• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Aplikasi SFA Terhadap Kinerja A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Aplikasi SFA Terhadap Kinerja A"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat diseluruh dunia membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan bisnis melalui media elektronik (electronic business). Teknologi informasi pada era globalisasi seperti pada saat ini mendukung proses bisnis pada hampir seluruh perusahaan agar lebih menjadi efektif dan efsienn teknologi informasi juga membantu dan mendukung perusahaan dalam pengambilan keputusan manajemen dan kerjasama dengan pihak lainnyan hingga memperkuat posisi kompetitif dalam proses bisnis yang cepat sekali berubahn hal ini berlaku ketika teknologi informasi digunakan untuk mendukung dalam pengembangan sistem yang dihasilkan e-commerce dan e-business.1 Gedung

Putih pada bulan Juli tahun 1997 mendeklarasikan terjadinya sebuah revolusi industry baru yang akan berdampak pada stabilitas ekonomi global. Revolusi ini sejalan dengan fenomena maraknya bisnis secara elektronik/digital yang menggunakan internet sebagai medium transaksi.2 Sales

Force Automation merupakan aplikasi yang menawarkan jasa manajemen salesn marketingn serta Customer Relationship Management (CRM) secara terintegrasin karena dapat diakses lewat jaringan internet manapunn semua tim sales dan marketing bisa berkomunikasi secara mudah tanpa terikat oleh komputer kantor.3

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta bahwa penerapan teknologi informasi dalam perusahaan masih menggunakan proses manualn padahal banyak aktiftas penjualan industry perusahaan dilakukan secara online. Mekanisme operasi penjualan seperti ini menimbulkan banyak masalah seperti: pertama; waktu prosessing yang lama ditempat pelanggan dan sangat mengurangi produktiftas staff penjualann kedua; waktu yang cukup lama untuk

1 Serfanto Purnomon Cita Yustisia Sirvianin sswi hariyanin Bisnis Online dan Transaksi Elektronik(Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utaman 2014)n1.

2 Haris Faulidi Asnawi. Transaksi Bisnis E-Commerce Perspektif Islam (Yogyakarta: Magistra snsania Pressn 2004)n13.

(2)

pembuatan rekap saat kembali ke kantorn ketiga; tingkat kesalahan yang relative tinggin karena bentuk tulisan tangan yang tidak jelas padahal data pada dokumen tersebutakan dibaca dan di entry ke komputern keempat; adanya time lag yang cukup lama sebelum data dokumen di-entry ke komputer di komputer akan berbeda dengan keadaan sebenarnya sehingga tidak uptodaten masalah-masalah tersebut akan mengurangi efektivitas dan efsiensi kegiatan penjualann dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah kepuasan pelanggan. Melakukan transaksi secara online merupakan sebagai pengganti antrian panjang berdirin yang memberikan keuntungan yang nyata kepada nasabahn keuntungan tersebut memberikan motivasi untuk mempergunakan pelayanan publik secara onlinen tidak hanya itun pelayanan publik secara online menciptakan kebiasaan baru pertukaran informasi antara nasabah dan perusahaann secara langsung hal ini berarti peningkatan efektiftas dan efsiensi seperti: pertama; waktu processing yang jauh lebih singkatn khususnya ditempat pelanggann kedua; tingkat akurasi data yang tinggi sehingga data-data yang masuk dapat diyakini kebenarannyan ketiga; operasi penjualan yang lebih konsistenn data yang lebih uptodate yang dapat menunjang pengambilan keputusan opersional dengan lebih baikn keempat; meningkatkan produktiftas dan performance staff penjualann dan juga quality of life nya.4

Di samping itu dalam menjalankan proses penjualan pada perusahaan melakukan proses pemasukan data secara manual saat di lapangann sales force harus mencatat pesanan dari customer secara manual dan nantinya memasukan ulang dalam bentuk data di kantor pusatn proses penyalinan data yang berulang menyebabkan rentan terhadap kesalahan ketik dan tidak up-to-date karena menunggu kepulangan sales force yang berminggu-minggu. Permasalahan lain yaitu banyaknya kertas yang terbuang dalam proses penjualan seperti sales order (SO) dan invoice disamping itu perusahaan membutuhkan dukungan dokumen yang lengkap yang dapat digunakan oleh tenaga penjualan untuk memenuhi kebutuhan informasi customer.5

4Bina Nusantara http://www.binusmaya.binus.ac.id (diakses tanggal 10 Januarin 2014).

5 Glenda Sogo Fanrensen. “Jurnal snformatika Sales Force Automation”n Rancang Bangun SFA Berbasis Andoid

(3)

Abad ke 21n yakni ketika teknologi informasi makin memasyarakat dan internet menjadi begitu popularn tak pelak era revolusi informasi yang benar-benar massifn menyentuh kelompok dan lapisan sosial masyarakat manapun tanpa bisa dicegahn kendati akselerasi dan luasannya berbeda-bedan tetapi kehadiran teknologi informasi diakui atau tidak terbukti mengubah segala sesuatu di dalam dunia dimana kita tinggaln jejaring computer yang semula hanya bisa diakses oleh sekelompok kecil eliten menurut Smith dan Kollock (2005)n kini penggunannya telah makin meluas dan menjadi subjek perdebatan politikn kepentingan masyarakatn serta menjadi bagian dari budaya popular.6

Sebagaimana diketahui bahwa tingkat produktiftas transaksi pada produk asuransi banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti promosi maupun peranan media elektronik. Hal inilah yang terkadang membuat nasabah merasa perlu mendapatkan fasilitas yang lebih cepat dan modernn sehingga perlunya diberikan fasilitas seperti aplikasi elektronik untuk melakukan transaksin agar lebih cepat dan efsiensi dalam meningkatkan produktiftas kerja. Meskipun aplikasi ini masih banyak yang tidak mendukung seperti menurut pendapat Mark LeVell presiden TeleVell sncn lebih dari separuh dari semua pengguna yang di survey tidak puas dengan program aplikasi Sales Automation alasannya banyak perusahaan yang masih underautomated.7 snilah yang

mempengaruhi dalam latar belakang masalah penelitian ini untuk memberikan pelayanan transaksi elektronik dalam melakukan transaksi seiring dengan kemajuan teknologi yang salahsatu hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi inin antara lain teknologi dunia maya yang lebih dikenal dengan internetn internet memberikan peluang dan tantangan baru bagi bisnis di seluruh dunia.Teknologi internet adalah teknologi yang sangat canggih dalam kehidupan manusia di dunian karena melalui teknologi internet ini berbagai macam kegiatan dapat dilakukan tanpa batasn baik secara nasional maupun internasional sehingga seseorang

(diakses tanggal 29 Apriln 2015). Vol 12 no 1 Mein 2014n 18-26. 6Rahma Sugihartatin Perkembangan Masyarakat Informasi dan Teori Sosial Kontemporer. (Jakarta: Kencana 2014)n 91.

