TUGAS KELOMPOK MATA KULIAH
TEORI AKUNTANSI
Pertemuan 5 dengan Topik Pembahasan :
“TEORI PASAR SEKURITAS DAN RISET AKUNTANSI
BERBASIS PASAR”
DI SUSUN OLEH : ADEVI SABATH SOFANI INTAN LIFINDA AYUNING PUTRI
ADILLAH LAURA AYU NASTITI
PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
BAB 4
PASAR SEKURITAS YANG EFISIEN (William R. Scott)
Gambar 4.1 Organisasi dari bab 4
4.1 OVERVIEW
Efisiensi pasar sekuritas memiliki implikasi penting bagi akuntansi keuangan. Salah satu implikasinya adalah bahwa hal itu mengarah langsung ke konsep pengungkapan penuh. Efisiensi menyiratkan bahwa itu adalah informasi yang berisi pengungkapan, bukan bentuk pengungkapan itu sendiri, melainkan yang dihargai oleh pasar. Jika demikian, informasi dapat dilepaskan dengan mudah dalam catatan dan pengungkapan tambahan seperti dalam laporan keuangan yang tepat. Teori ini juga mempengaruhi bagaimana akuntan harus berpikir tentang pelaporan risiko perusahaan.
Dalam teori pasar yang efisien, akuntansi dipandang bersaing dengan sumber-sumber informasi lain seperti media massa, analis keuangan dan bahkan harga pasar itu sendiri. Sebagai kendaraan untuk memberikan informasi pada investor, akuntansi hanya akan bertahan jika relevan, dapat diandalkan, tepat waktu dan biaya yang efektif, dibandingkan dengan sumber-sumber lain.
Teori pasar sekuritas efisien juga mengingatkan kita untuk alasan utama bagi keberadaan akuntansi, yaitu asimetri informasi. Ketika beberapa pelaku pasar tahu lebih banyak daripada yang lain, tekanan muncul untuk menemukan mekanisme dimana mereka lebih baik memberi tahu, yang ingin dilakukan, sehingga dipercaya dapat mengkomunikasikan informasi mereka kepada orang lain, dan di mana orang-orang dengan informasi merugikan dapat melindungi diri dari kemungkinan eksploitasi oleh informasi yang lebih baik. Insider trading adalah contoh dari eksploitasi tersebut.
Kita kemudian dapat berpikir bahwa akuntansi sebagai sebuah mekanisme untuk memungkinkan komunikasi dari informasi relevan dari dalam perusahaan ke pihak luar perusahaan. Sebagai tambahan untuk memungkinkan keputusan investor yang lebih baik, hal ini memiliki manfaat sosial melalui peningkatan operasi pasar sekuritas.
Seperti yang disebutkan dalam bagian 1.2, teori akuntansi mulai menyadari pentingnya efisiensi pasar sekuritas pada akhir 1960-an. Sejak saat itu, teori telah membimbing banyak penelitian akuntansi dan memiliki implikasi besar bagi praktik akuntansi. Oleh karena itu, badan pengaturan standar akuntansi keuangan dan regulator telah menerima pengungkapan dan keputusan kegunaan implikasi penuh dari efisiensi pasar sekuritas. Untuk menggambarkan hal ini, kita akan membahas diskusi manajemen dan analisis (MD & A), standar pengungkapan yang penting, dari perspektif informasi.
4.2 PASAR SEKURITAS YANG EFISIEN 4.2.1 Makna Efisiensi
Infomasi tidak bebas dibawah kondisi yang tidak ideal, investor harus membentuk estimasi subyektif mereka sendiri pada profitabilitas perusahaan di masa depan, arus kas atau dividen. Investor secara terus menerus merevisi probabilitas keadaan subjektif mereka pada saat informasi baru diterima. Dari sudut pandang kita, sumber utama dari informasi biaya efektif adalah laporan tahunan perusahaan.
Setidaknya beberapa investor menghabiskan waktu dan uang untuk menggunakan beberapa sumber informasi ini untuk memberi pedoman terhadap keputusan investasi mereka. Investor semacam itu disebut investor yang telah diberikan informasi (informed). Dapat diduga bahwa investor yang telah diberikan informasi ingin bergerak cepat dalam menerima informasi baru. Jika tidak, investor lain akan mendapatkannya lebih dulu dan nilai pasar dari sekuritas yang dipertanyakan akan menyesuaikan untuk mengurangi atau menghilangkan manfaat informasi baru tersebut.
Dalam mempelajari konsep pasar efisien, perhatian kita akan diarahkan pada sejauh mana dan seberapa cepat informasi tersebut dapat memengaruhi pasar yang tercermin dalam perubahan harga sekuritas. Kelompok informasi dapat dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut (Fama, 1970).
1. Informasi harga saham masa lalu (information in past stock prices) 2. Semua informasi publik (all public information) dan
3. Semua informasi yang ada termasuk informasi orang dalam (all available information including inside or private information).
Ketika sejumlah investor berperilaku semacam ini, pasar menjadi efisien. Terdapat beberapa definisi pasar sekuritas efisien. Definisi yang akan digunakan disini adalah bentuk setengah kuat (semi strong form).
Pasar sekuritas efisien adalah tempat dimana harga-harga dari sekuritas yang diperdagangkan pada pasar tersebut setiap waktu “menggambarkan secara tepat” seluruh informasi yang diketahui secara publik mengenai sekuritas tersebut.
Ada tiga poin khusus yang penting.
1. Harga pasar adalah efisien dalam kaitannya dengan informasi yang diketahui secara publik. Orang-orang yang memiliki informasi dari dalam akan tahu lebih banyak daripada pasar. Jika mereka berharap untuk mengambil keuntungan dari informasi tersebut, orang dalam mungkin dapat memperoleh kelebihan keuntungan atas investasi mereka. Hal ini karena harga pasar dari investasi ini, merefleksikan hanya informasi luar atau yang tersedia secara publik, tidak memasukkan pengetahuan yang dimiliki orang dalam.
2. Efisiensi pasar adalah sebuah konsep relatif. Pasar adalah efisien relatif terhadap saham dari informasi yang tersedia secara publik. Tidak ada sesuatu dalam definisi yang menyarankan bahwa pasar adalah maha tahu dan bahwa harga pasar selalu menggambarkan yang benar-benar mendasari nilai perusahaan. Harga pasar dapat benar-benar menjadi salah dengan hadirnya informasi dari dalam.
4.2.2 Bagaimana Harga Pasar Mencerminkan Semua Informasi yang Tersedia Secara Penuh?
Para investor berinteraksi dalam sebuah pasar, masing-masing membuat keputusan membeli/menjual mengenai berbagai sekuritas. Selama harga pasar sebuah sekuritas merupakan hasil dari permintaan dan penawaran sekuritas dari investor, bagaimana harga pasar bisa merefleksikan secara tepat seluruh informasi yang tersedia ketika individu yang membuat keputusan membeli/menjual itu berbeda?
