FILSAFAT CINA
( TIONGKOK )
Anggota Kelompok
FILSAFAT CINA
( TIONGKOK )
Perkembangan Awal Filsafat
Cina
Perkembangan Awal Filsafat Cina
•
Tradisi pemikiran flsafat di Cina bermula
sekitar abad ke-6 SM pada masa
pemerintahan Dinasti Chou di Utara.
•
Kon Fu Tze, Lao Tze, Meng Tze dan
Chuang Tze dianggap sebagai peletak
dasar dan pengasas flsafat Cina
•
Dilatarbelakangi keadaan yang kacau
flsafat Cina lebih banyak memusatkan
perhatian pada persoalan politik,
kenegaraan dan etika.
Karakteristik Filsafat Cina
Para ahli sejarah, mengemukakan beberapa ciri yang muncul
akibat kekacauan tersebut, adalah:
•
Dalam pemikiran kebanyakan orang Cina antara teori
dan pelaksanaannya tidak dapat dipisahkan
•
Secara umum flsafat Cina bertolak dari semacam
‘humanisme’
•
Dalam pemikiran flosof Cina etika dan spiritualitas
(masalah keruhanian) menyatu secara padu
•
Meskipun menekankan pada persoalan manusia sebagai
makhluk sosial, persoalan yang bersangkut paut dengan
pribadi atau individualitas tidak dikesampingkan.
•
Filsafat Cina secara umum mengajarkan sikap optimistis
dan demokratis
6. Agama dipandang tidak terlalu penting dibanding
kebijakan berflsafat
7. Penghormatan terhadap kemanusiaan dan
individu tampak dalam flsafat hukum dan politik
8. Dilihat dari sudut pandang intelektual, Para
flosof Cina berhasil membangun etos masyarakat
Cina seperti mencintai belajar dan mendorong
orang gemar melakukan penelitian mendalam
atas segala sesuatu sebelum memecahkan dan
melakukan sesuatu.
Periodisasi Filsafat Cina
1. Zaman Cina Kuno
a. Konfucianisme
b. Toisme : Tao te Chia
c. Mahzab Yin-Yang
d. Mohisme : Mo Chia
e. Dialektisisme : Min Chia
f. Legalisme : Fe Chia
2. Zaman Pembahuruan
Periodisasi Filsafat Cina
Kuno
Konfucianisme
• Konfucianisme dikembangkan pertama kali oleh Confucius
• Pemiikiran Confucius terfokus kepada
bagaimana memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi negaranya, karena pada masa Confucius hidup, negaranya sedang mengalami kekacauan
• Salah satu pemikiran Confucius yang amat penting berkaitan dengan perbaikan
masyarakatnya adalah konsep pembetulan nama-nama (rectifcation the names).
• Ajaran-ajaran Confucius, pada awalnya merupakan petunjuk-petunjuk tentang
bagaimana manusia harus berperilaku. Ajaran-ajaran ini diterima sebagai suatu kepercayaan
• memasuki abad modern, ajaran-ajaran itu mulai dianalisis, dikembangkan, dan
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
Pandangan Dasar Konfucius
•
Sistem pemikiran Konfucius menggunakan istilah Dao,
Dalam kerangka acuan ini, Dao mempunyai pengertian cara
hidup atau tatacara kehidupan insani. Konfucianisme
menekankan : tatacara manusia harus sesuai dengan
tatacara alam
.
Skema hubungan manusia menurut Konfucianisme
Dao
(M)
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
Manusia menurut Konfucianisme
• Dalam pandangannya Confucius manusia merupakan fungsi dari alam, artinya manusia harus merujuk pada alam dalam menjalani kehidupannya.
• Dengan mengikuti aturan-aturan alam manusia dapat memperthankan posisinya yang baik di dunia dan
terhindar dari kekacauan
• Tujuan manusia adalah mencapai keharmonisan baik dengan alam maupun dengan sesamanya.
