1
Manajemen Risiko
Tanya jawab
Oleh : Sobur Setiaman
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya.
Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.
1. Tidak ada kegiatan atau kehidupan tanpa risiko. Sukses hanya akan dicapai oleh orang atau perusahaan yang berani mengambil risiko. Dalam suatu kehidupan baik itu perorangan maupun perusahaan akan selalu menghadapi risiko.
Risiko-risiko yang di hadapi oleh perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Risk Avoidance (menghindari risiko) à tidak mau menghadapi risiko, maka pilihan perusahaan adalah menutup Usaha.
2. Risk Control (mengendalikan risiko) à risiko perusahaan di kendalikan dngan safety program atau Loss Prevention.
3. Risk Retention (menurunkan risiko) à risiko perusahaan di tangung sendiri dengan menggunakan Dana Cadangan.
4. Risk Transfer (mengalihkan risiko) à risko perusahaan di tangungkan ke perusahaan Asuransi.
2. Empat kuadran risiko suatu organisasi atau perusahaan adalah risko operasional, risiko finansial, risiko strategis dan risiko bahaya. Jelaskan jawaban anda bila setuju dan/atau tidak setuju.
Four Quadrant of Business Risk/ empat keadaan risiko yang dihadapi oleh suatu perusahaan yaitu: 1. Hazards Risk: risiko kerugian dari hartabenda, utang atau kecelakaan pada orang.
2. Operational Risk: risiko timbul dari ulah manusia, ganggan proses kerja, gangguan system atau control.
3. Financial Risk: risiko di pengaruh oleh harga pasar atau utang yang tidak terbayarkan.
4. Strategic Risk: risiko timbul dari kecendrungan ekonomi yang melemah dan daya beli masyaakat yang menurun.
3. Untuk mencapai kemajuan yang berarti setiap orang maupun perusahaan harus berani menghadapi segala risiko yang ada. Jelaskan cara mengelola risiko bagi suatu perusahaan sehingga perusahaan tsb terhindar dari insiden kecelakaan atau bencana yang dapat merugikan atau bahkan menghancurkan atau membuat bangkrut perusahaan tersebut.
Cara mengelola risiko dengan melakukan proses HIRARC: 1. HI: Hazard identification:
a. Human failure identification --> JSA
b. Process/plant -- > Hazops / what if c. Machine/equipment à FEMA
d. Procedures failure à what if / JSA 2. RA: Risk assessment:
2
3. RC : Risk Control:a. Elimination b. Substitution c. Engineering control d. Administration control e. PPE
4. Manajemen risiko yang berkaitan dengan K3L di antaranya adalah potensi terjadinya kecelakaan, kebakaran, keracunan, penyakit akibat kerja (PAK), spill or leaking, rusaknya aset perusahaan, terganggunya keselamatan publik, terjadinya pencemaran lingkungan hidup, kerugian dan lain-lainnya. Jelaskan jawaban anda bila setuju dan/atau tidak setuju. Berikan contoh perusahaan-perusahaan yang pernah mengalaminya.
Kecelakaan Kerja di tambang emas Grasberg, Papua PT Freeport Indonesia
27/9/2014 kecelakaan kerja tambang emas Grassberg-runtuhnya bawah tanah, menewaskan 4 pekerja, bukan yang pertama kali terjadi.
Pada 14 Mei 2013, terjadi kecelakaan kerja akibat runtuhnya tambang bawah tanah Big Gossan milik Freeport di Papua yang menelan korban jiwa hingga 28 orang yang berada dalam ruang kelas di fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan saat runtuhnya sebagian terowongan pada pukul 7:30 pagi waktu setempat, tanggal 14 Mei 2013.
31/5/2013 terjadi lagi kecelakaan kerja tambang bawah tanah Deep Ore Zone (DOZ) di Tembagapura milik Freeport. Akibat insiden tersebut satu orang pekerja yakni sopir truk meninggal dunia. Akibat insiden-insiden tersebut, pemerintah memutuskan untuk menutup dan menghentikan aktivitas tambang Freeport di Papua hingga selesainya investigasi terkait insiden kecelakaan.
