• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ANALISA KEPUASAN KONSUMEN TERHA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "JURNAL ANALISA KEPUASAN KONSUMEN TERHA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN

JASA DENGAN METODE FUZZY SERVQUAL

(Studi Kasus Pada Veneta System Outlet Kramat Jati)

Sindhu Risanggono

Program Studi Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri Jakarta, Jl. Jatiwaringin Raya No.18, Jakarta Timur, Indonesia

E-mail: [email protected]

ABSTRAKSI

PT. Veneta Media Usaha merupakan suatu perusahaan jasa yang bergerak dibidang isi ulang untuk roduk – produk Catridge, Toner dan Ribbon yang digunakan oleh seluruh pengguna printer dimanapun dan di kenal dengan nama Veneta System. PT. Fenixindo Global Mandiri merupakan perusahaan yang memiliki hak waralaba franchise pada Veneta System Outlet Kramat Jati. Kepuasan konsumen dapat ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diberikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Fuzzy Servqual. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada 100 responden. Hasil penelitian dari metode gap yang diperoleh menunjukan bahwa responden merasa belum puas atas jasa pelayanan Veneta System Outlet Kramat Jati selama ini karena berdasarkan pengolahan data dan analisa data Fuzzy Servqual per kriteria secara keseluruhan memiliki nilai negatif. Kriteria yang memiliki nilai gap tertinggi adalah Karyawan yang tidak terlampau sibuk sehingga sanggup menaggapi permintaan konsumen dengan cepat. Sehingga perlu segera dilakukan perbaikan sedangkan kriteria dengan gap terendah adalah Veneta system dapat dipercaya dan diandalkan dalam menangani masalah dan kebutuhan konsumen. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah bagi konsumen yang merasakan langsung dari Veneta System Outlet Kramat Jati adalah belum puas.

ABSTRACT

Analysis of Consumer Satisfaction Service Quality With Fuzzy Method Servqual Case Study In System Veneta Outlet Kramat Jati

PT. Veneta Media Enterprises is a service company engaged in refills for products - product Cartridge, Toner and Ribbon used by all printer users wherever and known by the name Veneta System. PT. Fenixindo Global Mandiri is a company that owns the franchise rights to the franchise Veneta System Outlet Kramat Jati. Consumer satisfaction can be determined by the quality of services provided. The method used is Fuzzy Servqual. Data was collected by questionnaire to 100 respondents. The results of the gap method obtained indicates that the respondents were not satisfied with the services Veneta System Outlet Kramat Jati so far as based on data processing and data analysis Fuzzy Servqual per the criteria as a whole has a negative value. The criteria that have the highest value gap is employees who are not too busy so that could want to respond quickly to consumer demand. So we need to make improvements while the criteria with the lowest gap Veneta system is reliable and dependable in addressing the problems and needs of consumers. The conclusion of the research is for consumers who feel directly from Veneta System Outlet Kramat Jati is not satisfied.

(2)

1. Pendahuluan

Dengan adanya berbagai macam software yang terdapat dalam komputer sangat membantu dalam jasa percetakan (digital printing). Sebagai contoh, penggunaan sistem digital printing digunakan setiap perusahaan untuk memasarkan produk maupun jasa, baik melalui pembuatan brosur, baliho, banner, dan sebagainya. Selain itu, dalam kegiatan akademik, sistem

digital printing digunakan untuk membuat gambar tiga dimensi dan pembuatan tugas lainnya. Bagi beberapa orang, sistem digital printing digunakan dalam menyalurkan hobi yaitu mengedit foto dan mencetaknya dengan printer. Oleh karena itu, kebutuhan akan jasa

refill tinta yang semakin tinggi menyebabkan terjadinya persaingan antar refill centre. Kondisi yang seperti inilah yang membuat setiap perusahaan harus memikirkan cara agar dapat bertahan dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan lainnya.

Menurut Yulmanita dalam Harto (2015:20) Saat ini diyakini bahwa kunci utama dalam memenangkan persaingan bisnis adalah dengan memberikan kualitas pelayanan yang dapat menciptakan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan berlangsung saat pelanggan mendapatkan hasil yang baik dari kebutuhannya. Pelanggan yang puas diharapkan untuk tetap loyal pada perusahaan dan memperkenalkan produk barang atau jasa pada orang lain.

