• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis berita peternakan dalam mingguan sinar tani (Kasus mingguan sinar tani periode terbitan Januari-Juni 2000)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis berita peternakan dalam mingguan sinar tani (Kasus mingguan sinar tani periode terbitan Januari-Juni 2000)"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

I) /';;5-(

::LooD

OlGa

ANALISIS BERITA PETERNAKAN

DALAM MINGGUAN SINAR TANI

(Kasus Mingguan Sinar Tani Periode Terbitan Januari-Juni 2000)

SKRIPSI

MOR AMIRUDIN

JURUSAN SOSIAL EKONOMI INDUSTRI PETERNAKAN

FAKULTASPETERNAKAN

(2)
(3)

RINGKASAN

Moh Amirudin. 2000. Analisis Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar Tani (Kasus Mingguan Sinar Tani Periode Terbitan Januari-Juni 2000). Skripsi. Program Studi Sosial Ekonomi Petemakan. Jurusan Sosial Ekonomi Industri Petemakan. Fakultas Petemakan. Institut Pertanian Bogor.

Pembimbing Utama : Ir. Hadiyanto, MS

Pembimbing Anggota : Ir. H. Amiruddin Saleh, MS

Sosialisasi program-program pembangunan secara cepat dan tepat memerlukan peranan media massa seperti radio, televisi dan suratkabar. Menyadari hal itu, para pimpinan Departemen Pertanian Republik Indonesia membentuk sebuah badan hukurn yang menyelenggarakan penerbitan suratkabar pertanian yakni Sinar Tani yang diterbitkan sejak 29 Agustus 1970.

Pemberitaan tentang subsektor peternakan pada suratkabar tergantung pada ada tidaknya kejadian atau peristiwa yang berhubungan dengan sub sektor petemakan dalam masyarakat yang bemilai jumalistik (mengandung unsur luar biasa, sensasi, menyangkut kepentingan orang banyak). Dengan pendekatan agribisnis, kegiatan-kegiatan dalam subsektor petemakan secara garis besar dibedakan dalam empat subsistem yaitu : (1) subsistem agribisnis hulu, (2) subsistem budidaya temak, (3) subsistem agribisnis hilir dan (4) subsistem jasa penunjang.

Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis isi untuk mengetahui kegiatan-kegiatan dalam subsektor petemakan yang cenderung menjadi perhatian Mingguan Sinar Tani periode terbitan Januari - Juni 2000 yaitu dengan mengukur frekuensi kemunculan dan volume pemuatan berita-berita petemakannya. Untuk itu disusun defmisi kategori yang digunakan sebagai instrumen untuk mengelompokkan berita-berita petemakan. Untuk menguji kehandalan dari instrumen yang dibuat, dilakukan pengujian reliabilitas oleh dua orang yang mempunyai latar belakang pengetahuan tentang agribisnis petemakan. Contoh berita yang diuji sebanyak 24 buah dengan hasil koefisien reliabilitas yang diperoleh dari pengujian reliabilitas adalah sebesar 66,7 %. Sesuai dengan yang dikemukakan Chadwick (1991), koefisien reliabilitas sebesar 66,7 % sudah dianggap cukup (di atas ambang penerimaan yang secara luas dipakai sebesar 60 %). Dengan demikian definisi ketegori berita petemakan yang disusun cukup dapat diandalkan sebagai instrumen dalam peneiitian.

Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan frekuensi kemunculan, susunan peringkat masing-masing kategori berita petemakan pada periode I (Januari - Maret 2000) adalah: (a) pembudidayaan, (b) peraturan dan kebijakan pemerintah bersama penelitian dan pengembangan, (c) pengolahan dan pemasaran, (d) organisasi dan perkurnpulan profesi, (e) investasi dan permodalan serta (1) penyediaan sarana produksi petemakan bersama lain-lain. Pada periode II (April - Juni 2000) susunan peringkatnya adalah: (a) peraturan dan kebijakan pemerintah, (b) pengolahan dan pemasaran, (c) lain-lain bersama penelitian dan pengembangan (d) penyediaan sarana produksi peternakan.

(4)

(e) Agriwacana bersama Agripenyuluhan dan Menuju Swasembada Daging. Pada periode II (April - Juni 2000), urutan peringkatnya adalah: (a) Nasional, (b) Daerah, (c) Agriutama, (d) Menuju Swasembada Daging, (e) Iptek, (f) Agriinvestasi bersama Agriprosesing dan Agripenyuluhan.

Di masa yang akan datang Mingguan Sinar Tani perlu memberikan porsi pemberitaan yang lebih berimbang antar berbagai kegiatan dan pelaku pembangunan yang ada dalam subsektor petemakan serta memberikan ruang yang lebih besar bagi tumbubnya aspirasi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pertanian sesuai dengan misi yang sudab dicanangkan. Hal ini tentu dengan tetap memperhatikan

kebutuhan informasi dari khalayak pernbacanya yang bisa diketahui dengan mengadakan

penelitian tersendiri tentang khalayak.

Perlu dilakukan penelitian-penelitian lain tentang dampak dari pesan-pesan yang disampaikan oleh Mingguan Sinar Tani dengan format yang dimiliki pada saat ini. Demikian juga dengan perlunya penelitian terhadap isi dari media massa pertanian lain yang berbeda latar belakangnya dengan Mingguan Sinar Tani.

(5)

ANALISIS BERITA PETERNAKAN

DALAM MINGGUAN SINAR T ANI

(Kasus Mingguan Sinar Tani Periode Terbitan Januari-Juni 2000)

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Peternakan

pada F akultas Peternakan

Institut Pertanian Bogor

Oleh:

MOH AMIRUDIN

D03496001

.JURUSAN SOSIAL EKONOMI INDUSTRI PETERNAKAN

FAKULTASPETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(6)

ANALISIS BERITA PETERNAKAN

DALAM MINGGUAN SINAR TANI

(Kasus Mingguan Sinar Tani Periode Terbitan Januari-Juni 2000)

oleh

MOH AMIRUDIN

D03496001

Skripsi ini telah disetujui dan disidangkan di hadapan Komisi Ujian Lisan pada tanggal 31 Oktober 2000

Pembimbing Utama

Gセヲ@

Ir. Hadiyanto. MS

Ketua Jurusan

Sosial Ekonomi Industri Petemakan Fakultas Petemakan

(j2e:=:;

Ir. Richard W. E. Lumintang. MSEA

Pembimbing Anggota

(7)

RlWAYATHIDUP

Penulis dilahirkan di Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah pada

tanggal 19 Oktober 1978 sebagai anak pertarna dari pasangan Bapak

. \

fI

Samidi dan lbu Syarofah .

Penulis mengawali pendidikannya di SD Negeri Putatnganten II dari tahun 1984

hingga tahun 1990, diteruskan dengan pendidikan di SMP Negeri 2 Gubug dari tahun

1990 sampai dengan tahun 1993 dan di SMA Negeri 1 Purwodadi Grobogan dari tahun

1993 sampai dengan tahun 1996.

Pada tahun 1996, penulis diterima di Program Studi Sosial Ekonorni Petemakan,

Jurusan Sosial Ekonomi Industri Petemakan, Fakultas Petemakan, Institut Pertanian

Bogor, melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB).

Selain aktivitas akademik, selama menjadi mahasiswa, penulis juga mempunyai

(8)

PRAKATA

Rasa syukur yang tiada terukur penulis persembahkan kepada Allab SWT, Tuhan

Pencipta Semesta Raya beserta isinya yang sedemikian teratur. Shalawat dan Salam

untuk Rasulullab Muhammad SAW teladan agung berbudi pekerti luhur yang selalu jujur

dalam bertutur.

Adalab sebuab anugerab jika pada akhirnya penulis mampu menyelesaikan studi

di Jurusan Sosial Ekonomi Industri Peternakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian

Bogor dengan skripsi berjudul "Analisis Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar

Tani (Kasus Mingguan Sinar Tani periode terbitan Januari - Juni 2000)".

Dengan penuh rasa honnat, penulis sampaikan rasa terima kasih kepada

Jr. Hadiyanto, MS dan Jr. H. Amiruddin Saleh, MS selaku dosen pembimbing yang tidak

hanya sekedar membimbing penelitian yang penulis lakukan, akan tetapi juga membantu

memperiuas cakrawala pemikiran dan memperteguh keyakinan penulis akan nilai-nilai

kebenaran. Penulis sekaligus menyampaikan permohonan maaf jika selama dalam proses

pembimbingan banyak ucapan dan perilaku penulis yang kurang berkenan. Kepada

Jr. Richard W.E. Lumintang, MSEA sebagai dosen penguji seminar, penulis juga

ucapkan terima kasih atas berbagai saran yang diberikan.

Penulis juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada

Prof. Dr. Eddie R. Gurnadi dan Dr. Andriyono Kilat Adhi yang telab bersedia menjadi

dosen penilai ujian skripsi penulis pada tanggal 31 Oktober 2000 dan memberikan

(9)

Kepada segenap pengurus Tabloid Sinar Tani, baik yang berada di jajaran redaksi

maupun di perusahaan, penulis juga sarnpaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas

segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis selama penelitian.

Dengan rasa bangga, penulis ingin mempersembahkan karya sederhana ini

sebagai salah satu bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya

kepada Bapak dan Ibu (semoga selalu dalam lindungan dan kasing sayang Allah SWT )

yang telah mengasuh dan membesarkan penulis dengan cucuran peluh dan untaian doa.

