7
LANDAS AN TEORI
2.1 Sistem Informasi Geografi
Dalam sub-bab ini akan dibahas mengenai beberapa pengertian yang berkaitan dengan sistem informasi geografi.
2.1.1 Pengertian Sistem
Pengertian dan definisi sistem pada berbagai bidang berbeda – beda, tetapi meskipun istilah sistem yang digunakan bervariasi, semua sistem pada bidang – bidang tersebut mempunyai beberapa persyaratan umum, yaitu sistem harus mempunyai elemen, lingkungan, interaksi, antara elemen dengan lingkungannya, dan yang terpenting adalah sistem harus mempunyai tujuan yang akan dicapai.
M enurut Gordon B.Davis (1974,p81), sistem dapat berupa abstrak atau fisis. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan – gagasan atau konsepsi – konsepsi yang saling bergantung.
Berdasarkan kutipan-kutipan yang diambil dari beberapa pengarang, pada prinsipnya, pengertian dari sistem di atas adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, terintegrasi, dan berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan dalam menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2.1.2 Pengertian Infomasi
M enurut McLeod (2007,p15), Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan
saat ini atau mendatang
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian - kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sasaran yang harus dicapai oleh suatu informasi adalah : 1. Akurasi
Informasi harus benar, karena informasi yang tidak akurat akan berakibat fatal kepada pengguna.
2. Tepat waktu
Informasi yang di terima tidak boleh terlambat karena merupakan landasan dalam mengambil keputusan.
3. Relevan
Informasi yang dihasilkan harus sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pemakai. 4. Reliabilitas
Tingkat kehandalan terhadap keakuratan informasi yang disajikan harus dapat dipertanggungjawabkan.
5. Lengkap
Informasi yang disajikan harus utuh dan terperinci.
2.1.3 Pengertian Sistem Informasi
M enurut Laudon (2006, p7), sistem informasi adalah sekumpulan komponen yang saling terkait, yang saling bekerjasama mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk pengambilan keputusan, koordinat, kontrol, analisa dan
visualisasi dalam organisasi.
Sistem informasi adalah penggabungan dari manusia, hardware, software, dan jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mampu mengumpulkan, mengubah, dan membagikan informasi dalam sebuah organisasi. O’Brien(2005,p6).
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan komponen yang melakukan pengumpulan data dan analisa data yang ada untuk menghasilkan suatu informasi yang dapat digunakan oleh penerimanya dalam pengambilan keputusan.
2.1.4 Pengertian Geografi
Geografi adalah ilmu tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi.
Kata geografi berasal dari bahasa Yunani yaitu geos (bumi atau permukaan bumi) dan graphien (melukis, mencitrakan, menjelaskan, atau menuliskan), maka berdasarkan asal katanya geografi dapat diartikan sebagai pencitraan atau pelukisan bumi.
Dalam arti yang lebih luas, geografi lebih sering diterima sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang permukaan bumi, penduduk, serta hubungan timbal balik antara keduanya.
M enurut Bintaro (1984,p), geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi baik yang fisikal maupun yang menyangkut mahkluk hidup beserta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan.
2.1.5 Pengertian Sistem Informasi Geografi
Definisi SIG (Sistem Informasi Geografi) selalu berkembang, bertambah dan bervariasi. Hal ini terlihat dari banyaknya definisi SIG yang telah beredar. Selain itu SIG merupakan bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif baru, digunakan oleh berbagai disiplin ilmu dan berkembang dengan cepat. Berikut ini adalah definisi – definisi SIG dari berbagai pustaka yang beredar.
1.M enurut Arronoff (1989) :
SIG sebagai suatu sitem berbasis komputer yang memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali),manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Hasil akhir (output) dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi.
2.M enurut Gistut (1994) :
SIG adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi
3.M enurut Burrough (1986) :
SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukan, menyimpan, mengelola, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan.
Dari definisi-definisi tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa SIG terdiri atas beberapa subsistem yaitu: data input, data output, data management , data manipulasi dan analysis
2.2 Komponen S istem Informasi Geografi
SIG dapat disajikan sebagai suatu paket perangkat lunak dan perangkat keras di mana komponen-komponen pendukungnya terdiri atas berbagai macam alat yang digunakan untuk menginput, memanipulasi, menganalisis, dan menghasilkan data (Burrough, 1986, p7).
