AD / ART
JAM’IYYAH THOLABAH
ANGGARAN DASAR
JAM’IYAH THOLABAH AL BINAA ISLAMIC BOARDING SCHOOL BEKASI - JAWA BARAT
PENDAHULUAN
مسب
ميحرلا نمحرلا الله
دعبو نيعمجأ هبحصو هلآ ىلعو نيلسرملا فرشأ ىلع ملاسلاو ةلاصلاو نيملاعلا بر لله دمحلا
.
Keseimbangan dalam proses kegiatan belajar dan mengajar di sekolah antara koognitif dan psikomotorik merupakan sebuah keniscayaan, belajar hakikatnya bukan hanya bagaimana seorang siswa mempelajari mata pelajaran yang telah ditetapkan sebagai sebuah kurikulum sekolah, melainkan juga bagaimana ia melatih kemampuan emosionalnya, khususnya bagaimana ia berlatih berinteraksi dengan orang lain, bekerja sama dalam bentuk amal jama’i, berlatih menumbuhkan kepercayaan diri, berlatih memegang amanah dan bertanggung jawab, dan kemampuan-kemampuan emosional yang lain. Organisasi kesiswaan adalah salah satu diantara sarana yang dapat mewujudkan keseimbangan tersebut.
AL BINAA Islamic Boarding School sebagai salah satu lembaga pendidikan, berusaha mewujudkan semua itu melalui sebuah organisasi kesiswaan yang dibentuk secara resmi dan
dikelola dengan sepenuhnya, yaitu Jam’iyyah Tholabah ALBINAA ISLAMIC BOARDING
BAB I
NAMA DAN MARKAS Pasal 1
Nama
Organisasi ini bernama Jam’iyyah Tholabah AL-BINAA ISLAMIC BOARDING
SCHOOL yang disingkat dengan JAM’IYYAH THOLABAH AL BINAA. Jam’iyyah
artinya organisasi, Tholabah artinya santri/siswa. Arti lengkapnya adalah organisasi santri AL
BINAA Islamic Boarding School.
Pasal 2 Markas
Organisasi ini bermarkas di lantai 2 kampus AL BINAA Islamic Boarding School, Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat.
BAB II
ASAS DAN LANDASAN Pasal 3
Asas
Organisasi ini berasaskan kepada Al Quran dan Assunnah. Pasal 4
Landasan
Organisasi ini dalam administrasi dan koordinasi berlandaskan pada:
1. Al Quran dan As Sunnah, khususnya pada QS Ali Imran: 104 serta hadits.
2. AD/ART AL BINAA Islamic Boarding School tentang Jam’iyyah Tholabah.
3. Kemendikbud tentang organisasi siswa intra sekolah.
BAB III
LAMBANG DAN ARTINYA Pasal 5
Lambang Lambang organisasi ini terdiri dari:
1.Gambar bola dunia yang berlatar peta Indonesia dan sekitarnya.
2. Dua telapak tangan yang menggenggam gambar bola dunia.
3. Tulisan dengan huruf besar yang melingkari gambar bola dunia dan dua telapak tangan,
yaitu berbunyi: ORGANISASI SANTRI AL BINAA ISLAMIC BOARDING
SCHOOL.
Pasal 6 Arti Lambang
Lambang ini mengisyaratkan tujuan dibentuknya organisasi kesiswaan ini, yaitu diharapkan santri mampu memegang amanah umat ini dengan penuh tanggung jawab, karena manusia itu adalah khalifah Allah di muka bumi.
Adapun rincian arti lambangnya sebagai berikut:
1.Gambar bola dunia yang berlatar peta Indonesia dan sekitarnya artinya ruang lingkup kita
untuk berkhidmah.
2.Dua telapak tangan yang menggenggam gambar bola dunia melambangkan
kesungguh-sungguhan memegang amanah.
