ISBN
:979-799{71.0
PROSIDIl{G
SEITTINAN
ilASIONAI
PEIIOEIOLIAII
Ii,MEN
OAH
DAII
IfiAIIEIANAOATAII
llAHTI
OEOARA
IIiIfi
IAIIJI,TAII
Makassar, 12 September
2006
TIM
PENYUNTING
MAGDATEI{AUTMY,
Ph.DDRA. S'AFARAEilAN,
M.Si
DRS,
MUH.
RUSI.AII UMAR,M.Si
PENYETENGGARA
.ll
TI'
JURUSAT{ BIOTOGI
TTIPA-
UI{HASIEIIIBAGA
IIIIIU
PEI{GETAHUAN INDOI{ESIAO
lndonesian
lnstitute of Sciences
(LlPl)
& Hasanuddin University
(Unhas) 2007
Katalog dalam Terbitan
PENGELOLAAN SUMBER DAYA DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI
SECARA BERKELANJUTAN
(Prosiding Seminar Nasional
)/
Magdalena Litaay, Sjafaraenan,
Muh. Ruslan
Umar.
(Ed.)
-
Jakarta
:LlPl
Press, 2007
Copy
Rlght
Xll
+
186
HLMISBN
:979-799-071-0
l.
KeanekaragamanHayati
ll.
Litaay,
Magdalena
ll.
Sjafaraenan
lll.
Umar, Muh. Ruslan
577
Penerbit
:LlPl
Press,
anggota
IKAPI.tr
Tl'
LIPI
Pusat Penelitian
Biologi
-
LlPl
Jln. lr.
H.
Juanda No.
18.
Bogor
Telp.
:
(0251
)
321041,
321038
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kita
panjatkan kepada
Tuhan Yang Maha
Kuasa karena
atas rahmat, karunia dan petunjuk-Nya maka prosiding
Kegiatan
:.PENGELOLAAN SUMBERDAYA
&
KEANEKARAGAMAN
HAYATI
SECARA BERKELANJUTAN"
Yang
telah
dilaksanakan
di
kota
Makassar
pada
tanggal
12September 2006, dapat
terlaksana
dengan
baik.Hasil
kegiatan seminar ini telah dijabarkan dalam laporan kegiatan
yang
telah
diserahkan
panitia
pelaksana
kepada
PBI
Pusat
dan
LlPl
sedangkan prosiding
ini
memuat
tulisan para
pemateri dalam
seminar
dan
makalah pelengkap pada event dimaksud.
Prosiding ini
diharapkan
akan memberikan makna yang berarti bagi
pihak-pihak yang
terlibat dalam pengelolaan sumberdaya
dan
keaneka-ragaman
hayati
yang berkelanjutan di lndonesia Diharapkan prosiding
inijuga
dapat menjadi referensi untuk memperkaya khasanah ilmu
penge-tahuan dan bermanfaat bagi k'ta semua.
'
Makassar,
. . . .....
Marct
2OO7TTD
Ketua
PBISulawesi Selatan
DAFTAR ISI HAL JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Hal i iii Rochadi
Abdulhadi
PROFIL PERHIMPUNAN BIOLOGI
INDONESIA
1Siti
Nuramaliati
Prijono
PERANAN LIPI SEBAGAI OTORITAS KEILMUAN
BIDANG
10KOAJSERVASI TUMBUHAN DAN SATWA TERMASUK DALAM
PELAKSANAAN CITES D/
iNDONES/I
Ahmad Jauhat
Arief
PENTINGNYA ILMU PENGETAHUAN
BIALOGI
SEBAGAIDASAR
26PENGELOLAAN KEANEKARAGAMAN HAYATI YANG
BERKEUNJUTAN
Magdalena
Litaay
&Jamaluddin Jompa
KEANEMMGAMANDANPENGELOLAANBERKELANJUTAN
34SUMBER DAYA HAYATI
LAUT
D]
KAWASAN SPERMONDESULEWESI SELATAN
Amran
Ahmad
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN
DI
TAMANNASIONAL
44BANTI M U R U NG BULU SARAUNG
Rahmawaty &
Alimuddin Ali
KERAGAMAN BAKTERT
tNDtcENaus
RAyAp
&
zENGARUHNvA
I
ss lTERHADAP MORTALITAS RAYAP (Coptolermes
sp)
\-_,,
Muh.Banda
Selamat,Jamaluddin Jompa
& DodyPriosambodo
APLIMSI
MODEL RELASI ENTITI UNTUKBASISDATA
63.
