Daftar Isi
BAB I...4
PENDAHULUAN...4
LATAR BELAKANG...4
Tujuan dan Sasaran...4
TUJUAN...4
SASARAN KEGIATAN...4
BAB II...6
POTENSI YANG DIMILIKI KELOMPOK TANI...6
2.1. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM)...6
2.2. Potensi Sumber Daya Alam (SDA)...6
1. Letak Geografis :...7
2. Biofisik...7
3. Populasi Ternak Dalam Kelompok...8
4. Fasilitas...8
5. Peluang Pasar...9
6. Permasalahan...9
BAB III...10
RENCANA USAHA KELOMPOK (RUK) ITIK PETELUR LOKAL...10
BAB IV...12
ANALISA USAHA TERNAK ITIK PETELUR...12
A. Pendapatan Kelompok...12
B. Biaya Pengeluaran Kelompok...12
C. Proyeksi Laporan Keuangan...13
Proyeksi Laporan Laba Rugi...13
Proyeksi Laporan Arus Kas...14
Proyeksi Laporan Neraca...15
Analisa Kelayakan Investasi...16
Payback Period...16
Net Present Value ( NPV )...15
Profitability Index ( PI)...15
Analisa Tingkat sensitifitas...15
BAB V...18
RENCANA KEGIATAN...18
A. Persiapan...18
C. Perbaikan Kandang...18
D. Seleksi dan Pembelian Indukan...18
E. Pelaksanaan...18
F. Pengembangan Usaha Ternak Itik Petelur Lokal...18
G. Pengembangan Kemitraan Dan Pemasaran Hasil Usaha Ternak Itik Petelur Lokal ...18
H. Pendapatan dan Pola Bagi Hasil...19
I. Rencana Pengembangan Kelompok...19
J. Pola Pemeliharaan Ternak Itik Petelur Lokal...19
K. Pelaporan...19
BAB VI...20
PENUTUP...20
PROPOSAL PENGEMBANGAN BUDIDAYA ITIK PETELUR GABUNGAN KELOMPOK TANI TANGGUL KARYA MANDIRI
KATA PENGANTAR
Pengembangan usaha peternakan diarahkan untuk , efisien dan tangguh yang dicirikan oleh kemampuannya menyesuaikan pola dan struktur produksi dengan permintaan pasar serta kemampuannya terhadap pembangunan wilayah, kesempatan kerja, pendapatan, perbaikan taraf hidup, perbaikan lingkungan hidup serta berperan dalam pertumbuhan ekonomi.Perkembangan usaha peternakan unggas di Indonesia relatif lebih maju dibandingkan usaha ternak yang lain. Hal ini tercermin dari kontribusinya yang cukup luas dalam memperluas lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat dan terutama
Salah satu usaha perunggasan yang cukup berkembang di Indonesia adalah usaha ternak itik. Meskipun tidak sepopuler ternak ayam, itik mempunyai potensi yang cukup besar sebagai penghasil telur dan daging. Jika dibandingkan dengan ternak unggas yang lain, ternak itik mempunyai kelebihan diantaranya adalah memiliki daya tahan terhadap penyakit. Oleh karena itu usaha ternak itik memiliki resiko yang relatif lebih kecil, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan. Dengan potensi ini diharapkan usaha ternak itik tidak saja mampu menjadi usaha sampingan, namun juga sebagai penghasil pendapatan tambahan bagi keluarga.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang masih dalam masa transisi (perkembangan) untuk menuju ke arah kemajuan dan mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa maju. Untuk menncapai hal tersebut diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat tercapai dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi yang berasal dari tumbuhan maupun hewan. Daging dan telur adalah makanan berprotein tinggi yang berasal dari ternak unggas misalnya itik. Itik adalah kelompok unggas air (water fowl) yang merupakan unggas pedaging dan petelur. Masyarakat menilai kualitas daging itik tidak berbeda dengan ayam dan unggas lainnya. Begitu pula dengan kualitas telur itik yang memiliki komposisi gizi yang lebih lengkap karena kebiasaan makan dan bahan makanannya yang lebih beragam bila dibandingkan dengan unggas lainnya.
