• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOP PK BLU PERGURUAN TINGGI NEGERI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SOP PK BLU PERGURUAN TINGGI NEGERI"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

SOP PK BLU

PERGURUAN TINGGI

NEGERI

Oleh:

Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum.

(Dosen Fakultas Hukum UNS – Wakil Rektor II UNS)

Disampaikan dalam Sosialisasi Pengelolaan Keuangan BLU Jajaran Pimpinan di Lingkungan Universitas Negeri Padang

(2)

BIODATA

Nama : Prof Dr H Jamal Wiwoho, SH, MHum NIP / Karpeg : 196111081987021001/ E.203450 Tempat, Tanggal Lahir : Magelang, 8 Nopember 1962 Jabatan/ Golongan

Jabatan Struktural

: :

Guru Besar/IV C

Wakil Rektor II Universitas Sebelas Maret Surakarta

Pekerjaan : Staff Pengajar S1, S2, S3 Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

Pangkat : Pembina Utama Madya

Alamat Kantor : Fakultas Hukum UNS. Jl Ir Sutami 26 A Surakarta, Jawa Tengah Alamat Rumah : Jl Manunggal I/ 43 Sukorejo, Kadipiro, Solo, Jateng

website www.jamalwiwoho.com

E-mail : [email protected], [email protected] dan [email protected] Blog : jamalwiwoho.staff.hukum.uns.ac.id

Facebook jamalwiwoho Twitter @Jamalwiwoho

Telpon : 0271 856848 ®, 0271 666450 (K), 081 2260 1681 (HP) dan 0271 5860734 (fleksi)

Nama Bapak : Alm Djuraemi Hardjo Perwito Nama Ibu : Alm Suratinah Harjo Perwito Nama Istri : Budhi Widjajanti, SE

Nama Anak : Aldilla Rahma Kusuma Wardhani Wiwoho Aldita Ratna Firdayanti Wiwoho

(3)

PENGERTIAN SOP KEUANGAN BLU

SOP (standard operating procedures) adalah seperangkat

aturan, alur dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh

pimpinan/staff suatu organisasi dalam melaksanakan suatu

proses pencatatan dan pelaporan keuangan.

BLU adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk

untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa

penyediaan

barang

dan/atau

jasa

yang

dijual

tanpa

mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan

kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas

(Pasal 1 PP No. 23/2005)

(4)

PERSYARATAN BLU

1. Persyaratan Substantif

2. Persyaratan Teknis

(5)

PERSYARATAN ADMINISTRATIF BLU

1. Pernyataan kesanggupan untuk peningkatan kinerja

pelayanan, keuangan dan manfaat bagi masyarakat

2. Pola Tata Kelola (Corporate Governance)

3. Akuntabillitas program, kegiatan dan keuangan

(kebijakan, mekanisme atau prosedur, media

pertanggungjawaban dan periodisasi

pertanggungjawaban

4. Transparansi

5. Rencana strategis bisnis

6. Laporan keuangan pokok

(6)

Fleksibilitas Status BLU Penuh

1.1 Pengelolaan Pendapatan

1.2 Pengelolaan Belanja

1.3 Pengadaan Barang dan/atau Jasa

1.4 Pengelolaan Barang

1.5 Pengelolaan Utang

1.6 Pengelolaan Piutang

1.7 Pengelolaan Investasi

1.8 Perumusan Standar, Kebijakan, Sistem,

dan Prosedur Pengelolaan Keuangan.

(7)

ASPEK KEPATUHAN PER36/PB/2012

1. Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif.

2. Penyampaian Laporan Keuangan Berdasarkan

Standar Akuntansi Keuangan.

3. Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja

BLU.

4. Tarif layanan.

5. Persetujuan Rekening.

6. Sistem akuntansi.

7. Standard Operating Procedurs (SOP) Pengelolaan

Kas.

8. SOP Pengelolaan Piutang.

9. SOP Pengelolaan Utang.

(8)

PENCABUTAN STATUS BLU

1. Dicabut oleh Menteri Keuangan sesuai dengan

kewenangannya apabila BLU yang bersangkutan

sudah tidak memenuhi persyaratan substantif,

teknis, dan/atau administratif;

2. Dicabut oleh Menteri Keuangan berdasarkan usul

dari Menteri/Pimpinan Lembaga sesuai dengan

kewenangannya apabila BLU yang bersangkutan

sudah tidak memenuhi persyaratan substantif,

teknis, dan/atau administratif; atau

3. Berubah statusnya menjadi badan hukum dengan

kekayaan negara yang dipisahkan. Pencabutan

ini dilakukan berdasarkan penetapan ketentuan

peraturan perundang-undangan.