Penulis juga ingin menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada

ternan-ternan penulis yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu, khususnya

teman-ternan SEIP angkatan '96. Penulis do'akan semoga kebersamaan yang teljalin selama ini

mendatangkan manfaat yang membekas untuk selama-lamanya.

Sebagai makhluk yang jauh sekali dari kesempurnaan tapi dituntut untuk selalu

mengusahakannya, penulis sadari bahwa apa yang penuiis persembahkan hanyalah

sebuah karya yang tidak hanya sederhana tapi juga masih memungkinkan bagi hadicnya

berbagai penyempurnaan di dalamnya. Oleh karena itu, bukan sekedar basa-basi jika

penuiis sangat mengharapkan saran dan masukan demi usaha penyempurnaan karya ini.

Bogor, Nopember 2000

(10)

DAFTARISI

Halaman

RINGKASAN ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... v

RlWAYATHIDUP ... VI PRAKA TA ... vii

DAFTAR TABEL .... ... ... ... ... XI DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPlRAN ... ... Xlll PENDAHULUAN ... 1

Latar Belakang .. ... ... .... ... ... 1

Perumusan Masalah ... 3

Tujuan ... 4

Kegunaan ... 5

DEFINISI KA TEGORI DAN ISTILAH ... 6

TIN.JAUAN PUSTAKA ... 8

Suratkabar sebagai Medium Komunikasi Pembangunan ... 8

Anali sis lsi Suratkabar . ... 10

Berita Peternakan ... .... .. ... ... ... ... . ... ... ... . .. ... ... . .... .... . .. 12

Agribisnis Berbasis Peternakan ... 12

KERANGKA PEMIKIRAN ... 14

PROSEDUR PENELITIAN ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... .... ... .... 16

(11)

Desain ... 16

Data dan Instrumentasi ... 16

Analisis Data. . . .. . .. . . ... . .. . . .. . . .. . . .. . . .. . . ... . ... . . ... 18

HASIL DAN PEMBAHASAN ... ... ... .... ... ... 19

Gambaran Umwn Mingguan Sinar Tani ... .... ... ... ... ... ... 19

Riwayat Suratkabar Sinar Tani ... 19

Visi dan Misi Sinar Tani ... 20

Khalayak Pembaca ... 20

Wartawan ... 21

Kebijakan Rubrikasi Mingguan Sinar Tani . .... ... ... 21

Frekuensi dan Volwne Berita Petemakan dalam Mingguan Sinar Tani periode Januari - Juni 2000 berdasarkan Kategori Berita Peternakan ... ... ... ... ... .... ... ... .... 25

Frekuensi dan Volwne Berita Petemakan dalam Mingguan Sinar Tani periode Januari - Juni 2000 berdasarkan Rubrik .. ... 35

KESIMPULAN DAN SARAN ... . Kesimpulan ... 41

Saran ... 42

DAFTARPUSTAKA ... 44

(12)

DAFfAR TABEL

No Teks Halaman

1. Sebaran Khalayak Pembaca Sinar Tani berdasarkan Latar Belakang

Pekerjaan ... 21

2. Perbandingan Nama dan Jumlah Rubrik Mingguan Sinar Tani

Peri ode I dan Periode II sesuai dengan Halaman ... .... . . .. . . ... 22

3. Tujuan dan Kegunaan Masing-masing Rubrik dalam Mingguan

Sinar Tani ... 24

4. Frekuensi dan Volume Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar

Tani Periode I (Januari - Maret 2000) berdasarkan Kategori Berita

Peternakan ... 26

5. Frekuensi dan Volume Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar

Tani Periode II (April - Juni 2000) berdasarkan Kategori Berita

Peternakan ... 30

6. Frekuensi dan Volume Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar

Tani Periode I dan II berdasarkan Rubrik ... ... ... 35

7. Frekuensi dan Proporsi Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar

Tani berdasarkan Rubrik ... 38

8. Sebaran Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar Tani periode

(13)

DAFTAR GAMBAR

No Teks Halaman

I. Hubungan di Antara Keempat Subsistem Agribisnis Berbasis

Peternakan ... ... 13

(14)

DAFT AR LAMPlRAN

No Teks Halaman

I. Contoh berita peternakan kategori penyediaan sarana produksi ... 45

2. Contoh berita peternakan kategori pembudidayaan ... 46

3. Contoh berita peternakan kategori pengolahan dan pemasaran ... 47

4. Contoh berita peternakan kategori investasi dan permodalan ... .... 48

5. Contoh berita peternakan kategori penelitian dan pengembangan ... 49

6. Contoh berita peternakan kategori peraturan dan kebijakan pemerintah ... 50

(15)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pembangunan petemakan di Indonesia di masa lalu didasarkan pada sebuah

paradigma dengan orientasi peningkatan produksi hasil temak. Oleh karena itu, di masa

lalu pembangunan petemakan identik dengan pembangunan usaha petemakan

Sedangkan kegiatan ekonomi yang menyediakan sarana dan prasarana produksi usaha

petemakan beserta distribusi dan perdagangannya, pengolahan hasil-hasil asal temak dan

pemasaran produk-produk olahan asal temak, baik produk primer maupun produk

olahannya, dianggap berada di luar tanggung jawab dan jangkauan pembangunan

petemakan itu sendiri. Paradigma tersebut cenderung menimbulkan sekat-sekat di antara

para pelaku pembangunan dalam subsektor petemakan dan menyebabkan para pelakunya

mengabaikan selera konsumen.

Pada perkembangan selanjutnya, para pakar dan praktisi memandang perlunya

pergeseran paradigma tersebut menjadi sebuah paradigma yang berorientasi pada

pembangunan agribisnis petemakan yang diwujudkan melalui pembangunan

subsistem-subsistemnya. Dengan paradigma yang bam, kegiatan-kegiatan ekonorni dalam subsektor

petemakan secara garis besar dibedakan dalam empat subsistem yaitu : (1) subsistem

agribisnis huIu, (2) subsistem budidaya temak, (3) subsistem agribisnis hilir dan (4) subsistem jasa penunjang.

Di samping itu, cara pandang terhadap usaha petemakan juga diperluas dari usaha budidaya ternak menjadi industri biologis yang mencakup setidaknya empat aspek yaitu,

petemak sebagai subyek yang hams ditingkatkan pendapatan dan kesejahteraannya,

(16)

sebagai basis ekologi budidaya yang harus dilestarikan serta teknologi dan pengetahuan

sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi yang perlu selalu diperbaharui dan disesuaikan

dengan kebutuhan.

Keberhasilan pelaksanaan pembangunan mensyaratkan dukungan dan partisipasi

aktif dari masyarakat, yang merupakan sasaran sekaligus pelaku pembangunan tersebut.

Sosialisasi program-program pembangunan secara cepat dan tepat memerlukan peranan

media massa seperti radio, televisi dan suratkabar.

Menyadari besarnya peran media massa, para pimpinan Departemen Pertanian

Republik Indonesia, yang bertindak sebagai perorangan, membentuk sebuah badan

hukum yang menyelenggarakan penerbitan suratkabar pertanian. Badan hukum tersebut

bemama PT Duta Karya Swasta dan suratkabar pertanian yang diterbitkannya adalah

"Sinar Jaya" yang edisi perdananya diterbitkan pada tanggal 29 Agustus 1970. Sejak

tanggal 1 April 1986, "Sinar Jaya" berubah nama menjadi "Sinar Tani" dan jurnlah

halamannya yang semula hanya 4 halaman diubah menjadi 8 halaman. Seiring dengan

perkembangan media cetak, sejak 29 April 1999 Sinar Tani mengubah formatnya dari

format suratkabar menjadi format tabloid, mengurangi jumlah halamannya menjadi 32

halaman dan mengubah waktu terbitnya dari dua kali seminggu (Rabu dan Sabtu)

menjadi seminggu sekali. Dalam menyajikan berbagai informasi pembangunan pertanian,

Mingguan Sinar Tani membagi halamannya ke dalam rubrik-rubrik (kepala tulisan), di

antaranya adalah Agriutama, Sorotan, Nasional, Daerah dan Iptek.

Pemberitaan tentang subsektor petemakan pada suratkabar, baik yang umum

maupun yang mengkhususkan diri pada bidang pertanian seperti Mingguan Sinar Tani,

tergantung pada ada tidaknya kejadian atau peristiwa yang berhubungan dengan

(17)

masyarakat yang bernilai jurnalistik. Nilai tersebut terletak pada apakah peristiwa atau

kejadian-kejadian tersebut mengandung unsur luar biasa, sensasi, menyangkut

kepentingan orang banyak atau tidak.

Analisis isi sering dijadikan alat untuk mengukur perhatian suatu suratkabar

terhadap suatu bidang masalah tertentu. Perhatian Mingguan Sinar Tani terhadap bidang

masalah petemakan dalam suatu jangka waktu tertentu misalnya dapat diukur dari

seberapa sering bidang masalah petemakan dijadikan berita oleh suratkabar yang

bersangkutan dan atau dari seberapa besar porsi bidang eetak yang digunakan untuk

memuat berita-berita tersebut.

