ANALISIS PENGARUH KUALITAS
PRODUKSI, KUALITAS PELAYANAN,
DAN KERJA TERHADAP PENJUALAN DI
PT. PRIMA INDO BAHARI
PROPOSAL TUGAS AKHIR
Oleh
Darwin Darmawan - 1601222051
PROGRAM SARJANA EKONOMI
MANAGEMENT/INTERNATIONAL
MARKETING/INTERNATIONAL BUSINESS MANAGEMENT
PROGRAM
SCHOOL OF BUSINESS MANAGEMENT
BINUS UNIVERSITY
IDENTITAS PENELITI
1. Nim : 1601222051
Nama Mahasiswa : Darwin Darmawan
Alamat Rumah : Jl. Haji Adam Malik Komplek Deplu Kavling 121 Gang
Andari 2 No. 9 RT/RW 7/7 Cipadu Jaya Larangan Selatan Kota Tangerang.
Telepon Rumah/HP : 021 - 73886928 / 081310860893
PENILAIAN KELAYAKAN PROPOSAL LTA
Judul : Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Harga Terhadap Penjualan di PT. PRIMA INDO BAHARI.
Komponen Penilaian 1 2 3 4 5
Latar Belakang (NON BSU)
1. Kondisi makro ekonomi / industry
2. Kondisi bisnis perusahaan terkait masalah 3. Fenomena masalah
4. Dampak yang akan muncul 5. Pendekatan ilmu yang digunakan
KajianTeori, Kerangka Pemikiran, dan Hipotesa (NON BSU) 6. Grand Theory
16. Uji Hipotesis * (jika ada) 17. Rancangan Pemecahan Masalah
7. Analisa Kelayakan Investasi (Proyeksi Keuangan) TOTAL NILAI
* Jika penelitian tidak memerlukan hipotesis dan uji hipotesis, maka diberi nilai 3.
Proposal Penelitian ini dinyatakan LAYAK / TIDAK LAYAK* Jakarta, …..
USULAN DOSEN PEMBIMBING
Judul Proposal : Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Harga Terhadap Penjualan di PT. Prima Indo Bahari
Peminatan : Marketing
Topik / Bidang Studi : International Business and Management Grade Mata Kuliah Bidang
Studi Skripsi :
Usulan Calon Pembimbing : 1. D 5379 – Rianto Nurtjahjo, SE, MM 2. D 5390 – M. Idham Sofyan, SE, MM 3. D 5288 – Ir. Elia Oey M.Eng. CSCP Identitas Penyusun : Nim : 1601222051
Nama : Darwin Darmawan
Alamat :Jalan Haji Adam Malik Komplek Deplu Kavling 121 Gang Andari 2 No.9 RT/RW 7/7 Tangerang 15222
No. Telp : 021 - 73886928 No. Hp : 081310860893
Email : [email protected]
(Diisi oleh reviewer)
Sesuai dengan Keputusan Tim Reviewer Proposal Penelitian INTERNATIONAL BUSINESS MANAGEMENT DEPARTMENT Binus University pada tanggal ………, menetapkan bahwa:
Bapak / Ibu ………. D ………. Sebagai DOSEN PEMBIMBING
Jakarta, ……… Mengetahui,
………. Dr. Lim Sanny, ST., MM
Ketua Tim Reviewer Head of International
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
_________________________________________________________________ School of Business Management
Jurusan International Business and Management Skripsi Sarjana Ekonomi
Semester [5/6] tahun 2014/2015
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, KUALITAS
PELAYANAN, DAN HARGA TERHADAP PENJUALAN DI PT.
PRIMA INDO BAHARI
Darwin Darmawan - 1601222051
Kelas / Kelompok : LC 24 / Individu
ABSTRAK
Bahari tersebut. Penelitian ini menggunakan tekhnik uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas. Selain itu, penelitian ini menggunakan persamaan regresi sederhana dan persamaan regresi berganda.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat serta kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang mengambil judul “Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Harga Terhadap Penjualan di PT. PRIMA INDO BAHARI”.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana bagi mahasiswa program S-1 di Universitas Bina Nusantara jurusan International Business and Management. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan penulisan serta pembuatan skripsi ini.
Terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak, sehingga pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati dan penuh rasa hormat penulis menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah memberikan bantuan moril maupun materil baik langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai, terutama kepada yang saya hormati:
- Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, MM., sebagai Rektor Binus University. - Idris Gautama So, S.Kom., SE, MM, MBA., selaku Head of School Business
Management.
- Dr. Lim Sanny, ST. selaku Head of International Business and Management Program.
- Erika Amelia, SE, MM., Selaku dosen Research Methods for International Business.
- Dosen pembimbing penulis laporan.
- PT. Prima Indo Bahari, Bapak Anton Wijaya selaku President Director
- Winny Thenarta, Anton Tjitro, Allendio Kusuma Widjaja, Harkirthen Singh Dillon, Eldo Kezia dan teman-teman penulis lainnya yang namanya tidak bisa disebutkan satu per satu.
