Jur nal Riset Manajemen dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT Vol.2, No.2, Juni 2017: 169 - 178
ISSN 2527 - 7502
________ ____________ ____________ ____________ ___________ ____________ ____________ ____________ _________________ ____________ ____________ ____________ ___________ ____________ ____________ ____________ _____ ____________ ____________ ____________ ___________ ____ ____________ ____________ ____________ ___________ ______ ______ ______ ______ ______ ______ ______ ______ _____ ____________ ____________ ____________ ___________ _
VALI DITAS ISI: TAHAP AWAL PENGEMBANGAN KUESIONER
Hendr yadi
Fakul tas Ekonomi, Univer sitas Islam Attahi r iyah, Jakar ta, Indonesia
E-mail kor espondensi: hendr y.basr [email protected] fi r st, ther e is no standar d technique for accessing the content validity. The r esear cher s can use a qualit at ive, quantit at ive, or mix methods. Second, the common qual itative t echniques used ar e thr ough in-depth inter views or FGDs with exper ts (l ogical validit y) or user s (face validit y). Thir d, t he common stati st ical techniques used in t esting content vali di ty i n the last ten year s is the content vali dit y index (CVI) based on the exper t agr eement level on the i tem (i-CVI) or S-CVI on the questi onnai r e as a whole. Other statist ical techni ques such as Kappa coefficients, ANOVA, and cor r elation ar e also commonly used in t he initial testi ng pr ocess of the questi onnai r e. Si mulation and case study ar e discussed in the ar ticl e. menggunakan pendekatan kualitati f, kuantit at if, atau gabungan keduanya. Kedua, tekni k kualitati f yang umum diper gunakan adalah melalui wawancar a mendal am at au FGD dengan pakar (logi cal validit y) atau pengguna (face validit y). dalam proses pengujian aw al kuesioner . Simul asi dan cont oh kasus juga dibahas dalam ar ti kel .
1.
Pendahuluan
Vali dit as mer upakan isu sentr al pada pr oses pengembangan instumen, ter ut ama jika di gunakan untuk mengukur konsep/ konst r ak yang masih ambigu, abst r ak dan ti dak bisa di amati secar a l angsung. Sebagai contoh, moti vasi dapat dinyat akan sebagai pr oses yang mengger akkan dir i seseor ang untuk melakukan sesuatu. Konsep ini masi h abstr ak sehingga diper lukan oper asionali sasi l ebi h lanjut agar dapat diamati dan di ukur . Azwar (2012) menyebut kan bahw a par a ahli psikomet r ika telah menet apkan beber apa kr i ter ia penting bagi setiap alat ukur psikol ogi untuk di nyat akan sebagai alat ukur yang baik, yaitu mampu menghasilkan dat a dan member i kan infor masi yang akur at. Kr iter ia ter maksud antar a lain val id, r eliable, objektif, standar , ekonomis, dan pr akti s.
Vali dit as menggambar kan sejauh al at ukur (tes) benar -benar mengukur apa yang hendak di ukur . Menet apkan validitas sebuah t est at au inst r ument test sangat suli t, ter utama kar ena var i abel-var iabel psi kologi biasanya adalah konsep-konsep abstr ak, seper t i i nt eli gensi, kecemasan, dan kepr ibadi an. Konsep-konsep i ni tidak memil iki r ealit as konkr et sehingga eksi stensinya har us di infer ensi mel alui sar ana yang tidak langsung (Gr owth-Mar nat, 2011). Ada tiga jenis vali di tas yai tu cont ent validit y ( vali di tas isi), cr it erion validit y (vali di tas cr iter ia), dan const r uct validit y ( vali di tas konsep). Dar i tiga jenis vali di tas ter sebut, val iditas konst r ak selalu menjadi yang paling ber masalah dan mendapat kan banyak per debat an kar ena melibat kan teor i, dan hubungan dat a dengan t eor i (Embr etson, 2007) .
