• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETEPATAN SHOOTING BOLA PADA PERMAINAN FUTSAL (Studi Pada Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMPN 2 Buduran)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETEPATAN SHOOTING BOLA PADA PERMAINAN FUTSAL (Studi Pada Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMPN 2 Buduran)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETEPATAN SHOOTING BOLA PADA

PERMAINAN FUTSAL

(Studi Pada Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMPN 2 Buduran) Fatchan Mubarok

S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya

Junaidi Budi Prihanto

S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya

Abstrak

Media audio visual merupakan kombinasi dari media audio dan media visual atau bisa disebut media pandang-dengar. Media audio visual akan menjadikan penyajian bahan ajar kepada siswa semakin lengkap dan optimal. Selain itu, media ini dalam batasan-batasan tertentu dapat juga menggantikan peran dan tugas pelatih sebagai fasilitator belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui perbedaan ketepatan shooting bola pada permainan futsal setelah penerapan media audio visual, 2. Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan ketepatan shooting bola pada permainan futsal setelah penerapan media audio visual pada peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran, Sidoarjo.

Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif, desain penelitian one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 27 siswa, yaitu peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran, Sidoarjo kelas VII dan VIII. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan penerapan media audio visual terhadap ketepatan shooting bola pada permainan futsal (Studi pada peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran) yang dibuktikan dari hasil 2,16 > 1,70 dengan taraf signifikansi 0,05. Besarnya perbedaan adalah 40,83%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan ketepatan shooting bola pada permainan futsal setelah diberikan treatment dengan menggunakan media audio visual.

Kata Kunci: Media audio visual, Hasil ketepatan shooting pada permainan futsal.

Abstract

Audio-visual media is the combination of audio and visual media. The audio visual media will the make prentation of teaching materials more complete and optimal. In a certain restriction, audio-visual media can supersede the role of trainer as a facilitator. The aims of this study are 1. To find out the difference accuracy of shooting ball in a futsal game after applaying audio visual media, 2. To find out the difference percentage of shooting ball in a futsal game after applaying audio visual media.

The research methodology is semi-experimental by using quantitative approach. The design of the study is one group pretest—posttest design. This research populations is 27 futsal extracurricular students at VII and VIII grades in SMPN 2 Buduran. The research concluded that there are significant differences from the application of audio-visual media for shooting ball in futsal game (study in extracurricular students of SMPN 2 Buduran), that is proven by the result of 2.16 > 1.70 with the significant standard 0.05. The number of difference is 40.83%. From the data is proven that there is a difference accuracy of shooting ball in futsal game after having a treatment by using audio-visual media.

Keywords:

Audio-visual media, the accuracy result of shooting in futsal game.

PENDAHULUAN

Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan wadah atau tempat pembinaan peserta didik dalam sebuah lembaga pendidikan atau sekolah yang bertujuan salah satunya yaitu untuk menciptakan generasi muda yang cinta olahraga serta menghargai arti penting dari olahraga dan tentunya dalam kesehatan dan rohani. Kegiatan ekstrakurikuler sebagai kegiatan yang dilakukan siswa sekolah atau universitas, diluar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa

dapat mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuanya diberbagai bidang akademik. Menurut Permendikbud No. 62 tahun 2014 tentang kegiatan ekstrakurikuler pada pendidikan dasar dan menengah pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa :

“Kegiatan ekstrakurukuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik diluar jam belajar kegiatan intrakulikuler dan kegiatan kurikuler, dibawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. Tujuan diselenggarakan ekstrakurikuler

(2)

adalah membantu peserta didik untuk meningkatkan keterampilan.

Selain itu menurut Permendikbud No 62 tahun 2014 pada pendidikan dasar dan menengah pasal 2 menyatakan tujuan dari diselenggarakan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional”

.

Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler banyak membantu peserta ekstrakurikuler untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas wawasan tentang apa yang dilatih dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut, dan juga mempererat persaudaraan antar peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler

Berdasarkan pengamatan peneliti beberapa kali mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMPN 2 Buduran serta melihat kejuaraan Centro Cup Futsal pada tanggal 15-17 September 2016. Dalam kejuaraan tersebut kemampuan peserta ekstrakurikuler futsal dalam teknik shooting masih perlu di perbaiki dan ditingkatkan. Dikarenakan pada saat latihan dan mengikuti kejuaraan kompetensi shooting pemain banyak yang meleset dan tidak mengarah ke gawang karena jarang dilatih, sehingga banyak peluang yang seharusnya menjadi gol akhirnya terbuang dengan sia-sia.

