Samuji, S.Pd.,MM. Supriadi & Ahmad Niko
BENDAHARA Permata Kumala & Oping
REPORTER
Oping, Yunita, Nuryasin, Renanda, Ilma Beni, Della A,
Kartika P, Deserly, Cipta M.
KONTRIBUTOR Siswa, Guru & Karyawan
SEKRETARIS Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan ridha-Nya, Majalah Mekosi Sagansa edisi pertama bisa hadir ke hadapan pembaca. Penerbitan Mekosi Sagansa ini tidak lepas dari peran serta berbagai pihak. Oleh karena itu, segenap tim redaksi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memotivasi, membantu, dan berpartisipasi dalam penerbitan Mekosi Sagansa ini.
Pembaca yang dirahmati Allah, pada edisi pertama ini segenap tim redaksi mengangkat tema “Sagansa
Menggapai Prestasi”, yang menyuguhkan informasi tentang prestasi Sagansa, baik di bidang akademik maupun
nonakademik. Selain itu, juga disajikan sejarah dan profil sekolah yang belum banyak diketahui oleh warga sekolah, serta informasi-informasi yang penting dan menghibur para pembaca.
Kehadiran majalah sekolah Mekosi Sagansa ini diharapkan menjadi media aspirasi, inspirasi, dan
komunikasi warga sekolah. Diharapkan majalah ini dapat berlanjut sesuai dengan perkembangan zaman.
SMP Negeri 1 Gandusari mulai ada sejak tahun 1981 / 1982, statusnya filial ( kelas jauh ) dari
SMPNegeri 1 Wlingi dengan Kegiatan Belajar Mengajar menumpang di SDN 1 Semen Gandusari. Baru pada tahun pelajaran 1982/1983, tepatnya Oktober tanggal 9 tahun 1982 SMPN 1 Wlingi filial di Semen diresmikan berdiri sendiri dengan nama SMP Negeri 1 Gandusari yang sering dikenal dengan sebutan SMP SEMEN.SMP
Negeri 1 Gandusari saat ini memiliki gedung yang dapat menampung 900 siswa, terdiri 9 kelas VII, 9 kelas VIII dan IX kelas IX.Yang terletak Jalan Kelud No 1 Semen Gandusari.
Dari gedung inilah para siswa digembleng, dibina , dididik dan dibentuk agar menjadi manusia- manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa.
SMP N 1 Gandusari termasuk sekolah yang berpotensi dan berprestasi dengan bukti berbagai macam piala kejuaraan maupun piagam penghargaan yang diraih oleh siswa- siswinya
diantaranya atletik, Pramuka, PMR, Pelajar Teladan,Lomba Lingkungan Sekolah Sehat (LLSS) bisa berprestasi di tingkat Kabupaten, Propinsi bahkan di Tingkat Nasional.
K
KeeppaallaaSSeekkoollaahhyyaannggppeerrnnaahhmmeemmiimmppiinnSSMMPP11GGaanndduussaarrii
1997 - 2001
Kajan
Srengat - Blitar 1994 - 1997
Sakun Siswo H. Udanawu –Blitar
1992 - 1994
Karjani Ngunut – T.Agung 1990 - 1992
Suharjo Kota - Blitar 1982 - 1990
Siswaji Talun - Blitar
03
2012 - Sekarang
Samuji
Garum - Blitar Pebr-Sept 2012
Agus Susanto Sanan Kulon-Blitar
2008 - 2012
Suroyo
Wlingi - Blitar 2002 - 2008
Hari Suko S.
Wlingi - Blitar Juli-Sept. 2002
Soegiyat
Lodoyo - Blitar
2001 - 2002
Iskak Purwito
BERPIKIR MATANG SEBELUM BERTINDAK
MERUPAKAN LANGKAH YANG TEPAT SEBELUM MENGAMBIL
KEPUTUSAN
by Sulistyaningati
SAHABAT SEJATI ADALAH SAHABAT YANG SELALU ADA DALAM KEHIDUPAN KITA
M
M
I
I
S
S
I
I
:
:
1
1
.
.
U
U
n
n
g
g
g
g
u
u
l
l
d
d
a
a
l
l
a
a
m
m
p
p
e
e
n
n
c
c
a
a
p
p
a
a
i
i
a
a
n
n
r
r
a
a
t
t
a
a
-
-
r
r
a
a
t
t
a
a
n
n
i
i
l
l
a
a
i
i
U
U
N
N
.
.
2
2
.
.
U
U
n
n
g
g
g
g
u
u
l
l
d
d
a
a
l
l
a
a
m
m
l
l
o
o
m
m
b
b
a
a
O
O
S
S
N
N
.
.
3
3
.
.
U
U
n
n
g
g
g
g
u
u
l
l
d
d
a
a
l
l
a
a
m
m
l
l
o
o
m
m
b
b
a
a
a
a
t
t
l
l
e
e
t
t
i
i
k
k
.
.
4
4
.
.
U
U
n
n
g
g
g
g
u
u
l
l
d
d
a
a
l
l
a
a
m
m
l
l
o
o
m
m
b
b
a
a
k
k
e
e
p
p
r
r
a
a
m
m
u
u
k
k
a
a
a
a
n
n
5
5
.
.
U
U
n
n
g
g
g
g
u
u
l
l
d
d
a
a
l
l
a
a
m
m
l
l
o
o
m
m
b
b
a
a
U
U
K
K
S
S
d
d
a
a
n
n
P
P
M
M
R
R
.
.
6
6
.
.
U
U
n
n
g
g
g
g
u
u
l
l
d
d
a
a
l
l
a
a
m
m
k
k
e
e
a
a
g
g
a
a
m
m
a
a
a
a
n
n
.
.
7
7
.
.
U
U
n
n
g
g
g
g
u
u
l
l
d
d
a
a
l
l
a
a
m
m
p
p
e
e
m
m
a
a
n
n
f
f
a
a
a
a
t
t
a
a
n
n
t
t
e
e
k
k
n
n
o
o
l
l
o
o
g
g
i
i
s
s
e
e
b
b
a
a
g
g
a
a
i
i
s
s
u
u
m
m
b
b
e
e
r
r
b
b
e
e
l
l
a
a
j
j
a
a
r
r
.
.
8
8
.
.
U
U
n
n
g
g
g
g
u
u
l
l
d
d
a
a
l
l
a
a
m
m
k
k
e
e
s
s
e
e
n
n
i
i
a
a
n
n
.
.
9
9
.
.
U
U
n
n
g
g
g
g
u
u
l
l
d
d
a
a
l
l
a
a
m
m
p
p
e
e
n
n
g
g
e
e
l
l
o
o
l
l
a
a
a
a
n
n
l
l
i
i
n
n
g
g
k
k
u
u
n
n
g
g
a
a
n
n
.
.
VISI:
Unggul dalam mutu
(
IPTEK
) dan
berkepribadian
berdasarkan Iman
dan Taqwa (
IMTAQ
)
berbudaya dan
berwawasan
lingkungan.
Jumlah Pegawai: 63 orang Jumlah Siswa: 840 siswa
Luas Lahan 10.000 m2 Listrik PLN: > 15.000 watt
Air: PDAM Kurikulum :
KTSP
Jumlah Rombel: 3 x 9 rombel Ruang Kelas: 25 ruang Rata-rata NUN terakhir:
Bahasa Indonesia: 7.21 Bahasa Inggris: 6.71
Matematika : 5.72 Ilmu Pengetahuan Alam : 6.93
Blog Sekolah:
smpgandusari1.wordpress.com
B
B
E
E
L
L
A
A
J
J
A
A
R
R
D
D
A
A
R
R
I
I
K
K
E
E
H
H
I
I
D
D
U
U
P
P
A
A
N
N
L
L
A
A
N
N
D
D
A
A
K
K
Oleh: Samuji
Tahukah anda bahwa ternyata sesama hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu dengan lainnya.
