bawah jari-jari atom semakin besar sehingga daya tarik inti dengan elektron terluar semakin lemah, maka energi ionisasinya semakin kecil.

d. Elektronegatifitas

Elektronegatifitas adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom unsur lain.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah elektronegatifitas unsur golongan IIIB semakin kecil, karena jari-jarinya semakin besar, volumenya semakin besar dan daya tarik inti dan elektron semakin lemah.

1. SKANDIUM (Sc) A. Sifat Fisika

(18)

5. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik

1. Nomor atom : 21 2. Nomor massa : 44,956

3. Konfigurasi electron : [Ar] 3d1 4s2 4. Volume atom : 15 cm3/mol

5. Afinitas elektron : 18,1 kJ/mol 6. Keelektronegatifitasan : 1,36

7. Energi ionisasi : - pertama : 631 kJ/mol - kedua : 1235 kJ/mol

- ketiga : 2389 kJ/mol

8. Bilangan oksidasi utama : +3 9. Bilangan oksidasi lainnya : +1, +2 10. Bentuk Kristal : Hexagonal Unit Cell

Pada keadaan padat scandium mempunyai struktur kristal hexagonal.

C. Sifat Kimia

Sifat kimia dari Skandium: Reaksi dengan air:

Ketika dipanaskan maka Skandium akan larut dalam air membentuk larutan yang terdiri dari ion Sc (III) dan gas hidrogen

2Sc(s) + 6H2O(aq) 2Sc3+(aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g) Reaksi dengan oksigen

Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk scandium (III)oksida

4Sc(s) + 3O2(g) 2Sc2O3(s) Reaksi dengan halogen

Skandium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk trihalida

2Sc(s) + 3F2(g) 2ScF3(s) 2Sc(s) + 3Cl2(g) 2ScCl3(s) 2Sc(s) + 3Br2(l) 2ScBr3(s) 2Sc(s) + 3I2(s) 2ScI3(s) Reaksi dengan asam

Skandium mudah larut dalam asam klorida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Sc (III) dan gas hidrogen

2Sc(s) + 6HCl(aq) 2Sc3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)

D. Aplikasi

(19)

halide, serat optic, keramik elektrolit dan laser. Logam ini juga dapat diperoleh melalui proses elektrolisis dengan reaksi sebagai berikut:

2ScCl3 (s) 2Sc (s) + 3 Cl3 (g)

elektrolisa ini berasal dari leburan dari potassium, lithium, scandium klorida pada suhu 700-800 0C. Penelitian ini dilakukan oleh Fischer, Brunger, Grieneisen. Aplikasi utama dari unsure scandium dalah sebagai alloy alumunium-skandium yang dimanfaatkan dalam industri aerospace dan untuk perlengkapan olahraga ( sepeda, baseball bats) yang mempunyai kualitas yang tinggi. Aplikasi yang lain adalah pengunaan scandium iodida untuk lampu yang memberikan intensitas yang tinggi. Sc2O3 digunakan sebagai katalis dalam pembuatan Aseton.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Skandium tidak beracun, namun perlu berhati-hati karena beberapa senyawa scandium mungkin bersifat karsinogenik pada manusia selain itu dapat menyebabkan kerusakan pada liver jika terakumulasi dalam tubuh. Bersama dengan hewan air, Sc dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel, sehingga memberikan pengaruh negatif pada reproduksi dan sistem syaraf. Sc dapat mencemari lingkungan, terutama dari industri petroleum dan dari pembuangan perabot rumah tangga. Sc secara terus-menerus terakumulasi di dalam tanah, hal ini akan memicu terkonsentrasinya di dalam tubuh manusia dan hewan.

2. YITRIUM (Y) A. Sifat Fisika

1. Densitas : 4,5 g/cm3 2. Titik leleh : 1796,2 K 3. Titik didih : 3537 K 4. Bentuk (25°C) : padat 5. Warna : perak

B. Sifat Atomik

1. Nomor atom : 39 2. Nomor massa : 88,91

3. Konfigurasi elektron : [Kr] 4d1 5s2 4. Volume atom : 19,8 cm3/mol 5. Afinitas elektron : 29,6 kJ/mol 6. Keelektronegatifitasan : 1,22

(20)

- ketiga : 1979,9 kJ/mol

8. Bilangan oksidasi utama : +3 9. Bilangan oksidasi lainnya : +2

10. Bentuk Struktur : Hexagonal Unit Cell

Pada keadaan padat Yttrium mempunyai struktur kristal hexagonal.

C. Sifat Kimia

Sifat kimia dari Yttrium adalah: o Reaksi dengan air

Ketika dipanaskan maka logam Yttrium akan larut dalam air membentuk larutan yang terdiri dari ion Y (III) dan gas hidrogen

2Y(s) + 6H2O(aq) 2Y3+(aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g) o Reaksi dengan oksigen

Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk Yttrium (III)oksida

4Y(s) + 3O2(g) 2Y2O3(s) o Reaksi dengan halogen

Skandium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk trihalida

Yttrium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Y (III) dan gas hidrogen

2Y(s) + 6HCl(aq) 2Y3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)

D. Aplikasi

Senyawa Yttrium biasanya ditemukan dalam bentuk senyawa:

(1) Yttrium Allumunium garnet Y3All5O12 senyawa ini digunakan sebagai laser selain itu untuk perhiasan yaitu stimulan pada berlian.

(2) Yttrium(III)Oksida Y2O3 senyawa ini digunakan untuk membuat YVO4 ( + Y2O3) dimana phosphor memberikan warna merah pada tube TV berwarna. Yttrium oksida juga digunakan untuk membuat Yttrium-Iron-garnet yang dimanfaatkan pada microwave supaya efektif

Selain itu Yttrium juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan pada logam alumunium dan alloy magnesium. Penambahan Yttrium pada besi membuat nya mempunyai efektifitas dalam bekerja.

