• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN AKUNTANSI BIAYA KONDISI AWAL S

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEBIJAKAN AKUNTANSI BIAYA KONDISI AWAL S"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KEBIJAKAN AKUNTANSI BIAYA

KONDISI AWAL/SEKARANG

1) Pengertian

Biaya adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar kas atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas bersih.

2) Klasifikasi Biaya

Biaya BLU diklasifikasikan sebagai berikut: a. Biaya Layanan

Merupakan seluruh biaya yang terkait langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, antara lain meliputi biaya pegawai, biaya bahan, biaya jasa layanan, biaya pemeliharaan, biaya daya dan jasa, dan biaya langsung lainnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan yang diberikan oleh BLU.

b. Biaya Umum dan Administrasi

Merupakan biaya-biaya yang diperlukan untuk administrasi dan biaya yang bersifat umum dan tidak terkait secara langsung dengan kegiatan pelayanan BLU. Biaya ini antara lain meliputi biaya pegawai, biaya administrasi perkantoran, biaya pemeliharaan, biaya langganan daya dan jasa, dan biaya promosi.

c. Biaya Lainnya Merupakan biaya yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam biaya layanan dan biaya umum dan administrasi. Biaya ini antara lain meliputi biaya bunga dan biaya administrasi bank.

d. Rugi Penjualan Aset Non Lancar Merupakan selisih kurang antara harga jual dengan nilai buku aset non lancar yang dijual.

e. Biaya dari Kejadian Luar Biasa Merupakan biaya yang timbul di luar kegiatan normal BLU, yang tidak diharapkan terjadi dan tidak diharapkan terjadi berulang, dan di luar kendali BLU.

3) Pengakuan

Biaya diakui pada saat terjadinya penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau peningkatan kewajiban dan dapat diukur dengan andal.

4) Pengukuran

Biaya dan kerugian dicatat sebesar:

a. jumlah kas yang dibayarkan jika seluruh pengeluaran tersebut dibayar pada periode berjalan;

b. jumlah biaya periode berjalan yang harus dibayar pada masa yang akan datang; c. alokasi sistematis untuk periode berjalan atas biaya yang telah dikeluarkan; dan d. jumlah kerugian yang terjadi.

5) Pengungkapan

(2)

PERMASALAHAN DAN PERUBAHAN

Terdapat 2 kategori, yaitu beban dan belanja sebagai konsekuensi dari diterapkannya metode akrual dalam sistem akuntansi pemerintah. Sejalan dengan hal tersebut, maka kita diharuskannya mencatat secara ganda (jurnal LRA dan jurnal LO). Dalam LRA disebut sebagai belanja, sedangkan dalam LO disebut sebagai “belanja”.

Definisi

Masih memakai definisi biaya, belum memisahkan antara beban dan belanja.

Klasifikasi

Terdapat perbedaan nomenklatur dan klasisfikasi biaya

Pengakuan

Pedoman pengakuan biaya masih terlalu umum dan belum dijelaskan lebih lanjut secara mendetail

Pengukuran

Pedoman pengukuran biaya masih belum dipisah menurut sumber nya, yaitu pendapatan dari APBN/APBD dan pendapatan murni dari kegiatan operasi BLU

Belum mencakup beban penyusutan atas asset yang dimiliki serta penyisihan piutang tidak tertagih.

Terdapat jurnal-jurnal khusus transaksional atas pengeluaran/pengembalian dan pengakuan beban secara kas dan non kas,

Terdapat pengaturan untuk menggunakan buku pembantu beban dan mekanisme peringkasan beban

BLU menjadi 6 digit akun beban BLU : 5XXXXXX

Pengungkapan

Pedoman pengungkapan beban masih terlalu umum, belum diijelaskan secara lebih rinci

Pelaporan

(3)

REKOMENDASI

Definisi

Dalam metoode akrual, biaya dibagi menjadi beban dan belanja. Oleh Karena itu, maka pengertian dan nomenklatur “biaya” harus diubah menjadi “beban” dan “balanja”, dengan penjabaran sebagai berikut:

Beban BLU adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas BLU, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban

Belanja BLU adalah adalah kewajiban BLU yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih yang telah dibayar dari kas dan bank BLU pada periode tahun anggaran yang bersangkutan.

Klasifikasi

Dalam metode akrual, maka kita harus membuat laporan operasional (melaporkan beban) dan laporan realisasi anggaran (melaporkan belanja). Oleh Karena itu, maka harus dibuat klasifikasi lebih lanjut mengenai beban dan belanja tersebut sebagai berikut:

Klasifikasi beban operasional BLU (dalam LO): beban pegawai, beban barang dan jasa, beban persediaan, beban barang untuk dijual/ diserahkan kepada masyarakat, beban pemeliharaan, beban perjalanan dinas, beban penyisihan piutang tidak tertagih, beban penyusutan dan amortisasi.