Duri duri tajam yang mengitari tubuh mereka adalah penghalang utama mereka untuk melakukan hal di atas. Bahkan kepada anak kandungnya sendiri, landak sulit untuk merapatkan tubuhnya sendiri dengan tubuh anaknya yang masih kecil atau barusan dilahirkan. Ketika musim dingin tiba, membawa hembusan badai salju susul menyusul,
serta cuaca dingin yang menggigit tulang, dalam kondisi kritis seperti ini, maka para landak itu terpaksa saling merapat satu dengan lainnya, demi menghangatkan tubuh mereka ; meskipun mereka harus berjuang menahan perih dan sakitnya terkena duri-duri landak lain yang menusuk dan melukai kulit-kulit mereka.
Jika sekawanan landak itu telah merasakan sedikit kehangatan, maka segera saja mereka saling menjauh. Namun jika rasa dingin kembali merasuk ke dalam tubuh mereka, maka mereka akan
segera merapat lagi… dan demikianlah seterusnya sepanjang malam, landak-landak itu disibukan oleh kegiatan saling menjauh dan saling mendekat. Merapat terlalu lama akan membuat mereka banyak luka. Sementara jika mereka saling menjauh dalam waktu yang lama, maka rasa dingin bisa menewaskan mereka.
Nah teman, itu binatang landak! Sekarang bagaimana dengan kita manusia? Sering saya dengar pernyataan orang yang lagi konseling tentang luka hatinya. “Tapi kalau saya dekat-dekat lagi ama dia, saya sudah trauma dengan sikapnya, dengan kata-katanya yang kasar dan penuh makian.
Saya ga’ mau lagi tinggal bersamanya. Saya ga’ mau lagi bersahabat dengannya. Saya susah untuk
bisa mengampuninya sekali lagi.” Kata-kata itu selalu saya dengar dengan nada greget yang amat sangat, bahkan kemudian diakhiri dengan tetesan air mata.
Realita kehidupan kita membentangkan gesekan demi gesekan satu sama lain. Tanpa sadar gara-gara terlalu dekat dengan seseorang, kita sudah kurang kepekaan dalam mengucapkan
perkataan. Tapi dari gesekan itu mestinya kita belajar lagi sebuah cara baru untuk tetap mengasihi tapi tak melukai,
Selalu ada pilihan diantara 2 sikap. Menjauh dan tak terluka lagi oleh kata-kata dan sikap yang seperti duri landak itu. Tapi akhirnya kita menjadi pribadi yang anti sosial, menjauh dari berbagai
macam pergaulan sampe akhirnya kita menjadi pribadi yang “dingin”.
Ataukah kita mau mendekatkan kembali hubungan kita, agar kehangatan kasih itu kita dekap
kembali, tapi dengan resiko mungkin suatu hari nanti “duri” nya menusuk dan menyakiti lagi.
Anda pilih yang mana teman ?
” Sebagaimana baja mengasah baja, begitu pula manusia belajar dari sesamanya.”
K
K
I
I
S
S
A
A
H
H
I
I
B
B
U
U
D
D
A
A
N
N
A
A
N
N
A
A
K
K
Oleh: Samuji
Di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya. Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya kehutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya
dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.
Sesampai didalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan
mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini
terhadap ibunya. Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata, " Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai
dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah.”
Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si ibu pulang kerumah.
Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.
NB : "Orang Tua" bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya "Orang Tua" yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. "Orang Tua" kita tidak pernah
meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua. Namun "Orang Tua" kita akan tetap mengasihi kita. Mulai sekarang mari kita lebih mengasihi "Orang Tua" kita selagi mereka masih hidup.- Saya yakin sekali kalian pasti akan mengingat ini. Juga utk mengingatkan teman" dan sanak saudara.
BIYUNG OH...BIYUNG
Oleh: Sulistyaningati
NALIKA BAYI AKU TANSAH NGREPOTI NALIKA CILIK AKU TANSAH DI DIDIK NALIKA BOCAH AKU TANSAH DIGULAWENTAH NALIKA DEWASA AKU DIWULANG URIP PRASAJA
BIYUNG...TRESNAMU TAN ANA GINANTI BIYUNG...KEPINGIN DADI PUTRA KANG
BEKTI
BIYUNG...AKU DURUNG BISA NYENENGAKE ATI
BIYUNG...AKU DURUNG BISA MBALES BUDI
KAYA NGIPI ING TENGAHING RINA RASANE ATI KAYA SINAMBER BLEDHEG BIYUNG KAPUNDHUT ING ASTANE GUSTI BIYUNG...AJA SUMELANG, AKU TANSAH BEKTI
LAN
R
R
A
A
N
N
G
G
K
K
A
A
I
I
A
A
N
N
K
K
E
E
G
G
I
I
A
A
T
T
A
A
N
N
S
S
E
E
M
M
E
E
S
S
T
T
E
E
R
R
G
G
A
A
N
N
J
J
I
I
L
L
Catatan kami selama semester ganjil tahun 2014/ 2015 di SMPN 1 Gandusari telah dilaksanakan kegiatan:
1. Penerimaan peserta didik baru, meliputi:
a. Pengumuman penerimaan peserta didik baru. b. Pendaftaran calon peserta didik baru.
c. Pengambilan dan Pengolahan data peserta didik baru.
d. Pendaftaran (registrasi/ daftar ulang) peserta didik baru yang mendapat kesempatan
menjadi murid SMPN 1 Gandusari. 2. Masa orientasi siswa baru (MOS), meliputi:
a. Pengarahan tentang MOS pada semua siswa baru oleh Pengurus Osis.
b. Pengurus Osis memberikan
perlengkapan MOS, menyelenggarakan kegiatan untuk mengasah otak,
mengenal lingkungan sekolah. Misal melalui teka-teki.
c. Kegiatan MOS dilaksanakan selama 3 hari dan diberikan materi oleh Bapak/ Ibu Guru sesuai jadwal kegiatan MOS. 3. Workshop penilaian kurikulum 2013 yang
dipandu oleh Waka Kurikulum dan Tim Penilaian Sekolah, serta melibatkan nara sumber kabupaten (diantaranya Pengawas Pendidikan Kabupaten Blitar).
4. Menyiapkan dan melaksanakan kegiatan akreditasi sekolah diantaranya:
a. Semua warga sekolah mempersiapkan dengan sebaik mungkin.
b. Acesor dilakukan oleh BAP Propinsi Jawa Timur.
c. Semua siswa menerapkan prinsip 3S (senyum, salam, sapa) setiap saat, termasuk pada saat pelaksanaan akreditasi sekolah.
5. Validasi perangkat pembelajaran dilakukan oleh Pengawas Pendidikan Kabupaten Blitar pada semua guru dan karyawan untuk melihat dan menindak lanjuti persiapan sekolah dalam melaksanakan kegiatan. 6. Silaturahmi wali murid dengan warga
sekolah:
a. Wali murid diundang dalam acara HUT sekolah untuk mengikuti jalan sehat.
Kontributor
Elinda Vita Sari (9H) Dian Novita (9I) Khofifa Nurlaili (8I) Santi Ningrum (9I)
Diklat K13 Tahun 2014
Akriditasi Tahun 2014
Workshop Aplikasi Penilaian
Jalan Sehat Tahun 2014
b. Wali murid diundang untuk
menghadiri rapat setiap awal tahun pembelajaran untuk mengenalkan program sekolah, pejabat sekolah, guru serta karyawan sekolah. c. Kegiatan-kegiatan diatas dilakukan
untuk mempererat tali kekeluargaan, sebagai warga besar SMPN 1
Gandusari.
7. Kegiatan Pondok Ramadan: a. Kegiatan ini dilakukan secara
bergantian selama tiga minggu untuk semua kelas (kelas 7, kelas 8, dan kelas 9).
b. Kegiatan bertujuan untuk
meningkatkan akhlak siswa-siswa. c. Serangam yang digunakan berupa
busana muslim.