Perumusan Masalah

Berita petemakan adalah laporan tentang peristiwa-peristiwa yang

berhubungan erat dengan bidang masalah petemakan dan opini yang berkembang di

masyarakat tentang peristiwa tersebut. Dalam penelitian ini, berita petemakan

dikategorikan sesuai besamya penekanan isi berita pada kegiatan-kegiatan dalam

subsektor petemakan yang diklasifikasikan dengan menggunakan pendekatan

agribisnis. Seberapa sering dan seberapa besar bidang masalah petemakan menjadi

pemberitaan serta kegiatan-kegiatan seperti apa dalam subsektor petemakan yang

sering diberitakan dalam Mingguan Sinar Tani merupakan perrnasalahan yang layak

dieari jawabannya untuk mengukur perhatian Mingguan Sinar Tani terhadap bidang

masalah petemakan.

Dengan demikian, penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran

(18)

petemakan dalam Mingguan Sinar Tani selama periode Januari - Juni 2000 yang

dirumuskan sebagai berikut:

I. Bagaimana perbandingan frekuensi dan volume pemuatan berita

petemakan berdasarkan kategori berita petemakan dalam Mingguan Sinar

Tani periode penerbitan Januari-Juni 2000?

2. Bagaimana perbandingan frekuensi dan volume pemuatan berita

petemakan berdasarkan rubrik-rubrik yang ada dalam Mingguan Sinar

Tani periode penerbitan Januari-Juni 2000?

Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berita-berita petemakan

dalam Mingguan Sinar Tani periode Januari-Juni 2000 serta mengetahui tujuan dan

kegunaan dari masing-masing rubrik yang dibuat oleh Mingguan Sinar Tani.

Tujuan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui perbandingan frekuensi dan volume pemuatan berita

petemakan berdasarkan kategori berita petemakan dalam Mingguan Sinar

Tani periode penerbitan Januari-Juni 2000.

2. Untuk mengetahui perbandingan frekuensi dan volume pemuatan berita

petemakan berdasarkan rubrik-rubrik yang ada dalam Mingguan Sinar

(19)

Kegunaan

Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan berbagai kegunaan bagi

pihak-pihak yang terlibat baik seeara langsung maupun tidak langsung. Di antara kegunaan

penelitian tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memberikan bahan pertimbangan kepada pengelola Mingguan Sinar Tani

dalam menyajikan berita-berita peternakan, terutama dalam hal frekuensi dan

volumenya.

2. Memberikan sumbangan bagi kemajuan ilmu pengetahuan terutama dalam

(20)

DEFINISI KATEGORI DAN ISTILAH

I. Berita peternakan: laporan tentang peristiwa-peristiwa yang berhubungan erat

dengan bidang masalah petemakan dan opini yang berkembang di masyarakat

tentang peristiwa tersebut. Pengkategorian berita-berita petemakan didasarkan pada

besarnya tekanan isi berita pada salah satu di antara kegiatan-kegiatan yang ada

dalam subsektor petemakan. Dengan menggunakan pendekatan agribisnis,

kegiatan-kegiatan dalam subsektor petemakan dapat dikategorikan sebagai berikut:

a) Penyediaan sarana produksi peternakan: kegiatan yang berkaitan dengan

pengadaan sarana dan prasarana produksi petemakan, misalnya industri

pembibitan, industri makanan dan obat-obatan untuk temak, beserta distribusi

dan perdagangannya.

b) Pembudidayaan: kegiatan yang berkaitan dengan pemeliharaan dan

pengembangbiakan temak, termasuk di dalamnya usaha penggemukan temak

dan penanganan penyakit pada temak.

c) Pengolahan dan pemasaran: kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan

(peningkatan nilai guna produk asal temak) dan pemasaran produk-produk

olahan asal temak, termasuk ekspor-intpor, barga, permintaan, kondisi pasar,

serta mutu produk-produk olahan asal temak.

d) Investasi dan permodalan: kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan modal

(21)

e) Penelitian dan pengembangan: kegiatan yang berkaitan dengan berbagai

penemuan bempa pengetahuan dan teknologi barn dalam bidang petemakan

oleh lembaga-lembaga penelitian, baik dari dalam maupun luar negeri.

Termasuk di dalamnya adalah seminar, penyuluhan, pameran dan sebagainya.

1) Kebijakan dan peraturan pemerintah: kegiatan yang berkaitan dengan

pembuatan dan pelaksanaan berbagai peraturan (policy) dalam subsektor

petemakan oleh pemerintah, baik yang berada di pusat maupun di daerah.

Termasuk di dalamnya pemberian berbagai fasilitas dan bantuan.

g) Organisasi dan kerjasama: kegiatan yang berkaitan dengan pembentukan dan

pemberdayaan berbagai organisasi (asosiasi) keprofesian dalam subsektor

petemakan, termasuk di dalamnya adalah kerjasama dan kemitraan.

h) Lain-lain: kegiatan-kegiatan dalam subsektor petemakan yang tidak bisa

dimasukkan ke dalam salah satu di antara kategori yang ada.

2. Frekuensi: jumlah pemunculan berita peternakan untuk masing-masing kategori

berita peternakan yang disusun dan masing-masing rubrik dalam Mingguan Sinar

Tani edisi Januari-Juni 2000.

3. Volume: porsi ruangan (luas bidang cetak) yang digunakan untuk memuat

berita-berita petemakan untuk masing-masing kategori berita-berita peternakan yang disusun

dan masing-masing rubrik dalam Mingguan Sinar Tani edisi Januari-Juni 2000.

Volume diukur dengan satuan cm2•

4. Rubrik: kepala karangan atau tulisan dalam suratkabar. Nama dari rubrik-rubrik

(22)

TINJAUAN PUSTAKA

Suratkabar Sebagai Medium Komunikasi Pembangunan

Komunikasi dapat didefmisikan sebagai proses penyampaian suatu pesan oleh

seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau untuk mengubah sikap, pendapat

atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media (Effendy,

2000).

Unsur-unsur dalam proses komunikasi oleh Effendy (2000) diungkapkan

meliputi: (1) komunikator yaitu orang yang menyampaikan pesan, (2) pesan yaitu idea,

informasi, opini dan sebagainya, (3) media (saluran) yaitu alat yang dipergunakan untuk

menyampaikan pesan, (4) komunikan yaitu orang yang menerima pesan, dan (5) efek

atau pengaruh yang timbul dari kegiatan komunikasi tersebut. Media massa yang tersebar

luas saat ini berfungsi sebagai penerus dan pelipat ganda pesan yang telah

ditransformasikan dari sumber informasi dan memungkinkan pencapaian jumlah

komunikan yang besar dan luas sebarannya. Karakteristik media massa oleh Rogers

(Depari dan MacAndrews, 1982) dijelaskan sebagai saluran yang mempunyai arus pesan

yang cenderung searah, tingkat umpan balik yang rendah, relatif cepat menjangkau

audiens dalam jumlah besar dan efek yang ditimbulkan terutama adalah pada

penambahan pengetahuan.

Fungsi suratkabar meliputi: (1) fungsi menyiarkan informasi (to inform) yang

merupakan fungsi utama dan pertama dari media massa, (2) fungsi mendidik (to educate)

yaitu bahwa surat kabar melalui tulisan-tulisannya yang mengandung pengetahuan, bisa

menjadi sarana pendidikan bagi para pembacanya, (3) fungsi menghibur (to entertain)

(23)

mempengaruhi (to influence) yaitu bahwa suratkabar berusaha untuk mengarahkan sikap

dan perilaku pembacanya sesuai yang dikehendakinya (Effendy, 2000).

- Peranan media massa dalam pembangunan adalah dalam membantu

mempercepat proses peralihan masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat yang

modem, yakni peralihan dari kebiasaan-kebiasaan yang menghambat pembangunan ke

arah sikap bam yang tanggap terhadap pembaharuan demi pembangunan. Kontak antar

budaya yang berbeda dapat menimbulkan perubahan pada kebiasaan-kebiasaan dan

kepercayaan secara berangsur-angsur.

Hasil penelitian di Republik Rakyat China menunjukkan bahwa suratkabar

berperan dalam meningkatkan pengetahuan petani dan membantu mereka dalam

memahami arti penting kebijakan dan perkembangan sains. Partisipasi para petani dalam

pembangunan pertanian dapat dilihat dari dijadikannya suratkabar pedesaan sebagai

"buku pegangan" oleh petani dalam mengerjakan usaha taninya (Gan dalam Jahi, 1988).

Rachmadi (Sihombing, 1994), mengatakan bahwa suratkabar memiliki beberapa

tugas yang dilakukan dalam pembangunan, yaitu : (1) memperluas cakrawala pandangan,

(2) memusatkan perhatian khalayak dengan pesan-pesannya, (3) menumbuhkan aspirasi

masyarakat dan (4) menciptakan suasana membangun.

Berdasarkan pendapat-pendapat yang telah disebutkan, dapat diambil kesimpulan

bahwa peranan suratkabar dalam pembangunan sangatlah besar, yakni menyampaikan

berbagai informasi yang dapat memperJuas wawasan para pembacanya dan menciptakan

serta mengarahkan pendapat umum untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi

kesuksesan pembangunan.

