BABII
PERENCANAAN KINERJA
2.1 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAMENENGAH (RPJM) DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR2010-2015
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanah DatarTahun2010-2015telahdisahkan danditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tanah DatarNomor5 tahun 2011,sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor 4Tahun2014.Dokumen perencanaanini secaragarisbesar memuatvisi,misi,tujuan,dan sasaranpembangunan yangakandicapaiPemerintahDaerahKabupaten Tanah Datar Tahun2010-2015. Visi,misi,agenda danprioritaspembangunanyang akan dilaksanakan,dantujuan sertasasaranpembangunanyangakandicapaitersebutdapat dijelaskansebagaiberikut:
2.1.1 Pernyataan VisidanMisi 1. Visi
Denganmempertimbangkanpotensi,kondisi,permasalahandan
memperhatikanprioritas nasional, serta
mengakomodirvisi,misi,programkepaladaerahterpilih, maka visi Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar Tahun2010-2015 adalah:
V I S I
TERWUJUDNYAMASYARAKATYANGMAJU, SEJAHTERA, DAN BERKEADILAN DILANDASI ADATBASANDI SYARAK, SYARAK BASANDIKITABULLAH
Majuberartisuatukondisimasyarakatyangmerasakankemajuan dibidang agama,adat,budaya, kesehatan, pendidikan danekonomi.
Sejahteraberartikemakmuranyangdirasakanolehseluruhwarga
denganterpenuhinya kebutuhan jasmaniahdanrohaniah(fisik, mental,spiritualdan emosional)dalamberbagaiaspekkehidupan sebagaiindividu dan anggotamasyarakat.
AdatBasandisyarak adalahadatdanaturankehidupanyangbiasa dilakukan secaraturuntemurunoleh komunitasmasyarakat Minangkabau berdasarkan ajaran Islam.
Syarak Basandi Kitabullah adalah hukum agama yang berlandaskan Al-Qur an.
2. M ISI
Untukmewujudkan VisiPemerintahDaerahKabupaten Tanah Datartersebut,ditetapkan limaMisiPembangunanJangkaMenengahDaerahKabupaten Tanah Datar Tahun2010-2015 sebagaiberikut:
1.Meningkatkanpendidikan,pemahamandanpengamalanajaran agama,adat dan budaya sertakapasitas kelembagaan sosial budaya.
2.MeningkatkankualitasSumberDayaManusia(SDM)melalui
peningkatanpemerataandankualitas pelayananpendidikan, kesehatan serta kesejahteraan sosial.
3. Meningkatkan kesejahteraanmasyarakat melalui peningkatan pertumbuhan ekonomidaerahdanpemerataanpendapatan sehingga dapatmengurangiangkakemiskinandan pengangguranmelalui :a). Peningkatanpembangunan sectorpertaniandalamartiluas,sektor pariwisatadansectorusahakecil,menengahdankoperasi,b).pengembangankawasan strategisdanc).meningkatkanpemerataan kualitassarana dan prasaraana serta mewujudkanlingkunganyang mendukung pembangunan berkelanjutan.
4. Mewujudkanmasyarakatsadarhukumdanberkeadilanmelalui :a). regulasi, b).peningkatan sosialisasi dan penegakan hukum.
5. Meningkatkanpenyelenggaraanpemerintahanyangbaikdanbersih melalui : a). peningkatankemampuanpemerintahanmulaiditingkat nagari, kecamatan dan kabupaten, b). peningkatanpelayanan publik.
2.1.2 Agendadan Prioritas Pembangunan
Agendapembangunan padadasarnya merupakan kegiatan pokok yang akan dilakukan untukmendorongprosespembangunandaerah secara menyeluruh sesuaivisidanmisi
yangtelahditetapkan.Dalamrangkamewujudkanvisidanmisitersebut,telahditetapkan 7 (tujuh) agenda pembangunan daerah Kabupaten Tanah Dataryang dijabarkan dalam 10 (sepuluh) prioritas pembangunan daerah untukperiode 2010-2015.
1. Meningkatan Pemahaman dan PengamalanAjaran Agama, Adat dan Budaya 2. Meningkatkan pemerataan dan kualitas Pendidikan
3. Meningkatkan pemerataan dan kualitas Kesehatan serta Kesejahteraan Sosial 4. Meningkatkan Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan Ekonomi Daerah
Melalui Pembangunan Kawasan Strategis dan Cepat Tumbuh serta Prioritas Pembangunan Sektor Pertanian, Pariwisata, dan Industri Berbasis Pertanian 5. PerbaikanKualitasLingkunganHidup.
Prioritas Pembangunan Daerah
Visi dan Misi pemerintah Tahun 2010-2015 dijabarkan lebih operasional ke dalam sebelas PrioritasNasional yaitu:
(1) reformasi birokrasi dan tata kelola; (2) pendidikan;
(3) kesehatan;
(4) penanggulangan kemiskinan; (5) ketahanan pangan;
(6) infrastruktur;
(7) iklim investasi dan usaha; (8) energi;
(9) lingkungan hidup dan bencana;
(10) daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pascakonflik; serta (11) kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi.
2.1.3 Tujuandan Sasaran
Berdasarkan visi, misi telah dirumuskan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tahun 2010-2015. Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2.1
Hubungan Hirarkis Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
VISI: TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG MAJU, SEJAHTERA, DAN BERKEADILAN DILANDASI ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH
MISI 1:MENINGKATKAN PENDIDIKAN, PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN AJARAN AGAMA, ADAT, DAN BUDAYA SERTA KAPASITAS
KELEMBAGAAN SOSIAL BUDAYA
1. Terciptanya kehidupan
masyarakat madani yang harmonis dan agamais melalui pengamalan nilai-nilai agama, adat, dan budaya, dengan mengoptimalkan peran lembaga-lembaga agama, adat, dan budaya.
a) Meningkatnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama,
b) Meningkatnya pelayanan kehidupan beragama, c) Meningkatnya pemahaman
dan pengamalan nilai-nilai adat dan budaya,
d) Meningkatnya peran pemangku adat dan tokoh agama,
e) Meningkatkan jumlah konflik adat yang dapat diselesaikan, f) Berkurangnya kenakalan
remaja dan perbuatan maksiat.
