Effect of Parallel Alternator And Accumulator
Against Electrical Energy Produced From
Round Machine Motor Matic For Information
Oki Koswara
Undergraduate Program, Faculty of Industrial Technology, 2010 Gunadarma University
http://www.gunadarma.ac.id
Keywords: Matic, alternator, Accumulator ABSTRACT
Electricity demand in today's society has increased so need to look for alternative energy. In research to generate electrical energy using an alternator driven by the motor fuel matic four-step type. The accumulator as electric power storage generated by the rotation motor engine matic with the addition of alternator
.
From the test results Accumulator charging two 12 volt 24 ampere arranged parallel using engine speed 1500 rpm will get of power from the alternator 146.64 watts by the time required to fill in 4.12 hours, then in the process of filling the engine speed is increased every 500 rpm to 2000, 2500 and 3000 rpm. In filling the 3000 rpm electric power generated by 278.16 2.07 watt-hour recharging time. After the charging process accumulator tested using 18-watt lamps with energy consumption amounted to 0.273 KWH accumulator can turn on the lights until 15.18 hours, The next administration coupled with flashing lights 36 watts, 54 watts, and 72 Warr with 0.513 KWH energy usage by time of lights on 7.13 jam.Untuk efficiency comparison between the lamp 18 watts with 36 watts of 0.6% and to 54 watts to 72 watts by 0.08%. To use materials fuel (premium) a liter to 1500 rpm and discharged within 6 hours later 3000 rpm for the highest round of fuel runs out in 2 hours.
ABSTRAKSI
A. Judul : Pengaruh Alternator Dan Accumulator Paralel
Terhadap Energi Listrik Yang Dihasilkan Dari
Putaran Mesin Motor Matic Untuk Penerangan
Rumah. B. Abstraksi :
Kebutuhan akan energi listrik di masyarakat saat ini semakin meningkat sehingga
perlu dicari energi alternatif. Dalam
penelitian untuk menghasilkan energi listrik menggunakan alternator yang digerakan dengan menggunakan motor bakar empat langkah type matic. Adapun
accumulator sebagai penyimpan daya listrik yang dihasilkan oleh putaran mesin motor matic dengan penambahan alternator. Dari hasil pengujian pengisian 2
Accumulator 12 Volt 24 ampere disusun paralel
menggunakan putaran mesin 1500 rpm didapatlah daya dari alternator sebesar 146,64 watt dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi 4,12 jam, selanjutnya
pada proses pengisian putaran mesin dinaikkan setiap 500 rpm menjadi 2000, 2500, 3000 rpm. Pada pengisian dengan 3000 rpm dihasilkan daya listrik sebesar 278,16 watt dengan waktu pengisian 2,07 jam. Setelah proses pengisian
accumulator diuji dengan menggunakan lampu 18 watt dengan pemakaian energi sebesar 0,273 KWH accumulator mampu menyalakan lampu sampai 15,18 jam, selanjutnya pemberian lampu ditambah dengan lampu 36 watt, 54 watt, dan 72 warr dengan pemakaian energi 0,513 KWH dengan waktu lampu menyala 7,13
jam.Untuk perbandingan efisiensi antara lampu 18 watt dengan 36 watt sebesar 0,6% dan untuk 54 watt dengan 72 watt sebesar 0,08%. Untuk penggunaan bahan bakar (premium) satu liter dengan 1500 rpm habis dalam waktu 6 jam kemudian
untuk putaran tertinggi 3000 rpm bahan bakar habis dalam 2 jam.
C. Nama : Oki Koswara D. NPM / NIRM : 20405541 / 20053137710150040
BAB I
PENDAHULUAN Latar Belakang
Energi merupakan bagian
penting dalam kehidupan masyarakat vi
karena hampir semua aktivitas manusia selalu membutuhkan energi, misalnya untuk penerangan, proses industri atau untuk menggerakkan peralatan rumah tangga diperlukan energi listrik, untuk menggerakkan kendaraan roda dua maupun roda empat diperlukan bensin, serta masih banyak peralatan disekitar kehidupan manusia yang memerlukan energi. Salah satu energi yang paling
banyak digunakan oleh manusia pada saat ini adalah energi listrik. Listrik adalah bentuk energi sekunder yang paling praktis penggunaanya oleh manusia, dimana listrik dihasilkan dari proses konversi energi sumber primer seperti batu bara, minyak bumi, gas, panas bumi, potensial air dan energi angin.