セァァオ。ョ@

Sinar Tani diterbitkan dengan tujuan untuk

menyebarluaskan berbagai informasi, terutama berbagai kebijakan dan peraturan

(24)

Analisis lsi Suratkabar

Analisis isi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam

penelitian terhadap media massa, karena metode ini menyediakan cara yang cukup

efisien untuk meneliti muatan media, seperti jumlah dan tipe ikIan yang muncul dalam

media cetak dan media elektronik (Wimmer dan Dominick, 1987).

Berelson (Adbi, 1983) menyatakan bahwa analisis isi merupakan suatu metode

penelitian untuk memperoleh gambaran mengenai isi komunikasi dengan cara sistematis,

obyektif, dan kuantitatif. Sementara Holsti (Chadwick, 1991) menyatakan bahwa

analisis isi adalah suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi

karakteristik-karakteristik khusus suatu pesan secara obyektif dan sistematik.

Stempel dan Westley (Sihombing, 1994) mengatakan bahwa kunci untuk

memaharni isi terletak dalarn memaharni arti obyektif, sistematik, kuantitatif, dan isinya yang nyata. Obyektif berarti tidak berdasarkan kesan perorangan. Unsur

keobyektifan dapat dicapai dengan mendefinisikan kategori secara tepat sehingga

orang lain dapat menggunakannya untuk menganalisis isi yang sarna dan memperoleh

hasil yang sarna. Sistematik berarti semua isi yang dianalisis menggunakan prosedur

dan kategori yang sarna. Kuantitatif mengandung pengertian bahwa hasil penelitian

dicerminkan dalam data kuantitatif atau me1alui perhitungan angka. Analisis isi

meneliti yang tersurat dan bukan yang tersirat. Dengan demikian apa yang dirasakan

oleh orang yang meiakukan analisis isi tidak termasuk yang dianalisis.

Sanusi (1989) mengatakan bahwa penelitian analisis isi diklasifikasikan dalam

tiga jenis yakni : (1) peneiitian mengenai deskripsi ciri-ciri isi yaitu peneiitian yang

(25)

maksud dari penyampai pesan terhadap audiens serta efek yang ditimbulkannya, (2)

penelitian mengenai penyebab munculnya pesan yang berusaba melakukan penyelidikan

mengenai sebab-sebab munculnya sebuah pesan, termasuk di dalamnya kadang-kadang

diteliti mengenai latar belakang komunikatomya dan (3) penelitian mengenai efek yang

ditimbulkan sebuah pesan yang diperoleh berdasarkan pada kesimpulan dari komunikan.

Stempel dan Westley (Sihombing, 1994) menyatakan bahwa terdapat empat

masalah yang dihadapi oleh seseorang yang melakukan penelitian mengenai isi pesan

yaitu:: (1) penyeleksian unit analisis, (2) penyusunan kategori., (3) penarikan sampel

yang representatif dan (4) reliabilitas koding.

Keterbatasan analisis isi adalah tidak dapat dipakainya analisis ini untuk menguji

hubungan antar variabel. Penggambaran kejahatan di layar TV Amerika selama tahun

'60-an hingga '80-an telah meningkat dengan kecepatan yang sama dengan kejahatan

yang sebenarnya dalam masyarakat. Tetapi hubungan antara kedua tingkat kecepatan

tersebut tidak harus diartikan bahwa kekerasan di layar TV meningkatkan kejahatan di

Amerika. Analisis isi hams dikombinasikan dengan metode penelitian lain untuk dapat

menunjukkan hubungan sebab akibat.

Kegunaan analisis isi menurut Wimmer dan Dominick (1987) ada1ah untuk

menjelaskan isi komunikasi, menguji hipotesis tentang karakteristik isi, membandingkan

isi media dengan dunia nyata, menemukan citra kelompok tertentu dalam masyarakat dan

sebagai titik awal untuk mempelajari efek dari media.

Dengan demikian, informasi-informasi yang menjadi pesan dari suatu media

dapat diana1isis dengan menggunakan metode ana1isis isi dan karakteristik dari media

(26)

berita-berita peternakan yang dimuat dalam rubrik-rubrik Mingguan Sinar Tani selama

periode Januari - Juni 2000.

Berita Peternakan

Secara garis besar isi media dapat dibedakan dalam dua jenis, yakni fakta dan

opini. Charm (Effendy, 2000) mengatakan bahwa berita merupakan laporan tercepat

mengenai fakta atau opini yang mengandung hal-hal yang menarik minat, penting atau

kedua-duanya bagi sejumlah besar penduduk. Kecepatan laporan tersebut bervariasi

antar jenis dan bentuk media massa yang melaporkarmya. Dalam penelitian ini, berita

tentang bidang masalah peternakan disebut sebagai berita peternakan.

Agribisnis Berbasis Peternakan

Saragih (1998) menyatakan bahwa paradigma pembangunan peternakan yang

mampu meningkatkan pendapatan peternak rakyat dan menciptakan daya saing global

produk peternakan adalah paradigma pembangunan agribisnis berbasis peternakan.

Sistem agribisnis berbasis peternakan mencakup empat subsistem yaitu:

1. Subsistem agribisnis hulu yakni subsistem yang meliputi kegiatan penyediaan

sarana dan prasarana produksi peternakan seperti industri pembibitan, industri

pakan dan obat-obatan untuk ternak beserta distribusi dan perdagangarmya.

2. Subsistem agribisnis budidaya yakni subsistem yang kegiatannya bertugas

menghasilkan komoditas petemakan primer (pembudidayaan ternak beserta

usaha penggemukan, pencegahan dan pemberantasan penyakit temak).

3. Subsistem agribisnis hilir yakni susbsistem yang mengolah komoditas

peternakan primer menjadi produk olahan beserta kegiatan distribusi dan

(27)

4. Subsistem jasa penunjang yakni subsistem yang menyediakan jasa-jasa

pendukung ketiga subsistem yang lain seperti jasa transportasi, penyuluban

dan pendidikan, penelitian dan pengembangan, perbankan dan kebijakan

pemerintab dan sebagainya.

Hubungan antara keempat subsistem tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.

Subsistem Agribisnis Hulu

Subsistem Agribisnis Budidaya

Subsistem Agribisnis Jasa Penunjang, rnisalnya:

Investasi dan pembiayaan Peraturan pemerintah Penelitian pengembangan Organisasi profesi

Subsistem Agribisnis Hilir

[image:27.585.78.499.195.447.2]
(28)

KERANGKA PEMIKIRAN

Chann (Effendy, 2000) mengatakan bahwa berita merupakan laporan tercepat

mengenai fakta atau opini yang mengandung hal-hal yang menarik minat, penting

atau kedua-duanya bagi sejumlah besar penduduk. Berita-berita yang dimuat media

massa dapat diklasifikasikan berdasarkan penekanarmya terhadap berbagai bentuk

aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam melangsungkan kehiduparmya di dunia,

salah satunya adalah aktivitas pemenuhan kebutuhan pangan melalui sektor pertanian

dalam arti luas. Subsektor petemakan merupakan bagian dari sektor pertanian yang

berperan dalam usaha pemenuhan kebutuhan protein hewani.

Pemberitaan tentang subsektor peternakan pada suratkabar tergantung pada ada

tidaknya kejadian atau peristiwa yang berhubungan dengan subsektor petemakan dalam

masyarakat yang bemilai jurnalistik (mengandung unsur luar biasa, sensasi, menyangkut

kepentingan orang banyak).

Dengan menggunakan sudut pandang agribisnis berbasis petemakan,

kegiatan-kegiatan dalam subsektor petemakan secara garis besar dapat dibedakan dalam empat

subsistem yaitu: subsistem agribisnis hulu (penyediaan sarana produksi peternakan

beserta distribusi dan perdagangannya), subsistem budidaya ternak (pembudidayaan

ternak), subsistem agribisnis hilir (pengolahan dan pemasaran hasil olahan asal ternak)

dan subsistem jasa penunjang (pembiayaan, peraturan pemerintah, penelitian, organisasi

dan sebagainya). Berita-berita tentang subsektor peternakan, dengan demikian, dapat

dikategorikan berdasarkan penekanarmya terhadap salah satu

di

antara keempat
(29)

I

Berita Pertanian

I

---

Berita non-Peternakan

...

dalam lingkup pertanian:

-perikanan -perkebunan -tanaman pangan

I

Berita Peternakan

I

/

セ@

Subsistern Agribisnis Hulu Subsistem Agribisnis Hilir

(penyediaan sarana produksi) (pengolahan

dan

pemasaran)

Subsist,em Agribisnis Budidaya

Subsistem Agribisnis Jasa

(pembudidayaan) Penunjang:

-

Investasi

dan

pembiayaan

-

Peraturan pemerintah

-

Penelitian pengembangan

-

Organisasi profesi [image:29.585.88.496.62.517.2]
(30)

PROSEDUR PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan yakni selama bulan Juli 2000.

Populasi dari penelitian ini adalab keseluruhan terbitan Mingguan Sinar Tani semenjak

29 April 1999 sampai dengan pada saat penelitian dimulai (akbir Juni 2000). Dengan

demikian terdapat 61 edisi sebagai populasi.

Penentuan sampel dilakukan secara purposif. Dari 61 edisi yang diterbitkan

selama 13 bulan (akhir April 1999 - akhir Juni 2000) dalam populasi, diambil 25 edisi

dari 6 bulan terakhir (Januari-Juni 2000) sebagai sampel penelitian. Hal ini dilakukan

dengan pertimbangan segi aktualitas berita-berita yang dimuat dalam Mingguan Sinar

Tani.