8. Halal Bihalal oleh seluruh warga SAGANSA: a. Setiap kelas menyiapkan makanan
ringan.
b. Setiap kelas bergilir untuk melakukan silaturahmi ke kelas lain.
c. Di lapangan upacara, semua warga sekolah berkumpul dan melaksanakan jabat tangan tanda saling memaafkan. 9. Perayaan HUT RI ke 69:
a. Warga sekolah melaksanakan upacara untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 di sekolah dan sebagian di lapangan kecamatan Gandusari. b. Diadakan beberapa kegiatan seperti
berbagai perlombaan untuk siswa, misalnya lomba berbaris.
c. Pengurus Osis sebagai perancang, pemandu pelaksanaan kegiatan, mencakup persiapan hadiah bagi pemenang lomba.
10.Acara Diesnatalis SMP 1 Gandusari: a. Diadakan jalan sehat bersama wali
murid.
b. Warga sekolah, melalui panitia diesnatalis menyiapkan doorpize, diantaranya 2 (dua) sepeda gunung.
c. Puncak acara dihadiri oleh Bapak Rijanto selaku Wakil Bupati Blitar. 11.Diklat aplikasi penilaian kurikulum 2013:
a. Diklat dilaksanakan siang hari setelah siswa pulang.
HUT RI Tahun 2014 Halal Bihalal
Tahun 2014 Idul Kurban
b. Diklat melibatkan nara sumber lokal yaitu Bapak Edy Sujoko, S.Pd.,M.Pd. 12.Diklat K13 bagi guru mata pelajaran:
a. Beberapa guru (mayoritas) mengikuti diklat pelaksanaan kurikulum 2013. b. Kegiatan dilanjutkan dengan proses pendampingan dalam melaksanakan kurikulum 2013 dilapangan oleh Instruktur Nasional.
c. Bapak Samuji, S.Pd.,MM dan Bapak Sidiq Sutiadi. S.Pd. M.Pd. menjadi Instruktur Nasional Kurikulum 2013. 13.Ulangan Tengah Semester Ganjil:
a. Dilaksanakan dimasing-masing kelas oleh masing-masing guru sesuai dengan jadwal yang telah dibuat oleh Waka Kurikulum.
b. Soal dibuat oleh masing-masing guru. c. Setiap siswa menerima laporan
penilaian tengah semester yang harus disampaikan pada wali murid masing-masing.
14.Diklat Osis dan Pelantikan Osis Baru: a. Dilaksanakan 2 (dua) hari, yaitu hari
sabtu dan minggu.
b. Diberikan materi kepemimpinan oleh guru Pembina Osis atau personal yang berkewajiban sesuai jadwal
kegiatannya.
c. Pelantikan dilaksanakan pada saat upacara bendera.
15.Penilaian Kinerja Kepala Sekolah tahap pertama.
16.Persami:
a. Dilaksanakan hari sabtu dan hari minggu.
b. Beberapa materi kepramukaan diberikan pada peserta oleh Pembina dan Dewan Galang.
c. Dilakukan kegiatan upacara api unggun dan beberapa permainan seru.
Wakil Bupati di HUT ke 32
Istiqosah di HUT 32
Jalan Sehat di HUT 32
Pelantikan OSIS 2014
Persami Tahun 2014
17.Diklat Palang Merah Remaja a. Dilakukan hari sabtu dan hari
minggu.
b. Diberikan 7 (tujuh) materi kepalang merahan oleh Pembina.
c. Pelantikan dilaksanakan di lapangan basket.
18.Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Tahap 2 (dua)
a. Penilaian dilakukan oleh Pengawas Pendidikan Kabupaten Blitar. b. Saat pelaksanaan penilaian proses
pembelajaran tetap berjalan. 19.Ulangan Akhir Semester Ganjil
a. Kegiatan dilakukan selama satu minggu.
b. Pelaksanaan dibagi menjadu dua tahap. Kelas 9 masuk pagi, sedang kelas 8 dan kelas 7 masuk siang. c. Masing-masing siswa diberi nomer
peserta dan didistribusikan untuk masing-masing ruangan. Setiap ruang ujian maksimal berisi 20 siswa untuk masing-masing kelas parallel. 20.Pembagian Raport:
a. Dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Desember 2014 (sesuai rencana sekolah).
b. Siswa yang bermasalah tetap dapat menerima raport, dam masalahnya diselesaikan setelah kegiatan penerimaan raport.
c. Raport diambil oleh wali murid. 21.Libur Semester Ganjil:
a. Dilaksanakan tanggal 22 Deember 2014 sampai dengan 4 Januari 2015 (2 minggu).
b. Liburan digunakan untu refreshing.
Rubrik ini mencoba
menyertakan media pembelajaran pada file yang terpisah dari file majalah MEKOSI Sagansa edisi elektronik. Kali ini kami menyertakan 2 hal yaitu:
Fungsi
Tryout Ujian Nasional 2010/2011 Mata Pelajaran Matematika Trayout Ujian Nasional 2011/2012
Mata Pelajaran Matematika
Diklat PMR 2014
UAS Kelas 7 & 8 Diklat
PMR 2014
Untuk mencoba
rubric
L
L
A
A
P
P
O
O
R
R
A
A
N
N
W
W
A
A
W
W
A
A
N
N
C
C
A
A
R
R
A
A
Dengan :
Kepala Sekolah (Samuji, S.Pd.,MM.)
Oleh :
Oping Setya Noarista dan Yunita Dwi Lestari : Siapakah nama + Gabriela Ersandika (semester 7 UM)
+ Maria Novena (kelas 1 SMPN 3 BLITAR) : Dimana alamat tempat tinggal Bapak? : Jln. Raya No.5 Ngebrak Garum-Blitar
• Diploma 2 IKIP SURABAYA (lulus tahun 1987)
• Sarjana S1 STKIP PGRI BLITAR (lulus tahun 2000)
• Pascasarjana
S2 UNIVERSITAS ISLAM KEDIRI (lulus tahun 2008)
+ Intruktur Nasional Kurikulum 2013 : Pernah menjadi apa saja pada saat
bersekolah?
: Jabatan pada saat bersekolah : + Ketua Kelas
+ Sekretaris osis di SMA
: Rintangan dan masalah apa yang Bapak hadapi untuk menuju kesuksesan?
: Ketika ada masalah Puji Tuhan, saya mengatasinya pasti lancar.
G
G
u
u
r
r
u
u
B
B
e
e
r
r
p
p
r
r
e
e
s
s
t
t
a
a
s
s
i
i
Oleh :
NURYASIN dan PERMATA KUMALA SARI
SMP Negeri 1 Gandusari, patut berbangga dengan adanya
guru yang berprestasi. Beliau bernama Sidiq Sutiadi, lahir di Blitar, 9 November 1967.
Nama orang tua beliau adalah Bapak Mukadi dan Ibu Sutiah. Nama Sidiq Sutiadi diambil dari nama Bapak Mukadi dan Ibu Sutiah sehingga menjadi Sidiq Sutiadi.
Bapak Sidiq Sutiadi, S.Pd.,M.Pd. lulus Sekolah Dasar pada tahun 1980 di SDN Ngadirenggo 1, lulus Sekolah Menengah Pertama pada tahun 1983 di SMP Negeri 2 Wlingi, lulus Sekolah Menengah Atas pada tahun 1986 di SMAN 1 Talun, lulus D3 pada tahun 1989 di IKIP Negeri
Malang, lulus S1 pada tahun 2000 di STKIP PGRI Malang, dan lulus S2 pada tahun 2013 di Universitas Darul Ulum, Jombang
Bapak Sidiq Sutiadi, memiliki pengalaman yang
menyenang-kan dan juga pengalaman menyedihkan. Pengalaman yang menye-dihkan adalah melihat siswa didiknya putus ditengah jalan untuk menggapai impiannya. Pengalaman yang menyenangkan adalah
melihat siswa didiknya berhasil di lingkungan masyarakat yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa didiknya.
Pengalaman yang pernah didapat oleh beliau antara lain, Peringkat ke 2 Guru Prestasi tingkat Kabupaten Blitar pada tahun 2008, Peringkat 1 Olimpiade Guru IPA tingkat Kabupaten Blitar tahun 2013,
Inovasi Pembelajaran MGMP pada tahun 2009, dan IN Mata Pelajaran IPA. Beliau juga sebagai inisiator dan motivator kegiatan Palang Merah Remaja di SMP 1 Gandusari hingga mencapai prestasi yang menggembirakan.
