BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN A. Latar belakang A. Latar belakang
Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat p
pendidikan memiliki peran yang sangat penting.enting.
Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
bertanggung jawab.
Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang,
jenjang, termasuk termasuk di di sekolah sekolah harus harus diselenggarakan diselenggarakan secara secara sistematis sistematis guna guna mencapai mencapai tujuantujuan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing,
bersaing, beretika, beretika, bermoral, bermoral, sopan sopan santun santun dan dan berinteraksi berinteraksi dengan dengan masyarakat. masyarakat. BerdasarkanBerdasarkan penelitian
penelitian di di Harvard Harvard University University Amerika Amerika Serikat Serikat (Rachman, (Rachman, Maman, Maman, 2000), 2000), ternyataternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft ditingkatkan. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft skill. Untuk itu penulis menulis makalah ini, agar pembaca tahu betapa pentingnya pendidikan skill. Untuk itu penulis menulis makalah ini, agar pembaca tahu betapa pentingnya pendidikan karakter bagi semua orang, khususnya bangsa Indonesia sendiri.
karakter bagi semua orang, khususnya bangsa Indonesia sendiri.
B. Rumusan masalah B. Rumusan masalah
Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan
batasan dalam dalam pembahasan pembahasan bab bab isi. isi. Adapun Adapun beberapa beberapa masalah masalah yang yang akan akan dibahas dibahas dalam dalam karyakarya tulis ini antara lain:
tulis ini antara lain: 1.
1. Apa pengertian dari pendidikan karakter itu?Apa pengertian dari pendidikan karakter itu? 2.
2. Bagaimana hubungan pendidikan karakter dengan keberadaban bangsa?Bagaimana hubungan pendidikan karakter dengan keberadaban bangsa? 3.
3. Bagaimana upaya-upaya dalam meningkatkan mutu dari pendidikan karakter?Bagaimana upaya-upaya dalam meningkatkan mutu dari pendidikan karakter? 4.
C. Tujuan C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang disusun oleh penulis di atas, maka tujuan dalam Berdasarkan rumusan masalah yang disusun oleh penulis di atas, maka tujuan dalam penulisan makalah ini adalah seba
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:gai berikut: 1.
1. Untuk mengetahui apa itu pendidikan karakter.Untuk mengetahui apa itu pendidikan karakter. 2.
2. Untuk mengetahui hubungan pendidikan karakter dengan keberadaban bangsa.Untuk mengetahui hubungan pendidikan karakter dengan keberadaban bangsa. 3.
3. Untuk mengetahui upaya-upaya dalam meningktakan mutu dari pendidikan karakter.Untuk mengetahui upaya-upaya dalam meningktakan mutu dari pendidikan karakter. 4.
BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN 1. Pengertian 1. Pengertian
Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan
pendidikan karakter karakter di di sekolah, sekolah, semua semua komponen komponen (stakeholders) (stakeholders) harus harus dilibatkan, dilibatkan, termasuk termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian,
penilaian, kualitas kualitas hubungan, hubungan, penanganan penanganan atau atau pengelolaan pengelolaan mata mata pelajaran, pelajaran, pengelolaapengelolaann sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos k
pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekoerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.lah.
“Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak “Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak -anak -anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik, melainkan juga membentuk mereka menjadi muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik, melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku
pelaku baik baik bagi bagi perubahan perubahan dalam dalam hidupnya hidupnya sendiri, sendiri, yang yang pada pada gilirannya gilirannya akanakan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi lebih adil, baik, menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi lebih adil, baik, dan manusiawi.”(
dan manusiawi.”(Degeng, S Nyoman,1989)Degeng, S Nyoman,1989)
2. Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa 2. Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa
Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan
perkembangan karakter, karakter, sehingga sehingga anggota anggota masyarakat masyarakat mempunyai mempunyai kesadaran kesadaran kehidupankehidupan berbangsa
berbangsa dan dan bernegara bernegara yang yang harmonis harmonis dan dan demokratis demokratis dengan dengan tetap metetap memperhatikan mperhatikan sendi- sendi-sendi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat sendi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama.
yang telah menjadi kesepakatan bersama.
”Dari mana asalmu tidak penting, ukuran tubuhmu juga tidak penting, ukuran
”Dari mana asalmu tidak penting, ukuran tubuhmu juga tidak penting, ukuran OtakmuOtakmu cukup penting, ukuran hatimu itulah yang sangat penting” karena otak (pikiran) dan kalbu cukup penting, ukuran hatimu itulah yang sangat penting” karena otak (pikiran) dan kalbu hati yang paling kuat menggerak seseorang itu ”bertutur kata dan bertindak”. Simak, telaah, hati yang paling kuat menggerak seseorang itu ”bertutur kata dan bertindak”. Simak, telaah, dan renungkan dalam hati apakah telah memadai ”wahana” pembelajaran
dan renungkan dalam hati apakah telah memadai ”wahana” pembelajaran memberikanmemberikan peluang
peluang bagi bagi peserta peserta didik didik untuk untuk multi multi kecerdasan kecerdasan yang yang mampu mampu mengembangkan mengembangkan sikap- sikap-sikap: kejujuran, integritas, komitmen, kedisipilinan, visioner, dan kemandirian.
sikap: kejujuran, integritas, komitmen, kedisipilinan, visioner, dan kemandirian.
Sejarah memberikan pelajaran yang amat berharga, betapa perbedaan, pertentangan, Sejarah memberikan pelajaran yang amat berharga, betapa perbedaan, pertentangan, dan pertukaran pikiran itulah sesungguhnya yang mengantarkan kita ke gerbang dan pertukaran pikiran itulah sesungguhnya yang mengantarkan kita ke gerbang kemerdekaan. Melalui perdebatan tersebut kita banyak belajar, bagaimana toleransi dan kemerdekaan. Melalui perdebatan tersebut kita banyak belajar, bagaimana toleransi dan keterbukaan para Pendiri Republik ini dalam menerima pendapat, dan berbagai kritik saat itu. keterbukaan para Pendiri Republik ini dalam menerima pendapat, dan berbagai kritik saat itu.
