No. 21/04/34/Th.XVII, 1 April 2015
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
:
B
ULAN
M
ARET
2015
K
OTA
Y
OGYAKARTA
D
EFLASI
0,15
P
ERSEN
A. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Maret 2015 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada Maret 2015, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,15 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 116,52 pada Februari 2015 menjadi 116,69 pada Maret 2015. Tingkat inflasi tahun kalender (Maret 2015 terhadap Desember 2014) 2015 sebesar -0,13 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (Maret 2015 terhadap Maret 2014) sebesar 5,13 persen.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik 0,53 persen; kelompok sandang naik 0,43 persen; kelompok kesehatan naik 0,21 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,60 persen. Sebaliknya kelompok bahan makanan turun 0,41
Kota Yogyakarta pada Bulan Maret 2015 mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Inflasi ini dikarenakan adanya kenaikan harga-harga yang menyebabkan berubahnya angka indeks harga konsumen (IHK). Pada Bulan Maret ini, empat kelompok pengeluaran mengalami kenaikan yakni: kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik 0,53 persen; kelompok sandang naik 0,43 persen; kelompok kesehatan naik 0,21 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,60 persen. Sebaliknya kelompok bahan makanan turun 0,41 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar turun 0,03 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga turun 0,03 persen.
Dari 82 kota yang dihitung angka inflasinya, 54 kota mengalami inflasi dan 28 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,84 persen, kemudian diikuti oleh Kota Watampone sebesar 0,83 persen, Kota Bogor dan Kota Gorontalo masing –masing sebesar 0,75 persen. Inflasi terendah terjadi di Kota Padang dan Cilacap masing - masing sebesar 0,01 persen diikuti Kota Probolinggo sebesar 0,02 persen. Sebaliknya deflasi terbesar terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,97 persen, diikuti Kota Merauke sebesar sebesar 1,03 persen. Deflasi terkecil terjadi di Kota Medan, Padang Sidempuan dan Tarakan masing-masing sebesar 0,01 persen, diikuti Kota Kudus sebesar 0,02 persen
Komoditas yang paling mempengaruhi terjadinya inflasi diantaranya adalah beras, bensin, bawang merah, rokok kretek filter, dan udang basah, sedangkan komoditas yang menghambat inflasi adalah daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, tarip kereta api, dan wortel.
Laju inflasi tahun kalender 2015 (Maret 2015 terhadap Desember 2014) sebesar -0,13 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Maret 2015 terhadap Maret 2014) sebesar 5,13 persen.
persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar turun 0,03 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga turun 0,03 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang terjadinya inflasi diantaranya: beras dan bensin naik 4,01 persen dan 4,21 persen dengan masing-masing memberikan andil 0,15 persen; bawang merah naik 43,97 persen dengan memberikan andil sebesar 0,13 persen; rokok kretek filter naik 2,84 persen dengan memberikan andil sebesar 0,04 persen; udang basah, kendaraan carter/rental, dan rokok kretek naik 13,62 persen, 9,52 persen, dan 2,25 persen dengan masing-masing memberikan andil sebesar 0,02 persen; bahan bakar rumah tangga, daging sapi, sewa rumah, sepeda motor, teh, mobil, gado-gado, rokok putih, pembalut wanita, pepaya, nangka muda, dan kembang kol naik 0,35 persen, 1,32 persen, 0,48 persen, 0,43 persen, 2,70 persen, 0,38 persen, 3,57 persen, 2,90 persen, 3,08 persen, 2.54 persen, 21,34 persen, dan 12,54 dengan masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen.