Sub sektor peternakan dengan komoditas ternak unggas memegang posisi yang cukup penting dalam memajukan ekonomi di desa Rowosari, karena berfungsi ganda yakni sebagai itik petelur dan itik pedaging. Selain itu, ternak unggas memiliki periode produksi yang lebih singkat bila dibandingkan dengan ternak besar. Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pemenuhan kebutuhan daging nasional, maka kami Kelompok Tani Ternak Itik ”Tanggul Karya Mandiri” mengajukan proposal pengembangan itik lokal dan bersedia mengikuti peraturan yang ditetapkan penyandang dana dengan harapan apabila usaha pemeliharaan itik berkembang, maka akan terjadi integritas bisnis yang potensial.
Salah satu manfaat dari kegiatan ini diharapkan akan dapat menumbuh kembangkan usaha lainnya seperti pengembangan sentra pembibitan ternak itik, Sentra produksi pakan itik dan pengolahan hasilnya yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta penciptaan lapangan kerja baru.
1.2 Tujuan dan Sasaran
Diharapkan dengan adanya program ini dapat membangun kemandirian masyarakat dan meningkatkan agribisnis pemeliharaan itik di Kelompok Tani Ternak Itik ”Tanggul Karya Mandiri” dan masyarakat sekitar.
Tujuan
Secara khusus tujuan pengembangan agribisnis pemeliharaan itik dikelompok ini adalah :
1. Membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
2. Mendorong perkembangan usaha peternakan berwawasan agribisnis. 3. Meningkatkan pengetahuan peternak tentang bagaimana sistem pemeliharaan itik dari sistem tradisional ke sistem yang berbasis pada teknologi tepat guna dan intensif.
Sasaran Kegiatan
a. Peternak yang telah masuk dan terdaftar menjadi anggota kelompok tani ternak itik “Tanggul Karya Mandiri “
b. Masyarakat lingkungan desa Rowosari Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan yang memiliki kemauan dan semangat yang tinggi untuk mengembangkan usaha peternakan.
BAB II
POTENSI YANG DIMILIKI KELOMPOK TANI
2.1. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM)
Potensi SDM anggota kelompok adalah berpengalaman, terampil, dan memiliki minat yang tinggi dalam usaha pengembangan ternak itik lokal karena telah beternak itik selama bertahun-tahun dan menggantungkan hidup dari hasil ternak itik. Kelompok ternak itik “Tanggul Karya Mandiri” beranggotakan orang 10 orang dengan susunan pengurus sebagai berikut :
Ketua : Eko Leksono Sekretaris : Bambang Bendahara : Solikin Anggota : 10 orang
Saat ini, anggota kelompok selain menggantungkan hidupnya dari hasil beternak itik juga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari upah buruh tani, buruh
bangunan, buruh pasar, dan tukang ojek sehingga peran istri dan anak sangat membantu dalam memelihara ternak itik mereka.
2.2. Potensi Sumber Daya Alam (SDA)
Kelompok Ternak Itik “Tanggul Karya mandiri” berlokasi di Lingkungan Kecamatan Gubug tepatnya di Desa Rowosari dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) sebagai berikut :
1. Letak Geografis :
Kecamatan Gubug merupakan salah satu Kecamatan Gubug di Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah, sebelah barat yang berbatasan dengan Tanggungharjo, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan KedungJati,sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Godong,serta sebelah utara berbatasan kecamatan Kebung agung Kabupaten Demak dan wonosalan. Bila dilihat dari garis bujur dan lintang, Kecamatan Gubug terletak antara 110o15`BT-111oBT dan 7oLS -7o30`LS dengan kondisi tanah sebagian berupa daerah pegunungan kapur serta dataran di bagian tengahnya.
Ketinggian rata-rata 11 meter diatas permukaan air laut serta beriklim tropis dengan temperatur 22 o - 31 o. Luas Wilayah Kecamatan Gubug adalah 7.111,00 Ha, dimana penggunaan tanah sawah seluas 3.313,46 Ha (29,57 %), meliputi irigasi teknis seluas 2.785,52 Ha (3,20 %), irigasi setengah teknis 302.30 Ha (3,93 %), sederhana 88.70 Ha (9,23 %) dan tadah hujan 136.94 Ha (2,20 %) serta luas tanah kering 3.797,79 Ha (70,43%). Sementara itu, luas tanah untuk pekarangan/bangunan 1.601,50 Ha dan luas untuk tegalan/ kebun 586.29 Ha.
