: : :
:
Dasar Hukum : 1. UU 45 Tahun 2009 tentang Perikanan :
2. PP Nomor 75 Tahun 2006 tentang PNPB di Kementerian Kelautan dan Perikanan 2. Menguasai Komputer (Min. Microsoft Office) 4. PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan
Keterkaitan : : 2. ATK Peringatan : Konsumen / Pemakai Jasa Petugas Pelayanan/Fasil itas Kepala Seksi Pelayanan dan Pengembangan Usaha Kelengkapan Waktu (Menit) Output 1 3 4 5 7 8 9 10 1 Form pelayanan jasa listrik 1
Form pelayanan jasa listrik
z
Form pelayanan jasa listrik telah
diisi
1 Form pelayanan jasa listrik
3
Form pelayanan jasa listrik telah
diisi
1 Form pelayanan jasa listrik
4
Form pelayanan jasa listrik telah
diisi
1 Penerimaan jasa listrik
5 Bukti Pembayaran 1 Bukti Pembayaran
Petugas menerima uang pembayaran dan menyetorkan ke bendahara penerima
Bendahara penerima menyerahkan bukti pembayaran ke petugas pelayanan jasa listrik dan pemohon
3. PERMEN KP RI Nomor 20/PERMEN-KP/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Pelabuhan Perikanan.
Kasie Pelayanan Usaha mengkoreksi dan memberi persetujuan/paraf terhadap tagihan dan jumlah pembayaran.
2 6
Pemohon ke petugas pelayanan jasa listrik
Petugas menghitung biaya listrik terpakai pemohon yang dituangkan kedalam form jasa listrik
No. Uraian Kegiatan
Pelaksana Mutu Baku
Ket. Bendahara
Penerima
Pelayanan Pelayanan Jasa Listrik dapat dijadikan sebagai dijadikan sebagai salah satu penerimaan PNBP, jika tidak dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku maka Pelayanan Pelayanan Jasa Listriktidak dapat berjalan dengan lancar.
Pencatatan dan Pendataan Buku Pelayanan Jasa Listrik
PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA
Kualifikasi Pelaksana 1. Memahami PNBP dan Pelayanan Jasa Pelabuhan
SOP Pengelolaan PNBP Peralatan/Perlengkapan 1. Komputer
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP Nama SOP Pelayanan Jasa Listrik
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tgl Revisi 18 Maret 2019 Tgl Efektif 01 April 2019
Disahkan Oleh a.n Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kepala Pelabuhan Perikanan
Henry M. Batubara
Mulai
Selesaii
Terima Tolak
: PPS-BITUNG.073 : : : : :
: 1. UU 45 Tahun 2009 tentang Perikanan :
2. PP Nomor 75 Tahun 2006 tentang PNPB di Kementerian Kelautan dan Perikanan 3. PERMEN KP RI Nomor 20/PERMEN-KP/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Pelabuhan Perikanan.
4. PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhan Perikanan
Keterkaitan : - SOP Pengelolaan PNBP :
2. ATK Peringatan
: :
Peralatan/Perlengkapan 1. Komputer
Pelayanan Sewa Peralatan TPI dapat dijadikan sebagai dijadikan sebagai salah satu penerimaan PNBP, jika tidak dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku maka Pelayanan Penumpukan Barang tidak dapat berjalan dengan lancar.
Pencatatan dan Pendataan Pelayanan Jasa Sewa Peralatan TPI
Kualifikasi Pelaksana 1. Menguasai pengelolaan PNBP
2. Menguasai Komputer (Min. Microsoft Office) Dasar Hukum
Tri Aris Wibowo
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA Nama SOP Pelayanan Jasa Sewa Peralatan TPI
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Nomor SOP Tgl. Pembuatan
Kepala Pelabuhan Perikanan
Tgl Revisi 16 Juni 2020
Tgl Efektif 1 Juli 2020
Konsumen / Masyarakat Petugas Pelayanan Jasa / Fasilitas Kepala Seksi Pelayanan / Kabid TKPU
Kelengkapan (Menit)Waktu Output
1 3 4 5 7 8 9 10 1 Fotokopi KTP 1 Permohonan 2 Laporan ketersediaan peralatan TPI 2 Laporan ketersediaan peralatan TPI 3 Permohonan 2 Laporan ketersediaan peralatan TPI
4 Form Sewa Peralatan 1 Form Sewa Peralatan
5 Form Sewa Peralatan 1 Pembayaran Sewa Peralatan
6 Pembayaran Sewa Peralatan 2 Bukti Penerimaan
7 Bukti Penerimaan 1 Bukti Penerimaan
Petugas pelayanan membuat beruta acara penyetoran jasa sewa peralatan yang ditandatangani oleh Kasie Pelayanan Usaha dan kabid Tata Kelola dan Pelayanan Usaha
Petugas menyetor penerimaan ke bendahara penerima
Penyewa membayar uang panjar sewa kepada kasir, lalu petugas
mengeluarkan peralatan tersebut sesuai permintaan yang dituangkan pada permohonan sewa
Setelah selesai penggunaan peralatan, kasir menghitung biaya sewa yang dituangkan didalam form sewa peralatan, kemudian petugas menyerahkan kepada penyewa peralatan untuk membayar
Penyewa peralatan melunasi biaya sewa peralatan kepada kasir
2 6
Penyewa mengajukan permohonan kepada petugas pelayanan jasa sewa peralatan TPI
Petugas pelayanan mengecek ketersediaan/kelayakan alat TPI higienis, selanjutnya mencatat peralatan yang disewakan sesuai permintaan
No. Uraian Kegiatan Bendahara Ket.