Setelah peneliti melakukan wawancara dengan pelatih futsal SMPN 2 Buduran dan pelatih lainya di Sidoarjo, ternyata masih banyak peserta ekstrakurikuler yang belum bisa melakukan teknik dasar shooting dengan benar. Pelatih ektrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran menyebutkan 7 dari 10 peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran masih belum bisa melakukan shooting dengan benar. Dalam penelitian Faizal Anggriawan di SMPN 6 Yogyakarta tahun 2016 ketrampilan dasar bermain futsal peserta ekstrakurikuler futsal masih kurang salah satunya teknik dasar shooting, karena pada saat latihan jarang mendapat latihan teknik dasar futsal secara menyeluruh, yang meliputi: teknik passing, controlling, dribling, dan shooting. Latihan hanya bermain tanpa adanya penekanan terhadap teknik teknik yang ada dalam olahraga futsal. (Anggriawan, 2016 : 45). Untuk mempermudah peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran memahami dan melakukan gerakan teknik dasar shooting yang benar dan juga terarah, maka peneleliti sudah menggunakan media audio visual (video) agar peserta ekstrakurikuler dapat memahami gerakan tahapan-tahapan teknik dasar shooting sehingga bisa melakukan shoting yang benar dan terarah.

Media pengajaran dapat mempertinggi proses latihan peserta ekstrakurikuler dalam proses latihan yang

pada giliranya diharapkan dapat mempertinggi hasil latihan yang dicapainya (Sudjana dan Rivai, 2010 : 2). Salah satu media pengajaran yaitu melalui media audio visual, video adalah salah satu media audio visual yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas permainan futsal di SMPN 2 Buduran. Dengan cara ini metode latihan pada ekstrakurikuler futsal di SMPN 2 Buduran akan lebih bervariasi sehingga peserta ekstrakurikuler akan lebih termotivasi untuk latihan dan materi yang disampaikan oleh pelatih akan lebih mudah dipahami peserta ekstrakurikuler futsal. Banyaknya kepemilikan hand phone pada peserta ekstrakurikuler futsal adalah faktor pendukung sehingga setiap peserta ekstrakurikuler bisa memiliki materi (video) yang disampaikan oleh pelatih. Sehingga peserta peserta ekstrakurikuler tidak hanya belajar pada saat kegiatan ekstrakurikuler, melainkan bisa dipahami dan dipelajari lebih dalam ketika diluar kegiatan ekstrakurikuler futsal. Harapanya dengan pemberian materi (video) ke semua peserta ektrakurikuler futsal, masing masing siswa dapat menguasai teknik-teknik yang sudah diberikan oleh pelatih khususnya ketepatan shooting, sehingga pada saat pertandingan maupun kejuaraan banyak gol yang tercipta ke gawang lawan dan meraih kemenangan.

Pada saat peneleliti melakukan observasi di SMPN 2 Buduran pelatih ekstrakurikuler futsal belum pernah menggunakan media audio visual (video), harapanya dengan media audio visual (video) siswa ekstrakurikuler futsal di SMPN 2 Buduran mampu melakukan teknik dasar futsal khususnya teknik dasar shooting bola dengan baik dan benar.

Berdasarkan permasalahan diatas, maka dilakukan suatu penelitian mengenai permasalahan dengan judul : “Penerapan Media Audio Visual Terhadap Ketepatan Shooting Bola Pada Permainan Futsal”. (Studi Pada peserta Ekstrakurikuler Futsal SMPN 2 Buduran).

Media Audio Visual merupakan media yang paling legkap, yaitu memerlukan indra pendengaran dan indra penglihatan. Menurut Prawiradilaga, (2012 : 51) Media Audio Visual adalah merupakan cara memproduksi dan menyampaikan materi atau berita menggunakan peralatan mekanis dan elektronis untuk menyampaikan pesan audio dan visual. Media audio visual dinilai lebih efektif dikarenakan sifatnya memerlukan indra pendengaran dan indra penglihatan peserta didik. Kedua indra ini diasumsikan dapat membuka kesempatan peserta didik untuk menyerap ilmu pengetahuan lebih dalam dan mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru melalui media audio visual. Audio bantu visual yang penting dalam sistem pendidikan.