Klasifikasi belanja BLU meliputi (dalam LRA): belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal

pengakuan

Beban

Secara umum Beban BLU diakui pada saat: timbulnya kewajiban; terjadinya konsumsi aset; dan terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.

Beban pegawai, beban barang dan jasa, beban pemeliharaan, dan beban perjalanan dinas yang berasal dari realisasi SP2D DIPA Rupiah Murni diakui pada saat pengeluaran realisasi belanja sesuai dengan SPM/ SP2D Belanjanya. Sedangkan jika berasal dari realisasi DIPA PNBP diakui pada saat timbulnya kewajiban berdasarkan resume tagihan, pemakaian konsumsi dan/ atau pembayaran be ban BLU secara transaksional.

Beban persediaan diakui pada saat perlengkapan, bahan atau barang persediaan digunakan untuk dikonsumsi dalam rangka kegiatan operasional BLU.

Beban barang untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat diakui pada saat mutasi keluar barang

Beban penyisihan piutang tidak tertagih diakui secara periodik semesteran dan tahunan berdasarkan estimasi atas kualitas saldo piutang per debitur.

(4)

Belanja

Belanja dari realisasi DIPA RM diakui pada saat kas keluar dari rekening kas umum negara, sedangkan belanja BLU dari pengesahan DIPA PNBP diakui pada saat dilakukan pengesahan oleh KPPN sesuai dengan SP3B / SP2B - BLU

Pengukuran

Beban

Beban pegawai, beban barang dan jasa, beban pemeliharaan, dan beban perjalanan dinas yang berasal dari pembebanan realisasi SP2D DIPA rupiah murni diukur sebesar nilai realisasi belanja sesuai dengan SPM/SP2D Belanjanya, sedangkan jika berasal dari pembebanan DIPA PNBP diukur sebesar nilai beban sesuai dengan dokumen sumber transaksional beban BLU.

Beban pemeliharaan, beban persediaan, dan be ban barang unutk dijual/ diserahkan kepada masyarakat diukur sebesar nilai persediaan mutasi keluar

Beban penyusutan diukur sebesar nilai perhitungan akuntansi terhadap perolehan atau nilai wajar aset dibagi dengan periode/masa manfaat aset tersebut

Beban penyisihan piutang tidak tertagih diukur sebesar nilai perhitungan akuntansi terhadap penentuan kualitas piutang berdasarkan tarif penyisihan piutang tak tertagih dikalikan dengan nilai nominal piutang.

Belanja

Belanja dari realisasi DIPA RM diukur sebesar nilai realisasi belanja sesuai dengan SPM/SP2D

Belanja BLU dari pengesahan beban dan/ atau biaya perolehan aset BLU diukur sebesar nilai pengesahan belanja BLU sesuai dengan SP3B/SP2B - BLU

Pengungkapan

Pengungkapan beban dan belanja harus diungkapkan secara lebih rinci berdasarkan sumber dana yang digunakan dalam melakukan transaksi beban/belanja tersebut

beban

Beban operasional terdiri dari realisasi belanja sesuai SPM/SP2D, pengesahan belanja barang sesuai SP3B/SP2B-BLU, nilai beban sehubungan dengan beban transaksional secara kas belum dilakukan pengesahan belanjanya, dan nilai beban sehubungan dengan penyesuaian beban operasional BLU.

Belanja

Belanja terdiri dari Belanja dari realisasi DIPA Rupiah Murni dan belanja BLU

Pelaporan

(5)

Nilai beban sehubungan dengan penyetoran pendapatan PNBP untuk keuntungan rekening kas umum negara disajikan di Laporan Operasional sebagai Penyetoran PNBP oleh BLU ke Kas Negara dalam pos Kegiatan Non-Operasional. Selain itu beban-beban yang disajikan dalam pos Kegiatan Non-Operasional misalnya beban sehubungan dengan kerugian persediaan rusak atau usang, kerugian pelepasan aset, kerugian selisih kurs belum terealisasi atas saldo kas dan bank BLU, piutang BLU, dan utang BLU.

Belanja

Belanja dari realisasi DIPA Rupiah Murni dilaporkan dengan rincian sebagai berikut: Belanja Pegawai disajikan pada pos Realisasi Belanja Pegawai di LRA, Belanja Barang disajikan pada pos Realisasi Belanja Barang di LRA, Belanja Modal disajikan pada pos Realisasi Modal di LRA.

Referensi

Dokumen terkait