E. Efek bagi Kesehatan dan Lingkungan

Bahaya Yttrium jika bereksi dengan udara adalah jika terhirup oleh manusia dapat menyebabkan kanker dan jika terakumulasi dalam jumlah berlebih dalam tubuh menyebabkan kerusakan pada liver. Pada binatang air terpaan scandium

(21)

dari senyawa scandium bersifat karsinogenik pada manusia selain itu dapat menyebabkan kerusakan pada liver jika terakumulasi dalam tubuh.

Yttrium dapat mencemari lingkungan, terutama dari industri petroleum dan dari pembuangan perabot rumah tangga. Yttrium secara terus-menerus terakumulasi di dalam tanah, hal ini akan memicu terkonsentrasinya di dalam tubuh manusia dan hewan.

3. LANTHANUM (La) A. Sifat Fisika

1. Densitas : 6,17 g/cm3 2. Titik leleh : 1193,2 K 3. Titik didih : 3693 K 4. Bentuk (25°C) : padat 5. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik 1. Nomor atom : 57 2. Nomor massa : 138,91

3. Konfigurasi elektron : [Xe] 5d1 6s2 4. Volume atom : 22,5 cm3/mol 5. Afinitas elektron : 50 kJ/mol 6. Keelektronegatifitasan : 1,1

7. Energi ionisasi : - pertama : 538,1 kJ/mol - kedua : 1067 kJ/mol

- ketiga : 1850 kJ/mol

8. Bilangan oksidasi utama : +3 9. Bilangan oksidasi lainnya : +2

10. Bentuk Kristal : Double Hexagonal Unit Cell

C. Sifat Kimia o Reaksi dengan air

Lantanum cukup elektropositif dan bereaksi secara lambat dengan air dingin tapi cukup cepat jika bereaksi dengan air panas membentuk lanthana hidroksida dan gas hidrogen

2La(s) + 6H2O(g) 2La(OH)3(aq) + 3H2(g) o Reaksi dengan oksigen

Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk Lanthana (III)oksida

4La(s) + 3O2(g) 2La2O3(s) o Reaksi dengan halogen

Logam lanthanum bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk lanthana ( III) halida

(22)

Yttrium mudah larut dalam asam klorida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Y (III) dan gas hidrogen

2La(s) + 3H2SO4(aq) 2La3+(aq) + 3SO42-(aq) + 3H2(g)

D.Aplikasi

Jarang sekali logam La murni atau senyawa oksidanya mempunyai kegunaan yang spesifik. Karena unsur-unsur kimia mempunyai kesamaan maka mereka sangat sulit untuk dipisahkan. Campuran tersebut akan lebih termaanfaatkan dari pada bentuk murninya. sebagai contoh : “misch metal” adalah campuran dari beberapa “rare earth” dan biasa digunakan untuk “lighter flints’ dan bentuk oksidasinya juga digunakan dalam phosphor layar televisi (LaMgAl11O19 ) dan beberapa peralatan flouresen serupa. La2O2 digunakan untuk membuat kaca optic khusus (kaca adsorbsi infra merah, kamera dan lensa teleskop). Jika La ditambahkan di dalam baja maka akan meningkatkan kelunakan dan ketahanan baja tersebut. La digunakan sebagai material utama dalam elektroda karbon (carbon arc electrodes). Garam-garam La yang terdapat dalam katalis zeolit digunakan dalam proses pengkilangan minyak bumi , karena La dapat menstabilkan zeolit pada temperatur tinggi.

Salah satu kegunaan senyawa-senyawa gol Lanthanida adalah pada industri perfilman untuk penerangan dalam studio dan proyeksi.

Lantanum dapat mengadsorbsi gas H2 sehingga logam ini disebut dengan “hydrogen sponge” atau sepon hydrogen. Gas H2 tersebut terdisosiasi menjadi atom H, yang mana akan mengisi sebagian ruangan (interstice) dalam atom-atom La. Ketika atom H kembali lepas ke udara maka mereka kembali bergabung membentuk ikatan H-H.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

La sangat berbahaya jikak kabut dan asapnya terhirup bersama masuknya oksigen serta dalam jangka waktu yang lama, akan dapat menyebabkan emboli. Jika menghirup La maka seseorang dapat terkena penyakit kanker paru-paru. Jika terakumulasi dalam tubuh maka La dapat mengancam organ liver.

La dapat mencemari lingkungan, terutama dari industri petroleum dan dari pembuangan perabot rumah tangga. La secara terus-menerus terakumulasi di dalam tanah, hal ini akan memicu terkonsentrasinya di dalam tubuh manusia dan hewan.

Bersama dengan hewan air, La dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel, sehingga memberikan pengaruh negatif pada reproduksi dan sistem syaraf. La sangat mudah terakumulasi dalam otot.

4. Cerium (Ce)

A. Sifat Fisika

(23)

3. Bentuk (25°C) : lembut, lunak 4. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,81 2. Volume Atom (Cm3/mol):21 3. Massa Atom (gr) :140,12 4. Radius Kovalensi (Ả):1,65 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :6,77

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 1,4x 106 7. Elektronegativitas:1,12

8. Formasi Entalpi:9,2

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1):11,4 10. Potensial Ionisasi (V) :5,47

11. Bilangan Oksidasi:3,4

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1):0,19 13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol): 313,8

14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1: 534,4 ;2:1050 ;3: 1949

C. Sifat Kimia

a. Reaksi dengan oksigen

Logam cerium dengan lambat memudar di udara dan terbakar dengan cepat pada150°C membentuk cerium(IV) oksida :

Ce(s) + O2(g) CeO2(s)

b. Reaksi dengan air

Cerium cukup elektropositif dan bereaksi lambat dengan air dingin dan cukup cepat dengan air panas membentuk cerium hidroksida.

