• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " BAB II"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

BABII

PERENCANAAN KINERJA

2.1 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAMENENGAH (RPJM) DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR2010-2015

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanah DatarTahun2010-2015telahdisahkan danditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tanah DatarNomor5 tahun 2011,sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor 4Tahun2014.Dokumen perencanaanini secaragarisbesar memuatvisi,misi,tujuan,dan sasaranpembangunan yangakandicapaiPemerintahDaerahKabupaten Tanah Datar Tahun2010-2015. Visi,misi,agenda danprioritaspembangunanyang akan dilaksanakan,dantujuan sertasasaranpembangunanyangakandicapaitersebutdapat dijelaskansebagaiberikut:

2.1.1 Pernyataan VisidanMisi 1. Visi

Denganmempertimbangkanpotensi,kondisi,permasalahandan

memperhatikanprioritas nasional, serta

mengakomodirvisi,misi,programkepaladaerahterpilih, maka visi Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar Tahun2010-2015 adalah:

V I S I

TERWUJUDNYAMASYARAKATYANGMAJU, SEJAHTERA, DAN BERKEADILAN DILANDASI ADATBASANDI SYARAK, SYARAK BASANDIKITABULLAH

Majuberartisuatukondisimasyarakatyangmerasakankemajuan dibidang agama,adat,budaya, kesehatan, pendidikan danekonomi.

Sejahteraberartikemakmuranyangdirasakanolehseluruhwarga

denganterpenuhinya kebutuhan jasmaniahdanrohaniah(fisik, mental,spiritualdan emosional)dalamberbagaiaspekkehidupan sebagaiindividu dan anggotamasyarakat.

(2)

AdatBasandisyarak adalahadatdanaturankehidupanyangbiasa dilakukan secaraturuntemurunoleh komunitasmasyarakat Minangkabau berdasarkan ajaran Islam.

Syarak Basandi Kitabullah adalah hukum agama yang berlandaskan Al-Qur an.

2. M ISI

Untukmewujudkan VisiPemerintahDaerahKabupaten Tanah Datartersebut,ditetapkan limaMisiPembangunanJangkaMenengahDaerahKabupaten Tanah Datar Tahun2010-2015 sebagaiberikut:

1.Meningkatkanpendidikan,pemahamandanpengamalanajaran agama,adat dan budaya sertakapasitas kelembagaan sosial budaya.

2.MeningkatkankualitasSumberDayaManusia(SDM)melalui

peningkatanpemerataandankualitas pelayananpendidikan, kesehatan serta kesejahteraan sosial.

3. Meningkatkan kesejahteraanmasyarakat melalui peningkatan pertumbuhan ekonomidaerahdanpemerataanpendapatan sehingga dapatmengurangiangkakemiskinandan pengangguranmelalui :a). Peningkatanpembangunan sectorpertaniandalamartiluas,sektor pariwisatadansectorusahakecil,menengahdankoperasi,b).pengembangankawasan strategisdanc).meningkatkanpemerataan kualitassarana dan prasaraana serta mewujudkanlingkunganyang mendukung pembangunan berkelanjutan.

4. Mewujudkanmasyarakatsadarhukumdanberkeadilanmelalui :a). regulasi, b).peningkatan sosialisasi dan penegakan hukum.

5. Meningkatkanpenyelenggaraanpemerintahanyangbaikdanbersih melalui : a). peningkatankemampuanpemerintahanmulaiditingkat nagari, kecamatan dan kabupaten, b). peningkatanpelayanan publik.

2.1.2 Agendadan Prioritas Pembangunan

Agendapembangunan padadasarnya merupakan kegiatan pokok yang akan dilakukan untukmendorongprosespembangunandaerah secara menyeluruh sesuaivisidanmisi

yangtelahditetapkan.Dalamrangkamewujudkanvisidanmisitersebut,telahditetapkan 7 (tujuh) agenda pembangunan daerah Kabupaten Tanah Dataryang dijabarkan dalam 10 (sepuluh) prioritas pembangunan daerah untukperiode 2010-2015.

(3)

1. Meningkatan Pemahaman dan PengamalanAjaran Agama, Adat dan Budaya 2. Meningkatkan pemerataan dan kualitas Pendidikan

3. Meningkatkan pemerataan dan kualitas Kesehatan serta Kesejahteraan Sosial 4. Meningkatkan Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan Ekonomi Daerah

Melalui Pembangunan Kawasan Strategis dan Cepat Tumbuh serta Prioritas Pembangunan Sektor Pertanian, Pariwisata, dan Industri Berbasis Pertanian 5. PerbaikanKualitasLingkunganHidup.

Prioritas Pembangunan Daerah

Visi dan Misi pemerintah Tahun 2010-2015 dijabarkan lebih operasional ke dalam sebelas PrioritasNasional yaitu:

(1) reformasi birokrasi dan tata kelola; (2) pendidikan;

(3) kesehatan;

(4) penanggulangan kemiskinan; (5) ketahanan pangan;

(6) infrastruktur;

(7) iklim investasi dan usaha; (8) energi;

(9) lingkungan hidup dan bencana;

(10) daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pascakonflik; serta (11) kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi.

2.1.3 Tujuandan Sasaran

Berdasarkan visi, misi telah dirumuskan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tahun 2010-2015. Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.1

Hubungan Hirarkis Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

VISI: TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG MAJU, SEJAHTERA, DAN BERKEADILAN DILANDASI ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH

(4)

MISI 1:MENINGKATKAN PENDIDIKAN, PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN AJARAN AGAMA, ADAT, DAN BUDAYA SERTA KAPASITAS

KELEMBAGAAN SOSIAL BUDAYA

1. Terciptanya kehidupan

masyarakat madani yang harmonis dan agamais melalui pengamalan nilai-nilai agama, adat, dan budaya, dengan mengoptimalkan peran lembaga-lembaga agama, adat, dan budaya.

a) Meningkatnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama,

b) Meningkatnya pelayanan kehidupan beragama, c) Meningkatnya pemahaman

dan pengamalan nilai-nilai adat dan budaya,

d) Meningkatnya peran pemangku adat dan tokoh agama,

e) Meningkatkan jumlah konflik adat yang dapat diselesaikan, f) Berkurangnya kenakalan

remaja dan perbuatan maksiat.