(4)

dapat berhubungan dengan siapapun yang berada di mana pun dan kapan pun.8

Secara potensi sndonesia besar sekali untuk transaksi onlinen laporan kementrian Kominfo ditahun 2013 menyebutkan dari sekitar 250 juta penduduk sndonesian sekitar 30% nya telah terkoneksi internet.9 Penguna snternet

di sndonesia tahun 2012 sebanyak 60 juta orang dan pada tahun 2014 diperkirakam meningkat menjadi 80 juta orang.10Menurut Riset Forrestern perdagangan secara

elektronik menghasilkan penjualan senilai 12n2 miliar dollar AS pada tahun 2003.11 Demikian juga aplikasi elektronik yang

digunakan pada perusahaan asuransi Prudential yang menggunakan aplikasi SFA adalah aplikasi elektronik Prudential yang digunakan untuk melakukan transaksi elektronik mempercepat prosespengisian data dan informasi produk asuransi Prudential.12

Perusahaan menerapkan alat SFA untuk memfasilitasi agen penjualan kepada pelanggan untuk proces pertukaran informasi (Shrivastavan Shervani and Fahery 1999 )n meskipun ada sedikit konsensus dengan defnisi . SFA melibatkan penggunaan berbagai perangkat keras dan perangkat lunak aplikasi untuk mengkonversi kegiatan penjualan untuk petunjuk terhadap proses elektronik (Ereffmeyer and Johnson 2001; River and Dart 1999 ) . Misalnya untuk perjalanan bentuk penggantian yang biasanya akan telah disampaikan baik dengan tangan atau surat yang disampaikan menggunakan sistem SFA . Contoh lainnya termasuk membuat dan menyebarkan informasi yang kompetitif dan

8Handerson Jasonn Frank Doolyn Akride Jayn “snternet and E-commerce Adoption by Agricultural snput Firms”n

http://www.jstor.org/stable/10.2307/3700794?

Search=yes&resultstemClick=true&searchText=E-commerce&searchUri=%2Faction%2FdoBasicSearch%3FQuery %3DE-commerce (diakses tanggal 23 September 2014).

9Liputan 6 Online “Pelaku E-commerce Berkoalisi Gelar Festivel Belanja Online”n http://bit.ly/1yR19K5 (diakses tanggal 20 November 2014).

10Serfanto Purnomon Cita Yustisia Sirvianin sswi hariyanin BisnisOnline dan Transaksi Elektronik, 7.

11Serfanto Purnomon Cita Yustisia Sirvianin sswi hariyanin BisnisOnline dan Transaksi Elektronik, 8.

(5)

market baru untuk perwakilan penjualan yang telah tersedia sebagai lawan pencetakan dan mailing pamfet .sebagai contoh di atas ilustrasi.Sistem SFA bertujuan pertaman untuk mengurangi waktu yang dihabiskan untuk kegiatan dukungan dan dengan demikian dalam waktu lebih efsiensi dapat digunakan untuk kegiatan penjualan keduan untuk menyediakan akses cepat ke informan (River and Dart 1999).13

Munculnya teknologi e-commerce telah memberikan pengaruh yang signifkan terhadap pemasarann namun pengetahuan tentang internet yang terbatas dapat mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan.14 Bisnis

online atau transaksi elektronikn berkaitan erat dengan transaksi bisnis yang dilakukan dengan menggunakan media elektronik (termasuk internet) atau lebih dikenal “e-transaction” (e-commerce).15

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa snggris: Electronic commercen juga e-commerce) adalah penyebarann pembeliann penjualann pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisin webn atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronikn pertukaran data elektronikn sistem manajemen inventori otomatisn dan sistem pengumpulan data otomatis.16Walaupun istilah Electronic Commerce baru

beberapa tahun terakhir mendapat perhatiann sebenarnya Electronic Commerce telah ada dalam beberapa bentuk

13 Dong-Gil Ko and Alan R. Denis Sales Force Automation and

Sales Performance Do Experince and Expertise Materhttp://www.jstor.org/discover/40471972?

sid=21105529904093&uid=2&uid=375962801&uid=70&uid=3&uid =2134&uid=60&uid=3738224&uid=2129&uid=375962811 (diakses 27 Desembern 2014).

14 Gary Gregoryn Munib Karavdicn Shauming Zou “The Effect of

E-Commerce Drivers on Export Marketing Strategy”n http://www.jstor.org/stable/10.2307/25049082?

Search=yes&resultstemClick=true&searchText=E-commerce&searchUri=%2Faction%2FdoBasicSearch%3FQuery %3DE-commerce (diakses tanggal 23 September 2014).