Desain

Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan menggunakan

metode analisis isi yang diharapkan bisa melukiskan secara sistematis fakta atau

karakteristik populasi tertentu, dalam hal ini kebijakan rubrikasi dan penyajian

berita-berita petemakan dalam Mingguan Sinar Tani, dan tidak bermaksud untuk menguji suatu

hipotesis, mencari hubungan sebab akibat antar variabel atau membuat suatu prediksi.

Data dan Instrumentasi

Dari penelitian ini diperoleh data mengenai tujuan dan kegunaan masing-masing rubrik dalam Mingguan Sinar Tani yang didapatkan dengan metode wawancara dengan

(31)

Data lain yang dikumpulkan dan dianalisis adalah data mengenai frekuensi dan

volume berita peternakan yang dikelompokkan berdasarkan nama rubrik-rubrik yang

dibuat oleh redaksi Mingguan Sinar Tani selama periode Januari-Juni 2000.

Selain itu dikumpulkan pula data mengenai frekuensi dan volume berita

petemakan selama periode Januari-Juni 2000 yang dikelompokkan dengan menggunakan

perangkat kategori berita petemakan yang secara operasional telah disusun definisinya.

Untuk menguji tingkat keterandalan (reliabilitas) dari defmisi kategori yang

disusun, digunakan Koefisien Reliabilitas dengan rumus sebagai berikut:

Koefisien Reliabilitas =

Jumlah unit dalarn kategori yang sarna

Jumlah unit yang dikodekan

Untuk itu dua mahasiswa yang mempunyai latar belakang pengetahuan dalam

bidang agribisnis petemakan diminta untuk mengkodekan kategori berita dari sejumlah

24 contoh berita yang mencerminkan perbedaan dari masing-masing kategori. Kedua

orang tersebut terlebih dahulu dilatih untuk mengenali ciri-ciri utama masing-masing

kategori, sehingga mereka dapat melakukan pengkodean dengan tepat.

Meskipun belum ada standar reliabilitas yang absolut, ambang penerimaan yang

secara luas dipakai adalah 60 %. Jika kesesuaian antara penyusun kode tidak mencapai

60 %, maka defmisi operasional perlu dibuat lebih spesiflk lagi (Chadwick, 1991).

Koefisien reliabilitas yang diperoleh dari pengujian reliabilitas adalah sebesar

66,7 %. Dengan demikian defmisi kategori berita peternakan yang disusun cukup dapat

diandalkan sebagai instrumen dalam penelitian

ini.

Rendahnya koefisien reliabilitas

ini

kemungkinan disebabkan oleh faktor internal dan subyektifitas dari para penguji, kurang

(32)

tertentu, definisi kategori berita petemakan yang disusun perlu diperjelas dan! atau

jumlah berita untuk pengujian reliabilitas terlalu sedikit. Akan tetapi, sesuai dengan yang

dikemukakan Chadwick (1991), koefisien reliabilitas sebesar 66,7 % sudah dianggap cukup (di atas ambang penerirnaan yang secara luas dipakai).

Analisis Data

Prosedur statistik yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh adalah

statistik deskriptif. Setiap jumlah frekuensi dan volume masing-masing kelompok atau

kategori data akan dipresentasikan pada tabel sehingga dapat diketahui jenjang atau

peringkat masing-masing kategori.

Untuk mengetahui keeratan hubungan antara frekuensi kemunculan dan volume

pemuatan berita-berita peternakan dalam Mingguan Sinar Tani periode Januari - Juni

(33)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Mingguan Sinar Tani

RiwayaJ Suratkabar Sinar Tani

Pada Tahun 1970 pemerintah menetapkan Rencana Pembangunan Lima Tahun

yang pertama di mana sektor pertanian merupakan titik beratnya. Untuk membangkitkan

partisipasi dan memotivasi masyarakat dalam pembangunan pertanian, pimpinan

Departemen Pertanian merasa perlu untuk menerbitkan suratkabar yang secara kbusus

memberikan penerangan dan penyuluhan dalam bidang pertanian secara periodik. Untuk

itulah dibentuk badan hukum bemama PT Duta Karya Swasta.

Pada tanggal 12 Agustus 1970 Departemen Penerangan Rl mengeluarkan surat

ijin terbit untuk penerbitan "Sinar Jaya" oleh

PT

Duta Karya Swasta. Sinar Jaya edisi

perdana diluncurkan pada tanggal 29 Agustus 1970 dengan jumlah halaman sebanyak

empat halaman. Sinar Jaya terbit dua kali seminggu yakni pada hari Rabu dan Sabtu.

Sejak tanggal I April 1986 "Sinar Jaya" berganti nama menjadi "Sinar Tani" dengan

jumlah halaman terbitan sebanyak delapan halaman. Sesuai dengan peraturan pemerintah

yang mengganti SIT (Surat Ijin Terbit) menjadi SIUPP (Surat Ijin Usaha Penerbitan

Pers), maka Sinar Tani kemudian mengajukan permohonan untuk memperoleh SIUPP

dan akhimya SIUPP diperoleh pada tanggal8 Juli 1986.

Perubahan selanjutnya dilakukan oleh Sinar Tani sejak tanggal 29 April 1999

yakni mengubah format terbitannya menjadi berukuran tabloid dengan jumlah halaman

sebanyak 32 halaman. Karena pertimbangan ekonomi, sejak April 2000 Sinar Tani

(34)

Kepemimpinan Sinar Tani, yang semula bernama Sinar Jaya, telab mengalami

beberapa kali pergantian. Pada saat penelitian ini dilaksanakan Pemimpin Umum Sinar

Tani dipegang oleh Dr. Ir. Dudung Abdul Adjid, Pemimpin Perusabaan oleh Drh.

Soegondo dan Pemimpin Redaksi oleh Drs. Godlim Panggabean.

Visi dan Misi Sinar Tani

Visi Sinar Tani adalab mencerdaskan petani dengan menyediakan informasi

sebagai sarana penyuluhan dalam membangkitkan dan membantu swadaya petani secara

mandiri. Untuk melaksanakan visi tersebut, misi Sinar Tani ditetapkan sebagai berikut:

I. Menyampaikan informasi mengenai segala aspek pembangunan pertanian

2. Menyerap dan menampung segala aspirasi masyarakat atas perencanaan dan

pelaksanaan pembangunan pertanian

3. Menumbuhkan dan membangkitkan kesadaran untuk ikut berpartisipasi pada

masyarakat pertanian dalam pelaksanaan pembangunan pertanian

4. Meningkatkan kecerdasan dan ketrampilan usaba bagi para pembaca dengan

menyampaikan petunjuk dan pengetahuan yang berguna

5. Menyampaikan bacaan yang segar, enteng tetapi berisi yang mampu berfungsi

sebagai hiburan sehat sebagai pelepas le1ab seusai bekerja.

Khalayak Pembaca

Mingguan Sinar Tani mempunyai khalayak pembaca yang cukup beragam latar

belakang pekerjaannya dan tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Oleh karena itu

penampilan dan isi Sinar Tani selalu diusabakan sedemikian rupa sehingga mampu

(35)

proses pengambiJan keputusan. Tabel I memperlihatkan sebaran kbalayak pembaca Sinar

Tani berdasarkan lalar belakang peketjaannya.

No

I 2 3

Tabel 1. Sebaran Khalayak Pembaca Sinar Tani berdasarkan Latar

Belakang Pekerjaan

Pekerjaan Jnmlah Persentase

(orang)

(%)

Penyuluh pertanian 33.509 86,39

Pegawai BUMN 4.847 12,50

Lain-lain 432 I,ll

Jnmlah 38.788 100,00

Sumber: Kerangka Acuan Penyusunan Proposal Penelitian Sinar Tani, Agustus 2000

Wartawan

Wartawan Sinar Tani hanya berada di kantor pusat dengan jumlah yang sangat

terbatas. Akan tetapi kegiatan peliputan tidak hanya dilakukan di Jakarta, tapi juga di

daerah-daerah. Untuk meliput kegiatan-kegiatan di daerah, Sinar Tani banyak dibantu

oleh keberadaan koresponden daerah. Begitu juga penulis lepas yang berada di

instansi-instansi Departemen Pertanian, seperti BIPP, BPP dan para penyuluh serta Dinas-Dinas

dalam lingkup pertanian.

Kebijakan Rubrikasi Mingguan Sinar Tani

Dalam setiap terbitannya, Sinar Tani menyajikan informasi-informasi mengenai

berbagai peluang bisnis dalam sektor pertanian yang selama ini mungkin kurang

diketahui oleh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat yang sedang menghadapi krisis

ekonomi diharapkan untuk melirik kembali sektor pertanian sebagai solusi pemulihan

[image:35.582.84.502.129.268.2]
(36)

seperti berita terkini tentang agribisnis yang berkaitan dengan kebijakan dan teknologi

terapan, berbagai potensi dan peluang bisnis yang ada di selurub wilayah Indonesia,

analisa usaha agribisnis dari berbagai jenis komoditas dan sebagainya. Hal itu ditunjang

dengan tata letak, rubrikasi dan kebijakan redaksional lain yang membuat Sinar Tani

menjadi media cetak yang tidak hanya informatif tetapi juga atraktif.