KEANEKARAGAMANUMUN
DI KEPULAUAN SPERMANDE
Syafyudin Yusuf
LOKASI DAN HAAITAT
BARU
SEBARAN KARANGAcrapora
69 russelli(Wallace
1994) Dl
SEKITAR GARIS WALLACEAWillem Moka
& Robeft Sutjianto
/NYENIAR/SAS/ JEN/S - JEN/S BURUNG A
IR
DISEKITARWADUK
77A]L]
-
BIL] KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATANAmbeng
PELESTARIAN DAN STRATEGI
PENGELALAAN
87KEANEMRAGAMAN HAYATI SULWESI SELATAN
Sri Suhadiyah
&
Elis Tambaru
xeANextmalueN
FL2RA'GREEN BELT"
JALURJALAN
97SIJNGAI, DAN PANTAI DI KOTA MAKASSAR .
Magdalena Litaay
-
otveasins uolusloq
GASTRoPoDA
Dl
RATAAN
109TERUMBU PIJLAU SALEMO SULAWESI
SEUTAN
EIis TambaruKEANEKARAGAMAN JENIS-JENIS TANAMAN BAMBU
DI
117MBUPATEN
IANA
TORAJA SULAWESI SELATANJuhnah
KEANEKAMGAMAN
TIJMBUHAN OBAT TRADISIONALDI
122KECAMATAN POLOMBANGKENG UTARA KABUPATEN
TAMLAR
Mir
Alam
DISTRIBIJTION
OF
PLANT CONTAINSAFROLE-RICH
129FSSENflAL
O/L iN /NDONES/AMuhammad
RuslanUmar
KEANEKARAGAMANSPECIESTUMBIJHANBERHASIAT
136OBAT YANG
DIMANFAATMN
MASYAMKAT
DESA PASSELORANGME.
WAJO SULSELJuhiah
& FaizahSangaji
BIODIVERSITAS LAMIJN
DI
PERAIRAN PULAUBARRANG
150LOMPO DAN BARRANG CADDI SULAWESI
SELAIAN
ile*arma
KEANEMMGAMAN
FLORA DAERAHPERTAMBAKAN
158&
PERSAWAHAN KABUPATEN PANGKAJENE SULAWESISELATAN .
Eddy
Soekendatsih, Erwin
&Budi
Widiiandono
/NVENIAR/SAS/ YEGETASI
DI
KAWASAN HUTANSEKUNDER
167MUSIMWAg
BINGIN TELUK, SUMATERA SELATANAmbeng
KEANEKARAGAMAN
AVES
PADA EKOS/SIEM
MANGROVE
D!
172PESI SI R
PANGMJENE, MBUPATEN
PANGKEPMuhtadin Salam
IDENTIFI]/JSI LUMUT
DI
SEKITAR AIR TERJUNTAKAPALA
180 MALINO KABUPATEN GOWA..asiding Nasional Pengelolaan Sunberdaya & Keanekaragaman Hayati secan Be*elanjutan tsBN 979,799-071-0
KERAGAMAN BAKTERI INDIGENOUS RAYAP DAN PENGARUHNYA TERHADAP MORTALITAS RAYAP (COPTOTERMES SP)
RAC H IVIAWAIY & ALIMUoDIN ALI
Jurusan Biologi FN4'PA UNM lvlakassar
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mempelaj.rri keragaman bakteri indigenus rayap dan
. -::'uhnya
terhadap mortalitaseyap
(Coptolemes sp). Hasil isolasi bakteri indigenus,
-:
ekor rayap diperoleh 10 jenis bakteriyait!