3.Tulisan dengan huruf besar yang melingkari gambar bola dunia dan dua telapak tangan,
yaitu berbunyi: ORGANISASI SANTRI AL BINAA ISLAMIC BOARDING
SCHOOL berarti tulisan organisasi melambangkan nama dan eksistensi organisasi tersebut.
4.Tulisan JAM’IYYAH THOLABAH dalam berbagai macam bahasa melambangkan universalnya organisasi tersebut.
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN MOTTO Pasal 7
Visi
Menjadi media untuk berlatih amal jama’i, memegang amanah, dan bertanggung jawab.
Pasal 8 Misi
1.Melatih santri beramal jama’i yang tidak keluar dari bingkai As Sunnah.
2.Melatih santri memegang amanah.
3.Melatih santri bertanggung jawab.
4.Menumbuhkan jiwa kepemimpinan.
Pasal 9 Tujuan
Tercetaknya generasi yang mampu beramal jama’i dan berjiwa pemimpin yang mampu memegang amanah dengan penuh tanggung jawab.
Pasal 10 Motto
Setiap masa periode kepengurusan mempunyai motto yang menjadi ruh semangat perjalanan kepengurusannya selama satu tahun.
BAB V
RUANG LINGKUP DAN FUNGSI JAM’IYYAH THOLABAH Pasal 11
Ruang Lingkup
Kegiatan dan ruang gerak organisasi ini mencakup seluruh kegiatan kesantrian di tingkat SMP IT dan SMA IT AL BINAA Islamic Boarding Schooldi luar KBM di kelas, baik itu berkaitan dengan sekolah, asrama dan pesantren secara umum.
Pasal 12 Fungsi
Organisasi ini dalam menjalankan kegiatannya berfungsi sebagai:
Koordinator artinya Jam’iyyah Tholabah sebagai penyelenggara kegiatan yang di agendakan oleh Jam’iyyah Tholabah sendiri dan diatur oleh Jamiyyah Tholabah secara mandiri dengan tetap dibawah pengawasan Pembina dan Pembimbing Jam’iyyah Tholabah.
Fasilitator artinya Jam’iyyah Tholabah sebagai penyelenggara kegiatan yang di agendakan oleh pesantren dan dalam penyelengaaraannya dikordinasi oleh pesantren.
Stakeholder artinya Jam’iyyah Tholabah hanya berperan membantu kegiatan yang di agendakan pesantren dan diatur sepenuhnya oleh pesantren.
BAB VI
PENGURUS DAN ANGGOTA Pasal 13
Pengurus Kepengurusan dalam organisasi ini terdiri dari: 1. Formatur
Adalah pengurus Jam’iyyah Tholabah yang terdiri dari 1 orang ketua, 1 orang wakil, 3 orang sekretaris, 2 orang bendahara, dan 3 orang koordinator untuk setiap bagian dalam Jam’iyyah Tholabah.
2. Non Formatur
Adalah seluruh anggota bagian dalam Jam’iyyah Tholabah. Pasal 14
Anggota
Anggota organisasi ini adalah seluruh santri SMP IT AL BINAA Islamic Boarding School dan SMA IT AL BINAA Islamic Boarding School selain pengurus formatur dan pengurus non formatur.
BAB VII
PEMBINA DAN PENASIHAT, HAK DAN WEWENANG Pasal 15
Pembina dan Penasihat
Seluruh gerak dan langkah organisasi ini dibawah pembinaan dan arahan dari pembina dan penasihat, yaitu yang terdiri dari Majlis Ma’had dan Mudir Ma’had Al BINAA Islamic Boarding School.
Pasal 16
Hak dan Wewenang Dewan memiliki hak dan wewenang sebagai berikut:
1. Memberikan taujihat, nasihat dan keputusan umum kepada pembimbing, pengurus dan
anggota dalam menjalankan tugasnya masing-masing, melalui rapat dan di luar rapat.
2. Meminta pertanggung jawaban kepada pembimbing dan pengurus dalam menjalankan
tugasnya masing-masing, melalui rapat dan di luar rapat.
