• Tidak ada hasil yang ditemukan

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana pada huruf a dan b, maka perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana pada huruf a dan b, maka perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati."

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI

MURUNG

RAYA

PROVINSI

KATIMANTAN

TENGAH

PERATURAN

BUPATI

MURUNG

RAYA

NOMOR

:

14

TAHUN

2014

TENTANG

PENETAPAN TARIF

AIR

MINUM

PERUSAHAAN DAERAH

AIR

MINUM

KABUPATEN

MURUNG

RAYA

Menimbang a.

BUPATI

MURUNG

RAYA,

bahwa

tarif air

minum PDAM

Kabupaten

Murung

Raya

yang

berlaku

berdasarkan

kepada

Peraturan Bupati Murung Raya Nomor : 7

tahun

2006

dan Peraturan Bupati Nomor 229

tahun

2006 tentang Tarif

Air Minum

yang

dinilai

sudah

tidak

sesuai lagi dengan biaya operasional Perusahaan Daerah

Air Minum Kabupaten Murung Raya

bahwa

untuk

meningkatkan

operasional

PDAM Kabupaten

Murung

Raya agar

mampu

memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat pelanggan perlu menetapkan penyesuaian

tarif

air minum

c.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana pada

huruf a

dan

b,

maka

perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati.

Mengingat L. Undang

-

Undang Nomor

4

Tahun 1984

tentang wabah penyakit

menular (Lembaran Negara Republik lndonesia

Tahun 1984 Nomor

2O, Tambahan Lembaran Negara Nomor 32731;

Undang

-

Undang Nomor 4

tahun

1992 tentang Perumahan dan Pemukiman

(Lembaran Negara Republik lndonesia

Tahun 1992

Nomor

23, Tambahan

lembaran

Negara Nomor 3469) ;

3. Undang

Undang

Nomor

23

tahun

1992 tentang

Kesehatan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992

Nomor

7OO, Tambahan Lembaran Negara Nomor

3a95);

4.

Undang

-

Undang

Nomor

I

Tahun

1999

tentang

Perlindungan Konsumen

(Lembaran Negara Republik lndonesia

Tahun 1999

Nomor

42, Tambahan Lembaran Negara Nomor

3821);

5.

Undang

-

Undang

Nomor

5

tahun

2002

tentang

Pembentukan Kabupaten

Katingan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung

mas, Kabupaten

Pulang Pisau,

kabupaten

Murung

Raya

dan

Kabupaten

Barito

Timur

di

Propinsi

Kalimantan Tengah (Lembaran Negara Republik

lndonesia

Tahun 2002 Nomor

18,

Tambahan Lembaran Negara

Nomor

4180); b.

(2)

8. 9. 6. 7. 10. LL. L3.

!4.

15. 16.

Undang

-

Undang

Nomor

12 Tahun 2011

tentang

Pembentukan Peraturan Perundang

-

undangan (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2011

Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 52341 ;

Undang

-

Undang

Nomor

32

Tahun 2004

tentang

Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Repubtik lndonesia Tahun 2OO4

Nomar

1-25, Tambahan

Lembaran

Negara

Nomor

44371

sebagaimana

telah

diubah

dengan

Undang

-

Undang

nomor

8

Tahun 2005 tentang

Penetapan

Peraturan

Pemerintah pengganti

Undang

-

Undang

Nomor

3

Tahun 2005

tentang

Perubahan Undang

-

Undang Nomor 32 Tahun 2004

tentang

Pemerintahan

Daerah

menjadi

Undang

-

Undang (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor L08, Tambahan Lembaran Negara Nomor 45481;

Peraturan

Menteri

Dalam Negeri

Nomor

23 Tahun 20O6

tentang

Pedoman dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum

Peraturan

Menteri

Dalam Negeri

Nomor 2

Tahun 2007

tentang

Organisasi dan Kepegawaian Perusahaan Daera Air Minum

Peraturan

Menteri

Otonomi Daerah Nomor 8

Tahun

2000 tentang Pedoman

Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum

Permendagri

nomor 47 Tahun

1999

tentang

Pedoman

Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum

12.

