PERMUDAH KAMU MENDAPATKAN KERJA DENGAN SKPI

22 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ESA UNGGUL

MAGAZINE

MOU

DENGAN

TIGA PERUSAHAAN

SERTIFIKASI

YUDISTIRA

LAMBANG

MANUSIA SABAR

DAN ADIL

ESA UNGGUL

MENGGANDENG TUV

www.esaunggul.ac.id

Edisi Perdana

PERMUDAH KAMU

(2)
(3)

Contents

M

ari kita sambut baik Esa Unggul Magazine yang akan terbit

setiap bulan ini. Majalah ini menjadi etalase prestasi mahasiswa, sosialisasi kebijakan dan kegiatan, serta forum komunikasi universitas kepada pihak terkait.

SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijasah) menjadi satu program pemerintah yang sangat baik guna menghadapai masyarakat ekonomi ASEAN. SKPI ini akan memperjelas kompetensi wisudawan. Esa Unggul juga telah menjalin kerjasama dengan LSP

(Lembaga Sertifikasi Profesi) dan beberapa lembaga terkait untuk

memudahkan mahasiswa memperkuat ijasahnya dengan SKPI ini. Maka saya berharap nantinya akan ada wisudwan yang mengoleksi SKPI ini.

Bagaimana lengkapnya? Mari kita temukan dalam Esa Unggul Magazine edisi perdana ini.

Cover

Permudah Kamu Mendapatkan

Kerja Dengan Skpi

Asep Rochyana, Ardi Ariansyah,

Alex Gufron, Rosliana

Hardiyanti, Khairunnisa Lestari,

Sandi Tyas

Jl. Arjuna Utara No. 9 Tol Tomang,

Kebon Jeruk, Jakarta Barat,

11510, Indonesia

Phone: +6221 567 4223

Fax: +6221 567 4248

www.esaunggul.ac.id

PROGRAM STUDI BARU

DI INDONESIA

ADA DI ESA UNGGUL

200 PIMPINAN PTS

BERKUMPUL

JALIN KEBERSAMAAN DAN

KEKELUARGAAN MELALUI

FAMILY GATHERING

ESA UNGGUL

BLUSUKAN KE BOGOR

FIKOM ESA UNGGUL

MENGGANDENG JAK TV

PRIA BIMA PERINTIS

(4)

P

rogram Studi Bioteknologi masih terhitung baru di dunia pendidikan di Indonesia, Sebelumnya telah berdiri program studi Biologi dengan kekhususan Bioteknologi di Universitas Atmajaya Jakarta dan Universitas Surabaya. Kemudian muncul program studi Biologi dengan kekhususan Bioteknologi di universitas Al Azhar, UPH dan Surya Institut.

Dan baru di tahun 2016 muncul program studi dengan nama Bioteknologi di Universitas Esa Unggul dan Universitas Brawijaya. Hingga saat ini baru terkumpul sekitar 15 program studi Bioteknologi atau terkait Bioteknologi se-Indonesia.

Bermunculannya program studi

bioteknologi atau yang berafiliasi bioteknologi

ini dikarenakan kebutuhan akan sarjana lulusan bioteknologi yang semakin meningkat.

Namun standar kurikulum program studi Bioteknologi untuk tingkat sarjana S1 ini belum ditentukan dan belum ada standar yang baku dari asosiasi terkait.

Terdorong hal tersebut, maka para kaprodi Bioteknologi, yang diinisiasi dari Universitas Surabaya dan Universitas Esa Unggul, mengumpulkan para kaprodi untuk menyatukan visi dan misi pendirian program studi sehingga kita bisa mensinergikan learning outcome dan standar mutu kurikulum bioteknologi. Awal pertemuan di lakukan di Universitas Atmajaya

Jakarta dan pertemuan kedua dilakukan di Universitas Esa Unggul tanggal 23-24 Maret 2017.

Untuk itu diperlukan wadah atau asosiasi yang bisa mengakomodir kebutuhan ini. Ada dua asosiasi yang berkaitan dengan program studi Bioteknologi yaitu KBI (konsorsium Bioteknologi Indonesia) dan KOBI (konsorsium Biologi Indonesia). Mengingat AD/ART kedua konsorsium ini berbeda, para kaprodi Biotek cenderung untuk bergabung ke KOBI , yang menggagas pembentukan LAMSAMA (lembaga Akreditasi mandiri Sains dan Matematika) yang akan mengakreditasi program studi Bioteknologi nantinya.

Namun, KOBI banyak mengeluarkan kebijakan standar kurikulum yang berlandaskan biologi murni. Oleh karena hasil pertemuan di Universitas Esa Unggul banyak gagasan yang dihasilkan :

1. Penetapan standar learning outcome lulusan sarjana Bioteknologi

2. Penetapan standar presentasi bahan kajian dalam kurikulum program studi Bioteknologi yang berbeda dengan Biologi

sehingga menciri khas kan Bioteknologi 3. Pembuatan asosiasi/perkumpulan Program

Studi Bioteknologi dengan nama Ikatan program Studi Bioteknologi Indonesia (IPSBI) yang akan dilegalitas secara hukum sehingga program studi Bioteknologi memiliki wadah untuk menetapkan kebijakan-kebijakannya.

4. Dibentuk kepengurusan program studi Bioteknologi Indonesia, termasuk Universitas Esa Unggul dipercaya untuk menjadi salah satu pengurusnya

5. inisiasi pembentukan himpunan mahasiswa Bioteknologi Indonesia

6. Inisiasi kerjasama di bidang penelitian, pengabdian, seminar, workshop dan kunjungan mahasiswa antar program studi bioteknologi seluruh Indonesia

7. Pertemuan rutin kaprodi Bioteknologi se-Indonesia setiap tahun.

Mengembangkan forum diskusi dan asosiasi ini dengan mengundang program studi bioteknologi tingkat s2 dan s3 dari perguruan tinggi lainnya. (*)

PROGRAM STUDI BARU

DI INDONESIA

(5)

S

abtu (25/2), bertempat Di Ballroom Kemala Universitas Esa Unggul, digelar acara Welcome Student bagi Program Pararel Semester Genap khusus Mahasiswa pindahan atau D3 melanjutkan ke S1. Agenda ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Program Paralel.

Acara di buka oleh Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma A.P, MBA. Dalam kata sambutannya, Rektor menekankan pentingnya mahasiswa pararel untuk membagi waktu antara kuliah dengan waktu kerja, karena program pararel diikuti oleh banyak pegawai yang berkomitmen untuk meningkatkan derajat akademiknya meneruskan dari D3 atau pindahan untuk menyelesaikan S1 di Universitas Esa Unggul. Selanjutnya warek IV selaku penanggung jawab PPMB dan masing-masing kepala biro menjelaskan pentingnya perkuliahan bagi para karyawan yang akan melanjutkan pendidikannya di Universitas Esa

Unggul.

Waktu kosong baik di hari biasa atau weekend sebaiknya dipakai untuk menimba ilmu di kampus daripada untuk bersantai, dengan kembali menjadi mahasiswa yang tentunya dituntut untuk mengikuti perkuliahan, tugas-tugas dan mempersiapkan skripsi, perpustakaan menjadi tempat paling banyak untuk menghabiskan waktu.

