Perancangan Sistem Pemanggil Antrian Menggunakan Raspberry PI

33  63  Download (5)

Full text

(1)

PERANCANGAN SISTEM PEMANGGIL ANTRIAN

MENGGUNAKAN RASPBERRY PI

TUGAS AKHIR

Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan Program Studi Diploma Tiga Teknik Komputer

Oleh Rusdan Mubarok

10810035

Pembimbing Hidayat, S.Kom, M.T.

JURUSAN TEKNIK KOMPUTER

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

(2)

vii

1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Maksud dan Tujuan ... 2

1.3 Batasan Masalah ... 2

1.4 Sistematika Penulisan ... 2

BAB II TEORI PENUNJANG ... 4

2.1 Antrian ... 4

2.2 Push-button... 7

2.3 Raspberry Pi ... 8

2.3.1 Spesifikasi dan Hardware ... 10

2.3.2 General Purpose Input Output (GPIO) ... 12

2.3.3 Sistem Operasi ... 13

2.4 WiringPi ... 14

2.5 Kabel HDMI to VGA ... 15

2.6 Monitor LCD ... 16

(3)

viii

BAB III PERANCANGAN SISTEM ... 18

3.1 Prinsip Kerja Sistem ... 18

3.2 Perancangan Perangkat Keras ... 19

3.2.1 Raspberry Pi Model B Rev 2 ... 19

3.2.2 GPIO dan Tombol Push-button... 20

3.3 Perangkat Lunak ... 21

3.3.1 Perancangan Antarmuka dengan Gambas ... 21

3.3.2 Perancangan Library WiringPi... 33

3.4 Perancangan Tampilan ... 35

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ... 36

4.1 Pengujian ... 36

4.1.1 Penekanan Tombol Teller dan Costumer Service ... 36

4.1.2 Pengujian Teks Berjalan ... 37

4.1.3 Pengujian Pemutaran Iklan Video ... 38

4.1.4 Pengujian Fungsi Sistem ... 40

4.2 Analisa ... 41

4.2.1 Analisa Pengujian Perangkat Keras ... 41

4.2.2 Analisa Pengujian Perangkat Lunak ... 41

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 42

5.1 Kesimpulan... 42

5.2 Saran ... 42

DAFTAR PUSTAKA ... 43

LAMPIRAN I ... 44

(4)

43

DAFTAR PUSTAKA

[1] Oktoreza, T. (2011). Perancangan dan implementasi pemanggil nomor antrian berbasis mikrokontroler AT89S52 dan ISD 25120. Bandung: Skripsi Teknik Komputer.

[2] Foundation, R. P. (2009). Raspberry Pi. Retrieved from Raspberry Pi: http://www.raspberrypi.org/

[3] Traynor, B. (2007, Juni). Raspberry Pi Wiki. Retrieved from elinux.org: http://elinux.org/RPi_Hub

[4] Drogon. (2014). Retrieved from GPIO Interface library for the Raspberry Pi: http://www.WiringPi.com

[5] Rittinghouse, J. W. (2005). A Beginner's Guide to Gambas.

[6] Hoggson, N. F. (1926) Banking Through the Ages, New York, Dodd, Mead & Company.

(5)
(6)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dibahas tentang latar belakang masalah, maksud dan tujuan, batasan masalah, metode penelitian dan sistematika penulisan.

1.1 Latar Belakang Masalah

Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Jasa perbankan diberikan untuk mendukung kelancaran menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung.Jasa perbankan lainnya antara lain sebagai berikut:

1. Jasa setoran seperti setoran listrik, telepon, air, atau uang kuliah 2. Jasa pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiun, atau hadiah 3. Jasa pengiriman uang (transfer)

4. Jasa penagihan (inkaso) 5. Jasa bank lainnya.

Dari jasa perbankan yang diketahui diatas tentunya perbankan memerlukan fasilitas pelayanan untuk meningkatkan pelayanan satu fasilitas pelayanan terhadap nasabah. Permasalahan ini sudah bisa di dipecahkan dengan diciptakannya mesin pemanggil antrian yang berbasis komputer dengan fitur yang komplit seperti pemanggil suara, teks berjalan, dan pemutaran video, akan tetapi kelemahan yang dihadapi dari mesin pemanggil antrian ini adalah rentannya komputer akan infeksi virus, resource yang besar dan lebih memakan tempat penyimpanan.