Menurut (M. Houtenbos, dkk. journal Applied Ergonomics. vol. 60: hal. 30-42. 2017 ) Media audio

(3)

visual adalah perangkat pembelajaran yang digunakan di dalam kelas untuk mendorong proses latihan dan membuat proses latihan lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta ekstrakurikuler. Media audio visual dinilai sebagai alat bantu terbaik untuk membuat proses latihan lebih efektif dan menarik bagi peserta ekstrakurikuler, jadi tidak ada keraguan lagi bahwasanya perangkat teknis memiliki dampak yang lebih besar daripada perangkat dinamis.

Media Audio visual adalah alat bantu terbaik untuk membuat pengajaran lebih efektif dan lebih mudah dipahami oleh siswa, jadi tidak perlu ragua bahwasanya perangkat teknis yaitu media audio visual memiliki dampak yang lebih besar dan dinamis. Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa media audio visual merupakan alat bantu yang sangat bermanfaat bagi para siswa dan pendidik dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya media audio visual, peran guru atau pelatih semakin luas. Sedangkan peserta ekstrakurikuler futsal akan terbantu untuk memahami materi-materi yang disampaikan oleh guru atau pelatih dalam bentuk komunikasi penyampaian pesan yang lebih efektif dan efisien.

Shooting adalah proses menendang bola sekencang-kencangnya dan akurat. Teknik shooting yang biasanya dilakukan dalam futsal yaitu menggunakan punggung kaki, kaki bagian dalam dan ujung kaki. Kunci kekuatan shooting terletak pada kekuatan tungkai kaki dan sudut pengambilan tendangan yang optimal, sehingga bola bisa melaju dengan keras dan terarah yang dapat menciptakan terjadinya gol ke gawang lawan.

Sedangkan menurut Justinus Lhaksana (dalam Pamungkas, 2013 : 22) shooting merupakan teknik dasar yang harus dikuasai oleh setiap pemain. Teknik ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan gol, hal ini disebabkan seluruh pemain memiliki kesempatan untuk menciptakan gol ke gawang lawan dan memenangkan pertandingan atau permainan.

Hasil ketepatan shooting pada permainan futsal adalah ketepatan shooting ke gawang sehingga menciptakan gol dari hasil perubahan-perubahan keterampilan yang terjadi setelah mengikuti proses latihan pada teknik shooting dalam permainan futsal dan diukur dengan dengan hasil tes keterampilan teknik dasar shooting pada permainan futsal (judgment expert). Yaitu menggunakan tes shooting Bobby Charlton dengan cara memaasukan bola kedalam gawang dengan membidik target target yang telah ditentukan dengan jarak tidak lebih dari titik pinalti (Mielke, 2007 : 76).

METODE

Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif.

Penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang dilakukan secara ketat untuk mengetahui hubungan sebab akibat diantara variabel-variabel. Penelitian eksperimen murni dicirikan dengan 4 hal, yaitu: adanya perlakuan, mekanisme kontrol, randomisasi, dan ukuran keberhasilan (Maksum, 2009: 49).

Penelitian eksperimen ini bersifat semu karena hanya memenuhi tiga syarat dari empat syarat untuk masuk dalam kategori eksperimen murni. Salah satu syarat yang tidak ada dalam penelitian ini untuk dikatakan penelitian eksperimen murni yaitu mekanisme kontrol lemah.

Pola desain penelitian tersebut adalah One Group Pretest-Posttest Design. (Maksum, 2009:60)

Tempat penelitian ini di SMPN 2 Buduran Sidoarjo.

Populasi adalah keseluruhan individu atau objek yang dimaksudkan untuk diteliti dan yang nantinya akan digeneralisasikan. Generalisasi adalah suatu cara pengambilan kesimpulan terhadap kelompok individu atau objek yang lebih luas (Maksum, 2012: 53). Populasi penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran.