Sejak bulan April 2000 Mingguan Sinar Tani melakukan perubahan nama dan

jumlah rubrik yang digunakan untuk menyajikan berbagai informasinya kepada pembaca.

Oleh karena itu, periode Januari - Juni 2000 dibagi dalam dua periode yakni periode I

(Januari - Maret 2000) dan periode II (April - Juni 2000) yang merupakan periode

sebelum dan sesudah berbagai perubahan dalam Mingguan Sinar Tani. Secara rinci

perubahan tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Perbandingan Nama dan Jumlah Rubrik Mingguan Sinar Tani Periode I dan Periode II sesuai dengan Halaman

Halaman

1 2-3 4-6 7 8 -10 11 12-13 14-15 16-17 18 -19 20-21 22-23 24-25 26-27

28

29

30 31 32 Periode I Sampu1muka Tanpa nama rubrik Agriutama

Agrokonsultasi Sorotan

Agri1ingkungan Investasi dan B isnis Nasional Lembar Khusus Daerah Agripenyu1uban Iptek Agriprosesing Agriwacana Agrisehat Kiat

[image:36.583.83.567.376.665.2]
(37)

Berdasarkan Tabel 2, rubrik yang mengalami perubahan nama adalah rubrik

Investasi dan Bisnis yang sejak April 2000 berubah nama menjadi rubrik Agriinvestasi.

Rubrik Agrisehat, Kiat serta Wisata dan Budaya merupakan rubrik yang sejak April 2000

dilebur dalam rubrik Agrineka. Rubrik yang baru adalah Agrilembaga dan Anekaragam

serta Menuju Swasembada Daging yang dibuat secara insidental.

Beberapa halaman Sinar Tani, selain halaman sampul, baik muka maupun

belakang, tidak diberi nama rubrik pada bagian atasnya. Halaman 2 dan 3 misaJnya, baik

sebelum maupun sesudah April 2000, digunakan untuk memuat gambar karikatur atau

foto, dari redaksi, indeks, surat pembaca, pojok, editorial dan susunan pengelola Sinar

Tani. Sedangkan satu halaman sebelum sampul belakang (halaman 31 pada periode

sebelum April 2000 dan halaman 23 pada periode sesudah April 2000) digunakan untuk

memuat informasi yang kadang-kadang tidak mempunyai kaitan erat dengan pertanian

misalnya kegiatan perkoperasian, keagaman dan sebagainya. Sampul belakang biasanya

digunakan untuk memuat Jiputan kegiatan yang dilakukan oleh para public figure

misaJnya dari kalangan artis.

Sebagian besar rubrik yang ada dalam Mingguan Sinar Tani mempunyai tujuan

dan kegunaan untuk menyampaikan informasi tentang berbagai hal yang berkaitan erat

dengan pembangunan sektor pertanian dalam arti luas. Informasi-informasi tersebut

disajikan dalam bentuk berita dan artikel. Di samping itu, terdapat pula rubrik yang

secara tersendiri digunakan untuk memuat artikel yang berisi pendapat, baik dari dalam

(38)

Tabel 3. Tujuan dan Kegunaan Masing-masing Rubrik dalam Mingguan

Sinar Tani

Nama Rubrik

Agriutama

Sorotan

Agriwacana

Agriinvestasi

(Jnv. dan Bis.)

Agrilembaga

Tujuan dan Kegunaan

menginformasikan kegiatan agribisnis dan komoditas pertanian

yang menonjol secara lengkap

memberitakan secara terfokus masalah-masalah yang urgen

(kebijakan pemerintah)

Memuat artikel yang berisi pendapat, baik dari

dalam maupun

luar redaksi

memuat berbagai peluang investasi dalam sektor pertanian

memuat berita dan artikel yang berkaitan dengan aspek

kelembagaan dalam pertanian

Agripenyuluhan

menyajikan berita dan artikel yang berhubungan dengan

kegiatan penyuluhan dan lembaga penyuluhan

Nasional

memberitakan kegiatan berbobot nasional

Daerah

memberitakan kegiatan berbobot kedaerahan

Agrineka

Anekaragam

Jptek

Agriprosesing

Agrilingkungan

Menuju

Swasembada

Daging

menyajikan berbagai berita dan artikel yang masih

berhubungan dengan pertanian

menyaj ikan berbagai berita dan artikel yang berasal

dari

instansi di luar Departemen Pertanian

memuat berbagai penemuan pengetahuan dan teknik-teknik

dalam bidang pertanian

menyajikan berbagai artikel tentang pengolahan

komoditas-komoditas primer pertanian

menyajikan berbagai berita dan artikel yang mempunY31

keterkaitan dengan pelestarian lingkungan

menyajikan berbagai berita dan artikel berkaitan dengan

pelaksanaan program Menuju Swasembada Daging

dari [image:38.583.49.504.71.703.2]
(39)

Frekuensi dan Volnme Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar Tani periode Jannari - Jnni 2000 berdasarkan

Kategori Berita Peternakan

Peranan suratkabar dalam proses pembangunan adalah menyampaikan berbagai

informasi yang dapat memperluas wawasan para pembaeanya dan mengarahkan pendapat

umum untuk meneiptakan suasana yang kondusif bagi kesuksesan pelaksanaan

program-program pembangunan. Mingguan Sinar Tani diterbitkan dengan tujuan untuk

menyebarluaskan berbagai informasi, terutama berbagai kebijakan dan peraturan serta

program-program pernbangunan pemerintah, kbususnya dalam bidang pertanian, seeara

periodik dan berkelanjutan. Dengan mengetahui frekuensi dan volume berita-berita

peternakan dalam Mingguan Sinar Tani maka akan diketahui seberapa besar perhatian

Mingguan Sinar Tani terhadap berbagai permasalahan dalam subsektor peternakan.

Dengan menggunakan pendekatan agribisnis, kegiatan-kegiatan dalam subsektor

peternakan seeara garis besar dapat dibedakan ke dalam empat subssistem yaitu:

(1) subsistem agribisnis hulu, (2) subsistem agribisnis budidaya, (3) subsistem agribisnis

hilir dan (4) subsistem agribisnis jasa penunjang. Dalam penelitian ini, subsistem

agribisnis hulu diwakili oleh kategori penyediaan sarana produksi petemakan, subsistem

agribisnis budidaya diwakili oleh kategori pembudidayaan dan subsistem agribisnis hilir

diwakili oleh kategori pengolahan dan pemasaran. Subsistem agribisnis jasa penunjang

diwakili oleh empat kategori yaitu: (l) investasi dan perrnodalan, (2) penelitian dan

pengembangan, (3) peraturan dan kebijakan pemerintah serta (4) organisasi dan

perkumpulan profesi.

Sebagaimana telah dikemukakan, semenjak bulan April 2000 Mingguan Sinar

(40)

halaman dari 32 halaman menjadi 24 halaman, perubahan nama beberapa rubrik dan

pembuatan rubrik-rubrik yang baru. Oleh karena itu, periode Januari - Juni 2000 dibagi

dalam dua periode yakni periode I (Januari - Maret 2000) dan periode II (April - Juni

2000) yang merupakan periode sebelum dan sesudah berbagai perubahan dalam

Mingguan Sinar Tani.

Berdasarkan analisis terhadap berita-berita peternakan yang ada dalam Mingguan

Sinar T ani periode terbitan Januari - Juni 2000, diperoleh data berupa frekuensi dan

volume setiap kategori berita peternakan untuk masing-masing periode sebagaimana

yang disajikan dalam Tabel 4 dan Tabel 5. Dengan membandingkan frekuensi dan

volume masing-masing kategori berita peternakan dalam Tabel 4 dan Tabel 5, dapat

diketahui kegiatan peternakan yang sering menjadi berita dalam Mingguan Sinar Tani

dalam masing-masing periode.

Frekuensi dan volume setiap kategori berita peternakan untuk periode I disajikan

dalam Tabel4.

Tabel4. Frekuensi dan Volume Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar Tani Periode I (Januari - Maret 2000) berdasarkan Kategori Berita Peternakan

No Kategori Frekuensi Volume

(kali}

(%}

{cml}

{%}

I Penyediaan sarana produksi peternakan I 2,70 429,00 3,16

2 Pembudidayaan 9 24,32 5.392,13 39,71

3 Pengolahan dan pemasaran 6 16,22

1.

797,41 13,24

4 Investasi dan permodalan 2 5,41 509,50 3,75

5 Penelitian dan pengembangan 7 18,92 1.354,83 9,98

6 Peraturan dan kebijakan pemerintah 7 18,92 2.723,91 20,06

7 Organisasi dan perkumpulan profesi 4 10,81 875,28 6,45

8 Lain-lain 1 2,70 496,80 3,65

(41)

Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa pada periode I (Januari - Maret 2000),

terdapat 37 buah berita petemakan dalam Mingguan Sinar Tani dengan volume sebesar

13.578,86 cm2• Dalam hal frekuensi kemunculan berita tentang kegiatan-kegiatan yang

tergolong ke dalam kategori pembudidayaan menduduki peringkat pertama disusul oleh

kategori peraturan dan kebij akan pemerintah bersama-sama dengan kategori penelitian

dan pengembangan. Kategori pengolahan dan pemasaran menempati peringkat

selanjutnya disusul dengan kategori organisasi dan perkumpulan profesi, kategori

investasi dan permodalan, kategori penyediaan sarana produksi petemakan bersama-sama

dengan kategori lain-lain.