Pada dasarnya, apa yang diperlukan adalah bahwa nilai estimasi keamanan investor harus rata-rata tidak bias. Yaitu, pasar tidak secara sistematis salah menginterpretasikan implikasi nilai dari sebuah informasi saham, tetapi memilih untuk menaruh sebuah penilaian terhadap sekuritas yang secara rata-rata benar atau tidak bias. Untuk melihat bagaimana pasar dapat berperilaku dengan cara ini, terdapat argumen yang berasal dari Fama (1970), bahwa ketika investor dalam jumlah yang cukup dapat secara penuh mengeksploitasi informasi yang tersedia, hal ini cukup untuk menciptakan efisiensi. Sebagai contoh, analis keuangan dan lembaga investasi mungkin cukup cakap dalam mengevaluasi nilai sekuritas, sehingga ketika investor yang lain mengikuti rekomendasinya, harga yang dihasilkan akan benar-benar merefleksikan secara tepat informasi yang tersedia mengenai sekuritas ini. Argumen ini menekankan bahwa asumsi yang digunakan adalah keputusan individu bersifat independen.
4.3 IMPLIKASI DARI PASAR SEKURITAS YANG EFISIEN PADA PELAPORAN KEUANGAN
Pemeriksaan awal terhadap implikasi pelaporan dari pasar sekuritas efisien tampak dalam sebuah artikel oleh W.H. Beaver, yang bejudul “Apa yang seharusnya menjadi tujuan FASB?”(1973). Menurut Beaver, implikasi besar yang pertama adalah bahwa kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh perusahaan tidak mempengaruhi harga-harga sekuritas mereka, sepanjang kebijakan ini tidak memiliki dampak arus kas diferensial, penggunaan kebijakan akuntansi yang khusus diungkapkan, dan informasi yang cukup diberikan sehingga pembaca dapat mengkonversikannya terhadap kebijakan yang berbeda.
mengenai kebijakan akuntansi tertentu yang mereka gunakan sepanjang kebijakan tersebut tidak mempengaruhi arus kas secara langsung.
Implikasi kedua yang disebut pasar sekuritas efisien berjalan bersamaan dengan pengungkapan penuh. Jika manajemen perusahaan memiliki informasi relevan mengenai perusahaan dan jika hal ini dapat diungkapkan pada biaya yang sedikit atau tidak sama sekali, maka manajemen seharusnya mengungkapkan informasi ini secara tepat waktu, kecuali terdapat kepastian bahwa informasi ini telah diketahui investor dari sumber yang lain.
Ketiga, efisiensi pasar mengimplikasikan bahwa perusahaan seharusnya tidak terlalu memperhatikan investor yang naif – yaitu informasi laporan keuangan tidak perlu disajikan begitu sederhana sehingga setiap orang dapat memahaminya. Hal ini karena investor yang mengerti informasi laporan keuangan akan terlibat dalam keputusan membeli/menjual berdasarkan atas informasi yang diungkapkan, yang akan menggerakkkan harga pasar ke arah level efisien. Investor yang naif dapat menyewa orang lain (seperti analis keuangan atau manajer dana investasi) untuk menginterprestasikan informasi untuk mereka, atau dapat meniru keputusan membeli/menjual dari investor-investor yang lebih berpengetahuan. Hasilnya, segala keuntungan informasi yang dapat dimiliki investor yang berpengetahuan secara cepat menyebar. Dengan kata lain, investor yang naif dapat mempercayai pasar efisiensi terhadap harga sekuritas, sehingga selalu merefleksikan seluruh hal yang diketahui secara mengenai perusahaan yang menerbitkannya, walaupun investor ini mungkin tidak rnempunyai pengetahuan yang lengkap dan memahaminya sendiri. Hal ini disebut sebagai investor dilindungi dengan harga (price-protected) oleh pasar efisien.
Implikasi terakhir adalah bahwa akuntan sedang dalam kompetisi dengan penyedia informasi yang lain dari seperti analisis keuangan, media, pengungkapan oleh pegawai perusahaan, dan lain-lain. Revisi kepercayaan adalah proses yang berkelanjutan, sehingga jika akuntan tidak menyediakan informasi yang berguna dan efektif biaya, kita dapat mengharapkan bahwa kegunaan fungsi akuntansi akan menurun setiap waktu selama sumber informasi lain mengambil alih – akuntan tidak mempunyai hak melekat untuk bertahan dalam persaingan penempatan pasar untuk informasi.
Bentuk Pasar Efisien
pada reaksi informasi terhadap ketersediaan informasi. Perbedaan tersebut dapat dilihat dalam tabel di bawah ini :
Perbedaan Lemah Semi-Kuat Kuat
Harga berekasi terhadap ketersediaan informasi :
Historis Historis Historis
Publik Publik
Private
Masing masing bentuk pasar efisien tersebut terkait erat dengan sajauh mana penyerapan informasi terjadi di pasar. Bentuk dari pasar efisien ialah sebagai berikut :
1. Hipotesis Pasar Efisien Bentuk Lemah (weak form of the efficient market hypothesis) Hipotesis ini menyatakan bahwa harga saham diasumsikan mencerminkan semua informasi yang terkandung dalam sejarah masa lalu tentang harga sekuritas yang bersangkutan. Hal ini menunjukkan bahwa harga saham berubah sesuai dan mencerminkan pergerakan harga saham yang bersangkutan pada masa lalu. Dalam hipotesis ini harga saham diasumsikan mencerminkan semua informasi yang terkandung dalam sejarah masa lalu tentang harga sekuritas yang bersangkutan. Artinya, harga yang terbentuk atas suatu saham, misalnya merupakan cermin dari pergerakan harga saham yang bersangkutan di masa lalu. Berdasarkan pada hipotesis pasar efisien bentuk lemah, pasar akan segera mengetahui dan merevisi kebijakan harganya dengan melakukan perubahan terhadap strategi perdagangannya.
2. Hipotesis Pasar Efisien Bentuk Setengah Kuat (semistrong form of the efficient market hypothesis)
Menurut hipotesis pasar efisien bentuk semi-kuat, harga saham mencerminkan semua informasi publik yang relevan. Hipotesis ini mengatakna bahwa harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan harga saham di masa lalu. Harga saham yang sekarang juga dipengaruhi oleh informasi yang ada di pasar, termasuk di dalamnya adalah laporan keuangan dan informasi tambahan (pelengkap) sebagaimana diwajibkan oleh peraturan akuntansi. Informasi yang tersedia di publik juga dapat berupa peraturan keuangan lain seperti pajak bangunan (property), suku bunga, dan rating perusahaan.
Hipotesis ini menyatakan bahwa harga yang terjadi mencerminkan semua informasi yang ada, baik informasi publik (public information) maupun informasi pribadi (private information). Pasar efisien bentuk kuat mencakup semua informasi historis yang relevan dan juga informasi yang ada di publik yang relevan, disamping juga informasi yang hanya diketahui oleh beberapa pihak saja. Bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang paling ketat, hal ini dikarenakan karena pasar ini bereaksi terhasap semua informasi, baik itu informasi publik maupun non-publik.