:
a. Sebelah Utara : Kecamatan Kebonagung b. Sebelah Selatan : Kecamatan Tanggung c. Sebelah Timur : Kecamatan Godong d. Sebelah Barat : Kecamatan Tegowanu
2. Biofisik
a. Karakteristik Iklim
Pada umumnya wilayah Kecamatan Gubug beriklim tropis yang menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk tipe C, D, E dan F. Berdasarkan data BPS Kabupaten Grobogan selama tahun 2012 terakhir rata-rata curah hujan sebanyak 135mm/bulan.
b. Karakteristik Lahan
uraian satuan jumlah luas 344.000 m2 rata hari hujan/bulan hari 8 rata-rata curah hujan/bulan mm 135,luas tanah sawah 268.100 m2, tanah bukan sawah 75.900 m2 luas wilayah kelurahan rowosari adalah 344.000 m2 dengan rata-rata kemiringan antara 0 - 8 % dan ketinggian dari permukaan laut adalah 50 meter..
c. Komoditi Peternakan dan Pertanian Peternakan
Tabel Populasi Ternak Kabupaten Grobogan
No. Uraian Th. 2011 Th. 2012 1. Sapi Perah 336 426 2. Sapi Potong 160.838 212.409 3. Kerbau 2.536 2.581 4. Domba 18.938 29.528 5. Kambing 115.394 111.839 6. Babi 125 139 7. Ayam Buras 1.115.794 985.995 8. Ayam Ras : - B r o i l e r. 297.097 200.965 - L a y e r. 52.800 40.466 9. Itik 92.650 83.412 10. Angsa 5.462 2.775 11. Burung Puyuh 59.233 47.596 12. Entog - 40.466
Sumber : Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Grobogan ( 2013) Pertanian
Tabel Produksi Komoditi Tanaman Pangan
No. Komoditi Luas Tanam
(Ha) Luas Panen (Ha) 1. Padi 7.197 7.197 2. Jagung 1.901 1.901 3. Kacang Hijau 404 404
Sumber : UPTD Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikutura Kec. Gubug (2013)
3. Populasi Ternak Dalam Kelompok
Ternak yang diusahakan untuk dikembangkan saat ini adalah ternak itik sebanyak 400 ekor yang merupakan milik anggota kelompok. Pengembangan usaha khususnya untuk itik petelur.
4. Fasilitas
Fasilitas, sarana dan prasarana yang dimiliki kelompok adalah :
a. Lahan tempat pengembangan usaha peternakan itik di tanggul sungai sebelah barat desa Rowosari.
b. Kandang kolektif peternakan itik saat ini, memiliki kandang sebanyak 3 unit yang masing-masing dimiliki anggota kelompok untuk tempat aktifitas usaha pengembangan ternak itik.
5. Peluang Pasar
Permintaan pasar terhadap telur itik semakin meningkat seiring dengan banyak bermunculan usaha industri rumah tangga seperti usaha telur asin dan produk kue olahan yang berbahan dasar telur itik. Selain itu, harga telur itik yang terjangkau oleh semua kalangan membuat telur itik memiliki peluang pasar yang besar. Potensi wilayah yang strategis yakni dekat dengan Pasar Gubug dan Terminal Gubug, maka peluang untuk memasarkan telur dan daging itik dalam berbagai produk yang siap dikonsumsi juga cukup besar yaitu dengan membuka kios produk olahan itik dan menjalin kerjasama dengan rumah makan/warung makan.
6. Permasalahan
Ada beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh anggota kelompok usaha dalam upaya pengembangan usaha pemeliharaan ternak itik lokal yaitu: 1. Peluang untuk mengembangkan usaha sangatlah besar, namun tidak di dukung
oleh modal yang dimiliki.
2. Sistem beternak masyarakat yang masih tradisional, sehingga perlu adanya inovasi dengan menerapkan sistem yang berbasis pada teknologi tepat guna dan intensif.
BAB III
RENCANA USAHA KELOMPOK (RUK) ITIK PETELUR LOKAL
No. Uraian Perincian Perhitungan Jumlah (Rp.)
