• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB 1"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH NOMOR  04  TAHUN  2011

TENTANG

RENCANA   PEMBANGUNAN   JANGKA   MENENGAH   DAERAH   (RPJMD) PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2011­2016

DOKUMEN   RENCANA   PEMBANGUNAN   JANGKA   MENENGAH   DAERAH (RPJMD) PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2011­2016

BAB I

P  E  N  D  A  H  U  L  U  A  N

1.1. Latar Belakang

Hakekat   Pembangunan   Nasional   meliputi   pembangunan   manusia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia, maka fungsi pembangunan   daerah   adalah   sebagai   bagian   integral   dari   Pembangunan Nasional  secara utuh dan terpadu. Oleh karena itu, maka hubungan yang serasi   dan   selaras   antara   Pembangunan   Sektoral   dengan   Pembangunan Daerah   senantiasa   terpelihara,   dikembangkan,   ditingkatkan   dan dimantapkan atas dasar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Sejatinya,   pembangunan   di   daerah   Sulawesi   Tengah   dalam   kurun waktu Tahun 2006­2011 pada satu sisi telah memberikan hasil yang positif dalam berbagai bidang pembangunan. Namun berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, pada sisi lainnya harus diakui, masih terdapat berbagai masalah  penting  dan   mendasar   yang  harus  segera  diatasi,   dan  berbagai permasalahan   lainnya   yang   berkembang   seiring   dengan   tingkat perkembangan kemajuan pembangunan tersebut.

Berbagai permasalahan mendasar tersebut antara lain; relatif tingginya persentase   dan   besarnya   jumlah   penduduk   yang   hidup   di   bawah   garis kemiskinan,   rendahnya   tingkat   kesejahteraan   masyarakat,   terdapat kecenderungan  memburuknya  distribusi  pendapatan,   masih   rendahnya daya beli masyarakat, kebutuhan akan hak­hak dasar manusia yang belum sepenuhnya dapat terpenuhi secara merata dan adil, kondisi infrastruktur yang   belum   memadai,   kondisi   produk   barang   dan   jasa   yang   tingkat produktivitasnya masih rendah. 

(2)

Berdasarkan   pada   realitas   tersebut,   tantangan   yang   menghadang dalam kurun waktu lima tahun ke depan, tidak hanya berorientasi pada peningkatan   pertumbuhan   ekonomi   semata,   akan   tetapi   perlu   didukung dengan   penanggulangan   kemiskinan,   yang   diiringi   dengan   pemerataan pembangunan dan penciptaan lapangan kerja. 

Ikhtiar   penanganannya   akan   dilaksanakan   dengan mempertimbangkan baik pendekatan sektoral maupun kewilayahan serta melibatkan   partisipasi   aktif   dari   berbagai   pemangku   kepentingan (stakeholders)   di   Sulawesi   Tengah.   Dalam   kerangka   meningkatkan sinergitas, sinkronisasi dan integrasi segenap potensi di Sulawesi Tengah, dibutuhkan sebuah rencana pembangunan yang dapat menjadi pedoman bagi   seluruh   pemangku   kepentingan   dalam   memberikan   kontribusi   bagi pembangunan   daerah   di   Sulawesi   Tengah   dalam   kurun   waktu   5   (lima) tahun   ke   depan.   Rencana   pembangunan   tersebut   diwujudkan   dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

Rencana   Pembangunan   Jangka   Menengah   Daerah   (RPJMD)   Provinsi Sulawesi   Tengah   merupakan   dokumen   perencanaan   manajerial komprehensif sekaligus sebagai perencanaan taktis strategis daerah, yang mana   penyusunannya   merupakan   penjabaran   dari   visi   dan   misi   Kepala Daerah. 