2.2.1 Perangkat Keras
Perangkat keras atau hardware adalah perangkat fisik berupa komputer beserta instrumen pendukungnya. Secara garis besar perangkat keras dalam SIG dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
1. Alat masukan (input)
Alat untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer. M isalnya, scanner, digitizer, CD-ROM , disket, hard disk, dan pita magnetis.
2. Alat pemrosesan
Alat dalam sistem komputer yang berfungsi mengolah, menganalisis, dan menyimpan data yang masuk sesuai kebutuhan. M isalnya, Central Processing Unit (CPU), tape drive, dan disk drive.
3. Alat keluaran (output)
Alat yang berfungsi menayangkan informasi geografis dalam proses SIG. M isalnya, Visual Display Unit (VDU), plotter, dan printer.
Gambar 2.1 Skema perangkat keras SIG
Central Processing Unit (CPU) dihubungkan dengan disk drive sebagai unit penyimpanan yang menyediakan tempat untuk menyimpan data dan program. Digitizer, scanner atau komponen lain yang serupa digunakan untuk mengambil data dari peta dan komponen lainnya untuk kemudian diubah ke dalam format digital dan dikirim ke CPU. Plotter, printer atau komponen lain yang serupa digunakan untuk menampilkan hasil data yang telah diproses.
Tape drive digunakan untuk menyimpan data ke dalam magnetic tape atau untuk berkomunikasi dengan sistem lainnya. Komunikasi dengan komputer lain dapat dilakukan dengan menggunakan modem di mana pengguna melakukan kontrol atas komponen-komponennya melalui Visual Display Unit (VDU).
2.2.2 Perangkat Lunak
Perangkat lunak merupakan bagian dari sistem yang berfungsi untuk memasukkan, menyimpan dan menghasilkan data yang diperlukan. Sedangkan
mengenai skema perangkat lunak dalam SIG sendiri dapat dilihat pada gambar 2.2 . Bila dipandang dari sisi lain, SIG juga merupakan sistem perangkat lunak yang tersusun secara modular di mana basis data memegang peranan kunci. Setiap subsistem diimplementasikan dengan menggunakan perangkat lunak yang terdiri dari beberapa modul, hingga tidak mengherankan jika ada perangkat SIG yang terdiri dari ratusan modul program (*.exe) yang masing-masing dapat dijalankan sendiri secara terpisah.
Gambar 2.2 Skema perangkat lunak SIG
Data hasil penginderaan jarak jauh dan tambahan seperti data lapangan dan peta disatukan menjadi data dasar geografi. Data dasar tersebut dimasukkan ke dalam komputer melalui unit input untuk disimpan dalam hard disk. Bila diperlukan data yang telah disimpan tersebut dapat ditayangkan melalui layar monitor atau dicetak untuk laporan (dalam bentuk peta/gambar). Data ini juga dapat diperbaharui untuk menjaga agar data tetap sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Input tambahan Transformasi Penayangan dan pelaporan Basis data (dasar) geografi Input data
2.3 Keuntungan Penggunaan Sistem Informasi Geografi
Sistem informasi geografi menyimpan data seperti apa adanya, sesuai dengan skala aslinya. Data keruangan yang dimiliki oleh SIG disimpan dalam bentuk digital dan disimpan menggunakan media penyimpanan digital berkapasitas besar.
M enurut Yousman (2004, p263), beberapa keuntungan penggunaan SIG adalah: 1. SIG memiliki kemampuan untuk menguraikan unsur-unsur yang terdapat
di permukaan bumi menjadi beberapa lapisan data spasial. Dengan penggunaan konsep lapisan dalam pemodelan, permukaan bumi dapat direkonstruksi kembali atau dirancang dalam bentuk tiga dimensi berdasarkan data ketinggiannya.
2. SIG dengan mudah menghasilkan peta – peta tematik yang dapat digunakan untuk menampilkan informasi - informasi tertentu. Peta – peta tematik tersebut dapat dibuat dari peta - peta yang sudah ada sebelumnya, hanya dengan manipulasi atribut – atributnya.
3. SIG mempunyai kemampuan untuk memilih dan mencari detail atau tema yang diinginkan, menggabungkan suatu kumpulan data dengan kumpulan data lainnya, melakukan perbaikan data, serta melakukan pemodelan dan menganalisis suatu keputusan dengan lebih cepat.
