• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT LIMAS INDONESIA MAKMUR TBK DAN ENTITAS ANAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT LIMAS INDONESIA MAKMUR TBK DAN ENTITAS ANAK"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

30 September 2018 (Tidak Diaudit) (Dengan Angka Perbandingan untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2017 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit) Untuk Laporan Posisi Keuangan / Neraca

(2)
(3)
(4)

Daftar Isi

Halaman

Laporan posisi keuangan (neraca) konsolidasian 1

Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 3

Laporan perubahan ekuitas konsolidasian 4

Laporan arus kas konsolidasian 5

(5)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

1

Catatan 2018 2017

ASET LANCAR

Kas dan Bank 2f,2h,4 2,686,342,083 3,987,390,720 Dana yang dibatasi penggunaannya 7,469,740,258 8,486,051,432 Piutang usaha - Bersih

Pihak ketiga 2f,2k,6 38,715,850,702 34,518,947,619 Piutang pihak berelasi 2f,2j,2k,29 12,062,237,909 18,645,217,481 Piutang lain-lain 2f,2l 1,166,016,720 1,300,462,511 Persediaan - Bersih 2l,7 110,265,954,984 101,545,226,313 Pajak dibayar di muka 2t,14a 38,169,909,406 32,995,791,252 Biaya dibayar di muka 2m,8 166,498,981,907 156,555,027,366 Jumlah Aset Lancar 377,035,033,969 358,034,114,694 ASET TIDAK LANCAR

Investasi - Bersih 2f, 5 292,343,136 285,712,872 Dana yang dibatasi penggunaannya 2i,4 5,876,387,145 5,153,965,739 Aset tetap - Bersih 2n,10 39,556,268,165 65,768,923,808 Aset tak berwujud - Bersih 2o,11 10,023,285,536 12,868,706,415 Aset pajak tangguhan 2t,14e 3,733,260,484 3,138,480,237 Piutang lain-lain 2f,2l 92,869,840 95,369,840 Klaim Pengembalian Pajak 2t,14b 115,687,372 121,367,867 Aset tidak lancar lainnya 2f,12 849,286,727 872,804,727 Jumlah Aset Tidak Lancar 60,539,388,405 88,305,331,505

JUMLAH ASET 437,574,422,374 446,339,446,199

(6)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

2

Catatan 2018 2017

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang usaha - Pihak ketiga 2f,13 49,711,198,726 53,893,831,553 Utang lain-lain Pihak Ketiga 2f 27,255,654 26,199,654 Utang pihak berelasi 2f,2j,17,28 21,798,764,001 18,774,716,985 Utang pajak 2t,14c 16,007,155,330 7,901,573,699 Beban masih harus dibayar 2f 2,022,287,326 2,562,555,535 Pendapatan diterima dimuka 16 516,913,276 636,539,609 Uang jaminan pelanggan 15 557,016,250 558,516,250 Bagian Lancar

Pinjaman Jangka Panjang :

Utang bank 2f,18 112,843,843,885 116,308,799,638 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 203,484,434,448 200,662,732,923 LIABILITAS JANGKA PANJANG

Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Pinjaman bank 2f,18 99,159,743,725 111,045,353,599 Liabilitas imbalan kerja 2s,19 6,755,920,000 6,755,920,000 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 105,915,663,725 117,801,273,599 Jumlah Liabilitas 309,400,098,173 318,464,006,522 EKUITAS

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham

Modal dasar - 2.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham Modal ditempatkan dan disetor penuh

787.851.525 saham 20 78,785,152,500 78,785,152,500 Tambahan modal disetor 21 12,869,570,896 12,869,570,896 Selisih kurs penjabaran laporan

keuangan ke dalam mata uang pelaporan 26,253,314,296 26,253,314,296 Komponen Equitas Lainnya 3,003,497,433 3,003,497,433 Saldo Laba :

Akumulasi Rugi (54,763,653,866) (53,812,623,477) Kepentingan nonpengendali 2e 62,026,442,943 60,776,528,029

Jumlah Ekuitas 128,174,324,201 127,875,439,677

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 437,574,422,374 446,339,446,199

(7)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

3

Catatan 2018 2017

PENJUALAN BERSIH 2s,22 137,656,613,043 134,463,394,054

BEBAN POKOK PENDAPATAN 2s,23 (103,617,357,377) (92,292,852,673)

LABA BRUTO 34,039,255,665 42,170,541,381

Penjualan 2s,24 (3,203,751,137) (1,611,208,399) Umum dan administrasi 2s,25 (14,186,688,134) (12,683,577,435) Laba (rugi) selisih kurs Bersih (1,579,728,094) (2,162,988,769) Beban Lainnya Bersih (4,158,226,431) (5,705,503,532)

LABA USAHA 10,910,861,870 20,007,263,246

Beban keuangan/bunga (11,206,757,592) (12,364,330,200)

LABA SEBELUM

PAJAK PENGHASILAN (295,895,722) 7,642,933,046

Pajak Penghasilan 594,780,246 (1,910,672,614)

LABA TAHUN BERJALAN 298,884,524 5,732,260,432

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN-LAIN

Selisih kurs penjabaran laporan

keuangan dalam valuta asing - (18,914,562,803)

TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 298,884,524 (13,182,302,371) Laba yang dapat

diatribusikan kepada:

Pemilik Perusahaan (951,030,389) 2,945,114,003

Kepentingan non-pengendali 2e 1,249,914,914 2,787,146,429

V 298,884,524 5,732,260,432

Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik Perusahaan (951,030,389) (8,403,623,679) Kepentingan non-pengendali 2e 1,249,914,914 (4,778,678,691)

298,884,524

(13,182,302,370)

LABA PER SAHAM DASAR 2w,27 (1) 4

(8)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

4 Selisih Kurs

Penjabaran Laporan Modal Saham Tambahan Keuangan

Ditempatkan Modal dalam Valuta Komponen Akumulasi Kepentingan

dan Disetor Disetor Asing Ekuitas Lainnya Kerugian Sub-total nonpengendali Total Ekuitas

Saldo 1 Januari 2017

disajikan kembali 78,785,152,500 12,869,570,896 26,253,314,296 3,197,488,833 (55,037,647,647) 66,067,878,878 58,133,363,850 124,201,242,728

-Selisih Kurs penjabaran laporan -

-dalam mata uang asing - - -

-Kerugian yang belum direalisasi atas -

-Efek tersedia untuk dijual -

-Jumlah laba (rugi) komprehensif 1,225,024,170 1,225,024,170 2,670,415,279 3,895,439,449

Penilaian kembali

-imbalan kerja - - - (193,991,400) (193,991,400) (27,251,100) (221,242,500)

