BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada zaman yang serba modern ini dengan segala kecanggihan teknologinya, sungguh merupakan suatu kemajuan zaman, namun dengan semakin canggihnya teknologi juga diikuti dengan banyaknya penyakit dikalangan masyarakat. Banyaknya penyakit yang ada dimasyarakat tentunya berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat kita. Salah satu dari banyaknya penyakit tersebut diantaranya hipertensi. Penderita hipertensi sering kita jumpai dikalangan masyarakat terutama disetiap pusat pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.
Di Amerika, data statistik pada tahun 1980 menunjukkan bahwa sekitar 20% penduduk menderita hipertensi. Di Indonesia belum ada penelitian nasional yang menyeluruh, namun diperkirakan angka statistik di Indonesia tidak jauh berbeda dengan Amerika. Darmoyo (dalam SEO, 2009) dari penelitiannya, menemukan bahwa antara 1,8% – 28,6% penduduk dewasa adalah penderita hipertensi. Angka 1,8% berasal dari penelitian di Desa Kalirejo, Jawa Tengah, sedangkan nilai 28,6% dilaporkan dari hasil penelitian di Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 1990.
mempunyai keluhan. Prevalensi terbanyak berkisar antara 6 sampai dengan 15%, tetapi angka prevalensi yang rendah terdapat di Ungaran, Jawa Tengah sebesar 1,8% dan Lembah Balim Pegunungan Jaya Wijaya, Irian Jaya sebesar 0,6%, sedangkan angka prevalensi tertinggi di Talang Sumatera Barat 17,8%. Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Semakin meningkatnya populasi usia lanjut maka jumlah pasien dengan hipertensi kemungkinan besar juga akan bertambah. Diperkirakan sekitar 80 % kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, di perkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk.
Menurut WHO (dalam Lanny, 2004), batas normal tekanan darah adalah 120-140 mmHg sistolik dan 80-90 mmHg diastolik. Jadi seseorang disebut mengidap hipertensi bila tekanan darahnya selalu terbaca diatas 140/90 mmHg. Menurut Guyton dan Hall (dalam Rustanti, 2005), Bila seseorang dikatakan menderita hipertensi (tekanan darah tiggi) itu berarti bahwa tekanan arteri rata-rata lebih tinggi daripada batas atas yang dianggap normal.
Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah dalam tingkat abnormal tinggi dalam arteri yang ditunjukan dalam bentuk angka sylostic (bagian atas) dan angka diastolic (bagian bawah). Hipertensi merupakan penyakit yang prevalensinya cukup tinggi, diderita oleh 10% penduduk dinegara-negara maju. (InHealth, 2011).
sangat penting sehingga usaha-usaha dapat dilakukan untuk membuat tekanan darah menjadi normal dan mencegah komplikasi-komplikasi.
Seperti yang telah dijelaskan bahwa hipertensi merupakan faktor resiko utama untuk terjadinya penyakit jantung, gagal jantung kongesif, stroke, gangguan penglihatan dan penyakit ginjal. Hipertensi yang tidak diobati akan mempengaruhi semua sistem organ dan akhirnya memperpendek harapan hidup sebesar 10-20 tahun. Komplikasi yang terjadi pada hipertensi ringan dan sedang mengenai mata, ginjal, jantung dan otak. Pada mata berupa perdarahan retina, gangguan penglihatan sampai dengan kebutaan. Gagal jantung merupakan kelainan yang sering ditemukan pada hipertensi berat selain kelainan koroner dan miokard. Pada otak sering terjadi perdarahan yang disebabkan oleh pecahnya mikroaneurisma yang dapat mengakibakan kematian.(Anggreini. A.D, 2009).
Ciri ciri darah tinggi atau hipertensi, sering ditandai dengan peningkatan resistensi terhadap aliran darah ke seluruh tubuh. Menurut American Heart Association atau AHA, sekitar 74,5 juta orang Amerika di atas usia 20 menderita hipertensi, dan penyebab dari 90 sampai 95 persen kasus hipertensi tidak diketahui. Walaupun memiliki beberapa gejala, tanda tanda darah tinggi dapat dilihat oleh perubahan berbagai kardiovaskular yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dan menyebabkan kondisi kesehatan yang serius.
Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa, faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah faktor keturunan, ciri perseorangan, dan kebiasaan hidup seperti mengkonsumsi garam berlebih, kegemukan atau makan berlebihan, stres, dan faktor lainnya. (Lanny,dkk, 2004).
