• Tidak ada hasil yang ditemukan

KTUN TENTANG SK MENTERI KEUANGAN RI No.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KTUN TENTANG SK MENTERI KEUANGAN RI No."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Dewi Kunthi Anggraini

NIM : 1402015032

Prodi/Kelas : Ilmu Administrasi Negara/A

Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara

Tentang SK Menteri Keuangan RI No. 496/KMK.01/UP.92/2014 SUBYEK SENGKETA TATA USAHA NEGARA

IDENTITAS

Penggugat : Bernhard Sibarani Kewarganegaraan : Indonesia

Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya B, Batam

Alamat : Jalan Kemuning No. 22 RT. 005 Jakarta Selatan Tergugat : Menteri Keuangan Republik Indonesia

Alamat : Jalan Dr. Wahidin Raya Nomor 1, Jakarta Pusat OBYEK SENGKETA TATA USAHA NEGARA

Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 496/KMK.01/UP.92/2014

Penggugat diatur dalam Pasal 53 Ayat (1) Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tergugat diatur berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : SKU-34/MK.01/2015 PROSES BERPERKARA

(2)

Menimbang, bahwa yang menjadi Objek Sengketa dalam perkara ini adalah Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 496/KMK.01/UP.92/2014, tanggal 17 Oktober 2014 Tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin Berupa Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah Selama 3 (Tiga) Tahun Kepada Sdr. Bernhard Sibarani (NIP.19700923 199803 1 001) Pembina (Golongan IV/a) Menjadi Penata Tingkat I (Golongan III/d);

Alasan Gugatan:

1. Bahwa pada tanggal 17 November 2006, telah dilangsungkan pemberkatan nikah antara Penggugat dan Eka Meta Mariana (Istri Penggugat) di Gereja HKBP Ressort Petojo, Jakarta Pusat dan perkawinan tersebut telah dicatatkan di Kantor Catatan Sipil Kota Madya Jakarta Pusat sesuai dengan Akta Nikah No.528/JP/2006 tertanggal 17 November 2006;

2. Bahwa selama dalam hubungan perkawinan antara Penggugat dengan Istri Penggugat sering terjadi perselisihan dan pertengkaran yang semakin lama semakin meningkat dan Istri Penggugat telah secara diam-diam mengambil barang barang pribadi dari rumah tempat tinggal bersama tanpa pemberitahuan kepada Penggugat;

3. Bahwa dalam jangka waktu yang cukup lama, hubungan suami istri antara Penggugat dan istri Penggugat tidak ada kecocokan lagi disebabkan oleh karena istri Penggugat sering melecehkan Penggugat dan sekitar bulan Maret 2011 istri Penggugat meninggalkan rumah tempat tinggal bersama sehingga sudah lebih dari 1 (satu) tahun pisah ranjang, Penggugat telah berusaha untuk mencari istri Penggugat ke rumah keluarganya di Karang Tengah Perum Permata I, Tangerang tetapi tidak ada atau tidak ada ditempat;

(3)

Barat, sedangkan keberadaan istri Penggugat tidak tinggal di Jl. Kemuning No.22, RT.005/001, Kelurahan Jati Pulo, Jakarta Barat;

5. Bahwa dalam Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan : "Perceraian dapat terjadi dengan alasan antara suami istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga".

Terhadap Izin Perceraian

1. Bahwa yang menjadi dasar diterbitkannya objek sengketa a quo oleh Tergugat sebagaimana disebutkan dalam dasar Menimbang adalah :

A. Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, Sdr. Bernhard Sibarani (NIP 19700923 199803 1001) Pembina (Golongan IV/a) Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, terbukti telah melakukan pelanggaran sebagai berikut :

a) telah melakukan perceraian tanpa memperoleh izin terlebih dahulu dari Pejabat yang berwenang; dan

b) tidak melaporkan perceraiannya kepada Pejabat yang berwenang daiam jangka waktu selambat-lambatnya 1 (satu)bulan terhitung mulai terjadinya perceraian;

(4)

2. Bahwa terbitnya Keputusan Tergugat yang menjadi objek Tata Usaha Negara a quo tersebut adalah cacat hukum, baik dari segi wewenang, prosedur maupun substansi; dan