Kuliah umum

Minggu (26/2), masih di tempat yang sama meneruskan acara hari kemarin, para mahasiswa program paralel mengikuti kuliah umum yang berjudul “Motivasi dan Olah Pikir Mahasiwa Baru”. Kuliah umum ini diadakan untuk menambah motivasi para mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studinya di Universitas Esa Unggul tepat waktu dengan penuh semangat.

Acara di lanjutkan dengan pelatihan SIAKAD ( jadwal mata kuliah), yang dijelaskan oleh Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) agar para mahasiswa tidak bingung untuk mengisi jadwal mata kuliah sebelum memulai semester baru. (*)

WELCOME STUDENT

DAN KULIAH UMUM

PROGRAM PARAREL S1

(6)

T

erjalinnya komunikasi yang baik juga menambah kesan positif dalam sebuah pekerjaan. Oleh karena itu, Universitas Esa Unggul menyelenggarakan Family Gathering 2016 dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara universitas dengan karyawan beserta keluarga karyawan.

Family Gathering yang dilaksanakan di Safari Garden Resort & Convention, Cisarua pada tanggal 26 sampai 27 November 2016 itu dibalut dengan tema “Rasa Kebersamaan Akan Melahirkan Rasa Memiliki”. Dengan tema tersebut, Universitas Esa Unggul menginginkan adanya rasa kebersamaan setiap aktivitas dalam lingkup kampus sehingga dengan rasa kebersamaan itu akan tumbuh rasa saling memiliki terhadap semua komponen kampus.

Sambutan oleh Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA mengawali acara tersebut. Tidak lupa Ibu Dr. Suryanti T. Arief, MBA sebagai ketua yayasan kemala, membuka acara Family Gathering 2016 Universitas Esa Unggul. Acara yang melibatkan banyak komponen kampus ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor dan Dekan dari semua Fakultas Universitas Esa Unggul.

Dalam Family Gathering 2016 ini, EMBRO sebagai penyelenggara utama sangat berupaya menyelenggarakan Family Gathering ini semaksimal mungkin. Acara Family Gathering 2016 ini diisi dengan beragam rangkaian acara. Yang pertama adalah sambutan Rektor Universitas Esa Unggul. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Esa Unggul berterima kasih,

dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para karyawan yang telah membantu dan akhirnya memasuki masa pensiun, karena mereka ikut serta dalam membesarkan Esa Unggul sehingga sekarang mempunyai tiga kampus. Kampus utama terletak di Kebon Jeruk, dan kedua lainnya terletak di Citra Raya Tangerang serta Bumi Harapan Indah Bekasi.

Selanjutnya adalah pemberian penghargaan pada karyawan yang telah mengabdi selama 20 Tahun di Universitas Esa Unggul. Penghargaan ini langsung diberikan oleh Suryanti selaku Ketua Yayasan Kemala Bangsa. Lebih dari itu, Family Gathering 2016 Universitas Esa Unggul juga memberikan penghargaan tehadap karyawan yang memasuki masa purnabakti. Salah satu penerima penghargaan itu ialah Ismail Ahcmad yang sudah bekerja selama 30 tahun. Pria yang akrab dipanggil Pak Is ini menjadi salah satu perintis sejak awal berdiri sampai sekarang dengan jumlah mahasiswa yang mencapai ribuan. Tidak hanya itu, Pak Is juga menyerahkan buku hasil karyanya selama

30 tahun mengabdi di Universitas Esa Unggul. Acara ini juga di meriahkan oleh lomba yel-yel dari beberapa unit seperti Cleaning Service, Kampus Citra Raya, Biro Sumber Daya manusia, serta Fakultas PGSD. Dosen FDIK, Teguh Imanto juga menyumbangkan pembacaan puisi yang kemudian memetik apresiasi dari semua peserta Family Gathering 2016.

Acara ini dipandu oleh MC ternama Annie Faaroek dari Biro Marketing dan Idris Yatim dari Biro Kemahasiswaan. Pada kesempatan ini, EMBRO sebagai penyelenggara acara sekaligus memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Rektor yang beberapa waktu lalu merayakan ulang tahun serta pemotongan tumpeng dan doa untuk Rektor Universitas Esa Unggul agara selalu di berikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas sebagai Rektor.

Semoga “Rasa Kebersamaan Akan Melahirkan Rasa Memiliki“ sesuai dengan Tema Family Gathering 2016, terus melahirkan rasa saling memiliki disetiap komponen civitas akedemika Universitas Esa Unggul. (*)

JALIN KEBERSAMAAN DAN

KEKELUARGAAN MELALUI

FAMILY GATHERING

(7)

A

PERMUDAH KAMU

MENDAPATKAN KERJA

DENGAN SKPI

da yang menarik pada tahun baru 2014/2015 lalu. Menjelang masa kelulusan tahun akademik 2015 lalu, edaran Permendikbud muncul ke permukaan. Permendikbud No. 81 tahun 2014 itu memuat pernyataan SKPI sebagai syarat wajib yang harus ada bersamaan dengan beberapa dokumen kelulusan seperti Ijazah, Surat Keterangan Lulus, Transkrip Akademik, dan dokumen lain penunjang kelulusan seorang sarjana.

SKPI adalah singkatan dari Surat Keterangan Pendamping Ijazah, menjadi terobosan Mendikbud kala itu, Anies Baswedan untuk membantu para lulusan anyar menangkis setiap persaingan kerja di lapangan. SKPI tidak menjadi pengganti ijazah, melainkan keterangan ‘ plus-plus’ setiap lulusan atas apa yang telah diraihnya selama berkuliah. Menurut Permendikbud, SKPI merupakan dokumen yang memuat informasi

(8)

dari lulusan pendidikan tinggi bergelar. Baik Perguruan Tinggi Negeri ataupun Swasta, harus mengeluarkan SKPI untuk para sarjana mudanya. Sederhananya, SKPI dapat dikatakan sebagai rekam jejak mahasiswa dalam perkuliahan.

Apa saja isi dari SKPI?

• Logo Perguruan Tinggi

• Nomor Keputusan Pendirian Perguruan Tinggi

• Nama Program Studi Lulusan

• Nama Lengkap Pemilik SKPI

• Tempat dan Tanggal Lahir Pemilik SKPI

• Nomor Pokok Mahasiswa

• Tanggal, Bulan, Tahun Masuk dan Kelulusan

• Nomor Seri Ijazah

• Gelar yang diberikan beserta singkatannya

• Jenis Pendidikan (akademik, vokasi, atau profesi

• Program Pendidikan (Diploma, Sarjana Terapan, Magister Terapan, Doktor Terapan, Sarjana, Magister, Doktor, Profesi, atau Spesialis)

• Capaian Pembelajaran Lulusan sesuai

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

secara naratif

• Level Kerangka Kualifikasi Nasional

Indonesia

• Persyaratan penerimaan

• Bahasa Pengantar Kuliah

• Sistem Penilaian

• Lama Studi

• Jenis dan Program Pendidikan Tinggi Lanjutan

• Skema Tentang Sistem Pendidikan Tinggi Meski sama-sama menerangkan mengenai perkuliahan, namun SKPI jelas berbeda dengan Transkrip Akademik. Sebab, Transkrip Akademik hanya berisi catatan nilai per mata kuliah selama perkuliahan, namun SKPI berisi penggambaran pada apa saja yang dicapai mahasiswa selama berkuliah, seperti prestasi, penghargaan, pengabdian masyarakat, penelitian, magang, dan keterangan naratif kompetensi lulusan.