Volume Harga
Pengadaan Ternak Itik Petelur Lokal
1. Pembelian ternak itik dewasa siap produksi (Indukan) 1.500 ekor 75.000 112.500.000 Kebutuhan Untuk Pemeliharaan Itik Petelur Lokal
2. Pembuatan kandang tambahan 5 unit 2.730.000 13.650.000
3. Penyediaan pakan 1 paket 36.720.000 36.900.000
4. Obat-obatan 1 paket 4.500.000 4.500.000
5. Mesin tetas 2 unit 2.000.000 4.000.000
6.. Mesin penggiling jagung 1 unit 3.500.000 3.500.000
7. Mesin penggiling daging 1 unit 4.000.000 4.000.000
JUMLAH KEBUTUHAN MODAL KERJA
Rp. 179.050.000
Kelompok Tani Ternak Itik “Tanggul Karya Mandiri” Mengetahui, Ketua Kepala desa Rowosari
( Eko Leksono ) ( Markin Hadi W )
RENCANA ANGGARAN BELANJA (RAB) ITIK PETELUR LOKAL
No. Uraian Perincian Perhitungan Jumlah (Rp.)
Volume Harga
A. RENCANA ANGGARAN BELANJA
Pengadaan Ternak Itik Petelur Lokal
1. Pembelian ternak itik dewasa siap produksi (Indukan) 1.500 ekor 75.000 112.500.000 Kebutuhan Untuk Pemeliharaan Itik Petelur Lokal
Papan 400 lembar 6.000.000 Asbes 75 lembar 60.000 4.500.000 Bambu 250 batang 12.000 3.000.000 Paku 15 kg 10.000 150.000 3. Penyediaan pakan Dedak 5.400 kg 3.000 16.200.000 Kosentrat 1.800kg 8500 15.300.000 Aking 1.800 kg 3000 5.400.000 4 Obat-obatan 1 paket 4.500.000 4.500.000
5 Mesin tetas 2 unit 2.000.000 4.000.000
6 Mesin penggiling jagung 1 unit 3.500.000 3.500.000
7 Mesin penggiling daging 1 unit 4.000.000 4.000.000
JUMLAH RENCANA ANGGARAN BELANJA
179.050.000
Kelompok Tani Ternak Itik “Tanggul Karya Mandiri” Mengetahui, Ketua Kepala desa Rowosari, ( Eko Leksono ) ( Markin Hadi W. )
BAB IV
ANALISA USAHA TERNAK ITIK PETELUR
A. Pendapatan Kelompok
No. Uraian Volume Harga satuan (Rp) Jumlah (Rp)
1. Penjualan telur itik segar per tahun 432.000 butir 1.600 691.200.000 2. Penjualan itik afkir pertahun 1.350 ekor 45.000 60.750.000
B. Biaya Pengeluaran Kelompok
No. Uraian Volume Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp)
1. Pembelian dedak per tahun 64.800 kg 3000 194.400.000 Pembelian konsentrat pertahun 21.600 kg 85000 183.600.000 Pembelian Aking pertahun 21.600 kg 3000 64.800.000 3. Pembelian itik dewasa pertahun 1.500ekor 75.000 112.500.000 4. Obat-obatan dan mineral pertahun 240 sacet 12.000 2.880.000
Jumlah Pengeluaran Kelompok Per Tahun 558.180.000
C. Proyeksi Laporan Keuangan 1. Proyeksi Laporan Laba Rugi
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
Akun 1 2 3 4 5
Pendapatan
Penjualan Telur Rp 691.200.000 Rp 725.760.000 Rp 762.048.000 Rp 800.150.400 Rp 840.157.920 penjualan bebek afkiran Rp 60.750.000 Rp 63.787.500 Rp 66.976.875 Rp 70.325.719 Rp 73.842.005
jumlah pendapatan Rp 751.950.000 Rp 789.547.500 Rp 829.024.875 Rp 870.476.119 Rp 913.999.925 Biaya Pembelian pakan Rp 442.800.000 Rp 464.940.000 Rp 488.187.000 Rp 512.596.350 Rp 538.226.168 Pembelian obat Rp 2.880.000 Rp 3.024.000 Rp 3.175.200 Rp 3.333.960 Rp 3.500.658 Pembelian bebek Rp 112.500.000 Rp 118.125.000 Rp 124.031.250 Rp 130.232.813 Rp 136.744.453 Biaya penyusutan peralatan Rp 2.300.000 Rp 2.300.000 Rp 2.300.000 Rp 2.300.000 Rp 2.300.000 Biaya penyusutan kandang Rp 2.730.000 Rp 2.730.000 Rp 2.730.000 Rp 2.730.000 Rp 2.730.000
Laba bersih sebelum pajak Rp 188.740.000 Rp 203.458.500 Rp 213.631.425 Rp 224.312.996 Rp 235.528.646
Pajak penghasilan 25% Rp 47.185.000 Rp 50.864.625 Rp 53.407.856 Rp 56.078.249 Rp 58.882.162
Laba bersih Rp 141.555.000 Rp 152.593.875 Rp 160.223.569 Rp 168.234.747 Rp 176.646.485
