MAKALAH BIOLOGI
“Struktur Tubuh Hewan”
Dosen pengampu:
Silfia Ilma, M.Pd
OLEH
DISUSUN OLEH:
INDAH CAHYANI
NPM: 1740604004
SULASTRI HANDAYANI
NPM: 1740604046
LUSIANA LERIM
NPM: 1740604064
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan
karunia kepada hambanya, sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini
berjudul “Struktur Tubuh Hewan” ini dilakukan dalam rangka menyelesaikan
tugas pendidikan matematika.
Semoga mereka mendapatkan limpahan karuinia yang setimpal dari Allah
SWT. Atas segala jasa-jasanya dalam mewujudkan makalah ini. Semoga makalah
“Struktur Tubuh Hewan” dalam study pendidikan matematika ini dapat memberi
manfaat yang sebesar besarnya bagi peningkatan mutu perkuliahan , juga bagi
kemajuan FKIP Borneo jurusan Pendidikan Matematika dan dunia pendidikan
pada umumnya. Segala saran - saran perbaikan terhadap makalah ini akan kami
terima dengan senang hati , dan sebelumnya kami kelompok lima mengucapkan
banyak terima Kasih.
Tarakan, Oktober 2017
Halaman
Kata Pengantar...i
Daftar Isi ...ii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah...2
C. Tujuan ...2
D. Manfaat ...2
BAB II PEMBAHASAN ...3
A. Penggolongan Hewan Berdasarkan Struktur Tubuh ...3
B. Penggolongan Hewan Berdasarkan ada tidaknya Jaringan ...3
C. Penggolongan Hewan Berdasarkan Sifat Rongga Tubuh ...4
D. Penggolongan Hewan Berdasarkan Vertebrae ...5
BAB III PENUTUP ...20
A. Kesimpulan ...20
B. Saran ...20
BAB I sekitar satu juta spesies hewan dengan struktur dan bentuk tubuh yang beraneka ragam. Hewan menempati hampir semua ekosistem di bumi, namun kebanyakan spesies hewan hidup di air.
Hewan-hewan tersebut selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Nama latin hewan adalah Animalia (Latin, anima = jiwa). klasifikasi hewan dapat dilakukan berdasarkan ada tidaknya jaringan penyusun tubuh, yaitu parazoa dan eumetazoa. Parazoa adalah hewan yang tidak memiliki jaringan sejati, hewan-hewan anggota filum Porifera (hewan spons). Sementara eumeratozoa adalah hewan yang memiliki jaringan sejati, yaitu anggota filum hewan lainnya (Nematoda, Annelida, Mollusca, Cnidaria, Ctenophora, Platyhelminthes, dan lainnya). Klasifikasi hewan juga dapat dilakukan berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, yaitu invertebrata (tidak memiliki tulang belakang) dan vertebrata (memiliki tulang belakang).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penggolongan hewan berdasarkan ada tidaknya jaringan? 2. Bagaimana penggolongan hewan berdasarkan sifat rongga tubuh? 3. Bagaimana penggolongan hewan vertebrata dan invertebrata?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dari makalh ini adalah sebagai berikut:
1. Agar penulis maupun pembaca dapat mengetahui bagaimana penggolongan hewan berdasarkan ada tidaknya jaringan, sifat rongga tubuh dan penggolongan hewan vertebrata dan invertebrata.
D. Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A. Penggolongan Hewan Berdasarkan Struktur Tubuhnya
Secara bahasa klasifikasi memiliki arti mengelompokan atau menggolongkan, jika diartikan secara umum klasifikasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengelompokan benda yang memiliki ciri-ciri yang sama dan memisahkan benda lainnya yang tidak memiliki kesamaan. Menurut Sulistyo Basuki menyatakan bahwa klasifikasi adalah “proses pengelompokan atau pengumpulan benda yang sama, serta memisahkan benda atas entitas yang berbeda”
B. Penggolongan Berdasarkan ada tidaknya Jaringan
Hewan dapat dikelompokkan berdasarkan ada tidaknya jaringan penyusun tubuh, yaitu parazoa dan eumetazoa.