MISI 2:MENINGKATKAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA MELALUI PENINGKATAN PEMERATAAN DAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN, KESEHATAN SERTA KESEJAHTERAAN SOSIAL

2. Terwujudnya

sumberdaya manusia yang cerdas, sehat dan berkualitas melalui peran lembaga

pendidikan formal dan nonformal

a) Meningkatnya mutu, perluasan, pemerataan dan relevansi pendidikan, b) Meningkatnya partisipasi

pemuda dalam pembangunan,

c) Meningkatnya aktivitas keolahragaan,

d) Meningkatnya kualitas kesehatan penduduk, e) Meningkatnya taraf hidup

PMKS dan aksesibilitas terhadap pelayanan sosial dasar

MISI 3:MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN

MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN

PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DAN PEMERATAAN PENDAPATAN SEHINGGA DAPAT MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN MELALUI: A) PENINGKATAN

PEMBANGUNAN SEKTOR PERTANIAN DALAM ARTI LUAS, SEKTOR PARIWISATA DAN SEKTOR USAHA KECIL MENENGAH DAN KOPERASI, B) PENGEMBANGAN

KAWASAN STRATEGIS, DAN C) MENINGKATKAN

PEMERATAAN DAN KUALITAS SARANA DAN PRASARANA SERTA MEWUJUDKAN LINGKUNGAN YANG

3. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi yang maju dan berkeadilan

a) Meningkatnya produksi dan produktivitas pertanian, b) Meningkatnya kesejahteraan

petani,

c) Berkembangnya pasar sebagai sentra perdagangan d) Berkembangnya usaha

mikro, kecil dan menengah, e) Berkembangnya

(5)

MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

4. Terwujudnya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran

a) Menurunnya jumlah penduduk miskin dan pengangguran 5. Terpenuhinya sarana

dan prasarana wilayah untuk menunjang pengembangan ekonomi rakyat

a) Meningkatnya kuantitas dan kualitas jalan dan jembatan b) Meningkatnya kuantitas dan

kualitas sumber daya air dan irigasi

c) Meningkatnya cakupan pelayanan air bersih

d) Meningkatnya kuantitas dan kualitas perumahan,

e) Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana sanitasi permukiman f) Tersedianya acuan

peruntukan dan pemanfaatan ruang g) Meningkatnya sarana dan

prasarana perhubungan h) Meningkatnya jangkauan

pelayanan listrik 6. Terwujudnya

kesiapan daerah dalam

penanggulangan bencana dan pengelolaan lingkungan hidup yang

berkesinambungan

a) Tersedianya data dan peta daerah rawan bencana b) Meningkatnya pengetahuan

dan kesiap-siagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana c) Meningkatnya sarana

prasarana penanggulangan bencana

d) Meningkatnya kualitas dan pengelolaan lingkungan hidup.

e) Meningkatnya pengawasan dan pengendalian

pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup

MISI 4:MEWUJUDKAN MASYARAKAT SADAR HUKUM DAN BERKEADILAN MELALUI: A) REGULASI, B) PENINGKATATAN

SOSIALISASI DAN PENEGAKAN HUKUM

7. Terciptanya tatanan kehidupan

masyarakat aman dan damai.

a) Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap norma-norma dan peraturan

perundang-undangan yang berlaku

MISI 5:PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH MELALUI A) PENINGKATAN

8. Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan dan

a) Meningkatnya kualitas dan kompetensi SDM aparatur b) Meningkatnya kualitas

(6)

KEMAMPUAN

PEMERINTAHAN MLAI DI TINGKAT NAGARI, KECAMATAN, DAN KABUPATEN, B)

PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK

akuntabel c) Terwujudnya transparansi pelayanan

d) Terwujudnya pelayanan yang baik, bersih, dan akuntabel e) Terwujudnya pengelolaan

keuangan dan aset daerah dengan baik

f) Meningkatnya efektifitas perencanaan pembangunan daerah

g) Meningkatnya ketentraman dan kenyamanan masyarakat

2.2.PERJANJIANKINERJA PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATARTAHUN 2015

DokumenPerjanjianKinerjaPemerintahKabupaten Tanah Datar Tahun2015yang telah dibuatberpedoman pada RPJMD Kabupaten Tanah Datar Tahun2010-2015,Rencana KerjaPemerintahDaerahTahun2015,danIndikatorKinerjaUtamaKabupaten Tanah DatarTahun2010-2015 sertaAnggaranPendapatandanBelanjaDaerah(APBD) Kabupaten Tanah DatarTahun2015.

Pada tahun 2015,dalamrangka penguatan kapasitasdan akuntabilitaskinerjaPemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Satuan KerjaPerangkat Daerah(SKPD)Kabupaten Tanah Datar serta menindak lanjuti Evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2015 oleh Kementereian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, telah dilakukan penyempurnaanterhadapdokumen SAKIPPemerintahKabupaten dan SKPD Kabupaten Tanah Datar.PenyempurnaandimaksuddilaksanakanolehTim SAKIPPemerintahKabupaten Tanah Datar yang dibentukberdasarkan KeputusanBupati Kabupaten Tanah DatarNomor:065/ 43 /ORG-2015tentang Tim Penyusun Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Tanah Datar Tahun 2015.

Penyempurnaandilakukanterhadapsasaran strategisdanindikatorkinerjayang masih berorientasioutputmenjadi indikator kinerjaberorientasioutcome. Sasaran strategisdan indikator kinerjayang disempurnakan dimaksud,dapatdilihatpada tabel 2.2.

Tabel 2.2

HASIL PENYEMPURNAAN SASARAN STRATEGIS DAN INDIKATOR KINERJA

DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2015 N

(7)

(Sebelum

Disempurnakan) Disempurnakan)(Setelah 1. Meningkatnya

pemahaman dan pengamalan ajaran agama

1.1 Persentase masjid dan mushala yang

dikunjungi dalam rangka pembinaan keagamaan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

1.2 Persentase

Peningkatan zakat yang terhimpun

1.1 Persentase Peningkatan zakat yang terhimpun di BAZ Kabupaten Tanah Datar

TETAP

1.3 Jumlah anak yang khatam Al-quran (orang)

1.2 Peningkatan Jumlah peningkatan anak yang khatam Al-quran

Penyempurnaan IK Output menjadi Outcome

1.4 Jumlah masyarakat yang mendaftar berangkat haji

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

1.5 Jumlah peserta Qurban

(orang) 1.3PeningkatanJumlah pesertaQurban (orang)

Penyempurna an IK Output menjadi Outcome 2. MMeningkatnya

Pelayanan Kehidupan Beragama

2.1 Persentase Mesjid, Mushalla,Surau,Lemba ga Pendidikan

Keagamaan yang difasilitasi

2.1 Persentase Guru TPA yang melaksanakan fungsinya

Penyempurna an IK Output menjadi Outcome 3. Meningkatnya

pemahaman dan

pengamalan nilai-nilai adat dan budaya.

3.1 Jumlah peserta yang mendapat penyuluhan dan seminar terhadap adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) (orang)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

3.1

Persentasepenin gkatan KAN yang

melaksanakan fungsinya

IK baru hasil Penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome

3.2 Jumlah sanggar seni dan budaya yang

diberdayakan

IK baru hasil Penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 4. Meningkat nya

peran pemangku adat dan tokoh agama

4.1 Persentase Lembaga unsur nagari yang diberi pelatihan, sosialisasi

penyelenggaran adat

(8)

(Lembaga unsur) sebagai IK SS 2 5. Meningkat nya

jumlah konflik adat yang dapat diselesaikan

5.1 Jumlah Konflik adat yang dapat

diselesaikan (kasus)

SS dan IK

dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

6. Berkurangnya kenakalan remaja dan perbuatan maksiat

6.1 Persentase SLTA dan SLTP yang

mendapatkan

penyuluhan terhadap bahaya dan pengaruh penyalahgunaan narkoba

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator

kinerja SKPD Penanggung Jawab 5.1 Persentase kasus

kenakalan remaja yang ditangani

IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 5.2 Persentase kasus

perbuatan maksiat yang ditangani

IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 7. Meningkatnya

mutu, pemerataan dan relevansi pendidikan

7.1 Setiap guru

menerapkan rencana pelaksanaan

pembelajaran (P) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.2 Setiap guru

mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.3 Setiap guru

mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.4 Kepala sekolah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.5 Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi

(9)

mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik : SD

SKPD Penanggung Jawab

7.6 Kepala sekolah atau madrasah

menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester (UAS) dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan

Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di

kabupaten/kota pada setiap akhir semester : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.7 Kepala sekolah atau madrasah

menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester (UAS) dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan

Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di

kabupaten/kota pada setiap akhir semester : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.8 Setiap satuan pendidikan

menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS) : SMP

(10)

7.9 Persentase jumlah eksemplar buku perpustakaan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.10Kepala SMP berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.11 Kepala sekolah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.12 Setiap guru

menerapkan rencana pelaksanaan

pembelajaran (P) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.13 Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.14 Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS) : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.15 Persentase

peningkatan jumlah pengunjung

peustakaan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.16 Satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan

(11)

berjalan kaki yaitu maksimal 3 km untuk SD dan 6 km untuk SMP dari kelompok permukiman permanen di daerah terpencil : SD

SKPD Penanggung Jawab

7.17 Peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD tidak melebihi 32 orang, dan untuk SMP tidak melebihi 36 orang. Untuk setiap rombongan belajar tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk peserta didik dan guru, serta papan tulis : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.18 SMP tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 peserta didik dan minimal satu set peralatan praktek IPA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.19 SD dan SMP tersedia satu ruang guru yang dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap orang guru, kepala sekolah dan staf kependidikan lainnya; dan di setiap SMP/MTs tersedia ruang kepala sekolah yang terpisah dari ruang guru : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.20 SD dan SMP tersedia satu ruang guru yang

dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap orang guru, kepala sekolah dan staf kependidikan

(12)

lainnya; dan di setiap SMP/MTs tersedia ruang kepala sekolah yang terpisah dari ruang guru : SD 7.21 SD tersedia 1

(satu) orang guru untuk setiap 32 peserta didik dan 6 (enam) orang guru untuk setiap satuan pendidikan, dan untuk daerah khusus 4 (empat) orang guru setiap satuan pendidikan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.22 SMP tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap mata pelajaran, dan untuk daerah khusus tersedia satu orang guru untuk setiap rumpun mata pelajaran

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.23 Di setiap SD tersedia 2 (dua) orang guru yang memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D-IV dan 2 (dua) orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.24 SMP tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV sebanyak 70% dan separuh diantaranya (35% dari keseluruhan guru) telah memiliki sertifikat pendidik, untuk daerah khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.25 SMP tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau

(13)

D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik

masingmasing satu orang untuk mata pelajaran

Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris

SKPD Penanggung Jawab

7.26 Kepala SD berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.27 Pengawas sekolah dan madrasah memiliki kualifikasi

akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat Pendidik : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.28 Pengawas sekolah dan madrasah memiliki kualifikasi

akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat Pendidik : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.29 Rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses

pembelajaran yang efektif : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.30 Rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses

pembelajaran yang efektif : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.31 Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan

(14)

dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama 3 jam untuk

melakukan supervisi dan pembinaan : SD

SKPD Penanggung Jawab

7.32 Setiap SMP

menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan

kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan

perbandingan satu set untuk setiap perserta didik

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.33 Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama 3 jam untuk

melakukan supervisi dan pembinaan : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.34 SD menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.35 SD menyediakan satu set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari model kerangka manusia, model tubuh manusia, bola dunia (globe), contoh peralatan optik, kit IPA untuk

(15)

eksperimen dasar, dan poster/carta IPA

7.36 Setiap SD memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi,dan setiap SMP

memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.37 Setiap SD memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi,dan setiap SMP

memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.38 Setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk

merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melatih peserta didik, dan melaksanakan tugas tambahan : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.39 Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.40 Satuan pendidikan menyeleng-garakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : a) Kelas I

(16)

II : 18 jam per minggu; b) Kelas III : 24 jam per minggu; c) Kelas IV - VI : 27 jam per minggu atau d) Kelas VII - IX : 27 jam per minggu : SD

7.41Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.42 Satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan berjalan kaki yaitu maksimal 3 km untuk SD dan 6 km untuk SMP dari kelompok permukiman permanen di daerah teencil : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.43 Peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD tidak melebihi 32 orang, dan untuk SMP tidak melebihi 36 orang. Untuk setiap rombongan belajar tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk peserta didik dan guru, serta papan tulis : SD

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.44 Setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk

merencanakan pembelajaran, melaksanakan

(17)

pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melatih peserta didik, dan melaksanakan tugas tambahan : SMP

7.45 Satuan pendidikan menyeleng-garakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : a) Kelas I

II : 18 jam per minggu; b) Kelas III : 24 jam per minggu; c) Kelas IV - VI : 27 jam per minggu atau d) Kelas VII - IX : 27 jam per minggu : SMP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

7.1 Persentase tamatan SMA yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri

IK baru

penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 7.2 Meningkatnya

APM :  SD  SMP  SMA

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 7.3 Meningkatnya

APK :  SD  SMP  SMA

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 7.4 Peningkatan

Angka Melek Huruf Usia > 15 Tahun

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 7.5 Peningkatan

lulusan SMA/MA/SMK yang diserap di dunia kerja

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 7.6 Persentase IK baru hasil

(18)

peningkatan minat dan budaya baca masyarakat • Persentase

pengunjung ke

Perpustakaan daerah • Persentase

pengunjung ke

Perpustakaan keliling

dari IK Output ke IK Outcome

8. Meningkatnya partisipasi pemuda dalam pembangunan.

8.1 Persentase pemuda dan pemudi Nagari yang mendapat penyuluhan dalam kegiatan seleksi pemuda pelopor keamanan lingkungan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

8.2 Persentase siswa siswi SMA yang mendapat pelatihan kepemimpinan dalam kegiatan seleksi

PASKIBRAKA

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

8.3 Jumlah potensi sumber kesejahteraan Sosial yang mengakses pelayanan Sosial ( TKSK,PSM, Karang Taruna, Tagana, Organisasi Sosial )

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

8.1 Jumlah Karang

taruna aktif IK baru hasilpenyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 8.2 Jumlah Pemuda

Pelopor yg berpartisipasi dalam

pembangunan daerah

IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome

8.3 Peningkatan

(19)

garuda dari IK Output ke IK Outcome 9. Meningkatnya

aktivitas keolahragaan

9.1 Event olahraga yang dilaksanakan maupun yang diikuti

9.1 Event olahraga yang

dilaksanakan maupun yang diikuti

TETAP

9.2 Atlet yang berestasi

(orang) 9.2 Atlet yangberestasi (orang)