Presentase laba 19% 19% 19% 19% 19%
2. Proyeksi Laporan Arus Kas
Tahun ke Tahun ke Tahun ke Tahun ke Tahun ke
KETERANGAN 1 2 3 4 5
SUMBER DANA
A. Sumber Dana operasi
Laba bersih setelah Pajak ( EAT ) 141.555.000 152.593.875 160.223.569 168.234.747 176.646.485 Akum. Penyusutan 5.030.000 5.030.000 5.030.000 5.030.000 5.030.000
- - -
Jumlah Sumber Dana operasi 146.585.000 157.623.875 165.253.569 173.264.747 181.676.485
A. Sumber Investasi/ Pendanaan
- Setoram Modal / Investor 179.050.000
- - - -
Jumlah Sumber Dana 179.050.000
PENGELUARAN
> Pembelian itik 112.500.000
> Biaya pakan 36.900.000
> Biaya obat-obatan 4.500.000
> Pembelian Aktiva berwujud 11.500.000
> Pembuatan kandang 13.650.000
Jumlah Pengeluaran 179.050.000
-
Saldo Kas Awal - - 146.585.000 304.208.875 469.462.444 642.727.191
Saldo Kas Akhir - 146.585.000 304.208.875 469.462.444 642.727.191 824.403.675
3. Proyeksi Laporan Neraca
KETERANGAN - Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
1 2 3 4 5 Aset Lancar > Kas 146.585.000 304.208.875 469.462.444 642.727.191 824.403.675 > Itik 112.500.000 112.500.000 112.500.000 112.500.000 112.500.000 112.500.000 > Persediaan obat 4.500.000 4.500.000 4.500.000 4.500.000 4.500.000 4.500.000 > Persediaan Pakan 36.900.000 36.900.000 36.900.000 36.900.000 36.900.000 36.900.000
Jumlah Aset Lancar 300.485.000 458.108.875 623.362.444 796.627.191 978.303.675
Axet Berwujud
- Harga Perolehan 25.150.000 25.150.000 20.120.000 15.090.000 10.060.000 5.030.000 - Akumulasi Penyusutan 5.030.000 5.030.000 5.030.000 5.030.000 5.030.000
Nilai Buku Aset Berwujud 179.050.000 20.120.000 15.090.000 10.060.000 5.030.000 -
JUMLAH ASET 179.050.000 320.605.000 473.198.875 633.422.444 801.657.191 978.303.675
- Modal Disetor 179.050.000 179.050.000 179.050.000 179.050.000 179.050.000 179.050.000
- Laba ditahan - 141.555.000 294.148.875 454.372.444 622.607.191
- Laba tahun berjalan 141.555.000 152.593.875 160.223.569 168.234.747 176.646.485
- - - -
Jumlah Modal 179.050.000 320.605.000 473.198.875 633.422.444 801.657.191 978.303.675
- - - -
4. Analisa Kelayakan Investasi Payback Period
PP = n + Jumlah Investasi Awal - Jumlah Komulatif Arus Kas Pada Tahun ke-n
(Jumlah Komulatif Arus Kas Pada Tahun ke -n+1 - Jumlah Komulatif Arus Kas Pada Tahun ke-n)
= 1+ 179.050.000 - 146.585.000 x 1 tahun 304.208.875 - 146.585.000 = 1+ 32.465.000 x 1 Tahun 157.623.875 = 1+ 0,205964 x 1 Tahun = 1+ 0,205964 tahun = 1+ 0,205964 x 12 bulan = 1 tahun 2,5 bulan 1 tahun 3 bln
Net Present Value ( NPV )
Tahun INVESTASI PROCEEDS DF=25% PV INVESTASI
0 179050000 - 1 179050000 1 - 146585000 0,0281 4119038,5 2 - 157623875 0,0225 3546537,188 3 - 165253568,8 0,018 2974564,238 4 - 173264747,2 0,0144 2495012,36 5 - 181676484,5 0,0115 2089279,572 TOTAL 194274431,9
Profitability Index ( PI)
PI= Total Pv kas Masuk Investasi Awal = 194274431,9 179050000 = 1,085028941 Analisa Tingkat sensitifitas
Asumsi produktifitas itik petelor 80% dari jumlah itil Asumsi untuk kematian itik 10% pertahun
Asumsi Biaya dan pendapatan setiap tahun meningkat 5% Metode penyusutan Asset menggunakan metode garis lurus
Masa produktifitas itik petelor adalah 1 tahun dan itik akan dijual sebagai itik pedagin
BAB V
RENCANA KEGIATAN
A. Persiapan
Sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai perlu adanya persiapan baik berupa struktur organisasi dan kepengurusan kelompok, perbaikan dan kelengkapan buku administrasi