Pembangunan   Daerah   adalah   pencerminan   aspirasi   rakyat   dengan mengembangkan   kehidupan   masyarakat   maju   yang   mandiri   untuk peningkatan   kesejahteraan   dan   kemakmuran   masyarakat   yang   terus menerus   dan   merata.   Selanjutnya   dalam   rangka   mendorong   terciptanya pertumbuhan   dan   pengembangan   potensi   daerah   serta   menimbang   dan mengingat perlunya penyusunan program pembangunan yang lebih fokus, terarah   dan   bertahap   sebagaimana   diamanatkan   dalam   Undang­undang Nomor   25   Tahun   2004   tentang   Sistem   Perencanaan   Pembangunan Nasional;   Undang­undang   Nomor   32   Tahun   2004   tentang   Pemerintahan Daerah;   Undang­undang   Nomor   17   Tahun   2007   tentang   Rencana Pembangunan   Jangka   Panjang   Nasional   Tahun   2005­2025;   Peraturan Presiden   Republik   Indonesia   Nomor     5   Tahun   2010   tentang   Rencana Pembangunan   Jangka   Menengah   Nasional   Tahun   2010­2014;   dan Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka   Panjang   Daerah   (RPJPD)   Provinsi   Sulawesi   Tengah   Tahun   2005­ 2025   maka   Pemerintah   Provinsi   Sulawesi   Tengah   menyusun   agenda pembangunan   yaitu   Rencana   Pembangunan   Jangka   Menengah   Daerah (RPJMD) sesuai Visi ­ Misi dan Kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah masa bakti 2011­2016.

(3)

Sebagai  dokumen  perencanaan   jangka   menengah,   Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  Provinsi Sulawesi Tengah  Tahun 2011­2016  ini   memuat   visi,   misi,   strategi   dan   prioritas   program pembangunan   yang   dalam   penyusunannya   dilakukan   secara   partisipatif, teknokratis   dan   politis  dengan   melibatkan  pemangku   kepentingan  serta mengacu   pada   Peraturan   Pemerintah   Nomor   8   Tahun   2008   tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

Penyusunan   RPJMD  Provinsi  Sulawesi   Tengah   dilakukan   melalui beberapa tahapan yang merupakan suatu rangkaian proses yang berurutan sebagaimana diatur didalam Permendangri 54 Tahun 2010, mencakup:  Persiapan penyusunan RPJMD;

 Penyusunan rancangan awal RPJMD;  Penyusunan Rancangan RPJMD;  Pelaksanaan Musrenbang RPJMD;

 Perumusan Rancangan Akhir RPJMD; dan   Penetapan Peraturan Daerah tentang RPJMD. 

Perumusan   isi   dan   substansi   RPJMD   sangat   menentukan   kualitas dokumen   yang   akan   dihasilkan.   Tersusunnya   RPJMD   sangat   strategis untuk mengarahkan penyusunan rancangan Renstra SKPD dan berfungsi sebagai koridor perencanaan pembangunan indikatif selama 5 (lima) tahun yang disusun menggunakan pendekatan teknokratis dan partisipatif. 

Proses   dan   tahapan   penyusunan   RPJMD  Provinsi  Sulawesi   Tengah juga   dilakukan   melalui   berbagai   proses   konsultasi   baik   konsultasi   dan perumusan   bersama   satuan   Kerja   Perangkat   daerah   (SKPD)   maupun Konsultasi   Publik   dengan   melibatkan   multi   pihak   yang   kemudian   di tindaklanjuti dengan konsultasi dewan perwakilan rakyat (DPRD) sebagai representasi perwakilan masyarakat. 

Mekanisme   penyusunan   RPJMD  Provinsi  Sulawesi   Tengah   juga dilakukan   melalui  Musrenbang  RPJMD   yang  merupakan   forum musyawarah   antara   para   pemangku   kepentingan   untuk   membahas   dan menyepakati rancangan RPJMD. Tujuannya untuk mendapatkan masukan dan komitmen  para pemangku kepentingan pembangunan  daerah sebagai bahan penyempurnaan rancangan RPJM Daerah  menjadi rancangan akhir RPJMD. 

Dokumentasi   perumusan   dan   keseluruhan   tahap   perencanaan pembangunan   daerah   daerah   dijadikan   sebagai   kertas   kerja   (working paper). Suatu kertas kerja perumusan dan keseluruhan tahap penyusunan RPJMD merupakan dokumen yang tak terpisah dan dijadikan sebagai dasar penyajian dokumen.