Di dalam pasar efisien bentuk kuat, tidak ada seorangpun baik individu maupun institusi dapat memperoleh keuntungan yang abnormal, untuk suatu periode tertentu, dengan menggunakan informasi yang tersedia di publik dalam konteks kelebihan informasi, termasuk di dalamnya informasi yang hanya dapat diakses oleh orang-orang tertentu. Dalam perkembangannya, para peneliti sepertinya sepakat untuk menyebut bahwa pengujian terhadap bentuk kuat hipotesis pasar efisien sering dikaitkan dengan keberhasilan dalam penggunaan akses monopolistik terhadap informasi oleh pelaku pasar tertentu.
Hubungan Penelitian Akuntansi dengan Bentuk Pasar Setengah Kuat
Penelitian akuntansi umumnya menggunakan asumsi bentuk pasar semi kuat. Hal ini dikarenakan oleh bentuk pasar ini yang memang paling mendekatai kehidupan nyata kita sehari-hari. Pasar Modal kita menyediakan pergerakan harga saham suatu perusahaan dari tahun ke tahun, kwartal ke kwartal, artinya informasi harga saham terdahulu telah disediakan secara akurat oleh sistem pasar modal. Selain itu, pasar modal kita juga selalu menyediakan informasi yang bersifat publik seperti Laporan Keuangan yang secara rutin diterbitkan perusahaan, dan juga sebagai suatu kewajiban bagi perusahaan yang listing di bursa efek atau pasar modal, serta segala infomasi lainya yang sering dilempar perusahaan ke publik seperti adanya corporate action dan lain-lainnya. Sedangkan pada kenyataanya, perusahaan pasti memiliki suatu batasan tersendiri dalam menyediakan informasi ke publik. Tidak semua informasi yang ada di dalam perusahaan dapat diakses oleh publik dengan alasan apapun. Oleh karena itu, terdapat suatu restriksi informasi yang bersifat private oleh perusahaan ke publik. Informasi-informasi yang bersifat ini mungkin saja memang merupakan suatu hal yang bersifat rahasia dan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup perusahaan apabilai dibagi ke publik karena dapat digunakan sebagai bomerang ke perusahaan itu sendiri oleh para pesaingnya apabila diketahui. Intinya, di dunia nyata tidaka akan ada bentuk pasar bentu kuat, karena adanya restriksi perusahaan terhadap rahasia perusahaannya.
4.4.1 Inkonsistensi Logis
Efisiensi mengimplikasikan bahwa harga pasar dari sekuritas setiap waktu secara tepat merefleksikan seluruh hal yang diketahui secara publik tentang sekuritas. Apakah yang mendorong harga pasar untuk karakteristik “yang merefleksikan secara tepat” ini? Adalah tindakan dari investor yang telah diberikan informasi yang selalu berusaha untuk memperoleh dan memproses informasi untuk membuat keputusan menjual/membeli terbaik.
Dengan definisi dari efisiensi pasar, seluruh informasi yang tersedia telah terefleksikan dalam harga pasar. Yaitu harga sepenuhnya informatif (fully informative). Sejak perolehan informasi memerlukan biaya, dan investor tidak dapat mengharapkan untuk melawan pasar ketika harga pasar telah menggambarkan informasi yang telah diketahui secara publik, investor dapat dengan mudah menghentikan pengumpulan informasi dan mempercayakan pada harga pasar sebagai indikator terbaik dari tingkat pengambilan sekuritas masa depan.
Inkonsistensi logis, adalah jika harga secara penuh merefleksikan informasi yang tersedia, tidak ada motivasi bagi investor untuk mendapatkan informasi; karenanya, harga tidak akan sepenuhnya mencerminkan informasi yang tersedia. Dalam hal peramalan sepak bola, peramal akan berhenti menempatkan usaha dalam perkiraan mereka karena mereka tidak bisa mengalahkan perkiraan konsensus, tapi kemudian perkiraan konsensus akan kehilangan kemampuan peramalan unggulannya.
Bagaimanapun, terdapat cara mudah untuk keluar dari inkonsistensi ini yaitu untuk mengakui bahwa terdapat sumber-sumber lain dari permintaan dan penawaran untuk sekuritas daripada keputusan membeli/menjual dari investor rasional yang telah diberikan informasi. Contoh, orang-orang mungkin membeli/menjual sekuritas untuk berbagai alasan yang tidak dapat diprediksi – mereka mungkin memutuskan untuk pensiun awal, mereka mungkin memerlukan uang untuk membayar hutang-hutang judi, mereka mungkin menerima “uang panas”, dan lain-lain. Orang-orang ini disebut pedagang likuiditas (liquidity traders) atau pedagang bising (noise traders). Keputusan membeli/menjual mereka akan mempengaruhi harga pasar sekuritas, tetapi keputusannya datang secara acak – mereka tidak mendasarkan pada evaluasi rasional dari informasi yang relevan.
Ketika investor berperilaku seperti yang telah dijelaskan, mereka dapat dikatakan memiliki harapan yang rasional (rational expectations). Harga sekuritas dikatakan informatif secara parsial (partially informative) dengan hadirnya noise trading dan harapan yang rasional. Harga pasar masih efisien dengan kehadiran noise trading, tetapi jika harapan noise trading adalah nol, investor mengharapkan bahwa harga pasar sekuritas sepenuhnya merefleksikan seluruh informasi yang diketahui secara publik.
Pihak manajemen perusahaan mempunyai insentif untuk memenuhi keinginan investor terhadap informasi yang jelas. Contoh, manajemen perusahaan memiliki informasi dari dalam yang membawa pada keyakinan bahwa perusahaan dinilai lebih rendah daripada yang seharusnya. Untuk meluruskan hal ini, manajemen dapat terlibat pada pengungkapan sukarela (voluntary disclosure), yaitu pengungkapan informasi yang melampaui persyaratan minimal dari GAAP dan standar pelaporan lainnya. Pengungkapan seperti ini dapat memiliki kredibilitas sekalipun tidak diaudit, sejak kewajiban legal menjatuhkan disiplin pada keputusan pelaporan manajer. Sayangnya, terdapat batasan dalam pengungkapan sukarela tidak hanya karena sistem legal yang mungkin tidak sanggup untuk memeperkuat kredibilitas secara lengkap, tetapi karena manajemen tidak akan mau memberikan informasi yang akan menjauhkan keuntungan kompetitif.
Istilah “merefleksikan secara tepat” dalam definisi pasar sekuritas efisien harus diinterprestasikan dengan hati-hati. Hal itu tidak berarti bahwa harga sekuritas sepenuhnya informatif dalam hubungannya dengan informasi yang tersedia setiap waktu. Jika tidak hal ini akan memiliki implikasi yang sebaliknya terhadap kegunaan laporan keuangan.