2Ce(s) + 6H2O(l) 2Ce(OH)3(aq) + 3H2(g)

c. Reaksi dengan halogen

Logam cerium bereaksi dengan semua unsur halogen : 2Ce (s) +3F2 (g) 2CeF3(s) [putih]

2Ce (s) +3Cl2 (g) 2CeCl3(s) [putih] 2Ce (s) +3Br2 (g) 2CeBr3(s) [putih]

(24)

Cerium larut dalam asam sulfat membentuk larutan yang mengandung ion-ion Ce(III) yang tak berwarna, yang terdapat dalam bentuk kompleks [Ce(OH2)9]3+. 2Ce (s) + 3H2SO4 (aq) 2Ce3+ (aq) + 3SO42-(aq) + 3H2(g)

D. Aplikasi

Serium adalah komponen logam alloy alam, yang secara ekstensif digunakan dalam pembuatan alloy piroforik untuk pemantik rokok. Bila serium tidak bersifat radioaktif, pada tingkat komersialnya yang tidak murni,serium dapat mengandung thorium, yang bersifat radioaktif. Oksida serium yang merupakan penyusun utama mantel gas yang menghasilkan cahaya putih bila dipanaskan dengan nyala api dan muncul sebagai katalis hidrokarbon dalam oven yang membersihkan secara otomatis yang terintegrasi dengan tembok oven untuk mencegah penumpukan residu proses memasak. Ceri sulfat digunakan secara ekstensif dalam analisis kuantitatif volumetri sebagai zat oksidator. Senyawa serium digunakan dalam pembuatan kaca, baik sebagai komponen maupun sebagai pewarna. Oksida serium mulai sering digunakan sebagai zat pemoles kaca sebagai pengganti rouge ,karena daya polesnya lebih cepat. Serium, dengan unsur tanah jarang lainnya, digunakandalam menyalakan bunga api karbon khususnya dalam industri pembuatan film. Serium juga sangat berguna sebagai katalis dalam proses pemurnian minyak bumi, penerapan metalurgi dan nuklir.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

5. PRASEODIMIUM (Pr)

A. Sifat Fisika

1. Titik lebur : 1017oK 2. Titik didih : 3785oK 3. Bentuk (25°C) : lunak 4. Warna : perak

B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,82

2. Volume Atom (Cm3/mol): 20.8 3. Massa Atom (gr) : 140,908 4. Radius Kovalensi (Ả):1,65 5. Massa Jenis (gr/ cm3) : 6,77

(25)

7. Elektronegativitas: 1,12 8. Formasi Entalpi:9,2

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1):11,4 10. Potensial Ionisasi (V) : 5,47

11. Bilangan Oksidasi: 3,4

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1): 0,19 13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol): 313,8

14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1: 527 ;2: 1020; 3: 2086

C. Sifat Kimia

1. a. Reaksi dengan oksigen

Membentuk lapisan oksida hijau yang mengelupas bila terpapar dengan udara 4Pr(s) + 3O2(g) 2Pr2O3(s)

d. Reaksi dengan halogen

Logam praseodimium bereaksi dengan semua unsur halogen: 2Pr (s) +3F2 (g) 2PrF3(s)

2Pr (s) +3Cl2 (g) 2PrCl3(s) 2Pr (s) +3Br2 (g) 2PrBr3(s) 2Pr (s) +3I2(g) 2PrI3(s) D. Aplikasi

Logam alloy alam, digunakan sebagai pemantik rokok, mengandung logam praseodimium sebanyak 5%. Oksida unsur tanah jarang, termasuk Pr2O3 adalah di antara zat yang paling banyak dihasilkan. Bersamaan dengan unsur tanah jarang lainnya, praseodimium digunakan bahan inti pada busur bunga api karbon yang digunakan dalam industri pembuatan film untuk penerangan studio dan proyeksi. Garam praseodimium digunakan untuk mewarnai kaca dan enamel; ketika dicampur dengan bahan tertentu lainnya, praseodimium menghasilkan warna kuning bersih yang kuat dan tidak lazim pada kaca. Kaca didymium, yang mana praseodimium adalah penyusunnya, adalah pewarna untuk pelindung mata tukang las.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

(26)

A. Sifat Fisika

1. Titik leleh : 1017oK 2. Titik didih : 3715 K

3. Bentuk (25°C) : lembut, lunak 4. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) : 1,82

2. Volume Atom (Cm3/mol): 20,6 3. Massa Atom (gr) : 144,24 4. Radius Kovalensi (Ả):1,64 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :7,01

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 1,6 x 106 7. Elektronegativitas: 1,14

8. Formasi Entalpi:10,88

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1):16,5 10. Potensial Ionisasi (V) : 5,49

11. Bilangan Oksidasi:3

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1): 0,19 13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol): 283,68

14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1:533,1 ;2:1040 ;3: 2130

C. Sifat Kimia

1. a. Reaksi dengan oksigen

Membentuk lapisan oksida hijau yang mengelupas bila terpapar dengan udara 4Pr(s) + 3O2(g) 2Pr2O3(s)

d. Reaksi dengan halogen

Logam praseodimium bereaksi dengan semua unsur halogen: 2Pr (s) +3F2 (g) 2PrF3(s)