Dalam hal volume pemuatan, berita tentang kegiatan-kegiatan dalam subsektor

petemakan yang tergolong ke dalam kategori pembudidayaan juga menduduki peringkat

pertama. Peringkat kedua ditempati oleh berita tentang kegiatan-kegiatan yang tergolong

ke dalam kategori peraturan dan kebijakan pemerintah. Peringkat selanjutnya secara

berturut-turut ditempati oleh kategori pengolahan dan pemasaran, kategori penelitian dan

pengembangan, kategori organisasi dan perkumpulan profesi, kategori investasi dan

permodalan, kategori lain-lain dan terakhir kategori penyediaan sarana produksi

petemakan.

Berdasarkan Tabel 4 dapat disimpuikan bahwa dengan frekuensi pemberitaan

sebanyak 20 kali maka subsistem agribisnis jasa penunjang yang terdiri dari empat kategori sebagaimana disebutkan sebelumnya merupakan subsistem yang paling sering

diberitakan oleh Mingguan Sinar Tani pada periode I, disusul oleh subsistem agribisnis

budidaya (frekuensi sebanyak 9 kali), subsistem agribisnis hilir (frekuensi sebanyak 6

(42)

Pada peri ode I, berita tentang kegiatan dalam subsektor peternakan yang

tergolong ke dalam kategori penyediaan sarana produksi peternakan hanya diberitakan

sekali yakni berita tentang pengembangan kegiatan pembibitan ternak pedesaan (itik,

ayam buras, kambing, domba, kerbau dan ayam ras potong) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Berita tersebut terdapat pada Mingguan Sinar Tani edisi no. 2828 (9-15

Feburari 2000).

Berita-berita tentang kegiatan dalam subsektor peternakan yang tergolong ke

dalam kategori pembudidayaan pada periode I didominasi oleh berita tentang wabah

penyakit Anthrax yang menyerang peternakan Burung Unta milik PT. Cisada Kemasuri

(anak perusahaan PT. Royal Ostrindo) di Kabupaten Purwakarta sejak Desember 1999

dan dijadikan liputan utama oleh Mingguan Sinar Tani pada edisi no 2826 (26 Januari - 1 Febuari 2000) setelah terjadi aksi peneurian bagian-bagian tubuh Burung Unta yang

terserang penyakit Anthrax oleh beberapa penduduk di sekitar lokasi pemusnaban

(pembakaran) Burung Unta. Besarnya kerugian yang harus ditanggung dan bahaya yang

mengancam di balik menjalarnya wabah anthrax mendorong Mingguan Sinar Tani

menurunkan liputan yang lengkap tentang kejadian tersebut mulai dari kronologis

kejadian sampai tindakan-tindakan yang ditempuh oleh

pemerintah

dan pihak perusahaan

untuk meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkarmya. Salah satu tindakan yang

ditempuh adalah pemusnahan seeara bertahap 3.012 ekor Burung Unta sesuai hasil rapat

antara Dirkeswan, Disnak Propinsi Jawa Barat, Disnak Kabupaten Purwakarta dan PT

Royal Ostrindo di Jakartapada tangga121 Desember 1999.

Berita tentang kegiatan da1am subsektor peternakan yang tergolong ke dalam

kategori pengolahan dan pemasaran di antaranya adalah berita tentang reaksi masyarakat

(43)

hal itu terdapat pada Mingguan Sinar Tani edisi no. 2823 (5 - II Januari 2000) dan edisi no. 2824 (12 - 19 Januari 2000). Adapun berita tentang kegiatan yang tergolong ke

dalam kategori investasi dan pennodalan di antaranya adalah berita tentang rencana

investasi dalam subsektor petemakan selama tahun 2000/200 I yang jumlahnya lebih dari

Rp. 742 miliar pada Mingguan Sinar Tani edisi no. 2824 (12 - 19 Februari 2000) ..

Investasi dari pihak swasta diperkirakan mencapai Rp. 387,7 miliar dan bantuan luar

negeri berupa hibah dan pinjaman diperkirakan mencapai Rp. 358,5 miliar.

Berita penemuan metode untuk mendeteksi adanya daging babi dalam makanan

oleh Dwi Maryatni dan kawan-kawannya dari IPB pada Mingguan Sinar Tani edisi no. 2829 (16 - 22 Februari 2000) merupakan contoh berita tentang kegiatan yang tergolong

ke dalam kategori penelitian dan pengembangan.

lsi dari berita-berita tentang kegiatan yang tergolong ke dalam kategori peraturan

dan kebij akan pemerintah yang diberitakan selama periode I antara lain kenaikan anggaran untuk subsektor peternakan dalam RAPBN 2000 (Mingguan Sinar Tani edisi

no. 2828 (9 - 15 Februari 2000)), tidak akan dilikuidasinya BPI - HMT Baturaden

(Mingguan Sinar Tani edisi no. 2827 (I - 8 Februari 2000)) dan pernberian bantuan

berupa bibit sapi sebanyak 4 ekor untuk Ma'had Al-Zaytun di Indramayu (Mingguan

Sinar Tani edisi no. 2824 (12 - 18 Januari 2000)). Berita tentang kegiatan dalam

subsektor peternakan yang tergolong ke dalam kategori organisasi dan perkumpulan

profesi di antaranya adalah berita mengenai keluhan peternak sapi perah terhadap peran

GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia) yang

dirasakan

masih kurang dalam

Mingguan Sinar Tani edisi no. 2828 (9 - 15 Februari 2000).

Kegiatan yang termasuk dalam kategori lain-lain yang diberitakan dalam

(44)

sehari-hari kebanyakan karyawan perkebunan yang sangat cocok untuk pengembangan

temak itik.

Frekuensi dan volume setiap kategori berita peternakan untuk periode II disajikan

dalam Tabel 5.

Tabel 5. Frekuensi dan Volume Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar Tani Periode II (April - Juni 2000) berdasarkan Kategori Berita Peternakan

No Kategori Frekuensi Volume

(cml)

(kaJi)

(%)

(%)

I Penyediaan sarana produksi peternakan 3 7,69 668,80 5,98

2 Pembudidayaan

3 Pengolahan dan pemasaran

1O

25,64 4571,05 33,56

4 Investasi dan permodalan

5 Penelitian dan pengembangan 5 12,82 1.355,27 9,95

6 Peraturan dan kebijakan pemerintah 16 41,03 4.993,00 36,66

7 Organisasi dan perkumpulan profesi

8 Lain-lain 5 12,82 1.886,38 13,85

Total 39 100,00 13.619,34 100,00

Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa pada periode II (April - Juni 2000),

terdapat 39 buah berita peternakan dalam Mingguan Sinar Tani dengan volume sebesar

13.619,34 cm2• Dalam hal frekuensi kemunculan, berita tentang kegiatan-kegiatan dalam

subsektor petemakan yang tergolong ke dalam kategori peraturan dan kebijakan pemerintah menduduki peringkat pertarna. Peringkat kedua ditempati oleh berita tentang

kegiatan yang tergolong ke dalam kategori pengolahan dan pemasaran disusul oleh

kategori penelitian dan pengembangan bersama-sama dengan kategori lain-lain.

Peringkat

terakhir

ditempati oleh berita-berita tentang kegiatan-kegiatan yang tergolong [image:44.585.81.503.213.395.2]
(45)

ditemukan pemberitaan tentang kegiatan-kegiatan yang tergolong ke dalam kategori

organisasi dan perkumpulan profesi, pembudidayaan serta investasi dan permodalan. Dalam hal volume pemuatan, berita tentang kegiatan-kegiatan dalam subsektor

petemakan yang tergolong ke dalam kategori pemturan dan kebijakan pernerintah juga

menduduki peringkat pertama disusul oleh kategori pengolahan dan pernasaran.

Peringkat ketiga diternpati oleh kategori lain-lain disusul oleh kategori penelitian dan

pengembangan. Peringkat kelima ditempati oleh kategori penyediaan sarana produksi

petemakan.

Dari hasil pengamatan terhadap peringkat masing-masing kategori berita

petemakan dalam periode I maupun periode II, terlihat bahwa peringkat berdasarkan

frekuensi tidak terlalu jauh berbeda dengan peringkat berdasarkan volume. Hal ini

didukung oleh hasil perhitungan koefisien korelasi antara frekuensi kemuncuIan dengan

volume pernuatan. Koefisien Korelasi Pearson (r) sebesar 0,8411 untuk periode I dan

0,9589 untuk periode II menunjukkan adanya hubungan yang kuat antam frekuensi

kemunculan dan volume pemuatan berita-berita petemakan .

Kegiatan dalam subsektor petemakan yang tergolong ke dalam kategori

penyediaan sarana produksi petemakan yang diberitakan pada periode II di antaranya

adalah pendapat Direktur Jenderal Petemakan mengenai pedunya industri obat-obatan

temak untuk mernanfaatkan bahan baku lokal pada ASOm (Asosiasi Obat Hewan

Indonesia). Berita tersebut terdapat pada Mingguan Sinar Tani edisi no. 2843 (24 - 30

Mei 2000).

Berita tentang kegiatan dalam subsektor petemakan yang tergolong ke dalam

kategori pengolahan dan pernasaran pada periode II di antaranya adalah berita tentang

(46)

Sinar Tani edisi no. 2845 (7 - 13 Juni 2000)) serta bisnis telur asin yang banyak diminati

oleh masyarakat dan tetap menjanjikan keuntungan untuk dijalankan (Mingguan Sinar

Tani edisi no. 2847 (21- 27 Juni 2000)).