Hal itu tentu dapat memudahkan Human Resource suatu perusahaan dalam menyeleksi

sarjana muda yang melamar. Pada SKPI juga

memiliki kolom KKNI (Kerangka Kualifikasi

Nasional Indonesia) yang menjelaskan

pemahaman jenjang kualifikasi kompetensi

dalam integrasinya pada pendidikan dan pelatihan serta pengalaman kerja lulusan. Tak hanya itu, guna membantu memudahkan sarjana muda dalam bersaing di ranah global, SKPI pun dilengkapi dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Jadi, SKPI tak hanya berlaku secara nasional tapi juga internasional.

Berdasarkan salah satu isi SKPI yang menyatakan keterangan kompetensi lulusan

harus dibuktikan oleh sertifikat-sertifikat dari

lembaga kredibel yang diakui secara nasional dan internasional, Esa Unggul sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Jakarta, jelas mengamini edaran wajib ini sebagai bentuk tanggung jawab perguruan tinggi kepada sarjana mudanya. Tidak hanya terus membantu mengedarkan dan menegaskan kepada mahasiswanya untuk mengisi kelengkapan SKPI, tapi kampus emas pun turut berperan aktif menjadikan para mahasiswanya memiliki nilai ‘’plus’ saat perkuliahan.

Untuk itu, LPB Universitas Esa Unggul menyiapkan program-program pelatihan yang disesuaikan dengan kompetensi masing-masing program studi. Beberapa di antaranya:

• Pelatihan Manajemen Resiko, sertifikat untuk

menyiapkan calon lulusan menjadi CRMO

(Certified of Risk Management Officers), CRMA (Certified of Risk Management Analyst), dan CRMP (Certified of Risk

Management Professional).

• Pelatihan Perbankan Syariah bersama Muamalat Institute

• Pelatihan Basic Industrial Relation Program bersama DHM Partners

• Pelatihan dan sertifikat untuk Adobe,

Autodesk, dan Microsoft (Excel, Word, dll)

• Pelatihan untuk Pasas, Foresec, dan Comptia

• Pelatihan dan Sertifikasi bidang K3

• SAP (System Analyst and Program Development)

• Beberapa program dan sertfikasi lainnya.

Untuk membantu mengikuti

pelatihan-pelatihan dan sertifikasi tersebut, mahasiswa

dapat langsung mendatangi ruang 206 lantai 2 Gedung Utama Esa Unggul.

Nah, buat kamu yang akan wisuda dalam waktu dekat, tunggu apa lagi? Ayo tangkis persainganmu di lapangan pekerjaan dengan melengkapi SKPI sekarang juga!. (*)

ESA UNGGUL SEBAGAI SALAH SATU PERGURUAN

TINGGI TERBAIK DI JAKARTA, JELAS MENGAMINI

EDARAN WAJIB INI SEBAGAI BENTUK TANGGUNG

JAWAB PERGURUAN TINGGI KEPADA SARJANA

MUDANYA.

(9)

K

artu itu dikatakan merupakan metode anyar untuk mengisi absensi kehadiran mahasiswa. KTM yang berwarna abu-abu itu diharapkan pihak kampus dapat memberikan efesiensi waktu pengisian data hadir para mahasiswa.

Sebagaimana tertera dalam Pengumuman Nomor 020/UEU/BAA/X/2016, Biro Administrasi Akademik kampus emas mewajibkan para mahasiswa untuk mendaftarkan diri ke kantor BAA agar bisa mendapatkan KTM anyar tersebut. Beberapa persyaratan yang diwajibkan BAA untuk registrasi KTM mengirimkan beberapa berkas soft copy yang dikirimkan ke alamat email ijazah@esaunggul.ac.id.

Persyaratan itu antara lain, mengunggah foto di SIAKAD menggunakan jas almamater berlatar belakang foto warna merah, mengunggah berkas ijazah, kartu keluarga, KTP, dan pas foto, serta memperbarui data diri di kolom biodata diri SIAKAD. Ketentuan-ketentuan tersebut berlaku untuk semua mahasiswa yang hendak melakukan pencetakan KTM anyar tersebut.

Patut diketahui, KTM itu wajib dimiliki semua mahasiswa, baik reguler maupun eksekutif.

itu (presensi) dengan membuat kartu internal (berwarna abu-abu), tanpa bekerjasama dengan pihak bank manapun dan tidak menghilangkan fungsi kartu masing-masing, digunakan dengan cara ditap (kartu hanya ditempelkan).” Ujar Andri Mauludi, Kepala Departemen Administrasi Akademik, saat ditemui di ruangan Departemen Administrasi Akademik, lantai 1 Universitas Esa Unggul, Senin, (5/12).

Kartu yang dibuat internal kampus ini memiliki tiga fungsi, yaitu sebagai kartu presensi mahasiswa, untuk kegiatan akademik maupun non-akademik kampus (misal: peminjaman buku di perpustakaan Esa Unggul), dan fungsi yang akan diterapkan selanjutnya, adalah sebagai kartu parkir. Dengan menggunakan KTM untuk keluar-masuk kampus, biaya parkir akan lebih murah dibanding dengan orang yang tidak menggunakan KTM. Bagi yang tidak menggunakan KTM saat masuk kampus, parkir akan dikenakan biaya per jam oleh vendor parkir. Hal tersebut ditengarai akibat banyaknya masyarakat luar kampus yang memarkirkan motornya di dalam lingkungan kampus karena biaya parkir yang murah.

Dalam proses persalinan KTM baru ini bukan tanpa kendala, BAA mengungkapkan adanya beberapa mahasiswa yang mengabaikan pentingnya penyuntingan data di siakad. Isi data-data mahasiswa tidak lengkap, bahkan ada yang tidak valid. Padahal data-data yang dibutuhkan kampus penting untuk mahasiswanya. “Misalnya, mahasiswa yang ada masalah dengan namanya di ijazah. Kan repot lagi, kalau begitu. Nggak bisa menyusun Kartu Rencana Studi (KRS), dan lainnya,” tambah Andri Mauludi.

Andri berharap, mahasiswa yang belum membuat KTM segera melengkapi data-datanya di siakad dan lapor ke pihak BAA. Karena dengan KTM, Universitas bisa mengunci data-data mahasiswa dengan lengkap dan valid. Sebab, bila ada mahasiswa yang tidak memiliki

KTM itu, maka absensi kehadiran di hari itu dianggap tidak hadir. Oleh sebab itu, setiap mahasiswa berapapun angkatan dan jenis kuliah yang dilaksanakan wajib memiliki dan menggunakan kartu itu untuk mengisi daftar hadir.

KTM Tak Hanya Untuk Absensi

Hal itu disebabkan karena banyaknya

keluhan terhadap kurang efisiennya waktu

yang digunakan kala mengisi daftar kehadiran menggunakan sistem manual.

Sebelumnya, sistem ini juga pernah diberlakukan dengan menggandeng Bank Bukopin yang mencetak satu kartu untuk semua, (presensi, pembayaran administrasi, dan identitas mahasiswa). Biro Administrasi Akademik (BAA), ditunjuk sebagai pelaksana penerapan sistem ini.