Saldo 1 Januari 2018 78,785,152,500 12,869,570,896 26,253,314,296 3,003,497,433 (53,812,623,477) 67,098,911,648 60,776,528,029 127,875,439,677

Selisih Kurs penjabaran laporan

Keuangan dalam mata uang asing - -

-Kerugian yang belum direalisasi atas Efek tersedia untuk dijual Jumlah laba (rugi) komprehensif

tahun 2018 - - - (951,030,389) (951,030,389) 1,249,914,913 298,884,524

Saldo 30 September 2018 78,785,152,500 12,869,570,896 26,253,314,296 3,003,497,433 (54,763,653,866) 66,147,881,259 62,026,442,942 128,174,324,201

Ekuitas yang dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk

(9)

5

2018 2017

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 133,459,709,960 155,576,836,112 Pembayaran kas untuk

Piutang Pihak Berelasi 6,582,979,572

Piutang Karyawan 136,945,791 -Piutang lain-lain (aset tidak lancar) 1,500,000 -Hutang Lain-lain 1,056,000 -Pemasok,karyawan dan

aktivitas operasional lainnya (117,554,252,553) (91,623,591,134)

Penerimaan kas dari:

Pendapatan bunga 91,586,915 81,070,434

Restitusi Pajak 121,367,867 107,254,232 Pembayaran kas untuk:

Beban bunga (11,206,757,592) (12,364,330,200)

Kas Bersih Diperoleh dari

Aktivitas Operasi 11,634,135,960 51,777,239,444

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penerimaan dari (Pembayaran untuk) :

Perolehan aset tetap (402,555,754) (6,463,194,032)

Perolehan aset takberwujud (500,000,000)

-Kas Neto Digunakan untuk

Aktivitas Investasi (902,555,754) (6,463,194,032)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penarikan kas yang dibatasi

penggunaannya 293,889,768 (9,459,997,745)

Kenaikan utang Pihak Beralasi 3,024,047,016 3,362,079,275

Pembayaran utang Bank (193,820,734,408) (287,413,707,897)

Penerimaan utang Bank 178,470,168,781 240,965,490,277

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan

untuk) Aktivitas Pendanaan (12,032,628,843) (52,546,136,090)

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO

KAS DAN SETARA KAS (1,301,048,637) (7,232,090,678) KAS DAN SETARA KAS PADA

AWAL TAHUN 3,987,390,720 13,708,376,287

PENGARUH PERUBAHAN KURS

MATA UANG ASING - (2,024,303,472) KAS DAN SETARA KAS PADA

AKHIR TAHUN 2,686,342,083 4,451,982,137

(10)

6 1. UMUM

a. Pendirian Perusahaan

PT Limas Indonesia Makmur Tbk (dahulu PT Limas Centric Indonesia Tbk) selanjutnya disebut "Perusahaan" didirikan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 4 Juni 1996 dari notaris Ny. Lanny Ratna Ekowati Soebroto, S.H. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1046.HT.01.01TH.97 tanggal 14 Februari 1997. Pada tahun 2000, Perusahaan meningkatkan statusnya menjadi Perseroan Terbatas dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA) sesuai dengan Surat Persetujuan Penanaman Modal No. 149/V/PMA/2000 tanggal 22 September 2000. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 13 tanggal 23 Februari 2018 dari Notaris Mina Ng. SH., MKn, mengenai perubahan pemegang saham pengendali Perusahaan, perubahan jenis Perusahaan dari PMA (Penanaman Modal Asing) menjadi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan perubahan Pasal 2 Anggaran Dasar Perusahaan.

Akta tersebut di atas telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU-AH.01.03-0084799 pada tanggal 27 Februari 2018. Mengacu pada Surat Keputusan tersebut, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Keputusan Perubahan Status Perusahaan menjadi PMDN berdasarkam Surat Keputusan BKPM Nomor 38/1/IU/PMDN/2018 pada tanggal 27 April 2018.

Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang usaha jasa konsultasi manajemen dan teknologi informasi, jasa layanan informasi bisnis dan investasi. Saat ini, Perusahaan bergerak dalam bidang jasa informasi dan berita saham. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Juni 1999. Perusahaan berkedudukan di Jakarta dan beralamat di Plaza Asia lantai 22, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 59, Jakarta.

b. Penawaran Umum Saham Perdana

Pada tanggal 5 Desember 2001, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dengan suratnya No. S-3019/PM/2001 untuk melakukan penawaran umum atas 50.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat disertai dengan waran Seri B sebanyak 5.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif. Pada tanggal 28 Desember 2001 saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

c. Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut:

2018 dan 2017 Dewan Komisaris

Komisaris Utama Limpa Itsin

Komisaris Dewi Tio

Direksi

Direktur Utama Ibin Bachtiar

Direktur Itek Bachtiar

Direktur Edwin Lim

Pada tanggal 30 September 2018 dan 2017, Perusahaan dan Entitas Anak (selanjutnya disebut “Grup”) mempekerjakan masing-masing 115 sejumlah dan 117 orang (tidak diaudit).

(11)

7 1. UMUM (Lanjutan)

d. Struktur Entitas Anak

PT Geotech System Indonesia ("Entitas Anak") memiliki ruang lingkup usaha dalam bidang perdagangan perangkat keras dan perangkat lunak serta fasilitas pendukungnya dan sebagai konsultan teknologi informasi. Entitas Anak berdomisili di Jakarta dengan alamat Equity Tower, Lt. 15, Suite 15A SCBD Lot 9, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta. Entitas Anak mulai beroperasi sejak Juni 2003. Kepemilikan efektif Perusahaan pada Entitas Anak terhitung 14 Oktober 2004.

Jumlah aset Entitas Anak pada tahun 2018 dan 2017 yaitu masing-masing sebesar dan Rp. 444.132.743.264

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Entitas Anak pada tanggal 30 Juni 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut:

2018 2017

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Itek Bachtiar Itek Bachtiar

Komisaris Ingrid Salim Ingrid Salim

Direksi

Direktur Utama Limpa Itsin Bachtiar Limpa Itsin Bachtiar

Direktur Ignatius Priyoto Ignatius Priyoto

Direktur Achmad Samsi A

Jumlah karyawan Entiatas Anak pada tanggal 31 30 September 2018 dan 2017 adalah 91 orang tidak di audit.

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Geotech System Indonesia pada tanggal 28 Juli 2009, yang diaktakan dalam Akta Notaris No. 88 tanggal 24 Agustus 2009 oleh notaris Robert Purba, S.H., notaris di Jakarta, Entitas Anak meningkatkan modal dasar dari Rp5.500.000.000 menjadi Rp50.000.000.000 dan meningkatkan modal disetor dari Rp1.375.000.000 menjadi Rp21.375.000.000.