Ketika sebuah skal a bar u dikembangkan, par a peneliti yang mengi kuti pr osedur pengembangan skala sesuai dengan standar sehingga dihar apkan dapat member ikan infor masi yang l uas mengenai r el iabi litas dan validitas skal a ter sebut. Standar dan pr osedur t er sebut umumnya di keluar kan ol eh lembaga-lembaga kr edi bel seper ti Amer ican Educational Resear ch Association (AERA) , Amer ican Psychol ogical Associ ati on (APA), dan Nati onal Council on Measur ement in Education (NCME). Meskipun vali di tas cr it er i on-r elat ed validit y dan const r uct validit y dianggap sangat penting, infor masi tentang val idi tas kont en juga dipandang per lu dalam menar ik kesimpulan tentang kualitas skala (Polit dan Beck, 2006).
Ar ti kel ini secar a khusus akan membahas mengenai isu vali di tas per tama yaitu val iditas isi yang l ebih ser i ng diper gunakan pada t ahap-tahap awal pengembangan i nstr umen peneliti an. Ter lepas dar i ber bagai per debatan mengenai kesat uan konsep validitas seper t i yang disampaikan ol eh Lissitz dan Samuel sen (2007), eval uasi empir is mengenai penggunaan uji validitas isi pada ber bagai publikasi ilmi ah ter kait dengan pengembangan skal a peneliti an dapat member ikan gambar an umum mengenai tahapan awal pengembangan skala yang ber laku umum sekar ang ini.
2.
Kajian Pustaka
2.1. Tentang Validitas
Vali di tas mengacu pada aspek ketepat an dan kecer mat an hasil pengukur an. Pengukur an sendir i di lakukan untuk mengetahui seber apa banyak aspek (dal am ar ti kuanti tat if) suatu aspek psikologi s ter dapat dalam di r i seseor ang, yang dinyatakan oleh skor nya pada i nstr ument pengukur yang ber sangkut an. Dalam kont eks Teor i Skor -mur ni Klasik, Azwar (2012) lebih l anjut menjel askan bahw a makna validitas dapat dinyat akan sebagai sejauhmana besar an skor -tampak X mampu mendekati besaran skor -mur ni T. Semakin skor -t ampak mendekati skor -mur ni ber ar ti semakin tinggi vali dit as dan sebali knya sebal iknya, semakin r endah val iditas hasil pengukur an ber ar ti semakin besar per bedaan skor -tampak dar i skor -mur ni .
Gambar 1. Jenis Uji Val iditas
Vali dit as bukan semat a-mat a sebagai sebuah t es, sebal iknya, i ni mengacu pada penggunaan tes untuk t ujuan t er t entu. Dengan demi kian, val idi tas mer upakan upaya peneliti untuk mengeval uasi kegunaan dan kel ayakan tes untuk tujuan t er tentu yang memer lukan banyak sumber bukti. Hal ini diper lukan ji ka penggunaan tes har us diper tahankan untuk tujuan ter tent u, sehi ngga bukti yang memadai dapat di ajukan untuk memper t ahankan penggunaan tes untuk tujuan itu. Sel ai n itu, evaluasi vali di tas bukan kejadian st ati s satu kali , namun mer upakan pr oses yang ter us mener us (Sir eci, 2007).
Validitas I si (Content Validity)
Dalam St andar untuk Tes Pendidikan dan Psi kol ogi (Amer ican Educational Resear ch Associati on, Amer ican Psychological Association & Nat ional Counci l of Measur ement in Education, 1985:9) "bukti vali di tas ter kai t konten" di defi ni si kan sebagai "bukt i yang menunjukkan sejauh mana isi tes sesuai dengan tujuan yang dimaksudkannya. Bukti ter sebut digunakan untuk menet apkan bahwa pengujian ter sebut mencakup contoh yang r epr esentatif atau kr iti s dar i domain kont en yang r elevan dan isinya tidak ter masuk konten di l uar domain ter sebut".
Vali dit as isi mer upakan validitas yang diestimasi lewat pengujian t er hadap kel ayakan atau r elevansi isi tes melalui anali sis r asional oleh panel yang ber kompeten at au mel alui exper t judgement (penil aian ahl i). Validitas i si at au cont ent vali dit y memasti kan bahw a pengukur an memasukkan sekumpulan item yang memadai dan mewakili yang mengungkap konsep. Semakin item skala mencer minkan kawasan at au kesel ur uh konsep yang di ukur , semakin besar validitas i si. Atau dengan kat a lain, validitas isi mer upakan fungsi seber apa baik dimensi dan elemen sebuah konsep yang telah digambar kan (Sekar an, 2006).
