• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Sistem Pencernaan R N

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Sistem Pencernaan R N"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Alloh SWT. bahwa penulis telah menyelesaikan tugas mata pelajaran Biologi dengan membahas sistem pencernaan dalam bentuk makalah.

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu guru bidang studi Biologiyang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.

2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.

Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.

Watampone, 20 Januari 2014

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ... i

DAFTAR ISI... ii

BAB I: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ... ...1

B. Rumusan Masalah ...1

C. Tujuan Penulisan ...2

BAB II : PEMBAHASAN

A.

Mulut/Cavum Oris ... ...4

B. Faring...6

C. Kerongkongan (esophagus)...6

D. Lambung/

ventrikulus ... ...7

E. Usus Halus (Intestinum Tenue)...9

F. Kelenjar Pankreas ... ...10

(3)

H. Usus Besar (Intestinum Mayor) ... ...12

I. Anus/Lubang Pelepasa ... ...13

BAB III : PENUTUP

A. Kesimpulan ... ...14

B. Saran ... ...15

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem pencernaan manusia adalah proses perubahan atau pemecah an zat makanandari molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederha na dengan menggunakan enzim dan organorgan pencernaan. Sistem pencer naan ini dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1. Pencernaan mekanisyaitu pencernaan makanan secara fisik, mengubah bentuk kasar menjadi halus, seperti mengunyah, menggiling, mengaduk, me nekan maupun melumatkan.

2. Pencernaan kimiawi atau enzimatis Yaitu pengubahan zat makanan de ngan bantuan enzim pencernaan.

3. Pencernaan biologis Yaitu pencernaan yang memanfaatkan kerjasama yang men guntungkan dengan mikroba.

Sedangkan menurut tempat terjadinya, pencernaan dibagi menjadi dua, ya itu :

1. Pencernaan intrasel, yaitu pencernaan yang terjadi di dalam sel

2. Pencernaan ekstrasel, yaitu pencernaan yang terjadi di luar sel atau melalui saluran pencernaan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas kami rumuskan item masalah yang akan dibahas pada penulisan makalah ini, yaitu :

(5)

2. Proses penelanan makanan

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui definisi dari sistem pencernaan 2. Untuk mengetahui fungsi dari sistem pencernaan

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Sistem Pencernaan Makanan

Pencernaan makanan adalah aktivitas saluran makanan (tractus digectivus) dan kelenjar-kelenjarnya dalam suaatu proses memersiapkan makanan untuk dapat diserap oleh usus. Suatu kehidupan yang dihayati oleh organisme akan dapat dipertahankan bila makanan dalam jumlah cukup dapat dipasok dan dapat digunakan bagi berlangsungnya suatu reaksi oksidatif yang dapat menghsilkan energi dan juga bagi keperluan tubuh atau bagian tubuh guna perbaikan, pertumbuhanm dan reproduksi.

Sebagian besar makanan yang digunakan primata (human and non-human primate) dan vertebrata lainnya (baik yang menyusui maupun yang tidak menyusui) mempunyai bentuk kompleks dan tidak larut, sehingga tidak mungkin untuk dapat diserap oleh saluran pencernaan makanan begitu saja tanpa terlebih dahulu mengalami perubahan melewati aktivitas pencernaan. Pada organisme peringkat rendah, seperti protozoa, dapat memperoleh makananya melalui proses difusi atau fagosita dan dilanjutkan dengan proses pencernaan di dalam selnya. Pada vetebrata terdapat sebuah sistem dengan kekhususan untuk merubah makanan yang masuk ke dalam alat pencernaan menjadi bentuk-bentuk kimia yang secara langsung dapat dicerna oleh usus dan limfe. Beberapa makanan yang telah mempunyai bentuk sederhana tidak memerlukan lagi proses penguraian dan dapat secara langsung bisa diserap oleh saluran pencernaan makanan seperti glukosa, garam-garam yang dapat larut, air, dan beberapa macam makanan lainnya.