Salah satu perusahaan yang menerapkan kualitas pelayanan adalah PT. Veneta Media Usaha adalah anak perusahaan dari Veneta System Group yang didirikan pada tahun 2003 yang merupakan perusahaan pioneer dalam hal mempromosikan aktifitas yang berhubungan dengan tinta, toner, pita dan regenerasi cartridge untuk semua tipe printer di Indonesia.

PT. Fenixindo Global Mandiri merupakan perusahaan yang memiliki hak waralaba franchise pada Veneta System Outlet Kramat Jati yang merupakan cabang ke lima dari Veneta System yang berdiri pada tahun 19 juni 2009.

Penilaian terhadap pelayanan yang diberikan Veneta System Outlet Kramat Jati sepenuhnya diserahkan kepada konsumen. Mengingat penilaian konsumen terhadap kualitas pelayanan berbeda-beda, maka dituntut kemampuannya untuk dapat dengan cepat menanggapi perubahan yang terjadi melalui upaya-upaya yang diarahkan untuk menciptakan kepuasan konsumen, setelah kepuasan konsumen tercapai, diharapkan Veneta System Outlet Kramat Jati dapat mempertahankan kualitas pelayanan sehingga konsumen akan semakin banyak.

Berdasarkan permasalahan diatas maka peneliti mencoba mengusulkan suatu penelitian yang peneliti beri judul: “Analisa Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Jasa Dengan Metode Fuzzy Servqual Studi Kasus Pada Veneta System Outlet

Kramat Jati”.

2. Metode Penelitian

2.1.Tahapan Penelitian

Di bawah ini merupakan flowchart dari tahapan penelitian sebagai berikut:

Gambar.1. Tahapan Penelitian

2.2. Instrumen Penelitian

(3)

Variabel yang digunakan pada penelitian ini merupakan dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari lima dimensi yaitu realibility (kehandalan),

responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan),

empathy (empati) dan tangible (bukti fisik). Berikut ini adalah variabel dan atribut pernyataan kuesioner penelitian:

Tabel 1. Variabel dan Atribut Pernyataan Kuesioner Penelitian

Tangibles

(Bukti Fisik) Atribut Pernyataan

A1 Venetahalaman Systemoutlet toko danmemiliki ruangan yang bersih

A2 Kerapihan karyawan dalamberpakaian A3 Kondisi penerangan di dalamoutlet toko yang baik

A4

Produk tertata dengan rapi dan dapat terlihat jelas oleh konsumen

A5

Suhu di dalam outlet toko yang sejuk membuat konsumen

Veneta System dapat dipercaya dan diandalkan dalam menangani masalah dan kebutuhan konsumen

B3 Karyawan memberi pelayanandengan cepat dan tepat waktu

B4

Veneta System menyediakan jasa pesan antar (delivery

service) sehingga

memudahkan konsumen Responsiveness

(Daya Tanggap) Atribut Pernyataan C1 Karyawan tanggap terhadapkebutuhan konsumen

C2

Kepastian waktu penyampaian jasa dinformasikan dengan jelas kepada para konsumen

C3

Karyawan yang tidak terlampau sibuk sehingga sanggup menaggapi permintaan konsumen dengan cepat

C4 Karyawan bersedia menerimakeluhan dari konsumen

Assurance Atribut Pernyataan sopan dan ramah kepada konsumen

D3 Veneta garansi untuk setiap produknyaSystem memberikan

D4

Kualitas tinta dan kesesuaian pengisian tinta membuat konsumen tidak ragu untuk merefill tinta di Veneta System

Empathy

(Empati) Atribut Pernyataan

E1

Karyawan memberikan masukan / pengertian tentang masalah yang dihadapai konsumen

E2 Karyawan mengutamakan kepentingan konsumen

E3

Karyawan memahami kebutuhan / keinginan konsumen

Untuk pengisian kuesioner, responden diminta memberikan skala nilai terhadap atribut-atribut sesuai dengan tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan. Skala yang digunakan yaitu skala likert dengan kriteria sebagai berikut:

Tabel 2. Skala Penilaian Responden Terhadap Kuesioner

KATEGORI JAWABAN BOBO

2.3. Metode Pengumpulan Data, Populasi dan

Sample Penelitian

(4)

Jenis penulisan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang memiliki arti penulisan ini dilakukan untuk menggambarkan suatu kejadian berdasarkan data yang diteliti melalui kuesioner. Dalam penulisan ini menggunakan teori

Servqual yang berdasarkan lima dimensi nya.