(9)

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

STRATEGI STRUKTUR Management Control Culture Human Resource Management Kinerja Anggaran Akuntansi Penilaian Kinerja TUJUAN/ TARGET

Sistem Pengendalian Manajemen adalah sistem untuk mengarahkan sumber daya Perusahaan dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan

(10)

LATAR BELAKANG

BLU memiliki masa maksimal 2 tahun

untuk melengkapi semua persyaratan BLU

SOP Keuangan salah satu syarat

memenuhi persyaratan administratif

SOP merupakan sarana untuk menjadi

pedoman pencapaian sasaran,

pemenuhan butir mutu dan penguatan

pengendalian internal.

SOP merupakan bagian tidak terpisahkan

(11)

TUJUAN SOP KEUANGAN

1. Laporan Keuangan yang disusun sesuai

dengan

Pernyataan

Standar

Akuntansi

Keuangan yang ditetapkan oleh IAI.

2. Laporan Keuangan yang disusun sesuai

dengan ketentuan-ketentuan pemerintah

yang

tertuang

dalam

Undang-Undang,

Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri

Keuangan,

Peraturan

Menteri

(12)

TUJUAN SOP KEUANGAN

3. Agar

terdapat

keseragaman

dan

konsistensi dalam pencatatan transaksi

keuangan (consistency).

4. Agar terjaga kualitas laporan keuangan

yang dapat diandalkan (accuracy), netral

/ tidak berpihak (neutrality), memberikan

informasi yang lengkap (full disclosure /

completeness), dan dapat

(13)

5. Agar mampu menghasilkan laporan

keuangan yang tepat waktu (timelines)

dan dapat dimengerti (understandability),

sehingga dapat digunakan sebagai dasar

pengambilan keputusan (decision

supports) bagi semua pemakai laporan.

6. Memperkuat sistem pengendalian internal

(14)

REVIEW TATA ATURAN

1. Memastikan bahwa institusi kita telah

menerapkan secara penuh dan konsisten

semua kententuan peraturan yang berlaku

2. SOP disusun untuk memudahkan staff dan

pimpinan dalam menjalankan proses sesuai

aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan.

3. Oleh karenanya dalam tahap awal kita

menyusun SOP harus dipastikan kita

mengetahui dan memahami tata aturan

yang terkait.

(15)

TATA ATURAN

UNDANG-UNDANG PERATURAN PEMERINTAH (PP) PERATURAN/KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN DIRJEN

SURAT KEPUTUSAN / BLU

(16)

POLA PENGELOLAAN

KEUANGAN BLU

1.

Berkedudukan sebagai lembaga pemerintah (bukan

kekayaan negara yang dipisahkan)

2.

Menghasilkan barang/jasa yang seluruhnya/sebagian

dijual kepada publik

3.

Tidak mengutamakan mencari keuntungan (laba)

4.

Dikelola secara otonom dengan prinsip efisiensi dan

produktivitas ala korporasi

5.

Rencana kerja/anggaran dan pertanggungjawaban

dikonsolidasikan pada instansi induk

6.

Pendapatan BLU dapat digunakan langsung

7.

Pegawai dapat terdiri dari PNS dan Profesional

Non-PNS

(17)

FLEKSIBILITAS PENGANGGARAN

1. Pendapatan  dapat digunakan langsung

2. Belanja  flexible budget dengan ambang batas.

3. Pengelolaan Kas  pemanfaatan idle cash, hasil untuk BLU

4. Pengelolaan Piutang  dapat memberikan piutang usaha,

penghapusan piutang sampai batas tertentu

5. Utang  dapat melakukan utang sesuai jenjang, tanggung

jawab pelunasan pada BLU

6. Investasi  jangka panjang ijin Menkeu

7. Pengelolaan Barang  dapat dikecualikan dari aturan umum

pengadaan, barang inventaris dapat dihapus BLU

8. Remunerasi

sesuai

tingkat

tanggung

jawab

dan

profesionalisme

9. Surplus/Defisit  surplus dapat digunakan untuk tahun

berikutnya, defisit dapat dimintakan dari APBN.