Bacillussp1
Eacilus sp2, Bacl/us sp3,,,.9p4
Bacillus qps, Eacll/us sp6, Bacil/us ap7, Flavobacteium sp1. Flavobacterium- ..i
Flavahacteiumsp3.
Penelitianini
filerupakan peneiitian eksperimen dengan: _::-nakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas satu kontrol dan sepuluh
.,
,:n
Perlakuan diberikan pada substrat rayap. Parameter yanq diamati yaitu modalitas:3n dominansi bakteri indigenus pada rayap yang mati. Hasil penelitian menunjukkan
:
se.nua bakterj rndigenus berpengaruh terhadap mortalitas rayap-Da
hasil penelitian: s mpulkan bahwa pemberian bakteri indigenus (Bacl/us sp1 , Bacillus sp2, Bacillus
...llus
sp4,
Bacius
sps, Bacl/us sp6,
Bacillus
sp7,
Flavabacteium sp1,:::..erium
sp2 dan Flavobaclerium sp3) dapal menyebabkan mortaliias ierhadap rayap.::
:kibai
dari sifat patogenitas yang dltinbulkan bakteri tersebut, bakteri indigenus::-:itensi
!ntuk digunakan sebagai biokontrolterhadap rayap (Coplolermes sp) yaitu,:
sp1, 8acl/ns sp3,
Eacil/ussp4,
Bacll/ussps,
Flavobacteiumspl
dan:::?rium sp3.
PENDAHULUAN
-:rdisi
iklim
lndonesia sebagai daerah
tropis
menyebabkanwilayah
inir,-,ai
kehangatan, kelembaban dan bahan organik dalam tanah yang tinggi.=-
{ondisi tersebut perkembangan organisme khususnya organisme perusak, . -
_:ai bajk sehingga mencapai 1.000.000 jenis serangga, 250.000 jenis
jamur
,:
:-rs
.ayap (Rudi,2002).=.,ap
adalah sekelompok hewan dalam salah satu ordo yaitu ordo lsoptera:::
Arl.opoda. Ordo lsoptera
beranggotakan sekitar2.000 spesies dan
di;:;
:.ah
tercatatkurang
lebih200
spesies (Anonim,2001).
Nama lain dari : :r
:.
anai-anai, semut putih, rangas dan laron (Tarumingkeng, 2005).:
:,:3
di alam sebenarnya memiliki fungsi yaitu menguraikan danmenghan--
::-:r
alami yang mati, untuk memLrlihkan kesuburantanah.
Namun fungsi'
:::a:
menjadi masalahyang
serius manakalayang
mereka uraikan dan '=-
...
ah kayu penopang struktur bangunan (Setiyadi, 2002).a.-
..<
..aya
yang telah dilakukan untuk membasmi rayap, secara kimiawi- :'-
s:e
ch orpyrifos),secara biologi
(seperti khitosandan
penggunaan:
:;
:
:
'e..ema
carpocapsae sebagai musuh alami rayap), dan secara fisik_
::
_:::-e.rt
pemasangan perintang, dan pembuatan trench).-55-Ptosicting Nasional Pengelolaan Sumberdaya & Keanekaragaman Hayatj secara Be*etanjutan tsBN 979-799.071.0
Kayu merupakan komponen terpenting dalam pembangunan perumahan di
Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan meningkatnya permintaan
akan bahan baku kayu. 80% sampai 85o/o kayu yang ada
di
tndonesia dinyatakan kurang sampai tidak awet terhadap serangan organisme perusak kayu, salah satu-nya yaitu rayap.Kerugian ekonomis yang diakibatkan serangan .ayap pada bangunan rumah
di
lndonesia besarnya mencapai
Rp.2,67
trilyun pada tahun 2000 dan
padabangunan milik pemerintah besarnya mencapai Rp. 300 milyar per tahun.
Sudah banyak
cara
yang dilakukan untuk mengatasi masalah rayapterse-but. Mulai
dari
pengawetan kayu secarafisik
maupun nonfisik, penggunaan termi-sida, soil treatment, metode pengumpanan, maupun dengan menggunakan musuh alaminya misalnya predator dan patogennya.Tidak selamanya kondisi tubuh rayap dalam keadaan yang baik. Adakalanya
rayap memiliki kondisi tubuh yang
tidak
memungkinkan untuk membentuk immun,sementara populasi bakteri di dalam tubuh nreningkat sehingga tidak bisa terkontrol
dengan baik yang bisa menimbulkan penyakit atau kematian rayap.