Konsep pembetulan Nama-nama
•
yang pertama-tama harus dilakukan jika ia
memerintah negara,
menurut Confucius adalahpembetulan nama-nama. Hendaknya seorang penguasa bersikap sebagai penguasa, seorang menteri bersikap sebagai menteri, seorang bapak bersikap sebagai bapak, dan seorang anak bersikap sebagai seorang anak.
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
Etika Konfucianisme
• Etika Konfucianisme menekankan bahwa manusia merupakan makhluk yang harus mementingkan hubungan dengan
sesamanya
• Oleh karenanya manusia harus mengikuti tatacara yang diturunkan oleh leluhurnya. Kebijakan utama yang harus
dilakukan manusia adalah menjalankan perikeadilan/kelurusan (yi) dan perikemanusiaaan (jen).
• Perikeadilan berarti menjalankan apa yang seharusnya,
Perikeadilan ini merupakan hakikat formal kewajiban manusia dalam masyarakat yaitu perbutan yang seharusnya dilakukan.
• Sedangkan perikemanusiaan merupakan hakikat material dan bersifat lebih kongkret. Hakikat material manusia adalah
mengasihi manusia-manusia lain.
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
TAOISME : Tao te Chia
•
Tokoh yang terbesar dalam ajaran
ini adalah Lao Tse.
•
Pokok-pokok ajaran dari Tao te Chia
terutama mengenai metafsika dan
flsafat social.
•
Tao
= jalan,
te
= kebajikan,
Chiang
= kitab
•
Sebab-sebab timbulnya Taoisme
berkaitan dengan keadaan Dinasti
Zhou yang mengalami masa
kehancuran akibat penyelewengan
dalam pemerintahan dan ambisi
kekuasaaan dari orang-orang di
lingkaran kekuasaan itu.
•
Taoisme menempatkan ajaran
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
•
Kebajikan (te) merupakan suatu yang ingin dituju oleh
para penganut Taoisme, begitu pun Te adalah buah atau
hasil yang diperoleh seeorang apabila menjalankan Tao.
•
Hidup dalam simbolisme Tao diibaratkan air, seseorang
memiliki kekuatan moral besar dan kepribadian luhur
bagaikan air.
•
Menurut Lao Tse, kebajikan (te) diartikan sebagai
karakter atau kekuatan moral yang mengandung tiga
unsur, yaitu :
1. Mengusahakan (to go)
2. Jujur (straight)
3. Kasih sayang
•
Filsafat Taoisme dapat dikatakan empiris dan juga
praktis.
•
Kebajikan berarti pula jalan Tao untuk menuju
kebahagiaan sempurna.
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
•
Ajaran Taoisme memang agak sulit untuk
dipahami karena tidak sistematis, hanya berupa
syair-syair dan simbolik. Bahkan, buku utama Tao
Teching juga merupakan syair-syair yang
multitafsir.
•
Pada perkembangannya, ternyata Taoisme
berkembang menjadi agama sekaligus flsafat.
•
Menjadi flsafat karena banyak kalangan yang
menganggap bahwa Taoisme bukan agama, tetapi
justru dasar bagi semua agama universal.
Sebagian lagi menganggap, terutama
pemeluknya, bahwa Taoisme merupakan agama
karena ajaran-ajarannya adalah tentang cara
hidup manusia yang kompleks.
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
Mazhab Yin-Yang
• Yin Yang merupakan salah satu pemikiran falsafah luhur Tiongkok kuno yang masih bertahan hingga kini. Konsep Yin-Yang sebenarnya sederhana, yakni harmoni antara dua kutub dalam setiap kenyataan hidup.
• Konsep Yin-Yang telah ada ribuan tahun yang lalu, bersumber dari kitab perubahan (I-ching).