Parazoa Eumetazoa
Berdasarkan jaringan dasar penyusun tubuh hewan terbagi atas: 1. Diploblastik
Hewan diploblastik yaitu kelompok hewan yang terdiri atas 2 lapisan jaringan dasar diantaranya yaitu lapisan dalam (endoderm) dan lapisan luar (ectoderm), contohnya pada porifera.
2. Triploblastik
Hewan triploblastik yaitu kelompok hewan yang terdiri atas 3 lapisan tubuh diantaranya yaitu ecdoderm, nesoderm (lapisan tengah) dan endoderm, contohnya Acelomata, pseudocelomata dan celomata.
Diploblastik Triploblastik
C. Penggolongan Hewan berdasarkan Sifat Rongga Tubuh
Yaitu hewan yang tubuhnya terdapat rongga atau ruang antar lapisan tubuh. Perkembangan selanjutnya rongga ini membentuk sistem organ tubuh, seperti sistem pencernakan, pernafasan, ekskresi, dan sebagainya.
2. Pseudocoelomata, yaitu dibatasi lapisan mesoderm. Minimal memiliki rongga gastrovasculer yang berperan
sebagai sistem pencernakan. Contoh : phylum Coelenterata, Annellida, Molusca, Echinodermata, dan Arthrophoda.
Berdasarkan simetris tubuhnya terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Simetri Radial
Hewan yang bentuk tubuhnya simetri radial dapat dibagi menjadi bagian yang sama jika ditarik bidang melewati garis tengah tubuh, contohnya pada anemone laut. Pada gambar dibawah, jika garis tengah di bagian oral ditarik ke bagian aboral, maka terbentuklah bidang simetri radial.
2. Simetri Bilateral
Hewan yang bentuk tubuhnya simetri bilateral hanya memiliki satu bidang pembelahan yang dapat membagi tubuhnya menjadi dua belahan yang sama persis, contohnya pada ikan. Jika bagian tubuh ikan dibelah pada bagian tengahnya, maka belahan tersebut akan menghasilkan 2 belahan yang sama persis yaitu bagian kiri dan kanan. Bagian tersebut itulah yang punggung ( tulang belakang). Karakteristik vertebrata antara lain: simetri bilateral, segmentasi tubuh, sistem pencernaan lengkap, sistem peredaran darah tertutup, dan tentunya memiliki endoskeleton atau bertulang belakang. Vertebrata telah memiliki alat tubuh yang lengkap antara lain adalah sebagai berikut:
a. Sistem pencernaan memanjang dari mulut hingga anus.
b. Sistem peredaran darah tertutup.
d. Alat pernafasan berupa paru-paru atau insang.
e. Sepasang alat reproduksi dikanan dan dikiri.
f. Sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon.
g. Sistem saraf yang terdiri dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum
tulang belakang) serta susunan saraf tepi (serabut saraf
).
Berdasarkan klasifikasinya hewan vertebrata terbagi atas beberapa bagian yaitu:
1) Ikan (Pisces)
Ikan memiliki habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan ini mempunyai sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. Termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm), yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Pisces berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Karakteristik atau ciri umum Pisces adalah:
a) Termasuk ke dalam jenis hewan vertebrata berdarah dingin yang tinggal di air.
b) Sistem pernapasan berupa insang atau operculum (tutup insang).
c) Struktur tubuh terdiri dari kepala, badan, dan ekor. d) Rangka tersusun dari kumpulan tulang sejati.
e) Memiliki jantung yang terdiri dari satu serambi dan satu bilik. f) Sisi luar tubuh terrtutup oleh sisik.
Jenis- jenis ikan sangat banyak, namun dapat kita bagi menjadi tiga kelas yaitu:
a) Kelas Agatha
hanya memiliki sirip tunggal, rangka dalam tubuhnya hanya tersusun atas tulang rawan dan jantungya hanya memiliki satu ventrikel. Ikan kelas ini misalnya ikan lamprey (Petromyzon sp.).
b) Kelas Condrichthyes
Condrichthyes berasal dari bahasa Yunani yakni “condros” yang artinya tulang rawan sedangkan “ichthyes” yang berarti ikan. Dari kata tersebut, maka dapat diketahui bahwa ikan kelas ini memiliki tulang rawan, mulut, lubang hidung berbentuk ventral, celah pharyngeal berjumlah luma buah atau lebih serta jantungnya memiliki satu ventrikel. Contoh ikan jenis ini antara lain ikan hiu, dan ikan cucut.
c) Kelas Osteichthyes
tertutup sehingga tidak bisa dilihat dari luar. Misalnya ikan lele, ikan gurami dan ikan tongkol.