Faktor penyebab dari hipertensi tersebut selaras dengan Annas (2011), penyebab hipertensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer adalah hipertensi yang tidak disebabkan oleh adanya gangguan organ lain seperti ginjal dan jantung. Hipertensi ini dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan seperti faktor keturunan, pola hidup yang tidak seimbang, keramaian, stres, dan pekerjaan. Sikap yang dapat menyebabkan hipertensi seperti konsumsi tinggi lemak, garam, aktivitas yang rendah, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan kafein. Sebagian besar hipertensi primer disebabkan oleh faktor stres dan tekanan psikologis. Hipertensi sekunder, hipertensi yang disebabkan oleh gangguan ginjal, endokrin, dan kekakuan dari aorta. Stres dapat menjadi penyebab hipertensi, karena saat seseorang dalam kondisi stres akan terjadi pengeluaran beberapa hormon yang akan menyebabkan penyempitan dari pembuluh darah, dan produksi cairan lambung yang berlebihan, akibatnya seseorang akan mengalami mual, muntah, mudah kenyang, nyeri lambung yang berulang, dan nyeri kepala. Kondisi stres yang terus menerus dapat menyebabkan komplikasi hipertensi lebih jauh.
terhadap kesehatan penduduk dewasa di kota Framingham, Massachusettes (dalam Lanny, dkk 2004) , menunjukkan bahwa stres pada pekerjaan cenderung menyebabkan hipertensi berat. Pria yang menjalani pekerjaan penuh tekanan, misalnya penyandang jabatan yang menuntut tanggung jawab besar tanpa disertai wewenang pengambilan keputusan, akan mengalami tekanan darah yang lebih tinggi selama jam kerjanya, dibandingkan dengan rekan kerja mereka pada jabatan yang lebih longgar tanggung jawabnya. Menurut Lanny, dkk (2004), dalam kondisi tertekan, adrenalin dan kortisol dilepaskan ke aliran darah sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah agar tubuh siap untuk bereaksi. Itulah yang terjadi saat kita berada alam situasi bahaya atau siaga, tubuh mempersiapkan reaksi menyerang (fight) atau melarikan diri (flight) yang dipicu adrenalin. Bila seseorang terus berada dalam situasi seperti ini, tekanan darahnya akan bertahan pada tingkat tinggi.
otonom simpatetik medula oblongata kepusat otonom simpatetik untuk merangsang bagian medulla kelenjar adrenalis untuk mengeluarkan hormon adrenalis kejantung dan pembuluh darah. Kedua pesan tadi menaikkan tekanan darah dan aliran darah ke sisitem otot dan tulang menaikkan darah ke otak, meningkatkan frekuensi pernafasan, meningkatkan denyut jantung sehingga menaikkan kontruksi oksigen pada jantung dan pembuluh darah.
Menurut Agoes (2003), stres dapat berdampak terhadap kognisi seseorang seperti mudah lupa, sulit berkonsentrasi, gangguan mental dan peka terhadap kritikan. Sehingga secara psikologis orang hipertensi yang mengalami stres selain dapat memicu adanya kenaikan tekanan darah, stres dapat menghambat seseorang dalam menyelesaikan permasalahannya. Hal ini dikarenakan adanya hambatan kognisi seseorang yang mengalami stres sehingga sulit berkonsentrasi dan sulit untuk fokus terhadap masalahnya, menjadi mudah lupa dan sulit membuat keputusan. Biasanya orang yang mengalami stres emosinya labil dan mudah marah serta pesimis.
Menurut Selye (dalam Hawari, 2001) stres adalah respon tubuh yang sifatnya nonspesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya. Bila seseorang setelah mengalami stres mengalami gangguan pada satu atau lebih organ tubuh sehingga yang bersangkutan tidak lagi dapat menjalankan fungsi pekerjaannya dengan baik, maka ia disebut mengalami distres. Pada gejala stres, gejala yang dikeluhkan penderita didominasi oleh keluhan-keluhan somatik (fisik), tetapi dapat pula disertai keluhan-keluhan psikis. Tidak semua bentuk stres mempunyai konotasi negatif, cukup banyak yang bersifat positif, hal tersebut dikatakan eustres.