2.4 Pemetaan
Dalam sub-bab ini akan dibahas mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan peta secara garis besar.
2.4.1 Pengertian Peta
M enurut ICA (International Cartographic Association), peta merupakan gambaran atau representasi unsur – unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumu yang ada kaitannya dengan permukaan bumu atau benda- benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.
Peta merupakan dasar yang penting dalam SIG karena berfungsi sebagai sebuah sumber data, struktur dalam penyimpanan data dan alat untuk menganalisis dan mempertunjukkan data.
M enurut Burrough (1986, p13), peta adalah sekumpulan titik, garis dan area yang digunakan untuk mendefinisikan lokasi dan tempat yang mengacu pada sistem koordinat beserta dengan penggambaran atribut-atribut non-spasialnya. Peta biasanya direpresentasikan dalam dua dimensi tapi tidak menutup kemungkinan untuk dapat dipresentasikan dalam bentuk tiga dimensi.
2.4.2 Jenis Peta
Jenis peta berdasarkan isinya :
1. Peta Umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Peta umum ini memuat semua penampakan yang terdapat di suatu daerah, baik kenampakan fisis (alam) maupun kenampakan sosial budaya. Kenampakan fisis
misalnya sungai, gunung, laut, danau dan lainnya. Kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan kereta api, pemukiman kota dan lainnya.
2. Peta Khusus / Tematik
Peta khusus adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan (fenomena geosfer) tertentu, baik kondisi fisik maupun sosial budaya.
Contoh peta khusus: peta curah hujan, peta kepadatan penduduk, peta penyebaran hasil pertanian, peta penyebaran hasil tambang, chart (peta jalur penerbangan atau pelayaran).
Jenis peta berdasarkan Skalanya
Berdasarkan skalanya peta dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu :
1. Peta kadaster/teknik adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 100 sampai 1 : 5.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan peta tanah atau peta dalam sertifikat tanah, oleh karena itu banyak terdapat di Departemen Dalam Negeri, pada Dinas Agraria (Badan Pertanahan Nasional).
2. Peta skala besar adalah peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Peta skala besar digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit, misalnya peta kelurahan, peta kecamatan
3. Peta skala sedang adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1: 500.000. Peta skala sedang digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas, misalnya peta propinsi Jawa Tengah, peta propinsi maluku.
4. Peta skala kecil adalah peta yang mempunyai skala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 atau lebih. Peta skala kecil digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas, misalnya peta negara, benua bahkan dunia.
Jenis peta berdasarkan tujuannya : 1. Peta Pendidikan (Educational Map).
Contohnya: peta lokasi sekolah SLTP/SM U. 2. Peta Ilmu Pengetahuan.
Contohnya: peta arah angin, peta penduduk. 3. Peta Informasi Umum (General Information Map)
Contohnya: peta pusat perbelanjaan. 4. Peta Turis (Tourism Map).
Contohnya: peta museum, peta rute bus. 5. Peta Navigasi.
Contohnya: peta penerbangan, peta pelayaran. 6. Peta Aplikasi (Technical Application Map).
Contohnya: peta penggunaan tanah, peta curah hujan. 7. Peta Perencanaan (Planning Map).
Contohnya: peta jalur hijau, peta perumahan, peta pertambangan
Jenis peta berdasarkan kegunaannya : 1. Peta Referensi Umum
Peta yang digunakan untuk mengindentifikasi dan verifikasi macam – macam bentuk geografi termasuk fitur tanah, perkotaan, jalan dan sebagainya.
2. Peta M obilitas
Peta ini digunakan untuk membantu masyarakat dalam menentukan jalur dari satu tempat ke tempat lainnya, digunakan untuk perjalanan darat, laut dan udara.
3. Peta Invetaris
Peta yang menunjukkan lokasi dari fitur – fitur tertentu yang terdapat di suatu wilayah,seperti posisi gedung di suatu wilayah.
2.4.3 Komponen Peta
Komponen peta terdiri dari : 1. Isi Peta
Isi peta menunjukkan makna ide penyusun peta yang akan disampaikan kepada pengguna peta. Kalau ide yang disampaikan mengenai perbedaan curah hujan, isi peta tentunya berupa isohyet.