B. Penentuan Calon Peternak Penerima Bantuan 1. Peternak terdaftar sebagai anggota kelompok tani/ternak.
2. Sanggup memenuhi peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh kelompok tani atau pemberi bantuan modal.
C. Perbaikan Kandang
Kelompok tani ternak itik ”Tanggul Karya Mandiri” telah memiliki kandang sebanyak 3 unit dengan ukuran masing-masing 5x7 meter, tetapi perlu dilakukan perbaikan agar kenyamanan ternak menjadi lebih terjaga sehingga akan menunjang kesehatan ternak yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ternak.
D. Seleksi dan Pembelian Indukan
1. Untuk mendapatkan indukan yang berkualitas dibutuhkan seleksi oleh calon peternak. 2. Pembelian indukan dilakukan secara transparan dan dilakukan secara bersama-sama antara
pelaksana teknis dan peternak dalam rangka transaksi pembelian indukan, sehingga diperoleh kepuasan diantara penjual dan pembeli.
E. Pelaksanaan
Pembelian indukan serta pemeliharaan itik akan dilaksanakan setelah ada realisasi dana dari Pihak Pemberi Dana.
F. Pengembangan Usaha Ternak Itik Petelur Lokal
Pengembangan usaha ternak itik selanjutnya, kelompok tani ternak itik ”Tanggul Karya Mandiri” akan membentuk industri rumah tangga yang mampu memproduksi aneka kue dan berbagai macam olahan dari telur itik, membentuk pembibitan itik dan penggemukan itik pedaging serta pembuatan pakan tambahan ternak itik dengan memanfaat keong mas
G. Pengembangan Kemitraan Dan Pemasaran Hasil Usaha Ternak Itik Petelur Lokal Mengembangkan kemitraan dan menjalin kerjasama dengan Koperasi Tani Ternak di Kabupaten Grobogan . Telur itik memiliki aspek pasar yang luas mulai dari pasar tradisional, warung-warung nasi, penjual bakso, lesehan, rumah makan, restoran, hingga pasar modern yang ada di kota besar. Semua komponen pasar tersebut berpotensi menjadi target pemasaran daging dan telur itik. Pemasaran hasil usaha ternak itik petelur ini didukung oleh letak usaha ternak yang strategis, dimana lokasinya dekat dengan jalan raya, warung dan lesehan, pasar Gubug, Terminal Gubug, Pasar Kapung,pasar Tegowanu dan Pasar Tanggung. Kegiatan pemasaran itik dan telurnya dilaksanakan secara transparan dengan semua anggota kelompok ternak.
H. Pendapatan dan Pola Bagi Hasil
Tingkat keuntungan yang diperoleh diperuntukan untuk kesejahteraan peternak sebesar 70 % , untuk menambah modal sebesar 20 % dari keuntungan dan 10% untuk Kas Karang Taruna sebagai pendamping.
I. Rencana Pengembangan Kelompok
Pengembangan usaha beternak itik akan dikelola dengan manajemen agribisnis dimana anggota kelompok akan mengelola usaha dengan tujuan untuk mengoptimalkan pendapatan melalui hal-hal sebagai berikut :
- Pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam melaksanakan rencana yang telah ditetapkan dalam musyawarah.
- Manajemen pemeliharaan akan diperhatikan seperti kesehatan, pemeliharaan indukan, pemberian pakan, jenis dan variasi pakan, penanganan kandang dan limbah.
- Pemasaran hasil ternak itik dengan menambah jalinan kerja sama untuk pengembangan usaha.