Peraturan Pemerintah

Nomor

22 Tahun 1982 tentang

Tata

Pengaturan Air (Lembaran Negara Republik lndonesia

Tahun 1982

Nomor

37,

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3225) ;

Peraturan Pemerintah

Nomor 27

Tahun

1999

tentang

Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Lembaran Negara Nomor 3838) ;

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001

tentang

Pengelolaan kualitas

Air dan Pengendalian pencemaran

Air

(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2001 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Nomor 47611 ;

Keputusan

Menteri

Kesehatan

Nomor

:

4gZlPermenkes/lV/2Ol0

tentang

Persyaratan Kualitas Air Minum ;

Peraturan Daerah Kabupaten

Murung

Raya

Nomor

17 Tahun 2006 tentang

Perubahan

atas

Peraturan

Daerah

Nomor

11

tahun

2003

tentang Pembentukan dan

/

alau Susunan Organisasi Perusahaan Daerah Air Minum

Kabupaten

Murung

Raya (lembaran Daerah Kabupaten

Murung

Raya Tahun 2006 Nomor

34l';

MEMUTUSKAN:

PEMTURAN BUPATI TENTANG

PENETAPAN

TARIF

AIR

MINUM

PERUSAHAAN DAERAH AIR

MINUM

KABUPATEN MURUNG RAYA

(3)

BAB I

KETENTUAN

UMUM

Pasal

L

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :

1..

PDAM adalah Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Murung Raya

2.

Direktur adalah Direktur Perusahaan Daerah Air

Minum

Kabupaten Murung Raya

3.

Air Minum adalah air minum produksi PDAM

4.

Pelanggan

adalah setiap orang

atau

badan yang

menggunakan

air minum dari

PDAM dan

terdaftar

sebagai pelanggan.

5.

lnstalatur adalah suatu Badan Usaha atau perorangan yang bergerak dalam pekerjaan instalasi

perair minuman.

6.

Standar Kebutuhan Pokok

Air Minum

adalah kebutuhan

air

sebesar

l-0 meter

kubik/Kepala Keluarga/bu lan atau 60

liter/orang/hari

atau sebesar satuan volu me lainnya.

7.

Tarif

air

minum

adalah harga

dalam rupiah

yang harus dibayar

oleh

pelanggan PDAM untuk

setiap pemakaian M3 air bersih yang disalurkan oleh PDAM.

8.

Kelompok pelanggan adalah klasifikasi pelanggan yang disesuaikan dengan

struktur

ekonomi

penduduk.

9.

Beban

tetap

adalah biaya pemeliharaan

meter

dan biaya administrasi rekening bulanan yang dikenakan setiap sambungan.

10.

Biaya Penyambungan adalah biaya

yang

harus

dibayar

oleh

setiap orang

atau

badan untuk menjadi pelanggan air minum.

11.

Pipa Dinas adalah pipa yang menghubungkan pipa distribusi dengan pipa persil sampai dengan

meter air.

L2.

Pipa persil dan pipa tambahan adalah pipa setelah meter

air

13.

Pelanggan Pasif

adalah

pelanggan

yang

tidak

menggunakan

air

PDAM

dan

masih tercatat

sebagai pelanggan PDAM

BAB

II

GOLONGAN

PELANGGAN

Pasal

2

(1)

Kelompok pelanggan ditetapkan

menjadi4

(empat) kelompok

yaitu

:

a.

Kelompok l;

b.

Kelompok ll;

c.

Kelompok

lll;

dan

d.

Kelompok Khusus

(2)

Yang termasuk dalam Kelompok I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a

terdiri

dari :

1,.

Hidran Umum

2.

Kamar Mandi/WC Umum

3.

TerminalAir

4.

Tempat lbadah (Masjid, Langgar,Mushola,Surau,Gereja,Balai Basarah,Klenteng, Pura

5.