Berita tentang cara menduga umur temak ruminansia sebagaimana dikemukakan

oleh peneliti dari Balai Penelitian Temak Bogor (Mingguan Sinar Tani edisi no. 2839 (26

April - 2 Mei 2000)) dan penggunaan singkong sebagai konsentrat untuk pembesaran

sapi potong (Mingguan Sinar Tani edisi no. 2837 (12 - 18 April 2000)) merupakan

contoh berita-berita tentang kegiatan yang tergolong ke dalam kategori penelitian dan

pengembangan pada periode II.

Berita-berita tentang kegiatan yang tergolong ke dalam kategori peraturan dan

kebijakan pemerintah selama periode II sebagian besar merupakan berita tentang

berbagai upaya dan kebijakan yang ditempuh pemerintah, baik pusat maupun daerah,

untuk memenuhi kebutuhan nasional terhadap produk-produk asal temak, terutarna

Program Swasembada Daging dan Gerakan Minum Susu Segar. Contoh tindakan nyata

yang ditempuh antara lain berupa penambahan populasi sapi perah.

Kegiatan yang termasuk dalam kategori lain-lain yang diberitakan oleh Mingguan

Sinar Tani di antaranya adalah kegiatan "Milk Day" yang diselenggarakan oleh Badan

Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang dihadiri oleh pejabat

dari

Direktorat Jenderal Petemakan. Dalam kegiatan tersebut disinggung-singgung pula

Gerakan Minum Susu Segar dan Swasembada Telur dari pemerintah serta kondisi

rendahnya konsumsi susu masyarakat Indonesia. Pemberitaan tentang hal tersebut

dilakukan oleh Mingguan Sinar Tani pada edisi no. 2843 (24 - 30 Mei 2000).

Besamya frekuensi dan volume berita-berita petemakan yang tergolong ke dalam

(47)

menjadi salah satu indikator bahwa Mingguan Sinar Tani mempunyai kecenderungan

lebih sering memberitakan hal-hal yang berhubungan dengan pembuatan dan pelaksanaan

berbagai peraturan serta kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun

pemerintah daerah. Hal ini tentu bisa dimengerti, mengingat Sinar Tani diterbitkan oleh

orang-orang yang mempunyai latar belakang dan kedekatan dengan kalangan

pemerintahan. Dengan demikian sudah sewajarnya jika hal-hal yang berkaitan dengan

kebijakan dan peraturan pemerintah, kbususnya pihak-pihak atau instansi yang

mempunyai kedekatan secara emosional dengan Mingguan Sinar Tani, mendapat

perhatian yang lebih besar dalam pemberitaan.

Sebagaimana tersaji dalam Tabel 1, sejumlah 86,4 % kbalayak pembaca

Mingguan Sinar Tani adalah para penyuluh pertanian yang salah satu tugasnya adalah

menginformasikan kebijakan, peraturan dan program-program pembangunan pemerintah

kepada masyarakat luas. Dengan jalan memberikan porsi pemberitaan yang lebih banyak

dan lebih beragam tentang hal-hal tersebut, Mingguan Sinar Tani berupaya menjadi salah

satu sumber informasi yang berguna bagi para penyuluh.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberitaan tentang subsistem

agribisnis jasa penunjang merupakan pemberitaan yang paling tinggi frekuensinya pada

peri ode II disusul oleh subsistem agribisnis hilir dan terakhir subsistem agribisnis hulu.

Akan tetapi hal ini tidak bisa dijadikan sebagai petunjuk bahwa Mingguan Sinar Tani

memfokuskan informasi-informasi yang disampaikannya hanya pada hal-hal yang

berkaitan dengan kegiatan-kegiatan dalam subsistem agribisnis penunjang. Di antara

keempat kategori berita peternakan yang kegiatan-kegiatannya temasuk ke dalam

subsistem agribisnis penunjang, sebagaimana terlihat pada periode I dan terlebih lagi

(48)

Sesuai dengan defmisi kategori yang disusun dalam penelitian ini,

kegiatan-kegiatan dalam subsektor petemakan yang termasuk ke dalam kategori peraturan dan

kebijakan pemerintah berkaitan erat dengan pembuatan dan pelaksanaan berbagai

peraturan oleh pemerintah, baik yang berada di pusat maupun di daerab. Oleh karena

dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan yang tergolong ke dalam kategori

tersebut sangat luas dan berkaitan dengan kepentingan banyak pibak maka nilai

jumalistiknya sangat tinggi sehingga mendapat porsi pemberitaan yang lebih besar dalam

Mingguan Sinar Tani.

Apa yang dilakukan oleh Mingguan Sinar Tani dengan memberikan porsi liputan

yang sedemikian besar untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, dalam

hal ini Departemen Pertanian, sudah sejalan dengan tujuan penerbitan yang ditetapkan

sejak awal pendiriarmya dan dengan misi yang diemban untuk menyampaikan informasi

pertanian kepada petani melalui para petugas penyuluh lapangan. Misi untuk menyerap

dan menampung aspirasi masyarakat tentang pembangunan pertanian, membangkitkan

kesadaran berpartispasi masyarakat serta meningkatkan kecerdasan dan ketrampilan

masyarakat diyakini juga dilaksanakan oleh Mingguan Sinar Tani, akan tetapi dalam

bentuk penyajian informasi yang sebagian besar bukan berupa berita.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa informasi-informasi dalam bentuk

berita tentang pembuatan dan pelaksanaan berbagai peraturan dan kebijakan dalam

subsektor petemakan oleh pemerintah merupakan informasi yang cukup dominan dalam

(49)

Frekuensi dan Volume Berita Peternakan dalam Miugguan Sinar Tani Periode Januari - Juni 2000 berdasarkan Rubrik

Sebagaimana telah dikemukakan, semenjak bulan April 2000 Mingguan Sinar

Tani melakukan perubahan yang sangat penting yaitu pengurangan jumlah halaman dari

32 halaman menjadi 24 halaman, perubahan nama dan pembuatan rubrik baru. Oleh

karena itu frekuensi dan volume berita-berita peternakan dalam Mingguan Sinar Tani

periode Januari - Juni 2000 berdasarkan rubrik juga disajikan dalam dua tabel.

Frekuensi dan volume berita-berita peternakan yang dimuat dalam rubrik-rubrik

Mingguan Sinar Tani selama periode I dan periode II disajikan dalam Tabel 6.

Tabel 6. Frekuensi dan Volume Berita Peternakan dalam Mingguan Sinar Tani Peri ode I dan II berdasarkan Rubrik

No Nama Rubrik Periode I Periode II

Frekuensi Volume Frekuensi Volume

{kalQ {cm2} (kaIQ {cm2}

1 Agriutama 4 2.612,92 7 3.163,69

2 Nasional 10 3.544,40 13 4.896,16

3 Daerah 5 1.545,95 11 2.134,70

4 Sorotan 5 2.953,72

5 Iptek 6 1.122,35 2 413,01

6 Investasi dan Bisnis (Agriinvestasi) 4 909,77 1 696,80

7 Agripenyuluhan 1 200,80 1 458,54

8 Agriwacana 1 348,35

9 Agriprosesing 1 494,80

10 Menuju Swasembada Daging 1 340,60 3 1.361,64

Total 37 13.578,86 39 13.619,64

Berdasarkan Tabel 6, diketahui bahwa selama periode I (Januari - Maret 2000),

terdapat 37 buah berita petemakan yang dimuat dalam Mingguan Sinar Tani. Rubrik

yang tertinggi frekuensinya adalah rubrik Nasional (10 kali pemuatan). Peringkat kedua

[image:49.580.73.496.326.561.2]
(50)

Rubrik Daerah dan Sorotan dengan frekuensi pemuatan sebanyak 5 kali. Rubrik

Agriutama bersama dengan Rubrik Investasi dan Bisnis menempati peringkat selanjutnya

dengan frekuensi pemuatan sebanyak 4 kali. Rubrik Agriwacana, Agripenyuluhan dan

Menuju Swasembada Daging masing-masing memuat berita petemakan satu kali.

Volume pemuatan berita petemakan selama periode I yang terbesar adalab dalam

rubrik Nasional. Peringkat selanjutnya secara berturut-turut ditempati oleh rubrik

Sorotan, Agriutama, Daerab, Iptek, Investasi dan Bisnis, Agriwacana, Menuju

Swasembada Daging dan Agripenyuluhan.

Berita petemakan yang dimuat dalam Mingguan Sinar Tani selama periode II

(April - Juni 2000) adalah sebanyak 39 buah. Seperti periode Januari - Maret 2000,

rubrik yang paling tinggi frekuensinya dalam memuat berita petemakan adalab rub

Gambar

Gambar 1. Hubungan di Antara Keempat Subsistem Agribisnis Berbasis Peteruakan
Gambar 2. Kerangka Pemikiran Penelitian
Tabel 1. Sebaran Khalayak Pembaca Sinar Tani berdasarkan Latar
Tabel 2. Perbandingan Nama dan Jumlah Rubrik Mingguan Sinar Tani Periode I dan Periode II sesuai dengan Halaman
+5

Referensi

Dokumen terkait