“Sekarang kita bekerjasama dengan Bank BRI juga, jadi kalau kayak gitu, mau nggak mau kita bekerjasama dengan kedua bank itu dong? Repot, apa lagi kalau ada yang kehilangan kartu. Lalu, kita memutuskan untuk memisahkan kartu

Jika terjadi sesuatu pada mahasiswa, informasi yang pasti dapat terlacak dengan menghubungi langsung pihak yang bersangkutan di kampus.

Di lain sisi, tanggapan mahasiswa dan dosen turut mencuat. Salah satunya, Mardiansyah Pambudi, mahasiswa hubungan masyarakat, yang menyatakan perlunya waktu adaptasi. “Sistem baru ini harus disesuaikan lagi agar sistem lebih siap dan absensi lebih efektif lagi. Mungkin karena sistem ini tergolong baru, maka butuh adaptasi, sedikit banyaknya kekurangan saya rasa, wajar. seiring waktu berjalan saya rasa sistem ini akan berjalan efektif.”

“Ini sudah efektif, meringankan beban dosen untuk mengabsen mahasiswa. hanya saja diperlukan pengembangan lanjutan, misalnya dengan membuat alternatif lain untuk mahasiswa yang dikabarkan izin atau sakit. Di sini cuma hadir dan tidak hadir. Saya sendiri masih bingung, sebagai dosen, bagaimana kalau mahasiswa saya sakit atau izin. Bagaimana mengurusnya, saya belum tahu.” Ujar Fajarina, dosen Komunikasi Organisasi yang ditemui di ruang Lab TI lantai 5, Universitas Esa Unggul (7/12).

Pihak universitaspun menanggapi hal ini, “ini kan sesuatu yang baru dan yang namanya proses itu kan gak langsung jadi, tapi kita kini menjalankan dulu, lalu melihat nanti hal-hal apa yang menjadi kendala, maka perbaikan demi perbaikan dapat terus dilakukan untuk penyempurnaan.” ujar Adi Widiantono selaku Wakil Rektor II.

Dengan adanya sistem anyar ini, pihak kampus telah mulai mengembangkan lagi semua fasilitas kampus dengan berbagai kemajuan teknologi. Penggunaan RFID atau

Radio Frequency Identification sebagai

alat pendeteksi KTM oleh kampus emas, membuktikan kampus tidak buta teknologi dan ikut memajukan teknologi dalam sistem pendidikan. Berbagai fasilitas mulai diperbarui dan ditangani dengan sentuhan teknologi terkini, mulai dari lift yang kini mampu mengangkut belasan orang, laboraorium yang berteknologi mutakhir, e-library yang mendapat akreditasi A, hingga penggunaan presensi RFID anyar.

Adapun mahasiswa banyak mengatakan, penggunaan KTM anyar RFID membuat mereka tampil lebih keren dengan berkalung kartu identitas. “Kita udah kaya pegawai bank yang pakai kalung kartu identitas gitu,” ucap Anda Imam Pranata, Mahasiswa Jurusan Desain Produk. (*)

KTM ANYAR

UNTUK

MAHASISWA

UNIVERSITAS ESA UNGGUL MEWAJIBKAN PARA MAHASISWANYA

MENCETAK KARTU TANDA MAHASISWA (KTM) ANYAR.

PENERAPAN SISTEM PRESENSI

(10)

Sosialisasi Permenristek dan Dikti No. 100 Tahun 2016 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran PTS dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin PTS dengan narasumber Prof. Dr. Johannes Gunawan, SH, LL.M (Universitas Katolik Parahyangan Bandung) dan Sosialisasi Permenristek dan Dikti No. 1 Tahun 2017 tentang Pembukaan, Perubahan dan Penutupan Program Studi di Luar Kampus Utama Perguruan Tinggi dengan narasumber Prof. Dr. Bernadette M. Waluyo, SH, MH, CN (Universitas Katolik

Parahyangan Bandung).

Dr. Ir. Illah Sailah, MS menegaskan adanya sosialisasi penjaminan mutu pendidikan tinggi, maka unit Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di setiap PTS yang belum aktif diminta untuk terus diaktifkan. “Untuk yang sudah aktif, setiap saat wajib melakukan penguatan sehingga budaya mutu di setiap perguruan tinggi dapat tercapai” ujarnnya.

Koordinator Kopertis juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Esa Unggul atas kesediaanya

menjadi tuan rumah sosialisasi ini dan berharap para peserta yang hadir dapat menyimak acara ini sampai selesai sesuai yang di sampaikan narasumber, mengingat pentingnya acara sosialisasi ini karena berkenaan langsung dengan telah terbitnya Permenristek.

Informasi terbaru tentang pendirian dan pencabutan izin pendidikan tinggi sangat berguna bagi pengelola kampus, karena ini memang harus diseriusi. Akhir acara di tutup oleh sekretaris pelaksana. (*)

200 PIMPINAN PTS BERKUMPUL

DI ESA UNGGUL

ADA APA YA?

A

cara diawali dengan kata sambutan Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma, A.P, MBA, dilanjutkan laporan panitia oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Sistem Informasi Budhi Hery Pancasilawan, SH, MH serta Pembukaan dan Pengarahan Koordinator Kopertis Wilayah III oleh Dr. Ir. Illah Sailah, MS.

(11)

F

akultas Teknik Universitas Esa Unggul jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota mengadakan kuliah tamu dengan tema “A Complementary History of Skyscrapers” Kamis (23/2). Istimewanya, kuliah tamu ini mendatangkan Mr. Gerard Peet, dosen sekaligus peneliti dari Universitas Rotterdam, Belanda.

Acara dimulai pada pukul 13.30 dengan paparan mengenai penjelasan Skyscrapers baik sejarah hingga perkembangannya di berbagai belahan dunia. Pengalaman beliau yang telah berkeliling di beberapa negara untuk meneliti gedung-gedung tinggi, dibagikan kepada peserta yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota baik dari Universitas Esa Unggul maupun dari Institut Teknologi Indonesia serta Universitas Pakuan. Tampak antusias peserta dengan aktif pada sesi tanya jawab.

Selain Mr Gerard Peet, narasumber lainnya adalah Muhammad Yohan yang merupakan alumni sekaligus Lurah yang berbagi pengalamannya dalam mengelola wilayah administratif Cipete Utara.

Dalam kuliah umum ini, mahasiswa Planologi Universitas Esa Unggul juga menampilkan maket gedung walikota Jakarta Selatan yang merupakan hasil karya mahasiswa kerjasama dengan peneliti dari Rotterdam University yaitu Mr Lesley Bloom. Harapannya maket tersebut dapat dimanfaatkan pihak Walikota Jakarta Selatan sebagai bagian dari rancangan Pembangunan Masjid Walikota.(*)

TAMU ISTIMEWA

FAKULTAS TEKNIK

(12)

PROGRAM

HIBAH BINA DESA (PHBD)

U

niversitas Esa Unggul melalui Biro Kemahasiswaan pada kamis (16/2) mengadakan Sosialisasi Program Hibah Bina Desa (PHBD) 2017. PHBD adalah program kerjasama RISTEKDIKTI perguruan tinggi dalam melibatkan mahasiswa untuk terjun ke masyarakat desa dengan total pendanaan senilai 40 juta.