2) Ampibi (Amphibia)
Jenis hewan yang satu ini yaitu hewan yang dapat bertahan hidup di dua alam, seperti katak dan katak ini jika masih kecil pernapasan nya menggunakan insang tetapi jika telah dewasa akan berubah dan akan menggunakan paru-paru sehingga katak dapat hidup di dua alam yaitu di darat dan di air.
Kelas ampibi ini telah di bagi menjadi 3 kelas ordo yaitu : a) Katak dan kodok (Anura)
c) Amfibi tidak berkaki (Apoda).
Ada beberapa ciri – ciri umum dan juga karakteristik yang dapat menjelaskan mengenai hewan amphibi, yaitu :
a) Merupakan jenis hewan yang bisa hidup di air dan juga di
darat, ataupun daerah dan juga lokasi degnan vegetasi yang lembab.
b) Memiliki dua sistem pernapasan, yaitu bisa bernapas dengan aparu – paru dan juga dengan kulit.
c) Memiliki jantung yang memiliki tiga ruang, yaitu satu buah bilik dan juga duah buah serambi
d) Proses perkembangbiakannya adalah dengan cara bertelur dan melalui proses fertilisasi secara eksternal.
3) Reptil (Reptilia)
Berikut ini adalah beberapa ciri umum dan juga karakteristik dari hewan yang masuk ke dalam filum melata alias reptilian :
a) Memiliki kulit yang cenderung kering dan juga bersisik. b) Sistem pernapasan yang menggunakan paru – paru. c) Merupakan jenis hewan berdarah dingin (porkoliokonal). d) Suhu tubuh dipengaruhi oleh suhu lingkungan sekitarnya. e) Merupakan jenis hewan yang bertelur dan juga vivipara
(beranak seperti ular).
f) Memiliki empat ruang pada jantung, yang masih belum
sempurna seperti kelas mamalia dan juga aves.
Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu:
a) Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang).
c) Crocodilia (bangsa buaya). Bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah).
4) Burung (Aves)
Ciri-ciri khusus kelas Aves adalah seluruh tubuh terlindung bulu, anggota gerak berupa sayap dan kaki, berdarah panas (homoioterm) tidak mempunyai gigi, mulut berupa paruh, berkembang biak dengan bertelur, dan jantung terdiri atas empat ruang.
Karakteristik atau ciri umum Aves adalah sebagai berikut:
a) Alat penglihatan, pendengaran, dan suara mendekati sempurna.
b) Termasuk ke dalah jenis hewan berdarah panas.
c) Fertilisasi (pembuahan) tersjadi secara internal (di dalam tubuh).
d) Jantung terdiri dari empat ruang, yaitu dua serambi dan dua bilik, strukturnya sudah lebih sempurna.
Aves dikelompokkan menjadi beberapa ordo, yaitu:
b) Columbiformes, contohnya burung merpati.
d) Galliformes, contohnya ayam kampung, merak, ayam hutan.
5) Hewan Menyusui (Mamalia)
Mamalia adalah hewan yang memiliki kelenjar susu pada betina yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Hewan Mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan bereproduksi secara kawin. Hewan Menyusui atau mammalia ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air.
Karakteristik atau ciri umum Mamalia adalah sebagai berikut: a) Termasuk ke dalam jenis hewan berdarah panas.
b) Memiliki kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit. c) Otak berkembang dengan baik dibanding hewan pada
filum-filum lain.
d) Fertilisasi (pembuahan) terjadi secara internal (di dalam tubuh).
e) Termasuk ke dalam jenis hewan menyusui. f) Melahirkan anaknya (tidak bertelur). g) Bernapas menggunakan paru-paru.