(7)

yang berkaitan dengan penglihatan, pembauan dan cita rasa. Lambung dapat berfungsi sebagai pengumpulan makakan untuk sementara sampai makanan yang dikonsumsi diubah dalam bentuk yang memungkinkan untuk proses pencernaan yang akan berlangsung di dalam duodenum. Usus halus mempunyai kemampuan untuk melaksanakan beragam proses pencernaan dengan bantuan beragam enzim sebagai katalisator yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan zat-zat lain yang dihasilkan oleh sel-sel usus itu sendiri. Di dalam usus halus juga terjadi proses emulsifikasi lemak sehingga bahan ini mudah dicerna oleh enzim tertentu dan lebih mudah diserap oleh usus. Usus besar mempunyai kemampuan untuk melakukan konservasi air, berfungsi sebagai pengumpul sementara hasil pencernaan dan dapat menyerap makanan dari usus besar sangat terbatas. Usus besar juga berfungsi sebagai inkubator bagi beragam bakteri yang berkemampuan untuk mensintesis faktor-faktor nutrisi tertentu yang pada akhirnya memegang peranan dalam status gizi individu yang bersangkutan. Jadi, sistem pencernaan merupakan proses perubahan atau pemecahan zat makanan dari molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhara dengan menggunkan enzim dan organ-organ pencernaan.

Pencernaan makanan di dalam tubuh manusia melalui 6 tahap yaitu:

1. Ingesti : pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut. 2. Mastikasi: proses mengunyah makanan oleh gigi.

3. Deglutisi: proses menelan makanan di kerongkongan.

4. Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim, trdapat di lambung.

5. Absorbsi: proses penyerapan, terjadi di usus halus.

6. Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.

B. Organ pencernaan manusia

A. Mulut/cavum oris

(8)

ronggga mulut, makanan menggalami pencerrnaan secara mekanik dan kimiawi.

1. Gigi

Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus. Gigi dapat di bedakan atas empat macam yaitu, Gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan dan gigi geraham belakang. Secara umum, gigi manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu: Mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Setiap gigi memiliki bentuk mahkota gigi yang berbeda-beda. Gigi seri berbentuk seperti pahat runcing, dan gigi geraham berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar dan datar berlekuk-lekuk dan gigi taring yang berbentuk seperti pahat runcing berfungsi untuk merobek makanan. Sedangkan gigi geraham dengan permukaan yang lebar dan datar berlekuk-lekuk, berfungsi untuk mengunyah.

Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam gusi,

sedangkan akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. Tulang gigi tersusun atas zat dentin. Sum-sum gigi (pulpa), merupakan rongga gigi yang di dalamnya terdapat serabut saraf dan

pembuluh_pembuluh darah.

Pada bayi, gigi sudah mulai tumbuh pada usia 6 bulan. Gigi pertama yang tumbuh disebut gigi susu. Gigi anak-anak pada usia 6 tahun

jumlahnya 20 yang terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham.

2. Lidah

(9)

3. Kelenjar ludah

Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur ( saliva ). Kelenjar ludah dalam rongga mulut ada 3 pasang, yaitu:

- Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga

- Kelenjar submandibulavis, terletak di rahang bawah - Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah.

Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan. Selain itu, lidah juga melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam, dan basah.

Didalam ludah terdapat enzim ptialin ( amilase ). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat

karbohidrat ( amilum ) menjadi gula sederhana ( maltosa ). Maltosa mudah di cerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin beketja dengan baik pada PH antara 6, 8-7 dan suhu 37oC.

B. Faring

Faring merupakan organ penghubung antara rongga mulut dengan ke rongkongan atau esofagus. Makanan yang telah dicerna akan masuk kerong kongan melalui proses deglutisi melewati faring.Faring juga merupakan pe rtemuan antara tractus digestivus dengan saluran respirasi. Disebut juga sebagai pangkal esophagus. Di bagian dalam faring terdapat amandel/tosil yang merupakan kumpulan kelenjar limpa yang mengandung limposit.