3. Bahwa dasar terbitnya Keputusan Tata Usaha Negara a quo hanya didasarkan kepada Berita Acara Pemeriksaan Atasan Langsung tanggal 8 Januari 2014 atas nama Penggugat (Bernhard Sibarani)

Terhadap Laporan Perceraian

1. Bahwa disamping telah melakukan pelanggaran terhadap Pasal 3 angka 4 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil jo. Pasal 3 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983, sebagaimana telah disebutkan diatas, terbitnya keputusan Tata Usaha Negara a quo juga didasarkan pada pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 15 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990, sebagaimana disebutkan dalam bagian konsideran menimbang huruf b Keputusan a quo;

2. Bahwa dasar diterbitkannya keputusan Tata Usaha Negara a quo oleh Tergugat sebagaimana disebutkan pada bagian konsiderans menimbang huruf b tersebut adalah tidak berdasar dan cacat hukum.

Eksepsi Gugatan Kabur (obscuur libel):

1. Bahwa dalam gugatannya, Penggugat meminta Majelis Hakim untuk menyatakan batal atau tidak sah serta mencabut keputusan tentang penjatuhan hukum disiplin (in casu objek gugatan), namun yang disampaikan Penggugat sebagai dasar gugatannya adalah terkait dengan tidak dikeluarkannya keputusan tentang ijin perceraian;

(5)

keputusan tentang penjatuhan hukum disiplin dikeluarkan berdasarkan adanya suatu tindakan indisipliner;

3. Bahwa dengan ketidakjelasan gugatan Penggugat antara dasar gugatan dan hal yang diminta untuk diputuskan oleh pengadilan, maka telah menunjukkan bahwa gugatan Penggugat tidak jelas atau kabur (obscuur libel);

4. Bahwa kekaburan dasar gugatan Penggugat juga terlihat pada dalil Penggugat yang pada pokoknya mendalilkan terkait dengan langkah-langkah Permohonan Ijin Perceraian yang telah diajukan Penggugat yang telah beberapa kali ditanggapi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara.

5. Bahwa langkah-langkah permohonan ijin perceraian dimaksud tentunya bukanlah alasan atau dasar yang tepat untuk mempermasalahkan Keputusan sebagaimana gugatan a quo. Alasan-alasan gugatan dimaksud menurut Tergugat tentunya lebih tepat diajukan sebagai alasan untuk mengajukan gugatan terhadap tidak dikeluarkannya izin perceraian dan bukanlah terkait dengan dikeluarkannya Keputusan Tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin sebagaimana obyek gugatan a quo. Oleh karenanya dasar/alasan gugatan Penggugat yang demikian sudah seharusnya dinyatakan tidak dapat diterima oleh Yang Mulia Majelis Hakim;

6. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas menurut Tergugat telah jelas bahwa dasar/alasan gugatan Penggugat yang diajukan terhadap Tergugat adalah gugatan yang kabur dan tidak jelas, oleh karenanya mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo agar menyatakan bahwa gugatan Penggugat tidak dapat diterima

(6)

Menimbang, bahwa untuk menyatakan gugatan Penggugat kabur atau tidak, maka yang menjadi dasar pengujiannya adalah Pasal 56 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986, yang memuat syarat formal dan materil dari suatu gugatan;

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim memperhatikan identitas para pihak, serta dasar hal yang diminta untuk diputuskan oleh Pengadilan sebagaimana termuat dalam surat gugatan yang telah diperbaiki dan diterima Majelis Hakim pada tanggal 27 Januari 2015, gugatan Penggugat telah lengkap dan memenuhi syarat-syarat sebagaimana ditentukan di dalam Pasal 56 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986;