Pemberian
bakteri
uji
indigenusrayap dapat
menambahpopulasi
bakteri yang telah ada dalam usus belakang rcyap Coptotetmes sp, sehingga mengganggu kestabilan dalam tubuh rayap itu sendiriyang dapat berakibat pada kematian.Distribusi bakteri
yang
diidentifikasi pada setiap rayap menunjukkankore-lasi
antara bakteri utama usus
dan famili
rayap tersebut.
Adawiyah
dalamRustamsjah (2001),
mengemukakan
bahwa dalam
usus .ayap
CoptotermescuNignathus
Holmgrenditemukan
bakteti
Streptococcussp, Staprylococcrs
spBacrllus sp, dan
Flavobacteium
sp pada keadaan aerob, sementara dalam keadaananaerob fakultatif ditemukan
baKeri
Slreptococcussp,
Sfaphylococcussp,
danFlavobacterium sp
Rayap
C.
cuNignathus
mempunyaisifat
kanjbalismedengan
memakanspesiesnya
sendiri yang lemah atau sakit.
Disamping
sifat
kanibalismenya itusendiri, menurut Rustamsjah (200'1) tayap C. cutvignathus yang sakit kemungkinan disebabkan dari patogenitas bakteriyang berada dalam tubuh rayap itu sendiri.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bakteri indigenus yang diisolasj dari
rayap dapat menyebabkan mortalitas pada rayap
Coploten
es sp, mengetahui ge nus bakteriyang menyebabkan mortalitas paling tinggi pada rayap Coptofermes sp.-56-:-=iding
Nasional Pengelolaan Sumbedaya & Keanekatagaman Hayati secaft Be*elanjutanISBN 979-799-071-0
METODE PENELITIAN
:.-s
apan isolasi bakteriSepuluh
ekor
rayap dicuci dengan aquades
steril, lalu
rayap
diekstraksi:::-:abung
reaksi yang berisi
5
ml
aquadessteril. Hasil
ekstraksidituang
ke:
:
:-
.awan petri yang berisi media NA dan selanjutnya diinkubasi selama 24 jam::-::
:-r'ru 300 C dengan posisi cawan terbalik.Koloni bakteri yang
tumbuh pada-n:
:
!A
masing-masingdi
reisolasi dan ditumbuhkan kembali pada medium NA-;::
3i
dapat koloni tunggal.
Selanjutnya bakteritersebut
ditumbuhkan dalam-
i:
:
LB
dan diinkubasi selama 48 jam sebelum diperlakukan pada rayap. Biakan-
--
:a'<teri
yang diisolasi
dari
tubuh rayap
diidentifikasi
lebih lanjut
untuk-i'::':-!i
genusnya berdasarkan Holtel
a/,
1997, meliputi;
pewarnaan Gram,-
-:-:
cengecatan endospora, serta uji-uji biokimia lainnya.-n:.:
bakteri indigenus dan pengujian mortalitas:
lasukkan
10 ekor rayap ke dalam cawan petri yang berisi kertas saflngi:
,i;::Jai
makanan bagi rayap yang sebelumnya telah diinkubasikan bakteri uji. :a'.-
-.
lang
menyebabkan kematian pada rayap, akan di uji lebih lanjut dengan:
-:
-.-_:
solasi kembali bakteriyang ada
pada rayap yangtelah
mati kemudian-i-
i:-.:
koloni yang dominan dari bakteri uji tersebut.:.-elitian
ini
menggunakan
RancanganAcak
Kelompok
(RAK).
Rincian"1-?
i--.,a
adalah sebagai berikut:'.'-
=
..)..
Coptotermes sp tanpa pemberian baKeri:
=::-.::
Coptotermes sp dengan isolat bakteri 'l"
= =.,
z.
Captotemes sp dengan isolat bakteri 2'.