Contoh Hewan Mammalia yang hidup di darat seperti Sapi, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan Gajah. Sedangkan Hewan Mammalia yang habitatnya di air seperti Paus, Lumba-lumba dan Duyung.
2. Invertebrata
Invertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Struktur morfologi, sistem pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaraan darah. Invertebrata adalah organisme multiseluler dan kebanyakan membentuk koloni dari sel-sel individu. Semua sel-sel di dalam koloni tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Mereka tidak memiliki dinding sel dan banyak yang memiliki jaringan, kecuali porifera atau spons. Kebanyakan hewan invertebrata berkembang biak dengan reproduksi seksual. Hewan invertebrata bisa bergerak kecuali porifera dewasa. Banyak invertebrata yang memiliki bentuk simetris. Invertebrata bersifat heterotrof, yakni tidak dapat menghasilkan energi sendiri. Invertebrata heterotrof dengan mengkonsumsi tumbuhan dan hewan lain.
a. Termasuk ke dalam jenis hewan yang tidak bertulang dan tidak bertulang belakang.
b. Anatomi tubuh sangat sederhana.
c. Beberapa diantara hewan invertebrata berkembang biak dengan cara membelah diri.
d. Sistem pencernaan hewan invertebrata masih sederhana.
Hewan invertebrata terbagi ke dalam beberapa filum. Pembagian filum hewan invertebrata adalah sebagai berikut:
a. Filum Protozoa
Protozoa adalah hewan bersel satu karena hanya memiliki satu sel saja alias bersel tunggal dengan ukuran yang mikroskopis hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Protozoa dapat hidup di air atau di dalam tubuh makhluk hidup atau organisme lain sebagai parasit. Hidupnya dapat sendiri atau soliter atau beramai-ramai atau koloni. protozoa memakan tumbuhan dan hewan, frotozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atau vegetatif dengan cara membelah diri dan dengan cara seksual atau generatif konjugasi. Berikut ini adalah beberapa karakteristik dan juga ciri – ciri umum dari filum protozoa :
1) Merupakan hewan invertebrate yang hidup di dalam air 2) Berkembang biak dengan cara membelah diri
3) Memakan tumbuhan dan juga hewan – hewan kecil lainnya
Filum protozoa ini juga memiliki beberapa kelas atau ordo. Berikut ini adalah beberapa kelas dan juga ordo yang membedakan beberapa jenis spesies dari filum protozoa :
2) Ordo Rhizopoda, merupakan hewan invertebrate yang memilki kaki semu
3) Ordo Sporozoa, merupakan hewan invertebrate yang masuk ke dalam filum protozoa dan merupakan jenis hewan yang berspora.
b. Filum Porifera
Porifera atau hewan berpori, yaitu hewan air yang hidup di laut dengan bentuk tubuh seperti tumbuhan atau tabung berpori yang melekat pada suatu dasar laut dan dapat berpindah tempat dengan bebas. Sumber makanan Porifera adalah Bakteri dan Plankton. Ada berebapa karakteristik dan juga ciri – ciri umum dari hewan yang masuk ke dalam filum porifera. Berikut ini adalah beberapa karakteristik dan juga ciri – ciri umum dari filum porifera :
1) Merupakan jenis hewan yang memiliki pori – pori. 2) Tinggal di dalam air ataupun laut.
3) Dapat berpindah tempat dengan bebas.
4) Memiliki bentuk tubuh seperti tabung berpori. 5) Berbentuk seperti tumbuhan laut.
Secara umum, filum porifera alias hewan berpori ini dibedakan menjadi tiga kelas atau ordo.
1) Ordo Corcorea, merupakan ordo atau kelas dari filum porifera yang terdiri dari zat kapur, dan merupakan hewan porifera yang hidup pada laut dangkal.
2) Ordo Hexactinellida, merupakan hewan pada filum porifera yang tubuhnya terdiri atas zat kersik, yang memilki habitat tempat tinggal yang ada di laut dalam.
c. Filum Colenterata
Coelentrata berasal dari kata coilos (berongga) dan entron (usus) coelentrata mempunyai dua macam bentuk yakni bentuk pasif yang menempel pada suatu dasar dan tidak berpindah.