15 Serfanto Purnomon Cita Yustisia Sirvianin sswi hariyanin BisnisOnline dan Transaksi Elektronik, 12.

16Forum tanya jawab www.hukumonline.com, “Kesepakan yang Terjadi

(6)

selama lebih dari 20 tahun. Teknologi yang disebut dengan Electronic Data Interchange dan Electronic Fund Transfer (EFT) pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1970-an. Pertumbuhan penggunaan kartu kreditn Automated Teller Machine dan perbankan via telepon di tahun 1980-an juga merupakan bentuk-bentuk e-commerce.17

Kalangan ahli hukum di sndonesia masih berbeda pendapat menyangkut keabsahan perjanjian yang dibuat melalui internet.Perjanjian baku dalam e-commerce melahirkan berbagai paham dalam menyikapinyan paham pertama menyatakan bahwa perjanjian baku telah melanggar asas kebebasan berkontrak karena perjanjian baku bukanlah suatu perjanjiann sebab kedudukan pengusaha dalam perjanjian adalah seakan-akan sebagai pembentuk undang-undang swasta. Dengan demikian transaksi e-commerce tidak memenuhi elemen-elemen yang terkandung dalam Pasal 1320 Burgerlijk Wetboek. Paham yang kedua menganggap perjanjian baku dapat diterima sebagai perjanjian dan tidak bertentangan dengan asas kebebasan berkontrak karena jelas telah adanya kemauan dan kepercayaan antara para pihak.18

Produk asuransi yang ditawarkan secara elektronik masih terbatas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengatur penjualan produk asuransi secara elektronik maupun online. Ketentuan tersebut terdapat dalam rancangan peraturan OJK mengenai produk asuransi dan pemasarannya. Menurut Firdaus Djaelanin Kepala Eksekutif Pengawas sndustri Non Bank (sKNB). Setiap perusahaan wajib meminta ijin OJK untuk menerbitkan produk baru namun OJK tidak mengatur bentuk pemasarannyan apakah melalui agenn elektronik atau

17Universitas Guna Darma “E-Learning”

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/modul_introduction_e-commerce/d.BAB%20s-Pengertian%20E-commerce.pdf (diakses tanggal 25 Agustus 2014).

18Burgerlijk Wetboek voor sndonesie “Kitab Undang-Undang Hukum Perdata”http://www.google.com/url?

sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CB0QFjAA&url =http%3A%2F%2Fwww.hukumonline.com%2Fpusatdata

%2Fdownloadfle%2Flt5243d51900ee3%2Fparent%2F17229&ei=jT-

(7)

perbankan.19

Kebebasan berkontrak dalam kaitannya dengan perjanjian baku dilatarbelakangi oleh keadaann tuntutan serta perkembangan dewasa inin terlebih dalam dunia bisnis yang hampir disetiap bidangnya tidak lepas dari aspek transaksi ataupun perjanjian.20Fakta tersebut menunjukan adanya

perbedaan bentuk dan tata cara penyampaian pernyataan sepakat oleh para pihak dalam perjanjian konvensional dan e-commerce, dimana perjanjian konvensional dilakukan dengan tatap muka antara para pihak sehingga kedua belah pihak bisa menentukan isi dalam perjanjian tersebut bersama-saman dan menyatakan sepakat secara langsungn sedangkan dalam e-commercen perjanjian dilakukan tanpa tatap muka antara para pihakn hanya didasarkan atas kepercayaan satu sama lainn hanya mengklik ok dalam menyatakan sepakat. 21

Bentuk dan tata cara seluruhnya dilakukan dan dibuat secara elektronik/ digitaln sehinga tidak ada berkas perjanjian seperti pada transaksi jual beli konvensional. Adanya perbedaan tersebut menimbulkan berbagai permasalahan yang menyangkut transaksi e-commerce tersebut. Salah satu masalah dalam transaksi e-commerce yaitu tidak adanya tatap muka antara para pihak secara langsung sebagaimana pada perjanjian konvensional. Dengan demikian transaksi e-commerce tidak memenuhi elemen-elemen yang terkandung dalam Pasal 1320 Burgerlijk Wetboek atau 1365 Buku sV NBWn tentang syarat sahnya suatu perjanjian.22

B. Permasalahan

1. sdentifkasi Masalah

19 sndonesia Finance Today Onlinen “Penjualan Produk Asuransi

secara Elektronik”n http://assets.ift.co.id/pdf/epaper/fle/176/sFT_28-2-14.pdf (diakses tanggal 26 Agustus 2014).

20Forum tanya jawab Hukum Online “Kesepakan yang Terjadi dalam

Transaksi E-commerce” http://www.hukumonline.com/ (diakses tanggal 25 Agustus 2014).

21Forum tanya jawab Hukum Online “Kesepakan yang Terjadi dalam

Transaksi E-commerce” http://www.hukumonline.com/ (diakses tanggal 25 Agustus 2014).

22Forum tanya jawab hukumonline, Kesepakan yang Terjadi dalam

(8)

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah

dikemukakann maka permasalahan dapat

diidentifkasikan sebagai berikut:

Permasalahan-permasalahan yang perlu untuk dicarikan solusinyan diantaranya:

a. Bagaimana Pengaruh Keberhasilan Aplikasi SFA terhadap produktiftas pada produk asuransi Prudential Syariah.

b. Bagaimana perbandingan efektiftas transaksi manual dengan transaksi elektronik

c. Bagaimana pengaruh penggunaan transaksi elektronik terhadap kepercayaan nasabah terhadap produk asuransi.

d. Apakah terdapat perbedaan tingkat produktiftas terhadap kinerja perusahaan?

2. Pembatasan Masalah

Dari identifkasi masalah yang diidentifkasin penulis hanya akan memfokuskan penelitian tentang tingkat keberhasilan Aplikasi SFA pada transaksi produk asuransi Prudential Syariah.

3. Perumusan Masalah

Pokok perumusan masalah yang hendak dijawab di dalam penulisan inin tentu berlandaskan pada

identifkasi masalah dan pembatasan

masalah.Tentang sejauh mana perbandingan efektiftaskeberhasilan penggunaan transaksi manual dengan transaksi elektronik yang digunakan pada produk asuransi Prudential Syariah.

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini mempunyai tujuan dan kegunaan penelitiann tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini antara lainadalah :

1. Secara Teoritis

- Untuk mengetahui Aplikasi SFA Pada Asuransi Prudential Syari‘ah.

(9)

- Untuk Mengetahui smplementasi dan Tingkat Keberhasilan Transaksi Elektronik Aplikasi SFA Pada Produk Asuransi Prudential Syariah.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat teoritis dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan teknologi terutama elektronikn khususnya agama dan sains.