MISI 2:MENINGKATKAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA MELALUI PENINGKATAN PEMERATAAN DAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN, KESEHATAN SERTA KESEJAHTERAAN SOSIAL
2. Terwujudnya
sumberdaya manusia yang cerdas, sehat dan berkualitas melalui peran lembaga
pendidikan formal dan nonformal
a) Meningkatnya mutu, perluasan, pemerataan dan relevansi pendidikan, b) Meningkatnya partisipasi
pemuda dalam pembangunan,
c) Meningkatnya aktivitas keolahragaan,
d) Meningkatnya kualitas kesehatan penduduk, e) Meningkatnya taraf hidup
PMKS dan aksesibilitas terhadap pelayanan sosial dasar
MISI 3:MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN
PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DAN PEMERATAAN PENDAPATAN SEHINGGA DAPAT MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN MELALUI: A) PENINGKATAN
PEMBANGUNAN SEKTOR PERTANIAN DALAM ARTI LUAS, SEKTOR PARIWISATA DAN SEKTOR USAHA KECIL MENENGAH DAN KOPERASI, B) PENGEMBANGAN
KAWASAN STRATEGIS, DAN C) MENINGKATKAN
PEMERATAAN DAN KUALITAS SARANA DAN PRASARANA SERTA MEWUJUDKAN LINGKUNGAN YANG
3. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi yang maju dan berkeadilan
a) Meningkatnya produksi dan produktivitas pertanian, b) Meningkatnya kesejahteraan
petani,
c) Berkembangnya pasar sebagai sentra perdagangan d) Berkembangnya usaha
mikro, kecil dan menengah, e) Berkembangnya
MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
4. Terwujudnya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran
a) Menurunnya jumlah penduduk miskin dan pengangguran 5. Terpenuhinya sarana
dan prasarana wilayah untuk menunjang pengembangan ekonomi rakyat
a) Meningkatnya kuantitas dan kualitas jalan dan jembatan b) Meningkatnya kuantitas dan
kualitas sumber daya air dan irigasi
c) Meningkatnya cakupan pelayanan air bersih
d) Meningkatnya kuantitas dan kualitas perumahan,
e) Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana sanitasi permukiman f) Tersedianya acuan
peruntukan dan pemanfaatan ruang g) Meningkatnya sarana dan
prasarana perhubungan h) Meningkatnya jangkauan
pelayanan listrik 6. Terwujudnya
kesiapan daerah dalam
penanggulangan bencana dan pengelolaan lingkungan hidup yang
berkesinambungan
a) Tersedianya data dan peta daerah rawan bencana b) Meningkatnya pengetahuan
dan kesiap-siagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana c) Meningkatnya sarana
prasarana penanggulangan bencana
d) Meningkatnya kualitas dan pengelolaan lingkungan hidup.
e) Meningkatnya pengawasan dan pengendalian
pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup
MISI 4:MEWUJUDKAN MASYARAKAT SADAR HUKUM DAN BERKEADILAN MELALUI: A) REGULASI, B) PENINGKATATAN
SOSIALISASI DAN PENEGAKAN HUKUM
7. Terciptanya tatanan kehidupan
masyarakat aman dan damai.
a) Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap norma-norma dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
MISI 5:PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH MELALUI A) PENINGKATAN
8. Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan dan
a) Meningkatnya kualitas dan kompetensi SDM aparatur b) Meningkatnya kualitas
KEMAMPUAN
PEMERINTAHAN MLAI DI TINGKAT NAGARI, KECAMATAN, DAN KABUPATEN, B)
PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK
akuntabel c) Terwujudnya transparansi pelayanan
d) Terwujudnya pelayanan yang baik, bersih, dan akuntabel e) Terwujudnya pengelolaan
keuangan dan aset daerah dengan baik
f) Meningkatnya efektifitas perencanaan pembangunan daerah
g) Meningkatnya ketentraman dan kenyamanan masyarakat
2.2.PERJANJIANKINERJA PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATARTAHUN 2015
DokumenPerjanjianKinerjaPemerintahKabupaten Tanah Datar Tahun2015yang telah dibuatberpedoman pada RPJMD Kabupaten Tanah Datar Tahun2010-2015,Rencana KerjaPemerintahDaerahTahun2015,danIndikatorKinerjaUtamaKabupaten Tanah DatarTahun2010-2015 sertaAnggaranPendapatandanBelanjaDaerah(APBD) Kabupaten Tanah DatarTahun2015.
Pada tahun 2015,dalamrangka penguatan kapasitasdan akuntabilitaskinerjaPemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Satuan KerjaPerangkat Daerah(SKPD)Kabupaten Tanah Datar serta menindak lanjuti Evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2015 oleh Kementereian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, telah dilakukan penyempurnaanterhadapdokumen SAKIPPemerintahKabupaten dan SKPD Kabupaten Tanah Datar.PenyempurnaandimaksuddilaksanakanolehTim SAKIPPemerintahKabupaten Tanah Datar yang dibentukberdasarkan KeputusanBupati Kabupaten Tanah DatarNomor:065/ 43 /ORG-2015tentang Tim Penyusun Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Tanah Datar Tahun 2015.
Penyempurnaandilakukanterhadapsasaran strategisdanindikatorkinerjayang masih berorientasioutputmenjadi indikator kinerjaberorientasioutcome. Sasaran strategisdan indikator kinerjayang disempurnakan dimaksud,dapatdilihatpada tabel 2.2.
Tabel 2.2
HASIL PENYEMPURNAAN SASARAN STRATEGIS DAN INDIKATOR KINERJA
DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2015 N
(Sebelum
Disempurnakan) Disempurnakan)(Setelah 1. Meningkatnya
pemahaman dan pengamalan ajaran agama
1.1 Persentase masjid dan mushala yang
dikunjungi dalam rangka pembinaan keagamaan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
1.2 Persentase
Peningkatan zakat yang terhimpun
1.1 Persentase Peningkatan zakat yang terhimpun di BAZ Kabupaten Tanah Datar
TETAP
1.3 Jumlah anak yang khatam Al-quran (orang)
1.2 Peningkatan Jumlah peningkatan anak yang khatam Al-quran
Penyempurnaan IK Output menjadi Outcome
1.4 Jumlah masyarakat yang mendaftar berangkat haji
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
1.5 Jumlah peserta Qurban
(orang) 1.3PeningkatanJumlah pesertaQurban (orang)
Penyempurna an IK Output menjadi Outcome 2. MMeningkatnya
Pelayanan Kehidupan Beragama
2.1 Persentase Mesjid, Mushalla,Surau,Lemba ga Pendidikan
Keagamaan yang difasilitasi
2.1 Persentase Guru TPA yang melaksanakan fungsinya
Penyempurna an IK Output menjadi Outcome 3. Meningkatnya
pemahaman dan
pengamalan nilai-nilai adat dan budaya.