- Mengembangkan pola peternakan terpadu dengan pertanian. J. Pola Pemeliharaan Ternak Itik Petelur Lokal
Itik yang dipelihara pada awal kegiatan adalah itik indukan yang siap bertelur (umur 6-7 bulan). Telur yang diproduksi itulah yang akan dimanajemen yaitu 10% produksi telur akan diolah menjadi telur asin dan 90% prosuksi telur akan dijual dalam bentuk telur segar.
K. Pelaporan
Panitia Karang Taruna dan Pengurus kelompok tani ternak itik ”Tanggul Karya Mandiri” akan melakukan pelaporan secara rutin tentang kegiatan-kegiatan yang telah terlaksana baik kepada anggota, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Grobogan dan pihak-pihak terkait untuk mengetahui perkembangan kelompok.
BAB VI PENUTUP
Permasalahan kekurangan daging dan telur yang masih dihadapi pemerintah Indonesia sampai saat ini, akan dapat teratasi apabila ditindak lanjuti dengan menggulirkan
dengan program percepatan swasembada daging asal unggas dan inovasi pengolahan telur yang akan dilaksanakan ditingkat kelompok tani ternak sebagai salah satu ujung tombak pembangunan pertanian dan peternakan yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Harapan kami semoga proposal usaha pengembangan ternak itik lokal ini mendapat dukungan dari pemerintah melalui penyaluran dana bantuan untuk pengadaan ternak itik pada Kelompok Tani Ternak Itik ”Tanggul Karya Mandiri” dalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan serta menumbuhkan semangat wira usaha bagi pemuda pemudi desa.
Wassalam,
Sekretaris Karang Taruna,
Lintang
SUSUNAN PENGURUS KELOMPOK TANI TERNAK ITIK “TANGGUL KARYA MANDIRI”
LINGKUNGAN DESA ROWOSARI KECAMATAN GUBUG KOTA PURWODADI Pembina / pelindung Penasehat :
1. Lurah Rowosari
2. Karang Taruna Yudha Bakti
KELOMPOK TANI TERNAK ITIK “ TANGGUL KARYA MANDIRI” LINGKUNGAN DESA ROWOSARI
KECAMATAN GUBUG KOTA PURWODADI Daftar Nama Anggota Dan Kepemilikan Ternak Itik
No. Nama Jabatan Kepemilikan
Ternak Itik (Ekor)
1. Eko Leksono Ketua 15
2. Bambang Sekretaris 10
3. Solikin Bendahara 10
4. Tino Seksi Keswan 12
5. Budi Prasetyo Seksi Pemasaran 10
6. Kairi Anggota 10
7. Rebo Anggota 11
8. Sumantri. Anggota 12
9. Mahmud Anggota 10
10. Amir Anggota 8
11. Haerul Fahmi Anggota 12
12. Bahmin Anggota 10
13. Jaini Anggota 7
Jumlah Ternak Itik Dalam Kelompok “Tanggul Karya mandiri ” 265 .
Mengetahui Ketua Kelompok Tani Ternak Kepala Desa Rowosari, “Tunas Kasih”
Markin Hadi W. Eko Leksono
SURAT PERNYATAAN
PENGUKUHAN KELOMPOK TANI TERNAK ITIK ”TANGGUL KARYA MANDIRI ”
LINGKUNGAN DESA ROWOSARI KECAMATAN GUBUG KOTA PURWODADI
Yang bertanda tangan dibawah ini Lurah desa Rowosari Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Kota Purwodadi, menerangkan dengan sebenarnya bahwa:
Setelah memperhatikan prosedur pembentukan kelompok tani ternak yang dilakukan oleh Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan, kami memberikan pengukuhan kepada Kelompok Tani Ternak Itik ”Tanggul Karya Mandiri” desa Rowosari Kecamatan Gubug, pada tanggal 26 september 2014 dengan jumlah anggota orang, dengan susunan pengurus terdiri dari :
Ketua : Eko Leksono Sekretaris : Bambang Bendahara : Solikin
Pemberian piagam pengukuhan dimaksudkan untuk menjadi pendorong anggota Kelompok Tani Ternak untuk terus mengembangkan diri dan sekaligus sebagai identitas kelompok. Rowosari, 26 september 2014 Lurah Rowosari, ( Markin Hadi W. )