• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANGGARAN RUMAH TANGGA INDONESIAN HOTEL GENERAL MANAGER ASSOCIATION (THGMA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANGGARAN RUMAH TANGGA INDONESIAN HOTEL GENERAL MANAGER ASSOCIATION (THGMA)"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

ANGGARAN RUMAH TANGGA

INDONESIAN HOTEL GENERAL MANAGER ASSOCIATION

(THGMA)

(2)

BAB I

DASAR PENYUSUNAN Pasal

{

Anggaran Rumah Tangga yang selanjutnya disingkat ART disusun berdasarkan Anggaran Dasar IHGMA.

Pasal 2

ATR]BUT, LOGO DAN MARS

1.

ATRIBUT

Semua atribut yang dipakai dalam kegiatan kepanitiaan maupun kegiatan lain

yang

membawa

nama

organisasi IHGMA

harus

mencerminkan identitas lHGMA,Atribut IHGMA terdiri dari

a. Lambang b. Bendera c. Seragam d. Kartu Anggota e. Mars l[-lGI\]lA

f.

Sirnbol-

simbol IHGMA lainnya

2.

Ketentuan pernakaian

Atribut:

a.

Sernua atribut IHGMA hanya untuk kebutuhan dan keperluan kegiatan yang berhubungan dengan organisasi IHGMA.

b"

Pemakaian Atribut THGMA Warus mencerminkan identitas Organisasi IHGMA

c.

Semua atribut IHGMA hanya dipakaidalam kegiatan yang

berhubungan dengan ResmiOrganisasi IHGMA. Yaitu Rapat Internal IHGMA dan Eksternal IHGMA

d.

Penggunaan MARS IHGMA dikhususkan pada saat Kongres Nasional dan Acara /Event IHGMA berskala Nasionaldan lnternational

e.

Segala macam bentuk pengunaan Atribut IHGMA harus diajukan terlebih dahulu dan mendapat persetujuan secara tertulis dari Ketua

DPP.

f.

Atribut IHGMA tidak dapat diproduksi dan diperjual belikan untuk keuntungan pribadi.

g.

Penjualan Merchandise berartibute IHGMA harus dilakukan oleh Bidang keanggotaan dengan keuntungan yang dimasukan kekas organisasi, demikian juga untuk di level DPC/DPD, semua pengadaan atribute organisasi harus sepengetahuan dan seijin Ketua DPD/DPC sehingga tidak dlsalah gunakan"

(3)

b.

3.

Lambang dan

ldentitas

IHGMA

Lambang dan ldentitas Organisasi disahkan oleh Kongres dan segala Perubahan Lambang hanya boleh dilakukan oleh Kongres :

a.

Logo

Keterangan Logo

BULAT dan KEPULAUAN INDONESIA

Mengambarkan : Kesatuan yang tak terpisahkan didalam upaya menjunjung tinggi lntegritas sebagai lndonesian Hotel General Manager

Mengambarkan : Networking yang berdasarkan persahabatan yang hangat dan saling membantu di dalam hal yang positif

Mengarnbarkan . Profesionalisme berdasarkan pengetahuan yang mutakhir dan wawasan lingkungan yang luas

MARS

IHGMA

a.

MARS Musik atau Lagu IHGMA adalah komposisi musik

dengan irama teratur dan kuat. Mars tersebut merupakan Lagu Mars yang diatur dalam birama genap 214, dengan tempo cepat.

b.

MARS

-

IHGMA adalah

Mars

Organisasi, merupakan musik dan lagu yang secara khusus disusun dan diciptakan pada Tanggal 13 4.

(4)

5.

April 2A17 dan sebagai upaya untuk meningkatkan dan menggugah

semangat

kita

sebagai

citra

lnsan

Pariwisata lndonesia

yang memiliki cita-cita mulia untuk ikut memajukan Pariwisata khususnya dunia Perhotelan didaerahnya masing-masing dan lndonesia secara menyeluruh.

OFFIC]AL WEBSITE IHGIT'A

a.

Official Website IHGMA adalah : www.ihsma.ors

b.

Website DPP merupakan master website untuk organisasi IHGMA

c.

Website

DPD

merupakan

website sebagai pages

tambahan

bagi masing-masing

DPD

dan

untuk pemakaiannya digunakan

dan

diatur oleh DPD masing-masing

d-

Sernua Official

Website DPP

maupun

DPD

diatur

I

disupervisi oleh

(5)

BAB II KEANGGOTAAN

Pasal 3

Pada

dasarnya

seluruh tenaga

yang

bergerak

dan

berprofesi

sebagai

General

Manager/

Hotel

Manager/ Resldenf

Manager/

Villa

Manager/Operation Manager/Executive Assrsfanf Manager

atau

yang

menduduki

jabatan

tertinggi di

sebuah hotel dapat menjadi anggota IHGMA, keanggotaan ini bersifat nasional dan melekat sebagai profesi individu maka selama masih tercatat sebagai anggota di

DPD/DPC anggota

berhak untuk

mendapatkan

dan

menggunakan fasilitas yang melekat sebagai members dilingkup nasional dan berlaku disetiap DPDi DPC.

TATA CARA PENERIMAAN, HAK,DAN KEWAJIBAN KEANGGOTAAN Pasal 4

TATA CARA PENERIMAAN ANGGOTA

Anggota

Biasa I

Authorized

Member harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a.

Penerimaan anggota biasa dilakukan oleh pengurus cabang setempat melalui pendaftaran tertulis atau secara on line dan pernyataan persetujuan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan Kode

Etik

IHGMA

b.

Warga Negara lndohesia

c.

Mengisi

surat

pendaftaran

sebagai

calon

anggota

dan

disahkan

oleh

pengurus

d.

Memberikan data-data

terupdate:

Pas

Photo,

KTP,

NPWP

Pribadi, serta nama property yang dipimpin.

e.

Membayarkan uang pangkal dan uang iuran tahunan

f.

Berpendidikan

Sekolah Kejuruan

Perhotelan

atau

Sekolah Umum

atau mempunyai pengalaman kerja dalam bidang perhotelan

g.

Dapat memahami azas dan tujuan

-

IHGMA serta atas dasar pertimbangan mendalam

h.

Menjabat aktif sebagai General Manager/ Hotel Manager/ Resident Manager/ Villa Manager /Operation Manager

/

Executive Assisfanf Manager pada saat mendaftar

i.

Bila belum ada cabang IHGMA ditempat calon anggota sebagaimana ayat (1)

pendaftaran dilakukan melalui pengurus cabang terdekat.

j

Ketentuan lebih lanjut tata cara penerimaan anggota akan diatur dalam Tata Laksana

(6)

Anggota

Luar Biasa I Extraordinary Member harus memenuhi syaratsyarat sebagai berikut:

a.

Penerimaan

anggota

luar

biasa

dilakukan

oleh

Dewan Pengurus

Pusat IHGMA.

b.

Melalui pendaftaran tertulis dan pernyataan persetujuan terhadap Anggaran

Dasar

dan

Anggaran

Rumah Tangga

IHGMA

dan

Kode

Etik

IHGMA diakomodir dalam tata laksana organisasi

c.

Warga Negara lndonesia

d.

Mengisi

surat

pendaftaran

sebagai

calon

anggota

dan

disahkan

oleh pengurus

e.

Memberikan data-data terupdate : Pas Photo, KTP, NPWP Pribadi, serta nama property yang dipimpin atau pekerjaan yang dijalani.

f.

Membayarkan uang pangkal dan uang iuran tahunan

g.

Berpendidikan

Sekolah Kejuruan

Perhotelan

atau

Sekolah Umum

serta mempunyai pengalaman kerja dalam bidang perhotelan

h.

Dapat memahami azas dan tujuan

-

IHGMA serta atas dasar pertimbangan mendalam

i.

Berjasa dalam darma bhaktinya terhadap pengembangan mutu sumber daya manusia Perhotelan lndonesia.

j.

Sebagaimana hal pada butir

(f)

Calon Anggota Luar

Biasa

dapat diajukan, diusulkan, oleh DPC atau DPD maupun DPP untuk mendapatkan persetujuan oleh Pengurus Pusat

k.

Sebelumnya

pernah

menjabat

aktif

sebagai

General Manager/

Hotel Manager/ Resident Manager/ Villa Manager /Operation Manager

/

Executive Assrsfanf Manager pada saat mendaftar

l.

Anggota biasa namun sudah memegang jabatan senior

seperti :

Busrness

Development

Director,

Corporate

General Manager,

Vice

President,

Managing Director,

Chief

Executive

Office,

Chief

Operating

Officer,

Hospitality Consultanf, atau jabatan setara

m.

Keanggotaan

Luar Biasa

jika

Anggota

biasa

sebagaimana

hal

yang sebelumnya

sudah tercatat sebagai anggota biasa

dan

bekerja

sebagai

General

Manager/

Hotel

Manager/

Resident

Manager/

Villa

Manager

/Operation

Manager

/

Executive. namun

sudah

tidak

lagi

bekerja

atau menjabat

di

posisinya sebagai General Manager/ Hotel Manager/ Resident

Managerl Villa

Manager /Operation Manager

/

Executive,

maka

otomatis menjadi Anggota Luar Biasa.

n.

Dalam butir (m) maka dengan pemberian masa tenggang paling lama 1 tahun setelah berhenti dari jabatannya. Dan setelah masa tenggang berakhir dan

yang

bersangkutan

belum

aktif

memegang

jabatan

yang keanggotannya sebagai anggota IHGMA dinyatakan gugur

(7)

Anggota

Dewan Kehormatan harus memenuhi syarat syarat sebagai berikut :

a.