Kebutuhan akan energi listrik di masyarakat saat ini semakin meningkat seiring dengan
meningkatnya pemanfaatan tenaga listrik pada peralatan-peralatan rumah tangga, kantor dan sebagainya. Sebaliknya masih banyak daerah-daerah dipelosok yang masih belum terjangkau oleh aliran listrik, bahkan untuk
penerangan jalan maupun rumah tidak ada. Oleh karena itu untuk mengimbangi kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat selain melakukan penghematan
energi listrik sebaiknya
menggunakan alat alternatif yang dapat menghasilkan energi listrik. Permasalahan
Menganalisa rangkaian sistem pengisian oleh alternator sebagai pembangkit sumber energi listrik yang kemudian ditampung pada 2 akumulator 12 volt 24 ampere yang disusun secara paralel dengan motor bakar 4 langkah tipe matic sebagai vii
sumber energi alternatif untuk menghasilkan listrik.
Batasan Masalah
Adapun batasan masalah pada penulisan tugas akhir ini adalah: Menganalissa proses pengisian pada 2 akumulator 12 volt 24 ampere dengan rpm yang sudah ditentukan. Menganalisa pemanfaatan daya yang dihasilkan dari rangkaian sistem pengisian terhadap waktu, dengan komponen pendukungnya berupa alternator, 2 akumulator 12 volt 24 ampere yang disusun secara paralel, inverter, dan beban berupa lampu TL 18 watt.
Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh putaran yang dihasilkan dari kerja mesin motor bakar 4 langkah tipe matic sebagai sarana penggerak alternator
sehingga menghasilkan sumber energi listrik alternatif.
LANDASAN TEORI Landasan teori ialah dimana semua komponen pendukung maupun teori pendukung yang digunakan pada tugas akhir ini. Alternator
Alternator berfungsi untuk
merubah energi mekanik dari mesin menjadi energi listrik. Energi mekanik dari mesin diterima dari sebuah pulley yang memutarkan
rotor sehingga membangkitkan arus bolak-balik pada stator yang diubah pada diode mejadi arus searah sebelum digunakan oleh
komponenkomponen kendaraan yang membutuhkan atau pun untuk
mengisi batery kendaraan. viii
Mesin 4 langkah type matic Mesin 4 langkah
adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah
tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston, dua kali rotasi kruk as dan satu putaran noken as (camshaft).
Puli dan Belt Puli
Puli adalah komponen yang
berfungsi mengatur kecepatan sepeda motor berdasarkan gaya sentrifugal dari roller
Belt
Berfungsi sebagai penghubung putaran dari puli primer ke puli sekunder.
Akumulator
Akumulator (accu, aki) adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi (umumnya energi listrik) dalam bentuk energi kimia. Daya
Secara umum, pengertian daya adalah energi yang dikeluarkan untuk melakukan usaha. Dalam sistem ix
tenaga listrik, daya merupakan jumlah energi listrik yang digunakan untuk melakukan usaha.
P = VI……… (2.1) Dimana :
P = daya (watt) V = tegangan (volt) I = arus listrik (ampere) Arus
muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya.
I = Q/T ……… (2.2) di mana:
I = arus listrik (ampere) Q = muatan listrik (coulomb) T = waktu (time)
Tegangan
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt.
V = I x R ………(2.3) Dimana :
V = Beda potensial pada kedua ujung rangkaian (volt).
I = Kuat arus listrik yang mengalir pada sutu rangkaian (ampere). R = Besarnya hambatan dalam sebuah rangkaian (ohm). Energi
Energi listrik dapat berubah menjadi bentuk energi lain. Untuk mengubah energi listrik menjadi energi lain diperlukan alat listrik.