Melalui pertukaran pikiran itu kita juga bisa mencermati, betapa kuat keinginan para Melalui pertukaran pikiran itu kita juga bisa mencermati, betapa kuat keinginan para Pemimpin Bangsa itu untuk bersatu di dalam satu identitas kebangsaan, sehingga Pemimpin Bangsa itu untuk bersatu di dalam satu identitas kebangsaan, sehingga perbedaan- perbedaan tidak menjadi persoalan b
perbedaan tidak menjadi persoalan bagi mereka. (Hasan, S. Hamid. 2agi mereka. (Hasan, S. Hamid. 2000)000)
Karena itu pendidikan karakter harus digali dari landasan idiil Pancasila, dan landasan Karena itu pendidikan karakter harus digali dari landasan idiil Pancasila, dan landasan konstitusional UUD 1945. Sejarah Indonesia memperlihatkan bahwa pada tahun 1928, ikrar konstitusional UUD 1945. Sejarah Indonesia memperlihatkan bahwa pada tahun 1928, ikrar “Sumpah Pemuda” menegaskan tekad untuk membangun nasional Indonesia. Mereka “Sumpah Pemuda” menegaskan tekad untuk membangun nasional Indonesia. Mereka bersumpah
bersumpah untuk untuk berbangsa, berbangsa, bertanah bertanah air, air, dan dan berbahasa berbahasa satu satu yaitu yaitu Indonesia. Indonesia. KetikaKetika merdeka dipilihnya bentuk negara kesatuan. Kedua peristiwa sejarah ini menunjukan suatu merdeka dipilihnya bentuk negara kesatuan. Kedua peristiwa sejarah ini menunjukan suatu kebutuhan yang secara sosio-politis merefleksi keberadaan watak pluralisme tersebut. kebutuhan yang secara sosio-politis merefleksi keberadaan watak pluralisme tersebut. Kenyataan sejarah dan sosial budaya tersebut lebih diperkuat lagi melalui arti simbol Kenyataan sejarah dan sosial budaya tersebut lebih diperkuat lagi melalui arti simbol “Bhineka Tunggal Ika” pada lambang negara Indonesia.
“Bhineka Tunggal Ika” pada lambang negara Indonesia.
Dari mana memulai dibelajarkannya nilai-nilai karakter bangsa, dari pendidikan Dari mana memulai dibelajarkannya nilai-nilai karakter bangsa, dari pendidikan informal, dan secara pararel berlanjut pada pendidikan formal dan nonformal. Tantangan saat informal, dan secara pararel berlanjut pada pendidikan formal dan nonformal. Tantangan saat ini dan ke depan bagaimana kita mampu menempatkan pendidikan karakter sebagai sesuatu ini dan ke depan bagaimana kita mampu menempatkan pendidikan karakter sebagai sesuatu kekuatan bangsa. Oleh karena itu kebijakan dan implementasi pendidikan yang berbasis kekuatan bangsa. Oleh karena itu kebijakan dan implementasi pendidikan yang berbasis karakter menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka membangun bangsa ini. Hal ini karakter menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka membangun bangsa ini. Hal ini tentunya juga menuntut adanya dukungan yang kondusif dari pranata politik, sosial, dan tentunya juga menuntut adanya dukungan yang kondusif dari pranata politik, sosial, dan budaya bangsa.
budaya bangsa.
”Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa” adalah kearifan dari ”Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa” adalah kearifan dari keaneragaman nilai dan budaya kehidupan bermasyarakat. Kearifan itu segera muncul, jika keaneragaman nilai dan budaya kehidupan bermasyarakat. Kearifan itu segera muncul, jika seseorang membuka diri untuk menjalani kehidupan bersama dengan melihat realitas plural seseorang membuka diri untuk menjalani kehidupan bersama dengan melihat realitas plural yang terjadi. Oleh karena itu pendidikan harus diletakan pada posisi yang tepat, apalagi yang terjadi. Oleh karena itu pendidikan harus diletakan pada posisi yang tepat, apalagi ketika menghadapi konflik yang berbasis pada ras, suku dan keagamaan. Pendidikan karakter ketika menghadapi konflik yang berbasis pada ras, suku dan keagamaan. Pendidikan karakter bukanlah
bukanlah sekedar sekedar wacana wacana tetapi tetapi realitas realitas implementasinya, implementasinya, bukan bukan hanya hanya sekedar sekedar kata-katakata-kata tetapi tindakan dan bukan simbol atau slogan, tetapi keberpihak yang cerdas untuk tetapi tindakan dan bukan simbol atau slogan, tetapi keberpihak yang cerdas untuk membangun keberadaban bangsa Indonesia. Pembiasaan berperilaku santun dan damai adalah membangun keberadaban bangsa Indonesia. Pembiasaan berperilaku santun dan damai adalah refreksi dari tekad kita sekali merdeka, tetap merdeka. (Joni, T. Raka. 1996)
refreksi dari tekad kita sekali merdeka, tetap merdeka. (Joni, T. Raka. 1996)
3. Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Karakter 3. Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Karakter
Terlepas dari berbagai kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia, apabila Terlepas dari berbagai kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia, apabila dilihat dari standar nasional pendidikan yang menjadi acuan pengembangan kurikulum dilihat dari standar nasional pendidikan yang menjadi acuan pengembangan kurikulum (KTSP), dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah, tujuan pendidikan (KTSP), dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah, tujuan pendidikan sebenarnya dapat dicapai dengan baik. Pembinaan karakter juga termasuk dalam materi yang sebenarnya dapat dicapai dengan baik. Pembinaan karakter juga termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahannya, pendidikan karakter di sekolah selama ini baru menyentuh pada hari. Permasalahannya, pendidikan karakter di sekolah selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai, dan belum pada tingkatan internalisasi dan tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai, dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual setiap jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Konfigurasi karakte
pendidikan. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan r dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kulturalsosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development), (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Pengembangan dan dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada grand design implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada grand design tersebut.
tersebut.
Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan informal adalah jalur informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan
pendidikan keluarga keluarga dan lingkundan lingkungan. Pendgan. Pendidikan iidikan informal sesungguhnnformal sesungguhn ya memiliki ya memiliki peran danperan dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Peserta didik mengikuti kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Peserta didik mengikuti pendidikan di
pendidikan di sekolah hansekolah hanya sekitar 7 ya sekitar 7 jam per jam per hari, atau hari, atau kurang dari kurang dari 30%. Selebihn30%. Selebihnya (70%),ya (70%), peserta
peserta didik didik berada berada dalam dalam keluarga keluarga dan dan lingkungan lingkungan sekitarnya. sekitarnya. Jika Jika dilihat dilihat dari dari aspek aspek kuantitas waktu, pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil kuantitas waktu, pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik.
pendidikan peserta didik.
Selama ini, pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum Selama ini, pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi, kurangnya karakter peserta didik. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi, kurangnya pemahaman
pemahaman orang orang tua tua dalam dalam mendidik mendidik anak anak di di lingkungan lingkungan keluarga, keluarga, pengaruh pengaruh pergaulan pergaulan didi lingkungan sekitar, dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa berpengaruh negatif lingkungan sekitar, dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa berpengaruh negatif terhadap perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Salah satu alternatif untuk terhadap perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu, yaitu mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu, yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan
pendidikan formal formal di di sekolah. sekolah. Dalam Dalam hal hal ini, ini, waktu waktu belajar belajar peserta peserta didik didik di di sekolah sekolah perluperlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai, terutama dalam dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai, terutama dalam pembentukan karakter peserta didik
pembentukan karakter peserta didik ..
Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh sekolah di Indonesia terutama pada Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh sekolah di Indonesia terutama pada tingkat SMP negeri maupun swasta, karena di masa SMP peserta didik belum terlalu tingkat SMP negeri maupun swasta, karena di masa SMP peserta didik belum terlalu melawan kepada guru, seperti anak SMA, dan anak SMP tidak terlalu kecil untuk melawan kepada guru, seperti anak SMA, dan anak SMP tidak terlalu kecil untuk mendapatkan materi pendidikan karakter, seperti anak SD atau MI. Semua warga sekolah, mendapatkan materi pendidikan karakter, seperti anak SD atau MI. Semua warga sekolah, meliputi para peserta didik, guru, karyawan administrasi, dan pimpinan sekolah menjadi meliputi para peserta didik, guru, karyawan administrasi, dan pimpinan sekolah menjadi sasaran program ini. Sekolah-sekolah yang selama ini telah berhasil melaksanakan sasaran program ini. Sekolah-sekolah yang selama ini telah berhasil melaksanakan pendidikan karakter
pendidikan karakter dengan bdengan baik dijadikan sebaik dijadikan sebagai best practices, agai best practices, yang menjadi yang menjadi contoh untuk contoh untuk disebarluaskan ke sekolah-sekolah lainnya.
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan
pendidikan di di sekolah sekolah yang yang mengarah mengarah pada pada pencapaian pencapaian pembentukan pembentukan karakter karakter dan dan akhlak akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang. Melalui pendidikan karakter mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya,
pengetahuannya, mengkaji mengkaji dan dan menginternalisasi menginternalisasi serta serta mempersonalisasi mempersonalisasi nilai-nilai nilai-nilai karakter karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Menurut Trianto, (2009), pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke Menurut Trianto, (2009), pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan
pengenalan nilai nilai secara secara kognitif, kognitif, penghayatan penghayatan nilai nilai secara secara afektif, afektif, dan dan akhirnya akhirnya keke pengamalan
pengamalan nilai nilai secara secara nyata. nyata. Permasalahan Permasalahan pendidikan pendidikan karakter karakter yang yang selama selama ini ini ada ada didi SMP perlu segera dikaji, dan dicari altenatif-alternatif solusinya, serta perlu SMP perlu segera dikaji, dan dicari altenatif-alternatif solusinya, serta perlu dikembangkannya secara lebih operasional sehingga mudah diimplementasikan di sekolah. dikembangkannya secara lebih operasional sehingga mudah diimplementasikan di sekolah.
Melalui program ini diharapkan lulusan-lulusan dari peserta didik dapat memiliki Melalui program ini diharapkan lulusan-lulusan dari peserta didik dapat memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkarakter mulia, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkarakter mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah.
nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah. a.
a. Membangun Karakter Siswa Dengan "Sepiring Nasi" ( Iwan Gunawan,Guru SD SalmanMembangun Karakter Siswa Dengan "Sepiring Nasi" ( Iwan Gunawan,Guru SD Salman Al Farisi, Bandung )
Al Farisi, Bandung )
“Guru kreatif terkadang mengajar dalam bingkai eksplorasi dan ketidakjelasan. Ia “Guru kreatif terkadang mengajar dalam bingkai eksplorasi dan ketidakjelasan. Ia lebihlebih mencari esensialitas daripada rutinitas atas apa yang dipelajari bersama siswa. Ia akan mencari esensialitas daripada rutinitas atas apa yang dipelajari bersama siswa. Ia akan tersenyum manakala siswa bertanya, ”Pak saya menemukan hal berbeda, tidak seperti yang tersenyum manakala siswa bertanya, ”Pak saya menemukan hal berbeda, tidak seperti yang bapak katakan atau tem
bapak katakan atau teman saya temukan, mengapan saya temukan, mengapa?”a?”
Awalnya ada sedikit keraguan untuk menuliskan pengalaman ini, karena banyak teman Awalnya ada sedikit keraguan untuk menuliskan pengalaman ini, karena banyak teman yang „agak sedikit‟ mengerutkan dahi dengan „metode yang agak sedikit nyleneh‟ yang saya yang „agak sedikit‟ mengerutkan dahi dengan „metode yang agak sedikit nyleneh‟ yang saya pakai ini.
pakai ini. Tapi biarlah Tapi biarlah itu berlalu, itu berlalu, mungkin meremungkin mereka belum ka belum tahu metode tahu metode „sepiring nasi‟ „sepiring nasi‟ yangyang pernah saya gunakan.
pernah saya gunakan.