3. Membubarkan dan membentuk organisasi yang baru.
BAB VIII PEMBIMBING
Pasal 17 Pembimbing
Dalam melaksanakan seluruh kegiatannya organisasi ini di bimbing oleh
1. Pembimbing Umum, yaitu seorang ustadz yang diamanahi oleh pesantren untuk
membimbing, mengarahkan dan mengawasai kinerja pengurus dalam melaksanakan tugas dan programnya.
2. Pembimbing Bagian, yaitu beberapa ustadz yang direkomendasikan oleh pembimbing
umum Jam’iyyah atas persetujuan Majlis Ma’had dan Mudir Ma’had sebagai majlis pembina dan penasihat Jam’iyyah, untuk membina dan mengarahkan pengurus-pengurus bagian dalam melaksanakan tugas dan programnya.
BAB IX
DEWAN PERTIMBANGAN Pasal 18
Dewan Pertimbangan
Pembimbing Umum dan Pembimbing Bagian dalam menjalankan tugas meminta dan menerima arahan dan pertimbangan dari suatu dewan yang disebut dengan Dewan Pertimbangan, yaitu terdiri dari Kabag. Pengasuhan, Kepsek. SMA, Kepsek. SMP.
BAB X
DANA DAN AGGARAN Pasal 19
Dana dan Anggaran
Segala bentuk dana dan anggaran yang diperlukan dalam organisasi ini bersumber dari pesantren dan dana yang didapatkan oleh Jam’iyyah Tholabah melalui usaha sendiri.
BAB XI
KETENTUAN PENUTUP Pasal 20
Ketentuan Penutup
1. Organisasi ini ada dan berkelanjutan sesuai dengan keberadaan dan keberlangsungan
AL BINAA Islamic Boarding School, atau berdasarkan pertimbangan Majlis Ma’had dan Mudir Ma’had sebagai Dewan Pembina dan Penasihat.
2. Perubahan Anggaran Dasar ini dapat dilakukan melalui rapat antara Majlis Ma’had,
Mudir Ma’had, Kabag. Pengasuhan, Kepsek. SMA, Kepsek. SMP, dan Pembimbing Umum Jam’iyyah Tholabah dan unsur-unsur lain yang dipandang perlu.
3. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga.
.ملسو هبحصو هلآ ىلعو دمحم انيبن ىلع الله ىلصو Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal di tetapkan.
Ditetapkan di: Pebayuran, Bekasi. Pada Tanggal: 7 Dzulhijjah 1437 H
ANGGARAN RUMAH TANGGA
JAM’IYYAH THOLABAH AL BINAA ISLAMIC BOARDING SCHOOL BAB I
PENGURUS Pasal 1
Pemilihan dan Pengangkatan Pengurus Formatur
1. Formatur dipilih dan ditetapkan oleh Majlis Ma’had di bawah kordinasi Pembimbing
Umum Jam’iyyah Tholabah.
2. Proses pemilihan Formatur Jam’iyyah Tholabah:
1. Majlis Ma’had meminta beberapa jajaran akademisi pesantren untuk
merekomendasikan dua puluh santri yang memenuhi kriteria untuk menjadi formatur, sebelas santri dari kelas 11 dan sembilan santri dari kelas 10.
2. Jajaran akademisiyang dimaksud adalah Sekretaris Pesantren, Kepala SMA, Kepala
SMP, Kabag. Pengasuhan, Pembimbing Umum Jam’iyyah Tholabah, dan seluruh Wali Kelas 10 dan 11.
3. Majlis Ma’had dan Pembimbing Umum Jam’iyyah Tholabah melalui rapat
menentukan ketua, sekretaris, bendahara dan koordinator setiap bagian dalam Jam’iyyah Tholabah.
4. Ketua dipilih dari santri kelas 11.
5. Pengurus formatur selain ketua Jam’iyyah Tholabah terdiri dari kelas 11 dan kelas
10 dengan ketentuan; dua santri kelas 11 dan satu santri dari kelas 10.