4.5 CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM)
Untuk memformalkan hubungan antara harga pasar efisien dari sekuritas, resikonya dan tingkat pengembalian yang diharapkan pada sekuritas. Seharusnya bias dilakukan dengan model penetapan harga aset modal Sharpe-Lintner (CAPM) (Sharpe, 1964; Lintner, 1965). Asumsi bahwa terdapat sebuah aset bebas resiko dalam ekonomi dengan tingkat pengembalian Rf. Asumsikan juga bahwa pasar sekuritas efisien dan biaya transaksi adalah
nol. Kemudian, Sharpe-Lintner CAPM menunjukkan:
E (R jt) = Rf (1 - j) + j E (R Mt)
Dimana Bj adalah beta dari saham j dan R Mt adalah tingkat pengembalian portofolio pasar
Terdapat tiga kegunaan dari rumus CAPM; (1) menjelaskan bagaimana harga pasar tergantung pada ekspektasi pasar atas harga saham masa depan dan dividen. Jika ekspektasi ini berubah, maka harga saat ini akan secepatnya berubah untuk merefleksikan ekspektasi yang baru.; (2) dengan kembali pada sudut pandang ex post dari return, CAPM menyediakan cara untuk memisahkan tingkat pengembalian yang direalisasi atas saham ke dalam komponen yang diharapkan dan tidak diharapkan:
R jt = j +j R Mt + jt
Versi dari CAPM ini disebut sebagai model pasar (market model). Ia menyatakan bahwa tingkat pengembalian R jt yang direalisasi selama periode adalah penjumlahan dari
tingkat pengembalian yang diharapkan pada awal periode dan tingkat pengembalian abnormal (abnormal return) yang tidak diharapkan; (3) model pasar menyediakan cara yang nyaman untuk mengestimasi beta saham, yang merupakan pengukuran resiko penting untuk investor.
Gambar 1. Capital Market Line
Sumber: http://www.docstoc.com/docs/68219692/MODEL-KESEIMBANGAN-RISIK DAN- RETURN CAPITAL-ASSET-PRICING-MODEL
Kurva Capital Market Line tersebut menjelaskan sebagai berikut.
2. Slope CML akan cenderung positif karena adanya asumsi bahwa investor bersifat risk averse. Artinya, investor hanya mau berinvestasi pada aset yang berisiko, jika mendapatkan kompensasi berupa return harapan yang lebih tinggi.
3. Berdasarkan data historis, adanya risiko akibat perbedaan return aktual dan return harapan, bisa menyebabkan slope CML yang negatif. Slope negatif ini terjadi bila tingkat return aktual portofolio pasar lebih kecil dari tingkat keuntungan bebas risiko.
4. Garis pasar modal dapat digunakan untuk menentukan tingkat return harapan untuk setiap risiko portofolio yang berbeda.
4.6 ASIMETRI INFORMASI
4.6.1 Melihat Lebih Dekat Pada Asimetri Informasi
Di bagian ini, kita melihat lebih dekat pada gagasan "tersedia untuk umum" informasi dalam definisi pasar modal efisien. Ini mengarah langsung dan tak diragukan lagi konsep yang paling penting dari informasi akuntansi keuangan yaitu teori asimetri. Sering, salah satu jenis peserta di pasar (penjual, misalnya) akan tahu sesuatu tentang aset yang diperdagangkan sedangkan jenis lain dari peserta (pembeli) tidak tahu. Ketika situasi ini ada, pasar dikatakan ditandai dengan asimetri informasi. Ada dua jenis utama dari asimetri informasi adverse selection dan moral hazard.
1. Adverse selection, yaitu jenis asimetri informasi di mana ada pihak yang terkait dengan transaksi perusahaan yang memiliki manfaat informasi sedangkan pihak lain tidak memiliki manfaat informasi yang sama. Hal ini dapat dilakukan oleh manajer atau orang dalam perusahaan dengan mengendalikan penyerahan informasi kepada investor sesuai dengan kepentingannya. Untuk mengatasi permasalahan adverse selection, manajer harus menyebarkan informasi dalam kepada pihak lain secara bersamaan dan merata. 2. Moral hazard, yaitu jenis asimetri informasi di mana ada pihak yang terkait dengan
Masalah moral hazard, saat seseorang tergoda untuk menipu perusahaan dengan melalaikan studinya. Perhatikan bahwa sertifikat medis tidak akan banyak berguna di sini, karena kesulitan dalam menetapkan bahwa itu adalah penyakit yang menyebabkan kegagalan. Sebagai hasilnya, tidak ada perusahaan asuransi akan menjual kebijakan yang akan memberikan ganti rugi penghasilan penuh jika seseorang gagal untuk mencapai gelarnya. Masalahnya adalah asimetri informasi. Seseorang memiliki keuntungan besar atas informasi perusahaan, karena perusahaan hanya dapat mengamati apakah seseorang gagal, bukan apakah penyakitnya kecelakaan, atau kelalaian menyebabkannya gagal. Dihadapkan dengan kerugian informasi sebesar ini, perusahaan merespon dengan tidak menulis polis asuransi dari tipe yang diuraikan, memberikan kontribusi untuk memasarkan ketidaklengkapan.
Dalam kasus lain, asimetri informasi tidak begitu parah untuk mencegah pasar berkembang. Namun demikian, pasar tidak bekerja sebaik mungkin. Situasi ini dipelajari oleh Akerlof (1970). Contoh pasar ditandai dengan asimetri informasi adalah pasar mobil bekas. Ini menciptakan masalah adverse selection, karena pemilik dapat mencoba untuk mengambil keuntungan dari informasi ini dengan menciptakan "lemon market", berharap untuk mendapatkan harga lebih agar pembeli tidak curiga. Namun, pembeli akan menyadari godaan ini dan, karena tidak memiliki informasi untuk membedakan antara lemon dan mobil yang baik, akan menurunkan harga bayar untuk setiap mobil bekas, sebuah proses yang disebut pooling. Akibatnya, banyak mobil yang baik akan memiliki nilai pasar yang kurang dari nilai riil manfaat aliran masa depan mereka. Dengan kata lain, pasar mobil bekas tidak bekerja sebaik mungkin. Ini merupakan salah satu sumber ketida klengkapan pasar, pasar ada tetapi tidak lengkap dalam arti bahwa pembeli tidak selalu dapat membeli mobil dari jenis yang tepat dan kondisi yang mereka inginkan.
Sangat menarik untuk dicatat berbagai perangkat peraturan dan sukarela bahwa pasar digunakan untuk mengurangi efek dari asimetri informasi. Dengan demikian, pasar mobil bekas ditandai dengan sertifikat keamanan, catatan perbaikan, jaminan, tes drive, dealer yang mencoba untuk membangun reputasi yang baik, dan sebagainya.
menjual saham berdasarkan informasi ini. Ini adalah contoh lain dari masalah adverse selection, karena orang dalam akan tertarik dengan peluang ini, yang merugikan kepentingan investor. Tentu saja, investor akan menyadari risiko estimasi ini dan akan menurunkan jumlah yang seharusnya mereka bersedia untuk membayar semua saham yang mencerminkan kerugian mereka di tangan orang dalam. Seperti pasar mobil bekas, pasar sekuritas efisien dikenakan ketidaklengkapan. Tidak bekerja sebaik mungkin karena investor tidak bisa yakin untuk membeli keamanan dengan pengembalian yang diharapkan tepat dan risiko yang mereka inginkan.