Instrumen merupakan alat ukur atau cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian (Maksum, 2012 : 137). Dalam penelitian ini penulis menggunakan intrumen : Tes shooting Bobby Charlton. Berikut adalah Gambar tes shooting Bobby Charlton :

Bagi bidang gawang menjadi enam wilayah skor (lihat gambar). Sudut atas bernilai 40 poin, sudut bawah bernilai 50 poin. Bagian atas tengah bernilai 20 poin, sedangkan bagian tengah bawah bernilai 10 poin. Setiap pemain memiliki empat kesempatan untuk melakukan shooting. Jarak dari gawang tergantung pada kemampuan pemain namun hendaknya tidak lebih dekat dari titik penalti. Setiap pemain mempunyai waktu 15 detik untuk menendang keempat bola tersebut ke gawang. (Mielke, 2007 : 76)

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Deskripsi Data

Hasil pretest dan postest ketepatan shooting bola pada permanan futsal peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran adalah sebagai berikut:

40

20

40

(4)

f % f % 1 161-200 Sangat baik 0 % 0 % 2 121-160 Baik 0 % 3 11% 3 81-120 Cukup 5 18% 3 11% 4 41-80 Kurang 11 41% 11 41% 5 0-40 Sangat kurang 11 41% 10 37% 27 100% 27 100% posttest Jumlah

No Interval Kategori pretest

Tabel 1 Hasil pretest dan posttest ketepatan shooting futsal Mean 44,44 62,59 18,15 Median 50,00 50,00 0,00 SD 33,89 40,62 6,73 Varian 1148,71 1650,71 502,00 Min 0,00 0,00 0,00 Max 100,00 150,00 50,00 N Peningkatan Selisih 27

Deskripsi Data Pretest Posttest

40,83%

Berdasarkan tebel 4.1 dapat dilihat nilai mean pretest adalah 44,44 dan nilai mean posttest adalah 62,59 jadi selisih dari nilai mean adalah 18,15. Nilai median pretest adalah 50,00 dan nilai median posttest adalah 50,00 jadi selisih dari nilai median adalah 0,00. Nilai standar deviasi (SD) pretest adalah 33,89 dan nilai SD posttest adalah 40,62 jadi selisih dari nila SD adalah 67,73. Nilai varian pretest adalah 1148,71 dan nilai varian posttest adalah 1650,71 jadi selisih nila varian adalah 502,00. Nilai minimal (min) pretest adalah 0,00 dan nilai minimal posttest adalah 0,00 jadi selisih nilai minimal adalah 0,00. Nilai maximal (max) pretest adalah 100,00 dan nlai maximal postest adalah 150,00 jadi selisih nilai maximal adalah 50,00. Berdasarkan data pada Tabel 2 didapatkan peningkatan sebesar 40,83% dari pretest dan posttest ketepatan shooting futsal. 2. Distribusi Data

Distribusi data hasil penelitian pretest dan posttest ketepatan shooting bola pada permainan futsal peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran, Sidoarjo. Berikut adalah distribusi data penelitianya:

Tabel 2 Distribusi data pretest dan postest

Berdasarkan Tabel 2 distribusi data pretest dan posttest ketepatan shooting futsal peserta ekstrakurikuler SMPN 2 Buduran, dapat dilihat bahwa pada nilai pretest peserta ekstrakurikuler futsal lebih dominan mendapatkan kategori nila kurang dan sangat kurang, dengan rentan nilai 41-80 dan 0-40 sebanyak 41% dari seluruh peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran. Sedangkan pada nilai posttest peserta ekstrakurikuler futsal lebih dominan mendapatkan kategori nilai kurang dengan

rentan nilai antara 41-80 sebanyak 41% dari seluruh peserta ekstrakurikuler futsal SMP N 2 Buduran.

Berdasarkan tabel distribusi data pretest dan postest jika dilihat dari selisih nilai kenaikan dibagi dengan nilai lebar dari kelas interval, peningkatanya hanya satu kategori dengan nilai rata rata kenaikan tiap kategori sebesar 0,97%..

3. Uji Normalitas

Perhitungan uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel dalam penelitian mempunyai sebaran distribusi normal atau tidak. Penghitungan uji normalitas ini menggunakan rumus one sample Kolmogorov-Smirnov test, dengan pengolahan menggunakan bantuan komputer program SPSS Versi 22. Berikut adalah tabel hasil uji normalitas data ketepatan shooting.