2. Judul Peta
Judul peta harus mencerminkan isi peta berupa isohyet. 3. Skala Peta dan Simbol Arah
Skala peta sangat penting dicantumkan untuk melihat tingkat ketelitian dan kedetailan objek yang dipetakan. Sebuah belokan sungai akan tergambar jelas pada peta dengan skala 1 : 10.000 dibandingkan dengan peta berskala 1 : 50.000. Kemudian bentuk-bentuk pemukiman akan terlihat lebih rinci dan detail pada peta berskala 1: 10.000 dibandingkan dengan peta berskala 1 : 50.000. Simbol arah dicantumkan dengan tujuan untuk orientasi peta. Arah utara lazim nya mengarah pada bagian atas peta. Kemudian berbagai tata
letak tulisan mengikuti arah tadi, sehingga peta menjadi nyaman untuk dibaca. Lebih jauh, arah juga penting sehingga pemakai peta dapat dengan mudah menyamakan objek dipeta dengan objek sebenarnya di lapangan.
4. Legenda atau Keterangan Peta
Agar pembaca peta dapat dengan mudah memahami isi peta, seluruh bagian dalam isi peta harus dijelaskan dalam legenda atau keterangan.
5. Inzet dan Index Peta
Peta yang dibaca harus diketahui dari bagian bumi sebelah mana area yang dipetakan tersebut. Inzet peta merupakan peta yang diperbesar dari bagian belahan bumi. Sebagai contoh pada saat pembuat peta ingin memetakan Pulau Jawa, Pulau Jawa merupakan bagian dari Kepulauan Indonesia yang di Inzet. Sedangkan index peta merupakan sistem tata letak peta, dimana menunjukkan letak peta yang bersangkutan terhadap peta yang lain di sekitarnya.
6. Grid
Dalam selembar peta sering terlihat dibubuhi semacam jaringan kotak-kotak atau grid sistem.
Tujuan pembuatan grid adalah untuk memudahkan penunjukan lembar peta dari sekian banyak lembar peta dan untuk memudahkan penunjukkan letak sebuah titik diatas lembar peta.
Cara pembuatan grid yaitu dengan membagi-bagi wilayah dunia yang luas ke dalam beberapa kotak. Tiap kotak diberi kode. Tiap kotak dengan kode tersebut kemudian diperinci dengan kode yang lebih terperinci lagi dan
begitu juga dengan kode seterusnya.
Salah satu jenis grid pada peta-peta dasar (peta topografi) di Indonesia antara lain :
Kilometering (kilometer fiktif) yaitu lembar peta dibubuhi jaringan kotak-kotak dengan satuan kilometer. Disamping itu ada juga grid yang dibuat oleh Tentara Inggris dan grid yang dibuat oleh Amerika (American Mapping Sistem). Untuk menyeragamkan sistem grid, Amerika Serikat sedang berusaha membuat sistem grid yang seragam dengan sistem UTM Grid Sistem dan UPS Grid Sistem.
7. Nomor Peta
Penomoran peta penting untuk lembar peta dengan jumlah besar dan seluruh lembar peta terangkai dalam satu bagian muka bumi.
8. Sumber / Keterangan Riwayat Peta
Sumber ditekankan pada pemberian identitas peta, meliputi penyusun peta, percetakan, sistem proyeksi peta, penyimpangan deklinasi magnetis, tanggal / tahun pengambilan data dan tanggal pembuatan / pencetakan peta dan lain sebagainya yang memperkuat identitas penyusunan peta yang dapat dipertanggungjawabkan.
2.5 Sistem Basis Data
Berikut ini akan dibahas mengenai berbagai hal seputar sistem basis data seperti Database Management System dan metode yang digunakan dalam pemodelan dan perancangan basis data.
2.5.1 Pengertian Basis Data
M enurut Turban, Rainer dan Potter (2003, p19), basis data adalah kumpulan berkas dan arsip yang terkumpul, tersusun dan saling berhubungan membentuk data dan hal lainnya yang tersimpan di suatu wadah atau tempat.
Pengertian basis data menurut Connolly dan Begg (2005, p14) adalah kumpulan data yang saling berhubungan secara logis dan saling berinteraksi serta menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Suatu basis data haruslah merupakan sebuah penyimpanan data besar yang dapat digunakan oleh berbagai pengguna atau bagian organisasi dalam waktu yang bersamaan.