Peningkatan modal disetor sebesar Rp20.000.000.000 pada tahun 2009 berasal dari dividen saham yang dibagikan Entitas Anak dari akumulasi laba ditahan Entitas Anak, sesuai dengan proporsi kepemilikan saham sebelum peningkatan modal dasar dan modal disetor.

Berdasarkan Akta No. 114 tanggal 22 Pebruari 2017 dari Hanlia Andree, S.H., M.Kn, telah terjadi perubahan kepemilikan saham karena penjualan 8.550 saham atau Rp 4.275.000.000 dari Inggrid Halim kepada Limpa Itsin Bachtiar dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0119969 tanggal 21 Maret 2017.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

Suatu ikhtisar kebijakan akuntansi penting yang diterapkan oleh Perusahaan yang mempengaruhi penentuan posisi keuangan dan hasil usahanya, dijelaskan di bawah ini:

a. Dasar Penyusunana Laporan Keuangan

Laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ("SAK") di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan

(12)

8 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

Akuntan Indonesia. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

a. Dasar Penyusunana Laporan Keuangan

Standar, perubahan dan interprestasi yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2017 Pada tanggal 1 Januari 2017, Grup menerapkan

PSAK dan ISAK baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut. Perubahan kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.

Penerapan dari standar, interpretasi baru/revisi standar berikut, tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Grup dan efek atas jumlah yang dilaporkan atas periode berjalan atau periode sebelumnya:

Perubahan pada PSAK dan ISAK

- Amandemen PSAK No. 1 ”Penyajian Laporan - PSAK No. 3 (revisi 2016) “Laporan Keuangan

Interim”.

- PSAK No. 24 (revisi 2016) ”Imbalan Kerja”.

- PSAK No. 58 (revisi 2016) ” Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”.

- PSAK No. 60 (revisi 2016) ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.

- ISAK No. 31 “Interpretasi atas Ruang Lingkup - PSAK No. 13: "Properti Investasi”.

- ISAK No. 32 “Definisi dan Hierarki Standar

Standar baru, amandemen dan interpretasi yang sudah diterbitkan tetapi efektif pada 1 Januari 2018 adalah sebagai berikut :

- Amandemen PSAK No.16 “Aset Tetap”

- Amandemen PSAK No.2 “Laporan Arus Kas-Prakarsa Pengungkapan”

- Amandemen PSAK No.46 “Pajak Penghasilan Pengakuan Aset pajak Tangguhan untuk Rugi yang belum direalisasi"

- Amandemen PSAK No. 62 “Kontrak Asuransi"

- Amandemen PSAK 71 “Instrumen Keuangan"

- PSAK No. 72 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan” - PSAk No. 73 “Sewa”

Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan konsolidasian.

b. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak sebagaimana dijelaskan dalam catatan 1d.

Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo antara perusahaan-perusahaan di dalam Grup yang material telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian.

Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian.

(13)

9 Entitas anak adalah entitas dimana Grup memiliki pengendalian. Grup mengendalikan entitas ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk, imbal hasil yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial yang saat ini dapat dilaksanakan atau dikonversi, dipertimbangkan ketika menilai apakah Perusahaan mengendalikan entitas lain. Perusahaan juga menilai keberadaan pengendalian ketika Perusahaan tidak memiliki lebih dari 50% hak suara namun dapat mengatur kebijakan keuangan dan operasional secara de-facto. Pengendalian de-facto dapat timbul ketika jumlah hak suara yang dimiliki Perusahaan, secara relatif terhadap jumlah dan penyebaran kepemilikan hak suara pemegang saham lain memberikan Perusahaan kemampuan untuk mengendalikan kebijakan keuangan dan operasi, serta kebijakan lainnya. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal pengendalian dialihkan kepada Perusahaan dan tidak dikonsolidasikan sejak tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian.

Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila laporan keuangan Entitas Anak menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dari kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap laporan keuangan Entitas Anak tersebut.

Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham nonpengendali atas laba tahun berjalan dan ekuitas. Entitas Anak tersebut sesuai dengan persentase kepemilikan pemegang saham nonpengendali pada Entitas Anak tersebut.

c. Kas dan Bank

Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.

d. Aset dan liabilitas keuangan Aset keuangan

Pengakuan dan Pengukuran Awal

Semua aset keuangan diakui pertama kali pada nilai wajarnya ditambah dengan biaya-biaya transaksi, kecuali apabila aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi. Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan pengiriman aset dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (perdagangan yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.

Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi

- Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL) Pengukuran setelah pengakuan awal

Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

- Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan yang diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat

(14)

10 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) Aset keuangan (lanjutan)

Pengakuan dan Pengukuran Awal

- Pinjaman yang diberikan dan piutang

(lanjutan)

dan terdapat bukti adanya kecenderungan ambil untung dalam jangka pendek. Piutang derivatif dikategorikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai lindung nilai. Keuntungan dan kerugian yang timbul atas perubahan nilai wajar derivatif, diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai bagian dari "laba/rugi selisih kurs".

- Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.

- Aset keuangan tersebut diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

- Investasi dimiliki hingga jatuh tempo (HTM)

Aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan diklasifikasikan sebagai HTM ketika Perusahaan mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan hingga jatuh tempo. Setelah pengukuran awal, investasi HTM diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai.

Keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat investasi tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

- Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS)

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam tiga kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya, pada saat keuntungan atau kerugian kumulatif diakui, atau terjadi penurunan nilai, pada saat kerugian kumulatif direklasifikasi dari ekuitas ke pendapatan komprehensif. Bunga yang diterima selama memiliki investasi keuangan tersedia untuk dijual disajikan sebagai pendapatan bunga dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Penurunana Nilai

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan dianggap telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari salah satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan signifikan, wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan pada saat data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang, seperti meningkatnya tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.

(15)

11 d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

Aset keuangan (lanjutan)

Pengakuan dan Pengukuran Awal (lanjutan)

Penghentian pengakuan

Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Perusahaan telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian "pass-through"; dan baik (a) Perusahaan telah secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut.

Liabilitas keuangan

- Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Pengakuan dan pengukuran awal

Liabilitas keuangan dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman dan utang, atau derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal. Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

- Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas keuangan yang diperdagangkan. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecendrungan ambil untung dalam jangka pendek.Utang derivatif dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai lindung nilai. Keuntungan dan kerugian yang timbul atas perubahan nilai wajar derivatif, diakui dalam laporan laba rugi sebagai bagian dari "laba/rugi selisih kurs". - Pinjaman dan Utang

Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

Penghentian dan Pengakuan

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial persyaratan dari suatu liabilitas yang saat ini ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

(16)

12 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) Liabilitas keuangan (lanjutan)

Penentuan Nilai Wajar

PSAK No. 68 mensyaratkan pengungkapan tertentu yang mensyaratkan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar dengan menggunakan hirarki nilai wajar yang mencerminkan signifikansi input yang digunakan di dalam melakukan pengukuran nilai wajar Hirarki nilai wajar memiliki tingkatan sebagai berikut:

a) harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1);

b) input selain harga kuotasi yang termasuk di dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik langsung (misalnya, harga) maupun tidak langsung (misalnya, derivasi dari harga) (tingkat 2); dan

c) input untuk aset dan liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).

