• Tidak ada hasil yang ditemukan

Psikologi Kognitif Ilmu Kedokteran docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Psikologi Kognitif Ilmu Kedokteran docx"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI PSIKOLOGI KOGNITIF DAN CIRI AKTIVITAS MANUSIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Compiled by

Ary Azhari F21107012

Feby Ilviana 2012-83-024

Email:[email protected]

ABSTRACT

This journal research aimed to elaborate the plot of cognitive learning theory which is based on psychology side and human activity. Something very important here was the psychology aspect itself, disclosed and paid attention for its important roles in society.

The method which used in analyzing the data in this journals was descriptive method or qualitative, which described and explained Cognitive psychology and Human Activity lecture regular in Medical Faculty by observing its scope of the problems.

(2)

psychology in medical science is very important to analyze the social phenomenon as its application in society.

ABSTRAK

Penelitian jurnal kuliah ini bertujuan untuk menguraikan alur teori pembelajaran kognitif berbasis psikologi serta sifat umum aktivitas jiwa manusia. Sesuatu yang sangat penting disini adalah aspek-aspek dari psikologi kognitif itu sendiri, memperhatikan dan mengungkapkan peranan penting dari psikologi itu sendiri dalam kehidupan bermasyarakat.

metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah metode deskriptif atau metode penelitian kualitatif dimana dalam metode ini menggambarkan dan menjelaskan materi-materi perkuliahan reguler pada fakultas kedokteran mengenai psikologi kognitif dan aktivitas jiwa manusia dengan memperhatikan latar belakang rumusan masalahnya.

Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh bahwa segala aktivitas-aktivitas manusia itu dilandasi oleh aspek psikologis. Pemrosesan suatu informasi menjadi pengetahuan karena adanya aspek psikologi yang berbasis kognitif, dimana manusia dapat menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi. Ciri aktivitas yang lain pun seperti melihat, menanggapi, mencium, ataupun berfantasi yang semua itu merupakan aktivitas yang relevant dengan ilmu psikologi. Disamping itu, kenyataan menunjukkan bahwa ilmu psikologi dalam dunia kedokteran sangatlah penting untuk dipelajari dalam menganalisa gejala-gejala social pada masyarakat sebagai bentuk dari pengaplikasiannya sendiri.

PENDAHULUAN

Seorang manusia terdiri dari psikis (jiwa), fisik dan sosial. Pada umumnya, para ahli mengemukakan, bahwa kepribadian manusia berupa kombinasi antara badan dan jiwa.

(3)

yaitu dari kata Psyche dan Logos. Secara etimologis atau pengertian, psyche berarti jiwa, roh, sukma, atau nafas hidup sedangkan logos berarti ilmu atau studi. Jiwa manusia menyangkut persepsi pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, dan tingkah laku. Fisik manusia menyangkut anatomi, fisiologi, biokimia, farmakologi, patologi (Ilmu Kedokteran Jiwa, 1996). Jadi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku seseorang baik yang Nampak maupun yang tidak Nampak,atau ilmu yang menyelidiki perilaku, penghayatan manusia ditinjau dari fungsinya sebagai subyek. Setiap individu mengalami pergolakan dari luar dan dari dalam dirinya, dan ia akan mengadakan jawaban berupa aktivitas sebagai tahap penyesuaian diri. Psikologi memegang prinsip bahwa segala sesuatu mempunyai sebab hingga timbul aktivitas.

Psikologi terbagi atas beberapa spesialisasi. Salah satunya adalah Psikologi Kognitif. Psikologi kognitif adalah salah satu cabang dari psikologi dengan pendekatan kognitif untuk memahami perilaku manusia. Psikologi kognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi (Wikipedia).

Tujuan dari penulisan jurnal kuliah ini tak lain adalah menguraikan alur teori pembelajaran kognitif berbasis psikologi serta sifat umum aktivitas jiwa manusia yang ditinjau dari segi psikologi kognitif. Adapun manfaat dari penulisan jurnal ini adalah untuk memberikan wawasan kepada pembaca mengenai gambaran psikologi kognitif serta sudut pandangnya dan membantu para pembaca menemukan beberapa alasan mengapa psikologi kognitif itu penting.