=
=.,2.
Captotermes sp dengan isolat bakteri 3'.
. =.,=.
aaototemes
sp dengan isolat bakted 4'
=..,.:
aaclatennes sp dengan isolat bakteri 5'.
= =
i:2.
:.ploterrnes
sp denqan isolat bakteri 6'.
: ...-..
:.plcletmes
sp dengan isolat bakteri 7:,
=::,::
:i.irleil1es
sp dengan isolat bakteri 8:
=..,'=a
::::.ae,"rgs
sp dengan isolat bakteriI
:
-
=..'1
:.ri:i:errres
sp dengan isolat bakteri 10=
?''--a-.a.^
r-ortalitas dilakukan dengan cara mencatat jumlah rayap yang': t- :'--':
-"aja
ilas
Coptotermes
sp.
pada
masing-masing
perlakuan.4.-ir --is
rF:'-jrs
<a terdapat morialitas
pada
kontrol dengan
menggunakan-57-Ptosidittg Nasional Pengelolaan Sunberdaya & Keanekangaman Hayati secan Betkelanjutan ISBN 979-799-071-0
,=
o'-t
l.,oo
100 cl
P
=
Mortalitas terkoreksiP'
=
Mortalitas pengamatanC
=
Mortalitas kontrolData yang
diperolehdi
analisis dengan analisisvarians
(ujj F)
pada
taraf kepercayaanq
0,05.
Untuk mengetahui
perbedaanantar
perlakuan
dilanjutkandengan uji BNT pada taraf kepercayaan q 0,05.
HASIL DAN PEMBAHASAN
l.
BaKe.i lndigenus
RayapHasil isolasi bakteri
pada
l0
ekor rayap ditemukan 10 bakteri yang berbeda berdasarkan hasil identifikasi morfologi maupun pengujian biokimiawi.2.
Mortalitas
RayapHasil
pengujian
baKeri
indigenus terhadap mortalitas
rayap
ditunjukkan padaTabel
1.Tabel 1..Rata-rata Persentase Jumlah Mortalitas Terkoreksi
Rayap
Pedakuan yang Diberi Bakteri lndigenus Selama 10 Hari Pengamatan.Perlakuan Hasil Penaamatan Ulanoan
x
2 3
Kontrcl 0 0 0 0.00
BacrTlus sD.'l 90.09 90.09 90.09 90.09
Bacillus so.2 80.08 70.o7 90.09 80.08
Bacl/us sp.3 90.09 90,09 90,09 90.09 Bacillus sD.4 90.0s 90,09 90 09 90,09 . Eacll/us sp.5 90.09 90 09 90,09 90,09
86cl/rs
so.6 80.08 90.09 70,07 80.08 Bacillus so.7 90.09 80.08 90,09 80.75 Flavobacterium so1 s0.09 90,09 90.09 90,09 Flavobacterium sg2 90.09 90 09 80.08 80,75 Flavobacterium sD3 90.09 90,09 90,09 s0.09Perbedaan
rataan
mortalitas
antara
perlakuan
bakteri indigenus
rayapdengan kontrol dan perbedaan antar perlakuan bakteri indigenus setelah dilakukan uji BNTo0 05 ditunjukkan pada Tabel 2.
3,
Pengaruh Patogenitas Bakteri lndigenus
Pengaruh patogenitas bakteri indigenus diindikasikan dengan koloni bakteri
uji yang
dominan setelah diadakan pengisolasian kembalipada
rayapyang
matihEEiding Naslonal Pengelolaan Sumbedaya & Keenekaagaman Hayati secaft Be'i{elaniutan
tsBN 979.799-071-0
Tabel
2.