Jakarta, 17 / 5 / 2015 Penyusun,
Daftar Isi
IDENTITAS PENELITI...ii
PENILAIAN KELAYAKAN PROPOSAL LTA...iii
USULAN DOSEN PEMBIMBING...iv
ABSTRAK...v
KATA PENGANTAR...vii
DAFTAR TABEL...xi
DAFTAR GAMBAR...xii
BAB 1...xiii
PENDAHULUAN...xiii
1.1 Latar Belakang...xiii
1.2 Rumusan Masalah...xvi
1.3 Ruang Lingkup...xvii
1.4 Tujuan Penelitian...xvii
1.5 Manfaat Penelitian...xvii
1.6 State of The Art...xix
BAB II...xxi
LANDASAN TEORI...xxi
2.1 Kualitas Produk...xxi
2.1.1 Pengertian Kualitas...xxi
2.1.2 Pengertian Produk...xxii
2.1.3 Pengertian Kualitas Produk...xxv
2.1.4 Klasifikasi Kualitas Produk...xxvi
2.2 Kualitas Pelayanan...xxvii
2.2.1 Pengertian Kualitas Pelayanan...xxvii
2.2.2 Faktor Dimensi Kualitas Pelayanan...xxviii
2.3. Harga...xxx
2.3.1 Komponen Harga...xxxi
2.3.2 Penetapan Harga...xxxiii
2.3.4 Kemungkinan dalam Penetapan Harga...xxxv
2.3.5 Strategi dan Faktor Penetapan Harga bagi Konsumen...xxxvi
2.4 Penjualan...xxxvii
2.4.1 Pengertian Penjualan...xxxvii
2.4.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan...xxxviii
2.5 Kerangka Pemikiran...xxxix
2.6 Hipotesis...xl BAB III...xlii METODE PENILIAN...xlii 3.1 Desain Penelitian...xlii
3.2 Operasional Data Penelitian...xlv
3.3 Jenis dan Sumber Data Penilaian...xlviii
3.4 Tekhnik Pengumpulan Data...l
3.5 Populasi dan Sampel...li
3.6 Metode Analisis...lii
3.6.1 Uji Validitas...liv
3.6.3 Uji Normalitas...lv
DAFTAR TABEL
No Tabel Judul Tabel Halaman
Tabel 1.1 Potensi Produksi Sumber Daya Indonesia x
Tabel 1.2 State of The Art x
Tabel 3.1 Desain Penelitian x
Tabel 3.2 Operasinal Variabel Penelitian x
Tabel 3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian x
Tabel 3.4 Tabel Self Esteem Rosenberg
DAFTAR GAMBAR
No Gambar
Judul Gambar Halama
n Gambar
2.1 Pengertian Produk n
Gambar
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Sebagai negara yang dijuluki negara Maritim, Indonesia memiliki garis pantai lebih dari 81.000 Km dan memiliki 9.261 desa yang dikategorikan sebagai desa pesisir. Sekitar 5,8 juta Km persegi (75%) luas Indonesia merupakan perairan, sedangkan luas daratan hanya seluas 1,9 juta Km persegi (25%). Wilayah perairan Indonesia terletak pada posisi silang antara dua benua, yaitu Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Hindia dan Pasifik. Potensi wilayah perairan dan pesisir pantai yang luas, menyimpan begitu banyaknya keanekaragaman hayati. Dengan banyaknya pemukiman warga yang tinggal di pesisir pantai, sangat banyak ditemukan warga Indonesia yang bermata pencaharian sebagai nelayan atau pelaut. Dikarenakan memiliki wilayah perairan yang sangat luas, hal ini merupakan potensi sumber daya perikanan yang terpendam bagi masyarakat Indonesia yang amat harus dikembangkan. Berikut adalah data potensi produksi lestari sumber daya perikanan yang ada di Indonesia pada saat pendataan ditahun 2004:
Jenis Perikanan Luas Perairan
Sumber : Pengelolaan Perikanan Indonesia – M. Ghufran H. Kordi K.
Dalam era yang dewasa saat ini khususnya, sektor perairan Indonesia sangat harus diandalkan sebagai penunjang ekonomi negara Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Indonesia, termasuk para pelaut dan keluarganya. Disayangkan, pada era saat ini, ilmu mengenai dunia perikanan masih sangat minim bagi para nelayan ataupun pelaut Indonesia, sehingga butuhnya penyuluhan yang tepat dan baik agar masyarakat pesisir pantai Indonesia bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dari pekerjaan mereka yang berhubungan dengan dunia perikanan.
Dengan kondisi pada era masa kini, menuntut adanya persaingan yang ketat dalam salah satu bidang terpenting, yaitu bidang pemasaran. Kondisi yang tidak cukup pasti untuk melakukan persaingan dengan perusahaan perikanan satu dengan yang lainnya, membuat setiap perusahaan perikanan yang ingin sukses menjalan strategi pemasaran mereka sebaik dan semulus mungkin. Perlu dilakukannya perancangan konsep pemasaran yang cermat, agar konsumen dapat loyal terhadap suatu produk dari perusahaan perikanan tertentu dan pada akhirnya dapat mencapai tujuan perusahaan yaitu mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen yang dilihat dari kualitas produksi, pelayanan dan harga yang paling penting.
Dalam kegiatan bisnis perikanan, terdapat strategi pemasaran yang harus dirancang dengan baik agar kedepannya bisnis tersebut bisa berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan tersebut. Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang sedari dulu berkembang yang amat sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan. Mulai dari sarana produksi yang baik, hasil produksi, pengolahan hasil produksi (pasca panen), pelayanan yang maksimal dan prima, dan strategi pemberian harga yang sangat penting dan berkaitan satu dengan yang lainnya. Tiga hal tersebut merupakan pokok-pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk.
satu factor kesuksesan penjualan. Sisanya strategi pemberian harga yang baik dan sesuai dengan keaadaan pasar yang sedang berjalan adalah titik utama suatu perusahaan perikanan dapat bersaing dengan perusahaan perikanan yang lainnya.
Kegiatan marketing atau pemasaran amat penting bagi seluruh perusahaan yang menghasilkan barang maupun jasa, begitu pula pada perusahaan perikanan yang berada di Jakarta, tepatnya di Muara Angke. Hasil yang mereka dapatkan terbilang cukup banyak dengan pengelolaan sarana produksi yang baik dengan mengedepankan hasil produksi yang baik, pelayanan yang prima, serta penempatan harga yang baik, sehingga perusahaan perikanan tersebut yang bernama PT. Prima Indo Bahari bisa sukses, dan dapat menjual hasil tangkapan dari para nelayan mereka, baik lokal maupun Mancanegara. Pada saat ini persaingan global semakin intensif, perusahaan yang tidak pernah berpikir akan bersaing akan perusahaan lainya dari luar negeri, seketika akan mendapatkan pesaing dari luar negeri didepan mereka, yang tentunya sebuah batu sandungan yang akan mereka terima. Misalnya persaingan ekspor ikan dari negara Eropa atau Asia lainnya.
Pengalaman internasional yang dilakukan oleh PT. Prima Indo Bahari adalah ekspor ikan ke negara lain misalnya, China, Jepang dan negara Asia lainnya yang cenderung memiliki permintaan ikan dari laut Indonesia.
Dalam meningkatkan kualitas produk, hasil produksi, dan diimbangi dengan pelayanan yang prima serta penempatan harga yang baik pada PT. Prima Indo Bahari, penulis tertarik untuk menganalisa perusahaan perikanan yang bertempat di Muara Angke tersebut untuk dijadikan acuan penelitian dalam penulisan skripsi penulis, yang berjudul : “Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Harga terhadap Penjualan di PT. Prima Indo Bahari”
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah ada pengaruh antara kualitas produk terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari?
3. Apakah ada pengaruh antara harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari?
4. Apakah ada pengaruh antara kualitas produk dan kualitas
pelayanan terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari?
5. Apakah ada pengaruh antara kualitas produk dan harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari?
6. Apakah ada pengaruh antara kualitas pelayanan dan harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari?
7. Apakah ada pengaruh antara kualitas produk, kualitas pelayanan,
dan harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari?