Dalam rangka menumbuhkan rasa peduli mahasiswa untuk berkontribusi kepada masyarakat desa, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti kembali menawarkan ke berbagai bentuk organisasi mahasiswa baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau lembaga eksekutif mahasiswa untuk mengikuti Program Hibah Bina Desa (PHBD) Tahun 2017.

Kepada organisasi mahasiswa yang berminat untuk mengikuti PHBD dapat mengusulkan pra-proposal kepada Biro Kemahasiswaan.(*)

D

alam rangka menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat, Universitas Esa Unggul mendatangi kampung Lemah Duhur Gunung Bunder 1 Pamijahan Bogor yang menjadi desa binaannya.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan Universitas Esa Unggul melibatkan 10 fakultas untuk pelatihan komputer, pengobatan gratis,

fisioterapi gratis dan lain-lain. Dalam hal ini

EMBRO sebagai Pioneer sebagai penghubung antara Universitas Esa Unggul dengan perguruan Birul Waalidain, salah satunya adalah panti asuhan yatim (non asrama).

Salah satu program yang sudah berjalan adalah sosialisasi kepada warga di Kampung Masjid Dusun Lemah Duhur Gunung Bunder 1 – Bogor terhadap pentingnya MCK (Mandi Cuci Kakus) atau WC di setiap rumah warga agar tidak menimbulkan penyakit.

Berkaitan dengan hal ini, Fakultas Desain dan Industri Kreatif ditunjuk oleh panitia pelaksana program untuk pembuatan MCK, Konsultasi Kesehatan Gratis dan Santunan Yatim, yaitu Organisasi Kemasyakatan EMBRO Universitas Esa Unggul.

Manfaat dari program ini adalah terwujudnya masyarakat yang baik, sehat serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memelihara dan memakmurkan lingkungan. Secara khusus, tujuan kegiatan adalah mewujudkan

keindahaan dan kenyamanan serta menigkatkan kesehatan warga dengan adanya pembuatan MCK. Selain itu menciptakan kehormonisan antara lingkungan civitas akademika dengan masyarakat di desa binaan.

Metodologi pelaksanaan program ini menggunakan desain yang digunakan untuk membuat MCK serta menggunakan dasar pembangunan teknik sipil sederhana dengan menggunakan sumber daya manusia dan bahan yang ada di daerah setempat. Hasil dari kegiatan ini berupa desain dan bangunan baru MCK yang terletak disebelah bangunan Panti Asuhan Insan Madani, yang terdiri dari 2 WC dan tempat wudlu bagi masyarakat.

Selain itu dalam rangka meningkatkan keterampilan hidup, desa binaan juga dibekali keterampilan menyulam. Pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan mengenai pembuatan tusuk-tusuk dasar dalam menyulam, menambah wawasan mengenai seluk beluk menyulam khususnya pengetahuan dan wawasan mengenai alat dan bahan untuk menyulam, menentukan jenis kain yang cocok untuk dihiasi sulaman, menentukan motif sulaman yang baik, menentukan dan memilih jarum serta benang untuk menyulam.

Sasaran kegiatan ini adalah remaja putri, kelompok ibu PKK yang berniat untuk mendalami keterampilan menyulam.(*)

ESA UNGGUL

(13)

J

umat (20/1), bertempat di ruang 207–208 berlangsung acara Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Gagasan Tertulis (GT) dan Artikel Ilmiah (AI). Acara yang khusus disiapkan dalam rangka keikutsertaan para mahasiswa UEU mengikuti ajang kompetisi PKM GT AI tahun 2017. Acara yang dihadiri dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Ari Pambudi, S. Kom., M. Kom.

Dalam kata sambutanya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan menyampaikan bahwa pada dasarnya penulisan PKM GT dan AI tidaklah sesulit yang dibayangkan, mahasiswa banyak yang belum mengetahui tentang tata cara dan prosedur penelitian maupun penulisan sebuah karya tulis. Namun setelah dipelajari dengan baik, banyak mahasiswa yang akhirnya

berminat pada dunia penelitian maupun penulisan. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang memenangkan kompetisi karya tulis yang membuat mahasiswa tersebut mendapatkan dana lebih lanjut untuk mengembangkan penulisan/penelitian dan kreativitasnya.

Disamping Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, acara tersebut juga menghadirkan Pemenang PKM GT dan AI Tahun 2016. Diantara pemenang yang hadir adalah A. Hutami Adhiningsih (Hutami), Pemenang PKM GT Tahun 2016 dengan judul Strategi Pengembangan UMKM Pedesaan Menuju Entrepreneur Village Pada Pasar Global. Pada kesempatan ini Hutami berbagi

pengalaman dalam mengikuti PKM GT mulai dari pencarian ide, kerjasama tim, konsultasi dosen pembimbing, observasi, menemui para entrepreneur bahkan terjun langsung kebeberapa UMKM yang menjadi objek penulisan/penelitiannya.

Disamping mendapat motivasi dan arahan langsung dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan sharing dari para pemenang PKM. Pemberian materi diberikan oleh tim Departemen Kemahasiswaan Universitas Esa Unggul. Pemberian materi meliputi sosialisasi PKM, pencarian ide, tata cara dan prosedur penulisan, teknis bimbingan dan juga tahapan( jadwal/skedul) penulisan. (*)

MAU IKUT PROGRAM KREATIF

(14)

L

embaga Pendidikan Berkelanjutan (LPB) Universitas Esa Unggul melakukan MOU dengan TUV Rheinland yang bertempat di ruang 2017 Universitas Esa Unggul. MOU ini merupakan salah satu langkah untuk

melengkapi sertifikasi-sertifikasi yang di

adakan oleh LPB. (16/2)

Dalam sambutannya Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma, AP, MBA menegaskan bahwa MOU ini untuk

melengkapi sertifikasi yang di berikan

kepada mahasiswa untuk mengisi SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah), yang fungsinya untuk membekali para mahasiswa terjun ke masyarakat setelah lulus nanti. “Harapan saya kerjasama ini dapat berjalan lancar kedepannya, mengingat era kompetisi yang semakin berkembang membuat para

mahasiswa harus bisa melengkapi keahliannya

dengan sertifikasi yang telah disiapkan”

ujarnya.

Perwakilan TUV Rheinland menyambut baik MOU ini dan berharap dapat terus berkembang, mengingat MEA sudah terbuka lebar sehingga mengharuskan sumber daya manusia di Indonesia untuk dapat bersaing secara global.

Selain itu salah satu tujuan MOU ini

adalah pelatihan persiapan sertifikasi ahli manual fisioterapi bekerja sama dengan

TUV Rheinland, Jerman. Dalam hal ini Dekan Fisioterapai Universitas Esa Unggul juga turut memberikan sambutannya.

PT ABW juga Teken MOU

Dalam kesempatan ini juga Universitas

Esa Unggul melakukan penandatangan MOU dengan PT. Arya Bangkit Widya (ABW), untuk pelatihan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja). PT. ABW melalui President Direkturnya menyambut sangat baik dapat menandatangani MOU dengan Universitas Esa Unggul karena merupakan mitra universitas

yang pertama bagi PT. ABW, sebelumnya hanya Sekolah Menengah Kejuruan yang menjadi mitra.