(4)

Pembangunan    Daerah  secara   diagramatis   dapat   dilihat   pada   gambar berikut :

Gambar 1.1

Bagan Alir Tahapan Penyusunan RPJMD Provinsi

1.2. Dasar Hukum Penyusunan

Dalam   penyusunan   RPJMD   Provinsi   Sulawesi   Tengah   Tahun   2011­ 2016 sejumlah peraturan perundang­undangan digunakan sebagai rujukan yakni berdasarkan :

1. Undang­Undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang­Undang Nomor 2 Tahun 1964 Tentang Pembentukan  Tingkat I Sulawesi Tengah dan Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara dengan mengubah Undang­Undang Nomor 47 Prp Tahun 1960 tentang   Pembentukan   Daerah   Tingkat   I   Sulawesi   Utara­Tengah   dan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan­Tenggara (Lembaran Negara Republik Indonesia  Nomor   1964   Nomor  7)   menjadi   Undang­Undang   (Lembaran Persi dengan MENDA dengan MENDA

GRI

Ranca

ngan

Akhir

RPJMD

Pemba

hasan Provinsi

daerah lainnya Penelaah an RPJMN

dan RPJMD Provinsi

daerah lainnya n Strategi

dan arah kebijakan Perumusa n Strategi

dan arah kebijakan Perumusa

n Indikasi rencana program prioritas

yang disertai kebutuha Indikasi rencana program prioritas

yang disertai kebutuha masukan dan saran masukan dan saran Perumusa

n Kebijakan

umum dan program pembang

unan daerah Perumusa

n Kebijakan

umum dan program pembang

unan daerah

Pelaksana an Forum Konsultasi

Publik Pelaksana

an Forum Konsultasi

Publik

Analis is penge lolaan keuan lolaan keuan

Analisis isu-isu strateg

is Analisis

isu-isu strateg program prioritas

dan program prioritas

dan Indikator

Kinerja Daerah Penetapa

n Indikator

(5)

Negara Republik Indonsea Tahun 1964 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2687);

2. Undang­Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang   Bersih   dan   Bebas   Kolusi   dan   Nepotisme   (Lembaran   Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851;

3. Undang­Undang   Nomor   17   Tahun   2003   tentang   Keuangan   Negara (Lembaran   Negara   RepubliK   Indonesia   Tahun   2003   Nomor   47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang­Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

5. Undang­Undang   Nomor   15   Tahun   2004   tentang   Pemeriksaan Pengelolaan   dan   Tanggungjawab   Keuangan   Negara   (Lembaran   Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 4400);

6. Undang­Undang   Nomor   25   Tahun   2004   tentang   Sistem   Perencanaan Pembangunan   Nasional   (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun 2004   Nomor   104,   Tambahan   Lembaran   Negara   Republik   Indonesia Nomor 4421);

7. Undang­Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2004   Nomor   125, Tambahan   Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Nomor   4437) sebagaimana   telah   diubah   dengan   Undang­Undang   Nomor   8   Tahun 2005   tentang   Penetapan   Peraturan   Pemerintah   Pengganti   Undang­ Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang­Undang   (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2005 Nomor 109,  Tambahan Lembaran  Negara Republik     Indonesia Nomor 4548);

8. Undang­Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara   Pemerintah   Pusat   dan   Pemerintah   Daerah   (Lembaran   Negara Republik   Indonesia   Tahun   2004   Nomor   126,   Tambahan   Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

9. Undang­undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005­2025 (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4700);

10. Undang­Undang   Nomor   26   Tahun   2007   tentang   Penataan   Ruang (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2007   Nomor   68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 

(6)

12. Peraturan   Pemerintah   Republik   Indonesia   Nomor   38   Tahun   2007 tentang   Pembagian   Urusan   Pemerintahan   antara   Pemeirntah   Daerah Provinsi   dan   Pemerintah   Daerah   Kabupaten/Kota   (Lembaran   Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

13. Peraturan   Pemerintah   Nomor   41   Tahun  2007   tentang   Organisasi Perangkat  Daerah  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2007 Nomor  89,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Nomor 4741);

14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman   Evaluasi   Penyelenggaraan   Pemerintahan   Daerah   (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008  Nomor 19 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008  tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan,   Pengendalian   dan   Evaluasi   Pelaksanaan   Rencana Pembangunan   Daerah  (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun 2008 Nomor 21 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

