• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemberian Campuran Kompos Kulit Buah Kakao Dengan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Pada Medium Subsoil Ultisol

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Pemberian Campuran Kompos Kulit Buah Kakao Dengan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Pada Medium Subsoil Ultisol"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  1  menunjukkan  bahwa  tinggi  bibit  kakao  yang  diberi  kompos kulit buah kakao dosis    100  g/bibit,  merupakan  tinggi  tanaman  terbaik  tetapi  berbeda  tidak  nyata  dengan  pemberian  kompos  TKKS  dosis  100  g/bibit  dan  berbeda  nyata
Tabel 2. Jumlah daun kakao (cm) umur 3 bulan pada perlakuan campuran KKBK  dengan kompos TKKS pada medium Subsoil Ultisol
Tabel  4.  Luas  daun  bibit  kakao  (cm 2 )  umur  3  bulan  pada  perlakuan  campuran  KKBK dengan kompos TKKS di medium Subsoil Ultisol

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT.. KAKAO ( Theobroma cacao

Hal ini dikarena tidak diberikannya perlakuan dan unsur hara yang terdapat dalam tanah belum mencukupi kebutuhan unsur hara untuk pertumbuhan tinggi bibit kakao,

mengatakan bahwa unsur hara yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan daun adalah nitrogen, fosfor dan kalium yang merupakan unsur hara makro yang

Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk anorganik NPK sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan bibit kakao untuk mensuplai ketersediaan hara.Peningkatan pemberian pupuk

Tabel 4 menunjukkan bahwa pemberian kompos kulit buah kakao 125 g/polybag meningkatkan luas daun bibit kakao secara nyata dibandingkan tanpa kompos namun tidak nyata dengan

Hasil penelitian Hombing (2015) memperlihatkan bahwa pemberian kompos kulit buah kakao dengan pupuk NPK pada bibit kelapa sawit mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman pada

Hal ini dikarena tidak diberikannya perlakuan dan unsur hara yang terdapat dalam tanah belum mencukupi kebutuhan unsur hara untuk pertumbuhan tinggi bibit kakao,

Tabel 5 menunjukkan bahwa pemberian kompos kulit buah kakao berbeda tidak nyata terhadap semua perlakuan hal ini disebabkan karena kompos kulit buah kakao tidak