Sumber data dalam penulisan penelitian ini terdiri dari: 1. Data Primer

Adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Diambil dan dicatat untuk pertama kalinya berupa kuesioner yang disebar kepada responden. Dalam hal ini kuesioner diajukan kepada konsumen Veneta System Outlet Kramat Jati.

2.Data Sekunder

Adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data yang diperoleh dari literatur-literatur dan informasi di luar objek penelitian yang berhubungan dengan penelitian diantaranya sejarah perusahaan, dan struktur organisasi Veneta

System Outlet Kramat Jati.

2.3.2. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Veneta System Outlet Kramat Jati selama penelitian berlangsung. Dan jumlah populasi sendiri tidak teridentifikasi secara jelas atau belum diketahui.

2.3.3. Sampel Penelitian

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode non-probabilty sampling dengan jumlah tertentu berdasarkan prinsip accidental sampling yaitu prosedur sampling yang memilih sampel dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai atau diakses. Sebelum kuesioner formal disebarkan, maka dilakukan penyebaran kuesioner awal sebanyak 30 kuesioner untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner tersebut dan selanjutnya menyebar kuesioner formal sesuai jumlah sampel yang ditentukan.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus malhotra. Dimana rumus ini digunakan apabila populasi yang akan diteliti tidak teridentifikasi secara jelas atau sampel bersifat tersembunyi. Jadi penentuan jumlah populasi dilakukan dengan mengalikan 4 atau 5 dari jumlah item variabel. Item variabel dalam penelitian ini sebanyak 20 item yang dapat di klasifikasikan menjadi 5 item variabel tangibles, 4 item variabel reliability, 4 item variabel responsiveness, 4 item variabel

assurance, dan 3 item variabel empathy. Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 x 5 = 100 sampel.

2.4. Metode Analisis Data

Pengukuran validitas terhadap variabel dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS 17.

Menurut Sugiyono (183:2012) untuk mengetahui validitas instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut:

r

xy

=

N

(

XY

)

(

X

Y

)

¿ ¿ ¿

Keterangan :

r

xy = koefisien korelasi product moment

N = jumlah sampel X = skor variebel X Y = skor variebel Y B. Uji Reliabilitas

Reliabilitas merupakan istilah yang digunakan untuk sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila alat ukur tersebut digunakan berulang-ulang kali. Pengukuran reliabilitas terhadap variabel dilakukan dengan menggunakan teknik Croncbach’s alpha. Menurut Sekaran dalam Priyatno (2009:172), reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima, dan di atas 0,8 adalah baik. Pengukuran reliabilitas terhadap variabel menggunakan bantuan program SPSS 17. Rumus

Croncbach’s alpha dituliskan sebagai berikut:

Sumber: Putra, dkk (2014:178)

Keterangan :

r

11 = Reliabilitas Instrumen

n

= Jumlah item pertanyaan yang diuji

s

i

2

(5)

3.4.2. Mengintegrasikan

Fuzzy-Servqual

Pengintegrasian Fuzzy-Servqual yang dilakukan meliputi pembentukan membership function dengan

Triangular Fuzzy Number untuk pengukuran persepsi dan harapan konsumen, perhitungan nilai persepsi dan harapan konsumen, perhitungan nilai kesenjangan kualitas layanan, perhitungan bobot, perhitungan nilai

Servqual terbobot dan penilaian tingkat kepentingan suatu kriteria.

A. Fuzzyfikasi dan Defuzzyfikasi

Setelah dilakukan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, selanjutnya dilakukan proses

fuzzyfikasi dengan pembentukan Triangular Fuzzy Number nilai persepsi dan harapan konsumen dihitung dengan cara sebagai berikut:

Sumber : Suharyanta, A’yunin (2012:32)

Keterangan:

b

i = rata - rata nilai fuzzy set per tingkat kepentingan n = jumlah responden per tingkat kepentingan

Setelah diperoleh nilai fuzzyfikasi, selanjutnya dilakukan defuzzyfikasi untuk mendapatkan suatu nilai tunggal yang representatif dengan menggunakan

Arithmatic Mean yang diformulasikan sebagai berikut:



A

B





A x



B

y

/ 2

Sumber : Suharyanta, A’yunin (2012:33)

Metode Arithmatic Mean merupakan rumus yang sederhana, mencari nilai c, a, dan b dengan cara mencari jumlah dari jawaban setiap option di bagi dengan banyaknya jawaban option tersebut.