Penerima Mulai s Ya Tidak Selesai Sesuai ?
Nomor SOP : PPS-BTG. 083 Tgl. Pembuatan : 4 Desember 2013 Tgl Revisi : Tgl Efektif : Disahkan Oleh : Nama SOP :
: 1. UU RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik Kualifikasi Pelaksana :
2. UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan
4. PERPRES RI Nomor 97 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu 5. PERMEN KP RI Nomor PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhan Perikanan
Keterkaitan
: - SOP Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) Kedatangan Kapal Perikanan Peralatan/Perlengkapan : 1. Meja & Kursi
- SOP Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) Keberangkatan Kapal Perikanan 2. Lemari Arsip
3. Komputer & Printer 4. Alat Tulis Menulis (ATK) 5. Internet
6. Blangko Pembayaran Jasa Tambat Labuh
Peringatan : Pencatatan dan Pendataan :
1. Minimal lulusan SMK/Sederajat
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
Tri Aris WibowoPELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA
Pelayanan jasa Tambat Labuh Non - TunaiKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
16 Juni 2020 1 Juli 2020
a.n Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kepala Pelabuhan
Proses Tahapan dalam Imbalan Jasa Tambat Labuh dapat dijadikan sebagai acuan/dasar yang
legal secara hukum Laporan Bulanan Jasa Tambat Labuh
3. PP RI Nomor 19 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas PP Nomor 62 Tahun 2002 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Kelautan dan Perikanan
7. Mesin EDC 6. PERMEN KP RI Nomor 32/PERMEN-KP/2014 tentang Pelayanan Publik di Lingkungan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
7. PERMEN KP RI Nomor 20/PERMEN-KP/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Pelabuhan Perikanan
Nakhoda/Pengur us/Pemilik Kapal
Perikanan
Petugas Tambat Labuh Kelengkapan Waktu
(menit) Out Put
1 3 4 5 6 7 8
1. 1
2.
Surat permohonan keberangkatan kapal, Surat Tanda Bukti Laporan
Kedatangan Kapal, dan Surat Tanda Bukti Laporan Keberangkatan Kapal (STBLKB) 5 Blanko Pembayaran Jasa Tambat Labuh Apabila persyaratan lengkap, dilaksanakan penghitungan besaran biaya Jasa tambat/ labuh,
setelah selesai menandatangani Blanko Pembayaran Jasa Tambat
Labuh, membubuhi cap lunas
3 4
4 2
5 2
6
Bukti pelunasan jasa tambat labuh (struk dan blanko jasa tambat labuh yang dicap lunas)
1 Blanko Pembayaran Jasa Tambat Labuh Pengurus/Pemilik/Nakhoda Kapal menerima bukti
pembayaran lunas
No. Uraian Kegiatan Ket.
Pemilik/Nakhoda/Pengurus Kapal dan menerima bukti penyelesaian pembayaran (struk lunas dan blanko tambat labuh yang dicap lunas)
2
Pemilik/Nakhoda/Pengurus Kapal menyerahkan Surat permohonan
keberangkatan kapal, Surat Tanda Bukti Laporan Kedatangan Kapal, dan Surat Tanda Bukti Laporan Keberangkatan Kapal (STBLKB) kepada petugas jasa tambat labuh
Petugas jasa tambat labuh menghitung biaya jasa tambat labuh berdasarkan STBL Kedatangan dan Surat Pemberitahuan Rencana Keberangkatan, kemudian menyampaikan rincian pembayaran kepada pemilik/pengurus kapal
Petugas tambat labuh membuat kode billing tagihan kapal melalui aplikasi SIMPONI
Petugas tambat labuh memasukkan kode billing tersebut ke alat EDC
Pemilik/Nakhoda/Pengurus Kapal melakukan pembayaran melalui mesin EDC Ya Tidak Lengkap Selesai Mulai
: PPS-BITUNG. 071 : 4 Desember 2013 : : : :
Dasar Hukum : 1. UU 45 Tahun 2009 tentang Perikanan :
2. PP Nomor 75 Tahun 2006 tentang PNPB di Kementerian Kelautan dan Perikanan 3. PERMEN KP RI Nomor 20/PERMEN-KP/2015 tentang Organisasi dan Tata
Kerja UPT Pelabuhan Perikanan.
4. PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan
Keterkaitan : - SOP Pengelolaan PNBP :
- SOP Penyusunan Laporan Pas Masuk Harian 2. ATK
Peringatan : :
Nomor SOP Tgl. Pembuatan
Tgl Revisi 16 Juni 2020
Tgl Efektif 1 Juli 2020
Disahkan Oleh a.n Direktur Jenderal Perikanan Tangkap
Peralatan/Perlengkapan 1. Komputer
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
Tri Aris WibowoPELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA
Nama SOP Jasa Pas Masuk HarianKepala Pelabuhan
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Pelayanan Pas Masuk dapat dijadikan sebagai dijadikan sebagai salah satu penerimaan PNBP, jika tidak dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku maka Pelayanan Pas Masuk Harian tidak dapat berjalan dengan lancar.
