Teori Kritis Mazhab Frankfurt Teori Kritis Mazhab Frankfurt
1.
1. PePengnganantatarr a.
a. AsAsal Mual Mula Sla Sededererhahanana T
Teori eori Kritis Kritis yang yang pada pada awalnya awalnya merupakan merupakan sebuah sebuah program program riset riset daridari se
sebubuah ah ununiviverersisitatas s dedengngan an lalatatar r belabelakkanang g beberbrbagagai ai peperrsosoalalan an yayangng mempengaruhinya, termasuk peristiwa-peristiwa dunia, yaitu Perang Dunia mempengaruhinya, termasuk peristiwa-peristiwa dunia, yaitu Perang Dunia dan . Kota !rank"urt, #erman, yaitu sebuah kota yang kemudian di$adikan dan . Kota !rank"urt, #erman, yaitu sebuah kota yang kemudian di$adikan seb
sebagai pusat agai pusat risriset et ililmu-mu-ililmu mu sosial sosial oleolehh InstiInstitut für Sozialftut für Sozialforschorschungung %!S&,%!S&, te
terrmamasuk suk teteorori i krkrititis is inini. i. MeMengngenenai ai pepengnggaggagas as dardari i teteorori i krkrititis is inini, i, kikitata mengenalnya sebagai Ma'hab !rank"urt, terutama ketiga tokoh ma'hab yang mengenalnya sebagai Ma'hab !rank"urt, terutama ketiga tokoh ma'hab yang terkenal yaitu Ma( )orkheimer, Theodor *. Adorno, dan )erbert Mar+use. terkenal yaitu Ma( )orkheimer, Theodor *. Adorno, dan )erbert Mar+use. Meskipun begitu, sebenarnya ada dua kubu yang terkait dengan gagasan Meskipun begitu, sebenarnya ada dua kubu yang terkait dengan gagasan teori kritis ini, yaitu bisa kita sebut sebagai ingkaran Dalam dan ingakran teori kritis ini, yaitu bisa kita sebut sebagai ingkaran Dalam dan ingakran u
uarar. . anang g tertermamasusuk k daldalam am lilingkngkararan an daldalam am adadalalah ah Ma( Ma( )o)orkrkheheimimerer,, Theodor
Theodor **. . Adorno, Adorno, )erbert )erbert Mar+use, Mar+use, uwenthal uwenthal dan dan Pollo+k. Pollo+k. SedangkanSedangkan yang berada dalam posisi mar$inal se$ak awal %lingkaran luar& terdiri dari yang berada dalam posisi mar$inal se$ak awal %lingkaran luar& terdiri dari !ran' eumann, /tto Kir+hheimer, *alter 0en$amin, 1ri+h !romm. %2iddens, !ran' eumann, /tto Kir+hheimer, *alter 0en$amin, 1ri+h !romm. %2iddens, ter$. udi, 34456 784&
ter$. udi, 34456 784&
Meskipun begitu, ada perhatian yang mengikat atas ma'hab !ran"urt era Meskipun begitu, ada perhatian yang mengikat atas ma'hab !ran"urt era aw
awal al ununtutuk k bibisa sa memen$n$adadi i 9u9uidida a kkeseselelururuhuhan an adadalalah ah peperarasasaan an bebersrsamamaa tentang keke+ewaan: tidak hanya ke+ewa pada masyarakat kapitalis, tetapi tentang keke+ewaan: tidak hanya ke+ewa pada masyarakat kapitalis, tetapi $uga
$uga pada pada ortodoksi ortodoksi Mar(is Mar(is kala kala itu. itu. Pada Pada awalnya, awalnya, setidaknya, setidaknya, kelomkelompokpok yan
yang g terterbenbentuk tuk di di !!S S itu itu terterkakait it dendengan gan perperhithitungungan an ataatas s sessesuatuatu u yanyangg mereka anggap sebagai bentuk gagal dari sosialisme yang termani"estasi mereka anggap sebagai bentuk gagal dari sosialisme yang termani"estasi dalam ;usia era Stalinis dan dengan pen$elasan atas kondisi itu %misalnya dalam ;usia era Stalinis dan dengan pen$elasan atas kondisi itu %misalnya kebangitan "asisme dan otoriterisme& yang tamapak < bertentangan dengan kebangitan "asisme dan otoriterisme& yang tamapak < bertentangan dengan ram
ramalaalan n MarMar(i(is s /r/rtodtodoks oks < < teltelah ah menmenghaghambambat t terter$ad$adinyinya a sosisosialialisme sme didi #erman dan di negara industr
/leh karena perubahan radikal problematis ternyata lebih kompleks daripada yang digambarkan dalam Mar(isme /rtodoks, tu$uan !S adalah mengembangkan bentuk analisis lebih +anggih yang sambil tetap menegakkan komitmen Mar(is terhadap perubahan sosial radikal dan kategori analitik Mar( %Antonio, =>5=6 884<8=&, tetapi $uga terbuka bagi aliran ?lsa"at %termasuk )egel, Kant S+hopenhauer, iet's+he& dan teoretisi kontemporer %*eber, uka+s, dan !reud&. Meneorikan perubahan sosial memang membutuhkan pemahaman yang lebih dalam terhadap masyarakat dan ini pada gilirannya memerlukan palet teoretisi yang lebih bervariasi. )al-hal itulah yang mendasari karakter interdisipliner !S.