(7)

2

nasabah. Hal ini yang mendasari ide penulis dalam perancangan sistem antrian dengan memanfaatkan Raspberry Pi sebagai pengolah data dimaksudkan untuk memberikan pelayanan antrian yang cepat dan efektif bagi nasabah.

Jika dibandingkan dengan alat pemanggil antrian yang sudah ada, alat pemanggil antrian yang dibuat pada tugas akhir ini hanya menggunakan Raspberry Pi yang mempunyai kemampuan halnya sebuah komputer tetapi menggunakan resource yang kecil tetapi mampu menghasilkan antarmuka ke monitor LCD menjadikan biaya pembuatan menjadi lebih murah dan efisien.

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dari pembuatan alat pemanggil antrian ini dengan merancang antrian elektronik menggunakan Raspberry Pi untuk mengatur proses antrian. Tujuan memberikan pelayanan terhadap nasabah agar antrian lebih terkendali dan teratur.

1.3 Batasan Masalah

Pada perancangan alat yang akan dibuat ini terdapat beberapa batasan masalah, yaitu:

1. Jumlah Teller yang akan dibuat berjumlah 8 buah. a. Antrian Teller sebanyak 6 buah

b. Antrian Costumer Service sebanyak 2 buah 2. Bilangan antrian 1 sampai 999.

3. Push-button sebagai kontrol input.

4. Raspberry Pi sebagai pengontrol input dan output. 5. Speaker sebagai output pemanggil suara antrian. 6. Monitor LCD sebagai antarmuka.

1.4 Sistematika Penulisan

(8)

3

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, maksud dan tujuan batasan masalah serta sistematika penulisan untuk mempermudah pembahasan pada bab-bab selanjutnya.

BAB II TEORI PENJUNJANG

Bab ini membahas teori-teori pendukung mengenai dasar-dasar dari perangkat yang digunakan dan cara pengaplikasian pada tugas akhir ini sehingga dapat memperjelas tentang alat yang akan dibuat.

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Bab ini menguraikan tentang perancangan perangkat keras dan perangkat lunak perancangan pemanggil antrian berbasis Raspberry Pi.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Bab ini menguraikan tentang pengujian serta analisa kerja perangkat keras dan perangkat lunak pembuatan pemanggil antrian berbasis Raspberry Pi yang dirancang.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(9)

4

BAB II

TEORI PENUNJANG

Pada bab ini akan dibahas tentang Antrian, push-button, Raspberry Pi, Kabel HDMI to VGA, dan Monitor LCD.

2.1 Antrian

Antrian adalah suatu kejadian yang biasa dalam kehidupan sehari–hari. Menunggu di depan teller maupun costumer service pada bank, pada kasir supermarket, dan situasi–situasi yang lain merupakan kejadian yang sering ditemui. Studi tentang antrian bukan merupakan hal yang baru. Dalam dunia nyata sebagian orang mempunyai pendapat bahwa menunggu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan.

Antrian timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang tiba tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Pada banyak hal, tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau untuk mencegah timbulnya antrian. Akan tetapi biaya karena memberikan pelayanan tambahan, akan menimbulkan pengurangan keuntungan mungkin sampai di bawah tingkat yang dapat diterima. Sebaliknya, sering timbulnya antrian yang panjang akan mengakibatkan hilangnya nasabah.