BAHAN DAN METODE

(4)

ajar dari Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon yang dibawakan oleh Prof. Dr. Kempa.

Penelitian ini menitikberatkan pada kajian – kajian pustaka dalam mencari bahan-bahan yang akan digunakan dalam menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan yang ada dan nantinya akan di bahas pada bagian hasil dan pembahasan.

LITERATURE REVIEW

Sebelumnya, terdapat banyak penelitian yang dilakukan mengenai psikologi kognitif Sehingga, dalam upaya menguraikan ilmu psikologi kognitif ini, dilakukan studi pustaka sebagai salah satu alat dari penerapan metode penelitian. Diantaranya adalah mengidentifikasi kesenjangan (identify gaps), menghindari pembuatan ulang (reinventing the wheel), mengidentifikasi metode yang pernah dilakukan, meneruskan penelitian sebelumnya, serta mengetahui orang lain yang spesialisasi dan area penelitiannya sama dibidang ini. Dalam hal ini penulis mengambil dua sampel peneliti sebelumnya yang mengkaji bidang terkait untuk dijadikan literature review. Adapun Literature Review tersebut adalah sebagai berikut:

(5)

neurosains, bertindihan dengan disiplin seperti psikologi fisiologis, psikologi kognitif dan neuropsikologi.

- Penelitian yang dilakukan oleh Angela Astrid pada tahun 2012 yang berjudul “Pekerjaan di bidang psikologi yang menggunakan computer sebagai media utama”. Penelitian ini menjelaskan bagaimana sistem pengajaran yang dilakukan oleh aktor-aktor, seperti guru atau dosen yang memakari ilmu psikologi kognitif menggunakan media komputer sebagai sarana utama dalam memfasilitasi penelitian psikologis dan membuat menyimpan data bagi para peneliti masa depan untuk dimanfaatkan.

Penelitian-penelitian diatas pada dasarnya membahas objek yang serupa, yaitu Psikologi Kognitif. Namun, yang menjadi inti benang merah yang membedakan penelitian-penelitian diatas dengan penelitian-penelitian ini adalah rumusan masalah yang akan dikaji. Penelitian ini akan mengungkapkan dan menjelaskan alur teori pembelajaran secara kognitif dan sifat umum aktivitas jiwa manusia serta pentingnya mempelajari ilmu psikologi kognitif.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa psikologi kognitif merupakan suatu studi ilmiah mengenai proses mental atau aktivitas pikiran. Psikologi ini mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi. Dengan kata lain, psikologi kognitif menfokuskan studi-studinya pada bagaimana pikiran manusia memproses informasi sehingga menjadi pengetahuan yang disimpan dalam ingatan, kemudian menggunakan pengetahuan itu dalam melakukan tugas-tugas atau aktivitas-aktivitasnya. Oleh karena pengetahuan itu diperoleh melalui informasi yang diproses lebih lanjut, maka psikologi kognitif juga sering disebut psikologi pemrosesan informasi.

(6)

disimpan didalam ingatan kemudian dimunculkan kembali. Selanjutnya yang ketiga yaitu bagaimana pengetahuan itu digunakan seseorang untuk mengarahkan sikap-sikap dan perilaku-perilakunya. Berdasarkan hasil pengamatan tinjauan pustaka yang saya lakukan sejauh ini, maka saya menghubungkan dan menguraikannya dalam alur gambar teori pembelajaran kognitif karangan Prof. Dr. Muhammad Unesa tentang pengolahan informasi seperti ini :

Gambar tersebut menunjukkan titik awal dan akhir dari peristiwa pengolahan informasi. Garis putus-putus menunjukkan batas antara kognitif internal dan dunia eksternal. Dalam model tersebut tampak bahwa stimulus fisik seperti cahaya, panas, tekanan udara, ataupun suara ditangkap oleh seseorang dan disimpan secara cepat di dalam sistem penampungan penginderaan jangka pendek. Apabila informasi itu diperhatikan, maka informasi itu disampaikan ke memori jangka pendek dan sistem penampungan memori kerja. Apabila informasi di dalam kedua penampungan tersebut diulang-ulang atau disandikan, maka dapat dimasukkan ke dalam memori jangka panjang.