10. Pegawai : PNS dan Profesional Non-PNS

11. Organisasi dan nomenklatur (diserahkan kepada K/L & BLU

ybs dengan persetujuan Menpan & RB)

(18)

MATERI REVISI PP 23/2005...(1)

1.TARIF LAYANAN

 Adanya pendelegasian kewenangan penetapan tarif layanan

kepada menteri/pimpinan lembaga/kepala SKPD dan/atau

pemimpin BLU

2.PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

 Standar Biaya: RBA disusun berdasarkan basis kinerja dan

standar

biaya

menurut

jenis

layanannya

berdasarkan

perhitungan akuntansi biaya.

 Pengalokasian: Pagu Anggaran BLU dalam RKA K/L, rencana

kerja dan anggaran SKPD, atau Rancangan APBD yang sumber

dananya berasal dari pendapatan BLU dan surplus anggaran

BLU, dirinci dalam satu program, satu kegiatan, satu output, dan

jenis belanja.

(19)

MATERI REVISI PP 23/2005...(2)

3.PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA

 Penerimaan hasil penjualan aset tetap sebagai akibat dari

pengalihan diatur sebagai berikut:

a. Penerimaan hasil penjualan aset tetap yang pendanaannya

sebagian atau seluruhnya berasal dari APBN/APBD bukan

merupakan pendapatan BLU dan wajib disetor ke rekening Kas

Umum Negara/Daerah.

b. Penerimaan hasil penjualan aset tetap yang pendanaannya berasal

dari pendapatan BLU merupakan pendapatan BLU dan dapat

dikelola langsung untuk membiayai belanja BLU.

 Pemanfaatan aset tetap untuk kegiatan yang tidak terkait atau

tidak dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi

BLU harus mendapat persetujuan pengelola barang

(20)

MATERI REVISI PP 23/2005...(3)

4.PENGELOLAAN SDM

 Pejabat pengelola BLU dan pegawai BLU tenaga

profesional non-pegawai negeri sipil (baik tenaga teknis

maupun administratif) dapat dipekerjakan secara tetap

atau berdasarkan kontrak.

 Pejabat perbendaharaan pada BLU yang meliputi Kuasa

Pengguna

Anggaran

dan

Bendahara

Penerimaan/Pengeluaran harus dijabat oleh pegawai

negeri sipil.

 Syarat pengangkatan dan pemberhentian pejabat

pengelola dan pegawai BLU yang berasal dari tenaga

profesional non-pegawai negeri sipil diatur oleh pemimpin

BLU.

(21)

MATERI REVISI PP 23/2005...(4)

5.PENETAPAN EKS BHMN MENJADI BLU BERSTATUS PENUH

 Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada,Institut

Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor,Universitas

Sumatera Utara,Universitas Pendidikan Indonesia, dan

Universitas

Airlangga

ditetapkan

sebagai

Instansi

Pemerintah yang menerapkan PPK-BLU dengan status BLU

Secara Penuh.

 Penyesuaian penerapan PPK-BLU diselesaikan paling

lambat tanggal 31 Desember 2012.

(22)

MATERI REVISI PP 23/2005...(5)

6.MASA TRANSISI PENGELOLAAN BMN BAGI EKS BHMN

 Pengalihan seluruh kekayaan pada Universitas

Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi

Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera

Utara, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas

Airlangga

kepada

Menteri

Pendidikan

Nasional

diselesaikan paling lambat tanggal 28 September 2013.

 Kerjasama aset tetap dengan pihak ketiga sebelum

ditetapkan Peraturan Pemerintah, dinyatakan tetap

berlaku sampai dengan berakhirnya perjanjian.