(10)

5

Ada tiga komponen dalam sistim antrian yaitu:

1. Populasi dan cara kedatangan pelanggan datang ke dalam system

Karakteristik dari populasi yang akan dilayani (calling population) dapat dilihat menurut ukurannya, pola kedatangan, serta perilaku dari populasi yang akan dilayani. Menurut ukurannya, populasi yang akan dilayani bisa terbatas (finite) bisa juga tidak terbatas (infinite). Sebagai contoh jumlah mahasiswa yang antri untuk registrasi di sebuah perguruan tinggi sudah diketahui jumlahnya (finite), sedangkan jumlah nasabah bank yang mengantri untuk menyetor, mengambil tabungan, maupun membuka rekening baru, bisa tak terbatas (infinite).

Secara umum, formula garis tunggu antrian memerlukan informasi tingkat kedatangan unit per periode waktu (arrival rate). distribusi kedatangan bisa teratur - tetap dalam satu periode. Artinya kedatangan pelanggan dalam antrian dengan pelanggan berikutnya memiliki periode waktu yang sama. Kedatangan yang seperti ini biasanya hanya ada di sistem produksi dimana antrian dikendalikan oleh mesin. Kedatangan yang teratur sering dijumpai pada proses pembuatan atau pengemasan produk yang sudah distandardisasi. Pada proses semacam ini, kedatangan produk untuk diproses pada bagian selanjutnya biasanya sudah ditentukan waktunya, misalnya setiap 30 detik.

Pada umumnya, kedatangan pelanggan dalam antrian dengan pelanggan berikutnya bersifat variabel atau acak (random). Kedatangan yang sifatnya acak (random) banyak dijumpai misalnya kedatangan nasabah di bank.

2. Sistem pelayanan antrian

Sistem Pelayanan Antrian meliputi beberapa hal yakni garis antrian atau baris tunggu dan ketersediaan fasilitas.

a. Garis antrian atau baris tunggu.

(11)

6

panjang antrian yang tidak terbatas. Sementara antrian dirumah makan, masuk kategori panjang antrian yang terbatas karena keterbatasan tempat. Dalam kasus batasan panjang antrian yang tertentu (definite line-length) dapat menyebabkan penundaan kedatangan antrian bila batasan telah tercapai. Contoh: sejumlah pesawat pada landasan telah melebihi suatu kapasitas bandara, kedatangan pesawat yang baru dialihkan ke bandara yang lain.

b. Fasilitas pelayanan

Dalam fasilitas pelayanan dilihat dari dua hal yaitu disiplin antrian dan waktu pelayanan. Disiplin antrian diklasifikasikan yaitu prioritas dan first come first serve. Disiplin prioritas dikelompokkan menjadi dua,

yaitu preemptive dan nonpreemptive. Disiplin preemptive

menggambarkan situasi dimana pelayanan sedang melayani seseorang, kemudian beralih melayani orang yang diprioritaskan meskipun belum selesai melayani orang sebelumnya. Sementara disiplin non preemptive menggambarkan situasi dimana pelayanan akan menyelesaikan pelayannya baru kemudian beralih melayani orang yang diprioritaskan. Sementara disiplin first come first serve menggambarkan bahwa orang yang lebih dahulu datang akan dilayani terlebih dahulu.

Waktu yang dibutuhkan untuk melayani bisa dikategorikan sebagai konstan dan acak. Waktu pelayanan konstan, jika waktu yang dibutuhkan untuk melayani sama untuk setiap konsumen. Sedangkan waktu pelayanan acak, jika waktu yang dibutuhkan untuk melayani berbeda-beda untuk setiap konsumen. Jika waktu pelayanan acak, diasumsikan mengikuti distribusi eksponensial.

3. Kondisi pelanggan saat keluar system

(12)

7

atau 2) pelanggan hanya kemungkinan kecil untuk mendapat pelayanan ulang. Misalnya sebuah mesin mendapat perbaikan menyeluruh atau modifikasi sehingga kemungkinan kecil mesin tersebut dalam waktu dekat untuk rusak lagi[1].

2.2 Push-button

Push-button adalah saklar yang beroperasi dengan cara ditekan, dan bisa melakukan dua fungsi berbeda, yakni menutup sirkuit bila ditekan (push to make), atau justru membuka sirkuit bila ditekan (push to break). Berikut merupakan contoh gambar push-button push to make.

