• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAJARN I KEGIATAN 3 TUGAS 3 BAHASA IND

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PELAJARN I KEGIATAN 3 TUGAS 3 BAHASA IND"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS INDIVIDU BAHASA INDONESIA

MEMBANGUN TEKS CERITA PENDEK

OLEH :

PRADITA KUSUMANINGTIYAS (16)

KELAS XI MIA 3

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BANTUL

(2)

KEGIATAN 3

KERJA MANDIRI MEMBANGUN TEKS CERITA PENDEK

TUGAS 3 : MEMPRODUKSI TEKS CERITA PENDEK

Meraih Mimpi

Namaku Nanda Putri Laksmana. Aku anak sulung dari lima bersaudara. Jujur pangkat ‘sulung’ yang akan selalu melekat di diriku itu sangat berat bagiku. Apalagi kesibukan ayahku yang terlibat aktif di dunia jurnalistik dan organisasi membuat waktu bersama keluarga berkurang. Bundaku pun begitu. Beliau juga sibuk dengan warung kecl-kecilan yang beliau buka di samping rumah.

Kesibukan mereka sepertinya berpengaruh besar untukku. Aku yang harus selalu kerja keras untuk melakukan semua tugasku tanpa harus merepotkan bunda ataupun ayah. Apalagi jika adik-adiknya sedang rewel. Rasanya ingin marah. Tetapi aku lihat bunda masih bisa dengan tenang dan tersenyum menghadapinya. Raut wajahnya membuat amarahku seakan tersiram air es. Padam.

Walaupun ayah sangat sibuk, beliau tidak lupa selalu memberiku semangat. Masih terekam dengan jelas kata-kata yang muncul dari bibirnya, “Nanda, kamu pasti bisa!”. Ya. Kata-kata sederhana itu yang membuatku tak pantang menyerah mengejar semua cita-citaku. Dari kecil aku diajarkan untuk tidak malu berbuat sesuatu asalkan itu baik. Namun aku pernah merasa sangat tidak punya semangat untuk melanjutkan keyakinanku itu saat aku duduk di bangku kelas tujuh.

(3)

Entah mengapa, setelah kejadian itu, setelah semua optimisku hilang, tiba-tiba saja aku kembali percaya akan kesuksesan jika aku mau berusaha. Aku kembali bersemangat untuk meraih semua cita-cita yang aku inginkan. Namun, manusia hanya merencanakan dan Tuhanlah yang akan mengabulkan. Ternyata rencana-rencanaku tak semudah yang aku bayangkan. Pernah dua kali aku hampir tak punya daya.

Pertama, saat aku gagal masuk fakultas kedokteran karena faktor biaya. Saat itu perasaanku begitu hancur. Dadaku sesak. Tak terasa ada udara yang mampu ku hirup. Fakultas kedokteran adalah mimpiku dari kecil. Waktu itu saat bunda jatuh sakit. Adik-adikku tak henti menangis. Aku tekadkan untuk mengejar cita-cita dokter agar aku mampu merawat bundaku yang sakit. Namun impian itu tinggalah puing kaca yang tak mampu aku rangkai kembali.

Referensi

Dokumen terkait