W = V × I × t ……… (2.4) Dimana :
W = Energi Listrik (joule) V = Beda Potensial (volt) I = Kuat Arus Listrik (ampere) x
T = Waktu (second) 2.3 Efisiensi
Untuk membandingkan
pemakaian energi yang digunakan oleh lampu. Rumus Efisiensi : x100 % L Lo L D D − D h = …(2.6) Dimana :
DLo : Energi untuk lampu dengan daya lebih besar DL : Energi untuk lampu dengan daya lebih kecil Inverter
Inveter adalah suatu alat yang mampu menaikkan tegangan arus listrik dari DC menjadi AC, misalnya dari 12 volt DC menjadi 220 volt AC.
Voltmeter
Voltmeter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik.
Amperemeter
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik
Lampu
Lampu Indikator 3 watt Lampu indikator 3 watt ini digunakan sebagai indikator pada alternator sebagai penanda bahwa alternator telah berhasil mengisi alternator 12V 24A.
xi
Lampu TL 18 watt
Lampu 18 watt ini digunakan untuk menguji seberapa lama ketahanan dua buah akumulator 12 volt, 24 ampere disusun secara paralel yang telah dicharge oleh alternator. PEMBAHASAN
Diagram Alir Rangkaian Pengisian Dua Akumulator 12 Volt, 24 Ampere Yang Disusun Paralel
Diagram alir diatas menggambarkan langkah suatu proses pengisian 2 buah akumulator dalam rangkaian yang telah dibuat dengan
menggunakan motor bakar matic 4 tak dan alternator.
Rangkaian Sistem Pengisian 2 Akumulator 12 V 24 A Yang
Disusun Paralel
Rangkaian diatas menunjukkan alur sistem pengisian 2 akumulator 12V 24A yang disusun paralel, dimana putaran dari kerja mesin motor bakar xii
4 langkah digunakan untuk memutar alternator sebagai penghasil listrik yang ditampung pada 2 akumulator 12V 24A yang disusun paralel. Skema Rangkaian Pengisian 2 Akumulator 12V 24A Yang Disusun Paralel
Pada gambar rangkaian diatas dijelaskan bahwa mesin motor bakar 4 langkah tipe matic digunakan untuk menggerakkan alternator yang ditujukan untuk menghasilkan listrik yang kemudian digunakan untuk mengisi 2 akumulator 12V 24A yang disusun secara paralel.
Alternator yang digunakan pada rangkaian ini adalah alternator jenis IC built-in, maksudnya alternator jenis ini sudah tidak menggunakan regulator/cutout
yang terpisah untuk membagi suplai arus ke setiap komponen melainkan regulator/cut-out terdapat didalam langsung didalam alternator tersebut. Proses nya alternator digerakkan oleh motor bakar dengan bantuan puli dan belt untuk memutar puli yang ada pada alternator,
alternator tipe IC built-in memiliki tiga terminal yaitu terminal L, K, dan B. Dimana terminal L dihubungkan dengan lampu indikator yang
dihubungkan dengan saklar, terminal K dihubungkan dengan saklar yang kemudian dihubungkan kembali dengan akumulator, kemudian terminal B adalah output dari alternator yang langsung xiii
dihubungkan dengan 2 akumulator
12V 24A yang akan diisi oleh alternator tersebut.
Pengisian 2 Akumulator 12V 24A Yang Disusun Paralel Dengan Memanfaatkan Putaran Mesin Motor Bakar.