3.1 Jumlah peserta yang mendapat penyuluhan dan seminar terhadap adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) (orang)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
3.1
Persentasepenin gkatan KAN yang
melaksanakan fungsinya
IK baru hasil Penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome
3.2 Jumlah sanggar seni dan budaya yang
diberdayakan
IK baru hasil Penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 4. Meningkat nya
peran pemangku adat dan tokoh agama
4.1 Persentase Lembaga unsur nagari yang diberi pelatihan, sosialisasi
penyelenggaran adat
(Lembaga unsur) sebagai IK SS 2 5. Meningkat nya
jumlah konflik adat yang dapat diselesaikan
5.1 Jumlah Konflik adat yang dapat
diselesaikan (kasus)
SS dan IK
dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
6. Berkurangnya kenakalan remaja dan perbuatan maksiat
6.1 Persentase SLTA dan SLTP yang
mendapatkan
penyuluhan terhadap bahaya dan pengaruh penyalahgunaan narkoba
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator
kinerja SKPD Penanggung Jawab 5.1 Persentase kasus
kenakalan remaja yang ditangani
IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 5.2 Persentase kasus
perbuatan maksiat yang ditangani
IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 7. Meningkatnya
mutu, pemerataan dan relevansi pendidikan
7.1 Setiap guru
menerapkan rencana pelaksanaan
pembelajaran (P) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.2 Setiap guru
mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.3 Setiap guru
mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.4 Kepala sekolah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.5 Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi
mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik : SD
SKPD Penanggung Jawab
7.6 Kepala sekolah atau madrasah
menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester (UAS) dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di
kabupaten/kota pada setiap akhir semester : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.7 Kepala sekolah atau madrasah
menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester (UAS) dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama di
kabupaten/kota pada setiap akhir semester : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.8 Setiap satuan pendidikan
menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS) : SMP
7.9 Persentase jumlah eksemplar buku perpustakaan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.10Kepala SMP berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.11 Kepala sekolah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.12 Setiap guru
menerapkan rencana pelaksanaan
pembelajaran (P) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.13 Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.14 Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS) : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.15 Persentase
peningkatan jumlah pengunjung
peustakaan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.16 Satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan
berjalan kaki yaitu maksimal 3 km untuk SD dan 6 km untuk SMP dari kelompok permukiman permanen di daerah terpencil : SD
SKPD Penanggung Jawab
7.17 Peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD tidak melebihi 32 orang, dan untuk SMP tidak melebihi 36 orang. Untuk setiap rombongan belajar tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk peserta didik dan guru, serta papan tulis : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.18 SMP tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 peserta didik dan minimal satu set peralatan praktek IPA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.19 SD dan SMP tersedia satu ruang guru yang dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap orang guru, kepala sekolah dan staf kependidikan lainnya; dan di setiap SMP/MTs tersedia ruang kepala sekolah yang terpisah dari ruang guru : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.20 SD dan SMP tersedia satu ruang guru yang
dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap orang guru, kepala sekolah dan staf kependidikan
lainnya; dan di setiap SMP/MTs tersedia ruang kepala sekolah yang terpisah dari ruang guru : SD 7.21 SD tersedia 1
(satu) orang guru untuk setiap 32 peserta didik dan 6 (enam) orang guru untuk setiap satuan pendidikan, dan untuk daerah khusus 4 (empat) orang guru setiap satuan pendidikan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.22 SMP tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap mata pelajaran, dan untuk daerah khusus tersedia satu orang guru untuk setiap rumpun mata pelajaran
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.23 Di setiap SD tersedia 2 (dua) orang guru yang memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D-IV dan 2 (dua) orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.24 SMP tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV sebanyak 70% dan separuh diantaranya (35% dari keseluruhan guru) telah memiliki sertifikat pendidik, untuk daerah khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.25 SMP tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau
D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik
masingmasing satu orang untuk mata pelajaran
Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
SKPD Penanggung Jawab
7.26 Kepala SD berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.27 Pengawas sekolah dan madrasah memiliki kualifikasi
akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat Pendidik : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.28 Pengawas sekolah dan madrasah memiliki kualifikasi
akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat Pendidik : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.29 Rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses
pembelajaran yang efektif : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.30 Rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses
pembelajaran yang efektif : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.31 Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan
dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama 3 jam untuk
melakukan supervisi dan pembinaan : SD
SKPD Penanggung Jawab
7.32 Setiap SMP
menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan
kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan
perbandingan satu set untuk setiap perserta didik
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.33 Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama 3 jam untuk
melakukan supervisi dan pembinaan : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.34 SD menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.35 SD menyediakan satu set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari model kerangka manusia, model tubuh manusia, bola dunia (globe), contoh peralatan optik, kit IPA untuk
eksperimen dasar, dan poster/carta IPA
7.36 Setiap SD memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi,dan setiap SMP
memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.37 Setiap SD memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi,dan setiap SMP
memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.38 Setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk
merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melatih peserta didik, dan melaksanakan tugas tambahan : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.39 Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.40 Satuan pendidikan menyeleng-garakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : a) Kelas I
II : 18 jam per minggu; b) Kelas III : 24 jam per minggu; c) Kelas IV - VI : 27 jam per minggu atau d) Kelas VII - IX : 27 jam per minggu : SD
7.41Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.42 Satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan berjalan kaki yaitu maksimal 3 km untuk SD dan 6 km untuk SMP dari kelompok permukiman permanen di daerah teencil : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.43 Peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD tidak melebihi 32 orang, dan untuk SMP tidak melebihi 36 orang. Untuk setiap rombongan belajar tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk peserta didik dan guru, serta papan tulis : SD
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.44 Setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk
merencanakan pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melatih peserta didik, dan melaksanakan tugas tambahan : SMP
7.45 Satuan pendidikan menyeleng-garakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan tatap muka sebagai berikut : a) Kelas I
II : 18 jam per minggu; b) Kelas III : 24 jam per minggu; c) Kelas IV - VI : 27 jam per minggu atau d) Kelas VII - IX : 27 jam per minggu : SMP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
7.1 Persentase tamatan SMA yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri
IK baru
penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 7.2 Meningkatnya
APM : SD SMP SMA
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 7.3 Meningkatnya
APK : SD SMP SMA
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 7.4 Peningkatan
Angka Melek Huruf Usia > 15 Tahun
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 7.5 Peningkatan
lulusan SMA/MA/SMK yang diserap di dunia kerja
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 7.6 Persentase IK baru hasil