Gambar 2.1 Bentuk Push-Button Push to Make

Untuk lebih jelasnya simbol dari push-button tipe push to make dapat dilihat pada gambar 2.2

Gambar 2.2 Simbol Push-Button Push to Make

(13)

8

2.3 Raspberry Pi

Raspberry Pi merupakan sebuah komputer yang berukuran tidak lebih besar dari sebuah kartu kredit. Processor yang menjadi jantung dari Raspberry Pi adalah Broadcom BCM2835 system-on-chip (SoC) multimedia processor, yang mampu memproses grafik atau gambar, suara dan komunikasi hardware, dibangun ke dalam satu komponen yang terintergrasi dengan chip memori 256 MB. Raspberry Pi mempunyai logo di pasaran sebagai berikut:

Gambar 2.3 Logo Raspberry Pi [2]

Ide di balik sebuah komputer kecil dan murah untuk anak-anak muncul pada 2006, ketika Eben Upton dan rekan-rekannya di University of Laboratorium Komputer Cambridge, termasuk Rob Mullins, Jack Lang dan Alan Mycroft, khawatir tentang penurunan tahun-ke-tahun tingkat keterampilan siswa Tingkat A yang menerapkan Ilmu Komputer pada setiap tahun akademik. Pada 1990-an di mana sebagian besar anak-anak menerapkan hobi mereka sebagai programmer, tetapi pemandangan di tahun 2000-an sangat berbeda; kebanyakan dari mereka hanya mempunyai keterampilan mendesain sebuah web.

(14)

9

Gambar 2.4 Raspberry Pi edisi tahun 2006 [2]

Board tersebut menggunakan ATmega644 dengan clock 22,1MHz dan 512K SRAM untuk data dan penyimpanan framebuffer. 19 dari 32 baris GPIO Atmel yang digunakan untuk menggerakkan bus alamat SRAM. Untuk menghasilkan sinyal video 320 × 240, Atmel akan menambahkan alamat, dan jalur data diberi supply melalui buffer IC seri-74HC trio summing-point DAC sederhana; selama blanking horizontal dan vertikal, ia bebas untuk melakukan operasi lain.

Pada tahun 2008, prosesor dirancang untuk perangkat mobile yang menjadi lebih terjangkau, dan cukup kuat untuk mendukung multimedia yang sangat baik, mereka merasa dengan fitur tersebut akan membuat anak-anak tertarik untuk belajar pemrograman pada perangkat murni pemrograman berorientasi. Proyek ini mulai terlihat sangat realistis. Eben (sekarang seorang arsitek chip pada Broadcom), Rob, Jack dan Alan, bekerja sama dengan Pete

Lomas, MD dari desain hardware dan pembuatan perusahaan Norcott

(15)

10

Tiga tahun kemudian, mereka memulai produksi massal melalui penawaran pembuatan berlisensi dengan Elemen 14/Premier Farnell dan RS Elektronika[2].

2.3.1 Spesifikasi dan Hardware

Raspberry Pi memiliki 14 komponen utama. Diantaranya 2 port USB 2.0, Ethernet, HDMI, slot SD Card, DSI display Connector, Micro USB Power (5V 1A DC), Broadcom BCM2835 Arm11, CSI Connector Camera, CSI JTAG Header, RCA Vidoe Out, Led Status, Ethernet Controller dan 26 General Purpose Input Output (GPIO). Konfigurasi hardware dapat dilihat pada gambar 2.5.