(23)

PROSES BISNIS &

SISTEMATIKA SOP

1. Langkah penyusunan SOP Keuangan

2. Teknik pemetaan proses bisnis

3. Penyusunan Sistematika SOP Keuangan

4. Teknik-teknik pengumpulan data

(24)

PROSES PENYUSUNAN SOP

1. Pemahaman terhadap tata aturan

2. Pemahaman terhadap proses bisnis

3. Pemahaman terhadap struktur organisasi dan

tata kelola

4. Pemahaman terhadap proses dan system

yang ada

5. Penyusunan sistematika SOP

6. Pengumpulan data SOP

7. Penulisan SOP

8. Sosialisasi SOP

9. Pelaksanaan SOP

10. Evaluasi SOP

(25)

PEMAHAMAN TERHADAP

TATA ATURAN

1. Tata aturan terkait pengelolaan BLU

harus dipahami dan dipantau karena

peraturan tersebut terus di update dan

direvisi

2. Salah satu teknik dalam melakukan

pemahaman terhadap tata aturan BLU

adalah dengan membuat matrik

(26)

MATRIK TATA ATURAN

Jenis Peraturan (1) No Peraturan (2) Pasal (3) Ayat (4) Ketentuan (5) Sanksi Pelanggaran (6) Keterangan

(1) Jenis peraturan ditulis apakah undang-undang, peraturan pemerintah, permen dll

(2) No peraturan ditulis lengkap misal PP No 23/2005 (3) Pasal

(4) Ayat

(5) Ketentuan ditulis dalam format”prasyarat” “siapa” “harus melakukan apa” “kapan” “format seperti apa”, “dilaporkan/diserahkan ke siapa”

(6) Konsekuensi tidak terpenuhinya ketentuan tersebut atau keterlambatan penyerahan

(27)

PEMAHAMAN THD PROSES BISNIS

1. SOP harus disesuaikan dengan proses bisnis

di instansi

2. Proses bisnis adalah bagaimana institusi

dapat memenuhi kebutuhan dari customernya

3. Proses tersebut dibagi menjadi dua yaitu

proses bisnis utama dan proses bisnis

pendukung.

4. Ada dua metode yang membantu kita

memetakan proses bisnis yaitu dengan

menggunakan Business Model Generation

dan Value Chain Analysis

(28)

PEMAHAMAN THD STRUKTUR

Struktur yang baik harus mencerminkan tugas pokok dan

fungsi yang harus ada untuk mencapai tujuan dan mencapai

target-target yang ditetapkan di RSB/RBA

Struktur yang baik harus memenuhi prinsip-prinsip Tata

Kelola yang baik (Good Governance). Transparansi,

Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, Fairness

Strutkur yang baik harus memenuhi prinsip-prinsip

Pemisahan Fungsi (Segregation of Duties) untuk memenuhi

System Pengendalian Internal

(29)
(30)

STRUKTUR vs SOP

1. SOP yang akan disusun harus dikaitkan

dengan pelaksana dan job desc,

sehingga tidak terjadi konflik di lapangan.

2. Apabila pembagian tugas dan job desc

tidak jelas, maka harus dibenahi terlebih

dahulu, baru bisa disusun SOP.

(31)

PERLU DIPERHATIKAN

Struktur Pengelola BLU, Struktur pengelola

anggaran dan struktur pengelola institusi bisa jadi

berbeda

.

DIREKTUR BLU BENDAHARA BLU PENGGUNA ANGGARAN/ KUASA PENGGUNA ANGGARAN BENDAHARA PPK/PTK KA SPM REKTOR/ DIREKTUR RS WAKIL REKTOR/ WAKIL DIIREKTUR KABAG KEUANGAN

(32)

PEMAHAMAN PROSES

PROSES terkait dengan siklus/tahapan akan dibagi

menjadi 4 tahapan yaitu

1. Perencanaan

2. Pelaksanaan / Realisasi Keuangan

3. Pencatatan/Akuntansi

4. Pemeriksaan

PROSES terkait dengan Fungsi akan dibagi menjadi 3

yaitu

1. Proses Operasional

2. Proses Keuangan

3. Proses Akuntansi

(33)
(34)
(35)
(36)

KAITAN OPERASIONAL – KEU – AKUNTANSI

(1) Bagian operasional adalah bagian yang menjalankan kegiatan, mereka berhubungan dengan pihak luar, tetapi tidak bisa melakukan eksekusi pembayaran. Eksekusi pembayaran harus diajukan ke bagian

keuangan dan harus ada dalam anggaran.

(2) Bagian keuangan memiliki kewenangan untuk memeriksa dan melakukan pembayaran, tetapi harus sesuai dengan anggaran, kebijakan atau otorisasi dari pimpinan. Bagian keuangan bisa melakukan pembayaran tetapi tidak bisa membuat permintaan pembayaran.