Warga Negara lndonesia

b.

Mengisi

surat

pendaftaran

sebagai

calon

anggota

dan

disahkan

oleh pengurus dan selanjutnya diberikan Sertifikat pengangkatan sebagai Dewan Kehormatan oleh Pengurus DPP

c.

Membuat surat kesediaan sebagaiAnggota Dewan Kehormatan.

d.

Memberikan data-data terupdate: Pas Photo Terakhir, KTP, NPWP Pribadi,

serta nama property yang dipimpin atau pekerjaan yang dijalani.

e.

Dapat memahami azas dan tujuan

-

IHGMA serta atas dasar pertimbangan mendalam

f

.

Pendiri IHGMA

atau

pernah menduduki jabatan strategis

di

Kepengurusan

Pusat periode sebelumnya

g.

Anggota Dewan Kehormatan adalah warga Negara lndonesia yang diianggap berjasa dalam darma bhaktinya terhadap pengembangan mutu sumber daya manusia Perhotelan lndonesia.

atau

karena jasa-jasanya

yang luar

biasa kepada perkembangan industri perhotelan dan pariwisata di lndonesia.

h.

Dewan Kehormatan tertera juga didalam susunan organisasi DPP.

i.

Dewan

Kehormatan

di

DPP dipilih

langsung

oleh

Dewan

Kehormatan sebelumnya

Anggota

Dewan Penasehat & Dewan Pakar harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a.

Warga Negara lndonesia

b.

Mengisi

surat

pendaftaran

sebagai

calon

anggota

dan

disahkan

oleh

pengurus dan selanjutnya diberikan Sertifikat pengangkatan sebagai Dewan Penasehat

dan

Anggota Dewan Pakar

c.

Membuat

surat

kesediaan sebagai Anggota Dewan Kehormatan

/

Anggota Dewan Pakar.

d.

Memberikan data-data terupdate: Pas Photo Terakhir, KTP, NPWP Pribadi, serta nama property yang dipimpin atau pekerjaan yang dijalani.

e.

Dapat memahami azas dan tujuan

-

IHGMA serta atas dasar pertimbangan mendalam

f

.

Anggota Dewan Penasehat dan Anggota Dewan Pakar adalah warga Negara

lndonesia

yang

diianggap

berjasa dalam darma

bhaktinya

terhadap pengembangan

mutu

sumber

daya

manusia

Perhotelan lndonesia. atau

karena

jasa-jasanya

yang

luar

biasa kepada

perkembangan

industri perhotelan dan pariwisata di lndonesia.

(8)

g.

Dewan Penasehat tertera juga didalam susunan organisasi

di

DPC maupun

DPD,

h.

Dewan Penasehat di DPD dan DPC diajukan, diusulkan, oleh DPD atau DPC

untuk dimintakan persetujuan oleh Dewan Pimpinan Pusat

Anggota Asosiasi

/ Assocrate Member harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a.

Warga Negara lndonesia atau Perusahaan yang berniaga diwilayah lndonesia

b.

Mengisi surat pendaftaran sebagai calon anggota dan disahkan oleh pengurus

c.

Memberikan data-data terupdate: Pas Photo, KTP, NPWP Pribadi, serta nama property yang dipimpin atau pekerjaan yang dijalani.

d.

Membayarkan uang pangkal dan uang iuran tahunan sesuai dengan kategori member

e.

Berkeinginan untuk berdarma bhaktiterhadap pengembangan mutu sumber daya manusia Perhotelan lndonesia dan kemajuan dunia perhotelan di

lndonesia

f.

Dapat memahami azas dan tujuan - IHGMA serta atas dasar pertimbangan mendalam

g.

Diajukan, diusulkan, oleh DPC atau DPD dan disetujui oleh Pengurus Pusat

h.

Anggota Asosiasi/Assocrafe Member terbagi dalam 3 kategori :

a.

Member Silver

b.

Member Gold

c.

Member Platinum

A.

Benefit Member Silver:.

a.

Anggota

Asosiasi

SrTver

terdaftar

secara

lengkap

pada

administrasi pengurus DPC / DPD /DPP.

b.

Anggota

Asosiasi

Silver berhak untuk mendapatkan pencatuman logo di

Website DPC

i

DPD tempat mendaftar atau diwebsite DPP.

c.

Anggota

Asosiasi

Silver berhak untuk

dapat

mengikuti

dan

menghadiri

seluruh agenda kegiatan bulanan

dan

kegiatan

lain

organisasi yang diselenggarakan oleh IHGMA baik di DPC, DPD dan DPP.

d.

Anggota

Asosiasi

Sitver berhak mendapatkan prioritas

/

informasi awal

untuk

dapat

mengikuti

dan

menghadiri

seluruh agenda

kegiatan organisasi yang diselenggarakan oleh IHGMA baik di DPC, DPD dan DPP

Anggota Asosiasi Silver berhak

mendapatkan

20 %

Potongan Harga

sebagai

sponsorship

dari

harga yang sudah

ditetapkan

untuk

dapat

(9)

mengikuti

dan

menghadiri

sebagai

sponsorship

dari

seluruh

agenda kegiatan kegiatan organisasi yang diselenggarakan

oleh

IHGMA baik di

DPC, DPD dan DPP

Di

dalam mengikuti dan menghadiri seluruh agenda kegiatan organisasi yang diselenggarakan

oleh

IHGMA

baik

di

DPC, DPD

dan

DPP.wajib untuk mengikuti semua term & condition yang sudah I akan ditetapkan Di dalam mengikuti

dan

menghadiri seluruh agenda kegiatan organisasi

yang

diselenggarakan

oleh

IHGMA

baik

di

DPC, DPD

dan

DPP

,

Anggota Asosiasi Silver hanya dapat diwakili

oleh

1

(

satu

)

orang yang terdaftar / tercatat sebagai anggota

Anggota Asosiasi Silver berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul

saran, pertanyaan lisan/tertulis serta mengikuti kegiatan organisasi, tetapi tidak mempunyai hak suara dan tidak dapat memilih serta dipilih sebagai Pengurus

Anggota Asosiasi Silver berkewajiban menjunjung tinggi azas dan nama baik organisasi serta menjaga dan memelihara martabat dan Negara lndonesia

Anggota Asosiasi Silverwajib memenuhi semua ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik insan perhotelan lndonesia serta peraturan lain yang ditetapkan

oleh

IHGMA

Anggota Asosiasi SrTverwajib membayar dan menyelesaikan uang

pangkal , uang iuran dan kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan waktu yang ditetapkan

Anggota Asosiasi Silver yang belum melunasi kewajiban-kewajiban

sebagaimana tersebut, Pengurus Pusat akan memberhentikan sementara status keanggotaan yang bersangkutan

Anggota Asosiasi S/verwajib mengikuti secara aktif kegiatan organisasi dan sedikit-dikitnya separuh kegiatan-kegiatan tahunannya

Anggota Asosiasi Silverwajib memberitahukan kepada Sekertariat mengenai perubahan tempat kerja dan alamat tempat tinggalnya dalam waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak kepindahan tersebut Anggota Asosiasi Silver, berkewajiban menjunjung tinggi dan

mengamalkan Kode Etik, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta segala peraturan dan keputusan IHGMA

Anggota Asosiasi Silver diharapkan menjaga dan mempertahankan kehormatan IHGMA . f. g. h, t. m. n. o.

p-B.

Benefit Member

Gold

.

(10)

a.

b.

Anggota Asosiasi Gold terdaftar secara lengkap pada administrasi pengurus DPC

i

DPD/DPP.

Anggota Asosiasi Gold berhak untuk mendapatkan fasilitas Link dengan

Flash di Website DPCIDPD IHGMA tempat mendaftar atau diwebsite

DPP.

Anggota Asosiasi Gold berhak untuk mendapatkan pencatuman logo dan alamat lengkap diWebsite DPC

/

DPD dan Website DPP

Anggota Asosiasi Gold berhak mendapatkan prioritas

/

informasi awal untuk

dapat

mengikuti dan menghadiri seluruh agenda kegiatan organisasi yang diselenggarakan oleh IHGMA baik di DPC, DPD dan

DPP.

Anggota

Asosiasi

Gold

berhak

mendapatkan

2A

o/o Potongan Harga

sebagai

sponsorship

dari

harga

yang sudah

ditetapkan untuk

dapat

mengikuti

dan

menghadiri

sebagai

sponsorship

dari

seluruh

agenda kegiatan kegiatan organisasi yang diselenggarakan

oleh

IHGMA baik di

DPC, DPD dan DPP

Di dalam mengikuti dan menghadiri seluruh agenda kegiatan seluruh agenda kegiatan bulanan dan kegiatan lain organisasi yang

diselenggarakan

oleh

HGMA baik di DPC, DPD dan DPP , Anggota Asosiasi

Gold

hanya dapat diwakili oleh 2 ( dua ) orang yang terdaftar

/

tercatat sebagai anggota,

Di dalam mengikuti dan menghadiri seluruh agenda kegiatan organisasi yang diselenggarakan

oleh

IHGMA baik di DPC, DPD dan DPP.wajib untuk mengikuti semua term & condition yang sudah / akan ditetapkan Anggota Asosiasi Gold berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul

saran, pertanyaan lisan/tertulis serta mengikuti kegiatan organisasi, tetapi tidak mempunyai hak suara dan tidak dapat memilih serta dipilih sebagai Pengurus

Anggota Asosiasi Go/d berkewajiban menjunjung tinggi azas

dan

nama

baik

organisasi

serta

menjaga

dan

memelihara

madabat

dan

Negara lndonesia

Anggota Asosiasi

Gold

wajib

rnemenuhi

semua

ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik insan perhotelan lndonesia serta peraturan lain yang ditetapkan oleh IHGMA.