(16)

11

Raspberry Pi dibuat dalam dua varian, Model A dan Model B. Berikut merupakan spesifikasi dari Raspberry Pi:

Tabel 2.1 Spesifikasi Raspberry Pi Model A dan Model B [3]

Model A Model B

System-on-Chip (SoC) Broadcom BCM2835 (CPU + GPU. SDRAM is a

separate chip stacked on top)

CPU 700 MHz ARM11 ARM1176JZF-S core

GPU Broadcom VideoCore IV,OpenGL ES 2.0,OpenVG

1080p30 H.264 high-profile encode/decode

Audio outputs TRS connector | 3.5 mm jack, HDMI

Audio inputs none, but a USB mic or sound-card could be added

Onboard Storage Secure Digital | SD / MMC / SDIO card slot

Onboard Networks None 10/100 wired Ethernet

(17)

12

2.3.2 General Purpose Input Output (GPIO)

Selain USB, Ethernet dan port HDMI, Raspberry Pi menawarkan antarmuka tingkat rendah dimaksudkan untuk menghubungkan lebih langsung dengan chip dan modul subsistem. GPIO (General Purpose Input Output) ini mempunyai 2x13 pin header termasuk SPI, I2C, UART serial, 3V3 dan daya 5V. Antarmuka ini tidak "plug and play" dan memerlukan driver atau library tersendiri untuk menghindari miss-wiring. Pin menggunakan tingkat logika 3V3 dan tidak toleran terhadap tingkat 5V.

General Purpose Input Output (GPIO) adalah pin pada sebuah chip yang dapat dikontrol oleh software. Untuk lebih jelasnya bentuk pin header dari GPIO raspberry dapat dilihat pada gambar 2.6.

Gambar 2.6 Bentuk pin header GPIO Raspberry Pi [3]

(18)

13

Gambar 2.7 Layout pin GPIO Raspberry Pi [3]

Semua pin GPIO dapat dikonfigurasi ulang untuk menyediakan fungsi alternatif, SPI, PWM, I²C dan sebagainya. Tetapi pada saat konfigurasi ulang hanya pin GPIO 14 & 15 ditugaskan untuk fungsi UART alternatif, kedua dapat beralih kembali ke GPIO untuk memberikan total 17 GPIO pin[3].

2.3.3 Sistem Operasi

Sistem operasi adalah seperangkat perangkat lunak yang mengelola sumber daya perangkat keras dan menyediakan layanan umum untuk perangkat lunak. Raspberry Pi didesain untuk menjalankan sistem operasi yang disebut GNU/Linux, karena tidak seperti tidak seperti Windows ber-platform closed source, Linux merupakan sistem operasi yang ber-platform open source, dimana semua penggunanya dapat mengekplorasi sistem Linux.

(19)

14

pertama kali digunakan disarankan menggunakan sistem operasi yang dinamakan NOOBS (New Out Of the Box Software), tetapi beberapa distribusi linux yang sebelumnya sudah tersedia untuk Raspberry Pi BCM2835 seperti Debian (Raspbian), Fedora (Pidora), dan Arch Linux tetap bisa digunakan untuk mengekplorasi sistem.

Pada pembuatan alat ini penulis memilih Raspbian sebagai sistem operasi untuk Raspberry Pi yang digunakan, karena distro Debian merupakan distro Linux yang terkenal stabil dan paling banyak dukungan penggunanya[3].

2.4 WiringPi

WiringPi adalah library untuk akses GPIO ditulis dalam bahasa C untuk BCM2835 yang digunakan dalam Raspberry Pi. Library ini dirilis di bawah lisensi GNU LGPLv3 dan dapat digunakan untuk bahasa C, C++ dan banyak bahasa lainnya. WiringPi termasuk command-line utility GPIO yang dapat digunakan untuk program dan pengaturan pin GPIO dan bahkan menggunakannya untuk mengontrol GPIO dari skrip shell.

(20)

15

Tabel 2.2 Pemetaan WiringPi GPIO Rev 1 [4]

Pada GPIO Rev 2 tata letak GPIO berubah, maka WiringPi disesuaikan dengan mengubah pemetaan untuk GPIO Rev 2 sebagai berikut:

Tabel 2.3 Perubahan Pemetaan WiringPi GPIO Rev 2 [4]

2.5 Kabel HDMI to VGA

HDMI (High Definition Multimedia Interface) adalah sebuah standard koneksi digital yang dirancang untuk menampilkan gambar dan suara resolusi tinggi. Kelebihannya adalah, kabel HDMI dapat menampilkan gambar Full-HD, Surround Sound, control signal, bahkan data Ethernet, hanya dengan satu kabel.