peningkatan minat dan budaya baca masyarakat • Persentase
pengunjung ke
Perpustakaan daerah • Persentase
pengunjung ke
Perpustakaan keliling
dari IK Output ke IK Outcome
8. Meningkatnya partisipasi pemuda dalam pembangunan.
8.1 Persentase pemuda dan pemudi Nagari yang mendapat penyuluhan dalam kegiatan seleksi pemuda pelopor keamanan lingkungan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
8.2 Persentase siswa siswi SMA yang mendapat pelatihan kepemimpinan dalam kegiatan seleksi
PASKIBRAKA
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
8.3 Jumlah potensi sumber kesejahteraan Sosial yang mengakses pelayanan Sosial ( TKSK,PSM, Karang Taruna, Tagana, Organisasi Sosial )
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
8.1 Jumlah Karang
taruna aktif IK baru hasilpenyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 8.2 Jumlah Pemuda
Pelopor yg berpartisipasi dalam
pembangunan daerah
IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome
8.3 Peningkatan
garuda dari IK Output ke IK Outcome 9. Meningkatnya
aktivitas keolahragaan
9.1 Event olahraga yang dilaksanakan maupun yang diikuti
9.1 Event olahraga yang
dilaksanakan maupun yang diikuti
TETAP
9.2 Atlet yang berestasi
(orang) 9.2 Atlet yangberestasi (orang)
TETAP
9.3 Olahraga yang berkembang dimasyarakat yang difasilitasi
9.3 Olahraga yang berkembang dimasyarakat yang difasilitasi
TETAP
9.4 Organisasi cabang Olahraga yang dibina
9.4 Organisasi cabang Olahraga yang dibina
TETAP
10. Meningkatnya kualitas kesehatan penduduk
10.1 Angka Harapan
Hidup 10.1 Angka HarapanHidup TETAP 10.2 Angka kematian
ibu melahirkan 10.2 Angkakematian ibu melahirkan
TETAP
10.3 Angka kematian
bayi 10.3 Angkakematian bayi
TETAP
10.4 Cakupan rawat
Inap Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.5 Cakupan rawat
jalan Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.6 Cakupan
kunjungan bayi Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.7 Cakupan pelayanan anak balita
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.8 Cakupan pelayanan Kesehatan
Masyarakat miskin
10.4 Cakupan pelayanan Kesehatan Masyarakat miskin
TETAP
10.9 Cakupan Balita gizi buruk mendapat
10.5 Penurunan angka gizi kurang
perawatan
kesehatan pada Balita Outcome
10.11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.12 Cakupan kunjungan Ibu Hamil K4
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.13 Cakupan ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.14 Cakupan pertolongan persalinan oleh bidang atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.15 Cakupan pelayanan
ibu nifas Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.15 Cakupan neonatal dengan yang ditangani
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.16 Cakupan anak 6-24 bulan dari keluaraga miskin diberi makanan pendamping ASI
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.17 Cakupan peserta
KB aktif Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.18 Ketersediaan obat sesuai kebutuhan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.19 Persentase pendistribusian obat ke unit pelayanan
kesehatan Jawab 10.20 Cakupan
pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.21Cakupan
pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.22Persentase desa yang mencapai Universal Child Imunization ( UCI)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.23Cakupan penemuan seluruh
penderita Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100.000
penduduk usia < 15 tahun
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.24Cakupan balita dengan
pneumonia yang ditangani
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.25Persentase penemuan pasien baru TB BTA positif (CDR)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.26Cakupan balita diare yang mendapat pelayanan kesehatan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10. 27 Cakupan Nagari mengalami KLB yang dilakukan penyeleidikan epidemiologi <24 jam
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.28Cakupan Desa
Siaga Aktif 10.6CakupanDesa Siaga Aktif
TETAP
10.29 Persentase rumah tangga yang beperilaku
10.7 Persentase rumah tangga yang
hidup bersih dan
sehat (PHBS) beperilakuhidup bersih dan sehat (PHBS) 10.30 Rasio Apoteker
per 100.000 Penduduk
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.31 Rasio bidan per 100.000 penduduk
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.32Rasio perawat per 100.000
penduduk
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.33 Persentase tenaga kesehatan yang memiliki izin
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.34 Persentase Sarana distribusi obat dan
makanan yang diawasi
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.35 Cakupan Pasangan Usia Subur yang isterinya dibawah usia 20 th 3.5%
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.36 Cakupan sasaran PUS menjadi peserta KB aktif 65%
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.37 Cakupan PUS yang ingin ber KB tidak teenuhi (unmet need) 5%
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.38 Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber KB 70%
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.39 Cakupan PUS peserta KB Anggota Usaha Peningkatan
Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber-KB 87%
Jawab
10.40 Ratio Petugas lapangan KB/Penyuluh KB/ Penyuluh KB (PLKB/PKB) 1 Petugas disetiap 2 desa/kelurahan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.41Pembantu Pembina Keluarga Berencana
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.42 Cakupan Penyediaan Alat dan Obat Kontrasepsi utk Memenuhi Permintaan Masyarakat 30% setiap tahun
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.43 Cakupan penyediaan informasi data mikro keluarga di setiap
Desa/Kelurahan 100 % setiap Tahun
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
10.10 Persentase posyandu aktif
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 11. Meningkatnya
taraf hidup Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan
11.1 Persentase (%) panti sosial skala kabupaten/kota dalam 1 tahun yang
menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial
11.1 Persentase (%) panti sosial skala
kabupaten/kot a dalam 1 tahun yang menyediakan
11.2 Persentase PMKS dalam 1 tahun yang
memperoleh
11.2 Persentase PMKS dalam 1 tahun yang memperoleh
bantuan sosial bantuan sosial 11.3 Persentase
penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang menerima jaminan sosial dalam 1 tahun
11.3 Persentase penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang
menerima jaminan sosial dalam 1 tahun
TETAP
11.4 Persentase jumlah PMKS dalam 1 tahun yang menjadi peserta program pemberdayaan masyarakat melalui KUBE atau kelompok sosial ekonomi sejenis
11.4 Persentase jumlah PMKS dalam 1 tahun yang menjadi peserta program pemberdayaan masyarakat melalui KUBE atau kelompok sosial ekonomi sejenis
TETAP
12. Berkembangn ya pasar sebagai sentra perdagangan.
12.1 Persentase
Revitalisasi pasar Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
12.2 Persentase pedagang yang menjual barang kadaluarsa dan ilegal
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
12.3 Persentase UTTP yang ditera teraulang
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
12.1 Persentase pasar layak bagi
perdagangan
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 13. Berkembangn
ya usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi
13.1 Presentase jumlah koperasi aktif
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
13.2 Presentase jumlah koperasi sehat
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
koperasi yang
melakukan RAT dialihkan menjadiindikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
13.4 Persentase pertumbuhan unit usaha industri
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
13.5 Persentase peningkatan Industri Kecil Menengah (IKM) yang
menggunakan mesin dan peralatan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
13.1 Persentase Pertumbuhan UMKM
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 13.2 Persentase
Jumlah Koperasi yang berkualitas
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 13.3 Persentase
peningkatan Volume Usaha Koperasi.
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 14. Meningkatnya
kualitas dan produksi berbagai komoditi pertanian, perkebunan, peternakkan dan perikanan