Anggota Asosiasi

Gold

wajib

membayar

dan

menyelesaikan uang

pangkal,

uang

iuran

dan

kewajiban keuangan

lainnya sesuai

dengan

d. e. f. g. h. i. k.

waktu yang ditetapkan j

(11)

l.

Anggota

Asosiasi Gold

yang

belum

melunasi

kewajiban-kewajiban sebagaimana tersebut, Pengurus Pusat akan memberhentikan sementara status keanggotaan yang bersangkutan

m. Anggota Asosiasi Go/d

wajib

mengikuti secara aktif kegiatan organisasi da n sed i kit-d ikitnya separu h keg iatan-keg iatan tah u nan nya

n.

Anggota Asosiasi Gald

wajib

memberitahukan

kepada

Sekertariat mengenai perubahan tempat kerja

dan

alamat tempat tinggalnya dalam waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak kepindahan tersebut

o.

Anggota Asosiasi

Gold,

berkewajiban menjunjung

tinggi

dan mengamalkan Kode Etik, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta segala peraturan dan keputusan IHGMA

p.

Anggota Asosiasi

Gold

diharapkan

menjaga

dan

mempertahankan kehormatan IHGMA

C.

Benefit Member

Platinum

:

a.

Anggota Asosiasi Platinum terdaftar secara lengkap pada administrasi pengurus DPC

/

DPD/DPP.

b.

Anggota Asosiasi Platinum berhak untuk mendapatkan fasilitas Link

dengan

Flash

Website

DPC/DPD IHGMA

tempat

mendaftar tempat mendaftar dan diwebsite DPP.

c.

Anggota Asosiasi Platinum berhak untuk mendapatkan pencatuman logo dan alamat lengkap di Website DPC / DPD tempat mendaftar atau diwebsite DPP.

d.

Anggota Asosiasi Platinum berhak mendapatkan prioritas

i

informasi awal untuk dapat mengikuti dan menghadiri seluruh agenda kegiatan organisasi yang diselenggarakan oleh IHGMA baik

di

DPC, DPD dan DPP.

e.

Anggota Asosiasi Platinum berhak

mendapatkan

2A

o/o Potongan Harga sebagai sponsorship

dari

harga yang sudah ditetapkan untuk

dapat

mengikuti

dan

menghadiri sebagai sponsorship

dari

seluruh

agenda

kegiatan kegiatan organisasi

yang

diselenggarakan oleh IHGMA baik di DPC, DPD dan DPP

f.

Di dalam mengikuti dan menghadiri seluruh agenda kegiatan bulanan

dan

kegiatan

lain

organisasi organisasi

yang

diselenggarakan oleh IHGMA baik di DPC, DPD dan DPP.wajib untuk mengikuti semua ferm

& condition yang sudah

I

akan ditetapkan.

(12)

DPP , Anggota Asosiasi Platinum hanya dapat diwakili oleh

3

( tiga )

orang yang terdaftar / tercatat sebagai anggota

h.

Anggota

Asosiasi

Platinum

berhak

mengeluarkan

pendapat,

mengajukan

usul saran,

pertanyaan

lisan/tertulis

serta

mengikuti kegiatan organisasi, tetapi tidak mempunyai hak suara dan tidak dapat memilih serta dipilih sebagai Pengurus

i.

Anggota Asosiasi Platinum berkewajiban menjunjung tinggi azas dan nama

baik

organisasi

serta

menjaga

dan

memelihara martabat dan Negara lndonesia

j.

Anggota Asosiasi

Platinum

wajib

memenuhi

semua

ketentuan

Anggaran

Dasar,

Anggaran

Rumah Tangga,

Kode

Etik

insan

perhotelan lndonesia serta peraturan lain yang ditetapkan oleh IHGMA.

k.

Anggota Asosiasi Platinum wajib membayar dan menyelesaikan uang

pangkal, uang iuran dan kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan waktu yang ditetapkan

l.

Anggota Asosiasi Platinum yang belum melunasi kewajiban-kewajiban

sebagaimana

tersebut, Pengurus Pusat

akan

memberhentikan sementara status keanggotaan yang bersangkutan

m.

Anggota

wajib

Asosiasi Platinum mengikuti

secara

aktif

kegiatan

organ isasi dan sed ikit-dikitnya separuh kegiatan-kegiatan tahunan nya

n.

Anggota Asosiasi Platinum wajib memberitahukan kepada Sekertariat

mengenai

perubahan

tempat kerja

dan

alamat tempat

tinggalnya

dalam waktu

selambat-lambatnya

1

(satu) bulan

sejak

kepindahan tersebut

o.

Anggota Asosiasi

Platinum,

berkewajiban

menjunjung

tinggi

dan mengamalkan

Kode Etik,

Anggaran Dasar

dan

Anggaran

Rumah Tangga serta segala peraturan dan keputusan IHGMA

p.

Anggota Asosiasi Platinum diharapkan menjaga dan mempertahankan kehormatan IHGMA

Pasal 5

HAK ANGGOTA

Setiap

anggota,

berhak

mengeluarkan

pendapat,

mengajukan usul/saran ataupun pertanyaan lisan/tertulis kepada Pengurus melalui jenjang kepengurusan organisasi

Setiap anggota, berhak mengikuti semua kegiatan organisasi

Setiap anggota mempunyai Hak suara dan dapat memilih serta dipilih sebagai Pengurus di DPC, DPD dan DPP.

b. c.

(13)

d.

e.

f.

g.

h.

Setiap anggota kecuali anggota asosiasi berhak mendapatkan bantuan

dan

asistensi

dalam

menghadapi persoalan

sehubungan dengan pelaksanaan tugasnya secara bertang g u n g jawab

Setiap anggota berhak meminta putusan banding dari Kongres apabila

ia

berkeberatan

atas

keputusan

yang

diambil

oleh

Dewan Pimpinan Pusat, kecuali atas keputusan yang dimaksud dalam / pada pasal ini

Setiap anggota berhak mengikuti seluruh kegiatan organisasi dengan

mendapatkan

fasilitas

khusus, termasuk menghadiri

kegiatan peningkatan mutu manajerial yang diselenggarakan oleh IHGMA

Setiap anggota kecuali anggota asosiasi berhak untuk mendapatkan pengakuan keahliannya, melalui sistem akredetasi dan sertifikasi, yang pelaksanaannya akan diatur didalam peraturan tersendiri

Khusus untuk semua Anggota

Kehormatan,Dewan Penasehat dan

Dewan Pakar, berhak

mengeluarkan

pendapat,

mengajukan usul

saran,

pertanyaan lisan/tertulis

serta

mengikuti kegiatan organisasi, tetapi tidak mempunyai hak suara dan tidak dapat memilih serta dipilih sebagai Pengurus.

Pasal 6

KEWAJIBAN ANGGOTA

Setiap anggota berkewajiban menjunjung tinggi azas

dan

nama baik

organisasi

serta

menjaga

dan

memelihara

martabat

dan

Negara lndonesia

Setiap anggota

wajib

memenuhi semua ketentuan Anggaran Dasar,

Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik insan perhotelan lndonesia serta peraturan lain yang ditetapkan oleh IHGMA

Setiap anggota wajib membayar

dan

menyelesaikan uang iuran dan kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan waktu yang ditetapkan

Anggota

yang

belum

melunasi

kewajiban-kewajiban sebagaimana

tersebut

pada butir

(c)

diatas,

Pengurus

Pusat berhak

untuk memberhentikan sementara status keanggotaan yang bersangkutan Setiap anggota

wajib

mengikuti secara aktif kegiatan organisasi dan

sed ikit-d ikitnya sepa ru h kegiatan-keg iatan tah una n nya

Setiap anggota wajib memberitahukan kepada Sekretariat DPP bidang keanggotaan mengenai perubahan tempat kerja

dan

alamat tempat tinggalnya

dalam waktu

selambat-lambatnya

1

(satu) bulan

sejak

a. b. c. d. 6 kepindahan tersebut.

(14)

g.

h.

Seluruh Anggota berkewajiban menjunjung

tinggi dan

mengamalkan Kode Etik, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta segala peraturan dan keputusan IHGMA

Seluruh Anggota

berkewajiban

menjaga

dan

mempertahankan kehormatan Individu dan Organisasi IHGMA

Anggota IHGMA

wajib

untuk

tidak

merangkap

anggota

dan

atau merangkap jabatan pada organisasi sejenis

dan

atau organisasi lain

karena

dapat

mengganggu

kinerja

organisasi,

agar tidak

terdapat konflik kepentingan

dan tidak

bertentangan secara fungsional, serta tidak melanggar kehormatan dan atau tradisi luhur IHGMA.

I

/i1

4

'r.t. \.:{i

(15)

Pasal 7

KEHILANGAN KEANGGOTAAN :

Anggota kehilangan keanggotaannya karena :

.

Meninggal dunia

.