• Yin (secara harfah berarti tempat yang teduh, daerah gelap yang merupakan bayangan dari gunung)
• Yang (secara harfah ialah tempat yang terang atau cerah, bagian yang tidak terhalang oleh gunung)
• Gambar Yin Yang tersebut digunakan untuk melambangkan :
- Keseimbangan - Realitas dualisme
- Roda yang terus berputar, tanpa henti - Tidak ada kesempurnaan
YIN
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
•
Yin Yang sebenarnya lebih kepada konsep
kearifan Tiongkok kuno daripada sebuah
system nilai apa lagi sebagai sebuah
paham atau agama.
•
Yin-Yang populer selama Periode Musim
Semi dan Gugur (770-476 SM) dan era
Negara Berperang (475-221 SM).
•
Dalam budaya Tiongkok Kuno, Yin-Yang
merupakan prinsip dasar kehidupan
mereka. Prinsip ini digunakan sebagai
pedoman untuk mempertahankan
kehidupan dan mengembangkannya
Periodisasi Filsafat
Cina Kuno
Mohisme : Mo Chia
• Mohisme adalah aliran yang terdiri dari kelompok kaum ksatria yang telah
kehilangan kedudukannya, mereka menawarkan keahliannya di bidang peperangan kepada penguasa baru.
• Aliran Mohisme didirikan oleh Mozi atau Mo Tzu lahir di era Konfusiusme
• Mohisme mengajarkan bahwa yang terpenting adalah “cinta universal”
• Mo Tzu menganjurkan kesederhanaan
hidup seperti pertapa dengan disiplin keras dalam hidup sederhana, hemat dan
cermat, serta patuh kepada pemimpin.
• Mengajarkan kasih sayang universal yang meliputi kasih sayang terhadap sesama manusia dan lingkungan adalah inti dari ajaran Mohisme.
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
•
Mozi mengembangkan kasih sayang
universal tersebut untuk menentang dan
mengutuk peperangan.
•
Mozi memperkenalkan konsep kehendak
dari langit. Mozi menyediakan dua bab
(Kehendak Langit dan Keberadaan Roh)
•
Dalam konsep dari langit tersebut kaum
Mohi mengakui adanya dewa (langit) dan
pelbagai roh dengan tingkatannya yang
lebih rendah.
•
Pemikiran Mozi dengan pemikiran Konfusius
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
Dialektisme : Ming Chia
Periodisasi Filsafat Cina Kuno
Legalisme : Fa Chia
Legalisme
hanya
berbicara
mengenai aturan dan
undang-undang yang semestinya dipakai
agar tercipta keteraturan dalam
berbangsa dan bernegara. Karena
itu dari pada sebuah ajaran etis,
Legalisme lebih dekat pada filsafat
politik utilitarian yang sebisa
mungkin menjawab
persoalan-persoalan riil dalam politik dan
masyarakat.
Han Feizi
Zaman Pembaharuan
Buddhisme Ch’ianisme Zen
Neo-Taoisme
Konfusianisme Ortodok
Konfusius
Zaman
Pembahuruan
Zaman Neo
Konfusianisme
Zaman ini ditandai dengan adanya gerakan untuk
kembali kepada ajaran-ajaran Konfusius yang asli.
Namun usaha itu sedikit banyak dipengaruhi oleh
aliran filsafat yang berkembang pada waktu itu
yaitu Buddhisme. Sehingga Neo Konfusianisme
mengajarkan hal-hal yang berbeda dengan
ajaran-ajaran Konfusius misalnya ajaran-ajaran tentang
metafisika khususnya kosmologi. Konfusius tidak
mengajarkan metafisika bahkan menentangnya.
Zaman Modern
Pada zaman modern pemikiran
kefilsafatan
sangat
banyak
dipengaruhi
oleh
pemikiran-pemikiran yang berasal dari Barat,
hal ini karena banyaknya
paderi-paderi yang masuk kedaratan Cina.
Aliran yang paling berpengaruh
adalah aliran Pragmatisme yang
berasal dari Amerika Serikat. Pada
tahun 1950 daratan Cina dikuasai
oleh pemikiran Marx, Lenin dan
tokoh yang terkenal Mao Ze Dong.
MarxLenin