Mengukur dan melapor kan vali dit as konten instr umen adal ah pentingm, kar ena jeni s val iditas i ni juga dapat membantu memastikan val iditas konst r uk dan member i keper cayaan kepada pembaca dan peneliti tentang i nstr ument kar ena mel ibat kan pakar -pakar untuk memer iksa kel ayanan instr ument dar i sisi konsep dan oper asional isasi. Konsept uali sasi dan oper asionali sasi mer upakan t ahap awal pengembangan kuesioner (Gr owt h-Mar nat, 2010), dan ter kadang meski pun peneliti sudah mengi kuti langkah-langkah itu dengan taat, kadang-kadang tetap sulit untuk menentukan apa yang sesungguhnya diukur oleh tes t er sebut. Beber apa istlilah l ain dar i vali di tas isi antar a lain: cont ent r elat ed vali dit y, i ntr i nsi c val idit y, r el evance vali dit y, r epr esent at ive validit y dan logical at au sampli ng vali dit y.
Validitas Berdasarkan Kriteria (cr iter ion-r elated validity)
Vali di tas ber dasar kan kr iter ia atau cr it eri on-r el at ed validit y mer upakan sebuah ukur an vali di tas yang ditent ukan dengan cara membandingkan skor -skor tes dengan kiner ja ter tentu pada sebuah ukur an l uar . Ukur an luar ini sehar usnya memil iki hubungan teor i tis dengan var i abel yang di ukur ol eh tes itu. Misalnya, tes intel ijensi mungkin ber kor elasi dengan r ata-r ata nilai akademis,
Validit y
Content
Face Validit y
Logical Validit y Criterion
Vali dit as cr i ter ia (cr it erion-r elat ed vali dit y) ter penuhi jika pengukur an membedakan indi vi du menur ut suatu cr iter ia yang dhar apkan dipr ediksi. Hal ter sebut bisa dilakukan dengan menghasi lkan validitas konkur en (concur r ent val idity) atau val idi tas pr edictive (pr edi ctive val idity). Validitas konkur en dihasi lkan ji ka skala membedakan individu yang di ketahui ber beda, yai tu mer eka har us menghasil kan skor yang ber beda pada inst rument , sedangkan vali di tas pr edictive menunjukkan kemampuan instr ument pengukur an untuk membedakan or ang dengan r efer ensi pada suatu cr iter ia masa depan ( Sekar an, 2006). Dengan demi kian, per bedaan ant ar a concur r ent validity dengan pr edicti ve vali dit y adalah wakt u penguji an, di mana concur r ent vali di ty di ambil dal am wakt u yang sama (at au kur ang lebih sama) , sedangkan pr edi ct ive val idity dilakukan beber apa saat (dal am per i ode waktu t er tentu) set elah ter l ebih dahul u dahul u skor hasi l tes di per oleh.
Validitas Konsep (Constr uct Validity)
Sebuah tes t el ah validitas konst ruk ji ka menunjukkan hubungan ant ar a ni lai tes dan pr ediksi sifat teor i tis. Gr oth-Mar nat (2010) member ikan penj el asan bahw a “metode Contr uct Vali di ty di kembangkan sebagian untuk mengor eksi ketidak-adekuatan dan kesulit an yang dialami dengan pendekat an cont ent dan pendekat an cr it er ion. Bentuk-bentuk aw al vali di tas isi t er l alu banyak mengandalkan pada judgement subjektif, sement ar a validitas cr iter ion terlalu r est r iktif dal am beker ja dengan r anah-r anah atau st r uktur konstr ak-konstr ak yang di ukur . Validitas cr iter ion memi liki kesul itan l ain dalam ar ti bahwa ser ing kali ti dak ada kesepakatan dalam menetapkan kr iter a luar yang adekuat”.
Pendekatan dasar validitas konstr ak adalah mengakses sejauh mana test yang dimaksud mengukur sebuah konstr ak teor i tis atau cir i-sifat. Asesmen ini melibat kan 3 l angkah umum, yaitu : per tama, konst r uktor tes har us melakukan analisi s yang diteli ti ter hadap konsep. Kedua, memper ti mbangkan bagai mana hubungan si fat-cir i itu dengan var iabel lain. Ketiga, per ancang tes per lu menguji dulu apakah hubungan-hubungan dihipotesiskan benar -benar ada (Foster & Cone, 1995, dikut ip oleh Gr oth-Mar nat, 2010).