Kebanyakan, peristiwa lupa terjadi karena informasi di dalam memori jangka pendek tidak pernah ditransfer ke memori jangka panjang. Tapi bisa juga terjadi karena seseorang kehilangan kemampuannya dalam mengingat informasi yang telah ada di dalam memori jangka panjang. Bisa juga karena interferensi, yaitu terjadi apabila informasi bercampur dengan atau tergeser oleh informasi lain.

(7)

ilmu yang menjelaskan seputar tingkah laku manusia yang lebih kompleks, misalnya berpikir dan pemecahan masalah. Hal inilah yang merupakan salah satu faktor pendorong berkembangnya teori belajar psikologi kognitif.

Ada dua bentuk pelancaran dalam membangkitkan ingatan, yaitu pelancaran proaktif, dimana seseorang mengingat informasi sebelumnya apabila informasi yang baru dipelajari memiliki karakter yang sama dan pelancaran retroaktif, dimana seseorang mempelajari informasi baru akan memantapkan ingatan informasi yang telah dipelajari (Prof.Dr. Muh. Unesa,Teori Belajar Kognitif). Menurut saya, hal inilah yang merupakan faktor pelengkap untuk teori belajar kognitif sebagai pemecahan masalah dalam hal pemrosesan informasi yang tidak didapatkan dalam teori belajar aliran behaviorisme.

Faktor pendorong lainnya adalah Munculnya teori perkembangan kognitif dari Jean Piaget, seseorang ahli psikologi dari Swiss. Piaget membagi beberapa tahap perkembangan kognitif manusia dari usia anak-anak sampai dewasa. Misalnya, bagaimana anak-anak dapat memahami konsep-konsep. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang menurutnya, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan (Wikipedia). Barangkali faktor ini adalah yang paling penting, yaitu perkembangan pendekatan pemrosesan informasi. Pendekatan ini berasal dari ilmu komunikasi dan komputer. Yang harus di perhatikan disini adalah dua komponen penting didalam pemrosesan informasi:

- Proses mental atau berpikir yang diinterpretasikan sebagai alur penerimaan informasi seperti yang berlaku pada sebuah komputer, yang harus melalui beberapa tahapan,

(8)

Selanjutnya, Sifat-sifat umum aktivitas manusia yang merupakan bagian dari tujuan penulisan jurnal perkuliahan ini akan dipaparkan lebih lanjut. Pada dasarnya psikologi mempersoalkan masalah aktivitas manusia. Baik yang dapat diamati maupun yang tidak. Secara umum aktivitas-aktivitas dan penghayatan itu dapat dicari beberapa kaidah hukum psikologi yang mendasari hukum-hukum tersebut. Setidaknya, ada delapan bentuk aktivitas manusia yang relevan dengan ilmu psikologi, antara lain:

1. Perhatian

Beberapa ahli mengemukakan definisi tentang Pengertian. Menurut Dakir ( 1993 : 114 ) ”Perhatian adalah keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar individu sedangkan pendapat senada dikemukakan oleh Slameto ( 1995 : 105) yang menyebutkan bahwa Perhatian adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dalam hubungan nya dengan pemilihan rangsangan yang datang dari lingkungannya. Dalam sebuah proses, perhatian melibatkan pemusatan pikiran dan tugas tertentu sambil berusaha mengabaikan stimulus lain yang mengganggu/tidak relevan. Para ahli psikologi membagi perhatian ini kedalam tipe-tipe, yaitu perhatian bekelanjutan, perhatian selektif dan perhatian terbagi. Ada beberapa macam perhatian, diantaranya ialah Kalau kita lihat dari derajatnya, maka akan terdapat perhatian yang tinggi dan perhatian yang rendah. Rentetan derajat perhatian itu mempunyai perbedaan yang kualitatif. Orang yang melakukan perhatian yang tinggi kadang-kadang sampai melupakan waktu dan keadaan sekelilingnya. Yang kedua adalah kalau kita lihat dari cara timbulnya, maka akan terdapat perhatian yang spontan dan perhatian yang spontan dan perhatian yang refleksip. Dikatakan perhatian yang spontan apabila timbulnya itu dengan sendirinya. Sedang perhatian refkeksip kalau timbulnya dengan disengaja juga disertai dengan kemauan yang kuat.