Karakteristik umum dari Coelenterata adalah sebagai berikut: 1) Tidak memiliki rongga tubuh yang sebenarnya, namun
memiliki sebuah rongga sentral tempat terjadinya pencernaan dan pengedaran sari-sari makanan.
2) Rangka luar tersusun dari kitin (zat kapur). 3) Tinggal di air laut atau air tawar.
4) Mulut dikelilingi tentakel.
Hewan dari Filum Coelenterata terbagi menjadi empat ordo. Berikut adalah ordo-ordo dari Coelenterata:
1) Ordo Hydrozoa, berbentuk seperti tabung dengan panjang 5-10 mm dan garis tengah sekitar 2 mm).
3) Ordo Anthozoa, berbentuk sepeti tabung dengan panjang 5 atau 7 cm dan ada juga yang berukuran raksasa (1 m).
4) Ordo Ctenophora, merupakan ordo dari Coelenterata yang tidak memiliki knidoblast (sel racun atau sel penyengat).
Kata playhelminthes berasal dari bahasa Yunani yaitu plays (pipih) dan hemlines (cacing). Platyhelminthes adalah binatang sejenis cacing pipih dengan simetri tubuh simetris bilateral tanpa peredaran darah dengan pusat syaraf yang berpasangan. Cacing pipih kebanyakan sebagai biang timbulnya penyakit karena hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Ada beberapa ciri – ciri dan karakteristk umum dari cacing pipih ini.
Berikut ini adalah beberapa karakteristik umum dari filum cacing pipih ini :
1) Merupakan jenis cacing atau hwan yang pipih.
2) Mempunyai anatomi tubuh yang bentuknya simetris bilateral, yang artinya memiliki dua sisi yang simetris.
3) Memiliki tubuh yang luas, namun tidak tersegemen. 4) Tidak memilki peredaran darah
Ordo Platyhelminthes atau filum cacing pipih ini terdiri dari beberapa ordo alias kelas. Berikut ini adalah ketiga kelas dari filum cacing pipih :
1) Ordo Turbellaria, merupakan jenis cacing pipih yang memilki rambut getar.
3) Ordo Cestroda, merupakan jenis cacing pipih yang dikenal dengan istilah cacing pita. Contohnya antara lain seperti planaria, cacing pita, cacing hati dan polikladida.
e. Filum Annelida atau Cacing Gelang
Annelida atau cacing gelang yaitu cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen- segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Karakteristik atau ciri umum dari Annelida adalah sebagai berikut:
1) Tubuhnya terdiri dari sederetan segmen.
2) Setiap segmen mempunyai organ tubuh dan saling terkoordinasi antara satu segmen dengan segmen lain.
Filum Annelida memiliki tiga kelas. Ketiga kelas tersebut adalah sebagai berikut:
1) Oligochaeta, yaitu jenis yang memiliki sedikit setae (bulu-bulu yang membantu pergerakan).
2) Polychaeta, yaitu jenis yang memiliki banyak setae.
f. Filum Mollusca
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya.
Karakteristik atau ciri umum dari Mollusca adalah sebagai berikut: 1) Memiliki ciri khusus yaitu adanya cangkang atau mantel yang
merupakan sarung pembungkus bagian-bagian yang lunak. 2) Termasuk ke dalam jenis hewan hermaprodit, yaitu hewan
yang memiliki sistem reproduksi jantan dan betina serta memproduksi telur dan sperma.
3) Mempunyai sistem pencernaan dan sistem pernapasan. 4) Merupakan jenis hewan lunak
Ada beberapa ordo atau kelas yang membagi hewan invertebrate pada filum Mollusca ini menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis ordo atau kelas dari hewan Mollusca:
1) Ordo Amphineura, yaitu hewan yang memiliki bentuk tubuh memanjang elips dan berkaki pipih.
3) Ordo Scaphopoda, yaitu hewan memiliki cangkok berbentuk tubular seperti taring atau gading gajah.