Ide awal menggunakan metode ini, didasari oleh sebuah kebingungan mengunakan Ide awal menggunakan metode ini, didasari oleh sebuah kebingungan mengunakan metode yang tepat untuk menjelaskan materi PKn tentang „Manusia sebagai mahluk sosial‟. metode yang tepat untuk menjelaskan materi PKn tentang „Manusia sebagai mahluk sosial‟. Dalam hal ini saya dituntut untuk bisa menterjemahkan hal-hal yang abstrak menjadi nyata Dalam hal ini saya dituntut untuk bisa menterjemahkan hal-hal yang abstrak menjadi nyata buat
buat siswa, siswa, sehingga sehingga bisa bisa memudahkan memudahkan siswa siswa untuk untuk memahami memahami materi materi yang yang rumit rumit dengandengan cara yang sederhana.
cara yang sederhana.
Berbicara tentang sepiring nasi, kita mungkin selalu mengkaitkannya dengan masalah Berbicara tentang sepiring nasi, kita mungkin selalu mengkaitkannya dengan masalah makan, perut lapar, nikmat dan sebagainya. Tetapi tahukah kita bahwa sepiring nasi makan, perut lapar, nikmat dan sebagainya. Tetapi tahukah kita bahwa sepiring nasi menyimpan banyak rahasia yang bisa digunakan dalam pembelajaran? Lalu apa kaitan menyimpan banyak rahasia yang bisa digunakan dalam pembelajaran? Lalu apa kaitan antara sepiring nasi dengan pembelajaran? Secara sepintas mungkin tidak ada. Tetapi antara sepiring nasi dengan pembelajaran? Secara sepintas mungkin tidak ada. Tetapi apabila kita mau sedikit kreatif dengan sepiring nasi, maka kita bisa menjadikannya sebagai apabila kita mau sedikit kreatif dengan sepiring nasi, maka kita bisa menjadikannya sebagai sebuah metoda pembelajaran.
Sepiring nasi yang biasa kita makan, sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam Sepiring nasi yang biasa kita makan, sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam bagi
bagi tumbuhnya tumbuhnya kepekaan, kepekaan, kepedulian kepedulian dan dan penghargaan penghargaan atas atas hasil hasil jerih jerih payah payah orang orang lain.lain. Mungkin selama ini, kita hanya memandang sesaat sepiring nasi tanpa menganalisisnya Mungkin selama ini, kita hanya memandang sesaat sepiring nasi tanpa menganalisisnya lebih dalam. Bahkan kita tidak punya waktu sama sekali untuk memperhatikan sepiring nasi lebih dalam. Bahkan kita tidak punya waktu sama sekali untuk memperhatikan sepiring nasi ini disaat perut sudah sangat lapar.
ini disaat perut sudah sangat lapar.
Cobalah amati dengan seksama dan luangkan waktu sejenak, “Apa saja” yang ada Cobalah amati dengan seksama dan luangkan waktu sejenak, “Apa saja” yang ada dalam sepiring nasi? nasi, ikan asin, ikan goreng, ayam goreng , tahu, lalap, sambal, tempe, dalam sepiring nasi? nasi, ikan asin, ikan goreng, ayam goreng , tahu, lalap, sambal, tempe, ketimun, garam, vetsin, piring, sendok atau mungkin ada hal yang lainnya?
ketimun, garam, vetsin, piring, sendok atau mungkin ada hal yang lainnya?
Dari analisis sederhana ini, cobalah uraikan kembali „siapa saja‟ yang berperan dalam Dari analisis sederhana ini, cobalah uraikan kembali „siapa saja‟ yang berperan dalam menyediakan barang-barang tersebut. Sebagai contoh, petani merupakan pihak yang menyediakan barang-barang tersebut. Sebagai contoh, petani merupakan pihak yang bertanggung
bertanggung jawab jawab dalam dalam menyediakan menyediakan beras, beras, Ibu Ibu yang yang memasak memasak nasi nasi dan dan menggoreng,menggoreng, tahu dibuat oleh pengrajin tahu, garam disediakan oleh petani garam, dan tentunya masih tahu dibuat oleh pengrajin tahu, garam disediakan oleh petani garam, dan tentunya masih banyak
banyak pihak-pihak pihak-pihak lain lain yang yang terlibat. Peterlibat. Pernahkan rnahkan kita kita berpikir sejauberpikir sejauh itu? h itu? Mungkin Mungkin selamaselama ini kita hanya siap untuk menerima semua itu dalam keadaan sudah jadi…nasi rames!
ini kita hanya siap untuk menerima semua itu dalam keadaan sudah jadi…nasi rames!
Sekarang, apa kaitannya antara sepiring nasi dengan pembelajaran? Kini saatnya guru Sekarang, apa kaitannya antara sepiring nasi dengan pembelajaran? Kini saatnya guru untuk menjelaskan tentang keberadaan manusia sebagai mahluk social. Sebagai mahluk untuk menjelaskan tentang keberadaan manusia sebagai mahluk social. Sebagai mahluk sosial, manusia memiliki keterbatasan dan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhannya sosial, manusia memiliki keterbatasan dan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
sendiri.
Ajaklah siswa untuk membayangkan suatu keadaan, dimana ketika dia akan „makan‟ Ajaklah siswa untuk membayangkan suatu keadaan, dimana ketika dia akan „makan‟ harus mempersiapkan segala sesuatunya seorang diri mulai dari menanam padi selama 6 harus mempersiapkan segala sesuatunya seorang diri mulai dari menanam padi selama 6 bulan, menge
bulan, mengeringkan air laut ringkan air laut untuk membuat untuk membuat garam, menanam garam, menanam kedelai untuk kedelai untuk membuat tahumembuat tahu dan tempe, menangkap ikan di laut untuk membuat ikan asin. Keadaan „imaginer‟ seperti ini dan tempe, menangkap ikan di laut untuk membuat ikan asin. Keadaan „imaginer‟ seperti ini haruslah diterapkan, agar siswa memiliki kepekaan terhadap hasil kerja dan jerih payah haruslah diterapkan, agar siswa memiliki kepekaan terhadap hasil kerja dan jerih payah orang lain.
orang lain.