Gambar 1
Perkembangan Inflasi Kota Yogyakarta dan Nasional, Maret 2014 – Maret 2015
Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan terjadinya inflasi diantaranya daging ayam ras turun 8,89 persen dengan memberikan andil sebesar -0,09 persen; telur ayam ras turun 12,90 persen dengan memberikan andil sebesar -0,08 persen; cabai merah turun 30,95 persen dengan memberikan andil sebesar -0,07 persen; tarip kereta api dan wortel turun 16,67 persen dan 27,86 persen dengan masing-masing memberikan andil sebesar -0,05 persen; angkutan udara dan tarip listrik turun 2,1 persen dan 0,73 persen dengan masing-masing memberikan andil sebesar -0,03 persen; semangka, daging kambing, jambu batu, laptop/notebook, pir, baju kaos berkerah, alpukat, daun melinjo, cabai rawit, bawal, susu untuk balita, kelapa, tomat sayur, tempe, dan emas perhiasan turun 13,65 persen, 2,16 persen, 26,71 persen , 1,38 persen, 13,18 persen, 4,19 persen, 19,22 persen, 20,56 persen, 7,20 persen, 12,85 persen, 0,82 persen, 2,50 persen, 6,12 persen, 1,37 persen, dan 0,71 persen dengan masing-masing memberikan andil sebesar -0,01 persen.
0,14 0,07 0,05 0,43 0,85 0,09 0,49 0,28 1,13 1,76 0,13 -0,40 0,15 0,08 -0,02 0,16 0,43 0,93 0,47 0,27 0,47 1,50 2,46 -0,24 -0,36 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00
Mar-14 Apr-14 Mei-14 Jun-14 Jul-14 Ags-14 Sep-14 Okt-14 Nov-14 Des-14 Jan-15 Feb-15 Mar-15
Yogyakarta Nasional
Tabel 1
Sumbangan Inflasi Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Yogyakarta Bulan Maret 2015
Kelompok Pengeluaran Sumbangan Inflasi Persentase
[1] [2]
Umum 0,15
1. Bahan makanan -0,08
2. Makanan jadi, minuman, rokok dan Tembakau 0,09 3. Perumahan. Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar -0,01
4. Sandang 0,02
5. Kesehatan 0,01
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,00 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,10
Tabel 2
IHK dan Laju Inflasi Kota Yogyakarta Maret 2015 dan Tahun ke Tahun menurut Kelompok Pengeluaran
Kelompok Pengeluaran I H K ( 2012=100 ) Inflasi Maret 2015 *) Laju Inflasi Tahun 2015 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) Maret 2014 Desember 2014 Maret 2015 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 111,00 116,84 116,69 0,15 -0,13 5,13 1. Bahan Makanan 119,93 126,93 127,39 -0,41 0,36 6,22 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan
Tembakau 112,22 114,82 116,76 0,53 1,69 4,05 3. Perumahan 109,56 116,48 117,87 -0,03 1,19 7,58 4. Sandang 104,48 106,84 108,68 0,43 1,72 4,02 5. Kesehatan 105,27 110,12 110,67 0,21 0,50 5,13 6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 103,30 105,64 105,82 -0,03 0,17 2,44 7. Transpor dan Komunikasi 111,59 121,49 115,29 0,60 -5,10 3,32
*) Persentase perubahan IHK Maret 2015 terhadap bulan Februari 2015 **) Persentase perubahan IHK Maret 2015 terhadap bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Maret 2015 terhadap bulan Maret 2014
Gambar 2
Laju Inflasi Kota Yogyakarta Tahun Kalender Bulan Maret 2015 menurut Kelompok Pengeluaran
-0,13 0,36 1,69 1,19 1,72 0,50 0,17 -5,10 -6,00 -5,00 -4,00 -3,00 -2,00 -1,000,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 10,00 P e r s e n Umum Bahan Makanan Mak. Jadi,Min, Rok & Temb
Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor, Komunikasi,
dan Jasa Keuangan
B. PERUBAHAN INDEKS HARGA DI KOTA YOGYAKARTA MENURUT KELOMPOK
PENGELUARAN
1.
Bahan Makanan
Pada Bulan Maret 2015 kelompok bahan makanan mengalami penurunan angka indeks sebesar 0,41 persen, sehingga besaran angka indeks menjadi 127,39, relatif lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 127,91. Dari 11 sub kelompok pengeluaran yang ada, empat sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, yakni sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya naik 3,52 persen; sub kelompok ikan segar naik 1,33 persen; sub kelompok bumbu-bumbuan naik 3,99 persen; dan sub kelompok bahan makanan lainnya naik 0,44 persen. Sebaliknya sub kelompok daging dan hasil-hasilnya turun 2,78 persen; sub kelompok ikan diawetkan turun 0,45 persen; sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya turun 2,93 persen; sub kelompok sayur-sayuran turun 4,42 persen; sub kelompok kacang-kacangan turun 0,41 persen; sub kelompok buah buahan turun 2,48 persen; dan sub kelompok lemak dan minyak turun 0,57 persen.