Menurut Safira dan Saputra (2009), pengertian stres dapat ditinjau dari tiga pendekatan. Pendekatan pertama definisi stres dihubungan dengan respon stres, yaitu peristiwa yang menekan sehingga seseorang dalam keadaan tidak berdaya akan menimbulkan dampak negatif, misalnya pusing, tekanan darah tinggi, mudah marah, sedih. Pendekatan kedua, definisi stres dihubungkan dari sisi stresor atau sumber stres. Stres dalam hal ini digambarkan sebagai kekuatan yang menimbulkan tekanan-tekanan dalam diri, muncul jika tekanan yang dihadapi melebihi batas optimum. Pendekatan ketiga adalah pendekatan interaksionis yang menitikberatkan definisi stres dengan adanya transaksi antara tekanan dari luar dengan karakteristik individu, yang menentukan apakah tekanan tersebut menimbulkan stres atau tidak.
Safudin (2011), mengemukakan beberapa cara untuk mencegah hipertensi diantaranya: Kurangi konsumsi garam dalam makanan; konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium; selain itu kurangi minum minuman atau makanan beralkohol; olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Memilih olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu; makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk; selain itu dapat menjalani terapi anti stres agar mengurangi stres dan mampu mengendalikan emosi; berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi; kendalikan kadar kolesterol; kendalikan diabetes; hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.
Dampak dari seseorang yang mengkonsumsi obat dalam jangka lama tidak baik untuk kesehatan, sehingga diharapkan adanya alternatif lain dalam penanganan hipertensi ini. Seperti yang telah dikemukakan Lanny, dkk (2004), salah satu cara untuk menurunkan hipertensi dengan mengontrol stres. Sedangkan salah satu cara untuk mengurangi stres seseorang yang mengalami hipertensi yaitu dengan melakukan terapi relaksasi. Burn (dikutip oleh Beech, dkk dalam Subandi, 2002) menjelaskan bahwa keuntungan yang diperoleh dari latihan relaksasi antara lain: membuat individu lebih mampu menghindari reaksi yang berlebihan karena adanya stres, masalah-masalah yang berhubungan dengan stres seperti hipertensi, sakit kepala, insomnia dapat dikurangi atau diobati dengan relaksasi, mengurangi kecemasan, meningkatkan ketrampilan kerja, membantu menyembuhkan penyakit tertentu dan operasi, dan lainnya. Sehingga diharapkan dengan adanya terapi relaksasi ini dapat menurunkan tekanan darah seseorang.
Terapi relaksasi dapat menurunkan tekanan darah tinggi, hal ini dibuktikan dari penelitian Hoelscher dan Lichstein, serta Kartono (dalam Subandi : 2002), menunjukkan bahwa relaksasi dapat menurunkan tekanan darah systolic dan diastolic pada penderita hipertensi. James A. Blumental, dkk (2002), dalam penelitiannya yang berjudul “behavioral approaches to the treatment of essential hypertention”, juga menggunakan teknik relaksasi guna mengurangi stres pada penderita hipertensi.
terapi relaksasi meditasi ini yakni karena manfaat dari meditasi sangatlah banyak bagi penderita hipertensi salah satunya dengan meditasi dapat menurunkan stres. Selain itu didukung dengan adanya beberapa peneliti yang telah menggunakan meditasi dalam penelitiannya untuk menurunkan stres, dan terbukti dengan meditasi ini dapat menurunkan tekanan darah pada hipertensi. Selain itu meditasi merupakan tehnik relaksasi yang mudah dipelajari. Hal ini selaras dengan pendapat Greenberg (1999) yang menyatakan bahwa meditasi sangat populer dan bisa dipelajari dengan cepat dan mudah.
Meditasi merupakan metode latihan yang digunakan untuk melatih perhatian untuk dapat meningkatkan taraf kesadaran, yang selanjutnya dapat membawa proses-proses mental dapat lebih terkontrol secara sadar. Efek dari meditasi antara lain meningkatkan gelombang apha gelombang otak yang terdapat pada kondisi tubuh yang rileks. Efek meditasi pada kondisi psikis disebutkan Ornstein (dalam Subandi, 2002) dengan menunjukkan berbagai penelitian yang menyimpulkan bahwa meditasi dapat mengubah kesadaran seseorang, dari kesadaran normal pada kesadaran lain yang sering disebut dengan Altered States of Consciousness (ASC”). Perubahan-perubahan yang terjadi ketika seseorang berada dalam kondisi ASC antar lain adalah adanya perubahan pikiran, perasaan tentang waktu, kontrol diri, persepsi, body image, perasaan atau pengalaman yang sulit untuk diceritakan (ineffable).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti merumuskan permasalahan yakni apakah terapi relaksasi meditasi dapat menurunkan stres pada penderita hipertensi.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan terapi relaksasi meditasi dalam menurunkan stres pada penderita hipertensi.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Diharapkan dari penelitian ini dapat memperkaya khasanah keilmuan psikologi klinis, khususnya tentang salah satu model terapi dalam menurunkan stres.