Adapun manfaat praktis yang dapat diambil melalui penelitian ini yaitu:

a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang efektiftas keberhasilan aplikasi SFA terhadap transaksi produk asuransi. Dan menambah khazanah konsep produk asuransi dan teknologi informasi

E. Penelitian Terdahulu Yang Relevan

Glenda Sogo Fanrensen dalam jurnal informatika Software Sales Force Automation (2014). SFA yang bekerja secara online sebagai solusi yang dapat membantu mengotomasi data penjualan. Untuk penyediaan dokumenn dikarenakan ada banyak dokumen yang harus disediakann maka dibuatlah software yang menuntut untuk dapat diakses di mana pun dan kapan punn dipilihlah software SFA tersebut. Hasil yang diperoleh antara lain program bisa menampilkann membuatn mengubahn dan menghapus data yang dibutuhkan dalam sistem penjualan serta knowledge base pada perusahaan.23

Dimasi Marisina Direktur PT Asuransi Sinar Mas (2014)n mengatakan asuransi Sinar Mas mengeluarkan satu produk asuransi kesehatan yang dapat dibeli secara online melalui situs perusahaan dalam aplikasi Asuransi Simas Sehat sncome yang terdapat di www.simassehat.com.24

23 Glenda Sogo Fanrensen. “Jurnal snformatika Sales Force Automation”n Rancang Bangun SFA Berbasis Andoid”

http://jurnalinformatika.petra.ac.id/index.php/inf/article/view/18991 (diakses tanggal 29 Apriln 2015). Vol 12 no 1 Mein 2014n 18-26.

(10)

Menurut Willy Lomans Aplikasi Sales Force Automation (SFA) kebutuhan aplikasi online bahwa otomatisasi mempunyai pengaruh yang tinggi untuk efsiensi dan efektiftas secara signifkanuntuk membantu presentasin menangani kebutuhan nasabahn atau membuat laporan.25

Salah satu

software

yang banyak digunakan oleh

perusahaan farmasi adalah SFA (

Sales Force

Automation

)n sebagai alat bantu untuk meningkatkan

kinerja tim lapangan dengan

memantau jalannya bisnisn

terutama pada proses pemasarann penjualann hingga

pengirimann

sehingga dapat membantu meningkatkan

penjualan dan pelayanan produk kepada

pelanggan.

26

Pendapat Sanford Cohen Presiden ERGOTECH di New York (2014)n Ergotech telah mengembangkan aplikasi Sales Force Automation yang merujuk kepada intrernetn perusahaan mengelola proses penjualann karena meluasnya pengguna internet siklus penjualan menjadi begitu terorganisasi yang harus lebih terotomatisasi.27Sales Force merupakan situs

online yang menawarkan jasa manajemen berkaitan dengan sales (penjualan)n marketingn serta Customer Relationship Management (CRM) secara terintegrasi. Karena dapat diakses lewat jaringan internet maupun diseluruh dunian semua tim sales dan marketing bisa berkomunikasi secara mudah tanpa terikat oleh computer kantorn mereka bisa saling berdiskusin meng-updaten datan merencanakan eventn berburu konsumen barun hingga membuat daftar produk.28

25 DeMotten Kim.” What ss Sales Force Automation”n http://e-

resources.pnri.go.id:2057/docview/205025653?pq-origsite=summon# (diakses tanggal 12 maretn 2015).

26 Toko Buku Online. “Sales Force Automation PT Firmus” Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Model As-Service Terhadap System Sales Force Auomation Pada Perusahaan Farmasi sndonesia” http://www.tobuku.com/index.php?

option=com_content&view=article&id=112:sales-quotation-system-project-overview&catid=53:mysqs&stemid=56 (diakses tanggal 26 Desembern 2014).

27 Schwartzn Zefrey.” SFA Caught sn The Wight” http://e-

(11)

Penelitian ini mengkaji manfaat otomatisasi tenaga penjualan dari perspektif pelanggan dalam kerangka berdasarkan teori dari penjualan dan informasi teknologi informasi . Sebuah studi mendalam menggunakan toolsis penelitian kualitatif yang dilakukan antara manajer menduduki " pembeli / logistik " posisi dalam organisasi pelanggan untuk mengidentifkasi persepsi manfaat penggunaan atau tenaga penjualan otomasi ( SFA ) sistem dengan vendor mereka . Tiga teknik analisis isi ( tematik n leksikal dan pemetaan kognitif ) yang digunakan untuk mengungkap manfaat paling dihargai oleh manajemen dalam organisasi pelanggan . Hasil menunjukkan bahwa pelanggan merasa beneftsor untuk dimensi utama interaksi mereka dengan orang-orang penjualan orang - penjualan profesionalisme . snteraksi pelanggan orang penjualan frekuensi respon . Dan orang penjualan - kualitas hubungan pelanggan .Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang menguji aspek SFA dari prespektif pelanggan.29

Berbagai kajian tentang munculnya revolusi teknologi informasi (Ts) dan dampak sosial perkembangan internet atau jejaring computer termasuk komunitas cyberspace dan community of online fan sesungguhnya telah banyak dilakukan para ahli. Daniel Belln misalnya disebut-sebut sebagai ahli sosiologi pertama mengkaji dampak sosial dari perkembangan media komunikasi digital. Menurut Belln ada dua indikasi utama dari perkembangan masyarakat pasca industryn yakni penemuan miniature sirkuit elektronik dan optikal yang mampu mempercepat arus informasi melalui jaringann serta integrasi dari proses computer dan telekomunikasi kedalam teknologi terpadu yang disebut dengan istilah “kompunikasi”.30

Perusahaan menerapkan alat SFA untuk memfasilitasi agen penjualan kepada pelanggan untuk proces pertukaran informasi (Shrivastavan Shervani and Fahery 1999 )n meskipun ada sedikit konsensus dengan defnisi . SFA melibatkan penggunaan berbagai perangkat keras dan perangkat lunak aplikasi untuk mengkonversi kegiatan penjualan untuk

29“The Bennefts of Sales Force Automation : An Costumer

Perspective”n http://www.jstor.org/stable/10.2307/40472177? Search=yes&resultstemClick=true&&searchUri=%2Faction %2FdoAdvancedSearch(diakses tanggal 12 Januarin 2015).