16. Peraturan Pemerintah Rpublik Indonesia Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata   Cara   Pelaksanaan   Tugas   dan   Wewenang   serta   Kedudukan Keuangan   Gubernur   sebagai   Wakil   Pemerintah   di   Wilayah   Provinsi (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2010   Nomor   25), sebagaimana  telah  diubah  dengan  Peraturan   Pemerintah   Republik Indonesia   Nomor   23   Tahun   2011   tentang  Perubahan   Atas   Peraturan Pemerintah   Nomor   19   Tahun   2010   Tentang   Tata   Cara   Pelaksanaan Tugas Dan Wewenang Serta Kedudukan Keuangan Gubernur   Sebagai Wakil   Pemerintah   Di   Wilayah   Provinsi  (Lembaran   Negara   Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 44);

17. Peraturan   Presiden   Nomor   5   Tahun   2010   tentang   Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010­2014;  18. Peraturan   Menteri   Dalam  Negeri   Nomor  13   Tahun  2006   tentang

Pedoman  Pengelolaan  Keuangan  Daerah,  sebagaimana  telah  diubah dengan   Peraturan   Menteri   Dalam   Negeri   Nomor   59   Tahun   2007 tentang  Perubahan  Atas  Peraturan  Menteri  Dalam  Negeri  Nomor  13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

19. Peraturan   Menteri   Dalam   Negeri   Nomor   54   Tahun   2010     tentang Pelaksanaan   Peraturan   Pemerintah   Nomor   8   Tahun   2008   tentang Tahapan,   Tatacara   Penyusunan,   Pengendalian,   dan   Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

(7)

proses revisi sesuai dengan amanat Undang­Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

21. Peraturan   Daerah   Provinsi   Sulawesi   Tengah   Nomor   04   Tahun   2008 tentang     Organisasi   dan   Tata   Kerja   Sekretariat   Daerah     Provinsi Sulawesi Tengah;

22. Peraturan   Daerah   Provinsi   Sulawesi   Tengah   Nomor   05   Tahun   2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Provinsi Sulawesi Tengah;

23. Peraturan Daerah Nomor 06  Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja  Dinas­Dinas  Daerah Provinsi Sulawesi Tengah;

24. Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja   Inspektorat,   Badan   Perencanaan   Pembangunan   dan   Lembaga Teknis Daerah Provinsi Sulawesi Tengah;

25. Peraturan   Daerah   Nomor   06   Tahun   2009   tentang   Rencana Pembangunan   Jangka   Panjang   Daerah   (RPJPD)   Provinsi   Sulawesi Tengah Tahun 2005­2025 (lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 6).

1.3. Hubungan Antar Dokumen

Pemerintah   Daerah   dalam   membuat   perencanaan   pembangunan menghasilkan   beberapa   jenis   dokumen   perencanaan   dan   penganggaran yaitu:  Rencana Pembangunan  Jangka Panjang Daerah (RPJPD),  Rencana Pembangunan   Jangka   Menengah   Daerah   (RPJMD),   Rencana   Tata   Ruang Wilayah   (RTRW),   Rencana   Strategis   Satuan   Kerja   Perangkat   Daerah (Renstra SKPD), Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), dan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD). Disamping dokumen perencanaan   dan   pengangaran   tersebut   diatas,   dalam   mewujudkan akselerasi   pembangunan   secara   menyeluruh,   Pemerintah   Daerah   juga memperhatikan   dan   mempertimbangkan   beberapa   kesepakatan   nasional maupun   daerah,   seperti   pelaksanaan   Inpres   No   3   Tahun   2010   tentang Program Pembangunan Yang Berkeadilan,  Desain Besar Penataan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2010­2025 dan lain sebagainya. 

RPJMD   yang   merupakan   penjabaran   dari   Visi,   Misi   dan   program Kepala   Daerah,   penyusunannya   berpedoman   pada   RPJPD   dengan memperhatikan   RPJMN,   RPJMD   dijabarkan   dalam   RKPD   dan   menjadi pedoman   SKPD   dalam   menyusun   Renstra   SKPD,   Renja   SKPD   dan   RKA SKPD. 

(8)

Dokumen   RPJMD   provinsi   dilakukan   penyelarasan   dengan   RPJMN melalui   pencapaian   visi,   misi,   tujuan,   sasaran,   kebijakan,   strategi   dan program pembangunan daerah dengan prioritas dan program pembangunan nasional.