Panti Asuhan

(4)

(3)

Yang termasuk dalam Kelompok ll sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b

terdiri

dari 1. 2. 3. 4. Rumah Tangga

Rumah

Sakit

Pemerintah

terdiri

dari

RSUD,

RS Swasta,

Puskesmas, Puskesmas Pembantu,Puskesmas Rawat lnap.

lnstansi Pemerintah Tingkat Kecamatan dan Kelurahan. TNI dan POLRI

(4)

Yang termasuk dalam Kelompok

lll

Sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c

terdiri

dari :

1.

Niaga

Kecilterdiri

dari :

APMS,

kios,

warung/toko,

pedagang

eceran, bengkel

kecil,salon,

pangkas

rambut,penjahit,laundry,restauran

kecil,penginapan kecil,sanggar

seni

lukis,usaha konfensi kecil.

2.

lndustri Rumah Tangga

terdiri

dari :

Kerajinan tangan,peternakan kecil dan sejen isnya.

3.

lnstansi

Pemerintah

Tingkat

Kabupaten

terdiri dari

sarana

dan

prasarana

lnstansi

Pemerintah, Ormas.

4.

TNI dan POLRI

5.

Rumah Mewah adalah selain Rumah Tangga Biasa

6.

lndustri dan Niaga Besar

terdiri

dari :

Ruko, praktek dokter,

penginapan

2

lantai

keatas,usaha

meubelair,

rumah

makan

menengah,mini

market,kantor

notaris/pengacara,usaha

cafe,toko

bahan bangunan/mes

biro

jasa,kolam renanB

di

kelola

swasta/BUMD,

Pabrik

(kimia/obat,

kosmetik,

makanan/minuman, perkayuan, pabrik es),peternakan besar,pabrik

tekstil,pabrik/industri

besar

lainnya,perusahaan ekspor/impor,pasar

swalayan,mall,

department

store,perkulakan,grosir,bank,hotel

berbintanghotel,restoran

besar,perusahaan

perdagangan/niaga,gedung

bertingkat

lebih 3 (tiga)

lantai,pompa

bensin

(SPBU),ekspeditur,

agen

makelar

dan

perkulakan,dealer,bengkel

besar,perusahaan

telekomunikasi,perusahaan listrik,perusahaan perkebunan,perusahaan pertambangan.

(5)

Kelompok Khusus adalah kelompok pelanggan yang

tidak

termasuk kelompok

l.ll

dan

lll,

yang menampung jenis-jenis pelanggan yang membayar

tarif

Air minum berdasarkan kesepakatan.

BLOK KOSUMSI Pasal 3

Blok Kosumsi dibedakan menjadi 2 (dua) kelas yaitu :

Kosumsi sampaidengan 10 M3 per bulan

Kosumsidiatas 10 M3 per bulan a.

(5)

BAB

IlI

TARIF

AIR

MINUM,BIAYA

PENYAMBUNGAN,BIAYA

BALIK

NAMA

DAN

UANG

JAMINAN

LANGGANAN

Pasal

4

(1)

Tarif

kelompok pelanggan PDAM Murung Raya

(21

Tarif

air

minum untuk

pelanggan

di

pedesaan yang

tidak

menggunakan

meter air

ditetapkan

sebesar Rp.20.000,- (Dua Puluh Ribu Rupiah)

(3)

Beban Tetap sebesar Rp.10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah)

-

Biaya Administrasisebesar Rp.4.000,- (Empat Ribu Rupiah)

-

Dana Pemeliharaan

Meter

Rp.6.000,- (Enam Ribu Rupiah)

Kelompok Pelanggan PROPORSI TARIF TERHADAP TINGKAT BIAYA

Kelompok I

1.

Hidran Umum

2.

MCK

3.

TerminalAir

4.

Tempat lbadah

5.

Panti Asuhan

5.

Sekolah Kelompok ll

L.

Rumah Tangga

2.

Rumah Sakit Pemerintah Kelompok

lll

1.