PT. ABW berharap sertifikasi K3 ini dapat

membekali para lulusan perguruan tinggi untuk dapat bersaing di persaingan global yang semakin ketat.(*)

ESA UNGGUL

(15)

T

anggal 17 Januari 2017 pukul 13.30 di ruang 207 Universitas Esa Unggul melalui Lembaga Pendidikan berkelanjutan (LPB) melakukan MOU dengan 3 perusahaan

sertifikasi. Ketiga perusahaan tersebut yaitu Lembaga Sertifikasi Mitra Kalyana Sejahtera, PT

Infosis-BLU dan PT Multimatics.

Lembaga Sertifikasi Mitra Kalyana Sejahtera

sebagai tindak lanjut dari MOU dengan LPK MKS dibidang pelatihan Manajemen Resiko,

PT Infosis-BLU terkait kerjasama sertifikasi

internasional untuk produk Microsoft, Autodesk, dan Adobe, serta dengan PT Multimatics terkait

kerjasama sertifikasi untuk produk Pasas,

Foresec dan Comptia.

Acara MOU yang dihadiri oleh Rektor, Dekan, Kajur dan Kepala Departemen serta jajaran pimpinan universitas bertujuan untuk untuk membekali mahasiswa untuk bersaing di dunia

kerja dan bisnis setelah lulus nanti. “Sertifikasi

ini akan diaplikasikan kepada masing-masing program studi yang ada di Universitas Esa Unggul” ujar Rektor.

Rektor berharap melalui MOU ini dapat

menambah sertifikasi yang di berikan ke mahasiswa. Sertifikasi tersebut sangat

dibutuhkan oleh calon lulusan sarjana untuk dapat dicantumkan pada SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) sesuai amanat Permendikbud No 81 tahun 2014 Pasal 14.(*)

MOU DENGAN TIGA

(16)

R

abu (25/1), Bertempat di ruang 207, dilangsungkan penandatanganan kerjasama JakTV dengan Fikom Esa Unggul dalam rangka VLog Competition dan Sosialisasi Film Secret Sky untuk mensukseskan program acara JapanTry di JakTV.

MOU ditandatangani oleh Dekan Fikom dan Ka PR & Humas Off air Jak Tv.

Acara ini juga mendatangkan Koutoru Kakimoto dari Jepang sebagai pembicara

Pemeran utama film secret sky.

Mengisahkan, Kimberly Ryder berperan sebagai Naja. Naja merupakan seorang penulis muda asal Indonesia yang telah memiliki seorang kekasih bernama Jun (Shin Konno), seorang pelukis manga asal Jepang.

Namun, ternyata Naja merasa jatuh hati kepada lelaki lain yang ia sendiri belum pernah tahu apalagi bertemu. Di tempat lain, Sky

(Koutaro Kakimoto), seorang pemain biola, merasakan hal yang sama seperti apa yang Naja rasakan. Sky selalu menceritakan tentang kegelisahan hatinya ini kepada sang sahabat Kotaro (So Takei).

Kimberly Ryder mengaku, selama

penggarapan film Secret Sky, ia merasa senang

bisa berakting bersama Koutaro Kakimoto. “Dari awal ceritanya seru banget, feel kita ke storyline-nya bener-bener berasa. Di sana kita jadi amat sangat dekat, sih. Jadi di sana itu kita enggak ada waktu beneran untuk build chemistry dari awal. Jadi kita bangun chemistry lewat ngobrol bareng dan terkadang makan bareng antar pemain,” ujar Kimberly.

Versi mini seri Secret Sky ini dimaksudkan

sebagai pemanasan jelang versi film layar lebar

yang rencananya akan tayang di bioskop Tanah Air di triwulan pertama 2017.(*)

FIKOM ESA UNGGUL

(17)

IRFAN BACHDIM JALANI

TERAPI DI KLINIK FISIOTERAPI

UNIVERSITAS ESA UNGGUL

I

rfan Bachdim terlihat di seputaran kampus Universitas Esa Unggul. Irfan terlihat di lobby kampus sehabis menjalani terapi pertamanya di Klinik Fisoterapi Universitas Esa Unggul, Bachdim kembali gagal membela timnas pada turnamen dwitahunan tersebut. Pemain berusia 28 tahun itu harus absen 2-3 bulan seusai

menderita patah tulang fibula.

Cedera tersebut dialami Bachdim saat menerima tackle keras dari bek tengah Hansamu Yama Pranata pada sesi latihan timnas di Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang, selasa (15/11/2016) pagi. Menurut dokter ortopedi yang memeriksa kondisi pergelangan kaki Bachdim, dr Adji Hardjosworo SP OT, sang pemain memang harus absen pada Piala AFF 2016.

“Sebetulnya bisa pulih dalam waktu lebih cepat. Namun, dia tetap mesti absen pada Piala AFF,” ucap dr Adji.

“Tidak ada retak pada tulang keringnya tetapi memang ada urat yang sobek,” katanya.

Selain Irfan ada beberapa pemain TIMNAS juga yang pernah menjalani Fisioteri di Universitas Esa Unggul, sebut saja Zulham Zamrun, Zulkifkli Syukur, Ronald Fagundez serta masih banyak nama lainnya. Fakultas Fioterapi Universitas Esa Unggul saat ini menjadi rujukan

para Atlet Nasional.

Aktifitas olahraga prestasi di Indonesia kini

kian pesat perkembangannya mulai dari tingkat hobi, amatir sampai profesional. Banyaknya aktivitas tersebut memaksa masyarakat dan atlet mengolah tubuhnya untuk mencapai performa maksimal saat bertanding. Tidak lepas dari performa dalam olahraga, resiko cedera pun juga menghantui pemain yang mungkin saja terjadi saat berlatih maupun pertandingan.

Ahli fisioterapi juga diperlukan dalam

perawatan cedera dan pencegahan cedera. Fisioterapi merupakan salah satu bagian dari layanan kesehatan yang bertujuan untuk promotif, preventif, rehabilitatif dan kuratif fungsi dan gerak tubuh manusia dengan

menggunakan modalitas fisika, terapi latihan,

dan manual terapi. Fisioterapi memiliki kemampuan pemeriksaan (assessment), analisa perencanaan terapi (plan), terapi, dan evaluasi. Fisioterapi olahraga merupakan ahli

fisioterapi yang dikhususkan untuk menangani permasalahan fisik dalam olahraga.

Selamat menjani terapi di Klinik Fisioterapi Universitas Esa Unggul Irfan Bachdim, semoga lekas pulih dan dapat kembali membela TIMNAS Indonesia, Bravo Sepak Bola Indonesia.(*)

P

restasi ini didapat dalam ajang News Anchor Competition yang diadakan Communication Week 2016, Universitas Paramadina. Acara yang menjadi wadah pertunjukkan keahlian dalam bidang komunikasi itu menjadi agenda rutin tahunan, tahun ini yang ke empat. Communication Week terdiri dari rangkaian acara yang bersifat kompetisi dan berbagi ilmu pengetahuan (sharing knowledge). Setiap tahunnya, Communication Week ini selalu mengangkat tema yang menarik untuk diusung bersama agar terciptanya tujuan tertentu yang bersifat positif bagi banyak orang.