(9)

penyelidik, seorang yang sedang mengintai dan sebagainya. Sedang kepada perhatian jenis kedua kalau ditujukan kepada beberapa objek bersama-sama, misalnya seorang sopir yang sedang menjalankan mobilnya, seorang dalang yang sedang menjalankan tugasnya dan sebagainya. Keempat, kalau kita lihat dari tabahnya, ada perhatian yang luas dan ada perhatian yang sempit. Perhatian luas pada banyak hal sama dengan perhatian yang merata, sedang perhatian yang sempit kalau hanya tertuju pada objek-objek yang tertentu juga terbatas. Kelima, kalau kita lihat dari sifatnya, ada perhatian yang statis dan ada perhatian yang dinamis. Orang berperhatian tetap, kalau dalam waktu yang lama berturut-turut dapat melakukan suatu tugas dengan perhatian yang kuat. Sedangkan perhatian yang dinamis kalau pemusatannya itu berubah-ubah atau selalu berganti objek. Terakhir adalah pehatian habitual yaitu perhatian yang menunjukkan pada kecenderungan individu untuk memperhatikan kekuatan merangsang jenis tertentu dalam setiap keadaan lingkungan dengan meninggalkan perangsang-perangsang lainnya (DR. Wayan Ardhana, Pokok-Pokok Ilmu Jiwa Umum, hal. 74).

Disamping itu, perhatian dapat dipengaruhi oleh factor-faktor tertentu. Faktor-faktor ini dapat berupa faktor obyektif dan subyektif. Yang dimaksud dengan faktor obyektif adalah sifat daripada obyek atau benda-benda yang menarik perhatian kita terlepas dari kemauan dan pengalaman kita. Sedang faktor subyektif adalah faktor-faktor berhubungan dengan keadaan, kondisi diri pribadi, sikap dan batin tertentu yang memperhatikan obyek tersebut. Yang termasuk dalam faktor-faktor obyektif adalah :

a. Yang trmasuk faktor-faktor objektif

 Perangsang ang berubah-ubah menarik perhatian kita  Perangsang yangluar biasa menarik perhatian kita  Perangsang yang tiba-tiba menarik perhatian kita

 Benda-benda yang mempunyai bentuk tertentu akan lebih menarik perhatian kita dibanding benda-benda yang bentuknya tidak tertentu.

 Benda-benda yang berhubungan dengan kebutuhan dasar kita biasanya menarik perhatian itu.

b. Yang termasuk faktr-faktor subjektif

(10)

 Minat (interest) menentukan perhatian.  Perasaan menentukan perhatian.  Mode menentukan perhatian.

 Keadaan yang dibayang-bayangkan mengarahkan perhatian kepada segala sesuatu yang ada hubungannya dengan keadaan itu.

 Kebiasaan menentukan perhatian (Drs. Dakir, Pengantar Psychologi Umum, hal.181).

Berdasarkan analisa di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa aktivitas yang disertai dengan perhatian intensif akan lebih sukses, prestasinya lebih tinggi, khususnya para akademisi-akademisi. Alangkah baiknya kalau tiap-tiap pelajaran dapat diterima oleh mahasiswa dengan perhatian yang cukup intensif. Perhatian spontan atau perhatian tak disengaja cenderung untuk berlangsung lebih lama dan lebih intensif dari pada perhatian yang disengaja. Alangkah baiknya kalau pelajaran-pelajaran dapat diterima oleh mahasiswa dengan perhatian yang spontan. Juga, dalam kenyataannya sebagian besar pelajaran justru diterima oleh mahasiswa dengan perhatian yang disengaja. Karena itu, dosen seharusnya selalu berusaha untuk menarik perhatian mahasiswanya.