(21)

16

HDMI to VGA, kabel jenis ini dapat langsung digunakan untuk monitor yang tidak mempunyai port HDMI. Bentuk dari kabel HDMI to VGA seperti di bawah ini:

Gambar 2.8 Kabel HDMI to VGA

Kabel konversi jenis ini dapat digunakan untuk monitor jenis lama yang belum mempunyai port HDMI. Kabel ini mengkonversi sinyal digital yang dikeluarkan oleh HDMI dan mengubahnya menjadi sinyal analog untuk dikeluarkan oleh port VGA.

2.6 Monitor LCD

LCD (Liquid Crystal Display) adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan Kristal cair sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan di berbagai bidang misalnya dalam alat-alat elektronik seperti televisi, kalkulator ataupun layar komputer. Kini LCD mendominasi jenis tampilan untuk komputer meja maupun notebook karena membutuhkan daya listrik yang rendah, bentuknya tipis, mengeluarkan sedikit panas, dan memiliki resolusi tinggi.

(22)

17

Pada LCD berwarna semacam monitor, terdapat banyak sekali titik cahaya (piksel) yang terdiri dari satu buah kristal cair sebagai sebuah titik cahaya. Walau disebut sebagai titik cahaya, kristal cair ini tidak memancarkan cahaya sendiri. Sumber cahaya di dalam sebuah perangkat LCD adalah lampu neon berwarna putih di bagian belakang susunan kristal cair.

Titik cahaya yang jumlahnya puluhan ribu bahkan jutaan inilah yang membentuk tampilan citra. Kutub kristal cair yang dilewati arus listrik akan berubah karena pengaruh polarisasi medan magnetik yang timbul dan oleh karenanya akan hanya membiarkan beberapa warna diteruskan sedangkan warna lainnya tersaring.

2.7 Kabel UTP dan Konektor RJ11

UTP (Unshielded twisted-pair) merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), kabel telepon rumah, karena memang harganya yang terjangkau, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Male konektor RJ11 adalah standar konektor kabel telepon.

Gambar 2.10 Kabel UTP dengan male konektor RJ11

Female konektor RJ11 adalah standar konektor dimanfaatkan pada pasangan 2-4 (kawat) kabel telepon.

(23)

36

BAB IV

PENGUJIAN DAN ANALISA

Pada bab ini akan dibahas tentang pengujian, analisis perangkat keras dan analisis perangkat lunak.

4.1 Pengujian

4.1.1 Penekanan Tombol Teller dan Costumer Service

Semua tombol input dihubungkan dengan port GPIO dengan

menggunakan external library WiringPi:

Tabel 4.1 Pengujian penekanan tombol Teller dan Costumer Service

Tombol yang ditekan Perubahan nama Label Suara terlantunkan

1 Teller 1 Ya

14 Recall Costumer Service 1 Ya

15 Costumer Service 2 Ya

(24)

37

Dari tabel 4.1 diketahui bahwa semua input tombol berfungsi dengan baik serta pemanggil suara dapat terlantunkan menurut masing-masing tombol yang ditekan.

4.1.2 Pengujian Teks Berjalan

Penggunaan teks berjalan pada antarmuka sistem antrian Teller berfungsi sebagai media promosi iklan pengguna sistem atau sebagai pengumuman informasi. Informasi yang disampaikan terletak dibagian bawah iklan video dan form informasi antrian, teks berjalan dari kanan ke kiri layar LCD. Bagian teks berjalan standar sebelum pengguna melakukan pengaturan menampilkan kalimat “SELAMAT DATANG”. Berikut antarmuka form teks berjalan.

Gambar 4.1 Tampilan teks berjalan

(25)

38

Gambar 4.2 Form penggantian teks berjalan

Setelah dilakukan pergantian informasi, maka informasi baru ditampilkan pada form utama. Berikut antarmuka informasi baru yang setelah dilakukan pergantian.