Itulah sekilas cerita serta pengalaman dari Bapak Sidiq Sutiadi yang semoga dapat menginspirasi pembaca agar menggapai keinginannya dengan selalu bersemangat.
BERBAKTILAH PADA KEDUA ORANG TUAMU SELAMA ENGKAU MASIH
BISA DAN MASIH ADA WAKTU
Diklat PMR 2014
N
N
o
o
v
v
e
e
l
l
J
J
o
o
k
k
o
o
w
w
i
i
S
S
i
i
T
T
u
u
k
k
a
a
n
n
g
g
K
K
a
a
y
y
u
u
Novel : Jokowi Si Tukang Kayu
Pengarang : Gatotkoco Suroso
Tebal Buku : 246 halaman
Pelaku Utama : Joko Widodo
Penerbit : PT Ufuk Publishing House
Joko Widodo dilahirkan di Bantaran Kali Pepe, utara Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Bapaknya, Notomiharjo merupakan pedagang kayu dan bambu. Ibunya Sujiatmi. Ia adalah anak sulung dari 3 adik perempuan, Iit Sriyantini, Hidayati, dan Titik Ritawati. Bantaran Kali Anyar menjadi tempat tinggal ketiga keluarganya.
Sebelumnya mereka pernah tinggal di daerah Bantaran Kali Pepe kemudian pindah ke Srambatan sampai ia selesai sekolah TK. Kini ia tinggal di Pasar Gilingan di Bantaran Kali Anyar ini. Menjadi penghuni liar bantaran kali serba tidak enak, harus siap jika sewaktu-waktu digusur paksa. Itulah yang dialami ia dan keluarganya. Sehari-hari, saat ia kecil, ia dihadapkan pada kehidupan yang keras. Setiap pulang sekolah, ia membantu bapaknya bongkar-muat gerobak kayu dan bambu. Begitu juga di hari libur, hanya ada waktu sedikit untuk bermain. Sebagai sulung dari empat bersaudara, dipundaknya ada tanggung jawab yang harus dipikul, membantu dan menggantikan peran bapaknya dalam berbagai hal. Dan, seperti tradisi pada umumnya, anak pertama
diharapkan dapat mewarisi dan meneruskan apa yang telah diperjuangkan orangtua: menjadi tukang kayu.
Waktu begitu cepat berlalu , liburan panjang sebentar lagi datang. Hari ini adalah hari terakhir ia masuk sekolah serta hari penerimaan raport kenaikan kelas 3 SMP. Semester lalu ia memang selalu juara kelas lantaran ia rajin belajar. Namun akhir – akhir ini, ia lebih sering bermain daripada belajar. Pak Jumadi wali kelasnya mengumumkan bahwa ia mendapat rangking satu walaupun nilainya sama dengan Dewi, teman
sekelasnya. Ia segera memberitahukannya pada orang tuanya. Orang tuanya senang dengan apa yang didapatnya. Liburannya diisi dengan bermain bersama Giman dan Harno, temannya. Dan ia juga membantu
bapakknya. Pernah suatu ketika, Giman mengajaknya melihat pentas musik rock Trenchem di lapangan Jebres samping Kelurahan Jebres. Akhirnya ia pun menyukai musik rock.
Ini hari pertamanya masuk sekolah setelah pembagian kelas. Ia masuk kelas 3A bersama Giman, sementara Harno berada di kelas 3C. Namun mereka tetap saling berhubungan saat jam istirahat. Senin kemarin Jokowi mendapat teman baru yang bernama Rudi. Anak sekampung dengan Giman itu mulai akrab dengannya. Tak terasa tiga bulan lagi akan ada ujian kelulusan. Semua anak diliputi rasa ketengangan. Tiap saat diisi dengan belajar. Sebagai anak Surakarta, Jokowi akrab dengan Terminal Tirtonadi. Disana ia sering membeli poster grup band rock favoritnaya.
Mencangklong tas slempang bersisi berkas pendaftaran ke SMA, Jokowi dengan semangat menuju SMA 1 Surakarta. Meskipun ia berprestasi di sekolah namun untuk menjadi siswa SMA 1 memang harus punya DANEM (Daftar Nilai Ebtanas Murni) yang mencapai angka yang ditetapkan, dan angka itu masih di atas angka yang dipetiknya di ujian kelulusan SMP. Dengan nekat ia mendaftar ke SMA 1 Surakarta dengan harapan ada bangku cadangan. Sesampainya di SMA 1 Surakarta ia langsung ditolak. Setelah gagal di SMA 1 Surakarta ia
kemudian mendaftar di SMA 6. Di sekolah itu nilainya kelebihan, yang artinya ia akan diterima menjadi siswa di sekolah itu.
Tak terasa waktu terus berlalu. Sebentar lagi ujian kelulusan. Jokowi lebih sering belajar daripada bermain dan membantu bapaknya. Akhirnya ujian kelulusan bisa ia lalui ia memperoleh nilai yang memuaskan dan ia berhasil lulus dengan menjadi juara umum di sekolahnya. Ia ingin melanjutkan sekolahnya di perguruan tinggi. Orang tuanya
menyetujuinya meskipun orang tuanya
sempat berpikir – pikir karena masalah biaya.
Masa perploncoan telah usai. Ia diterima menjadi mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dengan segala
keterbatasan ia sementara tinggal di Asrama Putra Darmaputra. Usai perploncoan selama 1 minggu, pada Sabtu siang usai penutupan masa orientasi, ia pulang ke Surakarta. Libur akhir pekan telah usai ia kembali ke asrama. Karena suasana asrama kurang mendukung ia dan teman - temannya memutuskan untuk indekos.
Di akhir pekan ia pulang ke Surakarta. Setelah sampai di Terminal Tirtonadi ia bertemu Rudi teman SMP dan SMAnya dulu. Rudi pun mengantarnya untuk pulang. Sesampai di rumah ia melihat adiknya, Iit sedang belajar bersama seorang gadis cantik yang bernama Iriana. Di kamarnya Jokowi selalu terbayang wajah Iriana. Setelah setahun lebih saling kenal Jokowi
menyatakan perasaan perasaannya kepada Iriana. Iriana pun menerima Jokowi sebagai pacarnya. Sejak berpacaran dengan Iriana, banyak hal yang mereka lewati bersama. Meskipun Jokowi kuliah di jogjakarta dan Iriana di Surakarta mereka tetap saling berkomusikasi hampir setiap akhir pekan.
Setelah lulus kuliah Jokowi menerima tawaran bekerja di pabrik kertas di Aceh. Jokowi saling berkomunikasi dengan Iriana lewat surat. Setelah satu setengah tahun hanya saling kirim surat, isi surat terakhir Jokowi akan segera melamar Iriana. Setelah melamar Iriana, dengan rembuk keluarganya dan keluarga Iriana, ditentukan tempat pernikahan, yaitu di Turisari, rumah keluarga Iriana. Mereka pun menikah pada hari Rabu, 24 Desember 1986. Usai pernikahan Jokowi membawa istrinya ke Aceh. Setelah berada selama satu setengah tahun dan Iriana hamil, Jokowi berencana pulang ke Surakarta.
Sesampainya di Solo, untuk sementara mereka tinggal di Turisari. Jokowi bekerja di Toko Roda Jati milik pakdhenya. Beberapa bulan kemudian anak pertamanya lahir yang diberi nama Gibran Rakabuming. Kurang lebih setelah setahun bekerja di toko Pakdhenya, Jokowi ingin membuka usaha sendiri. Setelah berkonsultasi dengan bapaknya, akhirnya sertifikat tanah ia
agunkan ke bank dengan nilai riga puluh juta rupiah. Dengan modal itu ia menyewa lahan senilai satu setengah juta rupiah di daerah Sekip, Kadipiro. Bangunan untuk memajang
hasil dagangannya masih terbuat dari gedek dan hanya memperkerjakan 3 orang
karyawan. Lambat laun, seiring bergantinya hari, usaha yang dirintisnya mengalami kemajuan.