Niaga Kecil

2.

lndustri

Rumah Tangga

3.

lnstansi Pemerintah Kabupaten

4.

TNI dan POLRI

5.

Rumah Mewah

6.

lndustridan

Niaga Besar

7.

lnstansi Pemerintah dan TNI dan POLRI Tingkat Pusat dan Propinsi

8.

Kedutaan dan Konsulat Asing

KELOMPOK KHUSUS

0-

10 M3 (Rp) 1.700 L.7AO 1.700 2.000 2.000 2.000 2.400 2.200 4.800

z.7aa

3.500 3.500 6.000 6.000 Sesuai Kesepakatan

tL-zo

M3(Rp) 2.800 2.800 2.800 3.000 3.OOO 2.800 3.200 2.800 6.800 3.800 6.500 5.500 8.500 9.000 Diatas

21M3

(Rp) 3.300 3.300 3.300 3.500 3.500 3.500 4.404 3.800 10.000 5.000 12.000 12.000 13.500 L8.000

(6)

Pasal 5

(1)

Setiap Langganan baru, dikenakan ketentuan membayar biaya penyambungan pipa dinas

(2)

Biaya untuk pemasangan pipa persil dihitung sesuai harga bahan pada saat

itu

(3)

Biaya survey

/

perencanaan sebesar Rp.50.000,- setiap sambungan

(4)

Jasa

pemasangan

ditentukan

menyesuaikan

upah tenaga kerja yang berlaku pada

saat pemasanSan

(5)

Balik nama dikenakan biaya sebesar Rp.50.00,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)

Pasal

6

Setiap calon pelanggan wajib membayar uang jaminan langganan sesuai dengan kelompok pelanggan sebagai

berikut

:

KETOMPOK PELANGGAN

JUMLAH

KELOMPOK I

:

t.

Hidran Umum

2.

Kamar

Mandi/WC

Umum

3.

Terminal

Air

4.

Tempat

lbadah

5.

Panti Asuhan

6.

Sekolah Negeri

KELOMPOK

II

:

t.

Rumah

Tangga

2.

Rumah Sakit Pemerintah

3.

lP

Tingkat Kecamatan

/

Kelurahan

4.

TNldan

POLRI

KELOMPOK

III

:

L.

Niaga

Kecil

2.

lndustri

Rumah

Tangga

3.

lnstansi Pemerintah Tingkat Kabupaten

4.

TNI dan

POLRI

5.

Rumah

Mewah

6.

lndustri

dan Niaga

Besar

Tidak

dikenakan Jaminan

Langganan

Tidak

dikenakan Jaminan

Langganan

Tidak

dikenakan Jaminan

Langganan

Rp.

50.000,-Rp.

50.000,-Rp.

50.000,-Rp.

50.000,-Rp.

100.000,-Rp.

50.000,-Rp.

50.000,-

100.000,-

90.000,-

100.000,-

150.000,-Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

(7)

BAB

IV

KETENTUAN

PELAYANAN

AIR

MINUM

DAN

SANKSI

_

SANKSI

Pasal

7

PE MASAN GAN, PEM ELI HARAAN, PE R BAI KAN,

PERUBAHAN

PIPA

DINAS DAN

METER AIR

(1)

Pemasangan,pemeliharaan,perbaikan,

dan

perubahan saluran

pipa

dinas

dilaksanakan oleh petugas PDAM, sedangkan biaya menjaditanggung jawab pelanggan

12\

Pemasangan saluran

pipa

dinas

dapat

dilaksanakan

oleh

PDAM

atau

oleh

instalatur

setelah

mendapat rekomendasi dari PDAM

(3)

Pemasangan

pipa

dinas yang

tidak

mengindahkan pasal

6

ayat

2

tersebut dapat

dikenakan sanksi pemutusan oleh PDAM

(4)

Pemasangan

pipa persil

dilaksanakan

oleh

PDAM

atau instalatur,

setelah

mendapat

ijin

dari

PDAM

(5)

Pemeliharaan dan perbaikan pipa persil menjaditanggung jawab pelanggan

(6)

Meter air

atau

alat

pembatas aliran yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki

oleh

petugas PDAM sedangkan biaya perbaikannya dibebankan kepada pelanggan

(71

Jika

terjadi

kerusakan yang disebabkan

oleh

bencana alam,maka perbaikan maupun biayanya ditanggung oleh PDAM.