6. Majlis Ma’had dan Pembimbing Umum Jam’iyyah Tholabah mengadakan fit and
proper test kepada santri yang telah ditentukan sebagai formatur.
7. Mengeluarkan SK pengangkatan ketua Jam’iyyah Tholabah dan lampiran pengurus
formatur yang ditanda tangani oleh Mudir Ma’had.
8. Mengangkat dan melantik pengurus Jam’iyyah Tholabah oleh Mudir Ma’had di
depan anggota Majlis Ma’had, seluruh asaatidz dan seluruh santri.
9. Hari dan tanggal pengangkatan ditentukan oleh Pembimbing Umum untuk setiap
4. Kriteria santri yang direkomendasi menjadi pengurus formatur Jam’iyyah Tholabah:
1. Taat beribadah.
2. Berakhlak mulia.
3. Memiliki jiwa kepemimpinan.
4. Loyal dan mencintai almamater.
5. Tidak memiliki catatan kasus.
6. Menjunjung dan mentaati segala peraturan dan tata tertib Al BINAA
Pasal 2
Pemilihan dan Pengangkatan Pengurus Non Formatur
1. Pengurus Non Formatur dipilih dalam rapat antara Pembimbing Umum, Pembimbing
Bagian dan Pengurus Formatur yang dihadiri oleh Kabag. Pengasuhan Pesantren selaku anggota Dewan Pertimbangan dan Pembimbing Umum Jam’iyyah Tholabah.
2. Pengurus Non Formatur dianggap sah sebagai pengurus jika telah disetujui oleh
Pembimbing Umum Jam’iyyah Tholabah, Pembimbing Bagian dan Kabag. Pengasuhan Pesantren.
Pasal 3
Periode Masa Khidmah Pengurus
Periode masa khidmah pengurus berlangsung selama satu tahun atau kurang dari satu tahun sesuai dengan pertimbangan dari Majlis Ma’had atau Mudir Ma’had.
Pasal 4
Pemberhentian Pengurus Formatur dan Non Formatur
1. Pemberhentian terhormat
1. Keluar atau pindah ke pesantren/sekolah lain.
2. Mengundurkan diri secara resmi dan tertulis yang diajukan kepada pembimbing
2. Pemberhentian secara tidak terhormat.
1. Tidak melaksanakan tugas sebagai pengurus.
2. Mencoreng atau tidak menjaga nama baik Pesantren dan Jam’iyyah Tholabah.
3. Melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan dan tata tertib AL BINAA.
4. Di keluarkan dari AL BINAA oleh pesantren.
Pasal 5
Penggantian Kepengurusan
1. Ketua
1. Jika ketua diberhentikan karena suatu hal maka ketua pengganti diangkat oleh
Majlis Ma’had yang dikoordinasi oleh Pembimbing Umum.
2. Ketua pengganti yang diangkat adalah dari pengurus yang duduk di formatur.
3. Jika ketua berhalangan tidak tetap maka posisinya langsung digantikan oleh wakil
ketua .
2. Pengurus Non Ketua
1. Pengurus pengganti diangkat oleh Pembina Jam’iyah Tholabah berdasarkan
pertimbangan dari Majlis Ma’had.
2. Pengurus pangganti dipilih dari pengurus yang telah ada melalui seleksi dan
pertimbangan dari Pembimbing Umum dan Majlis Ma’had.
BAB II KEANGGOTAAN
Pasal 6
Pengangkatan Anggota
Seluruh santri SMP-IT AL BINAA Islamic Boarding School dan SMA-IT Islamic Boarding School adalah anggota.
Pasal 7
Pemberhentian Anggota
1. Pemberhentian terhormat
1. Keluar atau pindah ke pesantren/sekolah lain.
2. Mengundurkan diri secara resmi dan tertulis yang diajukan kepada pembina Jam’iyyah
Tholabah.