2Pr (s) +3Cl2 (g) 2PrCl3(s) 2Pr (s) +3Br2 (g) 2PrBr3(s)

2Pr (s) +3I2(g) 2PrI3(s)

D. Aplikasi

(27)

karbon yang digunakan dalam industri pembuatan film untuk penerangan studio dan proyeksi. Garam praseodimium digunakan untuk mewarnai kaca dan enamel; ketika dicampur dengan bahan tertentu lainnya, praseodimium menghasilkan warna kuning bersih yang kuat dan tidak lazim pada kaca. Kaca didymium, yang mana praseodimium adalah penyusunnya, adalah pewarna untuk pelindung mata tukang las.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

7. PROIMETIUM (Pm)

A. Sifat Fisika

1. Titik lebur :1294oK 2. Titik didih :3347oK

3. Bentuk (25°C) : lembut, lunak

4. Warna : sinar radioaktif kilau hijau-biru pucat B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) : 1,81 2. Volume Atom (Cm3/mol):22,4 3. Massa Atom (gr) :145

4. Radius Kovalensi (Ả): 1,63 5. Massa Jenis (gr/ cm3) : 7,22

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1):7, 2 x 106 7. Elektronegativitas: 1,13

8. Formasi Entalpi:

-9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1):17,9 10. Potensial Ionisasi (V) :5,55

11. Bilangan Oksidasi:3

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1): 13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol):

-14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1:540 ;2:1050 ;3:2150

C. Sifat Kimia

1. a. Reaksi dengan air

(28)

4Pm(s) + 3O2(g) 2Pm2O3(s) c. Reaksi dengan halogen

2Pm(s) + 3F2(g) 2PmF3(s) 2Pm(s) + 3Cl2(g) 2PmCl3(s) 2Pm(s) + 3Br2(g) 2PmBr3(s) 2Pm(s) + 3I2(g) 2PmI3(s) D. Aplikasi

Promethium merupakan pemancar sinar beta yang lunak, meski tidak ada sinar gamma yang dipancarkan, radiasi sinar X dapat dihasilkan ketika partikel beta mengenai unsur bernomor atom tinggi. Dibutuhkan kehati-hatian dalam menangani Promethium. Garam promethium menyala luminesens dalam gelap dengan kilau kehijauan atau biru pucat,karena radioaktivitasnya yang tinggi. Metode pertukaran ion mengarahkan pembuatan 10 gram promethium dari limbah yang dihasilkan bahan bakar reaktor atom pada tahun1963. Hanya sedikit saja yang diketahui tentang sifat-sifat logam promethium.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

8. SAMARIUM (Sm)

A. Sifat Fisika

1. Titik lebur : 1347oK 2. Titik didih : 2067oK

3. Bentuk (25°C) : lembut, lunak 4. Warna : perak-putih

B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) : 1,81 2. Volume Atom (Cm3/mol):19,9 3. Massa Atom (gr) : 150,36 4. Radius Kovalensi (Ả):1,62 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :7,52

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 1,1 x 106 7. Elektronegativitas:1,17

8. Formasi Entalpi: 11,09

(29)

11. Bilangan Oksidasi:3, 2 12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1 ):13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol):

-14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1: 544,5 ;2:1070 ;3: 2260

C. Sifat Kimia

2. a. Reaksi dengan air

2Sm(s) + 6H2O(g) 2Sm(OH)3(aq) + 3H2(g) b. Reaksi dengan halogen :

2Sm(s) + 3F2(g) 2SmF3(s) 2Sm(s) + 3Cl2(g) 2SmCl3(s) 2Sm(s) + 3Br2(g) 2SmBr3(s) 2Sm(s) + 3I2(g) 2SmI3(s) c. Reaksi dengan Sulfida

Sm(s) + S SmS(s) D. Aplikasi

Samarium digunakan sebagai katalis dalam reaksi organik tertentu: iodida samarium (SmI2) digunakan oleh ahli kimia penelitian organik untuk membuat versi sintetis produk alami. Oksida, Samaria, digunakan untuk membuat kaca menyerap khusus inframerah dan inti dari elektroda karbon busur-lampu dan sebagai katalis untuk dehidrasi dan dehidrogenasi etanol. Samarium, bersama dengan unsur tanah jarang lainnya, digunakan untuk pencahayaan busur bunga api karbon yang digunakan dalam industri pembuatan film. SmCo5 telah digunakan dalam pembuatan bahan magnet permanen yang baru dengan resistensi tertinggi terhadap proses demagnetisasi dari semua material yang ada. Dikatakan bahwa daya koersif intrinsiknya setinggi 2200 kA/m. Samarium oksida telah digunakan dalamkaca optic untuk menyerap infra merah. Samarium digunakan sebagai dopan Kristalkalsium fluorida yang dipakai dalam laser optik atau laser. Senyawa samarium bertindak sebagai pembuat peka fosfor tereksitasi dalam infra merah; oksidanya menghambat sifat katalitik dalam proses dehidrasi dan dehidrogenasi etil alkohol.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

9. EOPIUM (Eu)

(30)

1. Titik lebur : 1095oK 2. Titik didih : 1900oK

3. Bentuk (25°C) : lembut, lunak 4. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,99

2. Volume Atom (Cm3/mol): 28,9 3. Massa Atom (gr) : 151,965 4. Radius Kovalensi (Ả):1,85 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :5,24

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 1,1 x 106 7. Elektronegativitas:1,2

8. Formasi Entalpi: 10,46

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1):13,9 10. Potensial Ionisasi (V) :5,67