4) Ordo Pelecypoda (Lamellibranchiata), yaitu hewan sejenis kerang dan tiram.
g. Filum Echinodermata
Berasal dari bahasa Yunani echimos (landak) dan derma (kulit) semua hewan yang termasuk filum echinodermata biasanya hidup di laut, bentuk tubuhnya simetris radial (sisi tubuh melingkar sama). Mempunyai sistem ameudakral (sistem pompa air). Rangka dalam berkapur dan memiliki banyak duri yang menonjol. Daya generasinya amat besar. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik.
Ada beberapa karakteristik dan juga ciri - ciri umum yang dapat mendefinisikan hewan invertebrate yang masuk ke dalam filum enchinodermata, yaitu :
1) Merupakan jenis hewan yang memilki kulit berduri. 2) Kebanyakan jenis ini hidup di laut.
3) Memiliki bentuk tubuh yang simetris radial, yaitu sisi tubuh melingkar yang sama persis atau simetris.
4) Memiliki sistem ameudakral.
5) Memiliki ranggka dalam yang terdiri atas kapur dan memiliki banyak duri yang menonjol pada bagian tubuhnya.
Hewan invertebrate yang masuk ke dalam filum enchinodermata ini memiliki beberapa jenis pengklasifikasian, yang terbagi menjadi beberapa ordo atau kelas.
Berikut ini adalah beberapa ordo atau kelas yang diklasifikasikan pada hewan enchinodermata :
1) Asteriodea atau bintang laut
permukaan adoral yang terdapat anus. pada permukaan tubuhnya terdapat duri-duri pendek, di bagian ujung lengan terdapat bintik mata. Contohnya : Dermaterias imbricate dan Asterias vulgaris atau bintang laut.
2) Ophiuroidea atau bintang ular laut
Hewan berbentuk bintang dengan lengan lurus, panjang dan fleksibel. Sering disebut bintang ular laut. lengan Ophiuroidea apabila putus dapat tumbuh kembali karena memiliki daya regenerasi yang tinggi. Contohnya: Ophioderma brevispinum atau bintang ular laut.
3) Echinoidea atau landak laut
4) Holothuroidea atau teripang
Holothuroidea disebut juga mentimun laut/taripang. Memiliki tubuh yang lunak dan tidak berdiri. Mulut dan anus terletak pada bagian kutub yang berlawanan. Bagian mulut dikelilingi oleh tentakel-tentakel pendek. Tentakel tersebut berfungsi membantu memasukkan makanan ke dalam mulut. Contohnya: Holothuria scabra atau teripang, Curcuma planci atau mentimun laut.
5) Crinoidea atau lili laut
h. Arthropoda atau Herwan Berbuku-buku
Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Ada beberapa karakteristik dan juga ciri – ciri umum yang dapat membedakan hewan tanpa tulang belakang berjenis antophoda ini dengan jenis hewan invertebrate lainnya.
Berikut ini adalah beberapa karaktersitik dan juga ciri – cirinya: 1) Berukuran lebih besar diantara filum-filum lainnya.
2) Bentuk kaki beruas-ruas.
3) Memiliki peredaran darah, namun darahnya tidak berwarna. 4) Pada proses pertumbuhannya mengalami metamorphosis atau
perubahan bentuk.
Antrophoda sendiri dapat dibagi menjadi 4 kelas atau ordo, sesuai dengan klasifikasinya masing – masing.
Berikut ini adalah kelas atau ordo pada filum antrophoda :
1) Kelas atau ordo Insecta, yang termasuk ke dalam kelas serangga. Contohnya Hetaerina america (capung).
3) Kelas atau Ordo Crustacea, yang merupakan golongan udang – udangan dan lobster. Contohnya Ceonobita clypeatus.
4) Kelas atau ordi Myriapoda, yang merupakan golongan lipan. Contohnya Scolopendra subspinipes dan kecoa.
i. Filum Nemathelminthes
Karakteristik atau ciri umum dari Nemathelminthes adalah sebagai berikut:
1) Tubuhnya bulat memanjang.
2) Terdapat rongga diantara dinding tubuh dan usus yang disebut pseudosol.