Pencatatan dan Pendataan Laporan Pas Masuk Harian
Kepala Seksi Pelayanan Usaha Petugas Pelayanan Jasa Fasilitas Usaha Pengguna/ Kendaraan Koordinator Pelayanan Bendahara Penerima Kelengkap an Waktu (Menit) Output 1 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Karcis 1 Karcis 2 Karcis 1 Karcis 3 Karcis 1 Penerimaan jasa 4 Karcis 5 Penerimaan jasa 5 Karcis 3 Penerimaan jasa 6 Karcis dan Berita Acara 10 Penerimaan jasa 7 Karcis dan Berita Acara Penerimaa 10 Bukti Penerimaan 8 Arsip Karcis 2 Bukti Penerimaan Koordinator pelayanan jasa mengarsipkan berita acara penyetoran PNBP dan
laporan hasil penerimaan jasa pas masuk harian
Pengguna/kendaraan memasuki area pelabuhan dan membayar karcis pas masuk sesuai dengan tarif yang berlaku
Petugas pelayanan menghitung jumlah uang sesuai dengan jumlah karcis yang terpakai dan melaporkan hasil penerimaan jasa pas masuk serta menyerahkan sisa karcis kepada Kasie Pelayanan Usaha
Kasie Pelayanan Usaha memerintahkan koordinator pelayanan jasa untuk memverifikasi laporan petugas pelayanan pas masuk yang dituangkan kedalam berita acara penerimaan yang disahkan oleh Kepala Seksi Pelayanan Usaha dan diketahui oleh Kepala Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha
Petugas pelayanan pas masuk menerima dan mengecek jumlah karcis sesuai nomor urut yang akan digunakan dan dibukukan didalam buku jurnal harian pas masuk kemudian petugas pelayanan melaksanakan pelayanan jasa pas masuk di pos pelayanan
No. Uraian Kegiatan
Koordinator pelayanan jasa menyetorkan penerimaan pas masuk dan berita acara penyetoran PNBP kepada bendahara penerima PNBP
Bendahara Penerimaan menerima penyetoran jasa pas masuk dan berita acara penyetoran PNBP setelah ditandatangani dan diserahkan kepada Kasie Pelayanan Usaha melalui koordinator pelayanan jasa
Ket.
2
Kasie Pelayanan Usaha menyerahkan karcis pas masuk harian kepada petugas pelayanan pas masuk
Mulai
Terima Tolak
Lengkap?
:
: 4 Desember 2013 :
: :
: Pelayanan Sewa Alat Berat
Dasar Hukum : 1. UU 45 Tahun 2009 tentang Perikanan : 1. Menguasai prosedur pelayanan sewa alat berat
2. PER. 06/MEN/2007 tentang Tata organisasi & Tata Kerja Pelabuhan 2. Menguasai Komputer (Min. Microsoft Office)
3. PER. 08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan 4. PP N0. 75 Tahun 2006 tentang PNBP KKP
Keterkaitan : - SOP Pengelolaan PNBP : 1. Komputer
- SOP Penyusunan Laporan Sewa Alat Berat
Lintas Satker :
-Peringatan : : Laporan Sewa Alat Berat
Tgl Efektif
Disahkan Oleh
16 Juni 2020
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Nomor SOP Tgl. Pembuatan Tgl Revisi
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
1 Juli 2020
PPS-BITUNG. 069
Kualifikasi Pelaksana
Peralatan/Perlengkapan
Pelayanan Sewa Alat Berat dapat dijadikan sebagai dijadikan sebagai salah satu penerimaan PNBP, jika tidak dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku maka Pelayanan Alat Berat tidak dapat berjalan dengan lancar.
a.n Direktur Jenderal Perikanan Tangkap
Pencatatan dan Pendataan
PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA
Nama SOPTri Aris Wibowo Kepala Pelabuhan
Pengguna jasa Kepala Seksi Pelayanan Usaha Petugas Pelayanan Bendahara Penerima Subag
Umum Operator Kelengkapan
Waktu
(Menit) Output
1 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Form Penggunaan
alat berat dan KTP 2
Form Penggunaan Alat Berat telah
diisi
2 Form Penggunaan
Alat Berat telah diisi 2
Form Penggunaan Alat Berat telah
diisi
3 Form Penggunaan
Alat Berat telah diisi 5
Form Penggunaan Alat Berat telah
diisi
4 Form Penggunaan
Alat Berat telah diisi 3
Form Penggunaan Alat Berat telah
diisi
5 Form Penggunaan
Alat Berat telah diisi 3
Form Penggunaan Alat Berat telah
diisi
6 Form Penggunaan
Alat Berat telah diisi 1
Form Penggunaan Alat Berat telah
diisi
7 Form Sewa telah
diisi 2
Form Sewa telah diisi
8 Form Sewa telah
diisi 1
Penerimaan jasa sewa alat
berat
9
Form sewa alat berat dan buku bukti
penyetoran
1
Penerimaan jasa sewa alat
berat Kepala Seksi Pelayanan Usaha memerintahkan Operator alat berat untuk
melaksanakan pelayanan jasa
Operator melaksanakan tugas
Bendahara penerima menerima pembayaran penggunaan alat berat dan menyerakan lembar 1,2 dan 4 kepada petugas pelayanan
Petugas Pelayanan Jasa dan Fasilitas menyerahkan lembar bukti pembayaran (Lembar 4) kepada Subag Umum untuk didata di buku kendali
Subag Umum menerima lembar bukti pembayaran (Lembar 4) dan membukukan di dalam buku kendali
2
Calon Penyewa mengisi dan mengajukan form permohonan penggunaan alat berat kepada Kepala Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha Up Kasie Pelayanan Usaha
Kasie Pelayanan Usaha memerintahkan Petugas Pelayanan Jasa dan Fasilitas untuk menghitung biaya penggunaan alat berat yang dituangkan didalam form penggunaan alat berat
Petugas Pelayanan Jasa dan Fasilitas menghitung biaya penggunaan alat berat yang dituangkan didalam form penggunaan alat berat untuk selanjutnya diberikan kepada pengguna untuk membayar
Pengguna layanan membayar biaya penggunaan alat berat kepada bendahara penerimaan.