14.1 Persentase Peningkatan produksi : a. Padi b. Cabe c. Kakao d. Daging e. Unggas f. Ikan g. Telur
SS dan Ik baru direview dan diukur tahun 2015
15. Meningkatnya kesejahteraan petani.
15.1 Persentase Peningkatan produksi Komoditi Unggulan Daerah (Komoditi Tanaman Pangan : Padi )
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.2 Persentase Peningkatan produksi Komoditi Unggulan Daerah (Komoditi
Holtikultura : Cabe )
15.3 Persentase Peningkatan produksi Komoditi Unggulan Daerah (Komoditi Holtikultura : Wortel)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.4 Persentase Peningkatan produksi Komoditi
Unggulan Daerah (Komoditi Perkebunan: Kakao )
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.5 Penguatan
Cadangan Pangan Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.6 Persentase Produksi Perikanan : Tangkap
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.7 Persentase Produksi ternak : Unggas
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.8 Ketersediaan Informasi Pasokan, Harga dan Akses Pangan (%)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.9 Pengawasan dan Pembinaan keamanan pangan (%)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.10 Persentase Peningkatan produksi Komoditi
Unggulan Daerah (Komoditi Tanaman Pangan : Jagung)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.15 Persentase Peningkatan produksi Komoditi
Unggulan Daerah (Komoditi
Perkebunan: Karet) 15.16 Persentase
Peningkatan produksi Komoditi
Unggulan Daerah (Komoditi Perkebunan: Kopi)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.17
PersentaseProdu ksi Perikanan : Budidaya
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.18 Ketersediaan energi dan protein per kapita
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.19 Persentase Produksi Perikanan : Pengolahan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.20 Persentase Produksi ternak : Ternak Besar
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.21 Persentase Produksi ternak : Ternak Kecil
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.22 Persentase Produksi Produk hasil peternakan : Daging
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.23 Persentase Produksi Produk hasilpeternakan : Telur
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.24 Stabilitas harga dan pasokan pangan (%)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.25 Skor Pola Pangan harapan (PPH) (%)
Jawab 15. 26 Penanganan
Daerah Rawan Pangan (PD) (%)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
15.27 Desa Mandiri
Pangan (DMP) Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
16. Berkembangn ya
kepariwisata an daerah
16.1 Perlindungan pengembangan dan pemanfaatan bidang kesenian : Cakupan fasilitasi seni 30 %
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
16.2 Perlindungan pengembangan dan pemanfaatan bidang kesenian : Cakupan kajian seni 50 %
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
16.3 Perlindungan pengembangan dan pemanfaatan bidang kesenian : Cakupan Gelar seni 75 %
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
16.4 Perlindungan pengembangan dan pemanfaatan bidang kesenian : Misi Kesenian 100%
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
16.5 Sarana dan
Prasarana : Cakupan Sumber Daya Manusia Kesenian dan Budaya 25 %
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
16.6 Sarana dan Prasarana : Cakupan Tempat Seni dan Budaya 100%
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
16.7 Sarana dan Prasarana : Cakupan Organisasi Seni dan Budaya 34%
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
16.8 Jumlah Kunjungan Wisata (orang)
16.1 Persentase peningkatan kunjungan Wisatawan
Penyempurna an IK Output menjadi Outcome 17. Menurunnya
jumlah penduduk miskin dan
17.1 Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan
pengangguran. berbasis
kompetensi Jawab
17.2 Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis masyarakat
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
17.3 Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan kewirausahaan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
17.4 Besaran pencari kerja yang terdaftar yang ditempatkan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
17.5 Besaran kasus yang diselesaikan dengan perjanjian bersama (PB)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
17.6 Besaran
pekerja/buruh yang menjadi peserta program jamsostek
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
17.7 Besaran pemeriksaan perusahaan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
17.1 Penurunan angka kemiskinan
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 17.2 Penurunan
angka
pengangguran
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 18. Meningkatkan
peran dan partisipasi perempuan dalam
pembangunan
18.1 Indeks
Pembangunan Pengarusutamaan Gender (%)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
18.2 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh
petugas terlatih didalam unit pelayanan teadu 18.3 Cakupan perempuan
dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan kesehatan oleh tenaga
kesehatan terlatih di Puskesmas mampu tatalaksana KtP/A dan PPT/PKT di RS
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
18.4 Cakupan layanan pemulangan bagi perempuan dan anak korban kekerasan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
18.5 Cakupan layanan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak korban
kekerasan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
18.6 Cakupan layanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh petugas rehabilitasi sosial terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit
pelayanan teadu
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
18.7 Cakupan layanan bimbingan rohani yang diberikan oleh petugas bimbingan rohani terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit
pelayanan teadu
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
18.8 Cakupan penegakan hukum dari tingkat penyidikan sampai dengan putusan pengadilan atas kasus-kasus
kekerasan terhadap perempuan dan anak
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
18.9 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan bantuan
hukum 19. Meningkatnya
kuantitas dan kualitas jalan dan jembatan.
19.1 Jalan Yang Menghubungkan Pusat-Pusat Kegiatan Dalam Wilayah Kabupaten (Km)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
19.2 Jalan Yang Memudahkan Masyarakat Per Individu Melakukan Perjalanan (Km)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
19.3 Jalan yang Menjamin Pengguna Jalan Berkendara dengan Selamat (Km)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
19.4 Jalan yang menjamin kendaraan dapat berjalan dengan selamat dan nyaman ( Km )
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
19.5 Jalan yang Menjamin Perjalanan Dapat dilakukan Sesuai dengan KECEPATAN Rencana (Km)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
19.3 Persentase peningkatan kualitas jalan
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 19.4 Persentase
peningkatan kualitas jembatan
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 20. Meningkatnya
kualitas sumber daya air dan irigasi
20.1 Air baku untuk memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari hari (M3/Tahun)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
20.2 Air irigasi untuk pertanian rakyat pada sistem irigasi yang sudah ada (liter/dtk)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
20.3 Peningkatan kualitas Jaringan Irigasi
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 21. Meningkatnya
pelayanan air
bersih Sistem PenyediaanAir Minum dengan jaringan peipaan dan bukan jaringan peipaan terlindungi dengan kebutuhan pokok minimal 60 liter/orang/ hari
indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
22. Tersedianya sarana dan prasarana sanitasi pemukiman
22.1 Sistem air limbah setempat yang memadai. (KK)
IK menjadi penyempurna an SS 23 dan SS 22 tidak digunakan lagi 22.2 Sistem air limbah
skala komunitas/ kawasan (jiwa)
IK menjadi penyempurna an SS 23 dan SS 22 tidak digunakan lagi 23. Meningkatnya
kuantitas dan kualitas perumahan dan
pemukiman rakyat.
23.1 Luasan permukiman kumuh yang
berkurang dikawasan perkotaan (unit)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
24. Tersedianya acuan peruntukan dan
memanfaatan ruang.
24.1 Cakupan masyarakat dalam pengurusan IMB di kabupaten (rekomendasi advi planning)
SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 25. Meningkatnya
sarana dan prasarana perhubungan.