1.3 Ruang Lingkup
Penulis akan melakukan penelitian secara langsung ke perusahaan perikanan PT. Prima Indo Bahari, yang terletak didaerah pelabuhan Muara Angke tepatnya dijalan Pengasinan 2, Jakarta Utara. Selain itu, penulis juga melakukan pengamatan langsung ke Dinas Perhubungan Perikanan dan Pertanian yang berlokasi masih disekitaran PT. Prima Indo Bahari. Penulis juga membatasi ruang lingkup variable peneletian yang digunakan hanyalah sebatas tiga variable terpenting terhadap penjualan, yaitu kualitas produk, kualitas pelayanan, dan
Harga. Penelitian ini melibatkan divisi pemasaran dan pemilik dari PT. Prima
Indo Bahari.
1.4 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari.
2. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari.
3. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari.
4. Untuk mengetahui pengaruh antara kualitas produk dan kualitas
5. Untuk mengetahui pengaruh antara kualitas produk dan harga di PT. Prima Indo Bahari.
6. Untuk mengetahui pengaruh antara kualitas pelayanan dan harga di PT. Prima Indo Bahari.
7. Untuk mengetahui pengaruh antara kualitas produk, kualitas
pelayanan, dan harga di PT. Prima Indo Bahari.
1.5 Manfaat Penelitian
1. Bagi Perusahaan
Hasil dari penelitian ini sangat diharapkan agar dapat memberikan informasi mengenai kualitas produk PT. Prima Indo Bahari saat ini dan juga dimasa mendatang.
Hasil dari penelitian ini sangat diharapkan agar dapat memberikan informasi mengenai kualitas pelayanan PT. Prima Indo Bahari memberikan seberapa baiknya kualtias pelayanan yang telah dilakukan saat ini dan juga dimasa mendatang.
Sebagai bahan pertimbangan atau informasi yang jelas dan lengkap bagi pihak PT. Prima Indo Bahari dalam usaha untuk melakukan strategi penempatan harga ataupun pemberian harga kepada konsumen.
Memberikan informasi yang lebih jelas mengenai pernjualan PT. Prima Indo Bahari dan memberikan gambaran yang lebih jelas terkait pengaruh kualitas serta penempatan harga yang ada di PT. Prima Indo Bahari saat ini dan yang diharapkan dimasa mendatang.
2. Bagi Pihak Akademis
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mejadi bahan pembelajaran serta pengetahuan yang dapat membantu penyerapan ilmu pengetahuan yang terdapat dibidang marketing khususnya di bidang kualitas produk, yang terkait dan berpengaruh terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari, kualitas pelayanan dan pemberian harga.
Penelitian ini merupakan sebuah kesempatan yang baik bagi penulis untuk mengetahui lebih dalam serta lebih jauh mengenai ilmu yang didapatkan selama menjalani pembelajaran di Universitas Bina Nusantara dan memperluas pengetahuan penulis dalam bidang marketing, khususnya tentang kualitas produk, kualitas pelayanan, pemberian harga, serta penjualan disuatu perusahaan
1.6 State of The Art
Dalam state of the art ini, penulis sekaligus peneliti mengambil contoh-contoh serta teoridan penjelasan yang telah dilakukan sebelumnya sebagai panduan dan petunjuk ataupun contoh untuk melakukan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, contoh yang diambil berupa jurnal-jurnal mengenai kualitas produk, kualitas pelayanan, dan harga terhadap penjualan. Berikut adalah daftar contoh-contoh yang berhasil peneliti temukan di internet dari berbagai sumber:
Tabel : 1.2 State of The Art
No. Judul Penulis Metode Solusi Kesimpiulan
struktur anggaran dari provinsi ke kabupaten.
kompetitif dan berkelanjutan dari
Pertumbuhan ekonomi
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kualitas Produk
2.1.1 Pengertian Kualitas
Kualitas atau mutu bisa diartikan sebagai tingkat untuk menilai baik atau buruknya suatu hal yang dapat dinilai. Dalam manufaktur bisa diartikan sebagai ukuran atau keadaan yang bebas dari kata buruk ataupun cacat. Standar ISO 8402 mendefinisikan kualitas sebagai “Totalitas fitur dan karakteristik dari produk atau jasa yang mengandalkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat.”
Menurut Lee Wilson (2010) dalam Academia Education, kualitas diartikan sebagai harapan standar. Kualitas juga dapat menjadi produk yang tahan penyalahgunaan atau kelalaian dan tetap mempergunakan fungsi utamanya. Menurut Scherkenbach (Ariani, 2005; 3), kualitas ditentukan oleh pelanggan; pelanggan menginginkan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan harapannya pada suatu tingkat harga tertentu yang menunjukkan nilai produk tersebut.
(2005; 7). Deming: mendefinisikan kualitas adalah apapun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Crosby: Mempersepsikan kualitas sebagai nihil cacat, kesempurnaan dan kesesuaian terhadap persyaratan. Juran: Mendefinisikan mutu sebagai kesesuaian terhadap spesifikasi.
Menurut Feigenbaum (Ariani, 2005; 3), Kualitas merupakan keseluruhan karakteristik produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering ,manufacture, dan maintenance, dalam mana produk dan jasa tersebut dalam pemakaiannya akan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. Hal yang sama diungkapkan oleh Elliot (Ariani, 2005; 3), bahwa kualitas adalah sesuatu yang berbeda untuk orang yang berbeda dan tergantung pada waktu dan tempat, atau dikatakan sesuai dengan tujuan. Kualitas dinilai dari kemampuannya untuk memenuhi harapan-harapan pelanggan dan juga merupakan suatu ciri-ciri dan karakteristik yang berkaitandengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memiliki persepsi didalam memenuhi atau melebihi harapannya. Kualitas yang tinggi memungkinkan suatu perusahaan untuk dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan nilai penjualan, dapat bersaing dengan pesaing, dan meningkatkan pangsa pasarnya.
Cateora dan Graham (2007; 39), mengartikan kualitas dibedakan menjadi dua perspektif pasar dan kualitas kinerja. Keduanya merupakan konsep penting, namun pandangan konsumen atas kualitas produk lebih banyak berhubungan dengan kualitas dari perspektif pasar dibandingkan dengan kualitas hasil. Hal yang sama dinyatakan oleh Christina (2004), bahwa kualitas secara umum dapat diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan satu atau lebih karakteristik yang diharapkan terdapat dalam barang atau jasa tertentu.
2.1.2 Pengertian Produk
berupa atau berbentuk barang mentah yang dihasilkan dari sumber daya alam sering disebut dengan sebutan komoditi. Sebenarnya, kata produk berasal dari bahasa Inggris yang berarti “sesuatu yang diproduksi oleh parah tenaga kerja menjadi barang yang siap dipasarkan”. Namun sejak 1695, definisi kata produk lebih mengarah kepada arti sesuatu yang diproduksi. Produk dalam artian ekonomi diperkenalkan pertama kali oleh ekonom politisi Adam Smith.