30 September 2017 31 Desember 2016

1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah 14,929 13,436

1 DolarSingapura/Rupiah 10,919 9,298

Saling hapus dari instrumen keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam lapora posisi keuangan jika, dan hanya jika, entitas saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan berniat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara simultan.

e.Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi dalam mata uang asing dibukukan dengan menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi.

Pada tanggal laporan posisi keuangan , pos aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dilaporkam ke dalam mata uang Rupiah menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal tersebut, yaitu sebagai berikut (nilai penuh) :

Pada tanggal 1 Januari 2017, Entitas Anak Perusahaan merubah mata uang fungsionalnya dari USD menjadi Rupiah. Perubahan mata uang fungsional ini sesuai dengan PSAK No. 10 (Revisi 2014) “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”. Dampak perubahan mata uang fungsional diperlakukan secara prospektif. Perusahaan menjabarkan seluruh pos ke dalam mata uang fungsional yang baru menggunakan kurs pada tanggal perubahan itu. Hasil jumlah yang dijabarkan untuk pos non moneter dianggap sebagai biaya historisnya.

(17)

13 f. Dana yang dibatasi penggunaanya

Dana yang dibatasi penggunaannya yang akan digunakan untuk menyelesaikan liabilitas yang jatuh tempo dalam satu tahun disajikan sebagai aset lancar. Kas yang dibatasi penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas yang jatuh tempo lebih dari satu tahun disajikan sebagai aset tidak lancar.

g.Piutang

Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi penyisihan atas penurunan nilai. Penyisihan atas penurunan nilai piutang dibentuk pada saat terdapat bukti obyektif bahwa saldo piutang Kelompok Usaha tidak dapat ditagih.

Besarnya penyisihan merupakan selisih antara nilai tercatat aset dan nilai sekarang dari estimasi arus kas masa depan, didiskontokan dengan tingkat suku bunga efektif. Ketika tidak dapat ditagih, piutang dihapuskan bersama dengan penyisihan atas penurunan nilai piutang. Pemulihan nilai setelah penghapusan piutang diakui sebagai penghasilan di dalam laba atau rugi.

h.Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang terendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasikan. Harga perolehan ditetapkan dengan metode Masuk Pertama Keluar Pertama. Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan persediaan pada akhir tahun. Nilai neto yang dapat direalisasi adalah taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk melakukan panjualan.

i.Biaya Dibayar Di Muka

Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.Biaya dibayar di muka yang masa manfaatnya lebih dari 1 (satu) tahun disajikan sebagai bagian dari "aset tidak lancar" pada laporan posisi keuangan.

j.Aset Tetap

Awalnya suatu Aset tetap diukur sebagai biaya , yang terdiri dari harga perolehannya dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen, serta estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset.

Biaya-biaya setelah perolehan awal seperti penggantian komponen dan inspeksi yang signifikan, diakui dalam jumlah tercatat aset tetap jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Sisa jumlah tercatat biaya komponen yang diganti atau biaya inspeksi terdahulu dihentikan pengakuannya. Biaya perawatan sehari- hari aset tetap diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama umur masa manfat aset. Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

(18)

14 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

j.Aset Tetap (lanjutan)

Tahun

Unit kantor 20 tahun

Perangkat komputer 4 tahun Peralatan kantor 4 – 8 tahun Perlengkapan penyiaran 4 tahun

Kendaraan 4 tahun

Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di- reviu setiap akhir tahun buku untuk memastikan nilai residu, umur manfaat dan metode depresiasi diterapkan secara konsisten sesuai dengan ekspektasi pola manfaat ekonomis dari aset tersebut.

Ketika suatu aset dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari

penggunaan atau pelepasannya, biaya perolehan dan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada, dikeluarkan dari akun tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap akan dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

k. Aset Tak berwujud

Aset takberwujud berupa piranti lunak komputer dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi. Aset takberwujud diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran manfaat selama empat (4) tahun.

Aset dalam pengembangan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan termasuk kapitalisasi beban bunga dan laba/rugi selisih kurs, jika ada, atas pinjaman dan biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pembiayaan aset dalam pengembangan tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan di reklasifikasi ke aset takberwujud yang bersangkutan pada saat pengembangan selesai dan aset tersebut telah siap untuk dipergunakan. Aset tak berwujud dalam pengembangan tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.

l. Sewa

Sewa yang mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset kepada lessee diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa sewa, sewa pembiayaan dikapitalisasi sebesar nilai wajar asset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset sewaan yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan dicatat pada akun aset tetap dan disusutkan sepanjang masa manfaat dari aset sewaan tersebut atau periode masa sewa, mana yang lebih pendek, jika tidak ada kepastian hukum bahwa lesse akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

(19)

15 m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Jika nilai tercatat suatu aset melebihi jumlah terpulihkan, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

n. Pajak Penghasilan

Beban pajak terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak penghasilan tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laporan laba rugi, kecuali jika pajak tersebut tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian ysng diakui di pendapatn komprehensif lain atau langsung diakui di ekuitas dan penghasilan komprehensif lainnya.

Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal posisi keuangan.

Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan balance sheet liability method untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk masing-masing entitas.Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif paja yang berlaku atau yang telah secara substantive berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dan yang akan digunakan pada saat asset pajak tangguhan dipulihkan atau liabilita pajak tangguhan dilunasi.

o. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Grup dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar imbalan yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan pajak penjualan (PPN).

Pendapatan dari penjualan dan instalasi peralatan jaringan telekomunikasi tetap, penjualan dan instalasi peralatan jaringan telekomunikasi bergerak, solusi IT integrasi, penjualan produk multimedia secara prinsip diakui sebagai pendapatan pada saat penyerahan atau berdasarkan syarat dan ketentuan masing-masing kontrak.

Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.

Pendapatan dari jasa perbaikan dan pemeliharaan diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan atau berdasarkan suatu periode, sedangkan pendapatan jasa diterima dimuka diakui sebagai pendapatan sesuai dengan waktu terjadinya.

Pendapatan dari iklan dan sponsor pada situs internet (website) diakui dengan basis garis lurus sesuai dengan jangka waktu kontrak pemasangan iklan.