Pasal

8

PERHITUNGAN

REKENING AIR

(1)

Pemakaian

air

dalam

1

(satu) bulan

didasarkan

pada

penunjukan angka

meter

air

atau berdasarkan pembatas aliran yang disesuaikan dengan ketentuan

tarif

PDAM

(21

Tagihan

yang tercantum dalam rekening

air

harus dilunasi

sesuai

dengan ketentuan

yang

diberlakukan oleh PDAM

(3)

Dalam

hal meter air tidak

berfungsi sebagaimana mestinya

atau

tidak

dapat terbaca,

maka

perhitungan pemakaian airnya dihitung sebesar 25 M3 per bulan per pelanggaN

(41

Rekening

air

yang

lebih

kecil atau

sama dengan pemakaian

10 M3

dikenakan

biaya

beban

kebutuhan dasar minimum

(5)

Besarnya biaya beban ditentukan oleh PDAM sesuai

tarif

dan jenis pelanggan

Pasal

9

DENDA

Denda dikenakan kepada pelanggan dalam hal

-

hal sebagai

berikut

:

(1)

Keterlambatan menbayar rekening air dari tanggal yang telah ditetapkan oleh PDAM dikenakan denda sebesar Rp.S.O0O,- (Lima Ribu Rupiah), untuk pelanggan

di

kota Puruk Cahu dan sebesar Rp.5000,- (Lima Ribu Rupiah)

untuk

pelanggan

di Unit

lbukota

Kecamatan (lKK)

dan Unit

Air

Bersih Pedesaan (ABP).

(21

Penyambungan

kembali sambungan

air

minum, yang

dikenakan

tindakan

penutupan sementara, dikenakan biaya penyambungan kembali sebesar Rp.80.000,- (Delapan Puluh Ribu Rupiah)

(3)

Pengambilan air sebelum meter air dikenakan tindakan sanksi pencabutan dan denda sebesar 5

(lima) kali pembayaran rekening air (5 x 100 M3) sesuai dengan jenis

tarif

pelanggan dan harus dibayar sekaligus sebelum sambungan air minum diaktifkan kembali.

(8)

(4)

Kelalaian pelanggan sehingga

terjadi

kerusakan meter air, kerusakan perrlengkapan meter air,

kehilangan

meter

air

atau membuat meter

air

sedemikian

rupa

sehingga

tidak

berfungsi dengan baik dikenakan denda untuk masing- masing kelompok pelanggan sebesar Rp.250.000,-(Dua Ratus Lima Puluh Rupiah)

(5)

Meter

air dan jaringan pipa sambungan rumah yang dipindahkan tanpa izin

tertulis

dari PDAM dikenakan denda sebesar Rp.1.500.000,- (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

(6)

Pelanggan menjual

atau

memperdagangkan

air minum

dengan membuat jaringan sedemikian rupa dikenakan denda sebesar Rp.2.000.000,- (Dua Juta Rupiah).

Pasal 10

PEMUTUSAN

DAN

PENUTUPAN ALIRAN AIR

MINUM

Penutupan sementara aliran air dapat dikenakan apabila :

(1)

Pelanggan mengajukan permohonan untuk

ditutup

atas permintaan sendiri

(21

Rekening air minum tidak dibayar sel;ama 3 (tiga) bulan

berturut

-

turut

(3)

Merusak segel meter air

(4)

Pelanggan

menjual/

memperdagangkan air minum tanpa mendapat ijin dari PDAM

(5)

Pelanggan menggunakan

pompa isap

atau alat

sejenisnya secara langsung

dari pipa

dinas

maupun pipa persil

(6)

Jaringan

pipa

ditempat

pelanggan

diubah sedemikian

rupa

sehingga

tidak

memenuhi

syarat

-

syarat yang telah ditentukan tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada PDAM

(7)

Adanya perbaikan

pipa

saluran

untuk

kepentingan

umum atau

hal

lain

yang mengharuskan akan diberitahukan

terlebih

dahulu

(8)

Pelanggan dengan sengaja merusak meter air atau peralatan lainnya.