2. Pengamatan

Berdasarkan pendapat dari para ahli, saya menyimpulkan bahwa pengamatan (dalam hal ini menyangkut panca indra) atau observasi adalah metode atau cara-cara yang menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung.

Dunia pengamatan biasanya dilukiskan menurut aspek pengaturannya, supaya memungkinkan subyek melakukan orientasi, sebagai berikut:

(11)

 Pengaturan menurut sudut pandang waktu. Menurut sudut pandang waktu ini dunia pengamatan dilukiskan dengan pengertian-pengertian: masa lampau, kini dan masa yang akan datang dalam berbagai variasinya.

 Pengaturan menurut sudut pandang Gestalt. suatu Gestalt adalah sesuatu yang merupakan kebetulan dan dapat berdiri sendiri lepas dari yang lain, misalnya: rumah, orang, meja, kursi, gambar, dan sebagainya.

 Pengaturan menurut sudut pandang arti. Obyek-obyek yang kita amati kita beri arti atau kita amati menurut artinya bagi kita. sebuah pabrik, sebuah rumah sekolah, sebuah rumah kediaman, sebuah gereja, sebuah garasi mobil, mungkin dipandang dari segi bangunan menunjukkan banyak persamaan satu sama lain, tetapi dipandang dari segi artinya menunjukkan hal yang sangat berbeda satu sama lain. dan kita melukiskan dunia pengamatan kita justru menurut artinya itu. demikian pula bunyi lonceng pabrik, dan bunyi lonceng gereja menurut bunyinya banyak persamaannya, tetapi menurut artinya sangat berbeda satu sama lain.

Masih menyangkut panca indra, aktivitas yang dilakukan panca indra yang lain adalah pendengaran. Mendengar adalah menangkap bunyi-bunyi (suara) dengan indra pendengar. Karena hal demikian, maka bunyi itu dapat berfungsi dua macam, yaitu sebagai tanda (signal), dan sebagai lambang. Yang ketiga adalah rabaan. Istilah raba ini mempunyai 2 arti, yaitu meraba, sebagai perbuatan aktif, yang meliputi juga indra keseimbangan atau kinestesi, dan Pengalaman raba secara pasif, yang melingkupi pula beberapa indera, atau kemampuan lain, yaitu:

o indera untuk sentuh dan tekanan

(12)

o indera untuk merasa sakit, dan

o indera untuk vibrasi.

Selanjutnya adalah penciuman. Penciuman dilakukan oleh hidung yang merupakan alat visera (alat dalam rongga badan) yang erat hubungannya dengan gastrointestinalis. Di dalam hidung, terdapat Olfaktori, yan merupakan organ pendeteksi bau yang berasal dari makanan. Pada manusia, bau mempunyai muatan afeksi yang bisa menyenangkan atau membangkitkan rasa penolakan dan keterlibatan memori, selain itu bau juga penting untuk nafsu makan.Kualitas bau itu boleh dikatakan tak terhingga variansinya. Henning (1924) membedakan adanya enam macam bau utama (bau pokok), yaitu:

 Bau bunga

 Bau akar

 Bau buah

 Bau getah

 Bau busuk

 Bau sangit

(13)

menyenangkan akan memicu tingkah laku menjauh. Dan bau juga akan memicu memori dari pengalaman emosional di masa lalu. Reseptor untuk penciuman merespon zat kimia, terutama jika zat tersebut mudah menguap. Reseptor penciuman terletak di atas nsal passages. Reseptor ini terletak di duacelah kecil, satu di sebelah kiri dan satu di sebelah kanan, di langit-langit nasal passages. Karena mereka berada di pinggir jalur utama dari udara yang masuk dalam proses bernapas normal, indra penciuman kita relatif tumpul ketika kita bernapas normal dan perlahan.

Pencecapan juga merupakan salah satu aktivitas manusia yang diperankan oleh panca indra. Dalam kehidupan sehari-hari, variasi rasa cecapan itu dibedakan menjadi banyak sekali, akan tetapi indra pencecap hanya peka terhadap empat macam rasa, yaitu:

 Manis,

 Asam,

 Asin, dan

 Pahit.