No. Uraian Kegiatan Ket.
Mulai
Terima Tolak
: PPS-BITUNG. 085 : : : : : : 1. UU 45 Tahun 2009 tentang Perikanan
2. PER. 06/MEN/2007 tentang Tata organisasi & Tata Kerja Pelabuhan 2. Menguasai Komputer (Min. Microsoft Office) 3. PER. 08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan
4. PP N0. 75 Tahun 2006 tentang PNBP KKP : SOP Pengelolaan PNBP
2. ATK :
-a.n Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kepala Pelabuhan Perikanan
Kualifikasi Pelaksana Dasar Hukum Keterkaitan : Peralatan / Perlengkapan :
PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA Nama SOP Penjualan Air Bersih 16 Juni 2020
Laporan Air Bersih Pelayanan penjualan Air Bersih dapat dijadikan sebagai dijadikan sebagai
salah satu penerimaan PNBP, jika tidak dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku maka Pelayanan Alat Berat tidak dapat berjalan dengan lancar.
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Nomor SOP Tgl. Pembuatan Tgl Revisi
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
Tri Aris Wibowo 1 Juli 2020
Tgl Efektif
Disahkan Oleh
1. Menguasai prosedur penerimaan PNBP
1. Komputer Peringatan Lintas Satker Pencatatan dan Pendataan :
Pengguna jasa Petugas Pelayanan Jasa Kepala Seksi Pelayanan Usaha Bendahara Penerima Kelengkapan Waktu (Menit) Output 1 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Form permohonan penjualan air 1 2 Form permohonan penjualan air 2 3 Form permohonan penjualan air 1 4 Form permohonan penjualan air 1 5 Form permohonan penjualan air 1 6 Form permohonan penjualan air 1 7 Form permohonan penjualan air 1 Penerimaan jasa penjualan air 8 Form permohonan penjualan air 1 Bukti pelunasan 9 Form permohonan penjualan air 1 Bukti pelunasan 2
Pemohon mengajukan form permohonan penjualan air bersih kepada Kepala Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha Up Kasie Pelayanan Usaha
Memverifikasi dan memberikan persetujuan untuk penjualan air yang dituangkan kedalam form penjualan air bersih
Menerima Form dan menghitung jumlah uang yang akan dibayarkan oleh pengguna jasa
Menyerahkan Bukti Pelunasan
Menerima bukti pelunasan
Membayar baiay penjualan air bersih sesuia dengan angka yang tertera pada meteran
Menyetorkan penerimaan dari jasa penjualan air ke bendahara penerima disertai dengan buku penyetoran
Menerima hasil penyetoran penjualan air dan menyerahkan bukti penyetoran
Petugas pelayanan jasa menghitung biaya penjualan air sesuai dengan permohonan pengguna
No. Uraian Kegiatan Ket.
Mulai
Ya Tidak
:
PPS-BITUNG.075
:
:
:
:
:
Dasar Hukum
:
1. UU 45 Tahun 2009 tentang Perikanan
:
2. PP Nomor 75 Tahun 2006 tentang PNPB di Kementerian Kelautan dan Perikanan
2. Menguasai Komputer (Min. Microsoft Office)
3. PERMEN KP RI Nomor 20/PERMEN-KP/2015 tentang Organisasi dan
Tata Kerja UPT Pelabuhan Perikanan.
4. PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan
Keterkaitan
:
-
:
2. ATK
Peringatan
:
:
16 Juni 2020
Tgl Efektif
1 Juli 2020
Disahkan Oleh
a.n Direktur Jenderal Perikanan Tangkap
Kepala Pelabuhan Perikanan
Tri Aris Wibowo
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA
Nama SOP
Pelayanan Penumpukan Barang
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Nomor SOP
Tgl. Pembuatan
Tgl Revisi
Kualifikasi Pelaksana
1. Menguasai pengelolaan PNBP
Peralatan/Perlengkapan
1. Komputer
Pelayanan Sewa Penumpukan Barang dapat dijadikan sebagai dijadikan sebagai salah satu
penerimaan PNBP, jika tidak dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku maka Pelayanan
Penumpukan Barang tidak dapat berjalan dengan lancar.
Pengguna Jasa Petugas Pelayanan Jasa Kepala Seksi Pelayanan dan Pengembang Usaha Bendahara Penerima Kelengkapan Waktu (Menit) Output 1 3 4 5 6 7 8 9 10
1
Form penumpukan barang
dan ktp
2
Form Sewa telah diisi
2
Form penumpukan barang
telah diisi
30
Laporan ketersediaan
perhitungan jasa
penumpukan barang
3
Laporan ketersediaan
perhitungan jasa
penumpukan barang
3
Laporan ketersediaan
perhitungan jasa
penumpukan barang yg
diparaf
4
Laporan
ketersediaan
perhitungan
jasa
penumpukan
barang
yg
diparaf
5
Laporan ketersediaan
perhitungan jasa
penumpukan barang yg
diparaf
5
Laporan ketersediaan
perhitungan jasa
penumpukan barang yg
diparaf
10
Pembayaran Sewa
Penumpukan Barang
6
Form penumpukan barang
telah diisi
5
Bukti Penerimaan
7
Pembayaran uang panjar
2
Bukti Penerimaan
8
Form penumpukan barang
dan uang panjar
3
Bukti Penerimaan
9
Ket.