Tabel 3 Uji Normalitas

Dari hasil tabel 3 dapat dilihat bahwa data dari semua variabel memiliki nilai p (Sig) > 0,05, maka semua variabel berdistribusi normal.

4. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan penerapan media audio visual terhadap ketapatan shooting bola pada permainan futsal (studi pada peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran). Analisis data yang dilakukan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah uji-t. Hasil uji-t pretest dan postest peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran dapat dilihat pada tabel hasil rangkuman pretest dan posttest ketepatan shooting futsal berikut: Tabel 4 Hasil Analisis Uji Beda Uji T Pretest

Posttest Keterampilan dan Pengetahuan

Berdasarkan uji-t diketahui bahwa mean pretest adalah 44,44, sedangkan mean posttest adalah 62,59. Nilai t-hitung sebesar 2,16 dengan signifikasi 0,04. Nilai t-tabel pada taraf signifikasi a = 0,05 df 26 adalah 1,70. Berdasarkan data tersebut diketahui

(5)

bahwa nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (t-hitung : 2,16 > t-tabel : 1,70) maka hipotesis yang menyatakan ada perbedaan penerapan media audio visual terhadap ketepatan shooting bola pada permainan futsal (studi pada peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran) dinyatakan diterima.

Untuk mengukur peningkatan minat sebelum dan sesudah dilakukan treatment menggunakan rumus.

Peningkatan Ketepatan Shooting Futsal =

= %

= 40,83 %

Hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa ada perbedaan penerapan media audio visual terhadap ketepatan shooting sebelum dan sesudah penerapan media audio visual sebesar 40,83 %. Dengan peningkatan rata rata tiap kategori sebesar 0,97 %. PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dengan analisis data dan pengujian hipotesis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Ada perbedaan yang bermakna pada ketepatan shooting bola pada permainan futsal setelah penerapan media audio visual (Studi pada peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran)

2. Besar perbedaan penerapan media audio visual terhadap ketepatan shooting bola pada permainan futsal (Studi pada peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran) adalah : 0,97 % tiap kategori. Saran

Mengacu pada hasil penelitian dan keterbatasan dalam penelitian, peniliti menyarankan:

1. Bagi pelatih

Pelatih dapat menggunakan media audio visual dalam proses latihan pemberian materi teknik dasar permainan futsal pada peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 2 Buduran, sehingga peserta ekstrakurikuler lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh pelatih.

2. Bagi peserta ekstrakurikuler

Peserta ekstrakurikuler mendapatkan metode latihan yang menarik dan lebih jelas maknanya sehingga peserta ekstrakurikuler lebih mudah memahami materi dan menguasai tujuan materi yang disampaikan oleh pelatih. Selain itu peserta ekstrakurikuler juga lebih banyak melakukan belajar, yaitu mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan

materi yang disampaikan oleh pelatih melalui media audio visual.

3. Bagi peneliti selanjutnya

Supaya hasil penelitian selanjutnya peserta ekstrakurikuler lebih banyak mendapatkan nilai baik dengan interval 121-160 poin, maka peneliti selanjutnya disarankan untuk memastikan pelatih ekstrakurikuler faham dengan user manual yang sudah dibuat untuk pelatih ekstrakurikuler, agar penelitian berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan tujuan latihan ketepatan shooting dapat tercapai dengan maximal.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 2010. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Haryoko, Sapto. 2009. Efektifitas Pemanfaatan Media Audio-Visual Sebagai Alternatif Optimalisasi Model Pembelajaran. Jurnal Edukasi @elektro Vol. 5. Diunduh pada 4 Desember 2016 pukul 22:07 WIB.

Indriana, Dina. 2011. Ragam Alat bantu Media Pengajaran. Jogjakarta: DIVA Press.

Kurniawan dan Karyono. 2008. Ekstrakurikuler Sebagai Wahana Pembentukan Karakter Siswa di Lingkungan Pendidikan Sekolah. Tidak diterbitkan.

Maksum, Ali. 2012. Metodologi Penelitian. Surabaya: Unesa University Press.

Maksum, Ali. 2009. Statistik Dalam Olahraga. Surabaya: Tanpa Penerbit

M. Houtenbos, J.C.F. de Winter b, A.R. Hale, P.A. Wieringa, M.P. Hagenzieker, 2017. Concurrent audio-visual feedback for supporting drivers at intersections: A study using two linked driving simulators, journal Applied Ergonomics. vol. 60: hal. 30-42.