2.2. Jenis Validitas I si
Vali di tas isi dilakukan untuk memastikan apakah isi kuesioner sudah sesuai dan r el evan dengan tujuan study. Validitas i si menunjukkan isi mencer mi nkan r angkaian lengkap atr i but yang di teliti dan biasanya dil akukan oleh tujuh at au lebih ahli (DeVon et al 2007). Per kir aan val idi tas isi dar i tes di per oleh dengan menyelur uh dan sist emati s dalam memer i ksa item t es untu k menentukan sejauh mana mer eka mencer minkan dan tidak mencer mi nkan domain kont en (Kowsalya,Venkat Lakshmi, dan Sur esh, 2012)
Vali dit as tampang/ muka (face val idit y) mer upakan vali ditas isi yang pal ing dasar dan sangat minimum. Vali dit as isi menunjukkan bahw a item-item yang di maksudkan untuk mengukur sebuah konsep, member i kan kesan mampu mengungkap konsep yang hendak di ukur ( Sekar an, 2006). Ti dak ber beda dengan penjelasan sebelumnya, Gr oth-Mar nat, (2010) menjelaskan bahwa vali di tas isi (cont ent validit y) dengan vali di tas muka (face validity) memil iki per bedaan dan tidak sinonim. Vali di tas isi menyangkut judgement yang dibuat ol eh par a ahl i, sedangkan val iditas muka/ tampang menyangkut judgement dar i pengguna test. Sejal an dengan itu, Gr egor y (1992) yang di kutip Azwar (2012) menjel askan bahw a vali dit as tampang hanya sekedar t ahap pener i maan or ang pada umumnya t er hadap fungsi pengukur an t es, ser ta tidak ber hubungan dengan stati st ic vali di tas seper ti koefisi en atau i ndeks.
Lawshe (1975) mengusulkan r asi o vali di tas isi (CVR) untuk mengukur der aj at kesepakat an par a ahli dar i satu item dan yang dapat mengekspr esikan tingkat vali dit as konten mel al ui indictor s tunggal yang ber kisar dar i -1 sampai 1. Pendekatan lain adalah koefisien validitas i si dan r eliabili tas koefi si en homogenitas diusulkan ol eh Aiken (1980, 1985), yang dapat digunakan untuk mengukur per ingkat vali dit as setiap item (V value) . Dua tekni k yang digunakan dalam analisi s i ni adalah melalui koefisien validitas i si Aiken’s V dan Rasio validitas i si - Law she’s CVR.
Koefisien Validitas I si – Aiken’s V
Ai ken (1985) mer umuskan for mula Ai ken’s V untuk menghit ung cont ent -validit y coeffi cient yang di dasar kan pada hasil penilaian dar i panel ahli sebanyak n or ang ter hadap suatu item dar i segi sejauh mana item t er sebut mewakil i konst r ak yang di ukur .
For mula yang diajukan ol eh Aiken adalah sebagai ber i kut (dalam Azwar , 2012) V = ∑ s / [n(C-1)]
S = r – lo
Lo = angka penilaian ter endah (misalnya 1) C = angka penil ai an t er t inggi (misalnya 4) R = angka yang diber i kan oleh penil ai
Tabel 1. Contoh Validitas Isi Aiken’s V
Penilai
Item 1 Nilai (R) S = R - Lo
1 3 3 – 1 = 2
2 4 4 – 1 = 3
3 4 4 – 1 = 3
4 3 3 – 1 = 2
5 3 3 – 1 = 2
6 4 4 – 1 = 3
7 4 4 – 1 = 3
∑s
18V 0.857
Nil ai S unt uk peni lai 1 diperoleh dar i skor penilai 3 di kur angi skor ter endah (Lo), sehi ngga 3 – 1 = 2, dan seter usnya. Ni lai ∑s adalah penjumlahan dar i skor S yaitu 2 + 1 + 3 + 2 + 2 + 3 + 3 = 18. Dengan demi ki an, nilai V dapat dihitung sebagai ber i kut :
V = ∑ s / [n(C-1)] V = 18 / [ 7(4-1)] V = 0.857
Nil ai koefi sien Aiken’s V ber kisar antar a 0 – 1. Koefisien sebesar 0.857 ini sudah dapat dianggap memi liki val idi tas isi yang memadai .