TETAP

9.3 Olahraga yang berkembang dimasyarakat yang difasilitasi

9.3 Olahraga yang berkembang dimasyarakat yang difasilitasi

TETAP

9.4 Organisasi cabang Olahraga yang dibina

9.4 Organisasi cabang Olahraga yang dibina

TETAP

10. Meningkatnya kualitas kesehatan penduduk

10.1 Angka Harapan

Hidup 10.1 Angka HarapanHidup TETAP 10.2 Angka kematian

ibu melahirkan 10.2 Angkakematian ibu melahirkan

TETAP

10.3 Angka kematian

bayi 10.3 Angkakematian bayi

TETAP

10.4 Cakupan rawat

Inap Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.5 Cakupan rawat

jalan Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.6 Cakupan

kunjungan bayi Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.7 Cakupan pelayanan anak balita

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.8 Cakupan pelayanan Kesehatan

Masyarakat miskin

10.4 Cakupan pelayanan Kesehatan Masyarakat miskin

TETAP

10.9 Cakupan Balita gizi buruk mendapat

10.5 Penurunan angka gizi kurang

(20)

perawatan

kesehatan pada Balita Outcome

10.11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.12 Cakupan kunjungan Ibu Hamil K4

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.13 Cakupan ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.14 Cakupan pertolongan persalinan oleh bidang atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.15 Cakupan pelayanan

ibu nifas Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.15 Cakupan neonatal dengan yang ditangani

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.16 Cakupan anak 6-24 bulan dari keluaraga miskin diberi makanan pendamping ASI

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.17 Cakupan peserta

KB aktif Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.18 Ketersediaan obat sesuai kebutuhan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.19 Persentase pendistribusian obat ke unit pelayanan

(21)

kesehatan Jawab 10.20 Cakupan

pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.21Cakupan

pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.22Persentase desa yang mencapai Universal Child Imunization ( UCI)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.23Cakupan penemuan seluruh

penderita Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100.000

penduduk usia < 15 tahun

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.24Cakupan balita dengan

pneumonia yang ditangani

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.25Persentase penemuan pasien baru TB BTA positif (CDR)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.26Cakupan balita diare yang mendapat pelayanan kesehatan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10. 27 Cakupan Nagari mengalami KLB yang dilakukan penyeleidikan epidemiologi <24 jam

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.28Cakupan Desa

Siaga Aktif 10.6CakupanDesa Siaga Aktif

TETAP

10.29 Persentase rumah tangga yang beperilaku

10.7 Persentase rumah tangga yang

(22)

hidup bersih dan

sehat (PHBS) beperilakuhidup bersih dan sehat (PHBS) 10.30 Rasio Apoteker

per 100.000 Penduduk

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.31 Rasio bidan per 100.000 penduduk

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.32Rasio perawat per 100.000

penduduk

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.33 Persentase tenaga kesehatan yang memiliki izin

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.34 Persentase Sarana distribusi obat dan

makanan yang diawasi

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.35 Cakupan Pasangan Usia Subur yang isterinya dibawah usia 20 th 3.5%

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.36 Cakupan sasaran PUS menjadi peserta KB aktif 65%

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.37 Cakupan PUS yang ingin ber KB tidak teenuhi (unmet need) 5%

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.38 Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber KB 70%

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.39 Cakupan PUS peserta KB Anggota Usaha Peningkatan

(23)

Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber-KB 87%

Jawab

10.40 Ratio Petugas lapangan KB/Penyuluh KB/ Penyuluh KB (PLKB/PKB) 1 Petugas disetiap 2 desa/kelurahan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.41Pembantu Pembina Keluarga Berencana

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.42 Cakupan Penyediaan Alat dan Obat Kontrasepsi utk Memenuhi Permintaan Masyarakat 30% setiap tahun

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.43 Cakupan penyediaan informasi data mikro keluarga di setiap

Desa/Kelurahan 100 % setiap Tahun

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

10.10 Persentase posyandu aktif

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 11. Meningkatnya

taraf hidup Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan

11.1 Persentase (%) panti sosial skala kabupaten/kota dalam 1 tahun yang

menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial

11.1 Persentase (%) panti sosial skala

kabupaten/kot a dalam 1 tahun yang menyediakan

11.2 Persentase PMKS dalam 1 tahun yang

memperoleh

11.2 Persentase PMKS dalam 1 tahun yang memperoleh

(24)

bantuan sosial bantuan sosial 11.3 Persentase

penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang menerima jaminan sosial dalam 1 tahun

11.3 Persentase penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang

menerima jaminan sosial dalam 1 tahun

TETAP

11.4 Persentase jumlah PMKS dalam 1 tahun yang menjadi peserta program pemberdayaan masyarakat melalui KUBE atau kelompok sosial ekonomi sejenis

11.4 Persentase jumlah PMKS dalam 1 tahun yang menjadi peserta program pemberdayaan masyarakat melalui KUBE atau kelompok sosial ekonomi sejenis

TETAP

12. Berkembangn ya pasar sebagai sentra perdagangan.

12.1 Persentase

Revitalisasi pasar Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

12.2 Persentase pedagang yang menjual barang kadaluarsa dan ilegal

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

12.3 Persentase UTTP yang ditera teraulang

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

12.1 Persentase pasar layak bagi

perdagangan

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 13. Berkembangn

ya usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi

13.1 Presentase jumlah koperasi aktif

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

13.2 Presentase jumlah koperasi sehat

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

(25)

koperasi yang

melakukan RAT dialihkan menjadiindikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

13.4 Persentase pertumbuhan unit usaha industri

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

13.5 Persentase peningkatan Industri Kecil Menengah (IKM) yang

menggunakan mesin dan peralatan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

13.1 Persentase Pertumbuhan UMKM

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 13.2 Persentase

Jumlah Koperasi yang berkualitas

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 13.3 Persentase

peningkatan Volume Usaha Koperasi.

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 14. Meningkatnya

kualitas dan produksi berbagai komoditi pertanian, perkebunan, peternakkan dan perikanan

14.1 Persentase Peningkatan produksi : a. Padi b. Cabe c. Kakao d. Daging e. Unggas f. Ikan g. Telur

SS dan Ik baru direview dan diukur tahun 2015

15. Meningkatnya kesejahteraan petani.

15.1 Persentase Peningkatan produksi Komoditi Unggulan Daerah (Komoditi Tanaman Pangan : Padi )

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.2 Persentase Peningkatan produksi Komoditi Unggulan Daerah (Komoditi

Holtikultura : Cabe )

(26)

15.3 Persentase Peningkatan produksi Komoditi Unggulan Daerah (Komoditi Holtikultura : Wortel)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.4 Persentase Peningkatan produksi Komoditi

Unggulan Daerah (Komoditi Perkebunan: Kakao )

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.5 Penguatan

Cadangan Pangan Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.6 Persentase Produksi Perikanan : Tangkap

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.7 Persentase Produksi ternak : Unggas

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.8 Ketersediaan Informasi Pasokan, Harga dan Akses Pangan (%)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.9 Pengawasan dan Pembinaan keamanan pangan (%)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.10 Persentase Peningkatan produksi Komoditi

Unggulan Daerah (Komoditi Tanaman Pangan : Jagung)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.15 Persentase Peningkatan produksi Komoditi

Unggulan Daerah (Komoditi

(27)

Perkebunan: Karet) 15.16 Persentase

Peningkatan produksi Komoditi

Unggulan Daerah (Komoditi Perkebunan: Kopi)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.17