Untuk membangun rasa kepekaan dan kepedulian, ajaklah siswa untuk membuat Untuk membangun rasa kepekaan dan kepedulian, ajaklah siswa untuk membuat
pengandaian- pengandaian- pengadaian pengadaian seperti seperti ini ini “Seandainya “Seandainya tidak tidak ada ada petani, petani, kita kita tidak tidak bisa bisa makanmakan nasi”, “seandainya tidak ada petani garam, tentunya makanan kita tidak ada rasanya”. Dari nasi”, “seandainya tidak ada petani garam, tentunya makanan kita tidak ada rasanya”. Dari pengandaian-pengand
pengandaian-pengandaian aian ini, ini, guru guru bisa bisa mengajak mengajak siswa siswa untuk untuk menyimpulkan menyimpulkan sendirisendiri tentang „pentingnya ada orang lain di sekitar kita‟, tanpa adanya mereka maka kebutuhan tentang „pentingnya ada orang lain di sekitar kita‟, tanpa adanya mereka maka kebutuhan--kebutuhan kita tidak akan bisa terpenuhi.
kebutuhan kita tidak akan bisa terpenuhi.
Sepiring nasi! Kau telah memberi sebuah inspirasi. Lalu, apakah kita sebagai guru Sepiring nasi! Kau telah memberi sebuah inspirasi. Lalu, apakah kita sebagai guru masih bingung dalam mencari metode untuk mengajarkan suatu materi? Ijinkan saya masih bingung dalam mencari metode untuk mengajarkan suatu materi? Ijinkan saya mengutip sebuah anekdot
mengutip sebuah anekdot
“Suatu saat dua orang yang berasal dari se
“Suatu saat dua orang yang berasal dari sekolah yang sama bertemu. Walaupun berbedakolah yang sama bertemu. Walaupun berbeda angkatan tetapi mereka cepat akrab dan pada saat mereka membicarakan salah seorang angkatan tetapi mereka cepat akrab dan pada saat mereka membicarakan salah seorang gurunya, mereka kemudian tertawa bersama-sama karena setelah obrolan yang panjang gurunya, mereka kemudian tertawa bersama-sama karena setelah obrolan yang panjang terungkap bahwa sang guru tersebut masih melakukan praktek pengajaran yang persis sama, terungkap bahwa sang guru tersebut masih melakukan praktek pengajaran yang persis sama, bahkan
guru yang bersangkutan tidak mau berubah dan mensejajarkan diri dengan kemajuan jaman. guru yang bersangkutan tidak mau berubah dan mensejajarkan diri dengan kemajuan jaman. Sudah bukan jamannya lagi kita mengajar berdasarkan diktat kuliah serta keterangan dari Sudah bukan jamannya lagi kita mengajar berdasarkan diktat kuliah serta keterangan dari dosen-dosen yang mengajar kita saat di universitas dahulu. Jaman berubah demikian cepat dosen-dosen yang mengajar kita saat di universitas dahulu. Jaman berubah demikian cepat dan informasi bertambah terus menerus membuat sebuah ilmu menjadi cepat usang dan dan informasi bertambah terus menerus membuat sebuah ilmu menjadi cepat usang dan ketinggalan.
ketinggalan. b.
b. Kekuatan Do‟a Dalam PembelajKekuatan Do‟a Dalam Pembelajaran ( Iwan Gunawan, Guru SD Salman Al Farisi,aran ( Iwan Gunawan, Guru SD Salman Al Farisi, Bandung )
Bandung )
Seringkali kali dalam suatu pembelajaran banyak siswa yang tidak berminat terhadap Seringkali kali dalam suatu pembelajaran banyak siswa yang tidak berminat terhadap suatu pelajaran tertentu, baik karena sikap gurunya ataupun materi yang disampaikan suatu pelajaran tertentu, baik karena sikap gurunya ataupun materi yang disampaikan kurang menarik dan berkenan di hati para siswa.
kurang menarik dan berkenan di hati para siswa.
Ketidaktertarikan siswa ini bisa ditampilkan dalam bentuk pembangkangan, ribut Ketidaktertarikan siswa ini bisa ditampilkan dalam bentuk pembangkangan, ribut ataupun mungkin dengan cara yang lebih sopan, misalnya dengan bertanya kepada guru ataupun mungkin dengan cara yang lebih sopan, misalnya dengan bertanya kepada guru tentang “apa manfaatnya bagiku” belajar materi ini. Di tengah semakin ketatnya persaingan tentang “apa manfaatnya bagiku” belajar materi ini. Di tengah semakin ketatnya persaingan di dunia pendidikan dewasa ini, merupakan hal yang wajar apabila para siswa sering di dunia pendidikan dewasa ini, merupakan hal yang wajar apabila para siswa sering khawatir akan mengalami kegagalan atau ketidakberhasilan dalam meraih prestasi belajar khawatir akan mengalami kegagalan atau ketidakberhasilan dalam meraih prestasi belajar atau bahkan takut tinggal kelas.
atau bahkan takut tinggal kelas.
Sepintas, pertanyaan “apa manfaatnya bagiku” ini agak sepele dan tidak perlu Sepintas, pertanyaan “apa manfaatnya bagiku” ini agak sepele dan tidak perlu pembahasan
pembahasan lebih lebih lanjut. lanjut. Akan Akan tetapi tetapi bagi bagi siswa, siswa, hal hal ini ini penting penting untuk untuk diketahui diketahui karenakarena menyangkut keaktifan dalam merespon materi pembelajaran, dan rasa aman di dalam menyangkut keaktifan dalam merespon materi pembelajaran, dan rasa aman di dalam mengahadapi masa depan mereka. Sebagaima dikatakan Arden N. Fardesen bahwa hal yang mengahadapi masa depan mereka. Sebagaima dikatakan Arden N. Fardesen bahwa hal yang mendorong seorang siswa untuk belajar adalah:
mendorong seorang siswa untuk belajar adalah: 1.
1. Adanya sifat ingin tahu dan menyelidiki dunia yang amat luas.Adanya sifat ingin tahu dan menyelidiki dunia yang amat luas. 2.