Beberapa komoditas bahan makanan yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan andil terjadinya inflasi antara lain beras naik 4,01 persen dengan memberikan andil sebesar 0,15 persen; bawang merah naik 43,97 persen dengan memberikan andil 0,13 persen; udang basah naik 13,62 persen dengan memberikan andil 0,02 persen; daging sapi, nangka muda, pepaya, dan kembang kol naik 1,32 persen, 21,34 persen, 2,54 persen , dan 12,54 persen dengan masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen.
Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga pada kelompok ini sehingga menahan terjadinya inflasi, yaitu daging ayam ras turun 8,89 persen dengan memberikan andil sebesar -0,09 persen; telur ayam ras turun 12,90 persen dengan memberikan andil sebesar -0,08 persen; cabai merah turun 30,95 persen dengan memberikan andil sebesar -0,07 persen; wortel turun 27,86 persen dengan memberikan andil sebesar -0,05 persen; semangka, daging kambing, jambu batu, pir, alpukat, daun melinjo, cabai rawit, bawal, kelapa, susu untuk balita, tomat sayur, dan tempe turun 13,65 persen, 2,16 persen, 26,71 persen, 13,18 persen, 19,22 persen, 20,56 persen, 7,20 persen, 12,85 persen, 2,5 persen, 0,82 persen, 6,12 persen, dan 1,37 persen dengan masing-masing memberikan andil sebesar -0,01 persen.
2.
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Pada bulan ini kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,53 persen dengan angka indeks sebesar 116,76, lebih tinggi dibanding angka indeks pada bulan sebelumnya yaitu sebesar 116,15.
Dari tiga sub kelompok pengeluaran pada kelompok ini, seluruh sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, yaitu sub kelompok makanan jadi naik 0,15 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol naik 0,38 persen; dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik 1,99 persen.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga menambah terjadinya inflasi pada kelompok ini diantaranya rokok kretek filter naik 2,84 dengan memberikan andil sebesar 0,04 persen; rokok kretek naik 2,25 persen dengan memberikan andil sebesar 0,02 persen; teh, gado-gado, dan rokok putih naik 2,70 persen, 3,57 persen, dan 2,90 persen dengan masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen.
Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil menahan terjadinya inflasi pada kelompok pengeluaran ini adalah wafer, gula pasir, dan sirop turun 1,65 persen, 0,44 persen, dan 0,76 persen.
3.
Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar
Pada bulan ini kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami deflasi sebesar 0,03 persen dengan angka indeksnya mencapai 117,87, lebih rendah dibanding angka indeks pada bulan sebelumnya yaitu sebesar 117,90. Dari empat sub kelompok pengeluaran yang ada, dua sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks yaitu sub kelompok biaya tempat tinggal naik 0,10 persen dan sub kelompok perlengkapan rumahtangga naik 0,45 persen. Sebaliknya sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air turun 0,24 persen; dan sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga turun 0,15 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang terjadinya inflasi diantaranya bahan bakar rumah tangga dan sewa rumah naik 0,35 persen dan 0,48 persen dengan masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen; asbes, air conditional, besi beton, lampu TL/neon/PL/XL, dan batu pondasi naik 6,33 persen, 3,58 persen, 0,71 persen,5,95 persen, dan 1,57 persen.
Komoditas yang mengalami penurunan pada kelompok ini adalah tarip listrik turun 0,73 persen dengan memberikan andil sebesar -0,03 persen; semen , pasir, pengharum/pelembut cucian, pembersih lantai, dan sprey turun 0,57 persen, 0,44 persen, 2,12 persen, 2,25 persen, dan 1,21 persen.
4.
Sandang
Kelompok sandang pada Bulan Maret 2015 mengalami inflasi sebesar 0,43 persen dengan angka indeks sebesar 108,68, lebih tinggi dari angka indeks bulan lalu yang tercatat sebesar 108,22. Dari empat sub kelompok pengeluaran yang ada, seluruh sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, yaitu sub kelompok sandang laki-laki naik 0,23 persen; sub kelompok sandang wanita naik 0,97 persen; sub kelompok sandang anak-anak naik 0,34 persen; dan sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya naik 0,10 persen.