(12)

petunjuk terhadap proses elektronik (Ereffmeyer and Johnson 2001; River and Dart 1999 ) . Misalnya untuk perjalanan bentuk penggantian yang biasanya akan telah disampaikan baik dengan tangan atau surat yang disampaikan menggunakan sistem SFA .Contoh lainnya termasuk membuat dan menyebarkan informasi yang kompetitif dan market baru untuk perwakilan penjualan yang telah tersedia sebagai lawan pencetakan dan mailing pamfet .sebagai contoh di atas ilustrasi. SFA sistem bertujuan pertaman untuk mengurangi waktu yang dihabiskan untuk kegiatan dukungan dan dengan demikian dalam waktu lebih efsiensi dapat digunakan untuk kegiatan penjualan keduan untuk menyediakan akses cepat ke informasi (River and Dart 1999).31

Menurut Sumitn aplikasi SFA ini telah dikembangkan sejak (2006) lalu. dengan mengakses SFA ini agen bisa memperoleh informasi status terakhir pengajuan polis dan menindaklanjuti ke calon pemegang polis agar dokumen pelengkap dapat disediakan. “Kami mengembangkan aplikasi bagi agen agar mereka dapat menyiapkan ilustrasi atau penawaran polis kepada calon nasabah dan pemegang polis saat ini yang ingin mengajukan polis baru.Dengan begitun polis dapat diterbitkan lebih cepat. Hal yang sama juga diterapkan untuk proses pengajuan klaimn” Sumit menjelaskan.Sumit juga mengatakan “Kami juga sejak beberapa tahun lalu menyediakan aplikasi berbasis Web untuk para pemegang polis kami yang disebut PRUaccess.sni memungkinkan pemegang polis untuk melihat semua informasi terkait polis merekan semua formulirn dan prosedur pelayanan”.32

Tesis Anon Kuncoro Widigdo (2015) aplikasi SFA

tidak memiliki pengaruh yang signifkan terhadap kinerja

agen.

33 Sedangkan dalam penelitian Tesis Hamdan (2013)

bahwa penggunaan teknologi informasi dan komunikasi

31 Dong-Gil Ko and Alan R. Denis.”Sales Force Automation and

Sales Performance Do Experince and Expertise Mater” http://www.jstor.org/discover/40471972?

sid=21105529904093&uid=2&uid=375962801&uid=70&uid=3&uid =2134&uid=60&uid=3738224&uid=2129&uid=375962811 (diakses 27 Desembern 2014).

(13)

memberikan pengaruh yang positif terhadap informan serta dapat merubah paradigma yang konvensional menjadi lebih maju dan modern.34

Dekade 90an telah melihat perhatian

yang ditujukan untuk aplikasi informasi teknologi untuk

tenaga pemasaran.

penelitian

ini

menyebutkan

penyelidikan secara empiri stentang faktor-faktor yang

berhubungan dengan akui sisi teknologi tenaga

penjualan secara identifkasi. Sebaliknyan relatif sedikit

variabel muncul terkait dengan kondisi alam atau faktor

externaln yang dapat menyadari manfaat yang

sebenarnya dari sistem tersebut. Sebuah penentu utama

tampaknya apakah perusahaan mengantisipasi bahwa

SFAcenderung berdampak pada perusahaan dan lebih

memperluas area tenaga penjualan itu sendiri.

35

Berdasarkan theory of Reasoned Action (Ajzen dan Fisben)n intensitas perilaku seseorang juga dipengaruhi oleh norma-norma sosial mengenai suatu perilakun norma-norma sosial tersebut mengarah pada suatu tekanan sosial yang menggunakan performa perilaku seseorang yang memiliki motivasi untuk dipatuhi. Adanya pengaruh secara signifkan antara pengaruh lingkungan sosial terhadap sikap untuk menggunakan system SFA.36SFA Memotivasi tenaga penjualan

untuk mengadopsi dan digunakan teknologin tetapi merupakan masalah jika sistem penjualan tersebut tidak

33 Lihat Tesis Anon Kuncoro Widigdo. Pengaruh Aplikasi SFA terhadap Kinerja Agen (Kendari: Universitas Halu Oleo Kendarin 2015). 1

34Lihat tesis Hamdann Aplikasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Jakarta:

Sekolah Pascasarjana UsN Syarif Hidayatullahn 2013)n 1.

35 Mark River and Jack dartn “The Acquisition and Use of Sales

Force Automation By Mid-Sized Manufactures. http://www.jstor.org/stable/40471722?

Search=yes&resultstemClick=true&&searchUri=%2Faction %2FdoAdvancedSearch%3Ff3%3Dall%26amp%3Bc4%3DAND %26amp%3Bisbn%3D%26amp%3Bsd%3D%26amp%3Bc6%3DAND %26amp%3Bq0%3DSales%2BForce%2BAutomation (diakses tanggal 18 Januarin 2015).

36 Huda Nurul Laily. “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi

(14)

berkomitmen untuk strategi pada teknologi penjualann aliansi pelanggan dapat terhalang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara penjualan tersebut dirasakan manfaatnyan faktor menejemen sistem baruninovasi menggunakan SFA analisis secara longitudinaln yang lebih kompatibilitasn berdampak pada niat untuk menggunakan sistem SFA tersebut.37

Al-Bahuti mendefnisikan as-salam sebagai transaksi atas sesuatu yang masih berada dalam tanggungan dengan kriteria –kriteria tertentu dan diserahkan kemudian dengan pembayaran harga ditempat kontrak. Menurut pendapat an-Nawawin mengemukakan bahwa as-salam merupakan transaksi atas sesuatu yang masih berada dalam tanggungan dengan kriteria-kriteria tertentu dan pembayaran dilakukan segera. Sedangkan menurutl-Qurthubin as-salam merupakan transaksi jual beli atas sesuatu yang diketahui dan masih berada dalam tanggungan dengan criteria-kriteria tertentu dan diserahkan dengan pembayaran harga segara/tunai.38