11. Bilangan Oksidasi:3, 2

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1): 0,182

13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol): 17175,73

14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1:547,1 ;2:1085 ;3:2404

C. Sifat Kimia

a. Reaksi dengan air

2Eu(s) + 6H2O(g) 2Eu(OH)3 (aq) + 3H2(g) b. Reaksi dengan oksigen

4Eu(s) + 3O2(g) 2Eu2O3(s) c. Reaksi dengan halogen

2Eu(s) + 3F2(g) 2EuF3(s) 2Eu(s) + 3Cl2(g) 2EuCl3(s) 2Eu(s) + 3Br2(g) 2EuBr3(s) 2Eu(s) + 3I2(g) 2EuI3(s)

D. Aplikasi

Europium adalah adsorber neutron, sehingga digunakan dalam batang kendali reaktor nuklir. Europium fosfor digunakan dalam tabung televisi untuk memberikan warna merah cerah dan sebagai penggerak untuk fosfor itrium berbasis. Untuk kuat penerangan jalan yang sedikit europium ditambahkan ke lampu uap merkuri untuk memberikan cahaya lebih alami. Sebuah garam europium dipakai bedak pendar yang lebih baru dan cat.

(31)

3.7 GADOLINIUM (Gd)

A. Sifat Fisika

1. Titik leleh : 1095oK 2. Titik didih :1800oK 3. Bentuk (25°C) : kristal 4. Warna : putih perak B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,8

2. Volume Atom (Cm3/mol): 19,9 3. Massa Atom (gr) : 127,25 4. Radius Kovalensi (Ả):1,61 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :5,24

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 0,8 x 106 7. Elektronegativitas:1,2

8. Formasi Entalpi: 15,48

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1):10,6 10. Potensial Ionisasi (V) : 6,15

11. Bilangan Oksidasi:3, 2

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1): 0,236 13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol): 311,71

14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1:593,4 ;2:1170; 3:1990

C. Sifat Kimia

a. Reaksi dengan air

2Gd(s) + 6H2O(g) 2Gd(OH)3(aq) + 3H2(g) b. Reaksi dengan oksigen

4Gd(s) + 3O2(g) 2Gd2O3(s) c. Reaksi dengan halogen

2Gd(s) + 3F2(g) 2GdF3(s) 2Gd(s) + 3Cl2(g) 2GdCl3(s) 2Gd(s) + 3Br2(g) 2GdBr3(s) 2Gd(s) + 3I2(g) 2GdI3(s) D. Aplikasi

(32)

digunakan sebagai logam itu sendiri, tapi paduan perusahaan digunakan untuk membuat magnet dan komponen elektronik seperti rekaman kepala untuk perekam video. Hal ini juga digunakan untuk pembuatan compact disk dan memori komputer.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

10. TERBIUM (Tb)

A. Sifat Fisika

1. Titik lebur : 1629oK 2. Titik didih : 3500oK

3. Bentuk (25°C) : lembut, lunak 4. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,8

2. Volume Atom (Cm3/mol): 19,2 3. Massa Atom (gr) : 158,925 4. Radius Kovalensi (Ả):1,59 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :8,23

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 0,9 x 10 6 7. Elektronegativitas:1,1

8. Formasi Entalpi:

-9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1): 11,1 10. Potensial Ionisasi (V) : 5,86

11. Bilangan Oksidasi:3, 4

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1):0,18 13. Entalpi Penguapan (

Kj/mol):-14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1: 565,8 ;2: 1110 ;3:2114

C. Sifat Kimia

a. Reaksi dengan air

2Gd(s) + 6H2O(g) 2Gd(OH)3(aq) + 3H2(g) b. Reaksi dengan oksigen

4Gd(s) + 3O2(g) 2Gd2O3(s) c. Reaksi dengan halogen

(33)

2Gd(s) + 3Br2(g) 2GdBr3(s) 2Gd(s) + 3I2(g) 2GdI3(s) D. Aplikasi

Gadolinium telah menemukan beberapa digunakan dalam batang kendali untuk reaktor nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir, melainkan digunakan untuk membuat garnet untuk aplikasi microwave dan senyawanya digunakan untuk membuat fosfor untuk tabung TV warna. Metalic gadolinium jarang digunakan sebagai logam itu sendiri, tapi paduan perusahaan digunakan untuk membuat magnet dan komponen elektronik seperti rekaman kepala untuk perekam video. Hal ini juga digunakan untuk pembuatan compact disk dan memori komputer.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

11. DISPROSIUM (Dy)

A. Sifat Fisika

1. Titik lebur : 1685oK 2. Titik didih : 2840oK 3. Bentuk (25°C) : lunak 4. Warna : kilau perak B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,8 2. Volume Atom (Cm3/mol):19 3. Massa Atom (gr) : 162,5 4. Radius Kovalensi (Ả):1,59 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :8,55

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 1,1 x 106 7. Elektronegativitas:1,22

8. Formasi Entalpi: 11,06

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1):10,7 10. Potensial Ionisasi (V) : 5,93

11. Bilangan Oksidasi:3 12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1 ):-13. Entalpi Penguapan (

Kj/mol):-14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1:573 ;2:1130 ;3:2200

(34)

a. Reaksi dengan air

2Dy(s) + 6H2O(g) 2Dy(OH)3(aq) + 3H2(g) b. Reaksi dengan oksigen

4Dy(s) + 3O2(g) 2Dy2O3(s) c. Reaksi dengan halogen 2Dy(s) + 3F2(g) 2DyF3(s) 2Dy(s) + 3Cl2(g) 2DyCl3(s) 2Dy(s) + 3Br2(g) 2DyBr3(s) 2Dy(s) + 3I2(g) 2DyI3(s) D. Aplikasi