2. Manfaat Praktis
-Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi semua penderita hipertensi yang mengalami stres khususnya bagi subjek penelitian agar dapat membantu subjek dalam mengatasi hipertensi yang dideritanya.
Usulan Penelitian untuk Tesis Sarjana S-2 Program Studi Magister Profesi Psikologi
Diajukan oleh :
Nasruliyah Hikmatul Maghfiroh
NIM 09820031
PROGRAM PASCASARJANA
Yang diajukan oleh:
Nasruliyah Hikmatul Maghfiroh
Nim : 09820031
Telah disetujui Tanggal, 25 Februari 2012
Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping
Dra. Tri Dayakisni, M.Si, Psi M. Salis. Yuniardi, M.Psi
Direktur Ketua Program Studi
Program Pasca Sarjana Magister Profesi Psikologi
TESIS
Dipersiapkan dan disusun oleh:
NASRULIYAH HIKMATUL MAGHFIROH
Nim : 09820031
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Tanggal, 16 Februari 2012
SUSUNAN DEWAN PENGUJI
Ketua : Dra. Tri Dayakisni, M.Si, Psi ...
Sekretaris : M. Salis. Yuniardi, M.Psi ...
Penguji I : Dr. Diah Karmiyati, M.Si, Psi ...
Yang bertandatangan dibawah ini, saya:
Nama : NASRULIYAH HIKMATUL MAGHFIROH NIM : 09820031
Program Studi : Magister Profesi Psikologi
Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa: 1. Tesis dengan judul
PERANAN TERAPI RELAKSASI MEDITASI DALAM MENURUNKAN STRES PADA PENDERITA HIPERTENSI
Adalah hasil karya saya dan dalam naskah Tesis ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, bagi sebagian ataupun keseluruhan, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka 2. Apabila ternyata didalam naskah Tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur
PLAGIASI, saya bersedia TESIS ini DIGUGURKAN dan GELAR AKADEMIK YANG TELAH SAYA PEROLEH DIBATALKAN, serta diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku
3. Tesis dapat dijadikan sumber pustaka yang merupakan HAK BEBAS ROYALTY NON EKSLUSIF.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Puji syukur penulis panjatkan kehadiratAllah SWT karena atas berkat, rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan tesis ini guna memenuhi persyaratan gelar S-2 Program Studi Magister Profesi Psikologi
Penulis menyadari bahwa kelancaran penyusunan tesis ini tidak terlepas dari adanya dorongan dan bantuan dari semua pihak. Untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini, khususnya kepada :
1. Ibu Dr. Diah Karmiyati, M.Si, Psi selaku ketua program Pasca Sarjana Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Ibu Dra. Tri Dayakisni, M.Si, Psi selaku pembimbing kami, terima kasih atas bimbingan, bantuan, dan dukungannya selama ini.
3. Bapak M. Salis. Yuniardi, M.Psi yang telah membimbing kami selama ini, terima kasih atas bimbingan, bantuan, dan dukungannya selama ini.
4. Ibu Dra. Djudiyah, M.Si, Psi kami ucapkan terima kasih atas sarannya.
5. Bapak Yudi.Suharsono, M.Si trimakasih banyak atas bimbingannya selama ini.
6. Seluruh dosen dan karyawan Pasca Sarjana Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, terima kasih banyak atas semua bantuan dan bimbingannya selama ini.
7. Kedua orang tua kami Bapak H.A.Sholihin, dan ibu Hj.Umul.Chusnah, terima kasih banyak atas semua do’a, dukungan, bantuan, dan kasih sayang yang telah diberikan kepada ananda selama ini.
8. Suami saya tersayang Lingga Reindra Maulana, terima kasih banyak atas semua do’a, dukungan, bantuan, dan kasih sayang yang telah diberikan kepada adinda selama ini. 9. Kakak kandung saya dan keluarga besar Babe di Mangli-Jember terima kasih atas semua
do’a, dukungan serta kasih sayang kepada ananda.
10. Kepada semua subjek penelitian saya, trimakasih atas kesediaannya dan bantuannya. 11. Kepada seluruh teman-teman Magister Profesi Psikologi angkatan 2009, Ana, Ditha,
13. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu mohon maaf dan terima kasih atas semua dukungan dan bantuannya.