Koefisien Validitas I si – Lawshe’s CVR
Lawshe (1975) mengusulkan bahwa setiap penil ai / subject mat t er exper t s (SME) yang ter di r i dar i panel ahli untuk menjawab per t anyaan untuk setiap item dengan tiga pi lihan jaw aban yai tu (1) esensial, (2) ber guna tapi tidak esensial, (3) ti dak diper l ukan. Menur ut Lawshe, jika lebih dar i setengah panelis menunjukkan bahw a it em penti ng/ esensial, maka item ter sebut memili ki setidaknya vali di tas isi yang cukup. For mula yang diajukan ol eh Lawshe adalah :
CVR = (ne – N/ 2) / (N/ 2), dimana CVR adalah content vali dit y r ati o, ne adalah juml ah anggot a
panelis yang menjaw ab “pent ing”, N adalah jumlah total panelis.
Misalnya, Seor ang peneli ti ingin menguji validitas isi dar i sebuah skal a yang ter dir i dar i 1 item. Sebanyak 12 or ang panel ahli dijadikan peni lai dengan memi lih 3 pili han jawaban yaitu “penti ng”, “sesuai, ti dak penti ng” dan “tidak ber guna”.
Dar i 12 or ang panel ahli , 10 or ang menyatakan i tem t er sebut “pent ing”, 1 or ang menyat akan “sesuai, tidak penting”, dan 1 or ang menyatakan “tidak ber guna (Lihat t abel 2) . Dar i dat a ini kemudi an dapat dihi tung CVR sebagai ber ikut :
CVR = ((10 – (12/ 2) ) / (12/ 2) CVR = 0.667
For mula ini menghasi lkan nilai-ni lai yang ber kisar dar i +1 sampai -1, nil ai positif menunjukkan bahw a setidaknya set engah panelis menil ai item sebagai penti ng/ esensial. Semakin l ebih besar CVR dar i 0, maka semaki n “ penting” dan semakin tinggi validitas isi nya. Dar i contoh di atas di per oleh ni lai CVR sebesar 0.667 yang menunjukkan bahw a item yang di gunakan sudah memenuhi vali di tas isi yang baik dan dianggap penti ng l ebih dar i separ uh ahli yang digunakan sebagai penilai.
Tabel 2. Data Simulasi Vali dit as Isi Lawshe’s CVR Penil ai (SME) Penilai an
1 Penti ng
2 Penti ng
3 Penti ng
4 Tidak Ber guna
5 Penti ng
6 Penti ng
7 Sesuai, Tidak Penting
8 Penti ng
9 Penti ng
10 Penti ng
11 Penti ng
12 Penti ng
Jawaban Penting = 10
Content Validity Index ( CVI )
Cont ent vali dit y index (CVI) mer upakan sal ah satu t eknik yang paling banyak di gunakan dalam r i set keper aw atan ( Poli t dan Beck, 2006). Teknik ini dikembangkan ol eh Mar tuza (1977), seor ang spesialis pendidikan. Meski demi ki an, CVI t el ah memili ki banyak kr itik, dan kemudian Lynn (1986), dalam peneliti annya menghit ung dua jenis CVI. Tipe per tama meli bat kan val iditas isi item i ndividual (i-CVI) dan yang kedua melibat kan vali ditas konten dar i skal a keselur uhan (s-CVI).
Lynn (1986) menganjur kan mi ni mal menggunakan t iga ahli, namun mengindi kasikan bahw a lebih dar i 10 mungkin tidak per lu. Skala pengukur an yang disar ankan adalah skal a or dinal 4 titi k untuk poi n untuk menghi ndar i ti tik t engah net r al dan ambi valen. Beber apa label yang ser ing ser ing di gunakan: 1 = tidak r el evan, 2 = agak r elevan, 3 = cukup r elevan, 4 = sangat r elevan. Kemudi an, untuk setiap item, I-CVI dihitung sebagai jumlah ahl i yang member ikan penilaian baik yaitu 3 at au 4 (dengan demi ki an di kot omisasi skala or dinal menjadi r elevan = 1 dan tidak r elevan= 0), di bagi dengan jumlah tot al ahl i. Mi sal nya, i tem yang di nil ai cukup atau sangat r elevan oleh empat dar i lima penilai akan memili ki I-CVI sebesar 0,80 (Pol it dan Beck, 2006).