Menurut Buchari Alma (2007; 139), menyatakan bahwa “Produk ialah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud, termasuk didalamnya masalah warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menujual, dan pelayanan yang pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna memuaskan keinginannya.” Hal yang sama juga dikemukakan oleh Kotler dan Keller yang dialih bahasa oleh Benyamin Molan (2007; 4), yaitu: “Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan.” Jadi produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan konsumen baik berwujud maupun tidak berwujud yang diterima oleh pembeli agar dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen. Dalam hal ini si konsumen dapat terpuaskan ketika ia mengkonsumsi produk tersebut dan kebutuhannya dapat terpenuhi.
Menurut Kotler & Armstrong (2010; 248), produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar menarik perhatian, akuisisi, penggunaan atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Tjiptono (2008; 95), bahwa produk merupakan segala suatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.
Gambar 2.1 Pengertian Produk Sumber : Fandy Tjiptono (1997; 95)
Selanjutnya Kotler (2003; 408), menyebutkan bahwa ada lima tingkatan produk, yaitu: core benefit, basic product, expected product, augmented product dan potential product.
Penjelasan tentang kelima tingkatan produk adalah:
1. Core benefit (namely the fundamental service of benefit that costumer really buying) yaitu manfaat dasar dari suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen.
2. Basic product (namely a basic version of the product) yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
3. Expected product (namely a set of attributes and conditions that the buyers normally expect and agree to when they purchase this product) yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
that distinguish the company’s offer from competitor’s offer) yaitu sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
5. Potential product (namely all of the argumentations and transformations that this product that ultimately undergo in the future) yaitu semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.
2.1.3 Pengertian Kualitas Produk
Secara garis besar kualitas produk dapat diipahami keseluruhan barang dan jasa yang berkaitan dengan keinginan konsumen yang secara keunggulan produk sudah layak diperjualkan sesuai harapan dari pelanggan. Konsumen senantiasa melakukan penilaian terhadap suatu produk, yang dapat dilihat langsung dari kemampuan suatu produk yang dapat menciptakan kualitas produk dengan segala spesifikasinya sehingga dapat menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk.
tersirat. Kita dapat mengatakan bahwa penjual telah menghasilkan mutu bila produk atau pelayanan penjual tersebut memenuhi atau melebihi harapan pelanggan, Kotler (2007).
Menurut Kotler (2005; 49), “Kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta dari suatu produk atau pelayanan pada kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan/ tersirat”. Menurut Vincent Gaspersz (2005 dalam Alma, 2011), dimensi-dimensi kualitas produk terdiri dari:
1. Kinerja (Performance)
Karaktersistik operasi pokok dari produk inti. 2. Keistimewahan tambahan (features)
Karaktersitik sekunder atau pelengkap. 3. Kehandalan (reliability)
Kemungkinan kecil akan mengalami gagal pakai. 4. Daya tahan (durability)
Berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat bertahan. 5. Serviceability
Meliputi kecepatan, pelayanan, penanganan keluhan yang memuaskan. 6. Estetika
Daya tarik produk terhadap panca indera.
Berdasarkan dimensi-dimensi diatas, dapat disimpulkan bahwa suatu dimensi kualitas merupakan syarat agar suatu nilai dari produk memungkinkan untuk bisa memuaskan pelanggan sesuai harapan, adapun dimensi kualitas produk meliputi kinerja, estetika, keistimewaan, kehandalan, dan juga kesesuaian.
2.1.4 Klasifikasi Kualitas Produk
1. Barang Tidak Tahan Lama (Nondurable Goods)
Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Contohnya adalah sabun, minuman, dan makanan ringan, kapur tulis, gula, dan garam.
2. Barang Tahan Lama (Durable Goods)
Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal antara 1 tahun atau 2 tahun lebih.
Kotler dan Armstrong (2006) berpendapat bahwa kualitas dan peningkatan produk merupakan bagian yang penting dalam strategi pemasaran. Meskipun demikian, hanya memfokuskan diri pada produk perusahaan akan membuat perusahaan kurang memperhatikan faktor lainnya dalam pemasaran.
2.2 Kualitas Pelayanan
2.2.1 Pengertian Kualitas Pelayanan
dengan pendekatan service quality yang telah dikembangkan oleh Parasuraman, Berry. Dan Zenthaml (dalam Lupiyoadi, 2006)
Menurut Tjiptono (2007), kualitas pelayanan dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi antar konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima atau peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan atau inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasa yang diterima atau dirasakan (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas.Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk.
Menurut J. Supranto (2006; 226), Kualitas pelayanan adalah sebuah kata yang bagi penyedia jasa merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan baik. Begitu pula halnya dengan yang dikemukakan oleh Ratminto (2005; 2), bahwa kualitas pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak kasat mata yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksud untuk memecahkan permasalahan konsumen / pelanggan.
2.2.2 Faktor Dimensi Kualitas Pelayanan
Melalui serangkaian penelitian terhadap berbagai macam industri jasa, Zeintaml, dan Berry berpendapat bahwa adanya 10 dimensi kualitas pelayanan yang dikutip oleh Tjiptono dan Chandra (2011; 196-197), yaitu:
1. Tangibles
Keberadaan fisik pemberi pelayanan, meliputi tempat parkir, fasilitas gedung, tata letak dan tampilan barang, kenyamanan fasilitas fisik, peralatan dan perlengkapan modern.
2. Reliability
Mencakup 2 hal pokok, yaitu konsistensi kerja (performance) dan kemampuan untuk dipercaya (dependability). Hal ini berarti perusahaan memberikan pelayanan (jasa) nya secara tepat sejak saat pertama (right in the firts time). Selain itu juga berarti bahwa perusahaan yang bersangkutan memenuhi janjinya.
3. Responsiveness
Pelayanan yang baik harus disertai dengan tingkat keikutsertaan atau keterlibatan dan daya adaptasi yang tinggi, yaitu membantu dengan segera memecahkan masalah.
4. Competence
Pelayanan yang baik harus di dasarkan kepada kecakapan atau keterampilan yang tinggi.
5. Access
Meliputi memberikan atau menyediakan keinginan pelanggan dan pelayanan yang mudah dihubungi.
6. Courtesy
Pelayanan yang baik harus disertai dengan sikap keramahan, kesopanan kepada pihak yang dilayani.
7. Communication
8. Credibility
Pelayanan yang baik harus dapat memberikan rasa kepercayaan yang tinggi kepada pihak yang di layani.
9. Security
Pelayanan yang baik harus memberikan rasa aman kepada pihak yang di layani dan membebaskan dari segala resiko atau keragu-raguan pelanggan.