Dalam pengisian 2 akumulator 12V 24A yang disusun paralel ini digunakan putaran mesin 1500 rpm untuk menggerakkan alternator sehingga didapat tegangan terukur yang keluar dari alternator 12V dan arus 12,22A. Sehingga daya terukur yang dihasilkan alternator untuk mengisi 2 akumulator dihitung dari persamaan (2.1) yaitu :
Diketahui : Ditanyakan : Penyelesaian : =
Untuk proses pengisian 2 akumulator 12V 24A yang disusun paralel ini digunakan putaran mesin 2000 rpm untuk menggerakkan alternator untuk mengisi 2 akumulator 12V 24A yang disusun paralel dengan menggunakan persamaan (2.1) didapat 184,31watt. Untuk putaran mesin 2500 rpm didapat sebesar 256,6 watt. Sedangkan dengan putaran mesin 3000 rpm didapat 278,16watt. xiv
Diagram Alir Rangkaian
Pengujian 2 Buah Akumulator 12 Volt 24 Ampere Yang Disusun Paralel Dengan Pemberian Variasi Daya Lampu 18 Watt
Diagram alir diatas menggambarkan langkah suatu proses pengisian 2 buah akumulator dalam rangkaian yang telah dibuat dengan
menggunakan motor bakar matic 4 tak dan alternator serta pemanfaatan listrik yang telah ditampung di akumulator.
Buah Akumulator 12 Volt 24 Ampere Yang Disusun Paralel Dengan Pemberian Variasi Daya Lampu 18Watt
Gambar diatas menunjukkan listrik yang telah dihasilkan dari rangkaian pengisian yang kemudian ditampung pada 2 akumulator 12V 24A
digunakan untuk menyalakan lampu dengan menggunakan inverter. xv
Skema Rangkaian Sistem
Pengisian 2 Buah Akumulator 12 Volt 24 Ampere Yang Disusun Paralel Dengan Pemberian Variasi Daya Lampu 18 Watt-72 Watt Pada gambar rangkaian diatas dijelaskan bahwa motor bakar 4 langkah tipe matic digunakan untuk menggerakkan alternator yang ditujukan untuk menghasilkan listrik yang kemudian digunakan untuk mengisi 2 akumulator 12V 24A yang disusun secara paralel.
Daya yang telah ditampung di 2 akumulator 12V 24A yang disusun paralel diberi variasi beban lampu dengan daya 18 watt, daya pada akumulator tersebut pada awal nya 12V DC dirubah menjadi 220V AC dengan menggunakan inverter, kemudian inverter dihubungkan dengan output 220-250V yang kemudian dipasangkan dengan variasi lampu 18 watt.
Pengujian Daya Yang Digunakan Untuk Lampu 18-72 watt
Setelah proses pengisian
dengan menggunakan alternator yang kemudian daya yang dihasilkan ditampung pada 2 akumulator 12V 24A yang disusun paralel, kemudian daya yang dimiliki pada 2
akumulator tersebut diuji dengan pemberian beban berupa lampu dengan daya 18 watt sampai lampu
tersebut padam. Setelah dilakukan xvi
pengujian dengan pemberian beban lampu 18 watt didapat hasil dengan menggunakan persamaan (2.5) sebagai berikut :
P = 18 watt t = 15,18 jam
Sehingga energi yang dipakai oleh lampu tersebut yaitu sebesar : Diketahui : Ditanyakan : Penyelesaian : = = =
Untuk daya lampu sebesar 36 watt dengan menggunakan persamaan (2.5) didapat energi yang digunakan oleh lampu tersebut sebesar 0,437 kWh, sedangkan untuk daya lampu sebesar 54 watt didapat 0,556 kWh, untuk lampu dengan daya 72 watt denergi yang digunakan oleh lampu tersebut sebesar 0,513 kWh.
Tabel Pengisian Dan Pengujian Pengisian 2 Akumulator 12V 24A Yang Disusun Paralel
Tabel Pengisian 2 Akumulator 12V 24A Yang Disusun Paralel Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa semakin besar putaran mesin maka akan semakin besar arus yang akan dihasilkan alternator.
Dari diagram pada gambar diatas diagram rpm terhadap waktu, dapat dilihat bahwa semakin besar putaran mesin, maka semakin cepat proses No
Putaran
Mesin Waktu Tegangan Arus Daya (rpm) (jam) (volt) (ampere) (watt) 1 1500 4,12 12 12,20 146,64 2 2000 3,25 12 15,36 184,31 3 2500 2,50 12 21,05 256,6 4 3000 2,07 12 23,18 278,16
xvii
alternator dalam pengisian 2 akumulator 12V 24A yang disusun parallel dari keadaan kosong sampai terisi penuh.