Tabel 3. Data Simulasi CVI
It em Expert 1 Expert 2 Expert 3
Jumlah
Keset ujuan I-CVI
1 0 1 1 2 2/ 3 = 0.67
2 1 0 1 2 2/ 3 = 0.67
3 1 1 0 2 2/ 3 = 0.67
4 1 1 1 3 3/ 3 = 1.00
5 1 1 1 3 3/ 3 =1.00
6 1 1 1 3 3/ 3 =1.00
7 1 1 1 3 3/ 3 =1.00
8 1 1 1 3 3/ 3 =1.00
9 1 1 1 3 3/ 3 =1.00
10 1 1 1 3 3/ 3 =1.00
∑ 9 9 9 M ean I-CVI 0.90
Proposi Relevan 0.90 0.90 0.90
Mean I -CVI, item-l evel content validity i ndex r ata-r ata = 0.90 Pr opor si r ata-r ata item dinil ai r elevan di tiga ahli = 0,90
Nil ai I-CVI har us 1,00 bila ada lima atau lebi h sedi kit penil ai . Bila ada enam at au lebi h peni lai, standar nya bisa lebih longgar , tapi Lynn (1986) mer ekomendasi kan I-CVI tidak l ebi h r endah dar i 0,78.
I nterrater reliability ( Kappa Statistic)
Tekni k kuantitati f ke empat yang juga banyak digunakan adalah Kappa St at istik. Tekni k i ni di gunakan beber apa peneliti seper ti Wynd, Schmi dt, dan Schaefer (2003) yang menggunakan CVI dan kappa mult i-r ater dalam validasi konten skala yang dikembangkannya. Mer eka ber pendapat bahw a statisti k kappa mer upakan suplemen pent ing, namun bukan pengganti CVI. Kappa member ikan infor masi tent ang ti ngkat kesepakatan di l uar kemungkinan (Polit et al., 2007).
Tabel 4. Evaluasi Nilai Stat istik Kappa
Kappa Int er pr et ation
< 0 Poor agr eement 0.0 – 0.20 Sli ght agr eement 0.21 – 0.40 Fair agr eement 0.41 – 0.60 Moder at e agr eement 0.61 – 0.80 Subst antial agr eement 0.81 – 1.00 Almost per fect agr eement
Sumber : Landis, J. R., Koch, G. G. (1977). The measur ement of obser ver agr eement for cat egor i cal data. Biomet rics, 33:159-174
3.
Metode
Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini adalah studi liletatur untuk memperoleh penjelasan komprehensif mengenai berbagai teknik validitas konten beserta berbagai keterbatasannya. Data dikumpulkan melalui pencarian artikel di google scholar dengan menggunakan keyword “content validity” dan “scale development”. Meskipun mesin pencari menampilkan banyak artikel yang relevan dengan kata kunci yang digunakan, namun untuk mempermudah analisa, artikel yang akan direview hanyalah artikel bertipe open access atau dapat diunduh secara bebas.
Artikel dipilih didasarkan pada jumlah sitasi yang terekam di google scholar, disini, minimal sitasi 150 dianggap layak untuk dijadikan acuan dalam pengambilan kesimpulan dari topik validitas isi. Berikut ini ditampilkan artikel yang dipilih dalam pembahasan :
Tabel 5. Artikel sebagai sumber pembahasan
No Penul is Jumlah
Sitasi
I nfor masi Ar tikel 1 Poli t dan Beck
(2006)
1284 Polit, D. F., & Beck, C. T. ( 2006). The content val idity i ndex: ar e you sur e you know what's bei ng r epor t ed? Cr iti que and r ecommendat ions. Resear ch in nur si ng & healt h, 29(5), 489-497
2 Poli t, Beck, & Owen (2007)
907 Polit, D. F., Beck, C. T., & Owen, S. V. ( 2007). Is the CVI an accept able i ndicator of content val idi ty? Appr ai sal and r ecommendations. Resear ch i n nur sing & heal t h, 30(4), 459-467.
3 Wynd, Schmidt , & Schaefer (2003)
347 Wynd, C. A., Schmidt , B., & Schaefer , M. A. (2003). Two quanti tat ive appr oaches for estimati ng content validit y. West er n Jour nal of Nur sing Resear ch, 25(5), 508-518.