Terdapat empat rangkaian kegiatan dalam acara ini. Pertama adalah seminar bertema “EXPLORENESIA” yang bertujuan untuk memeberi gambaran bahwa Indonesia adalah negara yang paling kaya akan alam dan budayanya. Seminar ini mengundang tiga narasumber, yaitu Ir.Sutarjo, seorang Kepala Bidang Komunikasi Media Online (Kementrian Pariwisata), Leonita K. Syarief M.Si, seorang Akademisi Ilmu Komunikasi, dan Satya Winnie seorang Traveler Blogger (Penulis Traveler). Selain seminar, ada pula Bazar dan beberapa perlombaan yang membuat acara Communication Week 2016 semakin meriah.

Salah satu perlombaan yang diadakan

di Communication Week 2016 adalah News Anchor Competition. Lomba yang baru diadakan kedua kalinya ini diikuti oleh para mahasiswa se-Jabodetabek, termasuk salah satunya Angga Wiranda (201453073) yang keluar sebagai juara umum di News Anchor Competition.

Angga merupakan seorang mahasiswa Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Esa Unggul. Mahasiswa kelahiran Medan, Sumatera Utara ini memang gemar mengoleksi prestasi diajang perlombaan khususnya di bidang jurnalistik. Pada bulan April lalu, Angga juga berhasil meraih The Best Presenter diajang perlombaan Konvensi Humas Pemerintahan 2016 yang diadakan oleh Ipra humas dan KOMINFO dengan skor tertinggi. Tidak hanya itu, anggota Paduan Suara Mahasiswa UEU itu juga berhasil meraih Juara 1 News Anchor Competition 5th Just Journalism FEM, Institut Pertanian Bogor dan The Best Choice Live Reporting “Video Amatir” Ombudsman 2015.

Dengan semua prestasinya, Angga berharap bisa membawa nama baik Universitas Esa Unggul dikancah regional, nasional, maupun internasional lebih lanjut. Bagi kalian yang ingin seperti Angga, mari terus tingkatkan skill kalian masing-masing dan kami siap membantu! (*)

ANGGA, SI NEWS ANCHOR

MASA DEPAN

(18)

A

dalah Ismail Achmad BA, Kepala Bagian Pers Relation Marketing & PR Department yang melepas masa tugasnya setelah 30 tahun mengabdi di Universitas Esa Unggul. Ismail Achmad yang kerap disapa dengan panggilan ‘Pak Is’ ini mengawali karirnya sejak tahun 1986 di Universitas Esa Unggul. Sebelumnya, pria kelahiran Bima-Nusa Tenggara Barat pada tanggal 15 Agustus 1949 ini mulai ke Jakarta dengan mengikuti sang kakak ketika lulus SMP pada tahun 1965 dan meneruskan pendidikan tingkat SMA di Jakarta, kemudian lulus Sarjana Muda pada tahun 1971. Pak Is berasal dari keluarga petani, karena ayahnya sendiri pun adalah seorang petani di Bima – NTB.

Anak kedua dari 8 bersaudara ini bercerita bahwa ia pun pernah berkarier di Perhotelan, sales asuransi Jiwasraya dan akhirnya malang melintang di dunia jurnalistik, berbagai media pernah ia coba dan akhirnya menetap sebagai wartawan harian Pos Kota yang ketika itu sedang naik daun, sampai akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Universitas Esa Unggul. Ia merupakan anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) yang aktif sejak tahun 1979 sampai dengan sekarang.

Pria yang mempunyai hobi fotografi dan

masak Sup Ayam Bima ini bergabung dengan Universitas Esa Unggul pada tahun 1986, yang didirikan Kemala Motik Gafur. Dari mulai bernama Indonesia European University ketika itu, sampai saat ini menjadi Universitas Esa Unggul, dan mulai dari mahasiswa berjumlah 5 orang sampai dengan saat ini yang telah

mencapai ribuan. Saat itu Esa Unggul menempati Kampus di Jalan Blora No. 35 sampai akhirnya menempati kampus Kebon Jeruk.

Pria yang juga adalah ayah dari kedua anaknya, Raka dan Ayu ini dikenal sebagai orang yang ramah. Siapa yang tidak mengenalnya? Pak Is yang selalu menenteng kamera di setiap acara kampus baik di dalam maupun di luar. Tugas terakhir ia di Esa Unggul adalah meliput kerjasama Universitas Esa Unggul dengan Kabupaten Tangerang di Tiga Raksa.

Pada tahun 1989, Pak Is dikenal sebagai Juragan Becak. Ia sempat mempunyai 50 becak, dan pada akhirnya satu persatu ia berikan pada masing-masing tukang becak tersebut untuk dapat di pergunakan dengan sebaik-baiknya, Saat ini hanya beberapa saja yang masih ia rawat. Hal ini dilakukan demi membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya pada masyarakat sekitar.

Pak Is, begitu aktif di lingkungannya, sampai dengan 3 periode, ia dipercaya menjabat sebagai ketua RW di kawasan Karawaci Tangerang. Di usia 67 tahun ia masih terlihat sehat dan bugar, “harus bersih lahir dan batin, jangan usil dengan urusan orang lain serta makan dan istirahat secara teratur. InsyaAllah dapat terus sehat dan bugar”, ujarnya.

Harapannya, sebagai salah seorang yang telah terlibat aktif dalam pembangunan Universitas Esa Unggul dari nol, itu hanyalah sebuah keinginan yang sederhana, yakni terus majukan pendidikan bangsa yang beretika. (*)

PRIA BIMA PERINTIS

KAMPUS EMAS

UNIVERSITAS ESA UNGGUL HARUS KEMBALI KEHILANGAN ABDINYA.

KEHILANGAN DISINI BUKAN BERARTI SUDAH TIDAK ADA, TAPI LEBIH

TEPATNYA SALAH SATU ORANG YANG BERPENGARUH DALAM LAHIR

DAN BERKEMBANGNYA UNIVERSITAS ESA UNGGUL TELAH MEMASUKI

MASA PURNABAKTINYA.

Ismail Achmad BA

(19)

D

ewasa ini semua media massa memuat berita-berita tentang calon-calon pilihan Gubernur dan Wakil gubernur DKI Jakarta. Semua calon bersaing untuk mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya dari masyarakat luas khususnya penduduk yang ber KTP DKI Jakarta. Untuk itu tak heran kita lihat cagub-cagub blosukan, ada yang ke pasar-pasar tradisional, ada yang ke tempat-tempat ibu-ibu pengajian, ada yang ikut lari marathon dan sebagainya. Sementara Gubernur petahanan asik dengan meresmikan proyek-proyeknya 10 taman seperti tempat dan ruang hijau yang lengkap untuk arena main anak-anak dan keluarga yang dilengkapi perpustakaan yang terletak seberang Rumah Sakit Cipto.

Mungkin masyarakat akan bingung memilih siapa yang akan memimpin DKI ? Apakah Ahok, atau Anies ataukah Agus? Semua cagub adalah manusia-manusia biasa yang selalu mempunyai nilai positif dan negatif. Tidak ada manusia yang sempurna, tetapi manusia mempunyai nilai positif dan negative dalam setiap perilakunya. Budaya Indonesia khususnya Jawa, Sunda dan Bali memiliki pedoman dalam menentukan pemimpin yang bijaksana dan adil, yaitu tokoh Yudistira dalam pewayangan. Yudistira atau

Puntodewa adalah Pandawa yang paling tua. Ia terkenal sabar dan adil. Walaupun demikian ia tidak luput dari kesalahan seperti yang dialami oleh manusia. Untuk lebih jelasnya saya sampaikan cerita Yudistir sebagal lambing kesabaran dan keadilan. Hal ini perlu disimak bagi calon Gubernur dan wakil gubernur maupun semua pemimpin dan masyrakat luas untuk dijadikan pedoman yang abadi.