Atas permintaan sendiri

o

Diberhentikan karena bertindak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh organisasi serta bertindak merugikan atau

mencemarkan nama baik IHGMA

.

Tidak lagi bekerja atau menjabat di posisinya sebagai General Manager/ Hotel Manager/ Resrdenf Manager/ Villa Manager

/

Operation Manager

/

Executive Assrsfanf Manager dengan masa tenggang paling lama 1 tahun setelah berhenti dari Jabatannya.

o

Tidak lagi memenuhi syarat-syarat keanggotaan

.

Diberhentikan baik secara terhormat maupun tidak terhormat

.

Hal-hal lain yg bertentangan dengan hukum

.

Bentuk dan tata cara pemberhentian akan diatur didalam peraturan organisasi Pasal 8

TATA CARA PEMBERHENTIAN ANGGOTA DAN REHABILITASI a. Pemberhentian anggota atas permintaan sendiri hanya dapat dilakukan dengan pemberitahuan secara tertulis kepada Dewan Pengurus Pusat, sekurang-kurangnya satu bulan sebelumnya.

b. Seorang anggota dapat dikenakan pemberhentian sementara oleh Dewan Pengurus Pusat sesudah didahului dengan peringatan

c. Paling lama 6 bulan sesudah pemberhentian sementara Dewan Pengurus Pusat dapat merehabilitasi atau mengusulkan pemberhentian kepada Pengurus Pusat untuk dikukuhkan

d. Dalam hal*hal luar biasa, Pengurus Pusat dapat melakukan pemberhentian langsung, dan memberitahukannya kepada Dewan Pengurus dimana anggota yang bersangkutan terdaftar

Pasal 9

PEMBELAAN

a. Anggota yang dikenakan pemberhentian sementara dapat membela diri dihadapan Rapat Anggota

b. Anggota yang dikenakan pemberhentian diberi kesempatan meminta bantuan kepada Dewan Penasehat IHGMA.

c. Bila dipandang perlu, anggota yang dikenakan pemberhentian dapat mengajukan pembelaannya pada saat Kongres

(16)

d. Keputusan Kongres dapat mernbatalkan atau memperkuat tindakan

pemberhentian tersebut dengan ketentuan bahwa keputusan yang sah adalah keputusan yang disetujui oleh sekurang-kurangnya 213 darijumlah utusan yang hadir dalam Kongres

Pasal'10

KARTU IDENTITAS & SERTIFIKAT KEANGGOTAAN

a.

Setiap anggota akan diberikan Nomer Keanggotaan, Kartu identitas &

Sertifikat keanggotaan I HGMA

b.

Kartu identitas & Sertifikat keanggotaan dianggap sah bila ditandatangani oleh Sekretaris Jendraldan Ketua Dewan Pimpinan Pusat

c.

Kartu ldentitas & Sertifikat keanggotaan dikeluarkan sesudah terjadi

pelunasan uang pangkal ini. Pembayaran uang iuran tahunan sudah harus selesai satu bulan sebelum tahun berikutnya

d.

Kartu identitras & Sertifikat Keanggotaan diperbaruisetiap empat (4) tahun sekali

e.

Kartu identitas& Ssertifikat keanggotaan yang rusak atau hilang harus dilaporkan secara tertulis kepada Dewan Pimpinan Pusat dan untuk penggantiannya dikenakan biaya administrasi

Pasal 'tr,l

KODE ETIK PROFESI

Dalam melaksanakan tugasnya seluruh anggota IHGMA terikat pada Kode Etik lnsan Perhotelan lndonesia yang dirumuskan dan disahkan oleh Kongres

BABtrII KEPENGURUSAN

Pasal 12

PEMILIHAN

DEWAH PENASEHAT DAN BEWAN PAKAR

Dewan Penasehat, dan Dewan Pakar adalah

adalah dewan

yang secara kolektif dipilih untuk mengayomi organisasi sesuai dengan

Visi dan

Misi yang ditetapkan, memberikan pembinaan

dan

pertimbangan

agar

organisasi

dapat

benar-benar bermanfaat bagi para anggota, Bangsa dan Negara lndonesia

(17)

Dewan Penasehat, dan Dewan Pakar keanggotaannya merupakan sukarela Dewan Penasehat

dan

Dewan Pakar sekurang-kurangnya beranggotakan 2

(dua) orang, terdiri atas seorang Ketua,dan Seorang Anggota

Ketua dan Anggota Dewan Penasehat dan Dewan Pakar dipilih dari praktisi pariwisata

/

perhotelan yang memiliki integritas dan pengetahuan yang luas tentang industri Perhotelan

Ketua dan Anggota

Dewan Penasehat

dan

Dewan Pakar

akan

diberikan sertifikat keanggotaan yang ditanda tangani oleh Ketua Umum,Wakil Ketua 1, Wakil Ketua 2 dan Sekretaris Jendral IHGMA.

Ketua

dan

Anggota Dewan Penasehat

dan

Dewan Pakar dapat diusulkan serta diangkat kembali secara bersama ataupun sendiri-sendiri oleh Kongres untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun berikutnya

Khusus untuk Dewan Penasehat di DPD/DPC dapat juga diusulkan oleh DPD

I

DPC untuk dipilih dan diangkat serta disahkan pada Kongres IHGMA untuk masa bakti jabatan 3 ( tiga ) tahun

Pasal 13

Tugas dan Wewenang Dewan Kehormatan, Dewan Pakar dan Dewan Penasehat

Tugas dan Wewenang Dewan Kehormatan, Dewan Kehormatan adalah Jabatan Struktural pada Organisasi IHGMA :

1.

Dewan Kehormatan adalah orang / perorang yang dipandang mempunyai jasa terhadap jalannya organisasi

2.

Berintegritas dan berkaracter baik dimasyarakat maupun dalam organisasi.

3.

Memberikan masukkan untuk kepentingan organisasi diminta atau pun tidak

diminta kepada pengurus demi untuk kemajuan Organisasi.

4.

Masukkan-masukkan bisa secara tertulis maupun lisan tetapiterdokumentasi dengan baik sehingga akan terwujud alur proses pengembangan organisasi yang terarah.

5.

Melaksanakan Pembinaan dan Pengawasan agar dalam pelaksanaan Kode Etik berjalan sebagaimana mestinya dan mengusulkan penindakan terhadap anggota

6.

Aktif memantau dan menyelidiki dinamika serta perkembangan Organisasi dan dunia usaha Pariwisata dan Perhotelan serta mengajukannya kepada Pengurus / Ketua Umum sebagai bahan masukkan dalam menjalankan kegiatan dan kinerja organisasi baik dipusat maupun ditingkat daerah

L 2. 3. 4. 5. 6.

7.

Memberikan pertimbangan untuk Pengangkatan dan Pemberhentian anggota dan

Pengurus

,/rr

l.

(18)

8.

Mengawasi jalannya organisasl

9.

Bertugas memberikan masukan, nasihat dan fasilitasi kepada Pengurus baik diminta maupun tidak diminta dalarn rangka mendukung pencapaian Visidan Misi IHGMA, program kerja IHGMA serta kegiatan operasional IHGMA.

10. Bertugas melakukan pengawasan atas jalannya ART iHGMA.

11. Dewan Kehormatan bertanggung jawab kepada Visi dan Misi IHGMA dan Kepada Kongres Nasional IHGMA

Tugas dan wewenang Dewan Penasehat, Dewan Pakar adalah Organ non structural pada Organisasi IHGMA:

1.

Dewan yang berperan sebagai councellor terhadap pengembangan asosiasi

2.

Diminta atau tidak oleh Pengurus mempunyai kewajiban untuk memberikan masukan yang bermanfaat untuk kepentingan asosiasi

3.

Menghadiri rapat-rapat khusus

yang

diselenggarakan

oleh

Pengurus DPP yang berkaitan dengan tujuan asosiasi

4.

Dewan Penasehat dan Dewan Pakar mempunyai tugas dan wewenang untuk

secara

kolektif memberikan pembinaan

dan

pertimbangan

agar

organisasi

dapat

benar-benar bermanfaat

bagi para

anggota, Bangsa

dan

Negara Indonesia

5.

Memberikan nasihat, pertimbangan, saran, ide dan bantuan kemudahan bagi semua pengurus melalui Ketua Urnum.

6.

Memberikan pertimbangan untuk Pengangkatan dan Pemberhentian anggota dan pengurus.

7

-

Memberikan pemikiran, pertimbangan dan pendapat yang bersifat keilmuwan

8.

Dapat menampung dan menyalurkan aspirasianggota kepada pengurus

g.

tsertugas memberikan masukan, nasihat dan fasilitasi kepada Pengurus baik diminta maupun tidak diminta dalam rangka mendukung pencapaian Visidan Misi IHGMA

10. Penerapan dan peningkatan peran IHGMA dalam strategi pengembangan SDM berbasis kompetensidi seluruh industri pariwisata dan perhotelan.

11. Penerapan dan peningkatan kinerja asesmen dan sertifikasi kompetensi IHGMA dalam konteks sistem sertifikasi Nasionaldan lnternasional.

12. Pengembangan standar kompetensi kerja bidang pariwista dan perhotelan sesuaidengan perkembangan dan tuntutan sistem dan teknologi di industri.

13. Perluasan dan peningkatan hubungan dan koordinasi IHGMA dengan pemangku kepentingan dalam rangka mengoptimalkan potensi sumberdaya yang ada.