Basis data adalah sebuah rangkaian data yang disimpan dalam suatu format yang sudah terstandarisasi, yang dirancang agar dapat digunakan oleh beberapa pengguna secara bersamaan. Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari berbagai catatan dan potongan pengetahuan, maka sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari beragam fakta yang tersimpan di dalamnya, yang disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data dan hubungan di antara obyek-obyek tersebut. Cara untuk mengorganisasikan skema atau memodelkan struktur basis data dikenal sebagai model basis data atau model data. M odel yang umum digunakan sekarang adalah model relasional yang telah dapat mewakili semua informasi yang terdapat dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan, di mana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom. Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. M odel yang lain, seperti model hirarki dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
2.5.2 Database Management System
Database Management System (DBM S) adalah sebuah perangkat lunak yang ditulis khususnya untuk mengontrol struktur sebuah database dan mengakses data. Dalam DBM S, pergantian alamat hanya boleh dimasukkan sekali, dan informasi yang di-update akan tersedia dalam sembarang file yang sesuai.
Keuntungan dari Database Management System adalah: 1. Pengulangan Data Berkurang
Pengulangan data atau repetisi berarti bahwa field data yang sama (misal: alamat seseorang) muncul berkali-kali dalam file yang berbeda dan terkadang dalam format yang berbeda. Dalam sistem pemrosesan yang lama, file-file yang berbeda akan mengulang data yang sama sehingga memboroskan ruang penyimpanan. 2. Integritas Data M eningkat
Integritas data berarti data itu akurat, konsisten dan terbaru. Dalam sistem lama, ketika ada perubahan dalam sebuah file, perubahan ini tidak perlu dibuat dalam file lain. Akibatnya, beberapa laporan memiliki informasi yang tidak akurat. Dalam DBM S, berkurangnya pengulangan berarti meningkatkan kesempatan integritas data, karena semua perubahan hanya dilakukan di satu tempat.
3. Keamanan M eningkat
M eskipun berbagai departemen bisa berbagi pakai data, namun akses ke informas i bisa dibatasi hanya untuk pengguna tertentu. Hanya dengan menggunakan password maka informasi finansial, medis, dan nilai mahasiswa dalam databas e sebuah universitas tersedia hanya bagi mereka yang memiliki hak untuk mengetahuinya.
DBM S menawarkan prosedur standar untuk menambahkan, mengedit dan menghapus rekaman, juga untuk memvalidasi pemeriksaan untuk memastikan bahwa data yang tepat sudah dimasukkan dengan benar dan lengkap ke dalam masing-masing jenis field. Utilitas backup data membantu memastikan tersedianya data jika terjadi kegagalan sistem primer.
2.5.3 Primary Key
Primary key adalah sebuah atribut atau himpunan yang dipilih untuk mengidentifikasikan tuple – tuple atau record dalam table yang bersifat unik. Unik memiliki arti tidak boleh ada duplikat atau key yang untuk dua atau lebih tuple atau record salam sebuah table (Connolly,2002,p79)
2.5.4 Foreign Key
Foreign Key berdasarkan Connolly dan Begg (2005, p79) adalah sebuah atribut atau himpunan atribut dalam sebuah tabel yang merujuk pada key yang terdapat pada tabel lain. Foreign Key berfungsi untuk menggambarkan hubungan antara satu tabel dengan tabel yang lainnya.
2.5.5 Table
Table adalah suatu relasi data yang digambarkan dalam kolom dan baris (Connolly, 2002,p72)
Field dalam konteks database biasanya sering disebut dengan atribut. Field merupakan kolom dari sebuah tabel atau relasi (Connolly,2002,p72).
2.5.7 Record
Record adalah suatu baris data atau informasi dalam sebuah tabel. Record sering disebut juga tuple (Connolly,2002,p73)
2.5.8 Entitas Relationship Diagram(ERD)
Entity relationship diagram menunjukkan hubungan antar data berdasarkan persepsi nyata yang terdiri dari sekumpulan obyek dasar yang disebut entitas dan hubungan antar entitas-entitas tersebut.
Jenis mapping cardinality menurut Eaglestone (2001, p125), antara lain: 1. One to one
Hubungan antara entitas x dan y di mana setiap satu x berhubungan ke satu atau lebih y, tetapi setiap satu y berhubungan dengan satu atau hanya satu x.