2. Adanya sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu maju.Adanya sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu maju. 3.
3. Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru, dan teman.Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru, dan teman. 4.
4. Adanya uasaha untuk memperbaiki kegagalaan yang lalu dengan usaha yang baru,Adanya uasaha untuk memperbaiki kegagalaan yang lalu dengan usaha yang baru, baik dengan koprasi maupu
baik dengan koprasi maupun dengan kompetisi.n dengan kompetisi. 5.
5. Adanya usaha untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran.Adanya usaha untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran. 6.
6. Adanya ganjaran atau hukuman sebagai konsekwensi dari belajar.Adanya ganjaran atau hukuman sebagai konsekwensi dari belajar.
Guru harus memberikan rasa aman dan keselamatan kepada setiap peserta didik di Guru harus memberikan rasa aman dan keselamatan kepada setiap peserta didik di dalam menjalani masa-masa belajarnya. Hal ini senada dengan pendapat Trianto, (2009) dalam menjalani masa-masa belajarnya. Hal ini senada dengan pendapat Trianto, (2009) tentang peranan guru di sekolah, keluarga dan masyarakat di pandang dari segi tentang peranan guru di sekolah, keluarga dan masyarakat di pandang dari segi diri- pribadinya (self oriented), seorang guru harus berperan seb
pribadinya (self oriented), seorang guru harus berperan seb agai :agai :
Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayananPekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
kepada masyarakat.
Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerusPelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya.
untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya.
Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah.
model keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh paramodel keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh para peserta didik.
peserta didik.
Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasaPemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.
aman berada dalam didikan gurunya.
Seringkali, kita sebagai guru mengarahkan permasalahan ini kepada siswa sebagai Seringkali, kita sebagai guru mengarahkan permasalahan ini kepada siswa sebagai penyebabnya,
penyebabnya, baik baik karena karena siswa siswa yang yang malas, malas, tidak tidak punya punya buku buku paket paket atau atau alasan alasan lain.lain. Seorang guru harus senantiasa mau beintrospeksi pada diri sendiri. Betapa banyak guru Seorang guru harus senantiasa mau beintrospeksi pada diri sendiri. Betapa banyak guru sering menempatkan dirinya sebagai “dewa kebenaran” yang seolah
sering menempatkan dirinya sebagai “dewa kebenaran” yang seolah-olah serba tahu semua-olah serba tahu semua keinginan muridnya. Padahal sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan keinginan muridnya. Padahal sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya.
profesionalnya. Guru Guru harus harus harus harus lebih lebih dinamis dinamis dan dan kreatif kreatif dalam dalam mengembangkan mengembangkan prosesproses pembelajaran
pembelajaran peserta didik. peserta didik. Guru di Guru di masa menmasa mendatang tidak datang tidak lagi menlagi menjadi satujadi satu-satunya oran-satunya orangg yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan, guru tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan, guru bukan satu-satunya orang yang l
bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tenebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya.gah peserta didiknya. Guru seringkali
Guru seringkali terjebak dalam pemecahan masalah “apa manfaatnya bagiku” denganterjebak dalam pemecahan masalah “apa manfaatnya bagiku” dengan menggunakan metode-metode yang belum tentu sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Dari menggunakan metode-metode yang belum tentu sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Dari beberapa
beberapa metode metode dan pdan pendekatan endekatan yang digunyang digunakan, akan, ada satu ada satu hal hal yang kiranyang kiranya bisa ya bisa dijadikandijadikan „alternative‟ untuk
„alternative‟ untuk memecahkan masalah tersebut terlepas dari cara yang telah dilakukanmemecahkan masalah tersebut terlepas dari cara yang telah dilakukan oleh guru seperti memperjelas tujuan yang ingin dicapai, membangkitkan minat siswa, oleh guru seperti memperjelas tujuan yang ingin dicapai, membangkitkan minat siswa, menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar, memberi pujian yang wajar menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar, memberi pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa, memberikan penilaian, memberi komentar terhadap terhadap setiap keberhasilan siswa, memberikan penilaian, memberi komentar terhadap hasil pekerjaan siswa, dan menciptakan persaingan dan kerja sama yang sehat. Alternatif ini hasil pekerjaan siswa, dan menciptakan persaingan dan kerja sama yang sehat. Alternatif ini sangat murah dan mudah dilakukan, tanpa perlu mempelajari teori yang rumit yaitu berdoa. sangat murah dan mudah dilakukan, tanpa perlu mempelajari teori yang rumit yaitu berdoa.
Lalu apa hubungannya antara doa dengan kebermaknaan dalam pembelajaran? Cobalah Lalu apa hubungannya antara doa dengan kebermaknaan dalam pembelajaran? Cobalah ingat-ingat kembali oleh kita, berapa kali kita mendoakan siswa-siswa kita dalam belajar ingat-ingat kembali oleh kita, berapa kali kita mendoakan siswa-siswa kita dalam belajar atau minimal mendoakan mereka diawal atau diakhir pembelajaran? Walaupun semua guru atau minimal mendoakan mereka diawal atau diakhir pembelajaran? Walaupun semua guru berbuat demikian, betapa jaran
berbuat demikian, betapa jarang kita mendoakan mereka diawal ag kita mendoakan mereka diawal atau diakhir pembelajaran.tau diakhir pembelajaran. Mungkin kita hanya menutup dan membuka pembelajaran dengan ucapan “selamat Mungkin kita hanya menutup dan membuka pembelajaran dengan ucapan “selamat pagi
pagi anak-anak-anak”, “selamat siang”, “selamat sore” serta ucapananak”, “selamat siang”, “selamat sore” serta ucapan-ucapan lainnya, atau bisa-ucapan lainnya, atau bisa juga langsung ngeloyor me
juga langsung ngeloyor meninggalkan anak-anak tanninggalkan anak-anak tanpa sepatah kata pun. Ucapanpa sepatah kata pun. Ucapan -ucapan ini-ucapan ini bukannya tidak bagus, ak
bukannya tidak bagus, akan tetapi masih terlalu umum.an tetapi masih terlalu umum.