PerbandinganAntar
Rataan Mortalitas Perlakuandari
Bakteri lndigenusRayap dengan menggunakan Uji BNT oo.os
Bakteri
Rata-RataMortalitas
RayapKontrol Bacl/us so6 80.08"
Bacillussoz
80.08"Baci
us so780.75*
Flavobacte
um sD280.75*
Bacli{ussol
90.09c Bacillus so3 90.09" Bacillus sD4 90,09c Bac,7/us sp590,09'
Flavobacteium
sg1 90,09"Flavobacteium
sp3 90,09" <€ier_anoan :Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama tidak berbeda nyata dengan taraf uji
BNT
" 0.05. =0,89
Tabel 3. Bakteri lndigenus Hasil Reisolasi lerhadap Rayap Mati
Jumlah Koloni Bacillus sD1 +++ Bacillus so2 +++ Bacri,/rs so3 ++ Bacillus so4 ++ Bacl/us sps + Bacll/us sp6 +++
Bacillrc
sD7 +++ Flavobacterlum.o1
Flavobacteium
so2 +++ Flavobactedum sc'3 + <elfangan : +++ = sangat oomanan++
= Dominan+
:
Tidak DominanMenurut Hawley (2003),
baKeri
patogen adalah bakteri penyebab penyakitgE
menggunakan senyawa organik dari jaringan hidup. Kemampuan suatumikro-:€anisme
patogenik untuk
menyebabkaninfeksi
(patogenitasnya)di
pengaruhig
hanyaoleh
sifat-sifat mikrobaitu
sendiri, tetapijuga oleh
kemampuan inang.rli-*
menahan infeksi (Pelczar, 1986).Ketidakseimbangan mikroflora yang kehadirannya penting bagi tubuh
(sela-r.
berfungsi secara normal)dapat
menyebabkan penyakit (Anonim,2005).
FloraE
rrtal akan berkembang menjadi parasit terhadap inang manakala kesejmbanganr4!rte'
makanannyaterganggu sebagai akjbat
dari
perubahan lingkungan yangEr
nrenguntungkan (Djide, 2003).Prosiallng Nasiona! Pengelolaan Sumberdaya & Keanekangaman Hayati secata 8e*elaniutan
ISBN 979-799-071-0 Berdasarkan pernyataan di atas, diduga bahwa pemberian bakteri indigenus
yang
merupakan mikrofloradari
rayapdapat
meningkatkanjumlah
bakteri dalamtubuh rayap. Hal ini menyebabkan adanya ketidakseimbangan jumlah yang disertei
dengan adanya ketidakseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan
makanan
baKeri di dalam tubuh rayap sehingga menyebabkanbaKeri
indigenus berkembangseba-gai
parasit
bagi
rayap
dan dapat
mengakibatkankematian
pada
rayap
sebagaiinangnya. Kematian
yang terjadi pada
rayap selain disebabkankarena
pengaruh pemberian bakteri indigenus, juga disebabkan karena sifat alamiah rayap itu sendiri'yaitu
memilikisifat
kanjbalismeseperti
yangterjadi pada
perlakuanBacl/us
sp2Bac,l/us
sp3.
Bacittussp4
Baciilussps,
Bac,'7ussp6,
Bacillussp7 dan
perlakuanFlavobacterium
sp2
(Lampiran3).
Menurut Nandika (2003),dalam
kehidupannya,rayap memiliki beberapa sifat penting, salah satunya adalah kanibalisme yaitu sifat rayap untuk memakan individu sejenis yang lemah atau sakit.
Hasit analisis
sidik
ragamdan uji
BNTq 0,05 menunjukkan perbedaan yangnyata antara kontrol dengan setiap perlakuan, sedangkan antar perlakuan ada yang
berbeda nyata ha!