Menurut Candy Yuenn sebelum diperkenalkan di sndonesian aplikasi Sun Advisor ini sudah digunakan para agen Sun Life di Filipina dan Hong Kong sejak (2011). Di sndonesia sendirin aplikasi tersebut mulai diperkenalkan pada Januari (2012). Aplikasi Sun Advisor ini merupakan aplikasi elektronik Sun Life di dunia teknologi mobile.39 Sedangkan dalam

Perusahaan Asuransi Prudential SFA memberikan informasi tentang Prudential juga program asuransi serta menghitung dana yang terkelolan dana tersebut dibagi atas dana asuransi pendidikann dana asuransi kesehatann dana asuransi jiwan asuransi kecelakaan dan lain-lain. Akses SFA sangat membantu nasabah dalam mengecek kembali polis terakhir yang diajukann sebenarnya SFA digunakan untuk tujuan agar

37Eli Jonesn Suresh Sundaram and Winnie Chin. “Factors

Leading To Sales Force Automation Usen A Longitudinal Analysis. http://www.jstor.org/stable/40471879?

Search=yes&resultstemClick=true&&searchUri=%2Faction %2FdoAdvancedSearch%3Ff3%3Dall%26amp%3Bc4%3DAND %26amp%3Bisbn%3D%26amp%3Bsd%3D%26amp%3Bc6%3DAND %26amp%3Bq0%3DSales%2BForce%2BAutomation (diakses tanggal 26 Desembern 2014).

38 Haris Faulidi Asnawi. Transaksi Bisnis E-Commerce Perspektif Islam (Yogyakarta: Magistra snsania Pressn 2004)n 93.

39“Aplikasi SFA Asuransi Sun Life Finance sndonesia”

(15)

dapat menarik calon nasabah untuk menjadi nasabah asuransi.40

PT. Firmus Solution (2013)n perusahaan penyedia solusi manajemen distribusin meluncurkan solusi guna meningkatkan kinerja tim sales force. Caranya dengan mengintegrasikan front liner dengan back ofcen yaitu FsRMUS SFA sebuah sntellegent Mobile Sales Force Automation.41Software as a Service (SaaS) merupakan salah

satu model bisnis dari cloud computing yang menyediakan aplikasi berbasis internetn pemanfaatan model SaaS antara lain pada aplikasi Sales Force Automation (SFA) yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk membantu meningkatkan penjualan/pelayanann salah satunya pada perusahaan farmasi.42

Teori yang dikembangkan oleh Roger Clarke

dalam

Diffusion of Innovation Theory

yang diketahui

memiliki pengaruh terhadap suatu sikap yang mengarah

pada pengunaan sistem SFA dengan model SaaS. Faktor

tersebut yaitu Persepsi Resiko yang merupakan

hambatan yang umum dijumpai dalam mengadopsi

teknologi sistem SFA dengan model SaaS.

n dapat ditarik

hipotesis yaitu; adanya pengaruh secara signifkan antara mengenal atau mengetahui terhadap sikap untuk menggunakan SFA.43

40Sales Force Automation

http://www.infobanknews.com/2012/12/tingkatkan-kinerja-sales-force-frmus-kenalkan-frmus-sfa/ (diakses tanggal 26 Desembern 2014).

41Toko Buku Online. “Sales Force Automation PT Firmus” http:// www.tobuku.com/index.php?

option=com_content&view=article&id=112:sales-quotation-system-project-overview&catid=53:mysqs&stemid=56 (diakses tanggal 26 Desembern 2014).

42 Huda Nurul Laily. “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi

Penerimaan Model SaaS Terhadap Sistem Sales Force Automation (SFA) Pada Perusahaan Farmasi” http://www.solper.com/pic/50-Vol-4-b.pdf (diakses tanggal 26 Desembern 2014).

43 Huda Nurul Laily. “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi

(16)

Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005)n menyatakan e-commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial.44Adi

Chandran Chief Marketing Ofcer FWD Life sndonesian mengatakan proses pengajuan polis nasabah secara online menghemat waktu karena bisa tuntas dalam satu kali pertemuan.45Wakil Menteri Perdagangann Bayu Krisna Murthi

menyatakan diantara Negara-negara anggota Aseann sndonesia dinilai sebagai pasar yang paling menarik untuk transaksi e-commerce.46

Dalam penelitian upaya implementasi sistem informasi di perbankan. Hatemdan Metwally (2012) menemukan beberapa faktor penting yang menentukan keberhasilan sistem informasi yaitu kepemimpinan yang kuat untuk mendorong seluruh anggota organisasi terlibat aktifn investasi TsK dan pelatihan kayawann terbentknya budaya dimana para pegawai percaya bahwa mereka dan bank mereka lebih baik dari bank lain dalam hal pelayanan. Kesiapan dapat juga dilihat dari Success Model yang dikemukakan oleh Hungn Chang dan Lee(2012) yaitu karakteristik pengguna (pengalamann sikap dan pelatihan pengguna)n konteks organisasi (dukungan manajemen puncaknkondisi yang mendukung)n karakteristik sistem (kualitas siatemn kualitas informasin kulitas layanan).47

Menurut Giddens media berperan mempengaruhi perubahan sosialn meskipun ada pengaruh lain dan menurut pendapat Jacob Oetama dalam bukunya Media dan Kekuasaan.Media Televisi di Hari-hari Terakhir Presiden Soeharto dianggap ikut berpengaruh.48Sedangkan Onno W.

Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David

44Hukum Online “Kesepakan yang Terjadi dalam Transaksi E-commerce”

http://www.hukumonline.com/ (diakses tanggal 25 Agustus 2014).

45 Otoritas Jasa Keuangann “Penjualan Produk Asuransi secara Elektronik”n http://assets.ift.co.id/pdf/epaper/fle/176/sFT_28-2-14.pdf (diakses tanggal 26 Agustus 2014).

46 Liputan6.com. “Pelaku E-commerce Berkoalisi Gelar Festivel Belanja Online”n http://bit.ly/1yR19K5 (diakses tanggal 20 November 2014).