Pada suatu hari Jokowi mendapat banyak pesanan. Tapi setelah barang itu dikirim ia tidak menemukan alamat pemesannya. Ternyata ia ditipu oleh seorang pemesan. Ia memutuskan berhenti produksi. Tetapi setelah delapan bulan tidak produksi ia memutukan untuk produksi lagi. Banyak pembeli datang dari luar negeri. Bisnisnya pun menggeliat kembali.
Setelah beberapa hari ia memutuskan terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri sebagai wali kota. Ia memberitahukan niatnya itu kepada istrinya. Walaupun awalnya istrinya tidak menyetujuinya akhirnya dengan banyak diskusi istrinya pun menyetujui niatnya tersebut. Ia juga memberi tahukan niatnya tersebut kepada ibunya. Ibunya
menyetujuinya dengan syarat jika ia ia terpilih dia tidak boleh mengecawakan rakyatnya.
Dikutip dari: http://aindraprat.blogspot.com/
PANTAI
Oleh: Oping Setya Noarista
Fajar mulai menampakkan wajahnya
Burung-burung menyanyi menyambut datangnya mentari
Ombak laut seakan-akan menghibur hati
Tebing, karang, perahu menjadi saksi keindahan alam ini
Kau sungguh menawan hati
Pantai indah idaman bangsa
Sungguh bangga daku menjadi bagianmu
Kau adalah martabat bangsa
Pantai, oh, pantai
Pasir suci berseri-seri
Sungguh indah ciptaaan-Mu
S
S
E
E
J
J
A
A
R
R
A
A
H
H
P
P
M
M
R
R
S
S
M
M
P
P
N
N
1
1
G
G
A
A
N
N
D
D
U
U
S
S
A
A
R
R
I
I
(
(
S
S
A
A
G
G
A
A
N
N
S
S
A
A
)
)
SMPN 1 Gandusari Blitar berdiri pada tahun 1982 tepatnya tanggal 9 Oktober 1982 Sedangkan Palang Merah Remaja mulai terbentuk 1988 dengan Pelatih Bapak Purwadi dan Ibu Nunung yang merupakan anggota Korp Sukarela IKIP Malang sekarang menjadi Universitas Negeri Malang.
Dilanjutkan oleh para pembina dan pelatih pada periode berikutnya secara
berkesinambungan antara lain :
Mulai saat itulah kegiatan Kepalang merahan
dilaksanakan di
SMPN 1 Gandusari yang terletak di Jalan Kelud no 32 Semen Gandusari Blitar, latihan rutin,pelantikan anggota baru bakti sosial didaerah yang terjadi bencana seperti membantu masyarakat dilanda Banjir / Tsunami di daerah Tambak Rejo di Blitar Selatan, Baksos Kelud Biru membersihkan sampah Plastik di sekitar Gunung Kelud, baksos di daerah Semen dan sekitarnya akibat letusan gunung Kelud pada tahun 1990 Bakti sosial di lingkungan sekolah dll.
PMR unit SMPN 1 Gandusari juga sering mengikuti kegiatan lomba baik yang diadakan oleh PMI Cabang, SMA / MAN tingkat Kabupaten Maupun Tingkat JawaTimur dan banyak prestasi yang diukir oleh Anggota PMR SMPN 1 Gandusari diantaranya :
BARAPAMERA UIN 2008
Smanta 2010
Lomba MAN Wlingi 2009
Laga Praja UNAIR 2010 Bapak Minto S,Pd,
Bapak Rio Bahari, Bapak Sidiq Sutiadi, S.Pd.M.Pd,
Ibu Mugen Mangastuti,M.Pd, Ibu Dwiarsih sintha, S.Pd,
Bapak Mashadi, S.Pd, Ibu Susmiati, Ibu Nurhanik, S.Pd, Ibu Dra. Mg. Retno, Ibu Asriningsih, S.Pd Bapak Syarifudin Zuhri
Bapak Mansyuri.
Oleh
Sidiq Sutiadi
1. Juara I HUT Pemuda Panca Marga X Kab. Blitar tahun 1991. 2. Juara I HUT Pemuda Panca Marga XI kab. Blitar tahun 1992 3. Juara III Regu Tangkas PMR, Kab. Blitar tahun 1992
4. Juara III Jaya Praja SMAN 1 Talun tahun 1993 5. Juara I HUT Pemuda Panca Marga XII
tahun 1994 6. Juara I Putra, III
Putri HUT MAN Tlogo Kab. Blitar 1994
7. Juara I Putra, Juara I Putri Lomba PPPK tahun 1995
8. Juara III Lomba PMR Madya tahun 1995 9. Juara II HUT Pemuda
Panca Marga XV tahun 1996
10.Juara III (DU) dan Juara III (mars PMI) Jumbara tahun 1996
11.Juara I (PBT) Jumbara tahun 1998
12.Juara I(umum), Juara II (tandu), Juara III (PP), Juara III (PK), Juara I (LCT) Lomba P3K HKN Kab. Blitarke 30 tahun 1998 13.Juara I Lomba P3K Dinas
Pendidikan Kab. Blitar tahun 1998
14.Juara III (PBT) SATGANA Cup I tahun 1999 15.Juara II (Drama
SaptaPrinsip), Juara II (Mars PMI) Jumbara tahun 2002
16.Juara III (PBB), Juara II (PP), Juara II (LCT) Uji Trampil PMR tahun 2006
17.Juara I (PP) LOKA PRAJA I MAN Wlingi tahun 2006
18.Juara II (PBT), Juara III (PP), Juara I (PK), Juara II (LCT) GATRA PRADYA TAMA IV SMAN 1 Srengat tahun 2006
19.Juara umum II Uji Trampil PMR di PMI Cab. Blitar tahun 2008
20.Juara I (PBB), Juara II (PBT), Juara I ( Mars PMI) Lomba HKN tahun 2008 21.Juara I (PP), Juara II(PBT) LOKA PRAJA MAN Wlingi tahun 2008
22.Juara II (PK) BARATA MADYA SMAN 1 Talun tahun 2009
Barapamera UIN 2011 Jagapraga MAN Kota 2011
23.Juara II (karaoke), Juara II (PBT), Juara III (Puisi), Juara III (PK) LOKA PRAJA II MAN Wlingi tahun 2009
24.Juara I (Mars PMI), Juara I ( PRS), Juara II (Mading) BARA PAMERA UIN Maliki Malang tahun 2009
25.Juara II (CerdasCermat) LAGA PRAJA Universitas Erlangga tahun 2010
26.JUARA UMUM, JUARA I (PRS), JUARA I (PentasSeni), JUARA II (PP), JUARA II (The Mummi) JAGA PRAJA MAN Kota Blitar tahun 2011
27.JUARA UMUM, JUARA I PP, JUARA I PK, JUARA I PAMERAN MINI, JUARA I PADUAN SUARA, JUARA II PADUAN SUARA, JUARA II SPPU, JUARA III ASB BARAPAMERA XI UIN MALIKI MALANG tahun 2011 memperoleh Piala Bergilir Gubernur Jawa Timur. Pembina dan peserta:
a. Pimkon : Sidiq Sutiadi, S.Pd.,M.Pd, Sarifudin Zuhri, Nurwahyuni S,Pd, Edy Santoso, S.Pd, Mashadi,S.Pd, Dwiarsih Sintha, Andoyo, S.Pd. b. Anggota Tim A : Hermanto, Catur Nuari, Dwiki Wijaya, Mirawati, Yufilatul M, Wiji
Lestari, Febrina D. A, Aqueenes Forsa P.S., Sisfi Risma A., Ari Irawan, Dwi Cepir R,M. Nurhadi
c. Anggota TIM B : Miranika, Tri S, Kharisma, Eka P, Fera Ariyas Bela, Sagita Radhitia E, Antika Wahyu S, Dewangga Galuh O., Bayu Dewa A, Ide Ventina R. Imam Ahmad H., Nanik Cahyorini, Trisniani Marini, Dwi Agus S