Guru adalah orang tua para siswa. Karenanya, Rosulullah melarang para orangtua Guru adalah orang tua para siswa. Karenanya, Rosulullah melarang para orangtua (guru) mendoakan keburukan bagi anak-didiknya. Mendoakan keburukan kepada anak (guru) mendoakan keburukan bagi anak-didiknya. Mendoakan keburukan kepada anak merupakan hal yang berbahaya. Dapat mengakibatkan kehancuran anak dan masa merupakan hal yang berbahaya. Dapat mengakibatkan kehancuran anak dan masa depannya.
Cobalah tambahkan doa dalam memulai dan mengakhiri pembelajaran kita dengan doa Cobalah tambahkan doa dalam memulai dan mengakhiri pembelajaran kita dengan doa seperti ini “semoga pembelajaran hari ini bisa bermanfaat buat masa depan kalian”, seperti ini “semoga pembelajaran hari ini bisa bermanfaat buat masa depan kalian”, “mudah
“mudah-mudahan Allah SWT memberikan keberkahan terhadap ilmu yang baru saja kalian-mudahan Allah SWT memberikan keberkahan terhadap ilmu yang baru saja kalian pelajari”
pelajari” atau atau mungkin mungkin dengan dengan doadoa-doa lain yang lebih khusus. Ternyata hal ini sejalan-doa lain yang lebih khusus. Ternyata hal ini sejalan dengan firman Allah “Berdoalah kamu kepadaKu niscaya Aku perkenankan doa dengan firman Allah “Berdoalah kamu kepadaKu niscaya Aku perkenankan doa permohonan kamu” (QS: Al
permohonan kamu” (QS: Al-Mukmin:60).-Mukmin:60).
Jadi, kalau selama ini anak-anak kita membangkang, ribut dan tidak menyenangi materi Jadi, kalau selama ini anak-anak kita membangkang, ribut dan tidak menyenangi materi yang kita sampaikan, atau ilmu yang disampaikan oleh kita dirasakan tidak bermanfaat oleh yang kita sampaikan, atau ilmu yang disampaikan oleh kita dirasakan tidak bermanfaat oleh anak didik kita, boleh jadi karena kita kurang mendoakan mereka atas ilmu yang telah anak didik kita, boleh jadi karena kita kurang mendoakan mereka atas ilmu yang telah dipelajarinya. Dengan dilantunkannya doa oleh guru buat murid, maka akan terjalin pola dipelajarinya. Dengan dilantunkannya doa oleh guru buat murid, maka akan terjalin pola pembelajaran
pembelajaran dalam dalam suasana taksuasana takaful yaitu aful yaitu perasaan perasaan senasib dan senasib dan sepenanggungan; sepenanggungan; semangatsemangat saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran di dalam mencapai tujuan belajar. Dengan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran di dalam mencapai tujuan belajar. Dengan melafadzkan do'a pada awal dan akhir pembelajaran akan tercipta check-and-balance dan melafadzkan do'a pada awal dan akhir pembelajaran akan tercipta check-and-balance dan menjadikan do'a sebagai parameter kesuksesan pembelajaran kita.
menjadikan do'a sebagai parameter kesuksesan pembelajaran kita. Rosulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mendoakan keburu
Rosulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mendoakan keburukan kepada diri kalian,kan kepada diri kalian, janganlah
janganlah kalian kalian mendoakan mendoakan keburukan keburukan kepada kepada anak-anak anak-anak kalian, kalian, janganlah janganlah kaliankalian mendoakan keburukan kepada pelayan-pelayan kalian, dan janganlah mendoakan mendoakan keburukan kepada pelayan-pelayan kalian, dan janganlah mendoakan keburukan kepada harta kalian. Janganlah kalian mendoakan keburukan sebab jika waktu keburukan kepada harta kalian. Janganlah kalian mendoakan keburukan sebab jika waktu doa kalian bertepatan dengan saat-saat dikabulkannya doa, maka Allah akan mengabulkan doa kalian bertepatan dengan saat-saat dikabulkannya doa, maka Allah akan mengabulkan doa kalian (yang buruk itu).” (HR. Abu Dawud). Semoga kita termasuk guru
doa kalian (yang buruk itu).” (HR. Abu Dawud). Semoga kita termasuk guru-guru yang-guru yang senantiasa memanfaatkan akal dan mendoakan para siswanya untuk kemajuan senantiasa memanfaatkan akal dan mendoakan para siswanya untuk kemajuan pembelajaran. Amiin
pembelajaran. Amiin
4. Pendidikan Karakter Yang Berhasil 4. Pendidikan Karakter Yang Berhasil
Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Lulusan indikator oleh peserta didik sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Lulusan SMP, yang antara lain meliputi sebagai berikut:
SMP, yang antara lain meliputi sebagai berikut: a.
a. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. b.
b. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri.Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. c.
c. Menunjukkan sikap percaya diri.Menunjukkan sikap percaya diri. d.
d. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. e.
e. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomiMenghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional.
dalam lingkup nasional. f.
f. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lainMencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif.
secara logis, kritis, dan kreatif. g.
g. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif.Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif. h.
h. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yangMenunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
i.
i. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupanMenunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
sehari-hari. j.
j. Mendeskripsikan gejala alam dan social.Mendeskripsikan gejala alam dan social. k.
k. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. l.
l. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, danMenerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan
bernegara demi terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik dalam negara kesatuan Republik Indonesia.Indonesia. m.
m. Menghargai karya seni dan budaya nasional.Menghargai karya seni dan budaya nasional. n.
n. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya.Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. o.
o. Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang denganMenerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang dengan baik.
baik. p.
p. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun.Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. q.
q. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat;Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat; Menghargai adanya perbedaan pendapat.
Menghargai adanya perbedaan pendapat. r.
r. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana.Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. s.
s. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasaMenunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana.
Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. t.
t. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. u.
u. Memiliki jiwa kewirausahaan.Memiliki jiwa kewirausahaan.
Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya
budaya sekolah, sekolah, yaitu yaitu perilaku, perilaku, tradisi, tradisi, kebiasaan kebiasaan keseharian, keseharian, dan dan simbol-simbol simbol-simbol yangyang dipraktikkan oleh semua warga sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan dipraktikkan oleh semua warga sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut.