Runtuhnya Enron dan WorldCom diuraikan dalam bagian 1.2 adalah contoh dari dampak buruk asimetri informasi di pasar sekuritas. Berikut ini dan kegagalan pelaporan keuangan lainnya, investor menyadari bahwa banyak saham perusahaan yang lemon. Sebagai hasilnya, kepercayaan diri mereka dalam keinformatifan laporan keuangan dari semua perusahaan runtuh karena mereka menyadari bahwa mereka menghadapi risiko estimasi yang jauh lebih tinggi daripada yang mereka pikir. Penurunan besar dalam harga saham terjadi karena investor mengurangi jumlah mereka bersedia untuk membayar atau, dalam kasus yang ekstrim, menarik diri dari pasar sepenuhnya.
Pada 2007-2008 runtuhnya pasar untuk aset dan sekuritas, diuraikan dalam bagian 1.3 terkait, memberikan bahkan lebih mengesankan contoh kekuatan masalah lemon. Di sana, kami menunjukkan bahwa efek beragun aset yang didukung kurang transparan. Akibatnya, mereka menjadi curiga terhadap semua efek tersebut. Harga pasar efek kualitas yang lebih tinggi jatuh drastis dan, pada akhirnya, pasar runtuh.
Mungkin tampak aneh bahwa pasar dapat efisien tapi kepercayaan investor bisa runtuh. Namun, kita dapat mendamaikan konsep-konsep yang tampaknya bertentangan dengan memperkenalkan konsep nilai fundamental saham:
Nilai fundamental saham adalah nilai yang ada di pasar efisien jika tidak ada informasi dari dalam. Yaitu, semua informasi tentang saham yang tersedia untuk umum
Jelas, sebelum runtuhnya mereka, harga pasar dari Enron, WorldCom dan perusahaan yang memegang sekuritas hipotek yang didukung tidak mencerminkan nilai fundamental. Sebagai akibat dari episode seperti ini, investor menyadari bahwa banyak saham perusahaan lain mungkin memiliki masalah yang sama, yang menyebabkan hilangnya kepercayaan umum.
pelaporan keuangan informativeness. 2002 Sarbanes Oxley Act adalah contoh yang menonjol. Banyak langkah-langkah melibatkan peningkatan pengungkapan untuk memperluas informasi spesifik perusahaan yang tersedia untuk umum, dan mengurangi bias yang dihasilkan dari informasi yang salah atau menyesatkan dalam domain publik. Dengan demikian, kita bisa memikirkan pelaporan keuangan sebagai alat untuk mengontrol adverse selection dan resiko estimasi yang merugikan, sehingga mampu meningkatkan kerja pasar sekuritas dan mengurangi ketidaklengkapan. Gambar 4.2 menggambarkan peran ini.
Lingkaran luar menggambarkan nilai fundamental perusahaan. Lingkaran dalam menggambarkan informasi yang mendasari harga pasar saham yang efisien, karena semua informasi publik yang tersedia. Jarak antara lingkaran dalam dan luar menggambarkan informasi insider (inside information). Informasi insider merupakan subjek dari adverse selection yang akan menciptakan estimasi resiko. Artinya, kemampuan insider untuk mendapatkan keuntungan dari pemanfaatan informasi yang mereka miliki adalah contoh dari masalah adverse selection. Kemungkinan risiko adverse selection akan menciptakan estimasi bagi investor, yang dapat meningkatkan biaya modal perusahaan diatas nilai-nilai CAPM mereka. Biasanya masalah ini dapat dikurangi dengan pengungkapan penuh (full disclosure) dan pengungkapan tepat waktu, sehingga kinerja pasar sekuritas akan meningkat.
yang lingkaran dalamnya relatif "besar" terhadap lingkaran luar sebagai pasar yang berjalan baik.
Kehancuran pasar, seperti dalam kasus Enron, WorldCom, banyak lembaga keuangan, akan terjadi jika investor menyadari bahwa banyak informasi dalam lingkaran dalam tidak berguna, yang tidak informatif dari keadaan sebenarnya dari perusahaan dan sebagai hasilnya, harga saham terlalu tinggi. Pada dasarnya, lingkaran dalam runtuh, jika mengambil harga saham itu.
4.7 SIGNIFIKANSI SOSIAL DARI PASAR SEKURITAS YANG BEKERJA DENGAN BAIK
Dalam ekonomi kapitalis, pasar sekuritas adalah sarana utama dimana modal diperoleh dan dialokasikan untuk bersaing dalam kebutuhan investasi, oleh karena itu diharapkan bahwa pasar dapat bekerja dengan baik. Investor akan berinvestasi dalam proyek-proyek modal sampai keuntungan investasi mereka sama dengan biaya manfaat yang telah dikeluarkan, sehingga tercipta alokasi modal yang efisien. Pasar akan bekerja dengan baik untuk menjamin bahwa harga sekuritas dekat dengan nilai fundamental. Akibatnya, secara sosial diinginkan bahwa pasar ini bekerja secara tepat bahwa harga sekuritas seharusnya menyediakan nilai yang benar untuk memberikan pedoman aliran dana investasi. Hal ini disebut pasar yang “bekerja secara tepat” (properly working market).
Harga sekuritas tidak sepenuhnya mencerminkan nilai fundamental pada informasi yang ada didalamnya. Investor akan menyadari risiko estimasi yang dihasilkan dari adverse selection dan insider trading. Kemudian, lemon phenomenon masuk ke dalam permainan. Bukti empiris tentang pentingnya pasar yang bekerja dengan baik untuk alokasi modal yang efisien disediakan oleh Wurgler (2000). Dia memperkirakan efisiensi alokasi modal untuk 65 negara selama bertahun-tahun 1963-1995 dan menemukan bahwa negara-negara dengan informasi spesifik perusahaan tergabung dengan harga sahamnya, mendapatkan efisiensi alokasi modal yang lebih besar. Informasi perusahaan yang spesifik tergabung dalam harga saham, itu adalah salah satu bukti bahwa pasar bekerja lebih baik.
melakukannya dibatasi oleh kemampuannya untuk mendapatkan pembiayaan yang semakin tinggi untuk kualitas pelaporan keuangan di negara mereka.
Untuk menguji argumen ini, FHKP memprediksi bahwa jika dua negara memiliki kualitas pelaporan yang sama tinggi, tingkat pertumbuhan industri di setiap negara harus sama (yaitu, sangat berkorelasi) jika kualitas pelaporan secara signifikan menjadi penentu ketersediaan modal. Jika pelaporan kualitas rendah pada satu atau kedua negara, hubungan tingkat pertumbuhan diperkirakan akan lebih rendah, karena kemampuan untuk mendapatkan pembiayaan untuk pertumbuhan lebih tergantung pada faktor-faktor lain (misalnya, tingkat pembangunan ekonomi, arus masuk modal), yang berbeda di berbagai negara. FHKP mempelajari sampel dari tingkat pertumbuhan industri dari 37 negara pada tahun 1980-1990. Mereka mengukur kualitas pelaporan suatu negara dalam beberapa cara (misalnya, kualitas audit, sinkronisitas) dan setelah mengendalikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pembiayaan pertumbuhan, hasil penelitian konsisten dengan prediksi mereka.