(17)

Baumn menyebutkan bahwa: e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologin aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaann konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barangn pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.49

Paschal Preston dalam bukunya Reshaping Communicationsn Technology, Information, and Social Change (2001)n ialah salah satu ahli masyarakat informasi yang melanjutkan pemikiran Bell dan Castellsn yakni membahas berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat di era millennium baru akibat perkembangan teknologi informasi yang makin canggih dan meluas dengan bahasan tentang dampak perkembangan informasi yang cepat terhadap kesenjangan sosial dan masa depan masyarakat di balik makin meluasnya pemujaan terhadap teknologi informasi.50Menurut Jason handersonn Frank Doly dan Akrid

jay dalam tulisannyan internet memberikan peluang dan tantangan baru bagi bisnis di seluruh dunia.51

Menurut perusahaan riset pasar Frost dan Sulivan MFJ snternational di NewYork (2013). SFA merupakan solusi penjualan terpadu dan feksibel sepertin TeleSelln Over Quotan dengan mengintegrasikan manajemen penjualann pemasarann dukungan layanan ke pelanggan dan meningkatkan komunikasi antar semua kelompok.52

Menurut Corritore

Cynthia L dan Beverly Krachern kecepatan dan sejauh

mana transaksi elektronik (

e-commerce)

terus tumbuh

48 Jacob Oetama. Media dan Kekuasaan,Televisi di Hari-hari Terakhir Presiden Soeharton (Jakarta: PT. Kompas Media Nusantaran 2014).

49Ono W Purba. “Jurnal E-Commerce”n https://docs.google.com/ document/d/1-2qizeMWywq6iBMiMcUqsuVTZTgGCSpl4PyV0o0n-iw/ edit?hl=in&pli=1 (diakses tanggal 25 Agustus 2014).

50Rahma Sugihartin Perkembangan Masyarakat Informasi dan Teori Sosial Kontemporer.n 84.

51Jason Handersonn Frank Doolyn Akride Jayn” snternet and E-commerce Adoption by Agricultural snput Firms”n

http://www.jstor.org/stable/10.2307/3700794?

Search=yes&resultstemClick=true&searchText=E-commerce&searchUri=%2Faction%2FdoBasicSearch%3FQuery %3DE-commerce (diakses tanggal 23 September 2014).

52 Adamn Eric J. “Sales Force Automation :The Second Time

(18)

dalam kebutuhan masyarakatn sehingga lebih cepat dan

lebih efsien.

53

Menurut UNCsTRAL (salah satu komisi

dibawah PBB yang khusus perdagangan snternasional)

defnisi transaksi

e-commerce

adalah kegiatan yang

membidangi semua jenis informasi dalam bentuk data

untuk keperluan komersial.

54

Amir Hartman dalam bukunya “Net-Ready” (Hartmann 2000) secara lebih terperinci lagi mendefnisikan e-commerce sebagai “suatu jenis dari mekanisme bisnis secara elektronis yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai medium pertukaran barang atau jasa baik antara dua buah institusi B) maupun antar institusi dan konsumen langsung (B-to-C)”.Beberapa kalangan akademisi pun sepakat mendefnisikan e-commerce sebagai “salah satu caramemperbaiki kinerja dan mekanisme pertukaran barangn jasan informasin dan pengetahuan dengan memanfaatkan teknologi berbasis jaringan peralatan digital”.55

Menurut Beaumaster (2002) Kanungo dan Jain (2011) penciptaan budaya organisasi dimana teknologi informasi dihargai sebagai bagian integral dari pekerjaann merupakan faktor penentu keberhasilan system informasi.56Sedangkan

menurut Organization for Economic Cooperation and Development (OECD): e-commerce adalah transaksi berdasarkan proses dan transmisi data secara elektronik. Asosiasi di bidang perdagangan global (Alliance for Global Business) memberikan pengertian e-commerce sebagai keseluruhan transaksi yang melibatkan transfer informasin

53Corritore.Cynthia Ln Beverly Krachern “ss There a Special E-Commerce”. Ethics?nhttp://www.jstor.org/stable/10.2307/3857773?

Search=yes&resultstemClick=true&searchText=E-commerce&searchUri=%2Faction%2FdoBasicSearch%3FQuery %3DE-commerce (diakses 23 Septembern 2014 pukul 13.00).

54 Serfanto Purnomon Cita Yustisia Sirvianin sswi hariyanin Bisnis Online dan Transaksi Elektronik ,9.

55Ono W Purba. “Jurnal E-Commerce”n https://docs.google.com/ document/d/12qizeMWywq6iBMiMcUqsuVTZTgGCSpl4PyV0o0n-iw/ edit?hl=in&pli=1 (diakses tanggal 25 Agustusn 2014).

(19)

produkn jasa atau pembayaran melalui jaringan elektronik sebagai media (Suhermann 2002 dalam Kamelon 2005). Sebenarnya tidak ada defnisi yang baku tentang e-commerce (electronic commerce)n akan tetapi secara sederhana ecommerce merupakan transaksi komersial antara pihak-pihak yang dilakukan secara elektronik (Dingn 1999).57

F. Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian

Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode kuantitatifn yaitu suatu pendekatan penelitian yang secara primer yaitu berupa data lapangan (field research) atau mempelajari tentang alat-alat dalam penelitian.58dengan

menggunakan sistem penelitian korelatif seperti Kuisioner penggunaan transaksi manual dan transaksi elektronik yang menggunakan data dari PT Prudential Syari‘ah di gedung Gracia Kuningan Jakarta Selatan dengan mengukur sejauh mana efektivitasnya.

Dari segi jenis data terdapat dua jenis penelitiann yaitu kuantitatif dan kuallitatif. 59 adanya perbedaan pandangan

antara dua metodologi tersebutn maka akhir-akhir ini munculah paradigm baru dalam penelitian dengan memadukan kedua metode tersebutn beberapa fakta menunjukan bahwa penelitian kuantitatif tidak dapat dipisahkan dari dimensi-dimensi kualitatifn demikian juga sebaliknya.60 Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu

melakukan survey dan studi pustakan survey dilakukan pada nasabah atau informann survey ditujukan kepada informan untuk mengetahui tingkat keberhasilan Aplikasi SFA.