28.JUARA II CIPTA BACA PUISI, JUARA II DAN III CERDAS CERMAT, JUARA III P P BARATA MADYA VII SMANTA TALUN tahun 2013 peserta:
a. Anggota TIM A : WAHYU N, MOCH ATIM, DIAN NOVITA, MOCH. FATONI M, RIAN ADIANTO, TITIS HANDAYANI, LILIS WAHYUNINGSIH, HIMATUS YULVA AS, WAHYU SRI UTAMI, EILYN NUR SAFIKA, ABABILIA NURJANAH, MUJI RAHMAWATII, LIDIA ARUM
b. Anggota TIM B : NANIK YULIANTIKA, SANDY DWI CAHYONO, RISKA NURANGGRAENI, DINDA DAYU , SUTRISNO HADI, HIMATUS YULVI AS, RINA YULIAWATI, DIAN AFIFATUL K, DEWI NOVASARI, EVI RUSDIANA, PUJI RAHAYU, MARIANI, PUPUT KRISTALIA
29.JUARA 1 GALERI FOTO, JUARA 1 TUJUH PRINSIP PALANG MERAH, JUARA II TUJUH PRINSIP PALANG MERAH, JUARA HARAPAN II PP BARAPAMERA XII UIN MALIKI MALANG tahun 2013 dengan peserta:
a. Anggota TIM A : WAHYU N, MOCH ATIM, DIAN NOVITA, MOCH. FATONI M, RIAN ADIANTO, TITIS HANDAYANI, LILIS WAHYUNINGSIH, HIMATUS YULVA AS, WAHYU SRI UTAMI EILYN NUR SAFIKA, ABABILIA NURJANAH, MUJI RAHMAWATII, LIDIA ARUM
b. Anggota TIM B : NANIK YULIANTIKA, SANDY DWI CAHYONO, RISKA NURANGGRAENI, DINDA DAYU , SUTRISNO HADI, HIMATUS YULVI AS, RINA YULIAWATI, DIAN AFIFATUL K, DEWI NOVASARI, EVI RUSDIANA, PUJI RAHAYU, MARIANI, PUPUT KRISTALIA
UIN Tulung Agung 2014
PAK GIMAN DAN SEPEDA TUANYA
Oleh: Hanif
(Berdasarkan cerpen Pak Giman dan Sepeda Tuanya karya Andini Lailatul P.)
Sudah seminggu Pak Giman tak datang merawat tanaman-tanaman di rumahku. Halaman rumahku yang biasa dipuji-puji tetangga kini tak lagi hijau. Bunga dan rumput itu nampak tak bergairah. Mereka seperti kehilangan tuan yang selalu telaten merawat mereka.
Ayah pun tak tahu mengapa Pak Giman tidak datang seminggu ini. Biasanya pagi-pagi sebelum berangkat sekolah, selalu kudengar bel sepeda tua yang menandakan kedatangannya.
Pak Giman orang yang sangat menyenangkan. Saat sedang berdua dengannya, ia bercerita tentang
pengalaman-pengalamannya bersama si sepeda. Menurutnya, sepeda itu seperti istri keduanya. Ia pernah mengatakan bahwa ia tak bisa berpisah dari
sepedanya. Waktu itu aku tertawa mendengar ucapannya. Mana ada yang yang seperti itu, pikirku waktu itu.
Tiba-tiba kudengar suara Pak Giman. Nampaknya suaranya berasal dari beranda. Benar saja. Ternyata ia sedang berbincang serius dengan ayah.
“… betul, Pak. Saya sudah mencarinya ke mana-mana, tapi belum ada hasilnya. Itu kan hanya sepeda tua, barang rongsokan, kok ya tega bener orang yang ngambil itu.” ujar Pak Giman sedih
“Hilang di mana, Pak?” kataku menyela.
“Hush! Ndaksopan itu. Jangan asal potong gitu, dong!” jawab ayah menasihatiku.
“Hehehe, maaf, Yah. Habis aku penasaran, sih. Pak Giman udah nyari sepedanya di mana saja?” tiba-tiba naluri Sherlock Holmes-ku keluar. Aku jadi penasaran dengan sepeda tua Pak Giman itu.
“Saya seminggu ini keluar masuk pasar sana itu, Nak Rudi.” katanya sambil menunjuk pasar desa yang letaknya sekitar satu kilometer dari rumahku. “Tiap pedagang sepeda itu saya tanyain.
Saya malah sampai dimaki-maki sama salah satu pedagang itu. Rencananya hari ini saya mau minta izin ke Bapak kalau beberapa ke depan saya belum bisa kerja lagi. Saya mau coba cari ke
pasar yang di kota. Ya, siapa tahu bisa ketemu.” “Gimana kalau saya bantu, Pak?”
“Ah, ndak usah, Nak Rudi.”
“Nggak apa-apa, Pak. Mumpung hari minggu. Boleh kan, Yah?”
“Iya. Boleh-boleh saja. Bantulah Pak Giman cari sepedanya.”
“Tu kan, Pak.”
“Ya udah kalau gitu. Saya senang sekali. Tapi pulang ke rumah dulu, ya. Saya mau pamit sama istri dulu.”
“Oke, Pak. Saya ambil sepeda motor dulu.” “Hati-hati lo, ya.” pesan Ayah.
“Beres, Yah.” jawabku senang. Aku tak sabar membantu Pak Giman mencari sepeda
tuanya.
istrinya sedang keluar. Hanya ada adik laki-lakinya yang berusia kira-kira 40 tahunan. Adiknya itu bertampang galak, berbeda dengan Pak Giman yang kalem.
“Mau ke mana, Mas?” tanyanya dingin.
“Ke kota. Nyari sepedaku.”
“Ya ampun. Menyerah saja! Lupakan saja sepeda rongsokan itu!”
“Seenaknya kamu ngomong! Itu kan sepeda warisan dari bapak!” Pak Giman tak terima dengan ucapan adiknya.
“Tapi kan sudah hilang. Aku belikan lagi, gimana?”
“Uang dari mana kamu? Wong, buat beli beras saja kamu masih ngutang, kok!”
“Ya, eneklah pokoknya.” Tiba-tiba terdengar bunyi hp dari saku adik Pak Giman. Ia tersenyum setelah membaca pesan yang baru diterimanya.
“Eh, hp siapa itu?” Pak Giman keheranan.
“Lho, lho... Ini kan zaman modern, siapa saja perlu hp sekarang ini. Udahlah, Mas, beli sepeda lagi aja,” Adiknya itu masih berusaha membujuk Pak Giman. “Eh, Mas, aku pergi dulu, ya. Ada kerjaan.”
“Kerjaan apa?” Pak Giman tampak tak percaya.
“Ya, eneklah. Wes, ya. Aku pamit.” Adik Pak Giman berlalu meninggalkan Pak Giman dan aku.
Hm, sepertinya ada yang aneh dengan adik Pak Giman ini. Bukankah tadi Pak Giman bilang kalau untuk beli beras saja masih ngutang? Kenapa tiba-tiba ia malah menawari mau
membelikan sepeda baru buat Pak Giman? Aneh.
“Pak, gimana kalau kita ikuti adik Bapak. Saya merasa ada yang aneh, Pak.” kataku terus
terang.
“Iya, Nak Rudi. Saya juga merasa aneh. Ya sudah, ayo!”
Akhirnya kami berdua diam-diam mengikuti adik Pak Giman. Ternyata ia pergi ke sebuah rumah yang sangat besar. Aku dan Pak Giman hanya bisa mengintai dari jauh. Tidak berani terlalu dekat. Satu jam kemudian, adik Pak Giman keluar dari rumah itu. Ia terlihat senang sekali. Di tangannya ada sebuah amplop warna coklat yang cukup tebal.