4 Hinkin, Tr acey, & Enz, (1997).
186 Hinki n, T. R., Tr acey, J. B., & Enz, C. A. (1997). Scale const r ucti on: Devel oping r eliable and valid measur ement instr uments. Jour nal of Hospit alit y & Tour i sm Resear ch, 21(1), 100-120.
5 Hinkin, (1995) 2001 Hinki n, T. R. (1995). A r eview of scal e development pr actices in t he st udy of or ganizati ons. Jour nal of management, 21(5), 967-988.
4.
Pembahasan
Hitkin (1995) memberikan kesimpulan bahwa validitas isi diperlukan pada tahap pengembangan skala. Salah satu metode yang umum mengharuskan responden untuk mengelompokkan at au mengur ut kan i tem ber dasar kan kesamaannya unt uk membangun definisi konsep. Hal i ni dapat di lakukan dengan menggunakan pakar untuk mengeval uasi kesesuaian item dengan konsep yang di ukur . Indeks kesepakat an yang dapat dit er i ma har us dit entukan sebel um administr asi it em dan defi ni si.
Met ode yang lebi h bar u di kembangkan unt uk melakukan penil ai an kont en menggunakan teknik sor t asi dan anali sis faktor unt uk menilai secar a kuantitati f kecukupan kont en dar i serangkaian item yang bar u di kembangkan. Responden diminta untuk menil ai sejauh mana i tem sesuai dengan defi ni si konstr uk. Tanggapan kemudi an dianal isis menggunakan analisis fakt or dan item dinyatakan tepat dapat diper t ahankan untuk admi ni str asi selanjutnya ke sampel tambahan. Metode ketiga, ber dasar kan analisi s teknik var ians. ini . Tekni k ini sangat seder hana dan mudah dan memungkinkan uji st atisti k untuk menguji kelayakan kont en. Hal i ni dapat dilakukan dengan sampel yang r elatif kecil , sehingga dapat memini malkan biaya maupun w aku pengumpul annya. Meski demikian, Hitkin (1997) mencat at bahw a tak satu pun dar i tekni k i ni akan menjami n bahw a skal a memi liki konten yang vali d, namun akan member i kan bukti bahw a item t er sebut mer upakan ukur an yang wajar dar i konstr uksi di bawah pengujian dan mengur angi kebut uhan akan modifikasi skal a ber i kutnya.
Poli t dan Beck (2006) ber dasar kan hasil studinya member ikan kesimpul an bahwa kejelasan tent ang validasi kont en dalam studi pengembangan skal a diper l ukan. Mer eka menawar kan beber apa r ekomendasi yang akan memper baiki komuni kasi t entang vali di tas konten yang di gunakan penel iti mengenai penggunakan CVI untuk mengukur kesepakatan t entang r elevansi item. Meski demi ki an, Poli t dan Beck (2006) dan Polit et al., (2007) member ikan pembeda pada dua teknik kuantatif untuk mengevaluasi validitas konten yai tu I -CVI dan S-CVI . I-CVI lebih di tujukan untuk mengukur kesepakatan ahli di ti ngkat item, sedangkan S-CVI digunakan untuk mengukur kesepakat an ahl i di tingkat kuesioner secar a keselur uhan.
Wynd, Schmidt, & Schaefer (2003) member i kan kesi mpulan bahw a val iditas isi inst r umen seri ng dit emukan melalui t injauan ahl i kual itatif, namun anal isis kuanti tat if t er hadap kesepakatan peninjau juga di anjur kan dalam l iter atur . Dua pendekat an kuanti tat if digunakan ol eh mer eka untuk mengembangkan skala Risiko Osteopor osi s (ORAT) yait u I ndeks Validitas Isi (CVI) dan koefisien kappa mul tir ater .
Rubi o et al., (2003) dalam ar tikel “Obj ect ifying cont ent vali di t y: conducting a cont ent validit y st udy in social work r esear ch” member i kan simulasi bagai mana menguji validitas isi. Meski pun val iditas isi ber sifat subjektif, menggunakan beber apa t ekni k seper ti i nt er at ed agr eement, cont ent validit y index (CVI), dan fact ori al validit y index dapat meningkat kan objektivitas hasil uji. Seper ti halnya Hi tkin (1997), mer eka juga ber kesimpulan bahwa penguji an vali dit as ber sifat ter us mener us dan ti dak cukup menggunakan sal ah satu teknik dal am pengujiannya.