Disprosium digunakan dalam reaktor nuklir sebagai keramik logam, material komposit yang terbuat dari keramik dan logam disinter, untuk membuat bahan laser, batang kendali reaktor nuklir, sebagai sumber radiasi inframerah untuk mempelajari reaksi kimia. Lain digunakan dalam bidang radioaktivitas adalah dosimeter untuk pemantauan paparan radiasi pengion.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

12. HOLMIUM (Ho)

A. Sifat Fisika

1. Titik lebur : 1082oK 2. Titik didih : 3140oK 3. Bentuk (25°C) :lunak 4. Warna : kilau perak B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,79

2. Volume Atom (Cm3/mol): 18,7 3. Massa Atom (gr) :164,93 4. Radius Kovalensi (Ả):1,58 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :9,07

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 1,1 x 106 7. Elektronegativitas:1,23

8. Formasi Entalpi: 17,15

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1):16,2 10. Potensial Ionisasi (V) : 6,02

(35)

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1):0,165 13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol): 251,04

14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1: 581,0 ;2:1140 ;3:2204

C. Sifat Kimia

a. Reaksi dengan air

2Ho(s) + 6H2O(g) 2Ho(OH)3(aq) + 3H2(g) b. Reaksi dengan oksigen

4Ho(s) + 3O2(g) 2Hd2O3(s) D. Aplikasi

Paduan holmium digunakan sebagai konsentrator fluks magnetik untuk menciptakan medan magnet terkuat yang dihasilkan secara artifisial. Hal ini juga digunakan dalam reaktor nuklir untuk batang kendali nuklir. Holmium oksida digunakan sebagai pewarna gas kuning.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

13. ERBIUM (E)

A. Sifat Fisika

1. Titik leleh : 1802oK 2. Titik didih : 3140oK 3. Bentuk (25°C) : lunak

4. Warna : putih perak kilau logam B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,78

2. Volume Atom (Cm3/mol): 18,4 3. Massa Atom (gr) : 167,26 4. Radius Kovalensi (Ả):15,7 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :9,07

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 1,2 x 106 7. Elektronegativitas: 1,24

8. Formasi Entalpi:17,15

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1):14,3 10. Potensial Ionisasi (V) : 6,101 11. Bilangan Oksidasi:3

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1): 0,168 13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol): 292,88

(36)

C. Sifat Kimia

a. Reaksi dengan air

2E(s) + 6H2O(g) 2E(OH)3(aq) + 3H2(g) b. Reaksi dengan oksigen

4E(s) + 3O2(g) 2E2O3(s) c. Reaksi dengan halogen 2E(s) + 3F2(g) 2EF3(s) 2E(s) + 3Cl2(g) 2Ecl3(s) 2E(s) + 3Br2(g) 2Ebr3(s) 2E(s) + 3I2(g) 2EI3(s) D. Aplikasi

Beberapa erbium ditambahkan ke paduan dengan logam vanadium tersebut karena menurunkan kekerasan mereka, membuat mereka lebih bisa diterapkan. Karena adsorpsinya cahaya inframerah, erbium ditambahkan di kaca kacamata pengaman khusus bagi pekerja, seperti tukang las dan-kaca blower. Hal ini digunakan sebagai filter fotografi juga, dan untuk serat optik ganja secara berkala untuk memperkuat sinyal. Akhirnya, karena warna merah mudanya nya, erbium kadang-kadang digunakan sebagai enamel kaca dan porselen Glaze pewarna. E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

14. TULIUM (Tm)

A. Sifat Fisika

1. Titik lebur : 1818oK 2. Titik didih : 2223oK 3. Bentuk (25°C) : lunak

4. Warna : putih perak kilau logam B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,77

2. Volume Atom (Cm3/mol): 18,1 3. Massa Atom (gr) : 168,934 4. Radius Kovalensi (Ả):1,56 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :9,32

(37)

8. Formasi Entalpi: 16,8

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1):16,8 10. Potensial Ionisasi (V) : 6,184 11. Bilangan Oksidasi:3, 2

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1): 0,16 13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol):191

14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1: 596,7;2:1160 ;3:2285

C. Sifat Kimia

a. Reaksi dengan air

2Tm(s) + 6H2O(g) 2Tm(OH)3(aq) + 3H2(g) b. Reaksi dengan oksigen

4Tm(s) + 3O2(g) 2Tm2O3(s)

Reaksi dengan halogen

2Tm(s) + 3F2(g) 2TmF3(s) 2Tm(s) + 3Cl2(g) 2TmCl3(s)

2Tm(s) + 3Br2(g) 2TmBr3(s) 2Tm(s) + 3I2(g) 2TmI3(s) D. Aplikasi

Oleh karena harganya yang cukup mahal, belum banyak diketahui kegunaan dari tulium. 169Tm yang ditembak dalam sebuah reaktor nuklir, bisa digunakan sebagai sumber radiasi sinar X pada peralatan yang bisa dibawa kemana-mana. 171Tm juga berpotensi untuk digunakan sebagai sumber energi. Tulium alam juga berguna dalam ferit (bahan magnetik keramik) yang digunakan dalam peralatan mikrowave, dan bisa digunakan untuk proses doping fiber laser. E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Seperti halnya anggota lantanida lainnya, tulium memiliki tingkat toksistas akut dari rendah hingga sedang. Unsur ini harus ditangani dengan hati-hati.