Ternyata adik Pak Giman itu pulang ke rumahnya. Sepeda motorku belum sempat
kumatikan saat tiba-tiba Pak Giman meloncat dari sepeda motor dan langsung menerobos masuk rumah. Ia langsung menuduh adiknya telah menjual sepedanya pada pemilik rumah besar itu.
“Siapa yang menjual sepedamu, Mas? Mana ada yang mau sama sepeda tua kayak gitu.” “Itu buktinya! Uang yang ada di tanganmu itu,” kata Pak Giman sambil berteriak. Belum pernah kulihat Pak Giman kelihatan semarah itu.
“Ya Allah. Ini uang Pak Dhe yang minta dijualkan tanahnya. Orang yang tinggal di rumah
besar itu yang membelinya.” “Lantas, ke mana sepedaku?”
“Kalau itu Mbak Lastri, istrimu, yang bawa ke bengkel. Diganti bannya. Rencananya buat
kejutan ulang tahunmu yang ke-60.”
“Ya Allah…,” Pak Giman bersimpuh dan ia menangis. “Maafkan aku, Dek, karena
berprasangka buruk padamu.”
“Jangan minta maaf. Aku juga salah, Mas, karena menyembunyikan semua ini.”
Jadi, begitulah. Ternyata sepeda itu tidak hilang atau dicuri. Istri Pak Giman membawa sepeda itu ke bengkel untuk diganti bannya yang memang telah tipis. Rencananya sepeda itu akan diserahkan sebagai kejutan untuk ulang tahun Pak Giman yang ke-60. Kalau diingat-ingat rasanya aku ikut salah juga karena akulah yang mengajak Pak Giman untuk mengikuti adiknya. Ya, untunglah, Pak Giman tidak marah padaku. Ia malah berterima kasih padaku karena telah berniat baik membantunya mencari sepeda tua kesayangannya.
Wong Jawa ing
Suriname
New Caledonia isih ana Basa Jawa
Republik Suriname (Surinam) yaikunegara ing Amerika Kidul lan tilas jajahane Belanda. Negara iki wewatesan karo Guyana Prancis ing sisih wetan lan Guyana ing sisih kulon. Ing sisih kidul wewatesan karo Brasil dan ing sisih lor wewatesan karo Samudra Atlantik. Tlatah iki sinebut
Suriname utawa “Indonesia Sisih Kidul”.
Wong Jawa uga ana ing Suriname. Wong Jawa iku wis ana ing kono wiwit pungkasane abad 19. Wong-wong Jawa iku digawa dening Belanda saka Indonesia. Nganti saiki, wargane tetep migunakake basa Jawa kanggo komunikasi.
Wong Jawa sumebar ing Suriname, saengga ana desa kang jenenge
Tamanredjo lan Tamansari. Uga ana kang dadi siji ing Marienburg. Senajan kepisah dening samudra, wong Jawa iku isih duwe dulur aneng Jawa, mula iku basa Jawa isih lestari ing Suriname. Nalika Indonesia wis merdeka, akeh wong Jawa sing
“mumpuni” mbalik menyang Indonesia.
Ing tahun, 1975 nalika Suriname merdeka saka Belanda, wong-wong Jawa iku diwenehi pilihan, tetep ing Suriname utawa pindah menyang Belanda. Akeh wong Jawa kang pindah menyang Belanda lan liyane tetep ing Suriname. Rata-rata agamane wong Jawa Suriname Islam, nanging uga ana kang liya agamane.
Kang aneh saka wong Jawa Suriname iki, yaiku ana larangan rabi karo anak putu sak-kapal utawa sedulur. Dadi, wong Jawa kang digawa sak-kapal menyang Suriname iku wis dianggep dulur dewe. Akehe wong Jawa Suriname iku kurang luweh 15% saka total warga Suriname.
Sumber: www.wikipedia.org
Oleh
Hanif S.
UNGGAH-UNGGUHING BASA JAWA
Oleh: Dwiarsih Sintha Priandari
Ana ing wewengkon bebrayan Jawa wis kawentar luhuring tata kramane lan sapanunggalane ing tindak solah bawaning bangsa. Mangkono uga ing bab basa Jawa. Basa Jawa uga duwe tata krama sing diarani “unggah-ungguh” utawa “undha-usuking basa”. Unggah-ungguh utawa undha-usuking basa iku kanggone manut wong kang guneman (wong kapisan), karo wong kang diajak guneman (wong kapindho), sarta wong
kang digunem (wong katelu). Miturut cak-cakane, basa Jawa kaperang dadi loro, yaiku:
A. BASA NGOKO
Basa ngoko yaiku basane wong kang ora pati ngurmati kang dijak guneman. Dene panganggone basa ngoko yaiku:
menyang sapadha-padha kang wis kulina banget
menyang wong kang kaprenah nom (marang anak, putu, murid, pramu wisma, bojo, wong cilik, sedulur nom)
yen ngunandika, yaiku guneman dhewe utawa celathu sajroning ati.
Basa ngoko ana rong werna, yaiku :
1.ngoko lugu
Wujude tembung ngoko, ora ana tembung kang krama inggil tumrap wong kang dijak guneman. Yen ana, mung tumrap marang wong sing digunem.
Kanggone: omongane bocah karo bocah sing kulina, omongane wong tuwa karo wong enom, yen lagi ngunandika.
Tuladha :
omongan bocah karo bocah sing wis kulina → ”Kowe arep menyang ngendi, Di?”
wong tuwa marang anak → ”Nik,
jupukna buku iku!”
yen lagi ngunandika → ”Kapan ya aku duwe sepedha mini?”
2. ngoko alus
Basa ngoko kang alus utawa luwih ngajeni. Wujude yaiku basa ngoko kanthi tembung krama inggil tumrap wong kang dijak guneman.
Titikane basa ngoko alus :
Tembunge ngoko kacampur tembung krama inggil. Kang dikramakake inggil yaiku perangane awake sing diajak guneman utawa wong sing digunem; lan sandhangane wong sing diajak guneman utawa wong sing digunem.
Kriyane (kata kerjane) wong sing diajak guneman utawa wong sing digunem.
Tembung aku tetep dadi aku.
Tembung kowe owah dadi panjenengan utawa sliramu (panjenengan menawa sing diajak guneman mau tuwa; sliramu menawa sing diajak guneman mau luwih enom.
Atur-atur lan panambange tetep ngoko.
Kanggone: ibu marang bapak, adhi marang kangmase utawa mbakyune, bisa uga kangmas utawa mbakyu marang adhi kang diajeni marga pangkate luwih dhuwur, anak marang wong tuwa, guru padha guru kang wis akrab/kulina. Tuladha :
a) ibu marang bapak → ”Pak, yen arep dhahar wis daktata ana ing meja!”
b) adhi marang kang mase → ”Mas, yen kersa mengko dakampiri mriksani bioskup.” c) kangmas marang adhine → ”Dhik, iki lo dakcaosi oleh-oleh saka Sala.”
d) anak marang wong tuwane → ”Bu, yen arep tindak dakterake.”
e) guru padha guru kang wus akrab/kulina → ”Lo Bu, astane ki kena apa kok nganggo
dibuntel karo digendhong barang.”
B. BASA KRAMA
1. BASA KRAMA LUGU
Basa Krama Lugu yaiku basa kang tetembungane krama kabeh tanpa kecampuran karo
tembung krama inggil.
Dene gunane tembung basa krama lugu iku dienggo guneman dening: a. wong enom marang wong tuwa
b. wong sing lagi tetepungan anyar c. murid marang gurune
d. abdi marang bendarane Tuladha:
a. Menawi sampeyan purun tumbas reginipun inggih mekaten punika!
b. Kula inggih mboten badhe meksa menawi sampeyan mboten purun tumut Pak Dhe. Wujude tembung krama lugu .
Panganggone tumrap bocah karo bocah sing durungkulina, wong tuwa marang wong enom, nanging ngajeni sawetara tumrap wong kapindho diganti peprenahan, kabeh dikramake, mung panambang –e utawa –ake tetep ngoko
Tuladhane: Bukune sampun dipunbetake. 2. BASA KRAMA ALUS
Basa Krama alus yaiku basa kang digunakake kanggo pacaturan, nggunakake basa krama kang alus, nanging yen kanggo awake
dhewe ora dikramakake.