PersentaseProdu ksi Perikanan : Budidaya

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.18 Ketersediaan energi dan protein per kapita

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.19 Persentase Produksi Perikanan : Pengolahan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.20 Persentase Produksi ternak : Ternak Besar

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.21 Persentase Produksi ternak : Ternak Kecil

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.22 Persentase Produksi Produk hasil peternakan : Daging

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.23 Persentase Produksi Produk hasilpeternakan : Telur

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.24 Stabilitas harga dan pasokan pangan (%)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.25 Skor Pola Pangan harapan (PPH) (%)

(28)

Jawab 15. 26 Penanganan

Daerah Rawan Pangan (PD) (%)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

15.27 Desa Mandiri

Pangan (DMP) Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

16. Berkembangn ya

kepariwisata an daerah

16.1 Perlindungan pengembangan dan pemanfaatan bidang kesenian : Cakupan fasilitasi seni 30 %

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

16.2 Perlindungan pengembangan dan pemanfaatan bidang kesenian : Cakupan kajian seni 50 %

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

16.3 Perlindungan pengembangan dan pemanfaatan bidang kesenian : Cakupan Gelar seni 75 %

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

16.4 Perlindungan pengembangan dan pemanfaatan bidang kesenian : Misi Kesenian 100%

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

16.5 Sarana dan

Prasarana : Cakupan Sumber Daya Manusia Kesenian dan Budaya 25 %

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

16.6 Sarana dan Prasarana : Cakupan Tempat Seni dan Budaya 100%

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

16.7 Sarana dan Prasarana : Cakupan Organisasi Seni dan Budaya 34%

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

16.8 Jumlah Kunjungan Wisata (orang)

16.1 Persentase peningkatan kunjungan Wisatawan

Penyempurna an IK Output menjadi Outcome 17. Menurunnya

jumlah penduduk miskin dan

17.1 Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan

(29)

pengangguran. berbasis

kompetensi Jawab

17.2 Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis masyarakat

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

17.3 Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan kewirausahaan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

17.4 Besaran pencari kerja yang terdaftar yang ditempatkan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

17.5 Besaran kasus yang diselesaikan dengan perjanjian bersama (PB)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

17.6 Besaran

pekerja/buruh yang menjadi peserta program jamsostek

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

17.7 Besaran pemeriksaan perusahaan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

17.1 Penurunan angka kemiskinan

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 17.2 Penurunan

angka

pengangguran

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 18. Meningkatkan

peran dan partisipasi perempuan dalam

pembangunan

18.1 Indeks

Pembangunan Pengarusutamaan Gender (%)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

18.2 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh

(30)

petugas terlatih didalam unit pelayanan teadu 18.3 Cakupan perempuan

dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan kesehatan oleh tenaga

kesehatan terlatih di Puskesmas mampu tatalaksana KtP/A dan PPT/PKT di RS

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

18.4 Cakupan layanan pemulangan bagi perempuan dan anak korban kekerasan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

18.5 Cakupan layanan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak korban

kekerasan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

18.6 Cakupan layanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh petugas rehabilitasi sosial terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit

pelayanan teadu

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

18.7 Cakupan layanan bimbingan rohani yang diberikan oleh petugas bimbingan rohani terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit

pelayanan teadu

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

18.8 Cakupan penegakan hukum dari tingkat penyidikan sampai dengan putusan pengadilan atas kasus-kasus

kekerasan terhadap perempuan dan anak

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

18.9 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan bantuan

(31)

hukum 19. Meningkatnya

kuantitas dan kualitas jalan dan jembatan.

19.1 Jalan Yang Menghubungkan Pusat-Pusat Kegiatan Dalam Wilayah Kabupaten (Km)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

19.2 Jalan Yang Memudahkan Masyarakat Per Individu Melakukan Perjalanan (Km)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

19.3 Jalan yang Menjamin Pengguna Jalan Berkendara dengan Selamat (Km)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

19.4 Jalan yang menjamin kendaraan dapat berjalan dengan selamat dan nyaman ( Km )

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

19.5 Jalan yang Menjamin Perjalanan Dapat dilakukan Sesuai dengan KECEPATAN Rencana (Km)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

19.3 Persentase peningkatan kualitas jalan

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 19.4 Persentase

peningkatan kualitas jembatan

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 20. Meningkatnya

kualitas sumber daya air dan irigasi

20.1 Air baku untuk memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari hari (M3/Tahun)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

20.2 Air irigasi untuk pertanian rakyat pada sistem irigasi yang sudah ada (liter/dtk)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

20.3 Peningkatan kualitas Jaringan Irigasi

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 21. Meningkatnya

(32)

pelayanan air

bersih Sistem PenyediaanAir Minum dengan jaringan peipaan dan bukan jaringan peipaan terlindungi dengan kebutuhan pokok minimal 60 liter/orang/ hari

indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

22. Tersedianya sarana dan prasarana sanitasi pemukiman

22.1 Sistem air limbah setempat yang memadai. (KK)

IK menjadi penyempurna an SS 23 dan SS 22 tidak digunakan lagi 22.2 Sistem air limbah

skala komunitas/ kawasan (jiwa)

IK menjadi penyempurna an SS 23 dan SS 22 tidak digunakan lagi 23. Meningkatnya

kuantitas dan kualitas perumahan dan

pemukiman rakyat.

23.1 Luasan permukiman kumuh yang

berkurang dikawasan perkotaan (unit)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

24. Tersedianya acuan peruntukan dan

memanfaatan ruang.

24.1 Cakupan masyarakat dalam pengurusan IMB di kabupaten (rekomendasi advi planning)

SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 25. Meningkatnya

sarana dan prasarana perhubungan.

25.1 Cakupan halte pada setiap Kabupaten yang telah dilayani angkutan umum dalam trayek

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

25.2 Cakupan fasilitas perlengkapan jalan (rambu, marka, dan guardrill) dan penerangan jalan umum (PJU) pada jalan Kabupaten. Rata-rata persentase capaian indikator Fasilitas

Perlengkapan Jalan : Rambu

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

25.3 Cakupan unit pengujian kendara-an bermotor bagi Kabupaten yang memiliki populasi

(33)

kendaraan wajib uji minimal 4000 ( empat ribu)

kendaraan wajib uji 25.4 Cakupan Sumber

Daya Manusia (SDM) di bidang MRLL, Evaluasi Andalalin, Pengelolaan Parkir pada

Kabupaten/Kota

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

25.5 Cakupan angkutan umum yang melayani jaringan trayek yang menghubungkan daerah tertinggal dan teencil dengan wilayah yang telah berkembang pada wilayah yang telah tersedia jaringan jalan Kabupaten

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

25.6 Cakupan terminal angkutan

penumpang pada setiap Kabupaten yang telah dilayani angkutan umum dalam trayek

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

25.1 Persentase peningkatan sarana dan prasarana perhubungan :

a. Rambu jalan b. Marka jalan c. Guardrill d. Penerangan

jalan umum (PJU)

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome

26. Meningkatnya kualitas dan pengelolaan lingkungan hidup

26.1 Persentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administratif dan teknis

pencegahan pencemaran air

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

26.2 Persentase jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber

(34)

tidak bergerak yang memenuhi

persyaratan administra-tif dan teknis pengendalian pencemaran udara

SKPD Penanggung Jawab

26.3 Prosentase luasan lahan yang telah ditetapkan status kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa yang diinformasikan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