2
Mengajukan permohonan penumpukan barang ke Kepala Bidang Tata Kelola
dan Pelayanan Usaha Up Kasie Pelayanan Usaha
Mencatat di buku rekapitulasi penumpukan barang, melakukan survey ke
lapangan dan menghitung besarnya biaya jasa penumpukan barang. Bila tidak
sesuai dengan aturan yang ada, pelayanan penumpukan barang tidak dapat
dilayani.
No. Uraian Kegiatan
Tanah siap digunakan
Menyetorkan biaya panjar terhadap jasa penumpukan barang disertai form jasa
penumpukan barang dan buku bukti penyetoran
Menerima uang panjar dan bukti penyetoran
Menyerahkan bukti pembayaran panjar
Mengkoreksi dan memberi paraf terhadap biaya jasa penumpukan barang.
Menerima dan menyerahkan perhitungan besarnya biaya jasa penumpukan
barang.
Menerima pelayanan jasa penumpukan barang dan membayar panjar untuk jasa
penumpukan barang
Mulai s Ya Tidak Selesai Sesuai ?: PPS-BITUNG.088 : : : : :
Dasar Hukum : 1. UU RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran :
2. UU RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik 3. UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan
4. PERPRES RI Nomor 97 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu 5. PERMEN KP RI Nomor PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhan Perikanan
6. PERMEN KP RI Nomor PER.12/MEN/2012 tentang Usaha Perikanan tangkap Dilaut Lepas 7. PERMEN KP RI Nomor 13/MEN/2012 tentang Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan
8. PERMEN KP RI Nomor 3/PERMEN-KP/2013 tentang Kesyahbandaran di Pelabuhan Perikanan
10. PERMEN KP RI Nomor 48/PERMEN-KP/2014 tentang Log Book Penangkapan Ikan
11, PERMEN Perhubungan RI Nomor PM 82 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar 12. PERMEN KP RI Nomor 20/PERMEN-KP/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Pelabuhan Perikanan 13. Keputusan Direktur jenderal Perikanan Tangkap Nomor 34/KEP.DJPT/2014 tentang Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan Penerbitan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan
Keterkaitan
: - SOP Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) Kedatangan Kapal Perikanan
:
- SOP Surat Persetujuan Berlayar 2. Lemari Arsip
3. Komputer & Printer 4. Alat Tulis Menulis (ATK) 5. Internet
6. Blangko Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Lembar Awal (SHTI-LA)
Peringatan :
Proses Tahapan dalam Pelayanan Penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Lembar Awal (SHTI-LA) dapat dijadikan sebagai acuan/dasar untuk pelaku usaha dalam pengurusan SHTI-LA yang legal secara hukum, jika tidak dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku maka SHTI-LA tidak dapat diterbitkan.
Pencatatan dan Pendataan
Laporan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Lembar Awal (SHTI-LA) 2. Pernah mengikuti BIMTEK Petugas/Operator SHTI
Peralatan/Perlengkapan
1. Meja & Kursi 9. PERMEN KP RI Nomor 32/PERMEN-KP/2014 tentang Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kualifikasi Pelaksana
1. Pejabat Struktural (OKL)
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
Tri Aris WibowoPELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BITUNG
Nama SOP Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Lembar Awal (SHTI-LA)KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Nomor SOP Tgl. Pembuatan
Tgl Revisi 16 Juni 2020
Tgl Efektif 1 Juli 2020
Disahkan Oleh a.n Direktur Jenderal Perikanan Tangkap
Nakhoda/Pemilik/ Penanggung Jawab Perusahaan Otoritas Kompeten Lokal (OKL) PPS Bitung Petugas/ Operator SHTI Syahbandar di Pelabuhan Perikanan Kelengkapan Waktu (Hari Kerja & Menit) Output 1 3 4 5 6 7 8 9 10
1. Surat Permohonan 2 Menit Surat
Permohonan
2.
a. Surat Permohonan penerbitan SHTI-Lembar Awal dari pemilik kapal. Apabila diwakilkan harus disertai surat kuasa bermaterai
6.000,-b. Draft SHTI-Lembar Awal c. Fotokopi Identitas Pemohon,
d. Fotocopi Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan Kapal dan Log book,
e. Fotokopi Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), f. Fotocopy SIUP untuk kapal dibawah 30 GT, KTP dan NPWP Pemilik Kapal.
g. Laporan hasil verifikasi pendaratan ikan dari Pengawas Perikanan,
h. Surat Keterangan Pendaratan Ikan (SKPI) bila kapal mendaratkan ikan diluar Pelabuhan
Perikanan
i. Sudah terdaftar di RFMO bagi kapal yang
menangkap ikan di Laut Sulawesi dan Laut Lepas.
60 Menit Persetujuan atau Penolakan
3. Blangko SHTI-LA 40 Menit SHTI-LA
4. SHTI-LA 15 Menit SHTI-LA
5 SHTI-LA 2 Menit SHTI-LA
6 SHTI-LA 1 Menit SHTI-LA
No. Uraian Kegiatan Ket.