Yudistira orangnya sabar tidak banyak bicara. Kalaupun bicara tidak direkayasa supaya menarik perhatian orang. Ia sabar, jujur dan adil serta pasrah dalam menghadapi cobaan hidup. Dialah Yudistira. Karena jujur dan sabar dan disertai kepasrahan terhadap Sang Pencipta, maka ia mampu memenjarakan hawa nafsunya. Kesabaran tanpa kepasrahan belum dapat dikatakan sabar.

Ketika Pandawa sedang berada dalam hutan Kamiaka, mereka sedang menjalani hukuman dibuang di hutan selama 13 tahun, akibat tipu daya Kurawa. Lapar dan dahaga serta bahaya yang setiap saat mengancam merupakan derita yang amat sangat. Tetapi berkat keteguhan dn ketabahan serta tak putus-putusnya berdoa kepada YME akhirnya semua itu dapat diatasi.

“Heemm sampai kapan derita ini akan berakhir, si Duryudana keparat itu semakin besar kepala”, geram Bima. “Baru tujuh tahun Sena (Bima). Tinggal enam tahun lagi, sabarlah dik” Yudistira menghibur. “ Kalau saja aku diberi ijin kakang Yudis, sekarang juga aku gdor si laknat itu, “ kata Bima penuh nafsu.

“Tulisan neraca Maha agung tak dapat diubah lagi. Andaipun kita bertindak, tetap tidak akan merubah nasib, dik. Malapetaka ini harus kita jadikan pelajaran untuk memperkuat jiwa dan pikiran agar siap menghadapui segala tantangan hidup,” ujar Yudistira. Sabar dan kepasrahan Yudistira membuat adik-adiknya tunduk tak berani membantah.

Pada suatu hari terjadi musibah yang menimpa keluarga Pandawa. Arjuno, Nakula dan Sadewa ditemukan ajal setelah minum air kolam di tengah hutan. Rupa-rupanya

kolam tersebut ada penunggunya. Dengan perasaan sedih Yudistira berkata: “Duh Dewata , siapa yang tega mencabut nyawa adik-adikku. Habislah harapanku untuk merebut Negara astina. Dinda Arjuna kaulah andalan kami, tapi kini kau telah pergi untuk selama0lamanya. Apa dayaku, “ ratapnya.

Tak lama kemudian terdengar suara tanpa rupa. “ Mereka mati karena minum air kolam. Peringatanku tak dihiraukan.” “ Oh siapakah tuan?” Tanya Yudistira. “Aku penunggu kolam. Saudaramu tak menghiraukan peringqatanku untuk tidak minum air itu,” jawabnya.

“Hamba mohon maaf atas kelancangan adik-adik hamba. Jika memang kematiannya sudah kehendak YME, hamba relakan. Tetapi jika kematiannya belum waktunya , sudih kiranya tuan menolong menghidupkannya kembali,” pintanya. “Aku bersedia menghidupkan salah seorang diantar mereka, asal engkau bersedia menjawab beberapa pertanyaanku,” kata suara itu.

“Hamba akan menurut khendak tuan. Silahkan tuan bertanya barangkali hamba dapat menjawabnya.” “Baik, dengarkan. Pertanyaan pertama. Siapa musuh yang paling gagah ssuka membunuhtapi sukar dilawan?”

“Menurut hamba musuh yang paling gagah suka membunuh tpi sukar dilawan adalah hawa nafsu yang bersemayam di dalam diri sendiri. Ia suka membunuh apabila diperturutkan keinginananya. Ia sukar dilawan jika iman kita lemah,” jawan YUDISTIRA.

“Jawabanmu benar. Sekarang pertanyaan kedua: Yang bagaimana orang yang baikitu dan bagaimana orang yang buruk itu? “

“Menurut hamba orang yang baik adalah orang yang berbudi luhur mau menolong yang susahdan kasih saying terhadap sesame. Sedangkan orang yang buruk adalah orang yang tak menaruh belas kasih dan tak berperikemanusiaan.”

“Benar, sekarang apakah yang tinggi ilmu itu orang yang pandai embaca kitab atau ngaji, orang alim, atau karena keturunan?”

“Menurut hamba orang yang berilmu tinggi bukan karena ia pintar ngaji. Sebab meskipun pintar ngaji, ilmunya tinggi tetapi kalau pikirannya takabur suka ingkar janji, dia bukan orang alimdan bukan pula orang baik,” jawabnya.

“Jawabanmu semuanya benar. Sekarang pilih salah satu mana yang harus aku hidupkan kembali,” kata suara itu. Yuistira tampak bingung siapa yang harus ia pilih. Menurut

kata hati arjunlah pilihannya. Selain satu ibu dia merupakan andalan jika ada kerusuhan. Tapi pilihan itu segera hilang dari ingatannya, manakala ada pertimbangan rasa tertuju kepada si kembar yang sudah tidak beribu. Jika memilih arjuna, selain akan sedih arwahnya, juga sangat tidak adil. Maka akhirnya pilihan jatuh kepada nakula yang segera ia sampaikan sipenunggu kolam. “ Hamba memilih Nakula, tuan” Bukankah Arjuna lebih penting untuk tenaga andalanmu, lagi pula seibu”, tanya suara itu.

“Bagi hamba bukan soal penting dan tidaknya, tetapi keadilnnya. Dengan memilih nakula, maka kedua ibu hamba akan sama-sama merasa senang. Dari ibu Kunti kehilangan Arjuna, sedangkan ibu Madrim kehilangan sadewa. Bukankah pilihan itu cukup adil,” jawb Yudistira.

“Benar-benar kau kekasih Yang Manon. Kau manusia berbudi luhur, sabar dan cinta keadilan. Tetpi mengapa engkau lebih berat kepada adil dari pada kasih saying?” tanyanya lagi.

“sebab aduil harus jauh dari sifat serakah. Jika hanya kasih atau sayang saja, maka ia akan menyalahkan yang benar membenarkan yang salah. Yang buruk seperti bagus, yang kotor seperti bersih, yang dilihat hanya bagusnya saja. Wataknya masih suka menghilangkan kebenaran mengaburkan penglihatan,” ujar Yudistira menegaskan pendiriannya. Suara itu tak menjawab lagi, sebagai gantinya Betara Darma, dewa Keadilan, telah berdiru di hadapan Yudistira seraya bersabda:” Anakku, engkau benar-benar mustianing manusia. Sebagai imbalannya ketiga saudaramu akan kuhidupkan lagi..” tukasnya yang tak lain adalah suara yang tanpa rupa tadi.

Betapa gembiranya Yudistira dapat berkumpul kembali dengan adik-adiknya. Kemudian mereka m e l a n j u t k a n p e n g e m b a r a a n n y a menyusuri hutan-hutan belantara dengan tabah dan tawakal.

Demikianlah kisah Yudistira yang perlu diteladani dan dimasukkan ke dalam hati sanubari para pemimpin bangsa.

YUDISTIRA LAMBANG

MANUSIA SABAR DAN ADIL

KANTI WALUJO

(20)
(21)
(22)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...