• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Keuangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Keuangan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Profesional Inovatif

Kompeten Transparan

Religius Integritas

POKOK-POKOK PENGATURAN

PENERUSAN PINJAMAN LUAR NEGERI

(PLN) PEMERINTAH *)

Pengaturan penerusan pinjaman diatur dalam PMK No. 53/ PMK.010/2006 yang merupakan proses lanjutan dari Daftar Rencana Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri Jangka Menengah/DRPHLN-JM (lihat Peraturan Meneg PPN/ Kepala Bappenas Nomor: PER. 005/M.PPN/06/2006). Pengaturan prosedur pinjaman yang lebih jelas dalam rangka menghindari implementasi proyek yang tidak sesuai dengan perencanaan (Standar Format usulan kegiatan dilampirkan dalam PMK).

Pembagian tugas dan kewenangan yang lebih jelas antar instansi terkait (Depkeu, Bappenas dan K/L teknis) dengan mengedepankan efisiensi dan fungsi check and balance. Kepastian batas waktu penilaian atas usulan proyek daerah.

*) Informasi mengenai ketentuan dan persyaratan umum pinjaman Pemerintah Daerah dapat dilihat pada leafleat PINJAMAN DAERAH

PENGAJUAN RENCANA PENERUSAN PLN

Dokumen Rencana Penerusan PLN disampaikan kepada Menteri Keuangan. Dokumen tersebut meliputi :

1. Studi Kelayakan Kegiatan; 2. Rencana Kegiatan Rinci;

3. Realisasi APBD tiga tahun terakhir; 4. APBD tahun yang bersangkutan;

5. Perhitungan proyeksi APBD selama jangka waktu pinjaman termasuk DSCR;

6. Financing Plan secara keseluruhan;

7. Surat Persetujuan DPRD berupa persetujuan prinsip yang diberikan oleh komisi di DPRD yang menangani bidang keuangan;

8. Data kewajiban yang masih harus dibayar setiap tahunnya dari pinjaman yang telah dilakukan; dan

9. Surat Pernyataan Pemerintah Daerah, yang berisi tentang: a. Tidak memiliki tunggakan;

b. Menyediakan dana pendamping;

c. Mengalokasikan dana untuk angsuran pinjaman dalam APBD selama masa pinjaman; dan

d. Dipotong DAU/Dana Bagi Hasil untuk pembayaran angsuran pinjaman yang tertunggak.

*) SK DPRD, sekurang-kurangnya mencakup: 1. Plafond Pinjaman;

2. Jangka Waktu Pinjaman; 3. Bunga Pinjaman; 4. Biaya Komitmen;

5. Menyediakan dana pendamping;

6. Mengalokasikan dana untuk angsuran pinjaman dalam APBD selama masa pinjaman;dan

(2)

Gedung Sutikno Slamet Lantai 16

Jl. DR. Wahidin No. 1 Jakarta Pusat 10710 Telp. 021-350.3442 Faks. 021-350.3443

Produktif Nasionalis

Gedung Sutikno Slamet Lantai 16 Jl. DR. Wahidin No. 1 Jakarta Pusat 10710 • Telp. 021-350.3442 • Faks. 021-350.3443 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan

www.djpk.depkeu.go.id

PERUNDINGAN DAN PENANDATANGANAN

NPPLN

Ditjen Pengelolaan Utang menetapkan waktu pelaksanaan perundingan dengan calon PPLN setelah diterbitkannya DRPD dan pemda memenuhi kriteria kesiapan kegiatan.

Kriteria kesiapan kegiatan:

1. Kesiapan indikator kinerja monitoring dan evaluasi;

2. Alokasi dana pendamping untuk pelaksanaan kegiatan tahun pertama dalam APBD;

3. Pengadaan tanah dan/atau resettlement telah dilaksanakan; 4. Pembentukan dan penempatan personalia Project

Management Unit (PMU) dan Project Implementation Unit (PIU); dan

5. Kesiapan konsep pengelolaan proyek/petunjuk pengelolaan/ administrasi proyek/memorandum (yang berisi cakupan organisasi dan kerangka acuan kerjanya, dan pengaturan tentang pengadaan, anggaran, disbursement, laporan dan auditing).