C. Kerongkongan (esophagus)

(10)

lus dengan panjang sekitar 20 – 25 cm. Makanan berjalan melalui esofagus dengan menggunakan proses peristaltik .

Dinding kerongkongan atau esophagus ini terdiri atas 3 lapisan, yaitu: a. Tunika mukosa : menghasilkan mucus/lender

b. Tunika submukosa : terdapat jaringan ikat kolagen dan elastis, ujung ka piler darah, dan ujung saraf

c. Tunika muskularis : mengandung otot polos dan jaringan ikat

Gerakan peristaltik pada kerongkongan

Gerakan menelan makanan yang terjadi di esophagus merupakan ger akan peristaltic/peristalsis, yaitu gerakan otot dinding saluran pencernaa n (kaya akan otot polos) yang berupa gerakan kembang kempis atau gerak meremas-remas makanan dalam bentuk bolus dan akan mendorong lobus m enuju ke lambung. Waktu yang diperlukan lobus dari kerongkongan menuju ke lambung adalah 6 detik

D. Lambung/ventrikulus

Lambung atau ventrikulus merupakan organ kantung besar yang terl etak di rongga perut agak ke kiri. Dinding lambung tersusun menjadi 4 lapi san, yaitu :

a. Lapisan peritoneal (Lapisan Serosa)

Merupakan lapisan terluar dari ventrikulus yang berfungsi sebagai l apisan pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan u ntuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota t ubuh lainnya.

b. Lapisan Berotot, yang terdiri dari :

(11)

2. Fundus merupakan bagian tengah ventriculus yang bentuknya me mbulat.

3. Pylorus merupakan bagian bawah ventriculus yang berhubungan dengan intestinum tenue.

c. Lapisan Submukosa.

Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena da pat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sek aligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut.

d. Lapisan Mukosa.

Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cai ran, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk sepe rti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehin gga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan.

Fungsi ventriculus yaitu :

a. Menyimpan makanan dalam kurun waktu 2 – 5 jam. b. Mengaduk makanan (dengan gerakan meremas). c. Mencerna makanan dengan bantuan enzim.

d. Menerima makanan dan bekerja sebagai penampung untuk jangka waktu pendek

e. Makanan dicairkan dan dicampur dengan asam hidrokhlorida dan denga n cara ini disiapkan untuk dicernakan oleh usus.

(12)

i. Khime, yaitu isi lambung yang cair disalurkan masuk duodenum.

E. Usus Halus (Intestinum Tenue)

Merupakan saluran panjang sekitar 8,25 m dan dibagi menjadi 3 bagian ut ama yaitu :

a. Duodenum/usus dua belas jari merupakan usus halus yang berbatasan d engan ventriculus. Terjadi proses oemecahan lemak dan karbohidrat. Panj angnya sekitar 25 cm/0,25 m

b. Jejunum/usus kosong merupakan usus halus yang berbatasan langsung dengan duodenum dan ileum. Disini tidak terjadi proses penyerapan dan p encernaaan makanan. Panjangnya sekitar 7 m.

c. Ileum/usus penyerapan merupakan usus halus yang berbatasan dengan j ejunum dan intestinum crassum. Disinilah terjadi penyerapan sari-sari ma kanan. Panjangnya sekitar 1 m.

Fungsi utama usus halus adalah:

a. Menerima zat-zat makanan yang mudah dicerna untuk diserap melalui k apiler-kapiler darah dan saluran-saluran limfe

b. Menyerap protein dalam bentuk asam amino c. Menyerap karbohidrat dalam bentuk emulsi lemak Kelenjar atau enzim didalam usus halus :

- Enterokinase untuk mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. - Eripsin menyempurnakan pencernaan protein menjadi asam amino. - Laktase mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

- Maltase mengubah maltosa menjadi glukosa.

(13)

- Peptidase mengubah polipeptida menjadi asam amino

- Lipase mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak - Sukrase mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa.

