Cara Alami Mengatasi Penyakit dan Hama Kakao
JAKARTA- KAKAO INDONESIA. Teknologi biofob pada prinsipnya memanfaatkan kerja mikroogranisme untuk meningkatkan kesuburan tanah, mencegah dan mengendalikan hama ataupun penyakit, serta menstimulasi tanaman untuk mencapai produksi yang optimal. Pemanfaatan teknologi ini dapat mengurangi penggunaan pupuk atau pestisida kimiawi.
Ternyata teknologi biofob juga bisa diterapkan pada tanaman kakao untuk mengendalikan hama dan penyakit utama. Usaha pengendalian hama/penyakit tersebut dilakukan dikombinasikan dengan sistem PHT (pengendalian hama terpadu). Adapun pengendalian hama dan penyakit tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Penggerek Buah Kakao (PBK) Pengendaliannya dilakukan dengan :
karantina; yaitu dengan mencegah masuknya bahan tanaman kakao dari daerah terserang PBK;
pemangkasan bentuk dengan membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4m sehingga memudahkan saat pengendalian dan panen;
penyelubungan buah (kondomisasi), caranya dengan mengguna-kan kantong plastik dan cara ini dapat menekan serangan 95-100 %. Selain itu sistem ini dapat juga mencegah serangan hama helopeltis dan tikus.;
Menggunakan pestisida organic OrgaNeem dan Siori dengan dosis 3 – 5 ml/l setiap 2 minggu
Hama Helopeltis
Pengendalian yang efektif dan efisien sampai saat ini dengan insektisida pada areal yang terbatas yaitu bila serangan helopeltis <15 % sedangkan bila serangan >15% penyemprot-an dilakukan secara menyeluruh.
Selain itu hama helopeltis juga dapat dikendalikan secara biologis, menggunakan semut hitam. Sarang semut dibuat dari daun kakao kering atau daun kelapa diletakkan di atas jorket dan diolesi gula, atau pestisida organic yaitu Siori dan OrgaNeem
Penyakit Busuk Buah Phytopthora. Dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu:
sanitasi kebun, dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm, kemudian di siram dengan BioTRIBA BT1 dosis 10 ml/l;
kultur teknis, yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanaman-nya sehingga kelembaban di dalam kebun akan turun;
Hama dan penyakit utama kakao dan cara pengendaliannya
HAMA DAN PENYAKIT UTAMA KAKAO DAN CARA PENGENDALIANNYA
Hama ;
1.Penggerek Buah Kakao (PBK)
3.Penggerek Batang (Zeuzera)
4.Ulat Kilan (Hyposidra talaka Walk)
5.Tikus (Rattus-Rattus SPP.)
6.Babi Hutan
Penyakit Utama pada kakao ;
1.Busuk Buah, phytophthora palmivora Butl
2.Kanker Batang,phyophthora palmivora But
3.Antraknose colletotrichum,gloeosporioides Penz.Sacc.
4.Jamur Upas corticium salmoncolor
5.Busuk akar
6.Kelayuan Pentil
I. Cara pengendalian PBK :
1.Menggunakan metode PsPSP
a. Panen Sering,
b. Pemangkasan
c. Sanitasi
d. Pemupukan
2. Penyomprotan pestisida
II.Pengendalian Helopeltis;
1. a. Membiarkan musuh alami Helopeltis seperti semut hitam,laba- laba pelompat,semut rang-rang dll berada dalam kebun kakao.
b. Pengendalian hayati yang berada dikebun kakao seperti Beauvaria bassiana,yakni sejenis jamur mematikan Helopeltis dengan memasuki kulit hama tersebut dan berkembang biak didalam badannya.
2. Penyemprotan pestisida jika serangan hama < 15%.
III. Cara Pengendalian Penggerek Batang
1. a.Memotong batang yang terserang 10cm kearah pangkal kemudian dibakar.
b.Hama Glenea spp,larva mudah ditemukan dengan membersihkan liang gerekan.