Dari diagram diatas merupakan diagram rpm terhadap arus, dapat dilihat dari diagram bahwa semakin besar putaran mesin maka akan semakin besar pula arus yang
dihasilkan alternator untuk mengisi 2 akumulator 12V 24A yang disusun paralel, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengisi akumulator tersebut lebih cepat. Pengujian 2 Akumulator 12V 24A Yang Disusun Paralel
Menggunakan Inverter Dengan Variasi Daya Lampu 18 watt Pengujian 2 Akumulator 12V 24A Yang Disusun Paralel
Menggunakan Inverter Dengan Variasi Daya Lampu 18 watt Dari hasil pengujian dapat dilihat dengan daya 18 watt akumulator dengan bantuan inverter dapat menyalakan lampu sampai 15.18 ( jam ) sampai daya pada akumulator tersebut habis atau tidak mampu menyalakan lampu tersebut,
kemudian dengan daya 36 watt dapat menyala hingga 12,15 ( jam ), sama hal nya dengan 54 watt dan 72 watt masing-masing dapat menyala hingga 10,30 ( jam ) dan 7,13 ( jam ) sampai daya pada akumulator
tersebut tidak mampu menyalakan lampu tersebut. No Waktu (jam) Daya Lampu (watt) Energi (kWh) 1 15,18 18 0,273 2 12,15 36 0,437 3 10,30 54 0,556 4 7,13 72 0,513 xviii
Dari diagram diatas diagram daya terhadap waktu, dapat dilihat ketahanan 2 akumulator 12V 24A yang disusun paralel untuk
menyalakan lampu dengan daya 18 watt sampai 72 watt.
Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Premium Pada Sistem Pengisian
Tabel Penggunaan Bahan bakar minyak (BBM) Jenis
PremiumPada Pengujian ini Dari tabel dapat dilihat semakin besar putaran mesin maka semakin cepat proses pengisian yang
dilakukan oleh alternator, demikian juga dengan besarnya putaran mesin maka semakin cepat bahan bakar yang digunakan motor bakar. Dari gambar diatas dapat diketahui pemakaian bahan bakar dengan menggunakan putaran mesin, dimana apabila putaran mesin semakin tinggi maka akan semakin cepat habis bahan bakar yang digunakan. Perhitungan Efisiensi Pemakaian Energi Yang Digunakan Lampu Efisiensi pemakaian energi
yang digunakan lampu 18 watt dengan 72 watt dapat dihitung No Putaran Mesin (rpm) Bahan Bakar (liter) Waktu (jam) 1 1500 1 6 2 2000 1 5,10 3 2500 1 3,20
4 3000 1 2 xix
dengan menggunakan persamaan (2.6) yaitu sebagai berikut : Diketahui: DLo = 0,513 kWh (lampu 72 watt) DL = 0,273 kWh (lampu 18 watt) Ditanya : h …..? Jawab : x100 % L Lo L D D − D h = = 100% 0,273 0,513 0,273 x − = 0,88%
Jadi, untuk pemakaian lampu
18 watt lebih efisien 0,88% dari pada pemakaian lampu 72 watt.
3.5 Analisa Biaya Dibanding Genset
Analisa biaya pada pembuatan tugas akhir ini menurut saya lebih efisien bila dibanding dengan membeli genset langsung, karena selain sebagai sumber energi listrik alternatif kita juga dapat mengetahui proses dan langkah-langkah
pembuatannya dan biaya yang dikeluarkan juga seimbang dengan ilmu yang didapat.