B. Perhitungan Servqual

Pada perhitungan Servqual ini peneliti menggunakan pengukuran gap ke lima yaitu perbedaan antara pelayanan yang diharapakan dengan pelayanan yang diterima oleh konsumen. Setelah mendapatkan nilai defuzzyfikasi selanjutnya ke perhitungan Servqual.

Perhitungan Servqual dapat dihitung dengan selisih antara nilai defuzzyfikasi Persepsi dan defuzzyfikasi

Harapan.

3. Hasil dan Pembahasan

3.1. Gambaran Umum Responden

Gambaran umum responden diperoleh dari data kuesioner yang telah diisi pengunjung. Gambaran umum ini dapat memberikan informasi mengenai informasi demografis dari pengunjung yang datang ke Veneta System Outlet Kramat Jati. Berdasarkan hasil kuesioner 100 responden diperoleh data demografis pengunjung yang ditunjukkan dengan persentase menggunakan diagram lingkaran.

1. Usia Responden

Usia atau umur merupakan kecenderungan seseorang dalam berpikir dan membentuk kedewasaan. Umur juga mempengaruhi kematangan pemikiran seseorang dalam memilih atau menentukan sesuatu pilihan. Berikut ini adalah gambar hasil persentase mengenai usia responden yang berkunjung ke Veneta

System Outlet Kramat Jati sebagai berikut:

Sumber: Hasil Penelitian (2015)

Gambar 1. Hasil Persentase Usia Responden

Berdasarkan gambar 1. terlihat bahwa persentase tertinggi berdasarkan usia responden yang berkunjung ke Veneta System Outlet Kramat Jati adalah usia responden yang berumur 26 - 35 tahun yaitu 43 responden atau sebesar 43%, kemudian diikuti oleh responden yang berusia 36 - 45 tahun yaitu 28 responden atau sebesar 28%, 17 - 25 tahun yaitu 22 responden atau sebesar 22 %, dan 46 - 60 tahun yaitu 7 responden atau sebesar 7 %.

(6)

Dari hasil penyebaran kuesioner didapatkan data tentang profil konsumen dari sekitar 100 responden laki-laki mendominasi dengan kisaran 67 responden atau 67 persen, Berikut ini adalah gambar hasil persentase mengenai jenis kelamin responden yang merupakan konsumen dari Veneta System Outlet

Kramat Jati sebagai berikut :

Sumber: Hasil Penelitian (2015)

Gambar 2. Hasil Persentase Jenis Kelamin Responden

Berdasarkan gambar 2. terlihat bahwa persentase tertinggi berdasarkan jenis kelamin responden yang berkunjung ke Veneta System Outlet

Kramat Jati adalah jenis kelamin laki- laki yaitu 67 responden atau sebesar 67%, dan sisanya jenis kelamin perempuan yaitu 33 responden atau sebesar 33%.

3.2. Hasil Uji Instrumen

Pada penelitian ini dilakukan pengujian instrumen (kuesioner) terlebih dahulu dengan menggunakan 30 responden. 30 responden tersebut diuji kevalidan dan kehandalan terhadap kuesioner yang digunakan. Uji validitas dan reliabilitaas ini menggunakan software SPSS v.17 for windows.

A. Validitas

Pengujian validitas dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Apabila koefisien korelasi product moment

sama dengan 0,3 atau lebih (paling kecil 0,3) maka butir instrumen dinyatakan valid. Data hasil pengujian validitas ini dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Data Hasil Uji Validitas 30 Sampel Responden