Ber dasar kan ur aian di atas dapat di nyatakan bahw a vali dit as konten masi h penting di gunakan sebagai langkah awal pengembangan instr umen. Meski pun tidak ada kesepakat an ahli mengenai tekni k yang digunakan, namun ber bagai r iset ter kini umumnya menggunakan gabungan metode kual itatif (inter view, FGD, pendapat ahli ) unt uk memper oleh validitas kont en yang memadai.
5.
Kesimpulan dan Rekomendasi
kesepakat an par a ahli pada item, atau S-CVI pada kuesi oner secar a keselur uhan. Teknik statisti c lain seper ti koefi si en Kappa, ANOVA, dan kor el asi juga masi h lazim digunakan dalam pr oses pengujian aw al kuesioner .
Daftar Pustaka
Ai ken, L. R. (1980). Content vali di ty and r eliabilit y of single i tems or quest ionnair es. Educat ional and psychological measur ement, 40(4), 955-959.
Ai ken, L. R. (1985). Thr ee coeffici ents for analyzing the r eli abil ity and val idi ty of r ati ngs. Educat i onal and psychological measur ement, 45(1), 131-142.
Azwar , S. ( 2012). Rel iabilt as dan Validit as. Edisi 4. Yogyakar t a : Pustaka Pelajar .
DeVon, H. A., et. al. (2007). psychometr ic Toolbox for testing Vali di ty and Reliabili ty. Jour nal of Nur sing scholar ship, 39 (2), 155-164.A
Embr etson, S.E. (2007). Const r uct Validity: A Uni ver sal Vali dit y System or Just Another Test Evaluation Pr ocedur e?. Educat ional Resear cher, Vol. 36, No. 8: 449-455
Fur r , M. (2011). Scale const r uction and psychomet rics for soci al and per sonalit y psychology. SAGE Publications Ltd.
Gr owth – Mar nat, G. (2010). Handbook of Psychol ogical Assessment. Ter j. Soet jipto, H.P & Soetji pto, S.M. Yogyakar t a : Pustaka Pel ajar
Kowsalya, D. N., Lakshmi, H. V., & Sur esh, K. P. (2012). Devel opment and Vali dati on of a Scale t o assess Emotional Matur ity in Mil d Intellectually Disabl ed Chil dr en. Language in I ndia, 12(6).Landis, J. R., Koch, G. G. (1977). The measur ement of obser ver agr eement for cat egor ical data. Bi omet r i cs 33:159-174
Lawshe, C. H. (1975) . A quantitati ve appr oach to cont ent validity. Personnel psychology, 28(4), 563-575.
Li ssitz, R. W., & Samuel sen, K. (2007). A suggested change i n t er mi nology and emphasi s r egar ding val idi ty and educati on. Educat ional r esear cher, 36(8), 437-448.
Poli t, D. F., & Beck, C. T. (2006). The content val idity index: ar e you sur e you know what's being r epor ted? Cr i tique and r ecommendations. Resear ch i n nur sing & heal t h, 29(5), 489-497. Poli t, D. F., Beck, C. T., & Ow en, S. V. (2007). I s the CVI an accept abl e indi cator of content vali di ty?
Appr aisal and r ecommendati ons. Resear ch in nur sing & healt h, 30(4), 459-467.
Rubio, D. M., Ber g-Weger , M., Tebb, S. S., Lee, E. S., & Rauch, S. (2003). Objectifying cont ent validity: Conducting a content validity study in soci al wor k r esear ch. Social w or k r esear ch, 27(2), 94-104.
Sekar an, U, (2006). Met ode Peneliti an Bisnis. Jakar ta : Salemba Empat
Sur yani , & Hendr yadi. (2015). Met ode Riset Kuantit ati f Teor i dan Aplikasi Pada Penel itian Bi dang Manajemen dan Ekonomi Islam. Jakar ta: Pr enadamedi a Group.
Wynd, C. A., Schmidt , B., & Schaefer , M. A. (2003). Tw o quanti tat ive appr oaches for estimating content validity. West er n Jour nal of Nur sing Resear ch, 25(5), 508-518.