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP A. Kesimpulan A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan beberapa kategori yaitu: Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan beberapa kategori yaitu:
1.
1. Bangsa Indonesia telah berusaha untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikanBangsa Indonesia telah berusaha untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter melalui sekolah-sekolah, terutama Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena karakter melalui sekolah-sekolah, terutama Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena anak usia SMP sangat cocok untuk diberi pembelajaran tentang pendidikan karakter. anak usia SMP sangat cocok untuk diberi pembelajaran tentang pendidikan karakter. 2.
2. Guru adalah orang tua para siswa. Karenanya, Rosulullah melarang para orangtua (guru)Guru adalah orang tua para siswa. Karenanya, Rosulullah melarang para orangtua (guru) mendoakan keburukan bagi anak-didiknya. Mendoakan keburukan kepada anak mendoakan keburukan bagi anak-didiknya. Mendoakan keburukan kepada anak merupakan hal yang berbahaya. Dapat mengakibatkan kehancuran anak dan masa merupakan hal yang berbahaya. Dapat mengakibatkan kehancuran anak dan masa depannya.
depannya. 3.
3. Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasilPendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah
pendidikan di sekolah yang mengarah pada penyang mengarah pada pencapaian pembentukan capaian pembentukan karakter dan akhlak karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang.
mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang. 4.
4. Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, tidak diragukan lagi kalau masaBila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, tidak diragukan lagi kalau masa depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan. Dan bila depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan. Dan bila pendidikan
pendidikan karakter karakter ini ini mengalami mengalami kegagalan kegagalan sudah sudah pasti pasti dampaknya dampaknya akan akan sangat sangat besar besar bagi bangsa ini, negara kita akan
bagi bangsa ini, negara kita akan semakin ketinggalan dari negarasemakin ketinggalan dari negara-negara lain.-negara lain.
B. Saran B. Saran
Pemerintah harus selalu memantau atau mengawasi dunia pendidikan, karena dari dari Pemerintah harus selalu memantau atau mengawasi dunia pendidikan, karena dari dari dunia pendidikan Negara bisa maju dan karena dunia pendidikan juga Negara bisa hancur, bila dunia pendidikan Negara bisa maju dan karena dunia pendidikan juga Negara bisa hancur, bila pendidikan sudah disalah gunak
pendidikan sudah disalah gunakan.an. Selain mengajar, seorang
Selain mengajar, seorang guru atau orang tua juga harus mendo‟akan anak atauguru atau orang tua juga harus mendo‟akan anak atau muridnya supaya menjadi lebih baik, bukan mendo‟akan keburukan bagi anak didiknya.
muridnya supaya menjadi lebih baik, bukan mendo‟akan keburukan bagi anak didiknya.
Guru harus memberikan rasa aman dan keselamatan kepada setiap peserta didik di Guru harus memberikan rasa aman dan keselamatan kepada setiap peserta didik di dalam menjalani masa-masa belajarnya, karena jika tidak semua pembelajaran yang di jalani dalam menjalani masa-masa belajarnya, karena jika tidak semua pembelajaran yang di jalani anak didik akan sia-sia. Semoga karya tulis dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi anak didik akan sia-sia. Semoga karya tulis dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi pembaca. Amiiin..
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Rachman, Maman. 2000. Reposisi, Reevaluasi, dan Redefinisi Pendidikan Nilai Bagi Generasi Rachman, Maman. 2000. Reposisi, Reevaluasi, dan Redefinisi Pendidikan Nilai Bagi Generasi
Muda Bangsa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun Ke-7 Muda Bangsa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun Ke-7
Degeng, S Nyoman,1989,Taksonomi Variabel , Jakarta, Depdikbud. Degeng, S Nyoman,1989,Taksonomi Variabel , Jakarta, Depdikbud.
Hasan, S. Hamid. 2000. Pendekatan Multikultural untuk Penyempurnaan Kurikulum, Bandung: Hasan, S. Hamid. 2000. Pendekatan Multikultural untuk Penyempurnaan Kurikulum, Bandung:
Remaja Rosdakarya Remaja Rosdakarya
Joni, T. Raka. 1996. Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Dirjen Dikti Bagian Proyek PPGSD. Joni, T. Raka. 1996. Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Dirjen Dikti Bagian Proyek PPGSD.
Trianto, 2009, Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Jakarta, Prestasi Pustaka Trianto, 2009, Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Jakarta, Prestasi Pustaka
Publisher. Publisher.
PENDIDIKAN KARAKTER PENDIDIKAN KARAKTER
Abstrak Abstrak
Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan
pendidikan memiliki memiliki peran peran yang yang sangat sangat penting. penting. Berdasarkan Berdasarkan penelitian penelitian di di Harvard Harvard UniversityUniversity Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft skill. Pendidikan karakter bagi semua orang, khususnya lemah sekali dalam penguasaan soft skill. Pendidikan karakter bagi semua orang, khususnya bangsa Indonesia sendiri.
bangsa Indonesia sendiri.
Adapun beberapa masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini yaitu Bagaimana Adapun beberapa masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini yaitu Bagaimana hubungan pendidikan karakter dengan keberadaban bangsa dan upaya yang dilakukan serta hubungan pendidikan karakter dengan keberadaban bangsa dan upaya yang dilakukan serta gambaran dari pendidikan karakter yang sudah berhasil
gambaran dari pendidikan karakter yang sudah berhasil
Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, tidak diragukan lagi kalau masa Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, tidak diragukan lagi kalau masa depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan. Dan bila pendidikan depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan. Dan bila pendidikan karakter ini mengalami kegagalan sudah pasti dampaknya akan sangat besar bagi bangsa ini, karakter ini mengalami kegagalan sudah pasti dampaknya akan sangat besar bagi bangsa ini, negara kita akan semakin ketinggalan dari negara-negara lain.
negara kita akan semakin ketinggalan dari negara-negara lain.
Kata kunci Kata kunci
Pendidikan, Karakter Bangsa Pendidikan, Karakter Bangsa