No Kode Atribut

Niai koefisien korelasi product moment

Uji Validitas Tingkat

Persepsi HarapanTingkat r tabel

1 A1 .436 .826 0.3 Valid

2 A2 .608 .590 0.3 Valid

3 A3 .686 .723 0.3 Valid

4 A4 .807 .876 0.3 Valid

5 A5 .668 .723 0.3 Valid

6 B1 .799 .679 0.3 Valid

7 B2 .705 .733 0.3 Valid

8 B3 .899 .781 0.3 Valid

9 B4 .684 .773 0.3 Valid

10 C1 .727 .748 0.3 Valid

11 C2 .897 .680 0.3 Valid

12 C3 .707 .673 0.3 Valid

13 C4 .735 .668 0.3 Valid

14 D1 .784 .565 0.3 Valid

15 D2 .757 .671 0.3 Valid

16 D3 .604 .664 0.3 Valid

17 D4 .787 .781 0.3 Valid

18 E1 .671 .667 0.3 Valid

(7)

20 E3 .768 .780 0.3 Valid

Sumber: Hasil Penelitian (2015)

B. Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk menguji data sehingga hasil dari pengujian tersebut dapat memastikan data yang didapatkan dari hasil penelitian telah reliabel (dapat dipercaya) atau belum reliabel (belum dapat dipercaya). Suatu instrumen penelitian mengindikasikan memiliki reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima, dan di atas 0,8 adalah baik. Dari hasil uji reliabilitas data diperoleh nilai alpha persepsi dan harapan keseluruhan sebesar 0,950 dan 0,949 yang berarti reliabel dan mengindikansikan baik karena menunjukkan koefisien croncbach’s alpha yang didapat > 0,8. Data hasil pengujian nilai Reliabilitas per atribut ini juga dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Data Hasil Uji Reliabilitas 30 Sampel Responden

No AtributKode

Niai Cronbance

alpha Uji

Reliabilitas Tingkat

Persepsi HarapanTingkat

1 A1 .952 .945 Reliabel

2 A2 .949 .949 Reliabel

3 A3 .948 .947 Reliabel

4 A4 .946 .944 Reliabel

5 A5 .948 .947 Reliabel

6 B1 .946 .947 Reliabel

7 B2 .947 .946 Reliabel

8 B3 .944 .946 Reliabel

9 B4 .948 .946 Reliabel

10 C1 .947 .946 Reliabel

11 C2 .944 .947 Reliabel

12 C3 .949 .948 Reliabel

13 C4 .947 .947 Reliabel

14 D1 .946 .950 Reliabel

15 D2 .946 .948 Reliabel

16 D3 .949 .947 Reliabel

17 D4 .947 .946 Reliabel

18 E1 .948 .947 Reliabel

19 E2 .946 .945 Reliabel

20 E3 .946 .946 Reliabel

Sumber: Hasil Penelitian (2015)

3.3. Mengintegrasikan

Fuzzy-Servqual

3.3.1. Penentuan

Fuzzy Set

Penentuan fuzzy set dilakukan untuk menetukan skor yang harus diberikan oleh responden untuk setiap kriteria yang diajukan dalam kuesioner. Cara penetuannya seperti terlihat pada gambar 3. Penentuan nilai Fuzzy

Set, sebagai berikut:

Gambar 3. Penetuan Nilai Fuzzy Set

Dengan demikian, nilai yang digunakan dalam penentuan bobot (skor) yang kita gunakan untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan dari perhitungan nilai fuzzyfikasi

adalah sebagai berikut:

a. Katagori 1 = Sangat Tidak Baik dengan skor 1,2,3,4 (meliputi jawaban kuesioner Persepsi / Harapan yaitu Sangat Tidak Puas / Sangat Tidak Penting). b. Katagori 2 = Tidak Baik dengan skor 3,4,5,6

(meliputi jawaban kuesioner Persepsi / Harapan yaitu Tidak Puas / Tidak Penting).

c. Katagori 3 = Cukup Baik dengan skor 5,6,7,8 (meliputi jawaban kuesioner Persepsi / Harapan yaitu Cukup Puas / Cukup Penting).

d. Katagori 4 =Baik dengan skor 7,8,9,10

(meliputi jawaban kuesioner Persepsi / Harapan yaitu Puas / Penting)

e. Katagori 5 = Sangat Baik dengan skor 9,10,11,12 (meliputi jawaban kuesioner Persepsi / Harapan yaitu Sangat Puas / Sangat Penting)

3.3.2. Perhitungan Nilai

Fuzzyfikasi

dan

Defuzzyfikasi

Persepsi Konsumen

Dalam menghitung nilai Fuzzyfikasi Kuesioner Persepsi Konsumen dengan menggunakan software Ms. Excel, Nilai Fuzzyfikasi merupakan nilai rata-rata dari nilai c, a, b. Hasil perhitungan nilai fuzzyfikasi dapat dilihat pada tabel 3.