3) Tidak mempunyai segmen tubuh. 4) Terdapat mulut dan anus.
5) Hidup di tanah, air, tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan.
Filum Nemathelminthes terdiri dari dua kelas. Kedua kelas tersebut adalah sebagai berikut:
1) Kelas Nematoda (Aschelminthes)
Nematoda merupakan cacing benang yang umumnya berukuran miksroskopis. Kata Nematoda berasal dari bahasa yunani, “Nema” artinya benang, dan “toda” artinya bentuk. Hal ini karena nematoda memiliki tubuh silindris dengan kedua ujung yang runcing sehingga disebut cacing benang. Mereka telah memiliki sistem pencernaan yang lengkap dengan faring berkembang denga cukup baik. Dinding tubuhnya tersusun atas tiga lapisan (triploblastik), yaitu lapisan luar, tengah, dan dalam dan tubuhnya telah memiliki rongga tubuh pseudoaselomata. Sistem eksresi merupakan jalur tabung pengeluaran yang akan membuang limbah melalui rongga tubuh.
dengan baik. Contohnya adalah Ascaris Lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necator Americanus, dll.
2) Kelas Nematophora
Nematophora merupakan cacing yang berbentuk bulat dengan kedua ujung yang runcing menyerupai bentuk rambut sehingga sering disebut cacing rambut. Tubuhnya dilapisi oleh kutikula yang polos yang tidak bercicin. Dalam keadaan larva mereka hidup parasit dalam tubuh manusia atau artrophoda, ketika dewasa mereka akan hidup bebas di perairan atau daratan. Contohnya adalah Nectonema sp.
A. Kesimpulan
Secara bahasa klasifikasi memiliki arti mengelompokan atau menggolongkan, jika diartikan secara umum klasifikasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengelompokan benda yang memiliki ciri-ciri yang sama dan memisahkan benda lainnya yang tidak memiliki kesamaan.
Hewan-hewan tersebut selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Klasifikasi hewan dapat dilakukan berdasarkan ada tidaknya jaringan penyusun tubuh, yaitu parazoa dan eumetazoa. Parazoa adalah hewan yang tidak memiliki jaringan sejati, hewan-hewan anggota filum Porifera (hewan spons). Sementara eumeratozoa adalah hewan yang memiliki jaringan sejati, yaitu anggota filum hewan lainnya (Nematoda, Annelida, Mollusca, Cnidaria, Ctenophora, Platyhelminthes, dan lainnya). Klasifikasi hewan juga dapat dilakukan berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, yaitu invertebrata (tidak memiliki tulang belakang) dan vertebrata (memiliki tulang belakang).
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Arlina. 2015.Pengertian Ciri Klasiffikasi Sistem Organ Kingdom Animalia.
http://www.softilmu.com/2015/10/Pengertian-Ciri-Klasifikasi-Sistem-Organ-Kingdom-Animalia-Adalah.html. 8 Oktober 2017 :pukul 22.20
Hisham. 2015. Pengertian Animal dan Ciri- cirinya. http://hisham.id/2015/12/ pengertian-animalia-dan-ciri-cirinya.html. 1 Oktober 2017 :pukul 20.35
Rani. 2011. Penggolongan Hewan: http://ranilovellyanimals. co.id/2011/09/penggolongan-hewan.html. 9 Oktober 2017 :pukul 11.38
Rianto, Riswanto. 2014. Cara Pengelompompokan Hewan. http://agusriswanto17. co.id/2014/01/cara-pengelompokan-hewan.html. 8 Oktober 2017 P:pukul 22.30
Sari, Yulia. 2015. Hewan Vertebrata Dan Hewan Vertebrata. https://dosenbiologi. com/hewan/hewan-vertebrata-dan-invertebrata.html. 8 Oktober 2017 :pukul 22.00
Wiliam, James. 2013. Hewan Vertebrata dan Hewan Invertebrata:
https://azzamaviero.com/klasifikasi-hewan-dan-tumbuhan/#Pengertian Klasifikasi. 9 Oktober 2017:pukul 09.12
Wiliam, James. 2013. Hewan Vertebrata Dan Hewan Vertebrata.