15. ITERBIUM (Yb)

A. Sifat Fisika

(38)

B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,94

2. Volume Atom (Cm3/mol): 24,8 3. Massa Atom (gr) : 173,04 4. Radius Kovalensi (Ả):1,7 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :6,97

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 3,7 x 106 7. Elektronegativitas:1,1

8. Formasi Entalpi:7,7

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1): 34,9 10. Potensial Ionisasi (V) : 6,254

11. Bilangan Oksidasi:3,2

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1):0,155 13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol):128

14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1: 603,4 ;2:1147 ;3:2411

C. Sifat Kimia

a. Reaksi dengan air

2Yb(s) + 6H2O(g) 2Yb(OH)3(aq) + 3H2(g) b. Reaksi dengan oksigen

4Yb(s) + 3O2(g) 2Yb2O3(s) c. Reaksi dengan halogen

2Yb(s) + 3F2(g) 2YbF3(s) 2Yb(s) + 3Cl2(g) 2YbCl3(s) 2Yb(s) + 3Br2(g) 2YbBr3(s) 2Yb(s) + 3I2(g) 2YbI3(s) D. Aplikasi

Logam ini dapat digunakan untuk membantu meningkatkan penyempurnaan butir, kekuatan, dan sifat mekanis lainnya dari baja stainless. Beberapa paduan Iterbium telah digunakan dalam kedokteran gigi. Satu isotop Iterbium telah digunakan sebagai pengganti sumber radiasi untuk mesin X-ray portabel ketika listrik tidak tersedia. Seperti unsur jarang-bumi lainnya, dapat digunakan untuk fosfor obat bius, atau untuk kapasitor keramik dan perangkat elektronik lainnya, dan bahkan dapat bertindak sebagai katalis industri.

(39)

16. LUTESIUM (Lu)

A. Sifat Fisika

1. Titik lebur : 1936oK 2. Titik didih : 3668oK 3. Bentuk (25°C) : lunak 4. Warna : putih perak B. Sifat Atomik

1. Radius Atom (Ả) :1,75

2. Volume Atom (Cm3/mol): 17,8 3. Massa Atom (gr) : 174.967 4. Radius Kovalensi (Ả): 1,56 5. Massa Jenis (gr/ cm3) :9,84

6. Konduktivitas Listrik (ohm-1cm-1): 1,5 x 106 7. Elektronegativitas:1,27

8. Formasi Entalpi: 18,6

9. Konduktivitas Panas (Wm-1 K-1): 16,4 10. Potensial Ionisasi (V) :5,43

11. Bilangan Oksidasi: 3

12. Kapasitas Panas (Jg-1 K-1):0,15 13. Entalpi Penguapan ( Kj/mol): 355

14. Energi Ionisasi (Kj/mol): 1: 523,5 ;2:3040 ;3:2022,3

C. Sifat Kimia

a. Reaksi dengan air

2Lu(s) + 6H2O(g) 2Lu(OH)3(aq) + 3H2(g) b. Reaksi dengan oksigen

4Lu(s) + 3O2(g) 2Lu2O3(s) c. Reaksi dengan halogen

2Lu(s) + 3F2(g) 2LuF3(s) 2Lu(s) + 3Cl2(g) 2LuCl3(s) 2Lu(s) + 3Br2(g) 2LuBr3(s) 2Lu(s) + 3I2(g) 2LuI3(s) D. Aplikasi

(40)

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

17. ACTINIUM (Ac) A. Sifat Fisika

1. Densitas :

-2. Titik leleh : 1323,2 K 3. Titik didih : 2743 K 4. Bentuk (25°C) : padat 5. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik 1. Nomor atom : 89 2. Nomor massa : 227,03

3. Konfigurasi elektron : [Rn] 6d1 7s2 4. Volume atom :

5. Afinitas elektron :

-6. Keelektronegatifitasan : 1,1

7. Energi ionisasi : - pertama : 499 kJ/mol - kedua : 1170 kJ/mol 8. Bilangan oksidasi utama : +3

9. Bilangan oksidai lainnya :

-10. Struktur Kristal : Face Centered Cubic Unit Cell

C. Sifat Kimia

Reaksi dengan oksigen

Aktinium mudah terbakar membentuk aktinium (III) oksida 4Ac(s) + 3O2(g) 2Ac2O3(s)

D. Aplikasi

Sifat keradioaktifan dari Ac 150 kali lebih besar dari Radium, sehingga memungkinkan untuk menggunakan Ac sebagai sumber netron. Sebaliknya Ac jarang digunakan dalam bidang Industri. Ac-225 digunakan dalam pengobatan, yaitu digunakan dalam suatu generator untuk memproduksi Bi-213. Ac-225 juga dapat digunakan sebagai agen untuk penyembuhan secara “radio-immunoterapi”.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

(41)

Pertumbuhan tekhnologi nuklir telah membawa sejumlah besar pengeluaran zat radioaktif ke atmosfir, tanah, lautan. Radiasi membahayakan dan terkonsentrasi dalam rantai makanan, sehingga membehayakan bagi manusia dan hewan.

18. Thorium (Th) A. Sifat Fisika

1. Densitas : 11.7 gr/cm3

2. Titik leleh : 1750oC

3. Titik didih : 4000oC

4. Bentuk (25°C) : padat 5. Warna : putih perak

6. Jari-jari atom : 180 ppm

B. Sifat Atomik

1. Nomor atom : 90 2. Nomor massa : 232

3. Konfigurasi elektron : (Rn) 6d2 7s2

4. Volume atom : 19.9 cm3/mol

5. Afinitas elektron :

6. Keelektronegatifitasan : 1,3

7. Energi ionisasi : - pertama : 6.08 V - kedua : 11.504 V 8. Bilangan oksidasi utama : 4

9. Bilangan oksidai lainnya :

-10. Struktur Kristal : kubus berpusat badan

C. Sifat Kimia

Ketika bereaksi dengan oksida, torium pelan-pelan memudarkan di udara

menjadi keabu-abuan yang akhirnya menjadi hitam. Torium sukar bereaksi

dengan air, dan sukar terurai dalam asam, kecuali asam klorida. Ketika dipanaskan di udara, bubuk torium menyala dan terbakar dengan nyala putih.