Menerima SHTI-LA
2
Pemohon (Nakhoda/PemilikKapal) mengajukan Permohonan ke Otoritas Kompeten Lokal (OKL) Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, dengan melampirkan berkas-berkas sesuai yang telah di persyaratkan
Operator SHTI di Pelabuhan Perikanan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dan
kesesuaian persyaratan sejak permohonan
diterima secara lengkap. Apabila dokumen lengkap dapat diproses lebih lanjut dan apabila tidak
lengkap dikembalikan untuk dilengkapi dengan menerbitkan surat penolakan penerbitan SHTI-Lembar Awal
Operator SHTI melakukan registrasi, validasi dan pencetakan
Otoritas Kompeten Lokal (OKL) Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung memeriksa dan mengesahkan SHTI-Lembar Awal
Pengecapan/stempel, penyerahan dan pengarsipan SHTI-LembarAwal Ya Tidak Lengkap Selesai Mulai
: Tgl. Pembuatan : Tgl Revisi : : 1 Juli 2020 Nama SOP : Dasar Hukum
: 1. UU 45 Tahun 2009 tentang Perikanan : 1. Menguasai Masterplan Pelabuhan
2. PER. 06/MEN/2007 tentang Tata organisasi & Tata Kerja Pelabuhan 2. Menguasai Perjanjian Sewa lahan
3. PER. 08/MEN/2012 tentang Kepelabuhan Perikanan 4. PP. 75 Tahun 2015 tentang Tarif PNBP di KKP Keterkaitan
: : 1. Komputer
2. SOP Surat Masuk 2. ATK
3. SOP Surat keluar
Peringatan
: : Laporan Pelayanan penggunaan Tanah/Bangunan
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
Tri Aris WibowoKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Nomor SOP PPS-BITUNG.068
10 November 2016 16 Juni 2020 Tgl Efektif
an. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kepala Pelabuhan Perikanan
PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA
Penggunaan Tanah dan Bangunan < 500 M dan / atau Bangunan < 250 M
Pelayanan penggunaan Tanah/Bangunan dapat dijadikan sebagai dijadikan sebagai salah satu penerimaan PNBP, jika tidak dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku maka Pelayanan penggunaan Tanah/Bangunan tidak dapat berjalan dengan lancar.
Pencatatan dan Pendataan Kualifikasi Pelaksana
Pengguna Jasa
Kepala Pelabuhan
Kepala Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha Kepala Seksi Pelayanan Usaha Petugas Pengusahaan tanah/bangunan Kelengkapan Waktu (Menit) Output 1 4 5 6 7 8 9 11 12 13 1 Surat Permohonan
Sewa Lahan 10 Permohonan
Tanah dibawah 500 M² dan bangunan dibawah 250 M² 2 Disposisi 30 Disposisi 3 Disposisi 30 Disposisi 4 Disposisi 30 Disposisi
5 Draft perjanjian 1 Hari Draft perjanjian
6 Draft perjanjian 20 Perjanjian penggunaan tanah/bangunan 7 Perjanjian penggunaan tanah/bangunan 120 Perjanjian penggunaan tanah/bangunan 8 Perjanjian penggunaan tanah/bangunan 10 Perjanjian penggunaan tanah/bangunan Menerima surat perjanjian kontrak
Membuat draft perjanjian penggunaan tanah/bangunan
Menerima, memverifikasi dan memberi paraf draft perjanjian penggunaan tanah/bangunan untuk ditandatangi kedua belah pihak.
Menandatangani surat perjanjian kontrak.
Mendisposisi surat permohonan penggunaan tanah/bangunan. Bila tidak lengkap/tidak sesuai dengan aturan maka untuk segera dilengkapi. Menindaklanjuti isi disposisi surat permohonan penggunaan tanah/bangunan.
Meneliti dan mengkaji permohonan penggunaan tanah/bangunan oleh pengguna jasa yang selanjutnya memerintahkan untuk membuat draft kontrak penggunaan tanah/bangunan
No. Uraian Kegiatan Ket.
2
Mengajukan permohonan penggunaan tanah/bangunan yang dilengkapi dengan foto copy Kartu Tanda Penduduk, NPWP, Surat Pernyataan, Akte Pendirian (yang berbadan hukum) dan Proposal
Mulai
Selesai
Lengkap?
Terima Tolak
: PPS-BITUNG.087 : : : : :
: 1. UU RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran :
2. UU RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
3. UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan 3. Pernah mengikuti BIMTEK Kesyahbandaran
: SOP Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) Kedatangan Kapal Perikanan :
SOP Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) Keberangkatan Kapal Perikanan 2. Lemari Arsip
3. Komputer & Printer 4. Alat Tulis Menulis (ATK) 5. Internet
6. Blangko Pemeriksaan Administratif 7. Blangko Pemeriksaan Teknis & Nautis 8. Blangko Surat Persetujuan Berlayar (SPB) 9. Meteran Roll, Sigmat, Kamera
: :
Thursday, November 10, 2016 Tgl Revisi 16 Juni 2020
Tgl Efektif 1 Juli 2020
Disahkan Oleh a.n Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kepala Pelabuhan
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
Tri Aris WibowoPELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA
Nama SOP Surat Persetujuan Berlayar (SPB)KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Nomor SOP Tgl. Pembuatan
Proses Tahapan dalam Pelayanan Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dapat dijadikan sebagai acuan/dasar untuk kapal perikanan berlayar yang legal secara hukum, jika tidak dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku maka Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tidak dapat diterbitkan.