Menimbang, bahwa mengenai Jawaban Tergugat yang menyatakan pada pokoknya bahwa ijin perceraian merupakan keputusan tersendiri yang masingmasing memiliki pertimbangan dan dasar hukum yang berbeda dengan keputusan tentang penjatuhan hukum disiplin, yang mana keputusan tentang ijin perceraian dikeluarkan berdasarkan adanya suatu permohonan cerai, sedangkan keputusan tentang penjatuhan hukum disiplin dikeluarkan berdasarkan adanya suatu tindakan indisipliner, Majelis Hakim berpendapat bahwa bantahan tersebut sudah masuk dalam bagian dari pokok sengketa dan hal tersebut tidak menjadikan gugatan Penggugat menjadi kabur atau obscuur libel;

Menimbang, bahwa berdasarkan uraian pertimbangan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Eksepsi Tergugat yang menyatakan gugatan Penggugat Obscuur Libel adalah dalil yang tidak beralasan hukum oleh karena itu eksepsi tersebut harus dinyatakan ditolak;

Menimbang, bahwa oleh karena Eksepsi Tergugat telah dinyatakan ditolak, maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan mengenai Pokok Sengketanya sebagai berikut:

Dalam Pokok Sengketa:

(7)

dengan tegas menolak dalil-dalil Penggugat, kecuali terhadap apa yang diakuinya secara tegas kebenarannya

2. Bahwa Tergugat tidak akan menanggapi dalil-dalil Penggugat yang tidak terkait dengan diterbitkannya obyek gugatan a quo yang menurut Tergugat tidak relevan untuk menanggapinya;

3. Bahwa meskipun Tergugat mengganggap gugatan Penggugat adalah kabur dan tidak jelas, untuk mendudukan persoalan yang sebenarnya perlu Tergugat tanggapi gugatan Penggugat dalam pokok perkara;

4. Bahwa sebagaimana dikemukakan Penggugat pada surat gugatannya Penggugat mengajukan gugatan a quo karena Penggugat keberatan atas diterbitkannya Objek Gugatan dikarenakan tidak sesuai dengan wewenang, prosedur, dan substansi karena tidak mempertimbangkan fakta bahwa Penggugat telah mengajukan dua kali permohonan ijin perceraian pada tanggal 19 Juli 2011 dan 1 November 2011 dan sesuai hasil pemeriksaan Penggugat telah melaporkan Akta Perceraian Penggugat secara lisan pada tanggal 1 Maret 2013 dan secara tertulis pada tanggal 10 September 2013; 5. Bahwa dapat Tergugat tegaskan penerbitan obyek gugatan dalam perkara a

quo telah sesuai dengan wewenangan, prosedur dan substansi;

(8)

oleh Atasan Langsung sebagaimana Berita Acara Pemeriksaan pada tanggal 8 Januari 2014;

7. Bahwa dikarenakan pelanggaran disiplin yang dilakukan Penggugat ancaman hukumannya merupakan hukuman disiplin berat, oleh karenanya sesuai dengan ketentuan Pasal 25 PP 53/2010 terhadap pelanggaran a quo telah dibentuk Tim Pemeriksa oleh Pejabat Pembina Kepegawaian;

8. Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh fakta bahwa Sdr. Bernhard Sibarani telah bercerai dengan istrinya Sdr. Eka Meta Mariana Gultom pada tanggal 6 Februari 2013, dan pada saat mengajukan perceraian belum memperolah keputusan izin perceraian dari Pejabat dan sesuai hasil pemeriksaan juga diperoleh fakta bahwa karena kesibukan kerja, laporan secara tertulis atas perceraian tersebut baru disampaikan/dilaporkan pada tanggal 10 September 2013;

9. Bahwa berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Tim Pemeriksa diperoleh kesimpulan dan rekomendasi bahwa terhadap Penggugat telah diperoleh cukup bukti telah melakukan pelanggaran disiplin:

a) Telah melakukan perceraian tanpa memperoleh izin terlebih dahulu dari Pejabat yang berwenang; dan

b) Tidak melaporkan perceraiannya kepada Pejabat yang berwenang dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan terhitung mulai terjadinya perceraian;

PERMOHONAN PENUNDAAN

(9)