(3) Bagian akuntansi bisa mengakses semua data keuangan dan berwenang dalam melakukan pembukuan maupun penyesuaian. Namun akuntansi tidak bisa membuat permintaan pembayaran dan melakukan pembayaran.

(37)

PENYUSUNAN SISTEMATIKA

1. Setelah memahami tata aturan, struktur,

proses maka kita bisa lanjutkan dengan

penyusunan sistematika SOP

2. Sistematika SOP adalah bagaimana cara

kita membagi proses yang saling terkait

tersebut ke dalam prosedur-prosedur /

langkah-langkah.

3. Prosedur-prosedur / langkah-langkah

tersebut apabila dijalankan harus sinkron

satu sama lain untuk mencapai tujuan yang

telah ditetapkan.

(38)

CONTOH SISTEMATIKA SOP

Penyesuaian Non Kas Pelaporan Laporan Keuangan Persedia an Penggajian Aktiva Tetap Rekonsiliasi LRA Kas RKAT RBA Renstra Realisasi Pengeluaran Kas/Realisasi Belanja Realisasi Pemasukan/ Kas Masuk Pengadaan Pendapatan Akuntans i Keuangan Operasional Perencan aan

(39)

PENGUMPULAN DATA SOP

Setelah kita menyusun sistematika maka kita akan mulai menyusun / menulis prosedur di masing-masing proses. Antara satu proses dengan proses lain bisa jadi agak sedikit berbeda, namun secara umum data-data yang harus dikumpulkan adalah

1. Ketentuan yang harus dipenuhi misal untuk prasayarat, level

kewenangan/otorisasi, (bisa melihat dari matriks tata aturan yang sudah disusun)

2. Observasi / Wawancara tata urutan langkah yang dijalankan saat ini (apabila proses tidak konsisten, maka dimasukkan ke agenda

pembahasan)

3. Wawancara mekanisme dalam menjalankan langkah-langkah tersebut (apabila mekanisme kompleks maka perlu dituangkan dalam Juklak) 4. Wawancara terjadinya alternatif, insiden, atau kasus

5. Dokumen-dokumen Input dan Output yang digunakan

6. Format isian formulir atau entri ke software (jika suatu langkah menggukan software)

7. Format laporan yang harus dihasilkan

(40)

BENTUK / FORMAT DATA SOP

1. Narasi hasil wawancara / minutes of

meeting

2. Gambar proses / Data flow diagram/Bagan

Alir/Flowchart

3. Format dokumen input/formulir

4. Format laporan/ output

5. Format Kode , dan tata cara pengisian kode

6. Ringkasan kendala, ketidakkonsistenan, dan

hal-hal yang harus dibicarakan dengan

klien/PIC/Pimpinan

(41)

PENULISAN SOP

Format SOP biasanya ada dua:

1. Prosedur / Narasi

2. Flowchart

Terdapat beragam cara dan format dalam

penyusunan prosedur dan flowchart. Kita

harus mengacu pada format yang berlaku

umum.

(42)

LANGKAH PENULISAN SOP

1. Identifikasi unit terkait

2. Identifikasi urut-urutan kegiatan (titik

mulai sd selesai)

3. Identifikasi hasil akhir (Output)

4. Identifikasi dokumen (input/output)

5. Identifikasi alternatif / keputusan

6. Identifikasi ketentuan

7. Identifikasi hubungan antar SOP /

Sistematika

(43)

FORMAT - FORMAT

1. SOP

2. Flowchart

3. Tatacara

4. Ketentuan

5. Checklist

(44)

Catatan ...

1. Jangan sampai ada garis terputus

2. Jangan sampai salah

“kamar”

3. Memakai tiga bentuk simbol

“proses”,

“dokumen”, “alternatif / keputusan”

4. Jangan mencoba menggambar semua

proses dalam satu flowchart. Fokus

pada alur utama/normal/rutin

5. Hindari looping dan bottleneck

(45)

SOSIALISASI SOP

1. Setelah draft selesai maka draft tersebut perlu

di review oleh user dan pimpinan

2. Temuan-temuan di lapangan di serahkan

untuk dibahas dan disetujui secara tertulis

3. Apabila draft 1 sudah lolos di user dan

pimpinan, maka bisa dijadikan draft 2 untuk

disosialisasikan ke pihak yang lebih luas.