(19)

14. Dewan Penasehat dan Dewan Pakar bertugas untuk memberikan bimbingan kepada Dewean Pimpinan Pusat, diminta ataupun tidak diminta, untuk kepentingan pengembangan organisasi.

Pasal 14

PENGURUS PUSAT Pengurus Pusat adalah:

Dewan

Pimpinan

Pusat adalah bidang

pelaksana kepemimpinan tertinggi dalam organisasi IHGMA.

Dewan

Pimpinan

Pusat dibantu Dewan

Pimpinan Daerah

dan

Dewan

Pimpinan Cabang,

akan

melaksanakan kewajiban-kewajiban

yang

telah diputuskan oleh Kongres

3.

Rapat Pengurus diadakan secara periodik dan sekurang-kurangnya setiap 1

(satu) tahun sekali sebelum pelaksanaan Rapat Kerja Nasional.

4.

Hasil

Rapat

Pengurus

harus

diumumkan

secara tertulis kepada

seluruh anggota pada saat Rapat Kerja Nasional.

5.

Masa

jabatan

Pengurus

Pusat

adalah

3

(Tiga)

tahun

terhitung

sejak pelantikan/serah

terima jabatan.

dapat

diusulkan

serta

diangkat

kembali secara bersama ataupun sendiri-sendiri oleh Kongres Nasional

6.

Dewan Pengurus Pusat

sekurang-kurangnya

terdiri atas

seorang

Ketua,

Wakil Ketua l,Wakil

Ketua

2,

Koordinator

Wilayah,

Sekretaris

Umum,

Bendahara dan ditambahkan Kepala Bidang serta Anggota

7.

Dewan Pengurus Pusat dipilih dan diusulkan oleh Ketua Terpilih pada saat kongres, dan merupakan hak preogratif Ketua terilih untuk menyusun Pengurus lengkap

8.

Ketua Umum terpilih, untuk menyusun, memilih, dan mengangkat atau dapat juga diusulkan oleh DPD/DPC..

9.

Dewan Pengurus Pusat dipilih dari Anggota Biasa yang masih menjabat aktif dan tercatat sebagai anggota IHGMA

10.Dewan Pengurus

Pusat akan

diberikan sertifikat

pengangkatan sebagai

pengurus Dewan Pengurus

Pusat yang

ditanda tangani

oleh

Dewan Penasehat dan Dewan Pakar

Pasal 15

Tugas dan Wewenang Pengurus Pusat

Tugas dan wewenang Pengurus Pusat adalah pengendali dan penentu kebijakan yang mempunyai wewenang:

1.

(20)

4. 5. 6. 7.

i.

Secara kolektif menjalankan segala bentuk kegiatan organisasi secara harian

dan

pelaksanaannya

agar

organisasi

dapat

benar-benar bermanfaat bagi

para anggota, Bangsa dan Negara lndonesia.

2.

Masa

jabatan

Pengurus

Pusat

adalah

3

(Tiga)

tahun

terhitung

sejak pelantikan/serah

terima jabatan.

dapat

diusulkan

serta

diangkat

kembali secara bersama ataupun sendiri-sendiri oleh Kongres Nasional

3.

Menentukan

arah

kebijakan organisasi

didalam

melakukan

usaha

dan tindakan untuk mencaPai tujuan.

Menyiapkan

program

jangka pendek,

menengah

dan

panjang

untuk melaksananakan Program yang dihasilkan didalam Kongres

Dewan Pimpinan Pusat melakukan kerjasama yang berlaku secara Nasional dengan Pemerintah, Perusahaan dan Organisasi lainnya

Membantu mengembangkan kinerja Pengurus Wilayah

Melakukan koordinasi pengawasan dan mengevaluasi program IHGMA, baik pusat maupun wilayah

8.

Melaksanakan kegiatan-kegiatan

dan

mengambil tindakan

yang

dianggap perlu dalam rangka pencapaian tujuan organisasi

g.

Rapat Pengurus diadakan secara periodik dan sekurang-kurangnya setiap 3

(tiga) bulan sekali

'10.Hasil

Rapat

Pengurus

harus

diumumkan

secara tertulis kepada

seluruh anggota

1 1-

Dewan

Pengurus

Pusat

menyelenggarakan

pertemuan

dengan

Dewan

Pengurus Daerah

dan

Dewan

Pengurus

Cabang untuk

mempertanggung jawabkan tentang hasil kerja kepada Dewan Pengurus

Pusat

tentang hasil

kerja dalam

Pertemuan

Tahunan

yang

disebut

Rapat Kerja

Nasional

(

RAKERNAS )

l2.Pengurus Pusat bertanggung jawab kepada Kongres sebelum masa berakhir kepengurusan

13.

Dewan

Pimpinan

Pusat

berkewajiban menyampaikan

laporan

pertanggungjawaban

tertulis

sekurang-kurangnya

1

(satu) bulan

sebelum Kongres / dapat diupload pada website DPP

14.Dewan Pengurus

Pusat

menyelenggarakan Kongres Nasional

pada

akhir periode jabatan untuk mempertanggung jawabkan tentang hasil kerja kepada

Anggota

tentang hasil kerja dalam Peftemuan Akhir Jabatan yang disebut Kongres Nasional ( KONAS )

15. Menyiapkan draft materi muktamar melalui forum Kongres

16. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada anggota melalui

Kongres Nasional

17.Dewan Pengurus Pusat Bertanggung jawab kepada Dewan Kehormatan baik

itu

Operational maupun keuangan organisasi.

Yang

dapat diberikan dalam

(21)

Iaporan bulanan maupun tri semester yang sebelumnya di setujui oleh Ketua

Umum IHGMA

Pasal 16

PENGURUS DAERAH DAN CABANG Pengurus Daerah dan Cabang adalah:

1.

Pengurus DPD dimana kepemimpinan ditingkat Wilayah atau Provinsi yang dipimpin oleh Gubernur.

2.

Pengurus DPC dimana kepemimpinan ditingkat Wilayah Kabupaten atau Kota

yang dipimpin oleh Bupati atau Walikota.

3.

Masa jabatan Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang adalah 3 (

Iiga

)

tahun terhitung sejak pelantikanlserah terima jabatan, serta disahkan pada Pelantikan oleh DPP - IHGMA

4.

Dewan Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang sekurang-kurang / minimal terdiri dewan pengurus inti yang terdiri atas seorang Ketua, Wakil Ketua,

Sekretaris, Bendahara dan dapat ditambahkan Kepala Bidang serta Anggota

5.

Jika

tidak

memenuhi persyaratan minimal pengurus

pada point

(4)

maka

disarankan bergabung

dengan

DPD/DPC

terdekat,

hal

ini

dengan

pertimbangan

percepatan

pembentukan

DPD/DPC

IHGMA

didalam mengumpulkan anggota

6.

Dewan

Pengurus Cabang

dipilih

dan

diusulkan

oleh

anggota

DPC

untuk disyahkan oleh DPD, dengan Surat Keputusan DPD-IHGMA untuk masa bakti

jabatan 3 (tiga) tahun

7.

Masing-masing pengurus yang duduk

di

Dewan Pengurus Daerah

/

Cabang akan diberikan sertifikat pengangkatan sebagai

pengurus

Dewan Pengurus Daerah/Cabang yang ditanda tangani oleh Ketua Umum Wakil Ketua 1&2 dan Sekretaris Umum IHGMA

Pasal 17

Tugas dan Wewenang

Pengurus Daerah atau Pengurus Cabang

1.

Dewan Pengurus Daerah mempunyai

tugas

dan

wewenang untuk secara kolektif menjalankan segala bentuk kegiatan organisasi secara harian dan

pelaksanaannya

agar

organisasi

dapat

benar-benar bermanfaat

bagi

para anggota, Bangsa dan Negara lndonesia.

(22)

3. 4. 5. 6. 7.

2.

Dewan

Pengurus Daerah

dan

Dewan

Pengurus

Cabang bertugas

untuk

mendengarkan

masukan anggota

untuk

kepentingan

pengernbangan organisasi

Menyiapkan program jangka pendek, menengah, dan panjang untuk melaksanakan kegiatan ditingkat Wilayahnya.

Menyinergikan program wilayah dengan program Pengurus Pusat Membantu pengawasan dan mengevaluasi program wilayah

Bersinergi dengan pernerintah setempat dan organisasi lainnya untuk bersama-sama memajukan daerah nya.

Dewan

Pimpinan

Daerah

dan

Dewan

Pimpinan

Cabang

berkewajiban mematuhi keputusan kegiatan

yang telah

diputuskan

dan

ditetapkan oleh Pengurus Pusat

L

Pertemuan

Anggota

wajib

diadakan

secara

periodik

pada setiap

Jumat Minggu Pertama

L

Rapat Pengurus Daerah dan Cabang diadakan secara periodik dan sekurang-kurangnya setiap 3 (tiga) bulan sekali

10.Hasil Rapat Pengurus Daerah dan Cabang harus diumumkan secara tertulis kepada seluruh anggota / diupload pada website DPD masing-masing.

11. Sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun Dewan Pengurus Daerah dan

Dewan

Pengurus

Cabang

berkewajiban

menyampaikan

hasil

kerjanya

kepada seluruh anggota

dan

bersama-sama

menyusun

program

kerja

kedepan

melalui

Pertemuan

Tahunan

dalam Rapat

Kerja

Daerah (RAKERDA).