3. Tanggapan

(14)

yang berada dalam kesadaran, dan kebanyakan berada di bawah sadar. Diantara kedua keasadaran terdapat batas pemisah yang disebut “ ambang kesadaran ”. tanggapan yang mengendap di bawah kesadaran dapat muncul kembali ke alam kesadaran, dan yang semula memang berada di ambang kesadaran itu selalu ada dan muncul secara mekanis.

Tanggapan yang lemah adalah secara statis alam, sedangkan tanggapan yang kuat adalah lebih besar kecenderungannya untuk muncul kembali ke alam kesadaran. Kemunculan tanggapan ke alam kesadaran itu menunggu adanya rangsangan yang relevan atau dapat bersatu dengan tanggapan yang bersangkutan. Hal ini terjadi dengan menggunakan tanggapan ingatan ataupun antisipasi tanggapan yang akan datang, kecuali pada bayi yang ingatan dan fantasinya belum berfungsi.

Tanggapan yang muncul ke alam kesadaran dapat mendapat dukungan atau mungkin juga rintangan dari tanggapan lain. Dukungan terhadap tanggapan akan menimbulkan rasa senang. Sedangkan rintangan terhadap tanggapan akan menimbulkan rasa tidak senang. Kecenderungan untuk mempertahankan rasa tidak senang dan menghilangkan rasa tidak senang memancing bekerjanya kekuatan kehendak atau kemauan. Kemauan ini sebgai penggerak tingkah laku, maka hendaknya pendidikan mampu mengembangkan dan mengontrol tanggapan-tanggapan yang ada pada anak didik, sehingga dengan demikian akan berkembang suatu kondisi motivasi bagi perbuatan belajar anak didik.

Untuk memudahkan pensifatan tanggapan biasanya ditempuh dengan jalan membuat perbandingan antara tanggapan dan pengamaatan.

Ada tiga macam tanggapan:

 Tanggapan masa lampau atau tanggapan ingatan.

(15)

 Tanggapan masa kini atau tanggapan representatif.

Biasanya orang mengemukakan deretan gejala dari yang paling berperaga, dengan berpangkal pada pengamatan, sampai ke paling yang kurang berperaga, yaitu berpikir. Tanggapan juga memainkan peran penting khususnya paa pelajar atau mahasiswa. Karena itu seyogianyalah tanggapan tersebut diperkembangkan dan dikontrol sebaik-baiknya.

4. Fantasi

Fantasi dilukiskan sebagai fungsi yang memungkinkan manusia untuk berorientasi dalam alam imajinir, melampaui dunia riil. Klasifikasi fantasi itu sendiri mempunyai 3 hal yaitu Fantasi tak disadari ataufantasi yang terjadi dengan tak sengaja daan Fantasi disadari atau fantasi yang terjadi dengan sengaja.

Fantasi juga mempunyai nilai praktis tersendiri, utamanya dalam kehidupan sehari-hari. Fantasi memungkinkan orang menempatkan diri dalam hidup kepribadian orang lain, dengan demikian maka dia dapat memahami sesama manusia. Hal yang demikian itu adalah bekal yang harus ada untuk lancarnya hubungan antar manusia untuk pergaulan.

Fantasi memungkinkan orang untuk menyelami sifat-sifat kemanusiaan pada umumnya, dengan demikian maka dia dapat memahami kebudayaan asing, memahami nilai-nilai kemanusiaan pada umumnya. Selanjutnya, fantasi memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari kesukaran yang dihadapi, melupakan kegagalan-kegagalannya di masa lampau. Disamping itu, Fantasi memungkinkan manusia untuk menciptakan sesuatu yang dikejar, membentuk masa depan yang ideal dan berusaha merealisasikannya.

(16)

Ingatan atau sering disebut memory adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Ingatan akan dipelajari lebih mendalam di psikologi kognitif dan ilmu saraf. Pada umumnya para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Apa yang telah diingat adalah hal yang pernah dialami, pernah dipersepsinya, dan hal tersebut pernah dimasukkan kedalam jiwanya dan disimpan kemudian pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Ingatan merupakan kemampuan untuk menerima dan memasukkan (learning), menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali apa yang pernah dialami (remembering).