Perundingan dilakukan oleh Tim Perunding. Hasil Perundingan menjadi acuan dalam NPPLN.

NPPLN ditandatangani oleh PPLN dan Menkeu atau pejabat yang diberi kuasa oleh Menkeu.

NASKAH PERJANJIAN PENERUSAN

PINJAMAN (NPPP)

Persyaratan (terms and conditions) dalam NPPLN menjadi acuan dalam menetapkan persyaratan Pinjaman dalam NPPP.

NPPP sekurang-kurangnya memuat ketentuan: 1. Sumber dan jumlah dana;

2. Peruntukan;

3. Persyaratan pinjaman; 4. Penarikan dana; 5. Penggunaan dana; 6. Pembayaran kembali; 7. Monitoring dan evaluasi;

8. Pelaporan perkembangan fisik dan keuangan; dan 9. Sanksi.

Penandatanganan NPPP dilakukan oleh Menkeu atau pejabat yang diberi kuasa oleh Menkeu dengan Kepala Daerah. Penandatanganan NPPP dilakukan selambat-lambatnya 2 bulan setelah penandatanganan NPPLN.

NPPLN merupakan satu kesatuan dokumen yang tidak dapat dipisahkan dari NPPP.

Mata uang dalam NPPP dapat dinyatakan dalam mata uang rupiah atau mata uang asing.

PENARIKAN PINJAMAN

Penarikan pinjaman dapat dilakukan melalui tata cara sebagai berikut:

1. Pembayaran Langsung (Direct Payment); 2. Pembiayaan Pendahuluan (Pre-Financing); 3. Rekening Khusus (Special Account); dan/atau 4. Pembukaan Letter of Credit (L/C).

PEMBAYARAN KEMBALI PINJAMAN

Berdasarkan NPPP, Ditjen Perbendaharaan (DJPb) atau Bank Penatausaha menyampaikan surat tagihan pembayaran kembali pinjaman kepada pemda.

Atas dasar surat tagihan, pemda melakukan pembayaran kembali pinjaman dan menyampaikan bukti setor pembayaran kembali pinjaman kepada DJPb c.q. Direktur Sistem Manajemen Investasi (SMI).

Apabila pemda tidak melakukan pembayaran kembali, maka akan dilakukan pemotongan terhadap DAU dan/atau Dana Bagi Hasil Daerah yang bersangkutan.

PELAPORAN PINJAMAN

Depkeu, Bappenas, dan K/L terkait melakukan pemantauan atas kinerja pelaksanaan kegiatan dan pinjaman dalam pencapaian target dan sasaran yang telah ditetapkan dalam NPPLN. Bank Penatausaha setiap akhir bulan menyampaikan laporan posisi pinjaman atas seluruh pinjaman yang ditatausahakannya kepada DJPb c.q. Direktur SMI.

Pemerintah daerah wajib melaporkan posisi kumulatif pinjaman dan kewajiban pinjaman kepada Pemerintah setiap semester dalam tahun anggaran berjalan.

Dalam hal daerah tidak menyampaikan laporan, Pemerintah dapat menunda penyaluran Dana Perimbangan.

Referensi

Dokumen terkait

Demikian pengumuman ini dibuat untuk dapat dimaklumi.. Kelompok

Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis

[r]

Praktik Pengalaman Lapangan adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh

(Penelitian Eksperimen Repeated Measures terhadap Siswa Anak Jalanan Kelas VIII Sekolah Master Indonesia Bina Insan Mandiri Foundation Depok. Tahun

vonis bebas terhadap terdakwa dalam perkara penyalahgunaan narkotika dengan Putusan No: 45/Pid.B/2011/PN.BKY dan Putusan No: 46/Pid.B/2011/PN.BKY adalah bahwa fakta

Berdasarkan Berita Acara Penetapan Daftar Pendek (Short List ) Nomor : 04/PBJ-Kons-SU/KP-6/IV.40/2013 tanggal 13 Mei 2013 dengan ini diumumkan Hasil Evaluasi Seleksi Umum Penyedia

Gaya kepemimpinan dalam penelitian ini akan dibagi menjadi lima ranah gaya kepemimpinan yaitu dimensi pemimpin memperhatikan kebutuhan maupun keinginan karyawan,