12.Dewan Pengurus Daerah

dan

Dewan Pengurus Cabang mempertanggung jawabkan tentang hasil kerja kepada Dewan Pengurus

Pusat

tentang hasil

kerja dalam

Pertemuan

Tahunan

yang

disebut

Rapat Kerja

Nasional

(

RAKERNAS )

Pasal 18

RANGKAP JABATAN PENGURUS

a.

Pengurus IHGMA tidak dapat merangkap sebagai pengurus atau merangkap

jabatan pada

organisasi

sejenis

dan atau

organisasi

lain

karena

dapat mengganggu kinerja organisasi, agar tidak terdapat konflik kepentingan dan

tidak bertentangan secara fungsional, serta tidak melanggar kehormatan dan atau tradisi luhur IHGMA.

Pengurus IHGMA

diharapkan

agar tidak

merangkap

jabatan DPP.DPD.DPC. karena

dapat

mengganggu

kinerja

organisasi, agar

(23)

terdapat konflik kepentingan dan tidak bertentangan secara fungsional, sefta tidak melanggar kehormatan dan atau tradisi luhur IHGMA

Penilaian

terhadap anggota

pengurus

yang

memiliki rangkap

jabatan keputusannya diserahkan sepenuhnya kepasa Pengurus DPC/DPD

di

tiap tingkat masing-masing

d.

Pengaturan rangkap anggota

dan

rangkap jabatan akan diatur

lebih

lanjut dalam Tata Laksana Organisasi

Pasal 19

Penggantian Pengurus Penggantian Pengurus dapat dilakukan apabila:

1.

Jika seorang pengurus berhenti atau mengundurkan diri dan tidak dapat menjalankan tugasnya, maka ia atau mereka dapat disisipkan atau diganti dengan pengurus yang baru.

2.

Agar tidak mengganggu kinerja organisasi, Pengurus IHGMA yang di DPC

/

DPD

jika

sewaktu-waktu meninggalkan pekerjaan lama dan keluar dari kota

I

wilayah sebelumnya maka jabatan yang diembannya dapat diserah terimakan langsung kepada Pengurus / Anggota lainnya.

3. Jika

penyisipan

atau

penggantian

diambilkan

dari

personil

dalam kepengurusan, cukup

atas

keputusan rapat atau musyawarah pengurus

harian, tetapi

jika

penyisipan

atau

penggantian

diambil

dari

luar kepengurusan

atau

anggota,

maka

harus

diadakan

rapat

pengurus lengkap {melalui Rapat Pengurus DPC/DPD).

Pasal 20

Penekpan

Pengurus

Ketua Umum

IHGMA

terpilih

ditetapkan

dengan

suatu

surat

keputusan yang ditandatangani langsung

oleh

Ketua Sidang, Sekretaris Sidang

dan

Notulen dan disetujuioleh Dewan Pakar dan Dewan Penasehat DPP

-

IHGMA.

BAB IV

(24)

Fasal

{9

SUffiBER KEUANGAN Sumber keuangan organisasi diperoleh dari:

a.

Uang pangkal rnenjadi anggota

b.

Uang iuran tahunan

c.

Sumbangan atau usaha-usaha }ain yang tidak mengikat yang diperoleh secara sah dan tidak bedentangan dengan rnaksud serta tujuan organisasi

d.

Penerimaan uang darisurnber-sumber lain yang sah dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Kode Etik Profesi harus dimasukan kedalam rekening koran Bank yang ditunjuk secara sah oleh Kongres

Pasal 20

UANG PENDAFTARAN DAN UANG IURAN TAHUNAN

A.

Setiap anggota dikenakan uang pangkal keanggotaan dengan ketentuan sebagai berikut:

1.

Anggota Biasa : sebesar Rp. 500.000 pada awal pendaftaran

2.

Anggota Luar Biasa : Rp. 500.000 pada awal pendaftaran

3.

Anggota Kehormatan : Sukarela. pada awal pendaftaran

4.

Anggota Kolega / Associafe:

a.

Silver Rp. 5.000.000 / pada awal pendaftaran

b.

Gold Rp.10.000.000 lpada awal pendaftaran

c.

Platinunr Rp. 20.000.0001pada awal pendaftaran

Pembayaran dilakukan bersama-sama pada saat pendaftaran sebagai anggota

B.

Anggota juga dikenakan iuran tahunan, dibayar setiap 1 (satu) tahun dengan ketentuan sebagai berikut:

1.

Anggota Biasa Rp. 300.0001per tahun

2.

Anggota Luar Biasa : Rp. 300.000 per tahun

3.

Anggota Kehormatan : Sukarela

4.

Anggota Kolega lAssociafe :

a.

Silver Rp. 500.000 / tahun

b.

Gold Rp.1.000.000 1 tahun

c.

Platinum Rp. 2.000.000 / tahun

Pembayaran iuran tahunan tahap pertama dilakukan bersama*sama pada saat pendaftaran.

Pasal 21

TATACARA PENGELOLAAN PENDAPATAN, KEUANGAN DAN KEKAYAAN 'J.

.:-,..*:

,r IiGMA i-;*,#

(25)

C.

DPPIDPDIDPC

A.

Pengelolaan dana dan kekayaan lain dilaksanakan dengan azas dan prinsip akuntasi lndonesia

B.

Masing-masing

DPP

,DPD

dan

DPC

harus membuat rekening

atas

narna Organlsasi IHGMA"

Kongres

menetapkan

Akuntan Publik

yang

diakui

Pemerintah

untuk melakukan audit tahunan

dan

hasilnya diumumkan kepada anggota secara terbuka melalui media massa nasional

Pembagian dan Pengunaan keuangan DPD dan DPP sebagai berikut:

Atas

segala kegiatan

yang

menggunakan

dan

mengatas namakan IHGMA

Setiap

penerimaan pendapatan keuangan,

dan

kekayaan

sepenuhnya menjadi hak organisasi IHGMA

Keuntungan

atas

segala

kegiatan

yang

menggunakan

dan

mengatas namakan IHGMA Setiap penerimaan pendapatan keuangan

dan

kekayaan atau keuntungan

dari

usaha-usaha lain disepakati akan dibagi berdasarkan prosentase di mana DPDIDPC mendapatkan 70 a/, dan DPP mendapatkan 30

%.

Penerimaan

dan

pendapatan

atas

Uang

Pangkal, disepakati

menjadi pendapatan DPP

Penerimaan

dan

pendapatan

atas

Uang

luran

Tahunan, Sumbangan atau

keuntungan

dari

usaha-usaha

lain

disepakati

akan dibagi

berdasarkan prosentase di mana DPD mendapatkan 7A % dan DPP mendapatkan 30 %.

Didalam menjalankan segala kegiatannya dalam transaksi keuangan yang mengatas namakan organisasi harus menggunakan rekening organisasi. Didalam menjalankan kegiatan operasionalnya DPD,DPC

dan

DPP

dapat mengunakan pendapatan keuangan dan kekayaan yang diterima.

Semua

pemakaian keuangan

didalam

menjalankan kegiatannyaDPC/DPD

harus

membuatkan

laporan

tertulis secara

rinci

dan

dilaporkan

secara bulanan dalam rapat pengurus dan dilaporkan ke DPP.

Semua pemakaian keuangan didalam menjalankan kegiatannya DPP harus membuatkan laporan

tertulis secara

rinci dan

dilaporkan

secara

bulanan dalam rapat pengurus dan dilaporkan ke DPD.

BAB V

MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT Pasal 7 PERTEMUAN ANGGOTA D. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

(26)

Status.

1.

Pertemuan Anggota IHGMA disebut juga Fun & Nehrorking IHGMA.

2.

Perternuan Anggota merupakan sarana Silaturahmi antar anggota lndonesian Hotel General Manager Association - IHGMA

3.

Pertemuan Anggota merupakan sarana musyawarah anggota dengan pengurus DPC dan DPD IHGMA dan Undangan.

4.

Pertemuan Anggota wajib diadakan sekalidalam 1 bulan pada setiap Jumat pada rninggu pertama dan diumumkan didalam website organisasi baik milik DPP maupun DPD

5.

Pertemuan Anggota dapat menyelenggarakan sidang ilmiah I presentasi produk

I

ae,ara lain di luar sidang organisasi

6.

Pertemuan Anggota bersifat nasionaldan dapat dihadiri secara nasional oleh semua rnember yang terdaftar resmi IHGMA, maupun undangan Peserta Pertemuan Anggota

terdiri dari

:

1.

Pengurus Daerah

2.

Anggota

3.

Undangan

4.

Sponsorship Pasal 2 RAPAT PENGURUS Status.

1.

Rapat Pengurus merupakan merupakan Badan Legislatif IHGMA

2.

Rapat Pengurus merupakan musyawarah anggota dengan pengurus DPD

dan DPC IHGMA

3.

Rapat Pengurus diadakan sekali dalam 3 ( tiga ) bulan pada dan

diumumkan didalam website organisasi baik milik DPD masing-masing.

4.

Dalam keadaaan luar biasa, Rapat

Pengurus

dapat diadakan sewaktu-waktu atas usul sekurang-kurangnya 3 Anggota dan mendapat

persetujuan oleh setengah darijumlah Anggota yang ada

5.

Rapat Pengurus dapat menyelenggarakan sidang ilmiah lacara lain di

luar sidang organisasi

6.

Rapat Pengurus dapat diikuti secara nasional oleh semua member yang terdaftar resmi maupun undangan

(27)

b.

Peserta Rapat Pengurus

terdiri dari

:

1.