25.1 Cakupan halte pada setiap Kabupaten yang telah dilayani angkutan umum dalam trayek
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
25.2 Cakupan fasilitas perlengkapan jalan (rambu, marka, dan guardrill) dan penerangan jalan umum (PJU) pada jalan Kabupaten. Rata-rata persentase capaian indikator Fasilitas
Perlengkapan Jalan : Rambu
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
25.3 Cakupan unit pengujian kendara-an bermotor bagi Kabupaten yang memiliki populasi
kendaraan wajib uji minimal 4000 ( empat ribu)
kendaraan wajib uji 25.4 Cakupan Sumber
Daya Manusia (SDM) di bidang MRLL, Evaluasi Andalalin, Pengelolaan Parkir pada
Kabupaten/Kota
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
25.5 Cakupan angkutan umum yang melayani jaringan trayek yang menghubungkan daerah tertinggal dan teencil dengan wilayah yang telah berkembang pada wilayah yang telah tersedia jaringan jalan Kabupaten
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
25.6 Cakupan terminal angkutan
penumpang pada setiap Kabupaten yang telah dilayani angkutan umum dalam trayek
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
25.1 Persentase peningkatan sarana dan prasarana perhubungan :
a. Rambu jalan b. Marka jalan c. Guardrill d. Penerangan
jalan umum (PJU)
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome
26. Meningkatnya kualitas dan pengelolaan lingkungan hidup
26.1 Persentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administratif dan teknis
pencegahan pencemaran air
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
26.2 Persentase jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber
tidak bergerak yang memenuhi
persyaratan administra-tif dan teknis pengendalian pencemaran udara
SKPD Penanggung Jawab
26.3 Prosentase luasan lahan yang telah ditetapkan status kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa yang diinformasikan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
26.4 Luas hutan dan lahan yang direhabilitasi (%)
26.1 Persentase peningkatan luas hutan dan lahan yang direhabilitasi
Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome
26.5 Kasus Illegal logging, Illegal Trading dan Okupasi
26.2 Persentase penurunan kerusakan hutan dan lahan
Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome
26.6 Kasus kebakaran
hutan Indikator kinerjadialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
26.7 Prosentase jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pecemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang
ditindaklanjuti
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
26.8 Cakupan Daerah Layanan
Persampahan
26.3 Peningkatan cakupan wilayah pelayanan persampahan
Penyempurnaan IK Output menjadi Outcome
26.4 Satuan Mutu Lingkungan Hidup (kualitas air)
IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 26.5 Persentase
jumlah usaha/ kegiatan yang memiliki
dokumen lingkungan (UKL/UPL, SPPL) 27. Tersedianya
data dan peta daerah rawan bencana.
27.1 Persentase potensi daerah rawan bencana alam geologi Gunung Api
SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi SS dan indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
27.2 Persentase Daerah rawan bencana yang diawasi dan dikendalikan
SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi SS dan indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
27.3 Persentase potensi daerah rawan bencana alam geologi Tanah longsor
SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi SS dan indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
28. Meningkatnya pengetahuan an bencana.
28.1 Masyarakat yang mendapatkan sosialisasi penanggulangan bencana
28.1 Persentase lokasi rawan bencana yang siap
menghadapi bencana
Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome
28.2 Cakupan pelayanan bencana kebakaran
28.2 Persentase kelompok masyarakat di daerah rawan bencana yang siap
menghadapi bencana
Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome
28.3 Tingkat waktu tanggap (response time rate)
Pemindahan dari
IK 31 29. Meningkatnya
sarana prasarana penanggulang an bencana.
29.1 Persentase (%) korban bencana dalam 1 tahun yang menerima bantuan sosial selama masa tanggap darurat
SS dan IK 29 menjadi SS dan IK SKPD penanggung jawab
29.2 Persentase (%) korban bencana yang dievakuasi dengan
menggunakan sarana prasarana tanggap darurat
lengkap dalam 1 tahun
29.3 Persentase Sarana dan prasarana penanggulangan bencana alam
SS dan IK 29 menjadi SS dan IK SKPD penanggung jawab 30. Meningkatnya
penanganan tanggap darurat bencana
30.1 Persentase kejadian bencana yang dapat ditangani sesuai standar kapasitas IK Output ke IK Outcome
31. Meningkatnya kesiagaan dalam
penanggulang an bahaya kebakaran
31.1 Cakupan pelayanan
bencana kebakaran SS 31 tidakdigunakan lagi 31.2 Tingkat waktu
tanggap (response time rate)
Indikator ini pindah ke indikator SS 31.3 Persentase aparatur
pemadam kebakaran yang memenuhi standar kualifikasi
SS 31 tidak digunakan lagi
31.4 Jumlah mobil
pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter pada WMK
SS 31 tidak digunakan lagi
32. Meningkatnya pengurangan resiko bencana dan pemulihan kawasan/daer ah pasca bencana
32.1 Persentase kejadian bencana yang dapat
dipulihkan sesuai standar kapasitas penanggulanga n bencana
SS dan IK baru hasil
penyempurnaan dari SS dan IK Output ke IK Outcome
33. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap norma-norma dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
33.1 Persentase
penyelesaian kasus pengaduan
masyarakat yang dituntaskan di dalam/di luar Pengadilan
SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 33.2 Persentase
peraturan perundangundan gan yang telah dipublikasikan
SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi
indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 33.3 Persentase Perda
Kabupaten yang beerspektif HAM
indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 34. Meningkatnya
kualitas dan kompetensi SDM aparatur
34.1 Jumlah diklat yang
dilaksanakan BKD dan Diklat
34.1 Persentase aparatur yang telah
mengikuti peningkatan kapasitas sumber daya aparatur sesuai dengan penempatan tugas
Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome
34.2 Persentase satuan kerja yang kelembagaannya telah sesuai dengan
kebutuhan dan peraturan
34.2 Persentase sumber daya aparatur yang memiliki IKOutput menjadi Outcome
35. Meningkat nya kualitas pelayanan publik
35.1 Cakupan
penerbitan Kartu Keluarga
penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kutipan Akta Kelahiran
35.4 Rekomendasi terhadap layanan publik yang telah ditindak lanjuti
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
35.5 Persentase SKPD yang memiliki dan menerapkan SOP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
35.6 Persentase jumlah Izin yang dikeluarkan
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
informasi peluang usaha sektor/bidang unggulan (Sektor)
dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
35.8 Terselenggaranya fasilitasi pemerintah daerah dalam rangka kerjasama kemitraan Antara Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) tingkat kabupaten/ kota dengan pengusaha tingkat provinsi/ nasional
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
35.9 Terselenggaranya promosi peluang penanaman modal tingkat Kabupaten
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
35.10 Terselenggaranya pelayanan perizinan dan non perizinan bidang penanaman modal melalui Pelayanan Teadu Satu Pintu (PTSP) di tingkat Kabupaten
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
35.11 Pendaftaran Penanaman Modal Dalam Negeri, Izin Prinsip Penanaman Modal Dalam Negeri, Izin Usaha
Penanaman Modal Dalam Negeri, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Peanjangan Izin Mempekerjajan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang bekerja di lebih dari 1 (satu) kabupaten, sesuai kewenangan pemerintah bimbingan penanaman
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
35.12 Terselenggaranya bimbingan pelaksanaan
Kegiatan Penanaman
Modal kepada masyarakat dunia usaha.