Dalam proses mengingat informasi ada 3 tahapan yaitu memasukkan informasi (encoding), penyimpanan (storage), dan mengingat (retrieval stage) (Walgito, Bimo. 2010).

Soal mengingat dan lupa biasanya juga ditunjukan dengan satu pengertian saja, yaitu retensi, karena memang sebenarnya kedua hal tersebut hanyalah memandang hal yang satu dan sama dari segi yang berlainan. Hal yang diingat adalah hal yang tidak dilupakan, dan hal yang dilupakan adalah hal yang tidak diingat (tak dapat diingat kembali). Maka dari itu, sistem reproduksi dalam ingatan mempunyai peranan yang sangat penting. Reproduksi adalah pengaktifan kembali hal-hal yang telah dicamkan. Dalam reproduksi ada dua bentuk, yaitu mengingat kembali dan mengenal kembali.

Adapun beda antara mengingat kembali dan mengenal kembali adalah pada mengingat kembali tak ada obyek yang dapat dipakai sebagai tumpuan atau pegangan dalam melakukan reproduksi itu dan Pada mengenal kembali ada sesuatu yang dapat dipakai sebagai tumpuan dalam melakukan reproduksi itu sebagai obyek untuk mencocokan.

6. Berpikir

(17)

Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-pengertian. “Berpikir” mencakup banyak aktivitas mental.

Adapun dari proses berpikir itu erat kaitannya dengan bahasa, sebab manusia dapat membentuk ratusan bahkan ribuan simbol-simbol dalam otak. Namun bukan hanya dengan bahasa saja proses berpikir itu muncul, tetapi dapat juga dengan image. Hal itu lah yang disebut dengan visual map yaitu gambaran tentang apa yang akan kita hadapi. Gambaran yang kita dapatkan itu perlahan akan dapat kita klasifikasikan. Namun hal terbesar dalam proses berpikir ialah bahasa, karena dengan bahasa biasa digunakan seseorang untuk mengeluarkan hasil pikirannya. Proses atau jalannya berpikir itu pada pokoknya ada tiga langkah, yaitu pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, dan penarikan kesimpulan.

Menurut saya, proses berpikir inilah di dasari dengan cara memperoleh suatu konsep. Proses memperoleh konsep ada yang secara disengaja dan ada juga yang secara tidak sengaja. Sengaja dalam hal ini ialah dapat dikatakan konsep ilmiah yaitu konsep yang didapatkan. Konsep ini memiliki prosedur tertentu dikarenakan perolehannya yang betul-betul teliti dan menggunakan dasar-dasar ilmiah. seperti yang telah disebutkan oleh Walgito Bimo dalam bukunya “Pengantar Psikologi Umum” dalam menganalisa cahaya sebagai contohnya.

 Tingkat analisis. Tingkat ini mengacu perhatian pada setiap setiap sumber-sumber cahaya. Mengenai sifatnya, dan dicatat sebagai suatu penelitian.

 Tingkat Komperasi. Tingkat ini menemukan sifat umum dan sifat khusus dari cahaya yang telah diteliti sebelumnya.

(18)

 Menyimpulkan. Tingkat ini adalah hasil dari penelitian sebelumnya yang akan memberi informasi atau gambaran bahwa “cahaya adalah kumpulan beberapa zat yang dapat memberi penerangan dan memiliki massa”.

Pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan merupakan suatu rangkaian dari berpikir. Membentuk pendapat adalah meletakan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Selanjutnya, pendapat dapat dibedakan menjadi 3 cara, yaitu:

Pendapat afirmatif, yaitu pendapat yang mengyakan, yang secara tegas menyatakan keadaan sesuatu.

Pendapat negatif, yaitu pendapat yang menidakan, yang secara tegas menerangkan tentang tidak adanya seuatu sifat pada sesuatu hal.

Pendapat modalitas atau kebarangkalian, yaitu pendapat yang menerangkan kebarangkalian, kemungkinan-kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal.