Pengurus Daerah d. 1. 2. 3. 4. 5.

Kekuasaan dan wevvenang

1.

Rapat Pengurus mengevaluasi Program Kerja DPD dan Program Kerja DPC yang sudah ditetapkan sebelumnya

2.

Rapat Pengurus Daerah menetapkan Program Kerja DPD dan Program Kerja DPC setahun kedepan.

3.

Rapat Pengurus Daerah menetapkan Anggaran / Biaya untuk mendukung program kerja DPD dan DPC.

4.

Rapat Pengurus, Mengukuhkan agenda dan program ker;a DPD-IHGMA yang baru.

Tata Tertib Rapat

Pengurus

:

Rapat Pengurus dilaksanakan oleh Pengurus Organisasi

Pengurus DPC/DPD bertanggung jawab atas segi teknis penyelenggaraan Rapat Pengurus

Rapat

Pengurus dihadiri oleh Pengurus DPC/DPD serta Pembina, Ketua Dewan Pakar,Penasehat, Ketua Kehormatan.

Rapat Pengurus dapat dihadiri oleh Anggota Kolega / Associated Member. Pengurus, Pembina, Ketua Dewan Pakar, Penasehat, Ketua Kehormatan, Peninjau dengan mandat resmi mempunyai hak bicara. Hak suara hanya dipunyai sebagai utusan

Pasal 3

BADAN PELAKSANA RAPAT PENGURUS

Badan Pelaksana Rapat Pengurus dibentuk oleh Dewan Pengurus Daerah sekurang-kurangnya 1(satu) bulan sebelum Rapat Anggota dilaksanakan

b. c.

Biaya Rapat Dewan Pengurus dipikul oleh masing-masing DPD/DPC Undangan dikirimkan oleh Bidang Organisasi kepada semua anggota dengan cara tercataUsurat resmi, selain melalui informasi di media social dan Webiste, sekurang-kurangnya 1 (satu) minggu sebelum tanggal dimulainya Rapat Pengurus

(28)

Pasal 4

KEWAJIBAN DAN KEWENANGAN RAPAT PENGURUS

Rapat Pengurus adalah rapat yang berkewajiban serta berwenang menyusun rumusan, keputusan dan ketetapan tentang:

a.

Menetapkan, mengubah ataupun menyempurnakan Program Kerja dan Anggaran Kerja maupun peraturan pelaksanaan program

b.

Menetapkan garis, arah dan sasaran program kerja organisasi

c.

Menetapkan rencana serta program kerja organisasi

d.

Menetapkan dan mensahkan anggaran pendapatan dan belanja organisasi Pasal 5

RAPAT KERJA DAERAH

a.

Status

1.

Rapat Kerja Daerah ( RAKERDA ) merupakan Badan Legislatif - IHGMA pada tingkat DPD

2.

Rapat Kerja Daerah merupakan rnusyawarah antara Anggota, pengurus utusan DPC dan DPD

3.

Rapat Kerja Daerah diadakan sekalidalam 6 ( enam ) butan

4.

Dalam keadaaan luar biasa, Rapat Kerja Daerah dapat diadakan sewaktu-waktu atas usulsekurang-kurangnya 3 DPC dan mendapat persetujuan oleh setengah darijumlah Anggota yang ada.

5,

Rapat Kerja Daerah dapat menyelenggarakan sidang ilmiah di luar sidang organisasi.

Peserh

Rapat

Keria

Daerah

terdiri dari

: Dewan Penasehat Daerah

Pengurus Daerah Anggota

Kekuasaan dan urewenang

1.

Rapat Kerja Daerah mengevaluasi Program Kerja DPD dan Program Kerja DPC yang sudah ditetapkan sebelumnya.

2. Rapat Kerja Daerah menetapkan Program Kerja DPD dan Program Kerja b.

1.

2. 3.

c.

DPC setahun kedepan. 1e-4E1!i'4.

(29)

3.

Rapat Kerja Daerah Pengurus

DPD

menetapkan Anggaran I Biaya untuk mendukung program kerja DPD dan DPC.

4.

Rapat Kerja Daerah, Mengukuhkan agenda dan program kerja

DPD-IHGMA yang baru.

d.

Tata

Tertib

Rapat Rapat Kerja Daerah:

1.

Rapat Kerja Daerah dilaksanakan oleh Pengurus Daerah bersama Panitia pelaksana Musyawarah Rapat

Kerja

Daerah yang dibentuk oleh DPD.

2.

Panitia Pelaksana Rapat Kerja Daerah bertanggung jawab atas segi teknis penyelenggaraan Rapat Kerja Daerah.

Rapat Kerja Daerah dihadiri oleh utusan DPD dan DPC.

Rapat Kerja Daerah sah bila lebih dari setengah jumlah DPC / Anggota mengirimkan utusannya dan hadir pada saat perhitungan kuorum. Bila persyaratan di atas tidak terpenuhi maka Rapat Kerja

Daerah,diundurkan paling lama dalam 1 x 24 jam dan setelah itu Rapat Kerja Daerah dianggap sah dengan utusan cabang yang hadir.

Utusan DPD dan DPC serta,Utusan DPP, Ketua Dewan Penasehat, Dewan Pakar,Peninjau dengan mandat resmi mempunyai hak bicara. Hak

suara hanya dipunyai sebagai utusan.

Pasal 6

BADAN PELAKSANA RAPAT KERJA DAERAH

a.

Badan Pelaksana Rapat Kerja Daerah dibentuk oleh Pengurus Daerah sekurang-kurangnya

1(satu)

bulan

sebelum

Rapat Kerja

Daerah dilaksanakan

b.

Biaya Rapat Kerja Daerah dipikul

oleh

DPD

/

DPC dibantu masing-masing anggota

c.

Undangan dikirimkan oleh Bidang Organisasi kepada semua anggota dengan cara tercatatlsurat resmi, selain melalui iklan

di

media massa nasional

1

(satu) kali, sekurang-kurangnya

1

(satu) minggu sebelum tanggal dimulainya Rapat Kerja Daerah.

Pasal 7 3.

4.

5.

6.

(30)

Rapat

Kerja

Daerah Daerah berkewajiban

serta

benrvenang menyusun rumusan, keputusan dan ketetapan tentang:

a.

Menetapkan,

mengubah

ataupun

menyempurnakan

Program

Kerja

dan Anggaran Kerja maupun peraturan pelaksanaan program

b.

Menetapkan garis, arah dan sasaran program kerja organisasi

c.

Menetapkan rencana serta program kerja organisasi

d.

Menetapkan dan mensahkan anggaran pendapatan dan belanja organisasi Pasal 8

RAPAT KERJA NASIONAL

a.

Status

1.

Rapat Kerja Nasionalmerupakan Badan Legislatif IHGMA

2.

Rapat Kerja Nasional merupakan sarana musyawarah pengurus utr."rsan DPP

dan DPD IHGMA

3.

Rapat Kerja Nasionaldiadakan sekalidalam 1 tahun

4.

Dalarn keadaaan luar biasa, Rapat Kerja Nasionaldapat diadakan sewaldu-waktu atas usulsekurang-kurangnya 3 DPD dan rnendapat persetujuan oleh setengah darijumlah DPD yang ada

5.

Rapat Kerja Nasional dapat menyelenggarakan sidang ilmiah di luar sidang organisasi

b.

Peserta Rapat Kerla Nasional

terdiri dari

:

1.

Dewan Penasehat

2.

Dewan Pakar

3.

Pengurus Pusat

4.

Pengurus Daerah

5.

Anggota

c.

Kekuasaan dan wewenang

1.

Rapat Kerja Nasional mengevaluasi Program Kerja DPD-DPD dan Program Kerja DPP yang sudah ditetapkan sebelumnya

1.

Rapat Kerja Nasional menetapkan Program Kerja DPD-DPD dan Program Kerja DPP yang disebut

dengan

Mekanisrne Kerja Organisasi (MKO). setahun kedepan

2.

Rapat Kerja Nasional Pengurus menetapkan Anggaran / Biaya untuk mendukung program kerja DPD-DPD dan DPP

3. Rapat Kerja Nasional, Mengukuhkan agenda dan program kerja IHGMA yang baru

(31)

Tata

Tertib

Rapat Rapat Kerja Nasional:

Rapat Kerja Nasional dilaksanakan oleh Pengurus Pusat bersama Panitia pelaksana Rapat Kerja Nasional yang dibentuk oleh DPP

Panitia Pelaksana Rapat Kerja Nasional bertanggung jawab atas segi teknis penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional

Rapat Kerja Nasional dihadiri oleh utusan DPD-DPD dan DPP serta Dewan Penasehat, Dewan Pakar dan Undangan

Rapat Kerja Nasional sah bila lebih dari setengah jumlah DPD-DPD mengirimkan utusannya dan hadir pada saat perhitungan kuorum Rapat Kerja Nasional.

Bila persyaratan di atas tidak terpenuhi Rapat Kerja Nasional, maka Rapat Kerja Nasional diundurkan paling lama dalam 1 x 24 jam dan setelah itu

Rapat Kerja

Nasional

dianggap sah dengan utusan cabang yang hadir Utusan DPP, DPD=DPD serta Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan Peninjau dengan mandat resmi mempunyai hak bicara. Hak suara hanya dipunyai sebagai utusan

Pasal 9

BADAN PELAKSANA RAPAT KERJA NASIONAL

a.