(8)

No Kode Atribut c FuzzyfikasiA B Defuzzyfikasi Rangking

1 A1 7,02 8,52 10,02 13,53 4

2 A2 6,48 7,98 9,48 12,72 17

3 A3 6,62 8,12 9,62 12,93 13

4 A4 6,88 8,38 9,88 13,32 6

5 A5 7,42 8,92 10,42 14,13 2

6 B1 7,06 8,56 10,06 13,59 3

7 B2 7,52 9,02 10,52 14,28 1

Sumber: Hasil Penelitian (2015)

Tabel 4. Hasil Fuzzyfikasi dan Defuzzyfikasi Tingkat Kepuasan/Persepsi Lanjutan

No Kode Atribut c FuzzyfikasiA B Defuzzyfikasi Rangking

8 B3 6,5 8 9,5 12,75 15

9 B4 6,5 8 9,5 12,75 15

10 C1 6,64 8,14 9,64 12,96 12

11 C2 6,44 7,94 9,44 12,66 19

12 C3 5,5 7 8,5 11,25 20

13 C4 6,94 8,44 9,94 13,41 5

14 D1 6,48 7,98 9,48 12,72 17

15 D2 6,84 8,34 9,84 13,26 9

16 D3 6,58 8,08 9,58 12,87 14

17 D4 6,78 8,28 9,78 13,17 10

18 E1 6,7 8,2 9,7 13,05 11

19 E2 6,86 8,36 9,86 13,29 7

20 E3 6,86 8,36 9,86 13,29 7

Sumber: Hasil Penelitian (2015)

3.3.3. Perhitungan Nilai Fuzzyfikasi dan Defuzzyfikasi

Harapan Konsumen

Sedangkan untuk mencari nilai fuzzyfikasi

harapan konsumen menggunakan metode yang sama

dengan persepsi konsumen. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 5.

Tabel 5. Hasil Fuzzyfikasi dan Defuzzyfikasi Tingkat Kepentingan/Harapan

No Kode Atribut C FuzzyfikasiA b Defuzzyfikasi Rangking

1 A1 7,5 9 10,5 14,25 13

2 A2 7,18 8,68 10,18 13,77 20

3 A3 7,62 9,12 10,62 14,43 8

4 A4 7,7 9,2 10,7 14,55 4

5 A5 7,88 9,38 10,88 14,82 1

6 B1 7,68 9,18 10,68 14,52 7

7 B2 7,8 9,3 10,8 14,7 2

8 B3 7,4 8,9 10,4 14,1 16

9 B4 7,5 9 10,5 14,25 13

10 C1 7,34 8,84 10,34 14,01 17

11 C2 7,46 8,96 10,46 14,19 15

12 C3 7,2 8,7 10,2 13,8 19

13 C4 7,7 9,2 10,7 14,55 4

14 D1 7,56 9,06 10,56 14,34 11

(9)

16 D3 7,62 9,12 10,62 14,43 8

3.3.4. Perhitungan Nilai Servqual (Gap) per Atribut Hasil penghitungan Nilai Servqual (Gap) per atribut dari selisih tingkat persepsi dan harapan menunjukkan sampai sejauh mana pihak Veneta System Outlet Kramat Jati telah memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan konsumennya. Peran gap per atribut akan memberikan tingkat kepentingan seberapa jauh peran atribut tersebut dalam memberikan peningkatan kualitas pelayanan. Hasilnya dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Nilai Servqual (Gap) Per Atribut Antara Persepsi dan Harapan Konsumen

No AtribuKode t

Perseps

i Harapan Gap Rangking

1 A1 13,53 14,25 -0,72 18 hasil penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan dalam suatu penelitian. Berikut ini adalah analisa data dari hasil pengujian dan pengolahan data.

3.4.1. Analisa Hasil Pengujian A. Uji Validitas Data

Hasil uji validitas dilakukan pada semua data, yaitu data Persepsi Konsumen dan Data Harapan Konsumen. Dari semua data dinyatakan valid karena nilai r hitung dari semua kriteria lebih besar dari r tabel (0,3).