26.4 Luas hutan dan lahan yang direhabilitasi (%)

26.1 Persentase peningkatan luas hutan dan lahan yang direhabilitasi

Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome

26.5 Kasus Illegal logging, Illegal Trading dan Okupasi

26.2 Persentase penurunan kerusakan hutan dan lahan

Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome

26.6 Kasus kebakaran

hutan Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

26.7 Prosentase jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pecemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang

ditindaklanjuti

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

26.8 Cakupan Daerah Layanan

Persampahan

26.3 Peningkatan cakupan wilayah pelayanan persampahan

Penyempurnaan IK Output menjadi Outcome

26.4 Satuan Mutu Lingkungan Hidup (kualitas air)

IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 26.5 Persentase

jumlah usaha/ kegiatan yang memiliki

(35)

dokumen lingkungan (UKL/UPL, SPPL) 27. Tersedianya

data dan peta daerah rawan bencana.

27.1 Persentase potensi daerah rawan bencana alam geologi Gunung Api

SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi SS dan indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

27.2 Persentase Daerah rawan bencana yang diawasi dan dikendalikan

SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi SS dan indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

27.3 Persentase potensi daerah rawan bencana alam geologi Tanah longsor

SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi SS dan indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

28. Meningkatnya pengetahuan an bencana.

28.1 Masyarakat yang mendapatkan sosialisasi penanggulangan bencana

28.1 Persentase lokasi rawan bencana yang siap

menghadapi bencana

Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome

28.2 Cakupan pelayanan bencana kebakaran

28.2 Persentase kelompok masyarakat di daerah rawan bencana yang siap

menghadapi bencana

Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome

28.3 Tingkat waktu tanggap (response time rate)

Pemindahan dari

IK 31 29. Meningkatnya

sarana prasarana penanggulang an bencana.

29.1 Persentase (%) korban bencana dalam 1 tahun yang menerima bantuan sosial selama masa tanggap darurat

SS dan IK 29 menjadi SS dan IK SKPD penanggung jawab

29.2 Persentase (%) korban bencana yang dievakuasi dengan

menggunakan sarana prasarana tanggap darurat

(36)

lengkap dalam 1 tahun

29.3 Persentase Sarana dan prasarana penanggulangan bencana alam

SS dan IK 29 menjadi SS dan IK SKPD penanggung jawab 30. Meningkatnya

penanganan tanggap darurat bencana

30.1 Persentase kejadian bencana yang dapat ditangani sesuai standar kapasitas IK Output ke IK Outcome

31. Meningkatnya kesiagaan dalam

penanggulang an bahaya kebakaran

31.1 Cakupan pelayanan

bencana kebakaran SS 31 tidakdigunakan lagi 31.2 Tingkat waktu

tanggap (response time rate)

Indikator ini pindah ke indikator SS 31.3 Persentase aparatur

pemadam kebakaran yang memenuhi standar kualifikasi

SS 31 tidak digunakan lagi

31.4 Jumlah mobil

pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter pada WMK

SS 31 tidak digunakan lagi

32. Meningkatnya pengurangan resiko bencana dan pemulihan kawasan/daer ah pasca bencana

32.1 Persentase kejadian bencana yang dapat

dipulihkan sesuai standar kapasitas penanggulanga n bencana

SS dan IK baru hasil

penyempurnaan dari SS dan IK Output ke IK Outcome

33. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap norma-norma dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

33.1 Persentase

penyelesaian kasus pengaduan

masyarakat yang dituntaskan di dalam/di luar Pengadilan

SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 33.2 Persentase

peraturan perundangundan gan yang telah dipublikasikan

SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi

indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 33.3 Persentase Perda

Kabupaten yang beerspektif HAM

(37)

indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 34. Meningkatnya

kualitas dan kompetensi SDM aparatur

34.1 Jumlah diklat yang

dilaksanakan BKD dan Diklat

34.1 Persentase aparatur yang telah

mengikuti peningkatan kapasitas sumber daya aparatur sesuai dengan penempatan tugas

Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome

34.2 Persentase satuan kerja yang kelembagaannya telah sesuai dengan

kebutuhan dan peraturan

34.2 Persentase sumber daya aparatur yang memiliki IKOutput menjadi Outcome

35. Meningkat nya kualitas pelayanan publik

35.1 Cakupan

penerbitan Kartu Keluarga

penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kutipan Akta Kelahiran

35.4 Rekomendasi terhadap layanan publik yang telah ditindak lanjuti

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

35.5 Persentase SKPD yang memiliki dan menerapkan SOP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

35.6 Persentase jumlah Izin yang dikeluarkan

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

(38)

informasi peluang usaha sektor/bidang unggulan (Sektor)

dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

35.8 Terselenggaranya fasilitasi pemerintah daerah dalam rangka kerjasama kemitraan Antara Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) tingkat kabupaten/ kota dengan pengusaha tingkat provinsi/ nasional

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

35.9 Terselenggaranya promosi peluang penanaman modal tingkat Kabupaten

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

35.10 Terselenggaranya pelayanan perizinan dan non perizinan bidang penanaman modal melalui Pelayanan Teadu Satu Pintu (PTSP) di tingkat Kabupaten

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

35.11 Pendaftaran Penanaman Modal Dalam Negeri, Izin Prinsip Penanaman Modal Dalam Negeri, Izin Usaha

Penanaman Modal Dalam Negeri, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Peanjangan Izin Mempekerjajan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang bekerja di lebih dari 1 (satu) kabupaten, sesuai kewenangan pemerintah bimbingan penanaman

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

35.12 Terselenggaranya bimbingan pelaksanaan

Kegiatan Penanaman

(39)

Modal kepada masyarakat dunia usaha.

Jawab

35.13

Terimplementasikan nya Sistem

Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE)

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

35.14 Terselenggaranya sosialisasi kebijakan penanaman modal kepada masyarakat dunia usaha

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

35.4 Jumlah unit pelayanan yang SKM berkategori baik

IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 35.6 Persentase

perizinan yang diterbitkan tepat waktu

IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 36. Terwujudnya

transparansi pelayanan

36.1 Cakupan

pengembangan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat di Tingkat Kecamatan

36.1 Cakupan pengembangan dan

pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat di Tingkat Kecamatan

TETAP

36.2 Sistim aplikasi informasi pemerintah daerah secara elektronik

36.2 Sistim aplikasi informasi pemerintah daerah secara elektronik

TETAP

36.3 Pelaksanaan Diseminasi dan Pendistribusian Informasi Nasional melalui: Media luar ruang seperti media buletin, leaflet, booklet, brosur, buletin, leaflet, booklet, brosur, spanduk, dan baliho (Kali/Tahun)

SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

36.4 Pelaksanaan

(40)

Pendistribusian Informasi Nasional melalui: Media massa seperti majalah, radio, dan televisi (kali/tahun)

kinerja dialihkan

menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 36.5 Pelaksanaan

Diseminasi dan Pendistribusian Informasi Nasional melalui: Media baru seperti website (media online) (setiap hari)

SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi

indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 36.6 Pelaksanaan

Diseminasi dan Pendistribusian Informasi Nasional melalui: Media inteersonal seperti sarasehan, ceramah/ diskusi dan

lokakarya

(kali/tahun setiap kecamatan)

SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi

indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

36.3 Persentase SKPD mengisi data dan informasi di website resmi pemerintah

IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome

37. Terwujudnya pelayanan yang baik, bersih dan akuntabel

37.1 Persentase tindak lanjut Laporan Hasil

Pemeriksaan BPK

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

37.2 Persentase tindak lanjut Laporan Hasil

Pemeriksaan BPKP

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

37.3 Persentase tindak lanjut Laporan Hasil

Pemeriksaan Inspektorat

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

37.4 Persentase kasus pengaduan yang telah

ditindaklanjuti

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

37.5 Persentase

(41)

SKPD indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

37.6 Persentase asistensi penyelenggara negara yang wajib melaporkan harta

kekayaannya

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

37.7 Persentase SKPD yang

menyampaikan LAKIP dan laporan penetapan kinerja secara benar dan tepat waktu

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

37.1 Persentase tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan APIP

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 37.2 Persentase

penurunan nilai kerugian daerah hasil pemeriksaan inspektorat

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome

37.3 Opini BPK terhadap LKPD

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 37.4 Peringkat hasil

evaluasi penyelenggara an urusan pemerintah daerah (LPPD)

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 37.5 Peringkat hasil

evaluasi Akuntabilitas kerja

pemerintah daerah

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 37.6 Penyampaian

perubahan APBD tepat waktu yang

(42)

disusun sesuai kalender penganggaran 37.7 Persentase

SKPD

Menyampaikan Laporan (semester dan tahunan) yang Keuangan

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome

37.8 Penyampaian APBD

Kabupaten tepat waktu yang disusun sesuai dengan kalender penganggar

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome

37.9 Jumlah Pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD)

IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome

37.10 Persentase keselarasa n program RPJMD dengan RKPD

Pengalihan IK SS 37 ke SS 34

37.11 Persentase penyampaian dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah tepat waktu

Pengalihan IK SS 37 ke SS 34

38. Terwujudnya pengelolaan keuangan dan aset daerah dengan baik

38.1 Persentase SKPD yang

Menyampaikan Laporan Aset (semester dan tahunan)

SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.2 Persentase Aset

tetap SKPD yang layak pakai yang tercatat dalam aplikasi asset

(43)

jawab 38.3 Jumlah

Pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari tahun ke tahun Pajak

SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.4 Jumlah

Pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari tahun ke tahun Retribusi

SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.5 Jumlah

Pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari tahun ke tahun -Hasil Pegelolaan Kekayaan daerah

SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.6 Jumlah

Pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari tahun ke - yang dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah

SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab

38.7 Penyampaian perubahan APBD tepat waktu yang disusun sesuai kalender penganggaran

SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.8 Persentase SKPD

Menyampaikan Laporan (semester dan tahunan) yang Keuangan

SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.9 Penyampaian

APBD Kabupaten tepat waktu yang disusun sesuai dengan kalender penganggaran

SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 39. Meningkat nya

ketentraman peraturan daerah dan peraturan kepala daerah

39.1 Cakupan Penegakan Peraturan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah

(44)

39.2 Persentase Koordinasi dengan Aparat Keamanan dalam penanganan kasus tindak kejahatan dan kriminal yang terjadi di daerah

Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab

39.3 Cakupan patroli siaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat

39.3 Persentase patroli siaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat

Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome

39.4 Cakupan rasio

petugas Linmas 39.4 Cakupanrasio petugas Linmas

TETAP

40. Meningkat nya efektifitas perencanaan pembangunan daerah

40.1 Persentase Kunjungan Kerja DPRD yang difasilitasi setiap masa reses 3 x setahun , 1 kali reses max 6 hari

SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD

40.2 Persentase Kunjungan Kerja Komisi DPRD yang difasilitasi Setwan 3 x Setahun, 1 x Kunker Max 7 Hari

SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD

40.3

Persentasepenegasa n pilar batas wilayah administrasi

pemerintahan yang telah ditetapkan : antara batas Kabupaten/kota

SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD

40.4 Persentase keselarasan program JMD dengan RKPD

SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD 40.5 Persentase

survey potensi baru dan terbarukan pembangkit tenaga listrik : energi panas bumi

(45)

40.6 Persentase survey potensi baru dan terbarukan pembangkit tenaga listrik : Energi tenaga air

SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD

40.7 Persentase penyelesaian dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Tahunan (RKPD) tepat waktu

SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD

2.2. PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2015

Berdasarkanpenyempurnaanpada tabel2.2 telah dilakukanperubahan/penyempurnaan dokumen akuntabilitaskinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tanah Dataryaitu pada dokumen PerjanjianKinerja Kabupaten Tanah Datar Tahun2015.Hal ini dilaksanakan berdasarkan hasil Evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar oleh Kemenpan RB RI tahun 2015.Adapun langkah-langkah peningkatan penyelenggaraaan SAKIP yang dilaksanakan antara lain :

1. Membuat Komitmen bersama untuk penyusunan RPJMD Kabupaten Tanah Datar Tahun 2016-2021 akan menyesuaikan Indikator Kinerja yang pada saat ini hanya berorientasi keluaran suatu kegiatan (Out put) menjadi berorientasi hasil yang bermanfaat bagi masyarakat(Out Come).

2. Mereviu Indikator Kinerja Sasaran yang selama ini berorientasi out put, menjadi berorientasi Outcome.

3. Mengalihkan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Pemerintah Daerah menjadi Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja SKPD, karena masih bersifat out put/proses. Perubahan/Penyempurnaan DokumenPerjanjian KinerjaPemerintahKabupaten Tanah DatarTahun 2015sebagaimana tercantumpada tabeL 2.3.

Tabel 2.3

(46)

PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2015

No. StrategisSasaran Indikator Kinerja Baru(Setelah

Disempurnakan) Target

SKPD Penanggung

Jawab 1. Meningkatnya

pemahaman dan pengamalan ajaran agama

1.1 Persentase

Peningkatan zakat yang terhimpun di BAZ Kabupaten Tanah Datar

2,61% Setda Bagian Kesra

1.2 Peningkatan Jumlah anak yang khatam Al-quran

100

Orang Setda BagianKesra 1.3Peningkatan Jumlah

peserta Qurban (orang)

1.000

orang Setda BagianKesra 2. Meningkatnya

pemahaman dan pengamalan nilai-nilai adat dan budaya.