10. Understanding The Customer
Pelayanan yang baik harus didasarkan kepada kemampuan menanggapi atau rasa pengertian kepada keinginan pihak yang dilayani.
2.3. Harga
Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau memungkinkan) yang ditambahkan untuk medapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Swastha (2010; 147). Lalu, Swasta (2010; 246) menjelaskan tingkat harga terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti :
1. Keadaan Perekonomian
Keadaan perekonomian sangat mempengaruhi tingkat harga yang berlaku.
2. Permintaan dan penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang diminta oleh pembeli pada tingkat harga tertentu. Penawaran yaitu suatu jumlah yang ditawarkan oleh penjual pada suatu tingkat harga tertentu.
3. Elastisitas permintaan
4. Persaingan
Harga jual beberapa macam barang sering dipengaruhi oleh keadaan persaingan yang ada.
5. Biaya
Biaya merupakan dasar dalam penentuan harga, sebab suatu tingkat harga yang tidak dapat menutup biaya akan mengakibatkan kerugian.
6. Tujuan perusahaan
Tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan adalah : - Laba maksimum
- Volume penjualan tertentu - Penguasaan pasar
- Kembalinya modal yang tertanam dalam jangka waktu tertentu.
Menurut Kotler dan Armstrong (2008; 345) arti sempit dari harga adalah jumlah yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa. Sedangkan dalam arti yang lebih luas harga adalah jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk ataupun jasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa harga merupakan jumlah yang diberikan oleh suatu produsen kepada pelanggan-nya, ketika ingin memiliki sebuah produk ataupunjasa.
2.3.1 Komponen Harga
Menurut Philip Kotler yang diterjemahkan oleh Benyamin Molan (2005; 18), harga merupakan salah satu unsur dari bauran pemasaran (marketing mix) dan harga pun memiliki komponen-komponen tersendiri yang terdiri dari :
1. Daftar harga
Daftar harga ialah suatu uraian harga yang dicantumkan pada label atau produk.
2. Diskon/rabat
Diskon merupakan pengurangan harga dari daftar harga. Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong yang diterjemahkan oleh Alexander Sindoro (2004:473) diskon dapat bermacam-macam bentuknya, yaitu :
a. Diskon tunai (cash discount), yakni pengurangan harga kepada pembeli yang membayar tagihan mereka lebih awal.
b. Diskon jumlah (quantity discount), adalah pengurangan harga bagi pembeli yang membeli dalam jumlah besar.
c. Diskon fungsional (disebut juga diskon dagang) ditawarkan oleh penjual kepada anggota-anggota saluran perdagangan yang menjalankan fungsi tertentu seperti menjual, menyimpan, dan meyelenggarakan pelaporan.
d. Diskon musiman (seasonal discount) adalah pengurangan harga bagi pembeli yang membeli barang dagangan atau jasa duluar musim.
3. Kredit
Kredit adalah bentuk pembayaran dengan cara pinjaman.
Periode pembayaran adalah cicilan sesuai kesepakatan antara penjual dan pembeli biasanya berhubungan dengan kredit. Menurut Kasmir (2003:99) periode pembayaran dibagi kedalan 3 (tiga) bagian, yaitu:
a. Jangka pendek b. Jangka menengah c. Jangka panjang
5. Syarat-syarat kredit
Syarat-syarat kredit adalah sesuatu yang harus dipenuhi konsumen dalam upaya pengambilan kredit.
2.3.2 Penetapan Harga
Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong yang diterjemahkan oleh Alexander Sindoro (2004; 467) mengungkapkan keputusan-keputusan penetapan harga tergantung pada serangkaian kekuatan-kekuatan lingkungan dan persaingan yang sangat rumit. Perusahaan tidak hanya menetapkan satu harga tunggal, tetapi lebih berupa sebuah struktur penetapan harga (pricing structure) yang mencakup item-item yang berbeda disetiap lini produk. Perusahaan menyesuaikan harga produksupaya dapat mencerminkan perubahan-perubahan biaya dan permintaan serta memperhitungkan berubah-ubah pembeli dan situasi. Ketika lingkungan persaingan berubah, perusahaan itu mempertimbangkan kapan memprakarsai perubahan harga dan kapan menanggapi perubahan harga di pasar.
2.3.3 Tujuan Penetapan Harga
Menurut Djaslim Saladin (2006:142), ada 6 (enam) tujuan yang dapat diraih perusahaan melalui penetapan harga, yaitu:
Pada kondisi tertentu (karena adanya kapasitas yang menganggur, persaingan yang semaikin gencar atau perubahan keinginan konsumen, atau mungkin juga kesulitan keuangan), maka perusahaan menetapkan harga jualnya dibawah biaya total produk tersebut atau bibawah harga pasar. Tujuannya adalah bertahan bidup (survival) dalam jangka pendek. Untuk berahan hidup jangka panjang, harus mencari jalan keluar lainnya.
2. Memaksimalkan laba jangka pendek (maximum current profit)
Perusahaan merasa yakin bahwa dengan volume penjualan yang tinggi akan mengakibatkan biaya per unit lebih rendah dan keuntungan yang lebih tinggi. Perusahaan menetapkan harga serendah-rendahnya dengan asumsi pasar sangatpeka terhadap harga. Ini dinamakan “penentuan harga untuk menerobos pasar (market penetration pricing)”. Hal ini hanya dapat dilakukan apabila:
- Pasar sangat peka terhadap harga, dan rendahnya harga sangat merangsang pertumbuhan pasar.
- Biaya produksi dari distribusi menurun sejalan dengan bertambahnya produksi. - Rendahnya harga akan melemahkan persaingan.
3. Memaksimalkan hasil penjualan (maximum current revenue)
Untuk memaksimalkan hasil penjualan, perusahaan perlu memahami fungsi permintaan. Banyak perusahaan berpendapat bahwa maksimalisasi hasil penjualan itu akan mengantarkan perusahaan memperoleh maksimalisasi laba dalam jangka panjang dan pertumbuhan bagian pasar.
4. Menyaring pasar secara maksimum (maximum market skiming)
Banyak perusahaan menetapkan harga untuk menyaring pasar (market skiming price). Hal ini dilakukan untuk menarik segmen-segmen baru. Mula-mula dimunculkan ke pasar produk baru dengan harga tinggi, beberapa lama kemudian dimunculkan produk baru dengan harga tinggi, beberapa lama kemudian dimunculkan pula produk yang sama dengan harga yang lebih rendah.