Dengan terselesaikannya tesis ini, penulis menyadari masih terdapat kekurangan. Besar harapan penulis untuk mendapatkan kritik saran dari semua pihak yang bersifat membangun demi perbaikan dalam tesis selanjutnya. Akhir kata penulis berharap semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Amin Ya Rabbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Malang, 16 Februari 2012
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
LEMBAR PERSETUJUAN ... iii
LEMBAR PERNYATAAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
ABSTRAK ... vi
ABSTRACT ... vii
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GRAFIK ... x
DAFTAR LAMPIRAN... ... xi
BABIPENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 12
C. Tujuan Penelitian ... 12
D. Manfaat Penelitian ... 12
BAB IITINJAUAN TEORI A. STRES... 13
1. ... Pengertian Stres ... 13
...
Gangguan Fisik Yang Disebabkan Oleh
Stres... ... 19
7. ... Peranan Locus Coeruleus dan Reaksi Tubuh Terhadap Stres ... 20
B. TERAPI RELAKSASI MEDITASI... ... 24
1. Pengertian Meditasi.. ... 24
2. Faktor-faktor Penyebab Hipertensi.. ... 32
3. Gejala Hipertensi.. ... 33
4. Jenis Hipertensi.. ... 34
5. Klasifikasi Tekanan Darah.. ... 34
6. Usaha Pencegahan Hipertensi.. ... 35
7. Hubungan Antara Stres Dengan Hipertensi.. ... 37
8. Peranan Terapi Relaksasi Meditasi Dalam Menurunkan Stres Pada Penderita Hipertensi... ... 39
BAB IV PEMBAHASAN
A. Hasil Assesment ... .57
B. Analisa Hasil Intervensi ... .66
C. Pembahasan ... .93
BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN ... .101
B. SARAN ... .101
DAFTAR PUSTAKA………103
Lampiran 1 : Hasil wawancara
Lampiran 2 : Skala identifikasi gejala stres
Lampiran 3 : SUDS tingkat stres
Lampiran 4 : Guide wawancara
Lampiran 5 : Modul pelaksanaan relaksasi meditasi
Malang:Taroda.
Annas.(2011). Faktor penyebab hipertensi. diakses tanggal 20 oktober 2011dari www.solusihipertensi.com.
Blumental, James A, & Sherwood, Andrew. (2002). Biobehavioral Approaches to the Treatment of Essensial Hypertension. Journal of Conseling and Clinical Psychology.
Bustan,M.N. (2007). Epidemiologi penyakit tidak menular. Jakarta: Rineka Cipta.
Fausiah, F. Widury, J. (2003).Psikologi abnormal klinis dewasa. Jakarta: UI Press.
Godwin, CJ.(2005). Research in Psychology Method and Design. Fourth edition. USA: Jhon Wiley& Son, Inc.
Greenberg, J.(1999). Stres Management. USA: The Mc-Graw-Hill Companies. Hawari, D. (2006). Stres, cemas, dan depresi. Jakarta: FHUI.
Ide, P. (2008). Yoga stres. Jakarta: PT Elex media komputindo.
InHealth. (2011). Hipertensi. Jakarta: PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia.
Joseph,W.(1969). Subjective Units Of Distres Scale. diakses 3 November 2011dari http//en.wikipedia.org.
Kazdin,A.E.(1992). Research design in clinical psychology. America: Library of congres. Lanny, Sustrani, & Alam, Syamsul, & Hadibroto, Iwan.(2004). Hipertensi. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Latipun.(2002). Psikologi eksperimen. Malang: UMM Pres.
Prabowo, H, & Regina, H.(2007).Tritment meta music untuk menurunkan stres. Tesis. Universitas Gunadarma Jakarta.
Rustanti,I,D.(2005).Deskriptif tentang stres sebagai pencetus hipertensi. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Malang.
Safira, T. Saputra, N.E.(2009). Manajemen emosi. Jakarta:Bumi Aksara.
Safudin. (2011).Cara mengobati hipertensi. diakses tanggal 6 Sepetember 2011 dari www.acepsuherman.com.
Santi.(2011). Chapter II. Universitas Sumatera Selatan. diakses tanggal 20 oktober 2011.
SEO. (2009). Hipertensi. diakses tanggal 26 Oktober 2011 dari www. keren.web.id.
Subandi,M.A.(2002).Psikoterapi pendekatan konvensional dan kontemporer.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tavris, C.(2007). Psikologi edisi kesembilan. Jakarta: Erlangga.
Wiramihardja, S.A (2005). Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung: Refika Aditama.
Mustofa, Y.(2008).Pengaruh meditasi terhadap penurunan hipertensi. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Malang.