4. Apabila dari sosialisasi umum tersebut sudah

bisa diterima maka SOP di jadikan draft final

dan siap di sahkan.

(46)

PELAKSANAAN SOP

1. Prinsip SOP adalah perbaikan terus

menerus (continous improvement) jadi

jangan berharap pada proses sekali jadi.

2. Kita baru akan tahu apakah SOP sesuai

atau tidak adalah ketika dijalankan.

3. Setiap adanya ketidaksesuaian maka

dicatat dan dilaporkan oleh user ke pihak

yang ditunjuk, dan diagendakan revisi

untuk masukan-masukan tersebut.

4. Setiap ada revisi dituliskan di status

(47)

EVALUASI SOP

SOP dievaluasi secara periodik minimal

satu tahun sekali untuk melihat :

1. Kesesuaian antara SOP dengan tata

aturan

2. Kesesuaian SOP dengan proses bisnis

3. Kesesuaian SOP dengan

kecukupan/keandalan SPI

4. Kesesuaian SOP dengan konsep

efektivitas dan efisiensi

5. Kesesuaian SOP dengan perubahan

struktur organisasi

(48)

CONTOH SOP

ATAU

PROSEDUR MUTU

(49)

BIRO ADMINISTRASI UMUM DAN KEUANGAN. BAGIAN KEUANGAN

Nomor UN27.16.3. PM01

PROSEDUR MUTU

PENGAJUAN BELANJA PEGAWAI GAJI Tanggal Terbit 15 Mei 2013

Revisi 01 Halaman 1/3

Tujuan Prosedur ini ditetapkan untuk pengajuan belanja pegawai gaji meliputi Gaji Induk, Gaji Susulan, Kekurangan Gaji, Gaji Terusan dan Uang Duka Wafat Ruang Lingkup Prosedur ini mencakup tindakan verifikasi dan validasi berkas ajuan,

pembuatan SPP, pencatatan SPM dan pengiriman SPM ke KPPN Referensi - PMK 133/PMK.05/2008;

- PMK 190/PMK.05/2012 - Per37/PB/2009

- Klausal ISO 9001:2008 Persyaratan 7.5;7.2 Definisi/Penjelasan

Umum

ADK = Arsip Data Komputer

KPPN = Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara SPM = Surat Perintah Membayar

SPMT = Surat Perintah Melaksanakan Tugas SSBP = Surat Setoran Bukan Pajak

SSPB = Surat Setoran Pengembalian Belanja UDW = Uang Duka Wafat

(50)

No Aktivitas Pelaksana Penanggung Jawab/Verifikator

Rekaman Mutu

1 Terima ADK dan

berkas SPP, ADK GPP dan SSP ajuan yang telah dilakukan proses Pembebanan Dana DIPA BLU dan RM,

BPP Belanja Pegawai dan Barang/Jasa

BPP Belanja Pegawai dan

Barang/Jasa ADK SPP,SPP, ADK GPP, daftar

perubahan, SSP

2 Pencatatan SPM Petugas

Pembuat SPM

Kasubbag Anggaran Rutin

dan APBN ADK SPM,SPM, Lampiran

Rekening 3 Penandatanganan SPP PPSPM dan PPK SPP terotorisasi 4 Penandatanganan berkas SPM dan injeksi ADK SPM Pejabat Penandatangan SPM SPM terotorisasi 5 Penandatanganan lampiran rekening Pejabat Penandatangan SPM Lampiran rekening terotorisasi 6 Pengiriman dokumen SPM ke KPPN Petugas Pengirim SPM dan Pengambil SP2D Tanda terima SPM dari KPPN

(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)

Company

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan remunerasi dosen di Universitas Lampung merupakan kebijakan yang didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 129/KMK.05/2009 tentang Penetapan Universitas

Kebijakan remunerasi dosen di perguruan Tinggi Universitas Lampung merupakan kebijakan yang didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 129/KMK.05/2009 tentang

Berdasarkan pemahaman saudara, setujukah bahwa penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia selain memenuhi persyaratan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU), juga telah

Jenis, Kluster, dan Teknis Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Merujuk pada Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Pendidikan

Pasal 11 1 Panitia Pemilihan menyerahkan berita acara pemeriksaan dan verifikasi Bakal Calon Rektor beserta semua dokumen persyaratan administrasi yang memenuhi syarat termasuk hasil