5. Menentukan permintaan (determinant demand)
Kesuksesan penetapan harga yang ditetapkan oleh perusahaan pada umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yang diungkapkan oleh Tjiptono (2008);
1. Elastisitas Harga Permintaan
Elastisitas harga dan sensitivitas harga merupakan dua konsep yang berkaitan namun berbeda. Jika perubahan harga menyebabkan terjadinya perubahan harga. Sedangkan istilah elastisitas harga mengacu pada dampak perubahan harga terhadap pendapatan total.
2. Faktor Persaingan
Harga menjadi patokan yang penting bagi setiap perusahaan dalam memenangkan persaingan.
2.3.4 Kemungkinan dalam Penetapan Harga
Menurut Buchari Alma (2006:175) terdapat 3 (tiga) kemungkinan dalam penetapan harga, yaitu:
1. Menetapkan harga di atas harga saingan
Cara ini dapat dilakukan kalau kita dapat meyakinkan konsumen bahwa barang yang kita jual mempunyai kualitas yang lebih baik bentuk yang lebih menarik dan mempunyai kelebihan-kelebihan lain dari barang yang sejenis yang telah ada di pasaran.
2. Menetapkan harga di bawah harga saingan
3. Mengikuti harga saingan
Cara ini dipilih untuk mempertahankan agar langganan tidak beralih ketempat lain, dalam hal ini penting diperhatikan persoalan patronage buying motivies dari toko tersebut.
2.3.5 Strategi dan Faktor Penetapan Harga bagi Konsumen
Menurut Kotler dan Armstrong (2008; 346), faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penetapan harga ada beberapa hal, diantaranya yaitu persepsi nilai oleh pelanggan (batas atas harga, yang dimana tidak ada permintaan di atas batas ini). Selain itu ada juga pertimbangan internal dan eksternal lain-nya (strategi, tujuan dan bauran pemasaran, kondisi dan permintaan pasar, strategi dan harga dari para pesaing). Dan faktor terakhir yang menjadi pertimbangan untuk penetapan harga bagi konsumen yaitu biaya-biaya produk (merupakan batas bawah harga, yang dimana tidak ada keuntungan di bawah harga ini.) Penetapan harga juga dapat ditentukan berdasarkan nilai (value-based pricing), yang dimana menetapkan harga dilakukan berdasarkan persepsi nilai dari sang pembeli, bukan dari biaya sang penjual. Penetapan harga berdasarkan nilai dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
1. Penetapan harga dengan nilai yang baik
Dimana menawarkan kombinasi yang tepat antara kualitas dan juga layanan yang baik pada harga yang wajar.
2. Penetapan harga dengan nilai tambah
Selain itu penetapan harga bagi konsumen juga dapat dilakukan berdasarkan biaya, diantaranya yaitu :
1. Biaya tetap
Biaya yang tidak ber-variasi yang sesuai dengan produksi ataupun tingkat penjualan.
2. Biaya variable
Biaya yang berubah secara langsungsesuai dengan tingkatan produksi-nya.
3. Biaya total
Jumlah dari seluruh biaya tetap dan biaya variable bagi tingkat produksi yang dihasilkan.
2.4 Penjualan
2.4.1 Pengertian Penjualan
Penjualan adalah salah satu fungsi pemasaran yang penting dan sangat menentukan bagi suatu perusahaan dalam mencapai sebuah tujuan perusahaan yaitu mendapatkan laba yang maksimal untuk menjaga kelangsungan hidup dari suatu perusahaan tersebut. Menurut M. Narafin (2006; 60), bahwa “Penjualan adalah proses menjual, padahal yang dimaksud penjualan dalam laporan laba-rugi adalah hasil menjual atau hasil penualan (sales) atau jualan”.
yang dilakukan oleh penjual dalam menjual barang atau jasa dengan harapan akan memperoleh laba dari adanya transaksi-transaksi tersebut dan penjualan dapat diartikan sebagai pengalihan atau pemindahan hak kepemilikan atas barang atau jasa dari pihak penjual ke pembeli.”
Adapun menurut Warren Reeve Fees yang diterjemahkan oleh Aria Faramita dan kawan-kawan, (2006; 300), bahwa “Penjualan adalah jumlah yang dibebankan kepada pelanggan untuk barang dagang yang dijual, baik secara tunai maupun kredit”. Kusnadi (2009; 19), menjelaskan bahwa “Penjualan (sales) adalah sejumlah uang yang dibebankan kepada pembeli atas barang atau jasa yang dijual”.
2.4.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan
Aktivitas penjualan banyak dipengaruhi oleh faktor yang dapat meningkatkan aktivitas perusahaan, oleh karena itu manajer penjualan perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan. Faktor-faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan menurut Basu Swastha (2005) sebagai berikut :
1. Kondisi dan Kemampuan Penjual
Kondisi dan kemampuan terdiri dari pemahaman atas beberapa masalah penting yang berkaitan dengan produk yang dijual, jumlah dan sifat dari tenaga penjual adalah:
a. Jenis dan karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan b. Harga produk atau jasa
c. Syarat penjualan, seperti: pembayaran, pengiriman
2. Kondisi Pasar
3. Modal
Modal atau dana sangat diperlukan dalam rangka untuk mengangkut barang dagangan ditempatkan atau untuk membesar usahanya.Modal perusahaan dalam penjelasan ini adalah modal kerja perusahaan yang digunakan untuk mencapai target penjualan yang dianggarkan, misalnya dalam menyelenggarakan stok produk dan dalam melaksanaan kegiatan penjualan memerlukan usaha seperti alat transportasi, tempat untuk menjual, usaha promosi dan sebagainya.
4. Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahan yang besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri, yaitu bagian penjualan yang dipegang oleh orang-orang yang ahli dibidang penjualan.
5. Faktor-Faktor lain
2.5 Kerangka Pemikiran
Gambar 2.2 Model Penelitian
Sumber : Penulis
2.6 Hipotesis
Menurut Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti (2007; 137), Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan yang bersifat sementara terhadap suatu masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah (belum tentu kebenarannya) sehingga harus diuji secara empiris.
Berdasarkan deskripsi teori dan kerangka pemikiran diatas, maka hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah:
Kualitas Produk (X1)
Penjualan
Kualitas Pelayanan
(X2)
a. Pengujian secara langsung
1. Hipotesis Rumusan Masalah Pertama (H1)
Ho = Tidak ada pengaruh antara kualitas produk terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
H1 = Ada pengaruh antara kualitas produk terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
2. Hipotesis Rumusan Masalah Kedua (H2)
Ho = Tidak ada pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
H1 = Ada pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
3. Hipotesis Rumusan Masalah Ketiga (H3)
Ho = Tidak ada pengaruh antara harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
H1 = Ada pengaruh antara harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
4. Hipotesis Rumusan Masalah Keempat (H4)
Ho = Tidak ada pengaruh antara kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
H1 = Ada pengaruh antara kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
5. Hipotesis Rumusan Masalah Kelima (H5)
Ho = Tidak ada pengaruh antara kualitas produk dan harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
H1 = Ada pengaruh antara kualitas produk dan harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
6. Hipotesis Rumusan Masalah Keenam (H6)
Ho = Tidak ada pengaruh antara kualitas pelanan dan harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
7. Hipotesis Rumusan Masalah Ketujuh (H7)
Ho = Tidak ada pengaruh antara kualitas produk, kualitas pelayanan, dan
harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
H1 = Ada pengaruh antara kualitas produk, kualitas pelayanan, dan harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
BAB III
METODE PENILIAN
3.1 Desain Penelitian
Menurut Sugiyono (2005; 21), menyatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.