F. Kelenjar Pankreas

Terletak dekat ventriculus (rongga perut sebelah kiri) yaitu diantara duo denum dan limpa. Dengan panjang sekitar 15 cm dan lebar 5 cm.

Kelenjar pancreas menghasilkan :

a. Hormon insulin yang berfungsi untuk mengatur (menurunkan) kadar gula dalam darah.

b. Berfungsi untuk menghasilkan getah pancreas yang banyak mengandung enzim. Enzim tersebut yaitu :

 Amylopsin/amylase pancreas berfungsi untuk mengubah amilum me

njadi maltose.

 Steapsin/lipase pancreas berfungsi untuk mengubah lipid menjadi a

sam lemak dan gliserol.

 Tripsinogen dengan bantuan enterokinase akan diubah menjadi trip

sin. Tripsin berfungsi untuk memecahkan pepton menjadi asam amin o.

 Karbohidrase pancreas berfungsi mengubah disakarida menjadi mo

nosakarida. Disakarida yang penting adalah maltase, sukrase, lactas e.

 Garam NaHCO3 dan bersifat basa yang berfungsi untuk menetralk

an keasamaan kim/chyme yang keluar dari ventriculus.

G. Hati (Hepar)

(14)

an empedu (bilus) yang ditampung dalam kantung empedu (vesica felea). S etiap hari vesica felea menghasilkan 0,5 liter cairan empedu.

Kandungan Empedu :

a. Garam kholat yang berfungsi :

 Mengaktifkan lipase pancreas

 Menurunkan tekanan permukaan butir-

butir lemak sehingga dapat diemulsikan dalam pencernaan

b. Natrium karbonat berfungsi mengatur keasaman empedu sehingga mem buat pH empedu menjadi 7, 1 – 8,5.

c. Kolesterol merupakan lemak netral yang memiliki daya larut sangat kec il dalam

aIr. Merupakan prekusor dari aktivitas steroid seperti vitamin dan hormo ne. Empedu menghasilkan

Zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin), Garam empedu. Fungsi empedu :

 Untuk mengemulsikan/memecahkan lemak.

 Membunuh kuman-kuman dalam saluran pencernaan bagian atas.

Hepar berfungsi :

 Menghasilkan cairan empedu.  Menawarkan racun.

 Menyimpan gula dalam bentuk glikogen (gula otot).  Mengubah provitamin A menjadi vitamin A.

 Menjaga keseimbangan zat makanan dalam darah.

 Mengubah kelebihan asam amino menjadi urea untuk dikeluarkan da

(15)

H. Usus Besar (Intestinum Mayor)

usus besar/duodenum Merupakan saluran panjang dengan permukaan dindi ng yang mengalami penyempitan dan penonjolan serta merupakan terusan dari usus halus. Panjang usus besar ± l½ m dengan lebar 5 - 6cm.

Bagian-bagian usus besar, yaitu : a. Caecum/sekum

Merupakan pertemuan antara usus halus dan usus besar. Pada bagian ujun g sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut umbai cacing (appendiks) de ngan panjang 6 cm. Seluruhnya ditutupi oleh peritonium mudah bergerak walaupun tidak mempunyai mesentenium dan dapat diraba melalui dinding abdomen pada orang yang masih hidup.

Fungsi dari peritoneum sendiri adalah :

 Menutupi sebagian dari organ abdomen dan pelvis

 Membentuk pembatas yang halus antara organ dalam rongga perito

neum

 Menjaga kedudukan dan mempertahankan hubungan organ terhadap

posterior abdomen

 Tempat kelenjar limfe dan pembuluh darah

b. Usus Buntu (appendiks)

(16)

Bisa juga diartikan sebagai bagian dari usus besar yang muncul seperti co rong dari akhir seikum mempunyai pintu keluar yang sempit tapi masih me mungkinkan dapat dilewati oleh beberapa isi usus.