Gambar 4.3 Teks berjalan setelah dilakukan penggantian informasi

4.1.3 Pengujian Pemutaran Iklan Video

(26)

39

ketika durasi video sudah habis, maka pemutaran video dari awal dilakukan, berikut antarmuka dari form pengambilan dan pemutaran file video dengan file video “UNIKOM.mp4”.

Gambar 4.4 Pemutaran file Video “UNIKOM.mp4”

Percobaan penggantian pemutaran video “UNIKOM.mp4” dengan video “2.mp4” ditunjukan pada gambar 4.5.

(27)

40

Percobaan penggantian pemutaran video “2.mp4” dengan video “3.mp4” ditunjukan pada gambar 4.6.

Gambar 4.6 Pemutaran file Video “3.mp4”

4.1.4 Pengujian Fungsi Sistem

Berikut merupakan pengujian ketika semua fungsi dan fitur sistem pemanggil antrian sedang berjalan.

(28)

41

4.2 Analisa

4.2.1 Analisa Pengujian Perangkat Keras

Port GPIO difungsikan sebagai pin input, tetapi dalam keadaan ini pin

input GPIO masih mengambang, artinya Kondisi ini akan membuat chip mendapat logika satu tetapi ketika terjadi perubahan kondisi tertentu (elektromagnet) mengakibatkan kondisi tersebut berubah menjadi logika nol.

Internal pull-up resistor untuk membuat pin input GPIO akan mengenal logika satu dan jika mendapat trigger (tombol ditekan) maka input akan terhubung langsung dengan ground dan mendapat logika nol.

4.2.2 Analisa Pengujian Perangkat Lunak

(29)

42

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, serta saran untuk pengembangan sistem selanjutnya.

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian pada sistem antrian yang dirancang dengan fitur pemanggil suara, pemutar video, dan informasi teks berjalan, maka sistem pemanggil antrian menggunakan Raspberry Pi telah berfungsi dengan baik diantaranya:

1. Penekanan tombol teller dan costumer service bekerja dengan baik serta pemanggil suara dapat terlantunkan sesuai tombol yang ditekan dan nomor antrian yang dipanggil sesuai dengan hasil pengujian pada tabel 4.1.

2. Teks berjalan dapat menyampaikan informasi sesuai dengan keinginan pengguna sistem sesuai dengan hasil pengujian teks berjalan.

3. Pemutaran iklan video dapat dilakukan dan pengguna dapat mengganti video yang diputar sesuai dengan hasil pengujian pemutaran iklan video.

5.2 Saran

Perancangan sistem pemanggil antrian ini masih jauh dari sempurna. Penulis menyarankan untuk pengembangan diantaranya:

1. Penambahan fitur pemutar siaran televisi disamping fungsi utama sebagai pemutar video pada form iklan Video.

2. Informasi harga valuta asing pada papan informasi teks berjalan.

(30)
(31)
(32)

v

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Pencipta dan Pemelihara alam semesta, Solawat serta salam semoga tercurah limpah bagi Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, keluarga serta para pengikutnya yang setia hingga akhir masa.

Atas berkat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, akhirnya Penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini, meskipun proses belajar sesungguhnya tak akan pernah berhenti. Skripsi ini sesungguhnya bukanlah sebuah kerja individual dan akan sulit terlaksana tanpa bantuan banyak pihak yang tak mungkin Penulis sebutkan satu persatu, namun dengan segala kerendahan hati, Penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Kedua Orang Tua, kakak dan keluarga besar tercinta yang senantiasa tidak henti-hentinya mencurahkan cinta, kasih sayang, perhatian, nasihat, serta motivasi kepada penulis selama studi.

2. Dr. Wendi Zarman S.Si, M.Si, selaku Ketua Jurusan Teknik Komputer, Universitas Komputer Indonesia.

3. Bapak Hidayat, S.Kom, M.T, selaku Pembimbing yang telah banyak

memberikan arahan, saran, nasihat, motivasi dan bimbingan kepada penulis selama menempuh studi.