Tabel 3.1 Desain Peneltian
T-1 Deskriptif Wawancara &Survey
Individu:
T-3 Deskriptif Wawancara &Survey
Individu:
T-5 Deskriptif Wawancara &Survey
Individu:
T-6 Deskriptif Wawancara &Survey
Individu:
T-1 = Mengetahui pengaruh antara kualitas produk terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
2. Hipotesis Rumusan Masalah Kedua
T-2 = Mengetahui pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
3. Hipotesis Rumusan Masalah Ketiga
T-3 = Mengetahui pengaruh antara harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
4. Hipotesis Rumusan Masalah Keempat
T-4 = Mengetahui pengaruh antara kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
5. Hipotesis Rumusan Masalah Kelima
T-5 = Mengetahui pengaruh antara kualitas produk dan harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
6. Hipotesis Rumusan Masalah Keenam
T-6 = Mengetahui pengaruh antara kualitas pelayanan dan harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
7. Hipotesis Rumusan Masalah Ketujuh
T-7 = Mengetahui pengaruh antara kualitas produk, kualitas pelayanan, dan harga terhadap penjualan di PT. Prima Indo Bahari
3.2 Operasional Data Penelitian
Menurut Sugiyono (2011; 60-64), Variable penelitian adalah suatu atribut atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variable tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudia ditarik kesimpulannya.
Dengan demikian, sesuai judul penelitian diatas yaitu: Analisis Pengaruh
Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Harga Terhadap Penjualan, maka
Menurut Sugiyono (2011; 60-64), Variabel bebas (Independent Variable) adalah variable yang mempengaruhi variable terikat.
2. Variabel Terkait (Dependent Variable)
Menurut Sugiyono (2011; 60-64), Variabel terikat (Dependent Variable) adalah variable yang dipengaruhi oleh variable bebas.
Dalam penelitian ini, peneliti sekaligus penulis menggunakan skala pengukuran Self Esteem Rosenberg. Menurut Indrawati (2011), skala Self Esteem Rosenberg adalah sautu penelitian diri yang dilakukan oleh seorang individu dan biasanya berkaitan dengan dirinya sendiri, penilaian tersebut mencerminkan sikpa penerimaan atau penolakan dan menunjukan sebarapa jauh individu percaya bahwa dirinya mampu, penting, berhasil, dan berharga. Sebuah skala yang memiliki empat poin mulai dari "sangat setuju" untuk "sangat tidak setuju."
Kemudian dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan skala nomimal dan skala interval. Menurut Syafta. Z. (2013), Skala nominal adalah skala pengukuran paling sederhana. skala yang memungkinkan peneliti mengelompokkan objek, individual atau kelompok kedalam kategori tertentu dan disimbolkan dengan label atau kode tertentu, selain itu angka yang diberikan kepada obyek hanya mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukan tingkatan. Skala nominal bersifat mutually excusive atau setiap objek hanya memiliki satu kategori
Berikut ini adalah penjelasan serta penjabaran definisi variable, indicator serta model skala pengukuran yang digunakan dalam mengukur keempat vcariabel dalam penelitian kali ini.
Tabel 3.2 Operasional Variabel Penelitian
3.3 Jenis dan Sumber Data Penilaian
Jenis data penilaian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis data kuantitatif yang diperoleh dari sumber data primer. Menurut Sugiyono (2009; 137), sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.
Data primer ini diperoleh peneliti dengan menggunakan kuisioner
Tabel 3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian
Tujuan Jenis dan Sumber Data
Keterangan Data Sumber Data Jenis Data
T-4
3.4 Tekhnik Pengumpulan Data
Studi pustaka merupakan langkah awal dalam metode pengumpulan data. Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data yang diarahkan kepada pencarian data dan informasi melalui dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, foto-foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang dapat mendukung dalam proses penulisan.”Hasil penelitian juga akan semakin kredibel apabila didukung foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang telah ada.”. (Sugiyono,2005; 83). Studi pustaka merupakan Maka dapat dikatakan bahwa studi pustaka dapat memengaruhi kredibilitas hasil penelitian yang dilakukan.
2. Studi Lapangan apabila peniliti ingin mengetahui hal-hal dari informan yang lebih mendalam. b. Kuisioner
Dengan meyebarkan atau membagikan daftar pertanyaan kepada para responden dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan singkat yang sesuai dengan konsep pertanyaan yang dibutuhkan jawabannya dengan alternative respon dari responden yang telah ditentukan oleh peneliti sebelumnya.
c. Dokumentasi
Yaitu dengan mempelajari dan memperdalami dokumen-dokumen dan catatan perusahaan yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.
Tabel 3.4 Tabel Self Esteem Rosenberg
1 Strongly Disagree Sumber: Penulis
3.5 Populasi dan Sampel
Dara yang digunakan dalam penelitian ini dapat berbentuk populasi maupun sampel. Menurut Sugiyono (2010; 117), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain.
Sedangkan, Pengertian sampel menurut Sugiyono (2010; 118), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila peneliti melakukan penelitian terhadap populasi yang besar, sementara peneliti ingin meneliti tentang populasi tersebut dan peneliti memeiliki keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel, sehingga generalisasi kepada populasi yang diteliti. Sehingga sampel yang diambil dapat mewakili atau representatif bagi populasi tersebut. Menurut Sugiyono (2010; 63), Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Besarnya sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus Slovin sebagai berikut:
n= N 1+N e2
Dimana:
n = jumlah elemen / anggota sampel
N = jumlah elemen / anggota populasi
Jumlah Responden yang menjadi bagian di PT. Prima Indo Bahari, baik konsumen maupun karyawan adalah 60 orang. Maka sampling yang harus diambil dalam penelitian ini berdasarkan rumus Slovin adalah:
n= 60
1+60(0.005)2
¿52.197,dibulatkan menjadi53orang .