Perkembangan ekonomi kapitalis memiliki berbagai mekanisme untuk mempromosikan kualitas pelaporan. Salah satu pendekatan tersebut adalah dengan regulasi. Terdapat komisi pemerintah untuk mengurus masalah sekuritas, mereka membuat dan / atau menegakkan peraturan, misalnya, standar akuntansi yang ditetapkan, pengendalian insider trading, dan mempromosikan pengungkapan peristiwa penting yang tepat waktu, dengan penetapan hukuman dalam pelanggaran. Jika peraturan tersebut efektif, risiko estimasi yang dihasilkan dari dalam informasi akan berkurang. Investor kemudian akan menghapus perusahaan dari kategori lemon dan, sebagai hasilnya, akan bersedia membayar harga yang lebih tinggi daripada yang seharusnya untuk sekuritas tersebut.
Berdasarkan sampel besar dari perusahaan AS selama tahun 1993-2005 dengan beberapa ukuran kualitas pelaporan, bukti laporan BHV menunjukkan bahwa kualitas pelaporan merupakan kontributor penting untuk efisiensi investasi dalam perekonomian. Dapat disimpulkan bahwa manfaat sosial dari pasar sekuritas yang bekerja cukup baik akan dicapai jika kedua kondisi berikut ini terpenuhi:
• Semua informasi yang berguna tersedia untuk umum, setidaknya denda dan insentif untuk biaya efektif memotivasi pelaporan kualitas tinggi
• harga pasar Efek relatif efisien untuk informasi publik yang tersedia
4.8 CONTOH PENGUNGKAPAN PENUH 4.8.1 Pendahuluan
Pada bagian ini, dipertimbangkan pentingnya standar akuntansi pengungkapan penuh. Secara spesifik, diuraikan dan digambarkan diskusi manajemen dan analisis (MD & A). Ini adalah standar yang mengharuskan perusahaan untuk memberikan penjelasan naratif dari operasi perusahaan, untuk membantu investor untuk menginterpretasikan laporan keuangan perusahaan.
Standar MD & A berada diantara pendekatan carrots dan stick dalam merilis informasi. Sebagai contoh, beberapa perusahaan dapat memberikan pengulangan informasi yang sudah tersedia dari laporan keuangan, perusahaan yang lain mungkin melampaui persyaratan minimum dengan memberikan informasi dalam yang lainnya seperti strategi bisnis, rencana, dan prospek masa depan.
4.8.2 Management Discussion and Analysis
Tujuan dari MD & A: Cakupan dari MD & A didasarkan pada persyaratan Instrumen Nasional 51-102 dari OSC, efektif pada tahun 2004. Melalui Canadian Securities Administrator, harmonisasi peraturan MD & A sekarang berlaku di Kanada. Persyaratan yang sama yang ditetapkan dalam yurisdiksi lain, seperti SEC di Amerika Serikat.
MD & A adalah penjelasan naratif, melalui pandangan manajemen, kinerja perusahaan, kondisi keuangan, risiko, dan prospek masa depan. Hal ini ditulis dalam bahasa yang dapat dipahami investor. Tujuannya antara lain:
• Membantu investor saat ini dan juga calon investor dalam memahami laporan keuangan
• Memberikan informasi tentang kualitas, dan potensi variabilitas, laba dan arus kas, untuk membantu investor menentukan apakah kinerja masa lalu merupakan indikasi kinerja masa depan.
Untuk melaksanakan tujuan tersebut, persyaratan pengungkapan khusus meliputi:
• Mendiskusikan kinerja keseluruhan perusahaan, pendapatan, aset, dan kewajiban. Menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan perbedan periode ke periode, seperti akuisisi dan disposisi. Ditunjukkan dengan seperangkap prinsip laporan akuntansi keuangan yang konsisten.
• Mendiskusikan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek dan jangka panjang.
• Mendiskusikan komitmen penting dan pengaturan neraca. • Mendiskusikan perubahan kebijakan akuntansi.
• Menjelaskan dan membahas tren, risiko, dan ketidakpastian yang diharapkan mempengaruhi kinerja masa datang. Menjelaskan bagaimana instrumen keuangan yang digunakan untuk mengelola risiko. Menjelaskan perubahan yang diperlukan untuk meneruskan informasi yang sebelumnya diberikan untuk menghindari kesalahan saat ini yang dikenal sebagai kesalahan karena perkembangan berkelanjutan.
Beberapa aspek dari persyaratan ini yang harus diperhatikan:
• MD & A memiliki standar yang jelas pada orientasi kedepan. Misalnya, tren yang diketahui mempengaruhi kinerja masa depan harus didiskusikan. Orientasi ini konsisten dengan kerangka konseptual.
• Konsep sistem informasi tersirat dalam standar MD & A. Sistem informasi menentukan hubungan probabilistik antara bukti laporan keuangan saat ini dan kinerja perusahaan di masa depan. Termasuk diskusi tentang tren dan risiko, hubungan antara informasi saat ini dan kinerja perusahaan masa depan diperketat. Hal ini diakui dalam tujuan standar ini yang membantu investor untuk menentukan apakah kinerja perusahaan di masa lalu adalah indikasi kinerja masa depan.
perubahan yang dibutuhkan untuk meneruskan pencarian informasi yang disediakan disebelumnya, yang kini dikenal sebagai akibat dari kesalahan perkembangan berkelanjutan. Persyaratan ini membantu keandalan karena manajer tahu bahwa kesalahan atau bias dalam perkiraan harus dijelaskan nanti.
• Standar MD & A tampaknya cukup konsisten dengan teori-teori pengambilan keputusan investor yang rasional dan efisiensi pasar. Sebagai contoh, menekankan pengungkapan penuh dan mengakui bahwa investor harus melihat informasi ke depan dan informasi tentang risiko. Memang, standar dapat dianggap sebagai upaya untuk membuat pasar sekuritas bekerja lebih baik dengan menyediakan fasilitas bagi manajemen untuk mengungkapkan informasi dalam. Bagaimanapun konsistensi dengan teori tidak lengkap, namun penekanannya adalah pada pengungkapan risiko spesifik perusahaan. Namun, teori investasi menunjukkan bahwa banyak risiko ini dapat didiversifikasi. Meski demikian, pengungkapan harus membantu mengurangi risiko estimasi investor.
4.9 CONCLUSIONS ON EFFICIENT SECURITIES MARKETS
Teori pasar sekuritas efisien memiliki implikasi besar bagi akuntansi keuangan. Salah satunya adalah bahwa informasi tambahan dalam catatan laporan keuangan atau di tempat lain hanya berguna sebagai informasi dalam laporan keuangan bila infromasi itu tepat. Efisiensi didefinisikan relatif terhadap jumlah informasi yang diketahui publik. Pelaporan keuangan yang informatif memiliki peran untuk meningkatkan jumlah, waktu, dan akurasi saham, sehingga memungkinkan pasar modal untuk bekerja lebih baik dan meningkatkan operasi ekonomi.
harga saham bergerak lebih dekat ke harga saham pada nilai fundamental perusahaan, yang akan mempengaruhi keputusan investasi perusahaan.