Beberapa jenis barang dan jasa yang mengalami kenaikan harga, antara pembalut wanita naik 3,08 persen dengan memberikan andil sebesar 0,01 persen; kemeja panjang katun, celana panjang jeans, kemeja panjang batik, blus, dan ongkos jahit naik 3,90 persen, 1,57 persen, 6,25 persen, 1,78 persen, dan 1,51 persen.
Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil menahan laju inflasi pada kelompok pengeluaran ini adalah baju kaos berkerah dan emas perhiasan turun 4,19 persen dan 0,71 persen dengan memberikan andil sebesar -0,01 persen; pampers, celana dalam anak, kain batik, sandal kulit dan kaos kaki turun 0,57 persen, 2,46 persen, 2,09 persen, 0,11 persen, dan 0,36 persen.
5.
Kesehatan
Kelompok kesehatan pada Bulan Maret 2015 ini mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. Angka indeks kelompok ini tercacat 110,67, lebih tinggi dibanding angka indeks bulan sebelumnya yang mencapai 110,44.
Dari empat sub kelompok pengeluaran yang ada pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami kenaikan yaitu sub kelompok obat-obatan naik 0,39 persen; sub kelompok jasa perawatan jasmani naik 1,75 persen; sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika naik 0,12 persen, sedangkan satu sub kelompok lainnya yaitu sub kelompok jasa kesehatan relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada kelompok ini diantaranya vitamin, parfum, creambath, tarip gunting rambut anak, dan deodorant naik 2,00 persen, 1,35 persen, 5,85 persen, 11,59 persen, dan 1,84 persen. Sebaliknya beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada kelompok ini adalah pasta gigi, sikat gigi, shampo, pembersih/penyegar, dan kapas turun 1,00 persen, 1,49 persen, 0,14 persen, 0,34 persen, dan 0,65 persen.
6.
Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga pada Bulan Maret 2015 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen dengan angka indeks sebesar 105,82, lebih rendah dari angka indeks bulan lalu yang tercatat sebesar 105,85.
Dari lima sub kelompok pengeluaran pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan, satu sub kelompok mengalami penurunan yaitu sub kelompok rekreasi naik 0,09 persen; dan sub kelompok olah raga naik 0,26 persen, sebaliknya sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan turun 0,26 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya yaitu sub kelompok pendidikan dan sub kelompok kursus-kursus/pelatihan relatif stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan Maret 2015 antara lain: tas sekolah, personal komputer/desktop, flash disk, VCD/DVD, dan televisi berwarna naik 3,79 persen, 1,77 persen, 5,59 persen, 3,34 persen, dan 0,27 persen. Sebaliknya komoditas yang dapat menahan terjadinya inflasi pada kelompok ini adalah laptop/notebook turun 1,38 persen dengan memberikan andil sebesar -0,01 persen; kamera, printer, dan CD-Tape-REC-Radio turun 1,90 persen, 2,13 persen, dan 1,67 persen.
7.
Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan
Angka Indeks Harga Konsumen kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan pada Bulan Maret 2015 sebesar 115,29, lebih tinggi dari angka indeks bulan lalu yang mencapai 114,60. Pada kelompok ini, satu sub kelompok mengalami penurunan dan kenaikan angka indeks yaitu sub kelompok transpor naik 0,94 persen dan sub kelompok komunikasi dan pengiriman turun 0,10 persen, sedangkan dua sub kelompok lainnya yaitu sub kelompok sarana dan penunjang transpor; dan sub kelompok jasa keuangan angka indeksnya relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan andil terjadinya inflasi diantaranya adalah bensin naik 4,21 persen dengan memberikan andil sebesar 0,15 persen; kendaraan carter/rental naik 9,52 persen dengan memberikan andil sebesar 0,02 persen; sepeda motor dan mobil naik 0,43 persen dan 0,38 persen dengan masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menyebabkan terjadinya penurunan angka indeks pada kelompok ini diantaranya tarip kereta api turun 16,67 persen dengan memberikan andil sebesar -0,05 persen; angkutan udara turun 2,1 persen dengan memberikan andil sebesar -0,03 persen.