Appendiks tergantung menyilang pada linea terminalis masuk ke dalam ron gga pelvis minor terletak horizontal dl belakang seikum. Sebagai suatu or gan pertahanan terhadap infeksi kadang appendiks bereaksi secara hebat dan hiperaktif yang bisa menimbulkan perforasi dindingnya ke dalam rong ga abdomen.

c. Colon/kolon/usus tebal merupakan bagian yang lebih tebal dan menyemp it dengan banyak tonjolan pada bagian pemukaannya

I. Anus/Lubang Pelepasan

Merupakan lubang pada ujung saluran pencernaan yang menghubungkan re ktum dengan dunia luar (udara luar). Terletak di dasar pelvis. Di anus, ter jadi proses perjalanan terakhir dari feces yang telah dibentuk di colon. P roses pengeluaran feces melalui anus disebut defekasi.

(17)

A. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem penc ernaan pada manusia adalah merupakan proses perubahan atau pemecahan zat makanan dari molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-ogran pencernaan.

Proses pencernaan makanan yang terjadi dalam tubuh dibantu deng an enzim untuk mempercepat proses. Enzim ini dihasilkan oleh organ– organ pencernaan dan jenisnya tergantung dari bahan makanan yang akan dicerna oleh tubuh. Organ-organ pada sistem pencernaan yaitu terdiri dar i :

a) Mulut (oris) b) Tekak (faring)

c) Kerongkongan (esophagus)

d) Lambung (ventrikulus)

e) Usus halus (intestinum minor) Usus dua belas jari (duodenum) Usus kosong (jejunum)

Usus penyerapan (ileum)

f) Kelenjar Pankreas g) Hati (Hepar)

h) Usus besar (intestinum mayor) Rectum

Anus

B. Saran

(18)

ngenal lebih

dekat bagianbagian dari keadaan tubuh kita. Mulai dari organorgan yang m enyusun

sistem tersebut, cara kerja suatu sistem pada tubuh kita, zatzat atau en zim yang membantu dalam proses sistem tersebut, penyakit yang dapat m enyerang sistemsistem tersebut, atau halhal lain

yang berkaitan dengan suatu salah satu sistem organ. Disini pula kita tem ukan pengetahuan dan wawasan yang baru yang belum kita ketahui seluruh nya.

Semoga makalah dengan judul “Sistem Pencernaan pada Manusia” ini dapat menjadi sumber inspirasi temanteman untuk membuat makalah dengan tema yang sama. Mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini ada katakata yang tidak berkenan di hati pembaca maupun banyak keku rangan pada makalah ini. Terima kasih

(19)

Fried, Goerge H. 2005. Schaum’s Outlines Biologi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.

Nana, dkk. 2009. Buku Sakti. Yogyakarta: Kendi Mas Media.

Piliang, Wiranda G. 2006. Fisiologi Nutrisi Volume 1. Bogor: IPB Press.

Winatasasmita, Djamhur. 1992. MATERI Pokok Biologi Umum. Jakarta: Universitas Terbuka.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk terbaik dengan mengkombinasikan pupuk kompos TKKS, kotoran ayam, arang sekam padi dengan pupuk NPK dosis

Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh suku bunga riil Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri..

Peraturan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam ketentuan ini antara lain memuat substansi pokok : kondisi kebutuhan dalam negeri, mekanisme pelaksanaan dan ketentuan harga,

Berdasarkan estimasi ARCH-M tingkat inflasi memiliki koefisien negatif, yang berarti pertumbuhan tingkat inflasi berbanding terbalik dengan perubahan kurs atau dapat

He classifies sources of errors into: (1) interference that is an error resulting from the trnasfer of grammatical and/or stylistic elements from the source

Karena sifat –  sifat tanah dilapangan tidak selalu memenuhi kriteria dalam merencanakan suatu konstruksi, maka apabila dijumpai tanah yang sifat  –   sifatnya sangat jelek,

[r]

Usaha yang didanai dan dikembangkan dalam program PEMP diprioritaskan pada jenis usaha yang dapat memanfaatkan sumber daya dikurangi dengan total biaya. Dari tabel