Implikasi lain mengenai teori pasar sekuritas efisien muncul pada tahun 1973 pada analisis Beaver. Kebijakan akuntansi khusus yang diadopsi oleh perusahaan-perusahaan yang tidak berpengaruh selama mereka tidak memiliki efek terhadap arus kas diferensial atas seluruh kebijakan tersebut. Pengungkapan penuh terdiri dari kebijakan tertentu yang digunakan, dan investor memiliki informasi yang cukup untuk mengkonversi dari satu kebijakan yang lain. Alasan menurut teori pasar yang efisien, adalah bahwa investor secara keseluruhan akan melihat laba bersih yang dilaporkan sebagai implikasi yang mendasari untuk arus kas masa depan. Dengan demikian, mereka akan mempertimbangkan kebijakan akuntansi khusus yang digunakan dalam menghitung laba bersih. Dengan demikian, perusahaan memilih kebijakan amortisasi dan kebijakan lainnya yang tidak secara langsung mempengaruhi arus kas yang tidak akan mempengaruhi harga pasar yang sekuritas efisien mereka, memberikan kebijakan akuntansi mereka kembali menggunakan pengungkapan penuh. Dengan demikian, kita melihat bahwa prinsip keterbukaan meluas ke pengungkapan kebijakan akuntansi.
Akuntan meningkatkan pemahaman mereka tentang peran informasi dalam menentukan harga. Pada dasarnya, harga pasar aggregat mempengaruhi pengolahan informasi dan pengambilan keputusan oleh investor. Dengan demikian, harga pasar itu sendiri memiliki kandungan informasi yang cukup, individu dapat menggunakan sebagai masukan ke dalam proses pengambilan keputusan mereka. Strategi buy and hold adalah contoh keputusan yang bergantung pada isi informasi harga pasar.
Agregasi informasi ke harga pasar mengandung kontradiksi logis, namun jika harga sepenuhnya informatif, tidak perlu repot-repot untuk mengumpulkan tambahan biaya mahal untuk informasi. Akibatnya, harga pasar mengandung benih-benih kehancurannya sendiri. Namun, kita dapat mengidentifikasi dua faktor untuk mencegah hal ini terjadi:
• Meminimalkan Noise trader and liquidity trader yang keputusan beli/jual mereka akan mempengaruhi harga pasar sekuritas, tetapi keputusan datang secara acak, mereka tidak mendasarkann pada evaluasi rasional dari informasi yang relevan. • Asimetri informasi, khususnya hadirnya informasi di dalam, berarti bahwa tidak
Beaver (1973) mengatakan, akuntan berada dalam persaingan dengan sumber informasi lainnya. Harga pasar adalah salah satu dari sumber-sumber lainnya. Pikirkan harga pasar sebagai penggabungan semua informasi lain yang relevan sampai saat merilis laporan keuangan. Pertanyaannya kemudian adalah: Apakah biaya yang efektif bagi investor yang rasional untuk menginformasikan diri dengan memanfaatkan laporan keuangan?
Sekali lagi, para akuntan menjawab adalah konsep pengungkapan penuh. Dengan meningkatkan kandungan informasi laporan keuangan, termasuk informasi tambahan dalam catatan dan MD & A, tidak hanya membantu melestarikan keunggulan kompetitif mereka, mereka juga meningkatkan kesejahteraan sosial dengan mengurangi dampak pasar yang merugikan dari informasi orang dalam. Jika investor menemukan informasi akuntansi yang berguna, hal ini harus muncul sebagai respon dari harga sekuritas untuk informasi ini.
JURNAL TERKAIT RISET AKUNTANSI BERBASIS PASAR :
CAPITAL MARKETS RESEARCH IN ACCOUNTING
(S.P. Kothari)
Sloan School of Management, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA 02142, USA
1. Introduction
Objective of the review article
Peneliti meninjau beberapa penelitian tentang hubungan antara pasar modal dan laporan keuangan. Ini adalah bidang penelitian yang luas yang bermula dengan penerbitan seminalis Ball dan Brown (1968). Literatur ini berkembang pesat dengan lebih dari 1.000 makalah yang diterbitkan dalam mengarahkan jurnal keuangan dan akuntansi akademik dalam tiga dekade terakhir. Pendekatan yang diadopsi untuk peninjauan, melibatkan survei literatur dengan menggunakan rerangka berbasis ekonomi. Peneliti memulai dengan suatu diskusi tentang permintaan dan pasokan penelitian tentang hubungan antara informasi keuangan dan pasar modal. Hal ini adalah rerangka organisir diskusi tentang beragam bidang dalam penelitian pasar modal.
1980an secara mendalam, sebagian besar penelitian yang diperiksa dalam penelitian ini adalah dari akhir 1980an dan 1990an. Selain untuk menawarkan ringkasan penelitian dalam 10-15 tahun terakhir yang cukup rinci, peneliti membahas asal-usul ide-ide penting dalam literatur dan perkembangan bersamaan yang merangsang banyak ide. Peneliti juga mengevaluasi secara kritis temuan penelitian dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian masa lalu. Tujuan utamanya adalah untuk menawarkan hipotesis bersaing dan penjelasan untuk temuan yang diamati. Hal ini secara alami mengarahkan ke isu-isu yang belum terselesaikan dan arah untuk penelitian mendatang yang tercatat di sepanjang tinjauan ini. Peneliti berharap mahasiswa doktoral (dan instruktur mereka) menemukan studi yang berguna dalam mempersiapkan diri sendiri untuk karir yang sukses dalam penelitian.
2. Demand for capital markets research in accounting
Setidaknya terdapat empat sumber dari permintaan untuk penelitian pasar modal dalam akuntansi yang menjelaskan popularitasnya: (i) Fundamental analysis and valuation; (ii) Tests of market efficiency, (iii) Role of accounting in contracts and in the political process, dan (iv) Disclosure regulation.
Fundamental analysis and valuation
ditunjukkan sebelumnya (Frankel dan Lee, 1998, p.315) telah mengakuisisi mata uang di antara akademisi terkemuka, memacu penelitian pada analisa fundamental. Penelitian pasar modal pada analisa fundamental menguji apakah hal itu berhasil mengidentifikasi sekuritas yang salah dalam penghargaan. Sehingga, penelitian analisis fundamental tidak dapat diuraikan dari penelitian pasar modal atas pengujian efisiensi pasar .
Test of market efficiency
Fama (1970, 1991) mendefinisikan pasar yang efisien sebagai salah satu di mana “harga sekuritas secara penuh merefleksikan semua informasi yang tersedia”. Apakah pasar sekuritas efisien secara informasional sangat menarik bagi investor, manajer, pembuat standar, dan pelaku pasar lainnya. Ketertarikan bersumber dari kenyataan bahwa harga sekuritas menentukan alokasi kekayaan antara perusahaan dan individu. Harga sekuritas sendiri dipengaruhi oleh informasi keuangan, yang menjelaskan kepentingan akuntan praktisi dan akademis dan pembuat standar dalam penelitian efisiensi pasar.