B. Uji Realiabilitas Data

Hasil uji reliabilitas dinyatakan bahwa semua data persepsi dan harapan konsumen adalah reliabel. Dengan hasil Chronbach alpha > 0,8 yang mengindikasikan reliabilitasnya baik.

3.4.2. Analisa Hasil Pengolahan Data

A. Perhitungan Nilai Defuzzyfikasi Persepsi Konsumen

Dari hasil pengolahan data setelah defuzzyfikasi

dengan menggunakan software Ms. Excel dapat diketahui nilai persepsi tertinggi dari kualitas pelayanan jasa Veneta System Outlet Kramat Jati pada Konsumen adalah Veneta system dapat dipercaya dan diandalkan dalam menangani masalah dan kebutuhan konsumen dengan nilai 14,28 dan nilai terendah adalah Karyawan yang tidak terlampau sibuk sehingga sanggup menaggapi permintaan konsumen dengan cepat dengan nilai 11,25.

B. Perhitungan Nilai Defuzzyfikasi Harapan Konsumen

Dari hasil pengolahan data yang harapan pelanggan setelah defuzzyfikasi dengan dapat diketahui nilai harapan tertinggi dari Veneta System Outlet Kramat Jati pada konsumen adalah Suhu di dalam toko yang sejuk membuat konsumen nyaman berkunjung ke Veneta System dengan nilai 14,82 dan nilai terendah adalah Kerapihan karyawan dalam berpakaian dengan nilai 13,77.

C. Perhitungan Nilai Servqual (Gap) Per Kriteria antara Persepsi dan Harapan Konsumen

(10)

menunjukkan bahwa kualitas layanan suatu kriteria kurang baik sehingga perlu ditingkatkan. Idealnya nilai gap sama dengan nol, dimana nilai persepsi sama dengan harapan konsumen, sehingga dapat dikatakan persepsi sudah sesuai dengan harapan yang mengindikasikan kriteria kualitas pelayanan. Untuk itu kriteria harus dipertahankan. Apabila nilai yang menunjukkan sampai sejauh mana pihak Veneta System Outlet Kramat Jati telah memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan konsumen. Peran bobot dalam gap akan memberikan tingkat kepentingan seberapa jauh peran kriteria tersebut dalam memberikan peningkatan kualitas pelayanan. Hasil Gap tertinggi adalah pada Karyawan yang tidak terlampau sibuk sehingga sanggup menaggapi permintaan konsumen dengan cepat dengan nilai -0,255 dan nilai Gap terendah pada kriteria Veneta system dapat dipercaya dan diandalkan dalam menangani masalah dan kebutuhan konsumen dengan nilai -0,42.

Berikut ini adalah 5 kriteria dengan nilai Servqual

terbesar yang harus menjadi perhatian Venetea System Outlet Kramat Jati, yaitu:

Tabel 7. Nilai Servqual Per Kriteria Terbesar

No

. Atribut ServqualNilai

1. Kondisi penerangan di dalamoutlet toko yang baik -1,5

2. Veneta system menyediakan jasapesan antar (delivery service)

sehingga memudahkan konsumen -1,5

Karyawan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang mendukung

pekerjaan mereka -1,62

5. Karyawan memahami kebutuhan /keinginan konsumen -1,32 Sumber: Hasil Penelitian (2015)

Dari urutan 5 kriteria diatas yang perlu mendapatkan perhatian dari Venetea System Outlet

Kramat Jati, karena kelima kriteria tersebut sangat dirasakan kurang oleh para konsumen. Apabila hal ini tidak segera di lakukan maka akan berakibat konsumen akan pindah ketempat lain.

System Outlet Kramat Jati secara keseluruhan memiliki nilai negatif. Sehingga konsumen belum puas terhadap jasa pelayanan yang diberikan Veneta System Outlet Kramat Jati. 2. Kriteria yang memiliki nilai gap tertinggi yaitu

Karyawan yang tidak terlampau sibuk sehingga sanggup menaggapi permintaan konsumen dengan cepat. Dengan demikian kriteria ini merupakan kriteria yang banyak dikeluhkan konsumen sehingga perlu segera dilakukan perbaikan. Sedangkan kriteria yang ranking terendah adalah Veneta System dapat dipercaya dan diandalkan dalam menangani masalah dan kebutuhan konsumen.