3.294.600,- (tiga juta dua ratus sembilan puluh empat ribu enam ratus rupiah) menjadi Rp. 3.160.900,- (tiga juta seratus enam puluh ribu sembilan ratus rupiah) serta pemotongan Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara (TKPKN) secara proposional sebesar 85% (delapan puluh lima perseratus) dari tunjangan yang seharusnya diterima selama 12 (dua belas) bulan terhitung mulai bulan berikutnya sejak Keputusan Tata Usaha Negara a quo ditetapkan, sehingga dengan demikian mengakibatkan gaji atau penghasilan Penggugat yang merupakan satu-satunya sumber penghasilan dalam memenuhi kebutuhan dan keperluan hidup bagi Penggugat dan keluarga menjadi berkurang;

2. Bahwa selain hal tersebut di atas, terbitnya Keputusan Tata Usaha Negara a quo juga dapat mengakibatkan kehilangan jabatan strukturalnya pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai tipe B Batam yang memegang jabatan terakhir selaku Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai Tipe B Batam dan dapat Halaman 25 dari 62 halaman Putusan Nomor: 04/G/2015/ PTUN-JKT. mengganggu tugas dan pekerjaan Penggugat dalam melaksanakan pelayanan publik pada kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam;

(10)

sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009, yang berbunyi : "Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap";

4. Bahwa dengan demikian terbitnya objek sengketa Tata Usaha Negara dalam perkara a quo, maka jelas adanya kepentingan Penggugat yang sangat mendesak apabila Keputusan Tata Usaha Negara a quo dilaksanakan, maka unsur keadaan yang sangat mendesak telah dipenuhi oleh Penggugat, sebagaimana dipersyaratkan untuk dikabulkannya permohonan penundaan berdasarkan ketentuan Pasal 67 ayat (4) huruf a Undang-Undang Nomor 5 tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009; dan

5. Bahwa selanjutnya, terbitnya Keputusan Tata Usaha Negara yang menjadi objek sengketa dalam perkara a quo yang telah diterbitkan oleh Tergugat bukanlah untuk kepentingan umum sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 67 ayat (4) huruf b Undang-Undang No. 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009.

EKSEKUSI Dalam Penundaan:

 Menolak Permohonan Penundaan yang dimohonkan Penggugat; Dalam Eksepsi:

 Menolak Eksepsi Tergugat; Dalam Pokok Sengketa:

1. Menolak Gugatan Penggugat Untuk Seluruhnya; dan

(11)

KESIMPULAN

Berdasarkan perkara yang telah diuraikan di atas, jika ditinjau dari perspektif Hukum Administrasi Negara maka dapat disimpulkan:

1. Terkait dengan ruang lingkup Hukum Administrasi Khusus mengenai pengaturan kepegawaian, hal ini sebagaimana yang diuraikan oleh H.D. van Wijk/Willem Konijnenbelt;

2. Terdapat beberapa bentuk Keputusan Menteri Keuangan RI yang berkenaan dengan pengaturan kepegawaian sebagai bagian dari ruang lingkup Hukum Administrasi Negara; dan

Referensi

Dokumen terkait

Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENGANGKATAN DOSEN TETAP NON PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI

Buku Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah.. Jakarta: Grasindo

[r]

OVERSIGHT CONSULTANT (OC) REGIONAL MANAGEMENT FOR PACKAGE 3 (DKI JAKARTA, BANTEN AND WEST KALIMANTAN)I. BREAKDOWN

Berdasarkan hasil evaluasi kualifikasi untuk paket pekerjaan Pembangunan Sipil Infrastrukstur Sisi Darat Bandar Udara Letung Tahap II, maka Pokja III Jasa Konstruksi Dishub

Pada hari ini Senin tanggal dua bulan November tahun dua ribu lima belas , selaku Pokja Tahap XI I I PLP Kabupaten Purwakarta berdasarkan Surat Perintah

19700314 200212 1 003 Berkenaan dengan Pengumuman Penyedia Pelaksana Jasa Konstruksi Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum T.A APBDP 2014 tanggal 10 Desember 2014, maka dengan

Princesa; Contigo; Tu nombre me sabe a yerba; Ruido; 19 Días y 500 noches; Penélope; Cantares; Pastillas para no soñar; Para la libertad; Pueblo blanco; Mediterráneo; Fiesta; Y nos