12 Juni 2013, induk usaha PT Freeport Indonesia yakni Freeport-McMoran Copper & Gold di AS juga mengumumkan status force majeure setelah tambangnya di Grasberg, Papua yang setop beroperasi selama hampir sebulan. Freeport memperkirakan selama menghentikan operasi sudah kehilangan produksi 80 juta pound tembaga dan 80 ribu ounces emas. Penghentian operasi telah dilakukan sejak 15 Mei 2013 hingga 11 Juni 2013.
12 September 2014 lalu, tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di area West Muck Bay, Tembagapura, Timika, Papua, mengalami longsor dan memakan 1 korban jiwa.
27/9/2014 kemarin terjadi kecelakaan yang menelan 4 korban jiwa di tambang terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia. "Terjadi kecelakaan tambang yang melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi jenis Toyota yang berisi 8 orang penumpang dan satu orang pengendara, dengan satu unit Haul Truck (Truk Tambang CAT 785) yang dikendarai satu orang operator, di lokasi jalan Tambang Terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia (PTFI)," Dari 9 orang yang ada di kendaraan ringan, sebanyak 5 orang pekerja tambang telah diselamatkan dan dievakuasi di Rumah Sakit Tembagapura dalam kondisi selamat. Sementara 4 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia dan telah dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura.
5. Sumber bahaya mengandung risiko yang dapat menimbulkan insiden terhadap manusia, lingkungan kerja, keselamatan publik dan/atau aset organisasi / perusahaan. Jelaskan jawaban anda bila setuju dan/atau tidak setuju.
Sumber bahaya mengandung risiko kecelakaan:
1. Pelaksana pekerjaan (Manusia) 2. Peralatan yang digunakan 3. Prosedur pekerjaan
3
6. Hazard atau bahaya adalah sumber atau keadaan yang berpotensi terhadap terjadinya kerugian dalam bentuk cidera atau penyakit akibat kerja, ancaman keselamatan publik, kerusakan aset, pencemaran/ kerusakan lingkungan atau kombinasi dari ketiganya. Jelaskan jawaban anda bila setuju dan/atau tidak setuju.
Jenis bahaya Sumber/ bahaya Potensi
Faktor Bahaya Biologi 1. Jamur. Penyakit infeksi
2. Virus.
3. Bakteri.
4. Tanaman.
5. Binatang.
Faktor Bahaya Kimia 1. Bahan /Material / Cairan / Gas / Debu / Uap Berbahaya.
Penyakit kerja
2. Beracun. Keracunan
3. Reaktif. Penyakit kulit dan asthma
4. Radioaktif. Kanker
5. Mudah Meledak. Terbakar
6. Mudah Terbakar/Menyala. Terbakar
7. Iritan. Penyakit kulit dan asthma
8. Korosif. Penyakit kulit dan asthma
Faktor Bahaya Fisik/Mekanik 1. Ketinggian. Jatuh
2. Konstruksi (Infrastruktur). Kecelakaan
3. Mesin/Alat/Kendaraan/Alat Berat.
Kecelakaan
4. Ruangan Terbatas (Terkurung).
Collaps
5. Tekanan. Collaps
6. Kebisingan. Tuli
7. Suhu. Heat exhaust
8. Cahaya. Gangguan penglihatan
9. Listrik. Luka bakar
4
11. Radiasi. Kanker
Faktor Bahaya Biomekanik 1. Gerakan Berulang. Penyakit kerja
2. Postur/Posisi Kerja. Low back pain dan MSD
7. Menurut Stranks (2003), pengidentifikasian potensi bahaya dari suatu kegiatan kerja merupakan inti seluruh kegiatan pencegahan kecelakaan. Akan tetapi, pengidentifikasian bahaya bukanlah ilmu pasti tetapi merupakan kegiatan subjektif di mana ukuran bahaya yang teridentifikasi akan berbeda diantara orang satu dengan orang lainnya, tergantung pada pengalaman masing-masing, sikap dalam menghadapi risiko/bahaya, pemahaman terhadap proses bersangkutan dan sebagainya. Bahaya dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan sumbernya yaitu:
Bahaya dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan sumbernya yaitu: 1. Bahaya Biologi (Biological Hazards)
2. Bahaya Kimiawi (Chemical Hazards) 3. Bahaya Physis (Physical Hazards) 4. Bahaya Mekanis (Mechanical Hazards) 5. Bahaya Listrik (Electrical Hazards) 6. Bahaya Statis (Statical Hazards)
8. Untuk penilaian risiko (risk assessment) di perusahaan maka diperlukan pengetahuan dan pengalaman khusus mengenai operasional peralatan tertentu dan dilaksanakan oleh tim multidisiplin. Teknik-teknik umum apa saja yang biasa digunakan di dalam penilaian risiko?