RPJMD ini juga menjadi pedoman penyusunan RKPD Provinsi Sulawesi Tengah  yang memuat   kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan rencana   pendanaan, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun yang dilakukan melalui partisipasi masyarakat. Sehingga RPJMD menjadi dokumen perencanaan bagi setiap Satuan Kerja Perangkat   Daerah   (SKPD)   di   lingkungan   Pemerintah  Provinsi   Sulawesi Tengah  dalam   menyusun   Rencana   Strategis   (Renstra)   masing­masing SKPD.

Gambar 1.2

Bagan Hubungan Antar Dokumen Perencanaan

1.4. Sistematika Penulisan

Rencana   Pembangunan   Jangka   Menengah   Daerah   (RPJMD)   Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2011­2016,  disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB I  PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1.2. Dasar Hukum Penyusunan 1.3. Hubungan Antar Dokumen 1.4. Sistematika Penulisan 1.5. Maksud dan Tujuan

BAB II  GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1. Aspek Geografi dan Demografi

RPJP

NASIO

NAL

RPJP

NASIO

NAL

DIPERHATIKAN

PEDOMAN

20 TAHUN 5 TAHUN

5 TAHUN PEDOMAN 1 TAHUN PEDOMAN DIJABARKAN

DIJABARKAN

20 TAHUN

PEDOMAN

5 TAHUN 1 TAHUN 1 TAHUN DIACU

RPJM

NASIO

NAL

RPJM

NASIO

NAL

RK

P

RK

P

RPJP

SULTE

NG

RPJP

SULTE

NG

RPJMD

SULTE

NG

RPJMD

SULTE

NG

RK

PD

RK

PD

RENST

RA

SKPD

RENST

RA

SKPD

RENJA

SKPD

RENJA

SKPD

(9)

2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat 2.3. Aspek Pelayanan Umum

2.4. Aspek Daya Saing Daerah

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu

3.2. Kebijakan Keuangan Masa Lalu 3.3. Kerangka Pendanaan

BAB IV ANALISIS ISU­ISU STRATEGIS  4.1. Permasalahan Pembangunan 4.2. Isu Strategis Pembangunan BAB V VISI, MISI, TUJUAN  DAN SASARAN

5.1. Visi 5.2. Misi

5.3. Tujuan dan Sasaran

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB VIII INDIKASI   RENCANA   PROGRAM   PRIORITAS   YANG   DISERTAI

KEBUTUHAN PENDANAAN

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN

1.5 Maksud dan Tujuan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah   Daerah (RPJMD)   Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2011­2016  ditetapkan dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :

1.5.1 Maksud

a. Secara   umum,   RPJMD   ini   memberikan   arah   bagi   seluruh   pemangku kepentingan baik Pemerintah, Pemerintah Daerah, masyarakat maupun dunia usaha di dalam mewujudkan cita­cita dan tujuan pembangunan daerah yang berkesinambungan;

(10)

1.5.2 Tujuan

a. Menjabarkan   gambaran   tentang   kondisi   umum   daerah   sekarang sekaligus   untuk   memberi   arah   dan   tujuan   yang   ingin   dicapai   dalam rangka mewujudkan visi, misi pembangunan daerah;

b. Memudahkan seluruh jajaran aparatur Pemerintah Daerah dan DPRD dalam mencapai tujuan dengan menyusun program dan kegiatan secara terpadu, terarah dan terukur;

Gambar

Gambar 1.1Bagan Alir Tahapan Penyusunan RPJMD Provinsi
Gambar 1.2Bagan Hubungan Antar Dokumen Perencanaan

Referensi

Dokumen terkait

Keadaan hubungan latar belakang yang berbeda sering menjadi penyebab hubungan antar siswa yang kurang harmoni. Siswa cenderung membuat kelompok bermain.. yang

[r]

[r]

[r]

SEKRETARIAT DPRD Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor.. Biaya Dekorasi Billboard

 Siswa mendengarkan penjelasan guru cara membaca banyak kubus sesuai dengan gambar yang terdapat pada Buku Siswa.. (

Terdapatnya penurunan emisi bernilai negatife (-) dengan persentase di anggap 0 % dikarenakan kegiatan aksi mitigasi tidak dilakukan gas metan hanya

Dalam perencanaan mesin hidrolik die casting akan di rancang gaya penekanan yang di perlukan untuk mengepres cetakan cor, perencanaan actuator yang meliputi