Jawab
35.13
Terimplementasikan nya Sistem
Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE)
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
35.14 Terselenggaranya sosialisasi kebijakan penanaman modal kepada masyarakat dunia usaha
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
35.4 Jumlah unit pelayanan yang SKM berkategori baik
IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 35.6 Persentase
perizinan yang diterbitkan tepat waktu
IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome 36. Terwujudnya
transparansi pelayanan
36.1 Cakupan
pengembangan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat di Tingkat Kecamatan
36.1 Cakupan pengembangan dan
pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat di Tingkat Kecamatan
TETAP
36.2 Sistim aplikasi informasi pemerintah daerah secara elektronik
36.2 Sistim aplikasi informasi pemerintah daerah secara elektronik
TETAP
36.3 Pelaksanaan Diseminasi dan Pendistribusian Informasi Nasional melalui: Media luar ruang seperti media buletin, leaflet, booklet, brosur, buletin, leaflet, booklet, brosur, spanduk, dan baliho (Kali/Tahun)
SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
36.4 Pelaksanaan
Pendistribusian Informasi Nasional melalui: Media massa seperti majalah, radio, dan televisi (kali/tahun)
kinerja dialihkan
menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 36.5 Pelaksanaan
Diseminasi dan Pendistribusian Informasi Nasional melalui: Media baru seperti website (media online) (setiap hari)
SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi
indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab 36.6 Pelaksanaan
Diseminasi dan Pendistribusian Informasi Nasional melalui: Media inteersonal seperti sarasehan, ceramah/ diskusi dan
lokakarya
(kali/tahun setiap kecamatan)
SS dan Indikator kinerja dialihkan menjadi
indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
36.3 Persentase SKPD mengisi data dan informasi di website resmi pemerintah
IK baru hasil penyempurnaan dari IK Output ke IK Outcome
37. Terwujudnya pelayanan yang baik, bersih dan akuntabel
37.1 Persentase tindak lanjut Laporan Hasil
Pemeriksaan BPK
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
37.2 Persentase tindak lanjut Laporan Hasil
Pemeriksaan BPKP
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
37.3 Persentase tindak lanjut Laporan Hasil
Pemeriksaan Inspektorat
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
37.4 Persentase kasus pengaduan yang telah
ditindaklanjuti
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
37.5 Persentase
SKPD indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
37.6 Persentase asistensi penyelenggara negara yang wajib melaporkan harta
kekayaannya
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
37.7 Persentase SKPD yang
menyampaikan LAKIP dan laporan penetapan kinerja secara benar dan tepat waktu
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
37.1 Persentase tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan APIP
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 37.2 Persentase
penurunan nilai kerugian daerah hasil pemeriksaan inspektorat
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome
37.3 Opini BPK terhadap LKPD
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 37.4 Peringkat hasil
evaluasi penyelenggara an urusan pemerintah daerah (LPPD)
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 37.5 Peringkat hasil
evaluasi Akuntabilitas kerja
pemerintah daerah
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome 37.6 Penyampaian
perubahan APBD tepat waktu yang
disusun sesuai kalender penganggaran 37.7 Persentase
SKPD
Menyampaikan Laporan (semester dan tahunan) yang Keuangan
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome
37.8 Penyampaian APBD
Kabupaten tepat waktu yang disusun sesuai dengan kalender penganggar
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome
37.9 Jumlah Pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD)
IK baru hasil penyempurna an dari IK Output ke IK Outcome
37.10 Persentase keselarasa n program RPJMD dengan RKPD
Pengalihan IK SS 37 ke SS 34
37.11 Persentase penyampaian dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah tepat waktu
Pengalihan IK SS 37 ke SS 34
38. Terwujudnya pengelolaan keuangan dan aset daerah dengan baik
38.1 Persentase SKPD yang
Menyampaikan Laporan Aset (semester dan tahunan)
SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.2 Persentase Aset
tetap SKPD yang layak pakai yang tercatat dalam aplikasi asset
jawab 38.3 Jumlah
Pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari tahun ke tahun Pajak
SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.4 Jumlah
Pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari tahun ke tahun Retribusi
SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.5 Jumlah
Pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari tahun ke tahun -Hasil Pegelolaan Kekayaan daerah
SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.6 Jumlah
Pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari tahun ke - yang dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah
SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab
38.7 Penyampaian perubahan APBD tepat waktu yang disusun sesuai kalender penganggaran
SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.8 Persentase SKPD
Menyampaikan Laporan (semester dan tahunan) yang Keuangan
SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 38.9 Penyampaian
APBD Kabupaten tepat waktu yang disusun sesuai dengan kalender penganggaran
SS dan sebagian IK menjadi SS dan IK penanggung jawab 39. Meningkat nya
ketentraman peraturan daerah dan peraturan kepala daerah
39.1 Cakupan Penegakan Peraturan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah
39.2 Persentase Koordinasi dengan Aparat Keamanan dalam penanganan kasus tindak kejahatan dan kriminal yang terjadi di daerah
Indikator kinerja dialihkan menjadi indikator kinerja SKPD Penanggung Jawab
39.3 Cakupan patroli siaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
39.3 Persentase patroli siaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
Penyempurnaan IKOutput menjadi Outcome
39.4 Cakupan rasio
petugas Linmas 39.4 Cakupanrasio petugas Linmas
TETAP
40. Meningkat nya efektifitas perencanaan pembangunan daerah
40.1 Persentase Kunjungan Kerja DPRD yang difasilitasi setiap masa reses 3 x setahun , 1 kali reses max 6 hari
SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD
40.2 Persentase Kunjungan Kerja Komisi DPRD yang difasilitasi Setwan 3 x Setahun, 1 x Kunker Max 7 Hari
SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD
40.3
Persentasepenegasa n pilar batas wilayah administrasi
pemerintahan yang telah ditetapkan : antara batas Kabupaten/kota
SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD
40.4 Persentase keselarasan program JMD dengan RKPD
SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD 40.5 Persentase
survey potensi baru dan terbarukan pembangkit tenaga listrik : energi panas bumi
40.6 Persentase survey potensi baru dan terbarukan pembangkit tenaga listrik : Energi tenaga air
SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD
40.7 Persentase penyelesaian dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Tahunan (RKPD) tepat waktu
SS dan IK dialihkan menjadi SS dan IK SKPD
2.2. PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2015
Berdasarkanpenyempurnaanpada tabel2.2 telah dilakukanperubahan/penyempurnaan dokumen akuntabilitaskinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tanah Dataryaitu pada dokumen PerjanjianKinerja Kabupaten Tanah Datar Tahun2015.Hal ini dilaksanakan berdasarkan hasil Evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar oleh Kemenpan RB RI tahun 2015.Adapun langkah-langkah peningkatan penyelenggaraaan SAKIP yang dilaksanakan antara lain :
1. Membuat Komitmen bersama untuk penyusunan RPJMD Kabupaten Tanah Datar Tahun 2016-2021 akan menyesuaikan Indikator Kinerja yang pada saat ini hanya berorientasi keluaran suatu kegiatan (Out put) menjadi berorientasi hasil yang bermanfaat bagi masyarakat(Out Come).
2. Mereviu Indikator Kinerja Sasaran yang selama ini berorientasi out put, menjadi berorientasi Outcome.
3. Mengalihkan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Pemerintah Daerah menjadi Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja SKPD, karena masih bersifat out put/proses. Perubahan/Penyempurnaan DokumenPerjanjian KinerjaPemerintahKabupaten Tanah DatarTahun 2015sebagaimana tercantumpada tabeL 2.3.