Laporan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) Pencatatan dan
Pendataan
1. Memiliki Sertifikat ANKAPIN I/ATKAPIN I
2. Memiliki Kompetensi dan Kualifikasi (BREVET) di Bidang Kesyahbandaran
1. Meja & Kursi Kualifikasi Pelaksana Peralatan / Perlengkapan Peringatan Keterkaitan Dasar Hukum
7. PERMEN KP RI Nomor 32/PERMEN-KP/2014 tentang Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan
8. PERMEN Perhubungan RI Nomor PM 82 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar
9. PERMEN KP RI Nomor 20/PERMEN-KP/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Pelabuhan Perikanan 6. PERMEN KP RI Nomor 3/PERMEN-KP/2013 tentang Kesyahbandaran Di Pelabuhan Perikanan
4. PERPRES RI Nomor 97 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu 5. PERMEN KP RI Nomor PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhan Perikanan
Nahkoda/ Pemilik/ Penanggung Jawab Perusahaan Petugas Administrasi (Kesyahbandar an di PP) Petugas Fisik Kapal Perikanan (Kesyahbandar an di PP) Petugas Kesyahbandar an Di Pelabuhan Perikanan Syahbandar Di Pelabuhan Perikanan Kelengkapan Waktu (Menit) Output 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1. Surat Permohonan 1 Surat
Permohonan Via Langsung/ Elektonik
2.
Master Sailing Declaration (Surat Pernyataan Nakhoda), Bukti pembayaran jasa kepelabuhanan, Bukti pembayaran retribusi lelang ikan, Bukti
pembayaran jasa kebersihan kapal, Persetujuan Bea & Cukai, Persetujuan Imigrasi, Persetujuan Karantina Kesehatan, Persetujuan Karantina Ikan, Surat Laik Operasi Kapal Perikanan, Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan Kapal, Surat Tanda Bukti Lapor Rencana Keberangkatan Kapal, Perjanjian Kerja Laut atau daftar Nakhoda dan ABK, Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Lembar Awal, Surat penugasan pemantau kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan untuk kapal yang diwajibkan
menerima pemantau kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan.
3
From Pemeriksaan Administrsatif
Disesuaikan dengan Jenis/GT Kapal Perikanan (Apabila Kelengkapan kurang maka diterbikan Surat Pemberitahuan
Kekurangan Persyaratan Administratif)
3. Dokumen & Kapal Perikanan 10
From Pemeriksaan Teknis & Nautis Kapal Perikanan
Kapal Perikanan berada di Dermaga PP (Apabila pemeriksaan ditemukan kekurangan persyaratan fisik kapal perikanan maka diterbikan
Surat Pemberitahuan Kekurangan Persyaratan Teknis
& Nautis Kapal Perikanan)
4.
Blangko SPB, Dokumen Kapal Perikanan, Kelengkapan Administratif, Hasil Pemeriksaan Administratif dan Hasil Pemeriksaan Teknis & Nautis Kapal Perikanan
2 SPB
5.
SPB, Dokumen Kapal Perikanan, Kelengkapan Administratif, Hasil Pemeriksaan Administratif dan Hasil Pemeriksaan Teknis & Nautis Kapal Perikanan
2 SPB
6.
Cap, SPB, Kelengkapan Administratif, Hasil Pemeriksaan Administratif dan Hasil Pemeriksaan Teknis & Nautis Kapal Perikanan
1 SPB
7. SPB & Daftar Nakhoda dan Anak Buah Kapal
perikanan 1 SPB
2
Pemohon mengajukan permohonan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kepada Syahbandar di
Pelabuhan Perikanan, dengan melampirkan berkas-berkas sesuai yang telah di persyaratkan
Petugas Pembantu Syahbandar, memeriksa kelengkapan berkas-berkas dan menuangkannya pada blangko Hasil Pemeriksaan Administratif. Apabila belum terpenuhi persyaratanya maka dikembalikan untuk dilengkapi dan diterbitkan Surat Pemberitahuan Kekurangan Persyaratan Administratif.
No. Uraian Kegiatan Ket.
Menerima SPB
Petugas Pembatu Syahbandar melakukan pemeriksanaan Teknis dan Nautis Kapal Perikanan, dan menuangkan hasil pemeriksaan pada blangko Hasil Pemeriksaan Teknis dan Nautis Kapal Perikanan. Apabila belum terpenuhi persyaratannya maka diterbitkan Surat Pemberitahuan Kekurangan Persyaratan Teknis dan Nautis Kapal Perikanan
Terpenuhinya Pemeriksaan Administratif,
PemeriksaanTeknis dan Nautis Kapal Perikanan. Dilakukan Registrasi dan Pencetakan SPB oleh Petugas Kesyahbandaran di Pelabuhan Perikanan
Syahbandar memeriksa dan mengesahkan SPB
Membubuhkan Cap di SPB & Daftar Nakhoda dan Anak Buah Kapal perikanan, Penyerahan SPB, Pengarsipan
Ya Tidak
Lengkap
Selesai Mulai
Nomor SOP : PPS-BITUNG.003
Tgl. Pembuatan : 04 Desember 2013 Tgl. Revisi : 16 juni 2020 Tgl. Pengesahan : 1 juli 2020
Disahkan Oleh Kepala Pelabuhan,
Tri Aris Wibowo
Nama SOP : PENGELOLAAN SURAT MASUK
Kualifikasi Pelaksana
1. UU Nomor. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). 1. Memahami peraturan tentang tata naskah dinas Kementerian Kelautan 2. PERMEN KP Nomor 23/PERMEN-KP/2013 tentang Organisasai dan Tata Kerja KKP. dan Perikanan