Risk Matriks untuk masing-masing hazard yang ditemukan:
Matriks kejadian dan
5
Major (4) (4x1=4)
Rendah
(4x2=8) Medium
(4x3=12) Tinggi (4x4=16) Tinggi
(4x5=20) Sangat
tinggi Bencana kematian (5) (5x1=5)
Medium
(5x2=10) Tinggi
(5x3=15) Tinggi (5x4=20) Sangat
tinggi
(5x5=25) Sangat
tinggi Risk management tool:
a. Checklist b. What If c. Hazops
d. Failure Mode and Effect Analysis e. Fault Tree Analysis (FTA) f. Event Tree Analysis (ETA) g. Job Safety Analysis (JSA) h. Task Risk Assessment (TRA) i. Layer of Protection Analysis (LOPA) j. Quantitative Risk Assessment (QRA)
9. Sumber bahaya dalam sistem operasi perusahaan adalah: manusia itu sendiri sebagai pekerja, peralatan, proses dan prosedur kerja. Jelaskan jawaban anda bila setuju dan/atau tidak setuju.
Sumber bahaya:
a. Pelaksana pekerjaan (Manusia): 1) Tidak trampil
2) Pengetahuan tidak cukup 3) Kondisi fisik tidak mencukupi 4) Sikap dalam bekerja
5) Sembrono 6) Tidak serius 7) Tidak disiplin 8) Bercanda
9) Suka mengambil resiko 10) Tidak perhatian b. Peralatan yang digunakan
1) Tidak cocok untuk digunakan dalam pekerjaan tertentu 2) Kapasitas terbatas, bila lebih bisa menyebabkan kecelakaan 3) Ukuran terlalu kecil, muatan besar dapat menyebabkan kecelakaan 4) Kondisi tidak memadai/rusak.
5) Tidak lengkap, bisa celaka
6) Tidak memenuhi persyaratan teknis, bisa celaka c. Prosedur pekerjaan
1) Tidak standar (tidak di review berkala) 2) Langkah kerja tidak lengkap
3) Tidak akurat
4) Tidak mencakup semua baik aspek Safety muapnun Integrity dll 5) Tidak sesuai dengan kondisi operasi yang berubah
6) Tidak ada prosedur baku d. Lingkungan Tempat Kerja
1) Fisik (Licin, gelap, bising, semrawut)
2) Non Fisik: (Suasana kerja tidak menyenangkan, Organisasi tidak baik, Manajemen kurang berfungsi, Sosial budaya, Kurangnya kesadaran keselamatan
6
10. Jelaskan arti antara hazard, risk dan program K3, adakah hubungan di antara ketiganya?
a. Hazard adalah suatu keadaan yang berpotensi menimbulkan suatu bahaya tau kerugian akibat dari suatu peralatan, proses,lingkungan kerja, material, atau kegiatan kerja.
b. Risk adalah kombinasi antara tingkat kemungkinan dan tingkat keparahan suatu kejadian dari bahaya-bahaya yang spesfik
c. Program K3 adalah adalah program yang berstruktur dalam upaya mengendalikan bahaya atau risiko di tempat kerja. Umumnya program K3 meliputi:
i. Infrastruktur ii. Tanggap darurat iii. Pelatihan/kompetensi iv. Pengendalian operasi
v. Investigasi kecelakaan vi. Pengukuran dan pemantauan vii. Safety audit
11. Apa yang dimaksud dengan manajemen risiko berdasarkan ISO 31000?
Risk management is part of the responsibilities of management and an integral part of the normal organizational processes as well as of all project and change management processes. Risk management is not a stand-alone activity which is separate from the main activities and processes of the organization.
Manajemen risiko adalah bagian dari tangung jawab perusahaan dan diintegrasikan kedalam struktur organisasi perusahaan baigk dari kegiatan proyek mapun proses perubahan manajemen. Manajemen risiko tidak berdiri sendiri kegiatannya, tapi kegiatan tersendiri daalam proses pengorganisasian kerja.