Biaya penjualan dan instalasi untuk peralatan jaringan telekomunikasi tetap dan jaringan telekomunikasi bergerak diakui pada saat terjadi berdasarkan syarat dan ketentuan masing-masing kontrak.

(20)

16 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

p. Imbalan Kerja

Perusahaan membukukan imbalan kerja sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003. Perusahaan menghitung selisih antara imbalan yang diterima karyawan berdasarkan undang-undang yang berlaku dengan manfaat yang diterima dari program pension untuk pensiun normal.

Liabilitas imbalan pasca-kerja dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit .

Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan tingkat bunga Obligasi Pemerintah (dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk Obligasi korporasi berkualitas tinggi) dalam mata uang Rupiah, sama dengan mata uang dimana imbalan tersebut akan dibayarkan, dan yang memiliki jangka waktu yang mendekati jangka waktu liabilitas imbalan pension yang bersangkutan.

Pengukuran kembali, yang terdiri dari Keuntungan dan kerugian aktuaria Biaya jasa lalu diakui segera dalam laba rugi.

Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian program manfaat pasti diakui di laba rugi ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi. diakui secara langsung pada lapora posisi keuangan dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui pendapatan komprehensif lainnya dalam periode keterjadiannya. Pengukuran kembali tidak akan direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.

Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara ketika amandemen/kurtailmen program terjadi atau ketika entitas mengakui biaya terkait restrukturisasi atau pesangon.

q. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi

Suatu pihak dianggap pihak berelasi dengan Grup jika:

a.Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:

i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup; ii. memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau

iii. personil manajemen kunci Grup atau entitas induk Perusahaan.

b. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:

i. Entitas dan Grup adalah anggota kelompok usaha yang sama (artinya Entitas Induk, Entitas Anak,dan Entitas Anak berikutnya terkait dengan entitas lain).

ii. Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entita asosiasi atau entitas ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).

iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.

iv. Suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.

v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu Grup atau entitas yang terkait dengan Grup. Jika Grup adalah entitas yang

menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan Grup. vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam

huruf (a).

vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan dengan pihak ketiga maupun tidak,diungkapkan pada laporan keuangan

(21)

17 r. Provisi dan kontinjensi

Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang handal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian, jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.

s. Informasi segmen

Segmen operasi adalah suatu komponen dari Grup:

i. Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);

ii. Hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan

iii. Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

t. Laba per saham dasar

Laba bersih per saham dihitung dengan membagi masing-masing laba bersih dengan rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan.

Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar ditambah dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang akan diterbitkan atas konversi efek yang berpotensi saham yang bersifat dilutif.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN

Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mensyaratkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas, serta pengungkapan liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Namun, ketidakpastian estimasi dan asumsi ini dapat menyebabkan hasil yang memerlukan penyesuaian material atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang berdampak pada masa mendatang.

a. Pertimbangan

Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi, manajemen telah membuat pertimbangan- pertimbangan berikut ini, yang terpisah dari estimasi dan asumsi, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan:

(22)

18 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan) a. Pertimbangan (lanjutan)

- Penentuan mata uang fungsional

Mata uang fungsional entitas adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan.

Mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak adalah Rupiah.

- Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada catatan 2d.

b. Estimasi dan Asumsi

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

- Estimasi masa manfaat aset tetap

Menentukan nilai wajar dan perhitungan amortisasi biaya perolehan dari instrumen keuangan

Perusahaan mengestimasi masa manfaat dari ase tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan dapat didukung dengan rencana da strategi usaha yang juga mempertimbangka perkembangan teknologi di masa depan da perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat ase tetap adalah berdasarkan penelaahan Perusahaa secara kolektif terhadap praktek industri, evaluas teknis internal dan pengalaman untuk aset yan setara.

Estimasi masa manfaat ditelaah paling sedikit setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset. Tetapi, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan factor-faktor yang disebutkan di atas.

Jumlah dan waktu dari beban yang dicatat untuk setiap periode akan terpengaruh oleh perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Pengurangan dalam estimasi masa manfaat dari aset tetap Perusahaan akan meningkatkan beban operasi dan menurunkan aset tidak lancar yang dicatat.

(23)

19 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

b. Estimasi dan asumsi (lanjutan)

- Estimasi masa manfaat aset takberwujud

Grup mengestimasi masa manfaat dari asset takberwujudnya berdasarkan rencana dan strategi usaha yang juga mempertimbangkan perkembangan teknologi di masa depan dan perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat asset takberwujud adalah berdasarkan penelaahan Grup terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara. Estimasi masa manfaat ditelaah paling sedikit setiap akhir tahun pelaporan dan diperbaharui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya. Tetapi, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat pengaruhi secara material oleh perubahan perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas.

- Realisasi dari aset pajak tangguhan

Perusahaan melakukan penelaahan atas nilai tercatat aset pajak tangguhan pada setiap akhir periode pelaporan dan mengurangi nilai tersebut sebesar jumlah kemungkinan aset tersebut tidak dapat direalisasikan, dimana penghasilan kena pajak yang tersedia memungkinkan untuk penggunaan seluruh atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut.

Penelaahan Perusahaan atas pengakuan aset pajak tangguhan untuk perbedaan permanen yang dapat dikurangkan didasarkan atas tingkat dan waktu dari penghasilan kena pajak yang ditaksirkan untuk periode pelaporan berikutnya.

Taksiran ini berdasarkan hasil pencapaian dimasa lalu dan ekspektasi di masa depan terhadapcpendapatan dan beban, sebagaimana juga dengan strategi perencanaan perpajakan di masa depan. Tetapi tidak terdapat kepastian bahwa Perusahaan dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang cukup untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau seluruh bagian dari aset pajak tangguhan tersebut.

- Estimasi imbalan pasca-kerja

Beban dari nilai kini dari liabilitas imbalan pasca kerja ditentukan dengan menggunakan metod projected-unit-credit . Penilaian aktuari termasuk membuat variasi asumsi yang terdir dari, antara lain, tingkat diskonto, tingka kenaikan kompensasi dan tingkat kematian Dikarenakan kompleksitas dari penilaian, dasa asumsi dan periode jangka panjang, liabilita imbalan pasca-kerja sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.

- Estimasi imbalan pasca-kerja

Perusahaan percaya bahwa asumsi mereka adalah memadai dan tepat, perbedaan signifikan dalam pengalaman aktual Perusahaan atau perubahan signifikan dalam asumsi dapat mempengaruhi secara material beban dan liabilitas pensiun dan imbalan kerja jangka panjang lainnya. Semua asumsi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan.

- Ketidakpastian liabilitas perpajakan

Dalam situasi tertentu, Perusahaan tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan oleh otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan.

Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Perusahaan menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi”. Perusahaan membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan paja penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

(24)

20 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

b. Estimasi dan asumsi (lanjutan)

- Penurunan nilai aset non-keuangan

Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat asset atau unit penghasil kas (UPK) melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan denganpelepasan aset.

Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Arus kas diproyeksikan untuk sepuluh tahun ke depan dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum ada perikatannya atau investasi signifikan di masa depan yang akan meningkatkan kinerja dari UPK yang diuji.

Nilai terpulihkan paling sensitif terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus kas yang didiskontokan seperti halnya dengan arus kas masuk masa depan yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan eksploitasi.

4. KAS DAN BANK

30 September 2018 31 Desember 2017 K a s 263,099,319 900,938,952 Bank

Rupiah

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 491,298,019 386,943,010 PT Bank OCBC NISP Tbk 457,838,248 221,421,465 PT Bank Central Asia Tbk 119,327,253 64,143,261 PT Bank Maybank Indonesia Tbk 37,113,902

PT Bank DBS Indonesia 10,715,903 11,450,617 PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 33,961,545 8,712,213 PT Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk 3,998,530 24,494,606 Dolar AS

PT Bank DBS Indonesia 515,698,120 19,681,722 PT Bank OCBC NISP Tbk 487,514,885 2,209,671,647 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 199,098,966 85,296,853 PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 62,880,948 49,971,798 PT Bank Maybank Indonesia Tbk 3,796,445 4,664,576

-Sub-jumlah 2,423,242,764 3,086,451,768 Jumlah 2,686,342,083 3,987,390,720

(25)

21 Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut :

30 September 2018 31 Desember 2017

Pihak ketiga:

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga 22,821,872,726 -Conoco Phillips Indonesia Inc. Ltd. 5,140,388,661 2,215,060,424 Chevron Indonesia Company 2,544,819,293 1,788,323,129 PT Chevron Pacific Indonesia 2,175,390,432 2,823,242,250 PT Medco E&P Indonesia 963,297,457 1,938,126,076 PT Pertamina Hulu Energi ONJW 705,678,005 12,839,271,876 PT Pertamina (Persero) 558,987,496 651,265,856 Kangean Energy Indonesia Ltd 428,687,455 -Medco E&P Natuna Ltd 178,147,757 161,668,284 PT Pertamina EP 1,086,091,251 7,828,106,520 Lain-lain (masing-masing dibawah

Rp 1.00.000.000) 2,112,490,169 4,273,883,204

Jumlah 38,715,850,702 34,518,947,619

Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut :

30 September 2018 31 Desember 2017

Rupiah 34,793,442,028 11,099,169,103

Dolar AS 3,922,408,674 23,419,778,516

Jumlah 38,715,850,702 34,518,947,619

Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

30 September 2018 31 Desember 2017 Lancar 30,392,717,497 30,635,680,114 Jatuh tempo 1 sampai dengan 30 hari 15,215,440 184,699,501 Jatuh tempo 31 sampai dengan 60 hari 1,561,070,045 40,051,570 Jatuh tempo lebih dari 60 hari 6,746,847,720 3,658,516,434 Jumlah 38,715,850,702 34,518,947,619

(26)

22 5. PIUTANG USAHA (lanjutan)

Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang usaha pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, manajemen perusahaan berpendapat bahwa seluru saldo piutang tersebut dapat ditagih, sehingga tidak dibuat penyisihan piutang untuk menutup kemungkinan atas tidak tertagihnya piutang usaha.

Rata-rata periode kredit atas penjualan barang dan jasa untuk seluruh bisnis Grup tidak lebih dari 60 hari. Pada tanggal 30 September 2018 2018 dan 31 Desember 2017, piutang usaha sebesar Rp 6.746.847.720 dan Rp 3.658.516.434 telah lewat jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan nilai. Hal ini terkait denga sejumlah pelanggan yang tidak memiliki sejarah gagal bayar.

6. PIUTANG PIHAK BERELASI

30 September 2018 31 Desember 2017

Directors 10,002,083,149

-PT Aftindo 95,725,543 7,823,777,587

PT Gard1x Teknologi Persada 595,392,689 7,439,910,702 PT Metropolitan Investama 1,360,978,428 3,381,529,192 Lain-lain (masing-masing

dibawah Rp 1 milyar) 8,058,100

-Jumlah 12,062,237,909 18,645,217,481

Piutang pihak berelasi adalah pinjaman yang diberikan yang tidak dikenakan bunga. Pinjaman tersebut diberikan tanpa jaminan.

Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, jumlah piutang pihak berelasi adalah sebesar 2.76% dan 4,18% dari total aset konsolidasian.

7. PIUTANG LAIN-LAIN 30 September 2018 31 Desember 2017 Pihak ketiga Piutang karyawan 1,165,248,718 773,255,477 Lain-lain 768,002 527,207,034 Jumlah 1,166,016,720 1,300,462,511

Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang lain-lain pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017 , manajemen perusahaan berpendapat bahwa seluruh saldo piutang tersebut dapat ditagih, sehingga tidak dibuat penyisihan piutang untuk menutup kemungkinan atas tidak tertagihnya piutang lainnya.

(27)

23 8. PERSEDIAAN

30 September 2018 31 Desember 2017 Perangkat lunak 110,265,954,984 101,545,226,313

Jumlah 110,265,954,984 101,545,226,313

Per 30 September 2018, perangkat lunak Entitas Anak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman dari bank (catatan 21).

Per 30 September 2018, berdasarkan penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun persediaan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa seluruh persediaan tersebut adalah merupakan barang fast moving yang minim risiko, sehingga tidak perlu diasuransikan dan dibuat penyisihan atas penurunan nilai.

9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA DAN ASET LANCAR LAINNYA

30 September 2018 31 Desember 2017 Uang muka proyek 166,435,794,153 156,241,992,768 Asuransi 2,211,180 277,573,285 Uang muka 60,976,574 35,161,313 Sewa - 300,000 Jumlah 166,498,981,907 156,555,027,366

Uang muka proyek merupakan uang muka pembelian perangkat lunak dan perangkat keras termasuk biaya pemeliharaan untuk keperluan proyek.

10. INVESTASI SURAT BERHARGA

30 September 2018 31 Desember 2017

Diperdagangkan

Unit penyertaan reksadana-pasar Uang Reksa dana Danamas

Rupiah Plus 292,343,136 285,712,872

Reksa Dana Danamas Rupiah Plus

Reksa dana Danamas Rupiah Plus adalah suatu produk investasi pasar uang yang dikeluarkan oleh PT Sinarmas Sekuritas.