7. Perasaan

(19)

Terdapat dua jenis macam perasaan, yaitu Perasaan-perasaan jasmaniah (rendah) yang meliputi perasaan-perasaan indriah dan perasaan vital. Adapun Perasaan-perasaan rohaniah meliputi perasaan intelektual, perasaan kesusilaan, perasaan keindahan, perasaan sosial, perasaan harga diri, perasaan keagamaan.

8. Motif-motif

(20)

KESIMPULAN

Berdasarkan Hasil dan pembahasan analisis mengenai seputar alur psikologi kognitif serta aktivitas-aktivitas jiwa manusia yang berbasis psikologi, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. ilmu psikologi kedokteran khususnya menyangkut ranah kognitif sangatlah penting untuk dipelajari karena selain sebagai suatu media penghasil informasi, juga sebagai media yang menjadikan informasi tersebut sebagai pengetahuan yang berguna. Melaui prinsip-prinsip kognisi, seseorang dapat memproses informasi secara efisien dan terorganisasikan dengan baik. Disamping itu, implementasi dari ilmu psikologi telah menjadi bagian dari suatu kurikulum berbasis kompetensi mendasar bagi studi-studi psikologi manusia, khususnya dalam lmu kedokteran sebagai pengaplikasiannya sendiri.

2. Pandangan psikologi kognitif banyak mempengaruhi bidang-bidang psikologi yang lain, misalnya pendekatan kognitif banyak dipergunakan didalam psikologi sosial, psikologi konseling, psikologi pendidikan, psikologi konsumen dan psikologi politik.

(21)

SARAN

Dengan memahami dan mendalami pembelajaran psikologi kognitif dan sifat umum aktivitas jiwa manusia ini, maka dapat diharapkan utamanya para akademisi yang meliputi mahasiswa, pelajar, guru, ataupun dosen. Bagi para guru atau dosen agar sekiranya dapat mengambil sikap yang tepat dalam menghadapi mahasiswa sebagai peserta didik, sehingga mahasiswa dapat menerima ilmu yang diberikan dengan mudah.

DAFTAR PUSTAKA

Astrid,Angela (2012).Pekerjaan di bidang psikologi yang menggunakan computer sebagai media utama.Universitas Gunadarma:2012

Ekianasari,Sitta (2012).Sejarah Perkembangan Neuroscience Kognitif Dalam Bidang Akademis.Universitas Pancasila:2012

Lisal, dr. Sonny T (1996).Ilmu Kedokteran Jiwa.Universitas Hasanuddin, Makassar:1996

(22)

Unesa,Muh. Prof.Dr.(2012)TeoriBelajar Kognitif.Universitas Unesa,Surabaya:2012

Gambar

Gambar  tersebut  menunjukkan  titik  awal  dan  akhir  dari  peristiwa  pengolahan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat disumpulkan mengenai bentuk konflik sosial oleh Coser yang dialami oleh

Dokumen ini dan informasi yang dimilikinya adalah milik Jurusan Teknik Komputer- Diploma IPB dan bersifat rahasia. Dilarang untuk me-reproduksi dokumen ini tanpa diketahui oleh

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa substitusi 92:8 lebih mendekati kualitas yoghurt yang diharapkan dari segi sifat organoleptiknya, yaitu rasa, warna dan

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka penelitian ini menggunakan tema ”Analisis Perbedaan Faktor Kredibilitas, Minat Beli, dan Kelas Produk

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir dengan judul RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING LANGKAH KAKI DENGAN SENSOR MPU6050 BERBASIS ANDROID beserta seluruh isinya

Auditee Audit Internal Mutu, yaitu Audit sistem dan kepatuhan terkait implementasi capaian visi, misi, tujuan dan sasaran (VMTS) untuk Unit auditee dan sub auditee UPT

Shinto juga tidak memilik kitab suci, simbol ataupun nabi sebagai penemu atau penyebar agama pertama kali, jadi Shinto lahir dan berkembang secara alami dalam masyarakat,

6. Informed consent yang sudah di tanda tangani oleh pasien atau keluarga pasien disimpan dalam rekam medic.. Bila informed consent yang diberikan oleh pihak lain atau pihak ke