12. Jelaskan hubungan antara OHSAS 18001, ISO 45001 atau Sistem Manajemen K3, dengan manajemen risiko dan risk assessment.
ISO 45001: menyatakan bahwa organisasi harus melihat melampaui masalah kesehatan dan keselamatan mereka sendiri dan mempertimbangkan apa yang diharapkan masyarakat dari mereka, berkaitan dengan masalah kesehatan dan keselamatan.
OHSAS 18001 : Beberapa organisasi yang menggunakan tanggung jawab keselamatan dan kesehatan kepada manajer keselamatan, bukan mengintegrasikan sistem ke dalam operasi organisasi. ISO 45001: mensyaratkan penggabungan aspek kesehatan dan keselamatan dalam keseluruhan sistem manajemen organisasi, sehingga mendorong manajemen puncak untuk memiliki peran kepemimpinan yang lebih kuat berkenaan dengan sistem manajemen K3.
ISO 45001 berfokus pada identifikasi dan pengendalian risiko dan bukan bahaya, seperti yang dipersyaratkan dalam OHSAS 18001.
ISO 45001 mengharuskan organisasi untuk mempertimbangkan bagaimana pemasok dan kontraktor mengelola risikonya.
Dalam ISO 45001 beberapa konsep dasar berubah, seperti risiko, pekerja dan tempat kerja. Ada juga definisi istilah baru seperti: pemantauan, pengukuran, efektivitas, kinerja dan proses OH & S.
7
Terlepas dari perubahan ini, keseluruhan tujuan ISO 45001 tetap sama seperti OHSAS 18001, yaitu untuk mengurangi risiko yang tidak dapat diterima dan memastikan keselamatan dan kesejahteraan setiap orang yang terlibat dalam aktivitas organisasi.
13. Manfaat manajemen risiko adalah pemenuhan peraturan perundangan, mencegah kerugian finansial, meningkatkan company image atau nilai saham, mengelola gangguan bisnis, dan memelihara kelangsungan usaha. Jelaskan jawaban anda bila setuju dan tidak setuju.
Manfaat manajemen risiko:
a. Pemenuhan peraturan perundangan: persyaratan ijin usaha, dimana document manajemen risiko harus di lampirkan dan ditinjau kelayakan manajemen keselamatan kerja pada perusahaan tsb, bila tidak layak ijin usaha bisa di batalkan atau tidak dikeluarkan.
b. Mencegah kerugian financial: dengan adanya manajemen risiko, kecelakaan kerja dan kerusakan harta perusahaan serta lingkungan bisa ditekan, sebab semua kejadian tersebut memerlukan biaya yang sangat tinggi.
c. Meningkatkan company image atau nilai saham: bebrapa konsumen perusahaan akan melihat kinerja safety perusahaan tsb, tentunya baik tidaknya safety performance tergantung kepada manajemen risiko yang sudah di buat.
d. Mengelola gangguan bisnis: kecelakaan kerja dan kerusakan harta perusahaan serta lingkungan tentunya sangat menganggu proses bisnis, maka kegiatan manajemen risiko mutlak dilakukan.
e. Memelihara kelangsungan usaha: dengan adanya manajemen risiko, risiko usaha dapat di kendalikan dengan baik.
14. Metoda atau tool apa saja yang biasa digunakan di dalam manajemen resiko sesuai dengan ISO 31000?
Risk assessment process ISO 31000:
1.
Risk Identification : mengidentifikasi risiko
•
Apa yang terjadi
•
Bagaimana, kapan dan mengapa terjadi risiko?
2.
Risk Analysis: risiko di analisa,
3.
Risk Evaluation : risiko di evaluasi berdasarkan urutan prioritas
4.
Risk Treatment : menekan risiko dengan berbagai cara yang sesuai dg kemampuan.
Tool risk management ISO 31000:
1.
Checklist
2.
What If
3.
Hazops
4.
Failure Mode and Effect Analysis
5.
Fault Tree Analysis (FTA)
6.
Event Tree Analysis (ETA)
7.
Job Safety Analysis (JSA)
8.
Task Risk Assessment (TRA)
9.
Layer of Protection Analysis (LOPA)
10.
Quantitative Risk Assessment (QRA)
8
Check list manajemen risiko
No. Pertanyaan Ya tidak