Untuk mengetahui
perbandingan biaya antara tarif dasar listrik PLN dengan hasil penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:
PLN
Untuk daya 450VA-900VA tarif dasar listrik tahun 2010 yang dikenakan bagi pengguna sebesar Rp
720 per kWh, untuk lampu 36 watt yang digunakan selama 12 jam perhitungannya adalah sebagai berikut:
1 kWh = Rp 720
Daya lampu 36 watt atau 0,036 kWh digunakan selama 12 jam maka didapat 0,437 kWh. Sehingga biaya yang harus dibayar adalah sebesar: = 0,437 x Rp 720 x 12 = Rp 3780 PENELITIAN
xx
Sedangkan untuk proses
pengisian 6 jam pada penelitian biaya untuk bahan bakar sebanyak 1 liter Rp 4500. Karena akumulator terisi penuh dalam waktu 4 jam, maka biaya yang diperlukan hanya Rp 3490 hasil tersebut diperoleh dari:
Tabel Biaya Pemakaian BBM BBM (ml) Waktu (jam) Harga (Rp) 1000 6 4500 833 5 4125 666 4 3490 499 3 2250 333 2 1687 166 1 1125
Dari hasil perhitungan diatas biaya untuk PLN sebesar Rp 3780 per 12 jam, sedangkan hasil penelitian sebesar Rp 3490, maka dapat disimpulkan hasil penelitian lebih efisien
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian
dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pada rangkaian pengisian 2 buah akumulator 12 volt 24 ampere dengan putaran mesin 1500 rpm didapat tegangan yang dihasilkan alternator 12 volt dan arus 12,20 ampere
sehingga daya yang dihasilkan sebesar 146,64 watt atau 0,147 kilo watt, sehingga waktu yang didapat untuk melakukan pengisian pada 2 buah akumulator adalah 4 jam 12 menit.
2. Pada rangkaian pengisian 2 buah akumulator 12 volt 24 ampere dengan putaran mesin 2000 rpm didapat tegangan yang dihasilkan alternator 12 volt dan arus 15,36 ampere sehingga daya yang dihasilkan sebesar 184,31 watt atau 0,184 kilo watt, sehingga waktu yang didapat untuk melakukan xxi
pengisian pada dua buah akumulator adalah 3 jam 25 menit.
3. Pada rangkaian pengisian 2 buah akumulator 12 volt 24 ampere dengan putaran mesin 2500 rpm didapat tegangan yang dihasilkan alternator 12 volt dan arus 21,05 ampere sehingga daya yang dihasilkan sebesar 256,6 watt atau 0,257 kilo watt, sehingga waktu yang didapat untuk melakukan pengisian pada dua buah akumulator adalah 2 jam 50 menit.
4. Pada rangkaian pengisian 2 buah akumulator 12 volt 24 ampere dengan putaran mesin 3000 rpm didapat tegangan yang dihasilkan alternator 12 volt dan arus 23,18 ampere sehingga daya yang dihasilkan sebesar 278,16 watt atau 0,278 kilo watt, sehingga waktu yang didapat untuk melakukan pengisian pada dua buah akumulator adalah 2 jam 07
menit.
5. Pada penguian dengan pemberian daya 18 watt dengan bantuan inverter akumulator dapat mensuplai energi untuk menyalakan lampu 18 watt selama 15 jam 18 menit. 6. Pada penguian dengan pemberian daya 36 watt dengan bantuan inverter akumulator dapat mensuplai energi untuk menyalakan lampu 36 watt selama 12 jam 15 menit. 7. Pada penguian dengan pemberian daya 54 watt dengan bantuan inverter akumulator dapat mensuplai energi untuk xxii
menyalakan lampu 54 watt selama 10 jam 30 menit. 8. Pada penguian dengan pemberian daya 72 watt dengan bantuan inverter akumulator dapat mensuplai energi untuk menyalakan lampu 72 watt selama 7 jam 13 menit.
9. Pada pengujian penggunaan bahan bakar minyak (premium) untuk satu liter dengan putaran mesin sebesar 1500 rpm pemakaian bahan bakar habis dalam, jangka waktu 6 jam. 10. Untuk putaran mesin sebesar 2000 rpm bahan bakar habis dalam jangka waktu 5,10 jam. 11. Pengujian bahan bakar (premium) untuk satu liter dengan menggunakan putaran mesin 2500 rpm pemakaian bahan bakar habis dalam waktu 3,20 jam.
12. Sedangkan untuk pengujian bahan bakar (premium) untuk satu liter dengan putaran mesin sebesar 3000 rpm pemakaian bahan bakar habis dalam