3.6 Metode Analisis
Menurut Sugiyono (2011:244), analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Dalam penelitianyang dilakukan oleh peneliti, peneliti menggunakan analisis regresi berganda dan regresi sederhana. Regresi berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2,….Xn) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.
dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan.. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.
Menurut Sugiyono (2009), Analisis regresi berganda digunakan untuk mencari pengaruh antara dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Analisis regresi berganda hampir sama dengan analisis regresi sederhana, hanya di sini analisisnya lebih kompleks, karena melibatkan banyak variabel bebas. Di samping itu, analisis regresi berganda lebih banyak didasarkan pada asumsi, karena pengujian tentang terpenuhi tidaknya asumsi masih sukar dilakukan. Sampai saat ini yang baru dapat dikembangkan secara mantap adalah model linier, dan pengujian linieritas pada regresi berganda terlalu sukar dilakukan sampai saat ini, lebih-lebih jika varabel bebasnya lebih dari 4 (empat). Oleh karena itu, linieritas dalam regresi ganda terpaksa diasumsikan saja, sehingga jika bentuk garis hubungan itu tidak linier maka hasilnya bisa menyesatkan. Oleh karena itu, perlu hati-hati dalam menggunakan hasil analisis regresi ganda.
Analisis regresi sederhana digunakan untuk mencari pengaruh antara satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Sedangkan regresi berganda digunakan untuk mencari pengaruh antara dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikat (Sugiyono, 2009).
Tabel 3.5 Tabel Metode Analisis
Tujuan Penelitian Metode Analisis
Teknik Analisis Jenis Data
T-1 Regresi Sederhana Kuantitatif
T-2 Regresi Sederhana Kuantitatif
T-3 Regresi Sederhana Kuantitatif
T-4 Regresi Berganda Kuantitatif
T-5 Regresi Berganda Kuantitatif
T-6 Regresi Berganda Kuantitatif
T-7 Regresi Berganda Kuantitatif
3.6.1 Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2006), Uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian. Pengujian validitas dilakukan dengan bantuan program SPSS for windows. Pengambilan keputusan berdasarkan nilai p value atau nilai signifikasi kurang dari 0,05, maka item pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan sebaliknya jika nilai p value atau signifikasi sama dengan atau lebih dari 0,05 dinilai tidak valid.
3.6.2 Uji Reliabilitas
Menurut Ghozali (2006:41) reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Tingkat reliabilitas suatu konstruk atau variabel penelitian dapat dilihat dari hasil statistik Cronbach Alpha (α) Suatu variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai cronbach alpha > 0,60. Semakin nilai alphanya mendekati satu maka nilai reliabilitas datanya semakin terpercaya.
3.6.3 Uji Normalitas
penggunaan uji normalitas dengan uji statistik bebas dari keragu-raguan, meskipun tidak ada jaminan bahwa pengujian dengan uji statistik lebih baik dari pada pengujian dengan metode grafik.
Jika residual tidak normal tetapi dekat dengan nilai kritis (misalnya signifikansi Kolmogorov Smirnov sebesar 0,049) maka dapat dicoba dengan metode lain yang mungkin memberikan justifikasi normal. Tetapi jika jauh dari nilai normal, maka dapat dilakukan beberapa langkah yaitu: melakukan transformasi data, melakukan trimming data outliers atau menambah data observasi. Transformasi dapat dilakukan ke dalam bentuk Logaritma natural, akar kuadrat, inverse, atau bentuk yang lain tergantung dari bentuk kurva normalnya, apakah condong ke kiri, ke kanan, mengumpul di tengah atau menyebar ke samping kanan dan kiri. Hipotesis pada uji ini adalah sebagai berikut:
Hipotesis
Ho: data berdistribusi normal H1: data tidak berdistribusi normal
Dasar Pengambilan Keputusan
DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari. 2002. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfa Beta
Basu Swastha dan Irawan, 1997. Manajemen Pemasaran Modern,Liberty : Yogyakarta
Gozali, Imam. 2002. Analisis Multivariat dengan Program SPSS. BPUD. Semarang.
Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid II. Edisi Kesebelas. Alih Bahasa Benyamin Molan. Jakarta. : Indeks
Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran : Analisis Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, Edisi Milenium. PT. Prenhalindo, Yakarta, 2002, hal.38
Kotler, Philip. Marketing Management, 11th Edition. Prentice Hall Int’l, New Jersey, 2003, p.138
Leslie, P. H. “The calculation of Chi Scuare for an r x c Contingency table”. Biometrics, 7:283-86, 1856.
Lovelock,Christopher.H dan Wright,Lauren.K.2005.Manajemen Pemasaran Jasa.Indeks.Hal 104
Library.binus.ac.id
Lupiyoadi, Rambat. 2001. Manajemen Pemasaran Jasa: Teori dan Praktik.. Jakarta: Salemba Empat.
Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.Bandung : Alfabeta Drs. Toto Syatori Nasehuddien, M.Pd, 2008, Metodologi Penelitian.
Rangkuti, Freddy. 2003. Measturing Customer Satisfaction: Gaining
Rangkuti,Freddy.2002.Measuring Customer Satisfaction.Gramedia Pustaka Utama.Hal 23
Sugiyono, 2009.. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Arikunto, Suharsimi. 2006. Metodelogi penelitian. Yogyakarta: Bina Aksara. (http://widisudharta.weebly.com/metode-penelitian-skripsi.html)
Bugn, Burhan, Sosiologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosidakarya, 2002
Effendy, Onong Vchjana Dinamika Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosidakarya, 2002
Gamble, Teri Kwal And Michael Gamble Communication Works Seventh Ed New York :MCGrawHill,2002
Hariwijaya. M dan Bisri M. Djaelani Teknik Menulis Skripsi dan Thesis. Yogyakarta : Zenith Publisher, 2004
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta, 2005
Moleong, Lexy J. Metde PenelitianKualitatif Edisi Revisi. Bandung : PT remaja Rosidakarya
Mulyana, Deddy, Metodologi Penelitian Kualitatif : Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial lainnya. Bandung : PT Remaja Rosidakarya, 2004
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-1-00558-PS%20bab %202.pdf
http://www.konsistensi.com/2013/04/teori-variabel-penelitian.html Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan: (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
http://zorayapelu.blogspot.com/2009/04/method-of-qualitative.html
https://anitaharum.wordpress.com/2013/09/10/skala-pengukuran/ Syafta, Z. (2013, April 23). Skala Pengukuran dalam Penelitian. Retrieved September 10, 2013, from Zenma Syafta:
Nurdini, Allis. 2006. “Cross-Sectional Vs Longitudinal: Pilihan Rancangan Waktu dalam Penelitian Perumahan Permukiman”. DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR Vol. 34, No. 1, Juli 2006: 52 – 58.