[1] Ariani, D. Wahyu. 2009. Manajemen Operasi Jasa. Yogyakarta: Graha Ilmu.

[2] Batinggi, Achmad dan Badu Ahmad. 2011. Manajemen Pelayanan Umum. Jakarta: Universits Terbuka. Pelayanan Dan Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Lawang). ISSN: 2085-0972. Vol. 2 No.2 Juli-Desember 2010. Diambil dari: http://onlinejournal.unja.ac.id/index.php/pemasara n/article/download/123/109. (5 November 2015) [5] Hidayat, Taufik dan Nina Istiadah. 2011. Panduan

(11)

[6] Kusumadewi, Sri dan Hari Purnomo. 2010. Aplikasi Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

[7] Priyatno, Duwi. 2009. 5 Jam Belajar Olah Data Dengan SPSS 17. Yogyakarta: CV.Andi Offset. [8] Putra, Zahreza Fajar Setiara, Mohammad Sholeh,

Naniek Widyastuti. 2014.Analisis Kualitas Pelayanan Website BTKP-DIY Menggunakan Metode Webqual 4.0. Jurnal JARKOM Vol.1 No. 2 Januari 2014. ISSN: 2338-6312. Diambil dari:http:// download.portalgaruda.org/article.php?

article=293176&val=6284&title=ANALISIS %20KUALITAS%20LAYANAN%20WEBSITE %20BTKPDIY%20MENGGUNAKAN

%20METODE%20WEBQUAL%2040 (5 November 2015)

[9] Ruslan, Rosady. 2008. Metode Penelitian: Public Relations & Komunikasi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

[10] Sangadji, Etta Mamang dan Sopiah. 2013. Perilaku Konsumen: Pendekatan Praktis Disertai Himpunan Jurnal penelitian. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

[11] Suska V, I Made, N. Budiartha R.M, dan Gd. Astawa Diputra. 2013. Analisis Kualitas Pelayanan Pas Bandara Internasional Ngurah Rai Dengan Menggunakan Model Servqual. Jurnal Spektran Vol. 1, No.1, Januari 2013.Diambil dari:

http://ojs.unud.ac.id/index.php/jsn/article/view/4 998/3788. (5 November 2015)

[12] Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta. [13] Surharyanto, Dwi dan Qurrota A’yunin. 2012.

Analisis Tingkat Kualitas Pelayanan Jasa Menggunakan Metode Service Quality (Servqual) Fuzzy Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul. KESMAS ISSN:1978-0575.

Diambil dari:

Gambar

Tabel 2. Skala Penilaian Responden Terhadap Kuesioner
Gambar 1. Hasil Persentase Usia Responden
Gambar 2. Hasil Persentase Jenis Kelamin Responden
Gambar 3. Penetuan Nilai Fuzzy Set
+4

Referensi

Dokumen terkait

Jabodetabek perlu melakukan riset konsumen untuk menyerap persepsi konsumen mengenai kualitas layanan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Customer Focus

Hasil analisa tersebut menyimpulkan bahwa persepsi konsumen terhadap tiga dimensi ekuitas merek yang masing – masing dari setiap indikator dapat dikatakan baik,

Berdasarkan hasil analisa mean untuk variabel kepuasan konsumen dilihat dari kualitas layanan diketahui bahwa rata-rata konsumen menjawab puas dengan kualitas layanan yang

Dari hasil olah data SPSS ini diketahui bahwa 100 orang responden memberikan nilai rata-rata tertinggi sebesar 3,93 di variable kepuasan konsumen ini pada pertanyaan no

Dalam hasil uji parsial (uji-T) diketahui dapat disimpulkan bahwa secara parsial pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada DriverBDG diketahui

Dalam hasil uji parsial (uji-T) diketahui dapat disimpulkan bahwa secara parsial pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada DriverBDG diketahui

Selama ini perusahaan harus dapat mengetahui kepuasan konsumen dengan persepsi konsumen, dan perusahaan harus dapat mengantisipasi ancaman yang timbul dari pesaing,

Hasil uji pengaruh parsial yang dilakukan dengan uji t menunjukkan bahwa Persepsi Harga secara parsial berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen, karena nilai tsig sebesar