Mielke, Danny. 2007. Dasar-Dasar Sepak Bola. Bandung : Pakar Raya

Mulyono, Muhammad Asriady. 2014. Buku Pintar Panduan Futsal. jakarta: Laskar Aksara.

Mukti, Ibrah. 2013. Efektifitas Tendangan Menggunakan Kaki Bagian Dalam dan Punggung Kaki Terhadap Hasil Tendangan Penalti Pada Pemain PS. Sekripsi. Tidak diterbitkan.

(6)

Mudyaharjo. 2012. Sebuah Studi Awal tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan Di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press. Noor Yanti Dkk. 2016. “Pelaksanaan Kegiatan

Ekstrakurikuler Dalam Rangka Pengembangan Nilai-Nilai Karakter Siswa Untuk Menjadi Negara Yang Baik Di SMA Korpri Banjarmasin”. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. Vol. 6, hal 11. Nurhasan, Dkk. 2005. Petunjuk Praktis Pendidikan

Jasmani. Surabaya: Unesa University Press. Pamungkas, Yoga Dwi Sumantoro. 2013. Tingkat

Keterampilan Teknik Dasar Bermain Futsal Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMA dan SMK Yayasan Piri Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi FIK UNY. Tidak diterbitkan.

Permendiknas No. 39 Tahun 2008, dalam Patimah. Pendidikan Karakter Melalui Program Ekstrakurikuler. Tidak terbitkan.

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014. Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah (http://www.slideshare.net/gilangasridevianty/lam piran-permen-nomor-62-th-2014)

Prawiradilaga, Dewi Salma. 2012. Wawasan Teknologi Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad. (2010). Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algensindo. Sule Y. E. Seçer, Mehmet Sahin, Bülent Alci, 2015.

“Investigating the effect of audio visual materials as warm-up activity in Aviation English courses on students’ motivation and participation at high school level”. Journal Procedia - Social and Behavioral Sciences. Vol. 199: hal. 120-128. Sumana, Yuni Satria. 2015. Pengaruh Pelatihan

Permainan Target Terhadap Peningkatan Keterampilan Tendangan Shooting Menggunakan Punggung Kaki siswa Peserta Ekstrakurikuler Futsal Di SMPN 2 Jetis Bantul. Skripsi. Tidak diterbtkan.

Tim Penyusun. 2014. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Surabaya: Unesa University Press.

Triatmoko, Puput. 2015. Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai dan Koordinasi Mata-Kaki Dengan Ketepatan tembakan penalti Pada Siswa peserta Ekstrakurikuler Sepak Bola Di SMPN 2 Pandak Tahun 2014. Skripsi. Tidak diterbitkan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. (Online). www.Google.Com.-UU20.2003 Sisdiknas. Pdf. Diakses pada Jumat, 17 Desember 2016 Pukul 00:11 WIB

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014. Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta: CV. Eka Jaya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan nasional pasal 3. Jakarta: CV. Eka Jaya.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan teknik dasar bermain futsal peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 3 Sragen.. Penelitian merupakan

Prosedur penelitian dan pengembang- an tentang variasi latihan teknik dasar passing atas dalam permainan bolavoli untuk kegiatan ekstrakurikuler SMPN 21 Malang ini

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan maka dapat dimbil kesimpulan bahwa tingkat keterampilan teknik dasar bermain futsal peserta

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan teknik Shooting dalam Permainan futsal peserta

Oleh karena itu antara peserta ekstrakurikuler putra dan ekstrakurikuler putri mengalami kesusahan dalam pelatihan teknik dasar diantaranya, teknik dasar menembak ( shooting)

Dalam taraf peningkatkan unsur kecepatan berlari pada peserta ekstrakurikuler futsal putra dan putri SMA Negeri Ngoro Jombang diperlukan latihan seperti lompat

dilakukan pada peserta kegiatan ekstrakurikuler futsal di MAN 1 Kota Kediri dengan hasil tes menunjukkan pada klasifikasi sedang, maka sebaiknya pelatih harus menambah

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey, survey dilakukan untuk mengetahui keterampilan bermain futsal siswa peserta ekstrakurikuler futsal laki-laki di SMP Negeri 1