D. Aplikasi

1) Menyiapkan “ mantel Welsbach”, untuk lampu gas jinjing. Mantel ini

terdiri torium oksida (ThO2) dengan 1% serium oksida dan bahan lain yang bercahaya dengan cahaya yang menyilaukan ketika terjadi panas pada nyala gas.

2) Campuran logam magnesium, memberikan hambatan tinggi dan ketahanan

terhadap tempetatur tinggi.

3) Pelindung kawat tungsten yang digunakan pada peralatan elektronik sebab

(42)

4) Oksida torium digunakan untuk kendali ukuran butir tungsten pada lampu listrik.

5) Kacamata yang mengandung oksida torium mempunyai suatu indeks

refraksi tinggi dan difraksi rendah yang kemudian digunakan untuk lensa kamera mutu tinggi dan instrumen yang ilmiah.

6) Oksida torium merupakan katalisator untuk konversi amoniak ke asam

nitrat, pembuat asam sulfat.

7) Sumber energi nuklir. Meskipun tidak cenderung membelah sendiri,

torium-232 akan menyerap inti menghasilkan torium-233 yang meluruh menjadi Pa-233 dan U-233.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Radiasi alfa yang dipancarkan tidak bias menembus kulit manusia. Ledakan torium yang aerosol dapat meningkatkan resiko paru-paru, pankreas.

19. Protaktinium (Pa) A. Sifat Fisika

1. Densitas : 15.4 g/cm3

2. Titik leleh : 1600oC

3. Titik didih : -4. Bentuk (25°C) : 5. Warna : metalik

6. Jari-jari atom : 180 ppm

B. Sifat Atomik

1. Nomor atom : 91 2. Nomor massa : 231

3. Konfigurasi elektron : (Rn) 5f2 6d1 7s2

4. Volume atom : 15.0 cm3/mol

5. Afinitas elektron :

6. Keelektronegatifitasan : 1,5

7. Energi ionisasi : - pertama : 5.89 V kedua :

-8. Bilangan oksidasi utama : 5 9. Bilangan oksidai lainnya : 4 10. Struktur Kristal : tetragonal

C. Sifat Kimia

(43)

memerlukan tindakan penanganan yang serupa digunakan ketika menangani plutonium.

D. Aplikasi

Tidak ada penggunaan komersial atau industri dari protactinium berkaitan dengan kelangkaannya, biaya, dan radiotoksisitasnya. Penggunaan hanya sebatas untuk aktivitas riset ilmiah.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Protaktinium secara umum memberikan resiko terhadap kesehatan jika masuk kedalam badan, walaupun ada resiko eksternal kecil berhubungan dengan sinar gamma yang dipancarkan oleh protactinium-231 dan sejumlah hasil luruhan

yang berumur pendek dari actinium-227.

20. Uranium (U) A. Sifat Fisika

1. Densitas : 18.9 g/cm3

2. Titik leleh : 1132oC

3. Titik didih : 3818oC

4. Bentuk (25°C) :

5. Warna : fluorescence hijau dan kuning 6. Jari-jari atom : 175 ppm

B. Sifat Atomik

1. Nomor atom : 92 2. Nomor massa : 238

3. Konfigurasi elektron : (Rn) 5f3 6d1 7s2

4. Volume atom : 12.59 cm3/mol

5. Afinitas elektron :

6. Keelektronegatifitasan : 1,3799999999999999 7. Energi ionisasi : - pertama : 6.1941 V

kedua : -8. Bilangan oksidasi utama : 6 9. Bilangan oksidasi lainnya : -10. Struktur Kristal : Orthorhombic

C. Sifat Kimia D. Aplikasi

1. Sebagai bahan bakar inti

(44)

3. Uranium sulfat digunakan dikimia analisa

4. Dalam dunia kesehatan untuk info diagnostik anatomi dan fungsi organ

5. Uranil asetat dan uranil fosfat digunakan sebagai titik di mikroskop

transmisi electron untuk meningkatkan perbedaan dari specimen biologi di bagian ultra tipis dan negative strain dari virus, organel sel terisolasi dan makromolekul

6. Pada pemeliharaan makanan untuk menghambat pertumbuhan akar setelah

panen

7. Uranium dapat digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Resiko kesehatan terbesar dari masukan yang besar uranium dalam tubuh adalah kerusakan pada ginjal karena uranium adalah unsure radioaktif yang bersifat toksik. Tidak ditemukan kangker sebagai hasil penelitian uranium, tetapi penelitian dari hasil luruhannya, terutama radon/radium, menjadi ancaman kesehatan yang penting.

21. Neptunium (Np) A. Sifat Fisika

1. Densitas : 20.45 g/cm3

2. Titik leleh : 640oC

3. Titik didih : 3902oC

4. Bentuk (25°C) : 5. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik

1. Nomor atom : 93 2. Nomor massa : -237

3. Konfigurasi elektron : 2,8,18,32,22,9,2

4. Volume atom : 11.62 cm3/mol

5. Afinitas elektron :

6. Keelektronegatifitasan : 1,3600000000000001 7. Energi ionisasi : - pertama : 6.2657 V

- kedua : -

8. Bilangan oksidasi utama : 6,(5),4,3 9. Bilangan oksidasi lainnya: - 10. Struktur Kristal : Orthorhombic

C. Sifat Kimia

Referensi

Dokumen terkait