Badan Pelaksana Rapat Kerja Nasional dibentuk oleh Pengurus Pusat sekurang-kurangnya

'l(satu)

bulan sebelum Rapat Dewan Pengurus dilaksanakan

b.

Biaya Rapat Kerja Nasional dipikul oleh masing-masing anggota

c.

Undangan dikirimkan oleh Bidang Organisasi kepada semua anggota dengan cara tercataUsurat resmi, selain melalui iklan

di

media massa nasional

1

(satu) kali, sekurang-kurangnya

1

(satu) minggu sebelum tanggal dimulainya Rapat Kerja Nasional

Pasal 10

KEWAJIBAN DAN KEWENANGAN RAPAT KERJA NASIONAL

Rapat Kerja Nasional berkewajiban serta benruenang menyusun rumusan, keputusan dan ketetapan tentang:

a.

Menetapkan,

mengubah

ataupun

menyempurnakan

Program

Kerja

dan Anggaran Kerja maupun peraturan pelaksanaan program

b.

Menetapkan garis, arah dan sasaran program kerja organisasi

c.

Menetapkan rencana serta program kerja organisasi

d.

Menetapkan dan mensahkan anggaran pendapatan dan belanja organisasi d. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

(32)

Pas*l'tr't

KONGRES NASIONAL

Kongres Nasional IHGMA, untuk selanjutnya disebut KONAS IHGMA, adalah perwujudan kedaulatan tertinggi IHGMA. Kongres terdiridari :

1.

Kongres

2.

Kongres Luar Biasa

Kongres, dan Kongres Luar Biasa dipersiapkan dan diselenggarakan oleh Pengurus Pusat

e-

Status

1.

Kongres rnerupakan Badan Legislatif tertinggi IHGMA

2-

Kongres merupakan musyawarah utusan DPD-DPD IHGMA

3.

Kongres diadakan sekalidalam 3 tahun

4.

Dalam keadaaan luar biasa, Kongres dapat diadakan sewaktu-waktu atas usul sekurang-kurangnya 3 cabang dan mendapat persetujuan oleh setengah darijumlah DPD yang ada

5.

Kongres dapat menyelenggarakan sidang ilmiah di luar sidang organisasi

b.

Peserta

Kongres Nasionalterdiri dari

:

1.

Dewan Kehormatan

2.

Dewan Penasehat

3.

Dewan Pakar

4.

Pengurus Pusat

5.

Pengurus Daerah

6.

Anggota

7.

Undangan

8.

Peninjau

Peserta Kongres Luar Biasa terdiri dari:

1.

Dewan Kehormatan

2.

Dewan Pakar

3.

Pengurus Pusat

4.

Pengurus Daeratr

(33)

1.

Kongres Nasional menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, pedoman-pedoman pokok serta garis-garis besar haluan dan program IHGMA

2.

Mengatur dan menetapkan penggunaan dan atau pemakaian lambang

3.

Menetapkan dan mengesahkan peraturan Organisasi

4.

Menetapkan Garis-garis Besar Program Kerja ( GBPK )

5.

Menilai pertanggung jawaban Ketua Umum DPP IHGMA dan Dewan

Pertimbangan mengenai amanat yang diberikan oleh Kongres sebelumnya, menerima atau menolak Laporan Pertanggung jawaban Ketua Umum

6.

Memilih Ketua Umum untuk Dewan Pengurus Pusat, dan mengukuhkan Ketua dan Anggota Dewan Pakar, Ketua dan Anggota Dewan Penasehat

7.

Mengukuhkan badan-badan kelengkapan pengurus IHGMA yang baru

8.

Kewenangan lain yang ditetapkan oleh Kongres dan tidak bertentangan dengan AD-ART

Tata

Tertib

Kongres:

Kongres dilaksanakan oleh Pengurus Pusat bersama Panitia pelaksana Kongres yang dibentuk oleh DPP

Panitia Pelaksana Kongres bertanggung jawab atas segi teknis penyelenggaraan Kongres

DPP tetap bertanggung jawab sebagai Panitia Sidang.

Kongres dihadiri oleh utusan DPC, DPD dan DPP serta Dewan Pembina, Ketua Dewan Pakar, Dewan Penasehat, Ketua Kehormatan, Peninjau dan Undangan DPP

Kongres sah bila lebih dari setengah jumlah DPP dan DPD mengirimkan utusannya dan hadir pada saat perhitungan kuorum.

Bila persyaratan diatas tidak terpenuhi, maka Kongres diundurkan paling lama dalam 1 x 24 jam dan setelah itu Kongres dianggap sah dengan utusan DPD dan DPP yang hadir.

Utusan cabang, DPP, DPD, DPC, dan serta Dewan Pembina, Dewan

Pakar,Peninjau dan Undangan dengan mandat resmi mempunyai hak bicara. Hak suara hanya dipunyai sebagai utusan.

Pasal 12

BADAN PELAKSANA KONGRES

a. Badan Pelaksana Kongres dibentuk oleh Pengurus Pusat sekurang-kurangnya 3

(tiga) bulan sebelum Kongres dilaksanakan

b. Biaya Kongres dipikul oleh masing-masing anggota

c. Undangan dikirimkan oleh Badan Pelaksana Kongres kepada semua anggota dengan cara tercataUsurat resmi, selain melalui iklan di media massa nasional 1

(satu) kali, sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan sebelum tanggal dimulainya Kongres d. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

(34)

Pasal 13

KEWAJIBAN DAN KEWENANGAN KONGRES

a. Kongres berkewajiban serta berwenang menyusun rumusan, keputusan dan ketetapan tentang:

b. Menetapkan, mengubah ataupun menyempurnakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga maupun peraturan pelaksanaan organisasi

c. Menetapkan garis, arah dan sasaran organisasi d. Menetapkan rencana serta program kerja organisasi

e. Menetapkan dan mengesahkan anggaran pendapatan dan belanja organisasi f. Mengesahkan dan menolak pertanggungjawaban Pengurus yang akan

menyelesaikan masa jabatannya

g. Mengesahkan laporan audit mengenai pengelolaan keuangan dan kekayaan organisasi

h. Menetapkan susunan pengurus DPP untuk masa jabatan 3 ( tiga) tahun berikutnya

BAB VI

Tata-Tertib Pemilihan Ketua Umum Pasal 1

Ketentuan UmumPemilihan Ketua Umum

Pemilihan Ketua Umum dilakukan melalui Pemungutan Suara dalam Sidang Pleno yang dihadiri oleh peserta KONGRES secara

langsungdan apabila anggota berhalangan hadir dapat menitipkan surat suaranya kepada DPD terkait secara bebas dan rahasia dengan memberikan surat pernyataan memilih yang disampaikan dengan amplop teftutup, lengkap dengan nama,dpd,jabatan, nomer anggota dan calon yang dipilih.

Pencalonan .

-

Setiap Anggota berhak penuh untuk mencalonkan diri

secara pribadi sebagai calon Ketua Umum

1.

2.

Calon Ketua Umum dapat diusulkan atau dicalonkan oleh DPC I DPD maupun DPP.

(35)

Pasal 2

Syarat &

Kriteria

Untuk Menjadi Ketua Umum Syarat dan Ketentuan Sebagai Calon Ketua Umum sbb :

1.

Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2.

Sehat Jasmani dan Rohani.

3.

Mempunyaijiwa kepemimpinan.

4.

Terdaftar sebagaiAnggota biasa IHGMA dan aktif dalam kegiatan IHGMA.

5.

Sudah pernah menjadi pengurus IHGMA baik di DPC

i

DPD / DPP.

6.

Berdomisili diwilayah Negara Kesatuan Republik lndonesia.

7.

Bukan pengurus dari organisasi sejenis.

8.

Bersedia dicalonkan dan bersedia meluangkan waktu untuk menjadi pengurus.

9.

Memiliki konsep visi dan misi yang jelas bagi kemajuan IHGMA

10. Memiliki kapasitas, kapabilitas dan aksepbilitas.

11. Menyatakan kesediaan untuk mengemban amanah organisasi.

12. Mampu bekerjasama secara kolektif pada tingkat Nasional dan Daerah.

13. Memiliki komitmen dan kompetensi untuk memimpin IHGMA berdasarkan ADIART, GBPK dan MKO.

14. Belum pernah dihukum dan atau tidak sedang terlibat dalam masalah

hukum.

15. Memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan

Pasal 3

Pemilih

Pemilih merupakan anggota IHGMA yang terdaftar secara resmi di DPC

maupun DPD sebagai anggota IHGMA, dan secara lengkap sudah tercatat di Bidang Keanggotaan DPP IHGMA.

Calon Ketua Umum juga dibenarkan memberikan hak suara.

Anggota DPD IHGMA sebagai tuan rumah tetap mempunyai

I

( satu) hak suara..

Setiap utusan DPD-DPD IHGMA sebagai undangan yang mewakili

DPDnya yang menjabat atau yang ditunjuk sebagai penruakilan dari Posisi Ketua, Sekretaris dan Bendahara masing-masing orang mempunyai 3 (

Tiga ) hak suara.

Utusan DPP IHGMA sebagai undangan maisng-masing orang mempunyai 5 ( Lima ) hak suara,

Dalam pelaksanaannya anggota IHGMA yang merniliki hak pilih dan sudah mendaftar namun belum hadir disaat pemilihan dimulai, akan ditunggu 1 x 15 menit setelah itu dinyatakan gugur.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Referensi

Dokumen terkait