Tabel 2.3
PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2015
No. StrategisSasaran Indikator Kinerja Baru(Setelah
Disempurnakan) Target
SKPD Penanggung
Jawab 1. Meningkatnya
pemahaman dan pengamalan ajaran agama
1.1 Persentase
Peningkatan zakat yang terhimpun di BAZ Kabupaten Tanah Datar
2,61% Setda Bagian Kesra
1.2 Peningkatan Jumlah anak yang khatam Al-quran
100
Orang Setda BagianKesra 1.3Peningkatan Jumlah
peserta Qurban (orang)
1.000
orang Setda BagianKesra 2. Meningkatnya
pemahaman dan pengamalan nilai-nilai adat dan budaya.
2.1 Persentase peningkatan KAN yang melaksanakan fungsinya
100% Setda Bagian Pemnag
2.2 Jumlah sanggar seni dan budaya yang diberdayakan
30% Dinas
Budparpora 3. Meningkat nya
pelayanan kehidupan beragama
3.1 Persentase guru TPA yang melaksanakan fungsinya (aktif)
100% Setda Bagian Kesra
4. Berkurangnya kenakalan remaja dan perbuatan maksiat
4.1 Persentase kasus kenakalan remaja yang ditangani
100% Kantor
Kesbangpol dan Satpol PP 4.2 Persentase kasus
perbuatan maksiat yang ditangani
100% Kantor
Kesbangpol
5. Meningkatnya mutu,
pemerataan dan relevansi pendidikan
5.1 Persentase tamatan SMA/MA/SMK yang diterima di
Perguruan Tinggi Negeri
51,41 % Dinas Pendidikan
5.2 Meningkatnya APM : SD/MI
SMP/MTs
SMA/MA/SMK
97,57 % 79,10 % 62,73 %
Dinas Pendidikan
5.3 Meningkatnya APK : SD/MI
SMP/MTs
SMA/MA/SMK
106,43 % 100,41 % 76,55 %
Dinas Pendidikan
5.4 Peningkatan Angka Melek Huruf Usia >15 Tahun
5.5 Peningkatan lulusan SMA/MA/SMK yang diserap di dunia kerja
14,79 %
Dinas Pendidikan
5.6 Persentase
peningkatan minat dan budaya baca masyarakat • Persentase
pengunjung ke Perpustakaan daerah • Persentase
pengunjung ke Perpustakaan keliling
5400 org
1700org
Dinas Pendidikan
6. Meningkatnya partisipasi pemuda dalam pembangunan.
6.1 Jumlah Karang
taruna aktif 75 DinasBudparpora 6.2 Jumlah Pemuda
Pelopor yg
berpartisipasi dalam pembangunan daerah
28
Dinas Budparpora
6.3 Peningkatan Jumlah
pramuka garuda 28 DinasBudparpora 7. Meningkatnya
aktivitas keolahragaan
7.1 Event olahraga yang dilaksanakan maupun yang diikuti
8 Dinas
Budparpora 7.2 Atlet yang berestasi
(orang) 150 DinasBudparpora 7.3 Olahraga yang
berkembang dimasyarakat yang difasilitasi
5 Dinas
Budparpora
7.4 Organisasi cabang Olahraga yang dibina
28 Dinas
Budparpora 8. Meningkatnya
kualitas kesehatan penduduk
8.1 Angka Harapan
Hidup 72,3 DinasKesehatan
8.2 Angka kematian ibu
melahirkan 102 DinasKesehatan 8.3 Angka kematian
bayi per 1000 kelahiran hidup
23 orang Dinas
Kesehatan 8.4 Cakupan pelayanan
Kesehatan
Masyarakat miskin
100 % Dinas
Kesehatan
8.5 Penurunan angka gizi kurang pada Balita
30,77 % 20/65
Dinas Kesehatan 8.6 Cakupan Desa Siaga
8.7 Persentase rumah tangga yang beperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
70 % Dinas
Kesehatan
8.8 Persentase cakupan tempat tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan
87 % Dinas
Kesehatan
8.9 Rata-rata lamanya rawatan seorang pasien
4 hari Dinas
Kesehatan 8.10 Persentase akses air
minum 70% Badan TaskinPMPKB
8.11 Persentase
posyandu aktif 100 % Badan TaskinPMPKB 9. Meningkatnya
taraf hidup Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan aksesibilitas terhadap pelayanan sosial masyarakat
9.1 Persentase (%) panti sosial skala kabupaten/kota dalam 1 tahun yang menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial
14 Dinsosnaker
9.2 Persentase PMKS dalam 1 tahun yang memperoleh bantuan sosial
15 Dinsosnaker
9.3 Persentase penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang menerima jaminan sosial dalam 1 tahun
250 Dinsosnaker
9.4 Persentase jumlah PMKS dalam 1 tahun yang menjadi peserta program pemberdayaan masyarakat melalui KUBE atau kelompok sosial ekonomi sejenis
180 Dinsosnaker
10. Berkembangnya pasar sebagai sentra perdagangan.
10.1 Persentase pasar layak bagi perdagangan
83,33% Dinas
Koperindagpa stam
11. Berkembangnya
kecil, menengah
dan koperasi 11.2 Persentase JumlahUMKM stam Koperasi yang
berkualitas
90,9% Dinas
Koperindagpa stam
11.3 Persentase peningkatan Volume Usaha Koperasi.
0,15% Dinas
Koperindagpa stam
12. Meningkatnya kualitas dan produksi berbagai komoditi pertanian, perkebunan, peternakkan dan perikanan
12.1 Persentase Peningkatan produksi :
a. Padi b. Cabe c. Kakao d. Daging e. Unggas f. Ikan g. Telur
a.0,72 %
13. Berkembangnya kepariwisata an daerah
13.1 Peningkatan Jumlah Wisata dalam dan
luar negeri 1.000.000
Dinas Budparpora
14. Menurunnya jumlah penduduk miskin dan pengangguran.
14.1 Penurunan angka
kemiskinan 5,29% Dinsosnakerdan Badan Taskin PMPKB 14.2 Penurunan angka
pengangguran 5,5% Dinsosnaker 15. Meningkatnya
kuantitas dan kualitas jalan dan jembatan.
15.1
Persentasepening katan Jalan Berkualitas Baik
1,49% Dinas PU
15.2 Persentase peningkatan jembatan Berkualitas Baik
0,42% Dinas PU
16. Meningkatnya kualitas sumber daya air dan irigasi
16.1. Peningkatan kualitas Jaringan Irigasi
55 unit Dinas PU
17. Meningkatnya sarana dan prasarana perhubungan.
16.1 Persentase peningkatan sarana dan prasarana perhubungan : a. Rambu jalan b. Marka jalan c. Penerangan jalan
umum (PJU)
a. 100 % b. 81 % c. 100 %
Dishubkominfo
18. Meningkatnya kualitas dan pengelolaan lingkungan hidup
18.1 Persentase cakupan wilayah pelayanan persampahan