initerlihat
pada tabel 2, dimana pada perlakuan Bacl/us sp2 danBaci{us
sp6 berbeda nyata dengan perlakuan Baclilus sp1,3,4'
5'
Flavobacleriumsp1,3, sedangkan pedakuan
Bacillussp7
dan Flavobacteriumsp2
tidak
berbedanyata dengan
perlakuanBacl/us
sp1,3,4,5,dan
Flavohacteium sp1'3,
demikianpula dengan perlakuan Baaillus sp2, gacllius sp6
Setelah dilakukan
reisolasiterhadap bakteri dari
tubuh
rayap
yang
mati,diperoleh
bakeri
indigenus yang jumlahnya sangat dominan dalam media tumbuhyaitu bakteri Flavobacterium 5p2,
Baci
us
sp1, Bacillus 6p2' Bacillussp6,
Bacl"'s
sp7, dan. BaKeri
indigenus yang jumlahnya dominandalam
mediatumbuh
yaituba(ei
Flavobacterium
sp1,
Baciltussp3,
dan
Bacfl/ussp4'
sedangkan
bakteriBacilius
sps
da
Flavobactetium
sp3 dalam media tumbuh jumlahnya
tidak dominan.Adanya bakteri indigenus yang dominan pada tubuh rayap mengindikasikan
bahwa bakteri tersebut mampu menginfeksi dan mampu berkembangbiak di dalam
tubuh
inangnya. Bakteriyang
memiliki kemampuan tersebutadalah
bakteri yangbersifat
patogen.Menurut Pelczar (1986), untuk
menimbulkan penyakit menular,suatu
patogen harus
dapat
memasuki
tubuh
inang,
dapat
bermetabolisme danberkembang biak di dalam jaringan inang, dapat menahan pertahanan tubuh inang dan dapat merusak inang.
mati
setelah diberikan
bakteri
indigenus
Bacl/rs
sp5
dandiduga disebabkan karena toksin yang dihasilkan
oleh
bakteriRayap
yangFlavobacterium sp3
-60-Ptosiding Nasionat Pengetotaan Sumberdaya & Keanekamgaman Hayati secam Be*etanjutan tsBN 979-799-071_0
:-.rsebut (Tabel
3).
Meskipunkoloni bakteri Bacl/us
sps
danFlavobacterium
sp3:lak
dominan dalam media tumbuh setelah diadakan reisolasi terhadap rayap yang-ati,
namun bakteti
Flavobacterium
sp3
(demikian
juga
baKerj
Bacittus
sp4)-enyebabkan
mortalitas rayap yang tinggi dalam waktu yangcepat.
Diduga bahwa:lksin
yang
dihasilkanoleh bakteri
indigenustersebut
berupa eksotoksjn,hal
ini:
sebabkan karena tjdak adanya peningkatan jumlah bakteri uji datam tubuh rayap.!!gnurut Pelczar (1986),
kemampuansuatu
mjkroorganismeuntuk
menghasilkan.Jatu
toksin yang
mempunyaiefek
burukterhadap
inangdan
keampuhan toksin :e.sebut merupakanfaKor
pentingbagi
organisme untuk menyebabkan penyakit.-.ksin
yang
dihasilkan
dapat
berupa eksotoksin (toksin
yang
diekskresikan
ke-edium
sekjtarnya) ataupun endotoksin (tersimpan dalam selnya).Bakteri indigenus Bacillus
sp1-7dan
Flavobacterium sp1_3pada
tubuh=/ap
merupakan simbion bagi rayap, yang beberapa diantaranya membantu rayap:a am mencerna selulosa sehingga dapat digunakan rayap sebagai sumber energi.
lenurut
Tarumingkeng(2005),
proses pelumatan selulosadi
dalam tubuh
rayap-e;ibatkan
protozoa flagellata dan beberapa bakterj, dimana protozoa menguraikan:€
ulosa menjadi polimer-polimer selulosa, dan bakteri menggunakan polimer terse_:-l
dan menghasilkan monomer-monomer yang djbutuhkan oleh rayap.Hubungan
di
antara
bakteri indjgenus
pada tubuh
rayap
tidak
diketahui-3ra
pasti.
lrenurut
Dwidjoseputro(2005),
hubunganantar spesies
mikroorga_ - s.ne dapat berupa; tidak saling mengganggu
(netralisme), persaingan (kompetisi),
-
aJp berlav/anan (antagonisme), komensalisme, sinergisme, parasitismedan
pre_:::Crisme.
Adanya bakteri indigenus yang keberadaannya sangat dominan dalam tubuh
1.ap
(Bacius
sp1, Baci
us
$p2,
Bacillussp6,
Bacl/us sp7
danFlavobacterrum
:::
diduga memitiki interaksi antagonjs dengan spesies bakteritainnya.