Pasal

11

PENCABUTAN

SAMBUNGAN

LANGGANAN

(1)

Pencabutan sambungan langganan dilakukan apabila pelanggan yang bersangkutan berhenti menjadi pelanggan air minum

(21

Apabila

selama

1

(satu)

bulan

sejak pelanggan dikenakan sanksi pemutusan sementara dan

tidak memenuhi ketentuan

-

ketentuan dari PDAM.

(3)

Jangka

waktu

pencabutan menjadi langganan dapat diperpendek tergantung

dari

pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggan.

(9)

BAB

VII

H

IDRAN

U

MUM/TERM

I NAL AIR

Pasal 15

(1)

Untuk

daerah pemukiman

tertentu

yang

dinilai

berpenduduk

cukup padat dan

kemampuan

ekonomi rendah maka dapat dipasang hidran umum

/

terminal

air

12)

Para pemakai hidran umum

/terminal

air dilarang mengalirkan air langsung kerumahnya

(3)

Pengelolaan hidran umum

/

terminal air

akan

diatur

secara berkelompok dan pengelolaannya

diatur dalam pedoman tersendiri.

(4)

Pada daerah pemukiman yang belum terjangkau perpipaan PDAM dapat dilayani dengan mobil

tangki.

(5)

Perhitungan harga

air

melalui mobil tangki ditentukan tersendiri

dengan memperrhitungkan

biaya operasi dan jarak tempuh pelayanan yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur.

BAB

VIII

PENUTUP

Pasal 16

Hal

lain

yang belum

diatur

dalam

pasal

-

pasal

tersebut

diatas yang

berhubungan

erat

dengan

masalah

pengaliran

air minum akan

ditetapkan kemudian

berdasarkan

pertimbangan

-

pertimbangan kebijakan PDAM.

Agar setiap orang

mengetahuinya,

memerintahkan

pengundangan

Peraturan

Bupati

ini

dengan

penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Murung Raya.

Ditetapkan

di

Puruk Cahu

Pada tanggal

!

April2014

BUPATI

RAYA,

Diundangkan di Puruk Cahu

Pada tanggal

I

April 2014

SEK

RAH

KABU

UNG

RAYA,

r

-* ..i

Dor.Hurunrr

!

H.

SIBU,

M.Si

BERITA DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA rAH u N

...%:a"....NoMoR

...!99... I rji i v,

t

pF*, ,

tL,

{p.

I il j !r i i" &^... I rl

Referensi

Dokumen terkait

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu ditetapkan Peraturan Bupati tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Hulu Sungai Selatan

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu ditetapkan Peraturan Daerah tentang Pedoman Penetapan Tarif Air

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Peraturan Bupati tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 2 Tahun 2009

Dengan berlakunya Peraturan ini, maka Keputusan Bupati Bandung Nomor 9 Tahun 2003 tentang Penetapan Tarif Baru Pelayanan Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten

Dengan berlakunya Peraturan ini, maka Keputusan Bupati Sanggau Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tarif Pelayanan Air Minum pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sanggau

Melalui pengukuran kinerja diharapkan instansi pemerintah dapat mengetahui kinerja dalam suatu periode tertentu, Dengan adanya suatu pengukuran kinerja, maka kegiatan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara tidak langsung terhadap UMKM dengan cara memberikan informasi mengenai kendala penerapan akuntansi yang

Bakat merupakan kapasitas seseorang sejak lahir, yang juga berarti kemampuan terpendam yang dimiliki seseorang sebagai dasar dari kemampuan nyatanya. Bakat seseorang