Efisiensi pasar memiliki implikasi penting bagi profesi akuntansi. Sebagai contoh, penghargaan dari analisa fundamental akan berkurang dalam pasar yang efisien. Sebuah pergantian dari satu metode akuntansi ke yang lain tanpa efek arus kas langsung, efek sinyal, atau konsekuensi insentif tidak mempengaruhi harga sekuritas di pasar yang efisien. Pilihan antara pengungkapan dalam catatan kaki dan pengakuan dalam laporan keuangan (misalnya, akuntansi untuk opsi saham karyawan) kurang diperdebatkan dari perspektif pengaruhnya terhadap harga sekuritas di pasar yang efisien. Tentu, sebaliknya akan menjadi benar dalam semua contoh di atas jika pasar tidak efisien. Oleh karena itu, terdapat permintaan untuk penelitian empiris terhadap efisiensi pasar.
Role of accounting contracts and in the political process
mencoba untuk mengendalikan pengaruh informasi keuangan pada harga sekuritas yang tidak berhubungan dengan teori akuntansi positif. Hal ini menciptakan permintaan untuk penelitian pasar modal yang membantu para peneliti dalam merancang uji harga saham lebih kuat berdasarkan teori akuntansi positif.
Disclosure regulation
Di AS, FASB, dengan wewenang yang diberikan oleh SEC, dibebankan dengan menerbitkan standar yang mengatur pengungkapan informasi keuangan oleh perusahaan-perusahaan publik. Penelitian pasar modal ini dapat membantu memastikan apakah tujuan yang dinyatakan FASB telah dilayani oleh standar yang telah dikeluarkan, baik sendiri-sendiri maupun secara kolektif. Misalnya, apakah angka-angka laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar baru menyampaikan informasi baru ke pasar modal? Apakah angka-angka laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar baru yang lebih tinggi terkait dengan harga dan return saham kontemporer? Apa konsekuensi ekonomi penerbitan standar pengungkapan yang baru? Sifat dan tingkat penetapan standar juga mungkin dipengaruhi oleh persepsi pembuat standar apakah pasar sekuritas efisien secara informasional. Dengan demikian, pembuat standar memiliki kepentingan dalam penelitian pasar modal pada uji efisiensi pasar.
Secara internasional, pembuat standar mungkin mencari bukti dari penelitian pasar modal. Globalisasi yang cepat terhadap pasar modal, produk, dan tenaga kerja telah menciptakan permintaan yang kuat untuk standar akuntansi internasional dalam beberapa tahun terakhir. Mungkin masalah paling penting yang dihadapi para praktisi, dan pembuat standar adalah apakah harus ada seragam serangkaian standar akuntansi atau apakah harus ada keanekaragaman.
3. Early capital markets research
menetapkan akuntansi bukan sumber informasi secara tepat waktu khususnya yang mempengaruhi harga saham, karena masih banyak lagi informasi lainnya yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Hal Ini merupakan implikasi dari standar akuntansi.
4. Capital markets research in the 1980s and 1990
Bagian 4 survei penelitian pasar modal empiris. Topik yang meliputi penelitian metodologi (misalnya, koefisien respon laba, time series dan prakiraan analis, dan model akrual discretionary); penelitian memeriksa ukuran kinerja alternatif, penilaian dan penelitian analisa fundamental, dan akhirnya, akuntansi penelitian pada tes efisiensi pasar. Ruang lingkup kepentingan terbesar saat ini tampaknya penelitian tentang akrual discretionary, pengaruh insentif analis 'pada sifat-sifat, penilaian perkiraan dan analisa fundamental, dan uji efisiensi pasar. Kebangkitan kembali minat dalam analisis fundamental berakar dalam bukti yang menunjukkan pasar modal mungkin informationally tidak efisien dan bahwa harga mungkin waktu bertahun-tahun sebelum mereka sepenuhnya mencerminkan penilaian information. Fundamental yang tersedia dapat menghasilkan kembali kaya di pasar yang tidak efisien. Sebuah badan besar penelitian menunjukkan abnormal return yang signifikan secara ekonomi menyebar pada beberapa tahun dengan menerapkan strategi trading analisis fundamental.
Bukti menunjukkan tidak efisiensinya pasar juga mengubah bentuk sifat pertanyaan dibahas dalam literatur manajemen laba. Secara khusus, motivasi untuk penelitian manajemen laba telah berkembang dari kontrak dan pertimbangan proses politik di pasar yang efisien untuk memasukkan manajemen laba yang dirancang untuk mempengaruhi harga karena investor dan pasar mungkin terpaku pada (atau mungkin lebih-atau di bawah-bereaksi terhadap) pernyataan angka pelaporan keuangan.
Bukti inefisiensi pasar dan abnormal return untuk analisa fundamental telah memicu lonjakan dalam efisiensi penelitian pengujian pasar. kepentingan penelitian akademisi, seperti investor, dan regulator pasar keuangan dan pembuat standar. Kemarahan saat ini pemeriksaan wever harga lama-cakrawala keamanan performance. Ho, penelitian ini secara metodologis rumit karena distribusi miring variabel keuangan, kelangsungan hidup bias dalam data, dan kesulitan dalam memperkirakan tingkat pengembalian yang diharapkan pada sebuah security. Proses pengujian efisiensi pasar jika perhatian yang dibayarkan kepada hal-hal berikut.
teori dari hipotesis pasar efisien yang tidak mengandalkan irasionalitas investor. Tantangan di atas dalam merancang tes yang lebih baik dan teori-teori disangkal dari inefisiensi pasar menggarisbawahi kebutuhan bagi para peneliti akuntansi yang terlatih dalam penelitian mutakhir di bidang ekonomi, keuangan, dan ekonometrik.
5. Summary and conclusions
Dalam tulisan ini peneliti meninjau penelitian tentang hubungan antara pasar modal dan informasi laporan keuangan. Saya menggunakan kerangka ekonomi berbasis permintaan dan pasokan penelitian pasar modal dalam akuntansi untuk mengatur pelaporan. Sumber-sumber utama permintaan untuk penelitian pasar modal adalah analisis fundamental dan penilaian, tes efisiensi pasar, peran akuntansi dalam kontrak dan dalam proses politik, dan peraturan pengungkapan.
Dalam meringkas penelitian terdahulu, peneliti mengkritik penelitian yang ada serta mendiskusikan isu-isu yang belum terselesaikan dan arah untuk penelitian masa depan. Selain itu, peneliti menawarkan perspektif sejarah asal-usul ide-ide penting dalam literatur akuntansi, yang sangat dipengaruhi masa depan pemikiran akuntansi dalam bidang penelitian pasar modal. Eksplorasi keadaan, kekuatan, dan perkembangan konkuren yang menyebabkan terobosan signifikan dalam literatur diharapkan akan memandu para peneliti akuntansi dalam keputusan investasi masa depan mereka karir.
REFERENSI :
Scott, W.R. (2012). Financial Accounting Theory. Prentice-Hall, Toronto, Canada.
http://www.docstoc.com/docs/68219692/MODEL-KESEIMBANGAN-RISIK DAN-RETURN CAPITAL-ASSET-PRICING-MODEL