3. PERMEN KP No. PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan.
4. PERMEN KP No. 20/PERMEN-KP/2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT PP;
5. PERMEN KP Nomor. 43/PERMEN-KP/2015 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional
Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan;
6. PERMEN KP No. 52/PERMEN-KP/2014 tantang Pedoman Tata Naskah Dinas di Lingkungan KKP.
Peralatan/Perlengkapan
1. SOP Surat Keluar 1. Disposisi/Arahan Pimpinan
2. PC 3. ATK
Pencatatan dan Pendataan
Jika SOP ini tidak dilaksanakan, dapat menghambat surat masuk Buku Agenda Surat Masuk
Peringatan
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BITUNG
BAGIAN TATA USAHA Dasar Hukum
Pengadministrasi Persuratan Kepala Bagian Tata Usaha Kepala Pelabuhan Persyaratan/
Kelengkapan Waktu Output
1 Surat masuk 10 menit Lembar disposisi 2 Lembar disposisi 10 menit Lembar disposisi yang telah diparaf 3 Lembar disposisi yang telah diparaf
5 menit Lembar disposisi dan arahan 4 Lembar disposisi dan arahan 5 menit Dokumen, lembar disposisi, dan arahan 5 Dokumen, lembar disposisi, dan arahan
5 menit Dokumen surat masuk Menerima, memberi disposisi, dan
menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Usaha.
Menerima, membaca disposisi, dan menyampaikan kepada Pengadministrasi Persuratan.
Menerima, mencatat, mendistribusikan surat masuk sesuai disposisi, dan mengarsipkan lembar kedua disposisi.
No. Aktivitas KET
Menerima, mengagendakan surat masuk , menyertakan lembar disposisi, dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Tata Usaha.
Menerima, mengidentifikasi surat masuk, memaraf lembar disposisi, dan
menyampaikan kepada Kepala Pelabuhan.
Mulai
Nomor SOP : PPS-BITUNG.002 Tgl. Pembuatan : 04 Desember 2013 Tgl. Revisi : 16 Juni 2020 Tgl. Pengesahan : 1 Juli 2020
Disahkan Oleh Kepala Pelabuhan,
Tri Aris Wibowo
Nama SOP : PENGELOLAAN SURAT KELUAR
Kualifikasi Pelaksana
1. UU Nomor. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). 1. Memahami peraturan tentang tata naskah dinas Kementerian Kelautan 2. PERMEN KP Nomor 23/PERMEN-KP/2013 tentang Organisasai dan Tata Kerja KKP. dan Perikanan
3. PERMEN KP No. PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan.
4. PERMEN KP No. 20/PERMEN-KP/2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT PP;
5. PERMEN KP Nomor. 43/PERMEN-KP/2015 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional
Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan;
6. PERMEN KP No. 52/PERMEN-KP/2014 tantang Pedoman Tata Naskah Dinas di Lingkungan KKP.
Peralatan/Perlengkapan
1. SOP Surat Masuk 1. PC
2. ATK
Pencatatan dan Pendataan
Jika SOP ini tidak dilaksanakan, dapat menghambat surat keluar Buku Agenda Surat Keluar
Peringatan
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BITUNG
BAGIAN TATA USAHA Dasar Hukum
Pengadministrasi Persuratan Kepala Subbagian/ Kepala Seksi Bagian/ Kepala Bidang Kepala
Pelabuhan Caraka Kelengkapan Waktu Output
1 Menerima arahan, menyusun dan menyampaikan konsep surat kedinasan sesuai dengan arahan dan disposisi kepada Kepala Subbagian/Kepala Seksi.
Arahan dan
Disposisi 10 menit
Konsep Surat Keluar
2 Menerima, memeriksa, memberikan paraf dan menyampaikan konsep surat kedinasan
kepada Kepala Bagian/ Kepala Bidang. Konsep Surat
Keluar 15 Menit
Konsep Surat Keluar diparaf Kasubbag/ Kasi
3 Menerima, memeriksa, memberikan paraf dan menyampaikan konsep surat kedinasan kepada Kepala Pelabuhan.
Konsep Surat Keluar diparaf Kasubbag/ Kasi 10 Menit Konsep Surat Keluar diparaf Kabag/ Kabid 4 Menerima, memeriksa, menandatangani
dan menyampaikan surat kedinasan kepada Pengadministrasi Persurtanan.
Konsep Surat Keluar diparaf Kabag/ Kabid
5 menit Surat Keluar
5 Menerima, memberi nomor surat, mengarsipkan dan menyampaikan surat
kedinasan kepada Caraka. Surat Keluar 5 menit
Surat Keluar diagendakan
6 Menerima, mengirimkan surat kedinasan, dan menyerahkan tanda terima penerimaan surat kedinasan kepada Kasubbag Tata Usaha.
Surat Keluar
diagendakan 3 Menit
Surat Keluar dikirim
7 Mengklasifikasikan dan mengarsip surat
keluar. Surat Keluar
dikirim 3 Menit
Dokumen Surat Keluar
No. Uraian Kegiatan Keterangan
Tidak Ya