Tabel 3
Indeks Harga Konsumen Kota Yogyakarta bulan Februari 2015 dan Maret 2015, Perubahannya serta Sumbangan Inflasi (2012=100)
KODE KELOMPOK / SUB KELOMPOK
IHK Inflasi Maret 2015 (%) ANDIL INFLASI Februari 2015 Maret 2015 [1] [2] [3] [4] [5] [6] 00000 UMUM 116,52 116,69 0,15 0,15 10000 BAHAN MAKANAN 127,91 127,39 -0,41 -0,08
10200 Daging dan hasil-hasilnya 134,29 130,56 -2,78 -0,09 10300 Ikan Segar 127,66 129,36 1,33 0,01 10400 Ikan Diawetkan 158,72 158,00 -0,45 0,00 10500 Telur,susu,dan hasil-hasilnya 128,24 124,48 -2,93 -0,09 10600 Sayur-sayuran 135,32 129,34 -4,42 -0,06 10700 Kacang-kacan Gan 120,95 120,46 -0,41 0,00 10800 Buah-buahan 139,95 136,48 -2,48 -0,05 10900 Bumbu-bumbuan 126,91 131,97 3,99 0,05 11000 Lemak dan minyak 107,09 106,48 -0,57 -0,01 11100 Bahan makanan lainnya 126,60 127,16 0,44 0,00 20000 MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 116,15 116,76 0,53 0,09 20100 Makanan jadi 116,72 116,89 0,15 0,02 20200 Minuman yang tdk beralkohol 111,72 112,14 0,38 0,01 20300 Tembakau dan minuman beralkohol 118,15 120,50 1,99 0,07 30000 PERUMAHAN 117,90 117,87 -0,03 -0,01 30100 Biaya tempat tinggal 111,59 111,70 0,10 0,01 30200 Bh,bakar,penerangan dan air 134,58 134,26 -0,24 -0,02 30300 Perlengkapan Rumahtangga 104,92 105,39 0,45 0,01 30400 Penyelenggaraan Rumahtangga 112,04 111,87 -0,15 -0,01 40000 SANDANG 108,22 108,68 0,43 0,02 40100 Sandang laki-laki 115,27 115,54 0,23 0,00 40200 Sandang wanita 105,65 106,67 0,97 0,01 40300 Sandang anak-anak 109,32 109,69 0,34 0,00 40400 Barang pribadi dan lainnya 102,76 102,86 0,10 0,00 50000 KESEHATAN 110,44 110,67 0,21 0,01 50100 Jasa kesehatan 109,98 109,98 0,00 0,00 50200 Obat-obatan 107,51 107,93 0,39 0,01 50300 Jasa Perawatan Jasmani 105,04 106,88 1,75 0,01 50400 Perawatan jasmani & kosmetika 113,94 114,08 0,12 0,00 60000 PENDIDIKAN,REKREASI,OLAH RAGA 105,85 105,82 -0,03 0,00 60100 Jasa Pendidikan 105,05 105,05 0,00 0,00 60200 Kursus-kursus/Pelatihan 122,15 122,15 0,00 0,00 60300 Perlengkapan/peralatan pendidikan 100,50 100,24 -0,26 0,00 60400 Rekreasi 106,63 106,73 0,09 0,00 60500 Olahraga 109,74 110,03 0,26 0,00 70000 TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 114,60 115,29 0,60 0,10 70100 Transpor 122,44 123,59 0,94 0,11 70200 Komunikasi dan pengiriman 98,59 98,49 -0,10 0,00 70300 Sarana & penunjang transport 107,45 107,45 0,00 0,00 70400 Jasa Keuangan 118,20 118,20 0,00 0,00
C. INFLASI MENURUT KOMPONEN MARET 2015
Komponen inti pada bulan Maret 2015 mengalami inflasi 0,12 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 110,83 pada Februari 2015 menjadi 110,96 pada Maret 2015, komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,59 persen, dan komponen bergejolak mengalami deflasi 0,28 persen.
Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk tahun kalender (Januari – Maret) 2015 masing-masing sebesar 0,99 persen, -4,02 persen dan 0,21 persen, sedangkan inflasi dari tahun ke tahun (Maret 2015 terhadap Maret 2014) masing-masing sebesar 3,63 persen, 9,84 persen, dan 5,93 persen.
Tabel 4
Tingkat Inflasi Maret 2015, Inflasi Tahun Kalender 2015, dan Inflasi Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Komponen
Komponen IHK IHK IHK Inflasi Andil Laju Inflasi Inflasi Laju
Maret Desember Maret Maret Inflasi Kalender Tahun Tahun ke 2014 2014 2015 2015 (%) 2014 Tahun [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8]
Umum 111,00 116,84 116,69 0,15 0,15 -0,13 5,13 I Inti 107,07 109,87 110,96 0,12 0,08 0,99 3,63 II Harga Diatur Pemerintah 119,87 137,18 131,67 0,59 0,11 -4,02 9,84 III Bergejolak 119,32 126,13 126,40 -0,28 -0,04 0,21 5,93
Tiga kelompok komponen pada Maret 2015 memberikan sumbangan inflasi terhadap Yogyakarta yaitu: komponen inti 0,08 persen, komponen harga yang diatur pemerintah 0,11 Persen, dan komponen bergejolak memberikan andil -0,04 persen.
Gambar 3
Inflasi Februari dan Maret 2015 Menurut kelompok Komponen
D. PERBANDINGAN INFLASI KOTA YOGYAKARTA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA
Pada Bulan Maret 2015 dari 82 kota yang dihitung angka inflasinya, 54 kota mengalami inflasi dan 28 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,84 persen, kemudian diikuti oleh Kota Watampone sebesar 0,83 persen, Kota Bogor dan Kota Gorontalo masing-masing sebesar 0,75 persen. Inflasi terendah terjadi di Kota Padang dan Cilacap masing-masing-masing-masing sebesar 0,01 persen diikuti Kota Probolinggo sebesar 0,02 persen. Sebaliknya deflasi terbesar terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,97 persen, diikuti Kota Merauke sebesar sebesar 1,03 persen. Deflasi terkecil terjadi di Kota Medan, Padang Sidempuan dan Tarakan masing-masing sebesar 0,01 persen, diikuti Kota Kudus sebesar 0,02 persen.
Di wilayah Sumatera dari 23 kota IHK, 9 kota IHK mengalami inflasi dan 14 kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,48 persen diikuti oleh Kota Palembang sebesar 0,31persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,97 persen, diikuti Kota Bungo sebesar 0,68 persen.
Di pulau Jawa dan Madura, dari 26 kota yang dihitung Indeks Harga Konsumennya, 3 kota mengalami deflasi dan 23 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bogor yaitu sebesar 0,75 persen, diikuti Kota Bandung sebesar 0,61 persen dan Kota Cilegon sebesar 0,58 persen. Sebaliknya deflasi terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,39 persen, diikuti Kota Bekasi sebesar 0,37 persen dan Kota Kudus sebesar 0,02 persen.
Untuk wilayah Sulawesi, dari 11 kota IHK, 8 kota IHK mengalami inflasi, dan 3 kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Watampone sebesar 0,83 persen, diikuti Kota Gorontalo sebesar 0,75 persen dan Kota Makasar sebesar 0,63 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Pare -pare sebesar 1,01 persen diikuti Kota Palu sebesar 0,68 persen serta Kota Bau-bau sebesar 0,39
-2,50 -2,00 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00
Umum Inti Diatur Pemerintah Bergejolak
Februari Maret
persen. Untuk wilayah Kalimantan, dari 9 kota IHK, 4 kota IHK mengalami inflasi dan 5 kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Tanjung sebesar 0,38 persen, diikuti Kota Sampit sebesar 0,27 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Singkawang sebesar 0,17 persen. Kota Balik Papan mengalami deflasi terbesar sebesar 0,71 persen, diikuti Kota Banjarmasin sebesar 0,34 persen serta Kota Palangkaraya sebesar 0,25 persen.