(28)

24 11. DANA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA

Dana Yang Dibatasi Penggunaannya -Bank Giro Penampungan

Rupiah

PT Bank Maybank Indonesia Tbk - 3,744,850

PT Bank OCBC NISP Tbk 1,999,686

Dolar AS

PT Bank OCBC NISP Tbk 5,187,518,520 4,377,010,662 PT Bank Maybank Indonesia Tbk 382,028,034 466,506,684 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 17,039,386 14,902,651 Jumlah bank 5,586,585,941 4,864,164,533

Cash margin

Rupiah

PT Bank OCBC NISP Tbk 1,750,000 73,750,000 Dolar AS

-PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 798,367,120 798,367,120 PT Asuransi Jasa Indonesia

(Persero) 381,800,045 381,800,045 PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 162,930,930 162,930,930 PT Bank OCBC NISP Tbk 27,591,883 27,591,883

1,372,439,978

1,444,439,978 Deposito

Rupiah

PT Bank OCBC NISP Tbk 2,997,313,079 3,280,459,186

Dolar AS

PT Bank OCBC NISP Tbk 3,099,232,078 3,660,682,739 PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 289,801,204 289,801,206 PT Bank DBS Indonesia 755,123 100,469,529 Jumlah deposito 6,387,101,484 7,331,412,660 Jumlah dana yang dibatasi

penggunaannya 13,346,127,403 13,640,017,171

Kas yang dibatasi

penggunaannya - bagian lancar Cash margin

Rupiah

PT Bank OCBC NISP Tbk 1,750,000 73,750,000 Dolar AS

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 798,367,120 798,367,120 PT Asuransi Jasa Indonesia

(Persero) 381,800,045 381,800,045 PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 162,930,930 162,930,930 PT Bank OCBC NISP Tbk 27,591,883 27,591,883 Jumlah cash margin 1,372,439,978 1,444,439,978

(29)

25 Deposito

Rupiah

PT Bank OCBC NISP Tbk 2,997,313,079 3,280,459,186 Dolar AS

PT Bank OCBC NISP Tbk 3,099,232,078 3,660,682,739 PT Bank DBS Indonesia 755,123 100,469,529

Jumlah deposito 6,097,300,280 7,041,611,454

Jumlah bagian lancar 7,469,740,258 8,486,051,432

Dana yang dibatasi

penggunaannya - bagian tidak lancar Bank - Giro penampungan

Rupiah

PT Bank Maybank Indonesia Tbk - 3,744,850

PT Bank OCBC NISP Tbk 1,999,686

Dolar AS

PT Bank OCBC NISP Tbk 5,187,518,520 4,377,010,662

PT Bank Maybank Indonesia Tbk 382,028,034 466,506,684 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 17,039,386 14,902,651 Jumlah Bank 5,586,585,941 4,864,164,533 Cash margin

Dolar AS

PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero)

PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk

-Jumlah cash margin -Deposito

Rupiah

PT Bank OCBC NISP Tbk Dolar AS

PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 289,801,204 289,801,206 PT Bank DBS Indonesia

Jumlah deposito 289,801,204 289,801,206 Jumlah bagian tidak lancar 5,876,387,145 5,153,965,739 Jumlah dana yang dibatasi

(30)

26 11. DANA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA (lanjutan)

Bank yang dibatasi penggunaannya merupakan rekening penampungan (escrow account ) untuk pelunasan pokok pinjaman dan beban bunga sehubungan dengan fasilitas pinjaman yang diperoleh (Catatan 21).

Cash margin merupakan penempatan dana Entitas Anak pada Bank atau atas nama rekanan sebagai jaminan pelaksaan pekerjaan proyek sampai dengan selesai.

Deposito berjangka dalam mata uang Rupiah dan Dolar AS menghasilkan suku bunga tahunan sebagai berikut:

12. ASET TETAP

Rincian asset tetap adalah sebagai berikut :

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Harga Perolehan Unit kantor 32,077,858,816 - - 32,077,858,816 Perangkat komputer 172,937,732,315 373,960,753 173,311,693,068 Peralatan kantor 6,343,028,216 28,595,000 6,371,623,216 Perlengkapan penyiaran 19,201,000 19,201,000 Kendaraan 2,661,442,511 - 2,661,442,511 Jumlah 214,039,262,858 402,555,754 - 214,441,818,612 Total Harga Perolehan 214,039,262,858 402,555,754 - 214,441,818,612 Akumulasi Penyusutan Unit kantor (11,672,950,723) (1,202,919,706) (12,875,870,429) Perangkat komputer (129,423,928,617) (24,804,397,332) (154,228,325,949) Peralatan kantor (4,582,668,202) (567,310,657) (5,149,978,859) Perlengkapan penyiaran (19,201,211) (19,201,211) Kendaraan (2,571,590,297) (40,583,702) (2,612,173,999) Jumlah (148,270,339,050) (26,615,211,397) - (174,885,550,447) Nilai Buku 65,768,923,808 39,556,268,165 30 September 2018

(31)

27

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Harga Perolehan Unit kantor 32,077,858,816 - - 32,077,858,816 Perangkat komputer 168,624,186,982 4,313,545,333 - 172,937,732,315 Peralatan kantor 6,340,020,216 3,008,000 - 6,343,028,216 Perlengkapan penyiaran 19,201,000 - - 19,201,000 Kendaraan 2,661,442,511 - - 2,661,442,511 Jumlah 209,722,709,525 4,316,553,333 - 214,039,262,858 Total Harga Perolehan 209,722,709,525 4,316,553,333 - 214,039,262,858 Akumulasi Penyusutan Unit kantor (10,068,441,268) (1,604,509,455) - (11,672,950,723) Perangkat komputer (88,176,374,596) (41,247,554,021) - (129,423,928,617) Peralatan kantor (3,813,794,892) (768,873,310) - (4,582,668,202) Perlengkapan penyiaran (15,986,342) (3,214,869) - (19,201,211) Kendaraan (2,498,212,059) (73,378,238) - (2,571,590,297) Jumlah (104,572,809,157) (43,697,529,893) - (148,270,339,050)

Nilai Buku Neto 105,149,900,368 65,768,923,808

31 Desember 2017

30 September 2018 31 Desember 2017

Beban penyusutan aset tetap Dialokasikan pada :

Beban Pokok Penjualan 24,777,711,203 41,181,059,494 (catatan 27)

Beban Umum dan Administrasi 1,837,500,173 2,516,470,399 (catatan 29)

Jumlah 26,615,211,376 43,697,529,893

Per 30 September 2018, unit kantor Entitas AnaK digunakan sebagai jaminan atas pinjaman dari bank (catatan 21) Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, aset teta milik Perusahaan berupa kendaraan diasuransika dengan nilai pertanggungan Rp 520.000.000 dan Rp 500.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset tetap yan dipertanggungkan

Aset tetap milik Entitas Anak diasuransikan terhada risiko kerugian kebakaran dan gempa bumi dengan nilai pertanggungan pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017 adalah masing-masin sebesar Rp 7.467.982.484 dan (USD 7,556,876 serta 4.046.073.393 dan (USD 4,760,375).