Gunane tembung basa krama alus yaiku: a. anak marang wong tuwa
b. murid marang guru
c. wong enom marang wong tuwa d. wong kang lagi tetepungan Tuladha:
a. panjenengan punapa sios tindak dhateng Malang?
b. Pak guru dhaeuh, menawi benjing kelas VII A ulangan basa jawi. Krama inggil/ alus iku basa kang ngajeni banget. Wujude kaya basa mudha krama, kaceke panambang –mu owah dadi panjenengan utawa panjenengan dalem. Tembung aku diowahi dadi abdi dalem, dalem, kawula, kula, lan
sapanunggalane.
ATER LAN PANAMBANG KRAMA
di- →
dipun-dak- → kula
kok/ko- → panjenengan
-e/ne → -ipun
-ake/ke → -aken -a/na/ana → kula aturi
Gunane: kanggo guneman marang wong sing kudu dikurmati/diajeni, guneman bocah enom marang wong tuwa, wong enom marang wong enom sing diajeni, sapadhane wong tuwa kang padha ngajeni, pawongan kang padha-padha ngajeni.
Tembung kang dikramakake inggil kayata peranganing awak, kriya, solah bawa panganggo
PANGKUR ( Laras Pelog athet 6 ) 3 5 5 5 3 3 3 3 I - ki ka - beh a - ran kem - bang
3 5 5 5 6 1 1 1 2 3 3 2 1 Kem - bo - ja ne kang nggan - da a - rum wa - ngi 5 6 1’ 1’ 1’ 1’ 6 1’ 2’
U - ga ma - war ka - ton a - yu 1’ 6 5 5 5 5 3 5
ka - beh pa - dha ti - nan - dur
3 5 6 5 3 1 1 1 2 3 2 3 Me - la - thi li - li lan kem - bang - e se - pa - tu 6 1 1 1 1 1 1 1
Nam - bah - I seng - sem a - ti - ku
TEMBANG MACAPAT
Oleh: Dwiarsih Sintha Priandari
Tembang Macapat uga diarani tembang cilik yaiku tembang kang duwe paugeran pupuh (bait), guru gatra (cacahing larikan), guru wilangan (cacahing wanda = suku kata), lan guru lagoon (tibaning swara saben pungkasaning gatra (larikan) tembang utawa dong ding.
Tembang macapat kaiket ing paugeran-paugeran yaiku a. guru lagu yaiku aksara vokal sing manggon ana ing paling
mburi saben gatra/dhong-dhinge swara
b. guru wilangan yaiku cacahe/jumlahe wanda utawa suku kata ing saben gatra
c. guru gatra yaiku cacahe baris/gatra ing saben pada/gatra
Watak lan pangangone tembang macapat
a. Pocung watak kendho tanpa greget saur, bisa kanggo medharake sembrana, lsp b. Maskumambang watak
nalangsa, kanggo medharake rasa prihatin.
c. Gambuh watak wani, wanuh, rumaket lan kulina. Prayogi kanggo paring pitutur, utawi sesorah ingkang ngemu raos radi sereng.
d. Magatruh watak Sedih kanggo medharake rasa memelas, getun, lan prihatin. e. Kinanthi watak seneng,
tresna, asih, grapyak, prayogi kagem suka pitutur raos tresna.
f. Asmaradana watak Watak
sedhih prihatos , sengsem gandhrung. Mathuk kanggo cariyos sedhih lan asmara. g. Mijil watak gandrung, prihatin anggone golek ilmu, metuning ras pitutur, medharake
bukaning crita, mangayubagya.
h. Pangkur watak watak sereng, kejem, nantang, mathuk kanggo pitutur sereng, crita perang.
i. Durma watak Galak nantang, nesu lan muntab j. Sinom watak grapyak, sumanak, renyah.
k. Dhandhanggula watak kewes ,luwes, resep prayoga kanggo apa wae.
APA TA KANG DIARANI TEMBANG MOCOPAT
IKU?
Oleh: Tim Sagansa
Candi Rambut Monte merupakan tempat pemujaan bagi penganut agama Hindu pada jaman Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Candi ini terbuat dari batu andesit dan berbentuk segi empat. Kini, bagian yang tersisa dari candi ini hanyalah Kamadathu atau kaki Candi dan Rupadathu atau badan Candi. Pada bagian samping candi terdapat artefak yang menyerupai lingga yoni yang
merupakan lambang kesuburan. Artefak yang menyerupai lingga yoni itu berukir sulur-sulur gelung.
Di depan artefak yang menyerupai lingga yoni, terdapat kepala kala. Kala adalah anak Dewa Siwa yang disimbolkan dengan raksasa berwajah menyeramkan. Uniknya kepala Kala ini
bentuknya tidak seperti Kala yang digambarkan pada umumnya, yaitu kepala raksasa yang berambut gimbal bertanduk dengan taring yang tajam. Jika diamati, kepala kala ini seperti kepala manusia dalam posisi merangkak.
Candi Rambut Monte ini pada sekitar tahun 1952 sebagian di antaranya masih tertimbun tanah, kemudian masyarakat Desa Krisik berinisiatif untuk mengadakan
gugur gunung atau kerja bakti. Mereka menggali tanah, kemudian menata batu-batu candi sesuai dengan kemampuan mereka. Jika diamati dengan seksama, tampak penataan ulang candi terkesan dipaksakan. Penyusunan ulang batu-batu candi banyak yang dislokasi. Hal tersebut dapat dimaklumi karena batu-batu candi memang sudah tidak lengkap lagi. Meskipun demikian, bukan berarti
Candi Rambut Monte tidak menyisakan keunikan sama sekali. Keunikan tersebut masih ada dan tercermin pada figur kalanya yang tidak digambarkan seperti kala pada umumnya.
Daya tarik lain Candi Rambut Monte adalah sebuah sumber mata air. Mata air ini sangat besar dan membentuk sebuah telaga. Airnya sangat jernih sehingga kita dapat melihat makhluk hidup yang ada di dalamnya. Tepian telaga berwarna hijau yang berasal dari pantulan pepohonan yang mengelilingi pusat mata air yang biru. Telaga ini dihuni ratusan spesies ikan langka yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar. Masyarakat menyebutnya ikan sengkaring atau ikan dewa. Kesan mistis tersemat pada ikan ini, tetapi hal itu tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini.
Menurut masyarakat sekitar, jumlah ikan sengkaring ini dari dulu hingga sekarang tidak berubah, tidak berkurang, dan tidak bertambah. Oleh karena itu, meskipun ikan-ikan itu nampak jinak, tetapi tidak seorang pun yang berani menangkapnya. Kepercayaan masyarakat sekitar mengenai ikan-ikan keramat itu berdasarkan legenda yang beredar sejak dahulu kala. Konon, dulu di lokasi ini terjadi perkelahian antara Rahwana dan Naga melawan Mbah Rambut Monte, keturunan Kerajaan Majapahit. Pertarungan itu dimenangkan oleh Mbah Rambut Monte. Mbah Rambut Monte mengutuk Rahwana dan Naga menjadi candi berbentuk monyet dan relief Naga. Mbah Rambut Monte berpesan kepada sejumlah muridnya agar menjaga batu candi yang berwujud Rahwana dan relief Naga. Namun, sebagian muridnya tidak mematuhi perintahnya, sehingga Mbah Rambut Monte marah besar dan mengutuk muridnya-muridnya menjadi ikan sengkaring yang hingga saat ini masih mendiami telaga.
Dulunya telaga ini dipenuhi dengan gulma pengganggu, kemudian gulma tersebut dibersihkan dan diperluas seperti sekarang ini. Pada tahun 1996 atas prakarsa Pemerintah Kabupaten Blitar dibantu Pemerintah Desa Krisik, kawasan ini dijadikan tempat wisata, dan diadakan pembangunan berupa pagar tembok, tembok penahan untuk kolam serta jalan menuju kolam.