2. Pemberhentian secara tidak terhormat.
1. Di keluarkan dari AL BINAA oleh pesantren.
2. Mencoreng atau tidak menjaga nama baik Pesantren dan Jam’iyyah Tholabah.
3. Melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan dan tata tertib AL BINAA
4. Di keluarkan dari AL BINAA oleh pesantren.
BAB III
LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN Pasal 8
Laporan Pertanggung Jawaban
Ketua Jam’iyyah Tholabah memberikan laporan secara berkala dan tidak berkala, dan laporan akhir masa kepengurusan kepada Majlis Ma’had, Mudir Ma’had dan Pembimbing Umum Jam’iyyah Tholabah
1. Laporan tidak berkala dilakukan jika Majlis Ma’had, Mudir Ma’had dan Pembimbing
Umum Jam’iyyah Tholabah meminta laporannya setiap saat, baik secara tertulis maupun tidak tertulis.
2. Laporan akhir masa khidmah kepengurusan secara tertulis di depan Majlis Ma’had,
Mudir Ma’had, para asatidz, seluruh santri melalui acara resmi Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).
BAB IV
SUSUNAN KEORGANISASIAN Pasal 9
Susunan Keorganisasian
1. Pembina dan Penasihat
2. Pembimbing Umum
3. Pembimbing Bagian
4. Dewan Pertimbangan Pembimbing
5. Ketua Jam’iyyah Tholabah
6. Wakil Ketua Jam’iyyah Tholabah
7. Sekretaris
8. Bendahara
9. Bagian Pendidikan dan Dakwah
10.Bagian Ibadah
11.Bagian Bahasa
12.Bagian Keamanan
13.Bagian Olah Raga
14.Bagian Kebersihan, Kesehatan dan Keindahan.
BAB V Pasal 10 SETRUKTUR ORGANISASI 16. 17.
PEMBINA DAN PENASIHAT MAJLIS MA’HAD MUDIR MA’HAD
PEMBIMBING UMUM PEMBIMBING BAGIAN DEWAN PERTIMBANGAN PEMBIMIBiNG KETUA BENDAHARA BAGIAN BAHASA BAGIAN IBADAH BAGIAN PENDIDIKAN DAN DAKWAH
BAGIAN OLAH RAGA BAGIAN KEAMANAN BAGIAN K3
SEKRETARIS
ANGGOTA
BAB VI
DANA DAN ANGGARAN Pasal 11
Dana dan Anggaran
1. Jam’iyyah Tholabah mendapatkan dana operasional kesekretariatan dan kegiatan dengan
cara mangajukan proposal ke Pesantren melalui sekretaris Pesantren atau pejabat lain yang berwewenang masalah keuangan.
2. Jam’iyyah Tholabah menggali dana mandiri dengan cara:
a. Iuran setiap pengurus dengan jumlah nominal yang disesuaikan dan kesepakatan
bersama antara pengurus.
b. Jam’iyyah Tholabah membuka badan usaha yang menghasilkan uang dengan cara
yang tidak melanggar kode etik seorang santri dan pelajar AL BINAA.
3. Jam’iyyah Tholabah mendapatkan dana dari sponsor yang memiliki hubungan dengan AL
BINAA atau Jam’iyyah Tholabah dengan cara yang tidak melanggar syar’i dan tata tertib AL BINAA.
BAB VII
KETENTUAN PENUTUP Pasal 12
Ketentuan Penutup
1. Perubahan dan Anggaran Rumah Tangga ini dapat dilakukan melalui rapat antara
Majlis Ma’had, Mudir Ma’had, Kabag. Pengasuhan, Kepsek. SMA, Kepsek. SMP, dan pembimbing umum Jam’iyyah Tholabah dan unsur-unsur lain yang dipandang perlu.
2. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur kemudian di
luar Anggaran Rumah Tangga.
Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal di tetapkan.
Ditetapkan di: Pebayuran, Bekasi. Pada Tanggal: 7 Dzulhijjah 1437 H