2.1 Persentase peningkatan KAN yang melaksanakan fungsinya

100% Setda Bagian Pemnag

2.2 Jumlah sanggar seni dan budaya yang diberdayakan

30% Dinas

Budparpora 3. Meningkat nya

pelayanan kehidupan beragama

3.1 Persentase guru TPA yang melaksanakan fungsinya (aktif)

100% Setda Bagian Kesra

4. Berkurangnya kenakalan remaja dan perbuatan maksiat

4.1 Persentase kasus kenakalan remaja yang ditangani

100% Kantor

Kesbangpol dan Satpol PP 4.2 Persentase kasus

perbuatan maksiat yang ditangani

100% Kantor

Kesbangpol

5. Meningkatnya mutu,

pemerataan dan relevansi pendidikan

5.1 Persentase tamatan SMA/MA/SMK yang diterima di

Perguruan Tinggi Negeri

51,41 % Dinas Pendidikan

5.2 Meningkatnya APM :  SD/MI

 SMP/MTs

 SMA/MA/SMK

97,57 % 79,10 % 62,73 %

Dinas Pendidikan

5.3 Meningkatnya APK :  SD/MI

 SMP/MTs

 SMA/MA/SMK

106,43 % 100,41 % 76,55 %

Dinas Pendidikan

5.4 Peningkatan Angka Melek Huruf Usia >15 Tahun

(47)

5.5 Peningkatan lulusan SMA/MA/SMK yang diserap di dunia kerja

14,79 %

Dinas Pendidikan

5.6 Persentase

peningkatan minat dan budaya baca masyarakat • Persentase

pengunjung ke Perpustakaan daerah • Persentase

pengunjung ke Perpustakaan keliling

5400 org

1700org

Dinas Pendidikan

6. Meningkatnya partisipasi pemuda dalam pembangunan.

6.1 Jumlah Karang

taruna aktif 75 DinasBudparpora 6.2 Jumlah Pemuda

Pelopor yg

berpartisipasi dalam pembangunan daerah

28

Dinas Budparpora

6.3 Peningkatan Jumlah

pramuka garuda 28 DinasBudparpora 7. Meningkatnya

aktivitas keolahragaan

7.1 Event olahraga yang dilaksanakan maupun yang diikuti

8 Dinas

Budparpora 7.2 Atlet yang berestasi

(orang) 150 DinasBudparpora 7.3 Olahraga yang

berkembang dimasyarakat yang difasilitasi

5 Dinas

Budparpora

7.4 Organisasi cabang Olahraga yang dibina

28 Dinas

Budparpora 8. Meningkatnya

kualitas kesehatan penduduk

8.1 Angka Harapan

Hidup 72,3 DinasKesehatan

8.2 Angka kematian ibu

melahirkan 102 DinasKesehatan 8.3 Angka kematian

bayi per 1000 kelahiran hidup

23 orang Dinas

Kesehatan 8.4 Cakupan pelayanan

Kesehatan

Masyarakat miskin

100 % Dinas

Kesehatan

8.5 Penurunan angka gizi kurang pada Balita

30,77 % 20/65

Dinas Kesehatan 8.6 Cakupan Desa Siaga

(48)

8.7 Persentase rumah tangga yang beperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

70 % Dinas

Kesehatan

8.8 Persentase cakupan tempat tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan

87 % Dinas

Kesehatan

8.9 Rata-rata lamanya rawatan seorang pasien

4 hari Dinas

Kesehatan 8.10 Persentase akses air

minum 70% Badan TaskinPMPKB

8.11 Persentase

posyandu aktif 100 % Badan TaskinPMPKB 9. Meningkatnya

taraf hidup Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan aksesibilitas terhadap pelayanan sosial masyarakat

9.1 Persentase (%) panti sosial skala kabupaten/kota dalam 1 tahun yang menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial

14 Dinsosnaker

9.2 Persentase PMKS dalam 1 tahun yang memperoleh bantuan sosial

15 Dinsosnaker

9.3 Persentase penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang menerima jaminan sosial dalam 1 tahun

250 Dinsosnaker

9.4 Persentase jumlah PMKS dalam 1 tahun yang menjadi peserta program pemberdayaan masyarakat melalui KUBE atau kelompok sosial ekonomi sejenis

180 Dinsosnaker

10. Berkembangnya pasar sebagai sentra perdagangan.

10.1 Persentase pasar layak bagi perdagangan

83,33% Dinas

Koperindagpa stam

11. Berkembangnya

(49)

kecil, menengah

dan koperasi 11.2 Persentase JumlahUMKM stam Koperasi yang

berkualitas

90,9% Dinas

Koperindagpa stam

11.3 Persentase peningkatan Volume Usaha Koperasi.

0,15% Dinas

Koperindagpa stam

12. Meningkatnya kualitas dan produksi berbagai komoditi pertanian, perkebunan, peternakkan dan perikanan

12.1 Persentase Peningkatan produksi :

a. Padi b. Cabe c. Kakao d. Daging e. Unggas f. Ikan g. Telur

a.0,72 %

13. Berkembangnya kepariwisata an daerah

13.1 Peningkatan Jumlah Wisata dalam dan

luar negeri 1.000.000

Dinas Budparpora

14. Menurunnya jumlah penduduk miskin dan pengangguran.

14.1 Penurunan angka

kemiskinan 5,29% Dinsosnakerdan Badan Taskin PMPKB 14.2 Penurunan angka

pengangguran 5,5% Dinsosnaker 15. Meningkatnya

kuantitas dan kualitas jalan dan jembatan.

15.1

Persentasepening katan Jalan Berkualitas Baik

1,49% Dinas PU

15.2 Persentase peningkatan jembatan Berkualitas Baik

0,42% Dinas PU

16. Meningkatnya kualitas sumber daya air dan irigasi

16.1. Peningkatan kualitas Jaringan Irigasi

55 unit Dinas PU

17. Meningkatnya sarana dan prasarana perhubungan.

16.1 Persentase peningkatan sarana dan prasarana perhubungan : a. Rambu jalan b. Marka jalan c. Penerangan jalan

umum (PJU)

a. 100 % b. 81 % c. 100 %

Dishubkominfo

18. Meningkatnya kualitas dan pengelolaan lingkungan hidup

18.1 Persentase cakupan wilayah pelayanan persampahan

Gambar

Tabel 2.2HASIL PENYEMPURNAAN SASARAN STRATEGIS DAN INDIKATOR KINERJA
Tabel 2.3PERUBAHAN PERJANJIAN KINERJA

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

maka Pejabat Pengadaan Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika Aceh Tahun Anggaran 2014 menyampaikan Pengumuman Pemenang pada paket tersebut diatas sebagai berikut

Pada hari ini, KAMIS tanggal SEMBILAN bulan AGUSTUS tahun DUA RIBU DUA BELAS dengan memperhatikan Berita Acara Penetapan Pemenang, nomor : 07/PAN/DAK.3/III.7/TB/2012, tanggal 08

Pada hari ini Selasa Tanggal Dua Puluh Lima Bulan Juli Tahun Dua Ribu Tujuh Belas, kami yang bertanda tangan di bawah ini Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Kesehatan

[r]

Untuk dapat menggunakan akses e-resources yang dilanggankan oleh Kemenristekdikti ada dua cara yaitu dari kampus atau lembaga penelitian dengan jaringan internet

Sehubungan kegiatan evaluasi dan klarifikasi dokumen penawaran dan kualifikasi Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulang Bawang Tahun Anggaran 2012,

maka Pejabat Pengadaan Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika Aceh Tahun Anggaran 2014 menyampaikan Pengumuman Pemenang pada paket tersebut diatas sebagai berikut

[r]