Pada tanggal 30 September 2018, aset tak berwujud milik Perusahaan tidak diasuransikan. Beban amortisasi dialokasikan pada beban pokok pendapatan dan beban umum dan administrasi.

(32)

28 13. ASET TAK BERWUJUD

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Harga Perolehan G&G Software

G&G Software 09001 33,112,927,948 33,112,927,948

G&G Software 08003 11,078,331,336 - - 11,078,331,336 StockWatch - - - -StockWatch Application Framework - -Trading Solution 377,788,282 - - 377,788,282 E-Bursa/Limas Feed 2,060,976,780 - - 2,060,976,780 Limas Mobile 826,734,831 - - 826,734,831 Limas for Android 826,734,831 - - 826,734,831 Limas Mobile Tablet 826,734,831 - - 826,734,831 Perangkat lunak lainnya 63,654,529,944 500,000,000 - 64,154,529,944 Dalam pengembangan

-SOT Produksi II 16,776,700,168 - - 16,776,700,168

Total Harga Perolehan 129,541,458,951 500,000,000 - 130,041,458,951 Akumulasi Amortisasi

G&G Software

G&G Software 09001 33,112,927,948 - - 33,112,927,948

G&G Software 08003 11,078,331,336 11,078,331,336

StockWatch

-StockWatch Application Framework

-Trading Solution 377,788,282 377,788,282

E-Bursa/Limas Feed 2,060,976,780 - 2,060,976,780 Limas Mobile 826,734,831 - 826,734,831 Limas for Android 826,734,831 - 826,734,831 Limas Mobile Tablet 620,051,124 155,012,773 - 775,063,897 Perangkat lunak lainnya 59,380,851,241 3,190,408,106 - 62,571,259,347 Dalam pengembangan

SOT Produksi II 16,776,700,168 - 16,776,700,168 Total Akumulasi Amortisasi 108,284,396,373 3,345,420,879 - 111,629,817,252

Penurunanan Nilai

SOT II Produksi II (8,388,356,163) (8,388,356,163)

Nilai Buku Bersih 12,868,706,415 10,023,285,536

30 September 2018

30 September 2018 31 Desember 2017 Beban penyusutan aset tetap

Dialokasikan pada :

Beban Pokok Penjualan

(catatan 27) 2,981,508,030 4,680,011,600

Beban Umum dan Administrasi

(catatan 29) 363,912,849 1,537,507,219

(33)

29

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Harga Perolehan

G&G Software 09001 33,112,927,948 - - 33,112,927,948 G&G Software 08003 11,078,331,336 - - 11,078,331,336 StockWatch - -StockWatch Application Framework - -Trading Solution 377,788,282 - - 377,788,282 E-Bursa/Limas Feed 2,060,976,780 - - 2,060,976,780 Limas Mobile 826,734,831 - - 826,734,831 Limas for Android 826,734,831 - - 826,734,831

Limas Mobile Tablet 826,734,831 826,734,831

Perangkat lunak lainnya 63,054,529,944 600,000,000 63,654,529,944

Dalam pengembangan -SOT Produksi II 16,776,700,168 - - 16,776,700,168 Sub jumlah 128,941,458,951 600,000,000 - 129,541,458,951 Akumulasi Amortisasi G&G Software G&G Software 09001 33,112,927,948 - - 33,112,927,948 G&G Software 08003 11,078,331,336 - - 11,078,331,336 StockWatch

-StockWatch Application Framework

-Trading Solution 322,694,159 55,094,123 - 377,788,282 E-Bursa/Limas Feed 1,674,543,633 386,433,147 - 2,060,976,780 Limas Mobile 671,722,050 155,012,781 - 826,734,831 Limas for Android 620,051,124 206,683,707 - 826,734,831 Aplication for mobile Tablet 413,367,417 206,683,707 - 620,051,124 Perangkat lunak lainnya 54,173,239,887 5,207,611,354 - 59,380,851,241 Total Akumulasi Amortisasi 102,066,877,554 6,217,518,819 - 108,284,396,373 Nilai Buku tercatat sebelum

Penurunan 26,874,581,397 21,257,062,578

Penurunanan Nilai

SOT II Produksi II (4,194,181,760) (4,194,174,403) (8,388,356,163)

Nilai keuangan Bersih 22,680,399,637 12,868,706,415

31 Desember 2017

Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, aset tak berwujud milik Perusahaan tidak diasuransikan.

(34)

30 14. ASET LAIN-LAIN 30 September 2018 31 Desember 2017 Uang jaminan 133,000,131 156,518,131 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp200 juta) 716,286,596 716,286,596 Total 849,286,727 872,804,727 15. PERPAJAKAN

a. Pajak dibayar di muka

30 September 2018 31 Desember 2017 Perusahaan

Pajak penghasilan pasal 28a 46,588,348 115,687,372 Entitas Anak

Pajak penghasilan pasal 28a 2,865,667,138

Pajak pasal 25 1,566,697,229

Pajak pertambahan nilai - bersih 33,690,956,691 32,880,103,880

Jumlah 38,169,909,406 32,995,791,252

b. Utang Pajak

30 September 2018 31 Desember 2017 Perusahaan

Pajak penghasilan pasal 21 18,777,397 39,134,824 Pajak penghasilan pasal 23 3,961,550 6,072,304 Pajak penghasilan pasal 4 ayat 2 - -Pajak pertambahan nilai 31,426,812 37,221,237

Entitas Anak

Pajak penghasilan pasal 21 41,521,610 192,817,215 Pajak penghasilan pasal 23 699,583 5,056,534 Pajak penghasilan pasal 25 174,016,461 174,016,461 Pajak penghasilan pasal 26 15,317,702,017 7,435,084,615 Pajak penghasilan pasal 29 - 12,170,509 Pajak pertambahan nilai 419,049,901

Gambar

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan yang dicatat  di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017:

Referensi

Dokumen terkait

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui berdasarkan berdasarkan perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan

Tidak ada aset pajak tangguhan yang dibentuk untuk akumulasi rugi fiskal dan perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset atau liabilitas dengan

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal yang belum digunakan, sepanjang besar kemungkinan

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui pada saat nilai tercatat suatu aset atau liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berbeda dengan dasar pengenaan

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui pada saat nilai tercatat suatu aset atau liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berbeda dengan dasar pengenaan

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui pada saat nilai tercatat suatu aset atau liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berbeda dengan dasar

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui pada saat nilai tercatat suatu aset atau liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berbeda dengan dasar

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui pada saat nilai tercatat suatu aset atau liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berbeda dengan dasar pengenaan