Djmana,..esles bakteri uji menghasilkan sesuatu yang meracuni spesies lainnya sehtngga
,..€.adaannya
di
dalam
tubuh rayap
sangat dominan. l\renurut
Dwidjosepdtro::!5),
zat yang
dihasjlkanoleh
bakteri yangdapat
menentang kehidupan mjkro_:':??isme
lain dapat berupa suatu ekskret
maupunsjsa makanan.
Bakteri indi_
:-e--.rs
yang
keberadaannyadi
dalam tubuh rayap
clominan (Flavobacterium sp1,:::.rs
sp3,
danBaci us
sp4)diduga
jnteraksiyang terjadi yaitu
kompetisi yaitu:€-saing dalam mendapatkan makanan yang
juga
dibutuhkan oleh spesies bakterii--,;a
Sedangkan interaksiyang terjadj pada
bakteri indjgenus yang jumlahnya'
:r-al
di dalamtubuh
rayap(Bacl/us
sp5
danFlavobacteium
sp3) diduga meru_:.:F..
interaksi yang. netral, halini
disebabkan karena meskipun bakteriuji
meng_-Ptosialing Nasional Pengelolaan Sufiberdeya & Keanekahgaman Hayatj
s;cad
Berketanjutan ISBN 979.799-071-Ohasilkan eksotoksin
yang
ikut
termakan oleh
rayap,tidak
mempengaruhi jumlahbakter"i yang berada di dalam tubuh rayap tersebut, dengan kata lain
ekso{oksin
itu hanya bersifat meracuni rayap.KESIMPULAN
Dari
hasil analisis data
dan
pembahasan,maka
dari
penelitianini
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut; bakteri indigenus dapat menyebabkan mortalitaspada
rcyap
Coptotermessp.
cenus
bakteriyang
menyebabkan mortalitas paling tinggi yaitu BacrTus sp1,3,4,5 dan Flavobacteriumspl,3.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2001.
Biologi
dan
PengendalianRayap Hama Bangunan
di
tndonesia.(http://rudyct.tripod.com/dethh/biotermite.pdO. Akses, 22 Oktober 2005. Djide, Natsir M, dkk. 2003. Mikrobiologi Farmasi Terapan.
Makassar:
UNHAS.Dwidjoseputro, D. 1975. Pengantar lvikrobiologi.
Malang;
lKlP Malang.Hawley, B. Louise.2003. Mikrobiologidan Penyakit lnfeksi.
Jakarta:
Hipokrates.lbrahim, Masni. 1997. EfeKivitas
Pengendalian RayapTanah
(Coptotermes spp)pada Kayu Bangunan di Kawasan Perumahan dengan Menggunakan Spora
Jamur
Beauveia
bassiana
Vuill
pada Musim Hujan. Skripsi. Makassar
:Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin. Madjid, B. 2004. Diktat Kuliah Mikrobiologi. Makassar:UNHAS.
Nandika,
Dodi
dkk.
2003.
Rayap Biologi
dan
Pengendaliannya.
Sukarta
:Muhammadiyah UniveIsity Press.
Rudi. 2002. Status Pengawetan Kayu di lndonesia.
(htioi//www.havati.ipb.com/biolooi dan oerilaku. ravaD. htm). Akses 24-10-05. Rustamsjah. 2001. Rekayasa Model Simbiose
Bakteridan
Protozoa Dengan RayapTanah (Coptotermes curvignathus Holmgren).
([email protected]). Diakses tanggal 25 September 2005.
Sjahrurachman,
Agus. 2006.
Biologi
Molekuler
Faktor
Virulensi
Bakteri. (www.temoo.co.id/medika/arsio/122002yous-3.htm). Diakses tanggalSetiadi, Rudi.
2002.
Membasmi
Rayap,
Sang
Pemakan
Kayu.
(http.//Pikiran-rakyat.com/cetak/1l04l11lcaktawalallainnyas. htm). Akses 24 Oktober 2005. Tarumingkeng, C. Rudy. 2004. Biologi dan Pengendalian Rayap Hama Bangunan di
lndonesia. (http://rudyct.tripod.com/dethh/biotermite.pd0 Diakses tanggal.22 November 2005.