Penelitian menggunakan menggunakan metode surveyn studi pustaka dan wawancara (Quisioner) sesuai dengan

57Ono W Purba. “Jurnal E-Commerce”n https://docs.google.com/ document/d/12qizeMWywq6iBMiMcUqsuVTZTgGCSpl4PyV0o0n-iw/ edit?hl=in&pli=1 (diakses tanggal 25 Agustusn 2014).

58W. Laurence Neuma. Social Research Methods; Qualitative and Quantitative Approaches (Boston: Pearson Educationn incn. Publishing as Allyn & Baconn 2011)n 26-28.

59 Emzir. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan

Kualitatif (Jakarta: PT RajaGrafndo Persadan 2009)n 3.

(20)

jenis-jenis sumber data yang diperlukan. Metode pengumpulan data primer dengan metode wawancara dan juga dengan cara membandingkan beberapa aplikasi elektronik di perusahaan asuransi syari’ah di sndonesia. Penelitian ini dilakukan di PT. Prudential Syari‘ahn literaturen dan hasil penelitian serta dokumen-dokumen resmi yang berkaitan dengan obyek penelitian.

2. Sumber Data

Perolehan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data primer dan data skunder.

a. Data Primer

Yaitu data yang diperoleh secara langsung dari lapangan (feld research) pada perusahaan asuransi Prudential Syariah adapun data lainnya diperoleh melalui pengamatan dan wawancara secara langsung dengan informan.

b. Data Skunder

Yaitu data yang diperoleh dari sumber yang tidak langsung melalui studi pustaka (library research) yaitu literatur yang berkaitan dengan tema penelitiann jurnal-jurnaln websiten Makalah-makalahn Majalahn Surat Kabarn Tesis.

3. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

a. Observasi

(21)

Adalah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. 61

c. Quisioner (Angket)

Kuesioner adalah suatu teknik pengimpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap keyakinann perilakun dan karakteristik beberapa orang utama didalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh system yang diajukan atau oleh system yang sudah ada.62

4. Teknik Analisa Data

Teknik analisis data menurut Miles dan Hubermen mencakup tiga kegiatan yang bersamaan 1n penyajan D

Datan 2) penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan (verifkasi).63Selanjutnya data-data yang

sudah terkumpul tersebut dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut.

a. Mengolah dan mengembangkan hasil wawancaran hasil sebaran angketn observasi dan dokumentasi mengenai program aplikasi SFA pada asuransi Prudential Syariahn kemudian diuraikan dalam bentuk deskripsi. b. Mengidentifkasi data-data mengenai

faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektiftas transaksi elektronik pada asuransi Prudential. c. Menganalisis data mengenai faktor-falktor

yang mempengaruhi penggunaan aplikasi SFA.

d. Mengukur keterpengaruhan aspek-aspek sisiologis dan aspek psikologis yang mempengaruhi pemakaian aplikasi tersebut. e. Membuat kesimpulan tentang bagaimana

tingkat keberhasilan sisitem aplikasi SFA pada asuransi Prudential Syariah.

61 Amirul Hadi. Metodologi Penelitan Pendidikan (Bandung: CV Pustaka Setian 2005)n 135.

62 Sofyan Siregar. Penelitan Kuantitatif (Jakarta: Kencanan 2013)n 12.

(22)

Penelitian menggunakan menggunakan metode survey dengan pendekatan korelasional.studi pustakan wawancara dan observasi sesuai dengan jenis-jenis sumber data yang diperlukan. Metode pengumpulan data primer dengan metode wawancara dan juga dengan cara membandingkan beberapa pendapat tentang asuransi syari’ah di sndonesia. Penelitian ini dilakukan di PT. Prudential Syari‘ahn literaturen dan hasil penelitian serta dokumen-dokumen resmi yang berkaitan dengan obyek penelitian.

G. Sistematika Penulisan

Sebagaimana Pendahuluan dalam tesis ini akan dibahas pada BAB s menjelaskan sistematika penulisann bab ini terdiri dari latar belakang masalahn permasalahann tujuan penelitiann manfaat penelitiann penelitian terdahulu yang relevann metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

Pada BAB ss membahas secara khusus perdebatan akademikn terbagi dalam sub-sub yaitu; Aplikasi SFAn tujuan dan manfaat aplikasi SFAn karakteristik model aplikasi SFA dan software SQS pada aplikasi SFAn bab ini menjelaskan teoritik untuk pembahasan pada bab selanjutnya.

Pada BAB sss membahas tentang wacana asuransi di sndonesian defnisi asuransi syariahn profl perusahaann jenis produk dan Pengaruh Tingkat Keberhasilan Aplikasi SFA Pada Asuransi Syari’ah.

Pada BAB sV membahas mengenai tingkat keberhasilan system aplikasi SFA pada asuransi Prudentialn hambatan dan tantangan penggunaan aplikasi SFAn penentuan tingkat efsiensi aplikasi SFAn faktor yang mempengaruhi penggunaan aplikasi SFA dan analisis tingkat keberhasilan sistem aplikasi SFA.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa dari uji Chi- Square diperoleh p value = 0,386 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan responden

reaksi kompetisi antara a-kobratoksin yang dimodifikasi pada gugus tertentu dengan a-kobratoksin bertanda radioaktif. Selain itu, gugus aktif tersebut dapat ditentukan juga

Menurut Moleong (2000: 3), penelitian kualiatif menghasilkan data deskriptif yaitu berupa kata-kata atau lisan dari subyek yang diamati menggunakan pendekatan yang

Dari hasil wawancara peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi yang dilakukan oleh masyarakat secara berkelompok untuk membangun kembali kehidupan Desa mereka

Masalah yang teridentifikasi dalam penelitian dengan judul Pendidikan Nilai Karakter Ihsan dan Penerapannya di Pesantren Persatuan Islam 98 Garut, diantaranya: (a)

Belajar melalui seni merupakan salah satu metode yang harus diterapkan dalam pendidikan anak usia dini mengingat bahwa pentingnya seni untuk membantu segala aspek

kekurangan cairan, atau sudah tua sekali karena resiko hipotensi; dapat menyebabkan hiperkalemia pada pasien dengan penyakit ginjal kronis atau pasien yang juga. mendapat