4. Bapak Taufiq Nuzwir Nizar, M.Kom, selaku wali dosen yang telah banyak memberikan arahan, saran, nasihat, motivasi dan bimbingan kepada Penulis selama menempuh studi.

5. Bapak dan Ibu seluruh staf dosen Jurusan Teknik Komputer dan yang pernah mengajar penulis serta seluruh Staf Administrasi Universitas Komputer Indonesia, yang telah banyak memberikan ilmu, motivasi dan bantuan kepada penulis.

(33)

vi

7. Teman – teman angkatan 2010, khususnya kelas 10 TK-5 yang telah banyak membantu selama studi maupun selama proses pengerjaan tugas akhir.

8. Semua pihak yang telah banyak membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih banyak atas bantuan, dukungan dan motivasinya selama melaksanakan studi dan menyelesaikan Skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan dan pengembangan kedepan. Penulis berharap semoga penelitian ini menjadi sumbangsih yang bermanfaat bagi dunia sains dan teknologi di Indonesia, khususnya disiplin keilmuan yang Penulis dalami.

Bandung, Agustus 2014

Figure

Gambar 2.1 Bentuk Push-Button Push to Make

Gambar 2.1

Bentuk Push-Button Push to Make p.12
Gambar 2.2 Simbol Push-Button Push to Make

Gambar 2.2

Simbol Push-Button Push to Make p.12
Gambar 2.4 Raspberry Pi edisi tahun 2006 [2]

Gambar 2.4

Raspberry Pi edisi tahun 2006 [2] p.14
Gambar 2.5 Konfigurasi Hardware Raspberry Pi Model B

Gambar 2.5

Konfigurasi Hardware Raspberry Pi Model B p.15
Tabel 2.1 Spesifikasi Raspberry Pi Model A dan Model B [3]

Tabel 2.1

Spesifikasi Raspberry Pi Model A dan Model B [3] p.16
Gambar 2.6 Bentuk pin header GPIO Raspberry Pi [3]

Gambar 2.6

Bentuk pin header GPIO Raspberry Pi [3] p.17
Gambar 2.7 Layout pin GPIO Raspberry Pi [3]

Gambar 2.7

Layout pin GPIO Raspberry Pi [3] p.18
Tabel 2.2 Pemetaan WiringPi GPIO Rev 1 [4]

Tabel 2.2

Pemetaan WiringPi GPIO Rev 1 [4] p.20
Tabel 2.3 Perubahan Pemetaan WiringPi GPIO Rev 2 [4]

Tabel 2.3

Perubahan Pemetaan WiringPi GPIO Rev 2 [4] p.20
Gambar 2.8 Kabel HDMI to VGA

Gambar 2.8

Kabel HDMI to VGA p.21
Gambar 2.9 Monitor LCD

Gambar 2.9

Monitor LCD p.21
Tabel 4.1 Pengujian penekanan tombol Teller dan Costumer Service

Tabel 4.1

Pengujian penekanan tombol Teller dan Costumer Service p.23
Gambar 4.1 Tampilan teks berjalan

Gambar 4.1

Tampilan teks berjalan p.24
Gambar 4.2 Form penggantian teks berjalan

Gambar 4.2

Form penggantian teks berjalan p.25
Gambar 4.3 Teks berjalan setelah dilakukan penggantian informasi

Gambar 4.3

Teks berjalan setelah dilakukan penggantian informasi p.25
Gambar 4.4 Pemutaran file Video “UNIKOM.mp4”

Gambar 4.4

Pemutaran file Video “UNIKOM.mp4” p.26
Gambar 4.5 Pemutaran file video “2.mp4”

Gambar 4.5

Pemutaran file video “2.mp4” p.26
Gambar 4.6 Pemutaran file Video “3.mp4”

Gambar 4.6

Pemutaran file Video “3.mp4” p.27
Gambar 4.7 Semua fungsi sistem sedang berjalan

Gambar 4.7

Semua fungsi sistem sedang berjalan p.27

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in