Kota-kota lain di luar wilayah Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,84 persen diikuti Kota Jayapura sebesar 0,71 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Denpasar sebesar 0,14 persen diikuti Kota Tual sebesar 0,15 persen. Sebaliknya Kota Merauke, mengalami deflasi terbesar sebesar 1,03 persen, diikuti Kota Bima sebesar 0,22 persen dan Kota Maumere sebesar 0,09 persen.
Tabel 5
Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Maret 2015 di 82 kota
No Kota IHK Inflasi No Kota IHK Inflasi [1] [2] [3] [4] [1] [2] [3] [4]
1 MEULABOH 118.48 -0.64 42 KEDIRI 118.08 0.28 2 BANDA ACEH 113.22 -0.61 43 MALANG 118.93 0.34 3 LHOKSEUMAWE 113.03 -0.50 44 PROBOLINGGO 118.00 0.02 4 SIBOLGA 117.30 -0.32 45 MADIUN 116.49 0.27 5 PEMATANG SIANTAR 119.76 0.17 46 SURABAYA 118.21 0.36 6 MEDAN 118.63 -0.01 47 TANGERANG 124.09 0.30 7 PADANG SIDEMPUAN 116.24 -0.01 48 CILEGON 120.63 0.58 8 PADANG 120.99 0.01 49 SERANG 122.16 0.44 9 BUKIT TINGGI 114.79 -0.17 50 SINGARAJA 125.66 0.34 10 TEMBILAHAN 122.58 -0.06 51 DENPASAR 116.35 0.14
11 PEKAN BARU 117.98 -0.03 52 MATARAM 117.87 0.43 12 DUMAI 118.50 0.13 53 BIMA 119.74 -0.22 13 BUNGO 116.06 -0.68 54 MAUMERE 112.81 -0.09 14 JAMBI 116.95 -0.20 55 KUPANG 119.47 0.25 15 PALEMBANG 115.41 0.31 56 PONTIANAK 124.43 0.19 16 LUBUK LINGGAU 113.91 0.03 57 SINGKAWANG 119.16 0.17 17 BENGKULU 121.96 0.19 58 SAMPIT 117.43 0.27 18 BANDARLAMPUNG 117.87 0.48 59 PALANGKARAYA 115.97 -0.25 19 METRO 125.76 0.25 60 TANJUNG 116.93 0.38 20 TANJUNG PANDAN 123.59 -1.97 61 BANJARMASIN 115.82 -0.34 21 PANGKAL PINANG 117.77 -0.46 62 BALIKPAPAN 120.93 -0.71 22 BATAM 116.23 0.25 63 SAMARINDA 120.41 -0.24 23 TANJUNG PINANG 118.79 -0.21 64 TARAKAN 126.43 -0.01 24 DKI JAKARTA 119.43 0.19 65 MANADO 118.13 0.50 25 BOGOR 118.09 0.75 66 PALU 117.34 -0.68 26 SUKABUMI 119.09 0.11 67 BULUKUMBA 124.49 0.20 27 BANDUNG 117.33 0.61 68 WATAMPONE 116.02 0.83 28 CIREBON 116.00 -0.39 69 MAKASAR 116.94 0.63 29 BEKASI 116.79 -0.37 70 PARE - PARE 115.36 -1.01 30 DEPOK 117.80 0.26 71 PALOPO 116.40 0.36 31 TASIKMALAYA 116.74 0.30 72 KENDARI 114.65 0.57 32 CILACAP 120.74 0.01 73 BAU - BAU 121.39 -0.39 33 PURWOKERTO 116.48 0.05 74 GORONTALO 113.96 0.75 34 KUDUS 123.21 -0.02 75 MAMUJU 116.20 0.44 35 SURAKARTA 115.69 0.12 76 AMBON 119.50 0.44 36 SEMARANG 117.66 0.25 77 TUAL 130.83 0.15 37 TEGAL 114.42 0.18 78 TERNATE 121.04 0.35 38 YOGYAKARTA 116.69 0.15 79 MANOKWARI 113.44 0.84 39 JEMBER 116.79 0.15 80 SORONG 116.85 0.27 40 BANYUWANGI 116.68 0.09 81 MERAUKE 123.59 -1.03 41 SUMENEP 116.72 0.34 82 JAYAPURA 120.49 0.71 NASIONAL