2. One to many
Hubungan antara entitas x dan y di mana setiap satu x berhubungan ke satu atau lebih y, tetapi setiap satu y berhubungan dengan satu atau hanya satu x.
3. Many to many
Hubungan antara entitas x dan y di mana setiap satu x mungkin berhubungan ke satu atau lebih y, dan setiap satu y mungkin berhubungan dengan satu atau lebih x.
4. Zero or one to many
Hubungan antara entitas x dan y di mana setiap satu x mungkin berhubungan ke satu atau lebih y, tetapi setiap satu y hanya berhubungan ke satu x atau tidak sama sekali.
2.6 Data Flow Diagram
M enurut McLeod (2004, p171), data flow diagram adalah gambaran dari suatu sistem yang menggunakan sejumlah bentuk simbol untuk menunjukkan aliran data melalui proses-proses yang saling berkaitan. Simbol menggambarkan hubungan antar elemen, proses, aliran data, dan penyimpanan data.
M enurut Whitten (2004, p326), data flow diagram adalah alat yang menggambarkan aliran data melalui sistem kerja atau pengolahan yang dilakukan oleh sistem tersebut.
Terdapat tiga tingkatan dalam diagram aliran data, yaitu: a. Diagram konteks
M erupakan tingkatan tertinggi yang menggambarkan input dan output sistem. Terdiri dari satu proses yang tidak memiliki data store.
b. Diagram nol
M emiliki data store. Jika terdapat diagram tidak rinci, maka diberikan tanda asterik.
c. Diagram rinci
M erupakan rincian dari diagram nol atau diagram tingkat sebelumnya. Proses yang ada sebaiknya tidak melebihi tujuh proses
Terdapat tiga simbol dan satu koneksi dalam DFD, yaitu:
a. Persegi panjang tumpul menyatakan proses atau bagaimana tugas dikerjakan;
Gambar 2.3 Proses DFD
b. Persegi empat menyatakan agen eksternal dan batasan sistem tersebut;
Gambar 2.4 A gen eksternal DFD
c. Kotak berujung terbuka menyatakan data store, terkadang disebut basis data;
Gambar 2.5 Data store DFD
d. Panah menyatakan aliran data atau input ke dan output dari suatu proses.
Gambar 2.6 Aliran data DFD
2.7 State Transition Diagram
State transition diagram adalah diagram yang terdiri dari lingkaran untuk menggambarkan titik dan segmen garis lurus untuk representasi transisi antar titik. Satu atau lebih aksi mungkin dapat berasosiasi dengan setiap transisi.
Diagram transisi bertugas untuk menunjukkan urutan-urutan fungsi yang dijalankan sebuah sistem. Dalam beberapa sistem bisnis, model ini tidak perlu diperhatikan mengingat urutan yang ada sudah diketahui dengan tepat.
M enurut Pressman (2001, p317), state transition diagram (STD) menggambarkan kebiasaan dari suatu sistem dengan menunjukkan kondisi dan kejadian yang menyebabkan perubahan suatu kondisi.
M enurut Whitten (2004, p636), state transition diagram adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan urutan dan variasi layar yang dapat muncul ketika pengguna sistem menjalankan sistem
Komponen utama dari sebuah diagram transisi adalah state dan anak panah yang mewakili perubahan state. State adalah sekumpulan keadaan atau atribut karakter seseorang atau sesuatu pada waktu tertentu.
Gambar 2.7 State pada diagram transisi
Gambar 2.8 Penanda perubahan pada diagram transisi
aksi kondisi
Terdapat dua macam pendekatan yang dapat digunakan dalam pembuatan diagram transisi yaitu :
a. M endefinisikan semua state yang mungkin pada sistem dengan cara menampilkan ke dalam bentuk kotak-kotak terpisah, kemudian mencari hubungan yang ada antar kotak;
b. Inisialisasi state, dimulai dari state paling awal kemudian dilanjutkan ke state-state berikutnya hingga sampai ke state-state akhir.
2.8 AS URANS I
Berikut ini akan dibahas mengenai berbagai hal seputar asuransi. 2.8.1 PENGERTIAN AS URANS I
Asuransi dalam hal hukum dan ekonomi adalah suatu bentuk dari management resiko terutama digunakan untuk melindungi nilai terhadap resiko kerugian contingent. Secara sempit asuransi adalah sebuah system untuk merendahkan kehilangan financial dengan menyalurkan resiko kehilangan dari seseorang atau badan ke badan lainnya.