2.Secarah kimia,
– Menginjeksikan insektisida racun napas kedalam lubang gerakan
3. Secara Biologi
– Menyemprotkan suspensi konidia jamur Beauveria bassiana kedalam lubang dengan konsentrasi 1,18 x 107 konidia/ml air.
IV. Cara Pengendalian Ulat Kilan
1.Kimiawi, menggunakan insektisida sintetik antara lain; Deltametrin,sihalotrin,sipermetrin,dll
2.Pestisida nabati,yaitu ekstra daun mimba yang mengandung senyawa azadirachtin yang bersipat antifeending dan gustatory repellent.
V.Cara pengendalian hama tikus
1.Kultur tekhnis,dengan sanitasi kebun
2.Biologi,dengan melepaskan predator Burung hantu
3.Kimiawi,dengan memberi umpan beracun/rodentisida.
VI. Pengendalian hama babi hutan
1.Membuat parit isolasi disekeliling kebun sedalam 1,5m dan lebar 1,5m.
2.Pagar vegetasi,misal dengan tanaman salak yang ditanam rapat sekeliling kebun untuk menghambat masuknya babi hutan
3.Pemburuan,baik secara tradisional maupun dengan senjata pemburu untuk menurunkan populasi babi hutan tersebut.
4.Dengan umpan beracun.
I.Penyakit Busuk Buah
1.Sanitasi kebun, memetik semua buah busuk,kemudian dibenamkan kedalam tanah sedalam 30cm
2.Kultur teknis,yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan pangkasan tanaman kakao,sehingga kelembaban didalam kebun turun.
3.Kimiawi,yaitu penyemprotan buah-buah sehat seertah preventif dengan fungisida berbahan aktif tembaga konsentrasi formula 0,3%,selang waktu 2 minggu.
II. Pengendalian penyakit kanker batang
1.Kulit batang yang membusuk dikupas sampai batas kulit yang sehat.
2.Luka kupasan selanjutnya dioles dengan fungisida tembaga konsentrasi 5% formulasi.
3.Apabila serangan pada kulit batang sudah hampir melingkar,maka tanaman dipotong atau dibongkar.
III.Penyakit Antraknosa
1.Perbaikan kondisi tanaman, yaitu dengan pemupukan ekstra.
2.Perbaikan kondisi lingkungan, yaitu dengan memberikan pohon penaung secukupnya.
3.Sanitasi, yaitu menghilangkan ranting-ranting yang telah kering dan merampas buah-buah busuk.
4.Penyemprotan fungisida,yaitu untuk melindugi flush yang tumbuh,dengan fungisida berbahan aktif mankozeb 0,5% formulasi atau prokloras,0,1% formulasi dll.
5.Eradikasi,yaitu membongkar tanaman yang terserang berat.
IV.Cara pengendalian VSD
1.Pangkasan sanitasi,yaitu memotong ranting sakit sampai pada batas gejalah garis coklat pada xilem, tambah 30 – 50 cm dibawahnya.
2.Eradikasi, yaitu pembongkaran tanam yang terserang berat.
V. Cara pengendalian jamur upas.
-Gejalah serangan
– Jamur mula-mula membentuk miselium tipis mengkilat seperti sutra atau perak,sangat mirip dengan sarang labah-labah.Pada fase ini jamur belum masuk kedalam jaringan kulit.
– Jamur kemudian membentuk kerak yang berwarna merah jambu seperti warna ikan salem,kerak tersebut terdiri atas lapisan bisidia.kulit cabang dibawah kerak menjadi busuk.
– Jamur akan berkembang terus dan membentuk pikriidia yang berwarna merah tua dan biasanya terdapat pada sisi yang lebih kering.
– Pada bagian ujung dari cabang yang sakit,daun-daun layu agak mendadak dan banyak yang tetap melekat pada cabang,meskipun sudah kering.
-Pengendaliannya;
– Memotong cabang/ranting yang terserang jamur pada bagian yang masih sehat,kemudian dibakar atau dipendam.
– Membersihkan miselium pada gejala awal yang menempel pada cabang sakit kemudian dioles dengan fungisida misalnya tridemort atau tembaga konsentrasi 10%