Asuransi dalam Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
Badan yang menyalurkan risiko disebut "tertanggung", dan badan yang menerima risiko disebut "penanggung". Perjanjian antara kedua badan ini disebut kebijakan: ini adalah sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. Biaya yang dibayar oleh "tetanggung" kepada "penanggung" untuk risiko yang ditanggung disebut "premi". Ini biasanya ditentukan oleh "penanggung" untuk dana yang bisa diklaim di masa depan, biaya administratif, dan keuntungan.
Contohnya, seorang pasangan membeli rumah seharga Rp. 100 juta. M engetahui bahwa kehilangan rumah mereka akan membawa mereka kepada kehancuran finansial, mereka mengambil perlindungan asuransi dalam bentuk kebijakan kepemilikan rumah. Kebijakan tersebut akan membayar penggantian atau perbaikan rumah mereka bila terjadi bencana. Perusahaan asuransi mengenai mereka premi sebesar Rp1 juta per tahun. Risiko kehilangan rumah telah disalurkan dari pemilik rumah ke perusahaan asuransi.
2.8.2 Keuntungan Perusahaan Asuransi
Perusahaan asuransi juga mendapatkan keuntungan investasi. Ini diperoleh dari investasi premi yang diterima sampai mereka harus membayar klaim. Uang ini disebut "float". Penanggung bisa mendapatkan keuntungan atau kerugian dari harga perubahan float dan juga suku bunga atau deviden di float. Di Amerika Serikat, kehilangan properti dan kematian yang tercatat oleh perusahaan asuransi adalah US$142,3 milyar dalam waktu lima tahun yang berakhir pada 2003. Tetapi keuntungan total di periode yang sama adalah US$68,4 milyar, sebagai hasil dari float.
2.8.3 Prinsip dasar asuransi
Dalam dunia asuransi ada 6 macam prinsip dasar yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Insurable interest Hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.
2. Utmost good faith Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah : si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas obyek atau kepentingan yang dipertanggungkan.
3. Proximate cause Suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.
4. Indemnity Suatu mekanisme dimana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).
5. Subrogation Pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.
6. Contribution Hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama-sama kewajibannya terhadap tertanggun g untuk ikut memberikan indemnity.
2.9 Bengkel
Berikut ini akan dibahas mengenai berbagai hal seputar bengkel. 2.9.1 Pengertian Bengkel
Bengkel dalam hal fungsi merupakan unit kerja yang mengerjakan hal-hal yang bersifat technical, misal bengkel mobil yang berfungsi sebagai tempat memperbaiki atau merubah fungsi pada kendaraan roda empat. Bengkel juga dapat berupa pabrik kecil yang berisi tukang dan peralatan nya yang bertujuan memproduksi barang.
Pekerja dalam bengkel disebut “montir” atau “tukang”. Tugas dari kedua pihak tersebut yaitu memperbaiki kerusakan suatu barang atau kendaraan dan merubah atau mengganti fungsi dari barang sesuai keinginan konsumen.
Contohnya apabila seseorang mengalami kecalakaan dan kendaraan nya mengalami kerusakaan, maka ia akan menyambangi bengkel untuk memperbaiki kendaraannya agar kembali ke kondisi seperti sedia kala. Bengkelmobil juga biasa didatangi konsumen yang ingin mengganti parts bawaan kendaraannya dengan parts lain yang diinginkan.
2.9.2 Keuntungan Bengkel
Bengkel resmi biasa mendapatkan keuntungan lebih dari menjual spare parts dan ongkos service yang tinggi, tetapi di lain pihak bengkel resmi wajib menjalankan
kewajiban sebagai pengguna merek kepada Agen Tunggal Pemegang M erek, misalkan bengkel resmi mobil Toyota wajib membayar lisensi kepada PT. Toyota Astra M otor sebagai pemegang merek Toyota di Indonesia. Bengkel non resmi biasanya mendapatkan keuntungan yang lebih sedikit dikarenakan persaingan usaha yang tinggi, tetapi karena pangsa pasarnya yang lebih luas memungkinkan bengkel non resmi menjadi alternative konsumen.