Mengenai teori kritis, )orkheimer < selaku direktur !S pada tahun =>84, sekaligus sebagai generasi pertama teori kritis < memberikan arah yang signi?kan terkait dengan kehendak teori kritis. 1ntah itu tu$uan atau sebuah man"aat yang diharapkan atau terlebih lagi +ita-+ita, akan tetapi hal ini akan lebih mengena bila disebut sebagai visi dan misi %teori kritis&.
@isi6 men+iptakan perubahan pada masyarakat dengan membangkitkan kesadaran kritis terhadap dinamika problemati+ sosio-historis yang mengungkung. Misi6
- 0erdasarkan namanya %teori Kritis& langkah yang ditempuh ialah dengan melaluikritik-kritik terhadap persoalan-persoalan6 =. ang telah tertanam dan mengakar +ukup lama %teori-teori tradisional, baik itu pada teori baheula Mar(, maupun pada positivis&. 3. Keke+ewaan atas kegagalan sebuah %metodologi& teori atau bahkan kegagalan terhadap suatu prediksi tentang masa depan %berlaku bagi masyarakat sosialis utopis Mar(&. 8 . relaitas sosio-historis yangmembutakan. ampak tiga hal itu merupakan suatu hal yang "undamen, akan tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan lain %atau persoalan lain& untuk dikritik dalam pandangan misi teori ini.
- Atas kritik terhadap persoalan-persoalan yang bisa dikatakan luas itulah yang kemudian mengoordinasikan ter+iptanya suatu program riset interdisipliner yang bersi"at emansipatoris dalam masyarakat.
#adi, berdasarkan pemaparan di atas, akan lebih sulit $ika kita men+oba memaksakanmenuntut suatu pen$elasan de?niti" mengenai pengertian teori Kritis dan akan lebih baik $ika memang teori ini di$elaskan Bsebagaimana adanyaC dan tidak menutup kemungkinan $uga akan bersi"at multita"sir.
1dkins men$elaskan mengenai apa yang men$adi tugas dari teori kritis menurut pandangan )orkheimer. Dalam hal ini, kata yang menga+u pada tugas saya anggap sebagai sebuah misi teori kritis. )orkheimer %dalam 1dkins, 34=46=3& menyatakan bahwa tugas teori kritis adalah sebagian besar untuk mengungkap dan mendorong potensi-potensi laten %tersembunyi& dalam masyarakat yang dapat mengarah lebih $auh ke tu$uan itu %trans"ormasi masyarakat se+ara radikal&. Tugas ini, menurut )orkheimer ditempuh melalui kritik terhadap teori tradisional yang a asosiasikan se+ara khusus dengan positivisme ilmiah dan bentuk-bentuk ilmu sosial yang men+oba meniru ob$ektivitas ilmu alam. 0agi )orkheimer pretense ob$ektivitas sema+am itu adalah selalu di dasarkan pada asumsi ilusi atas lepasnya teoretisi dari $agat sosial - )orkheimer mengistilahkan ini sebagai swasembada ima$iner.
b. Karakteristik
Karakteristik atau +iri teori kritis dengan sederhana sebenarnya sudah nampak dengan melihat apa yang men$adi visi misinya. Akan tetapi, Agger %ter$. )adi, 3446 & men$elaskan lebih lan$ut bahwasannya teori sosial harus memiliki tu$uh +iri sebagai berikut6
=. Teori sosial kritis berlawanan dengan positivism. Teori ini beranggapan bahwa pengetahuan bukan semata-mata re9eksi atas
dunia statis Bdi luar sanaC. amun dia adalah konstruksi akti" oleh ilmuwan dan teori yang membuat asumsi tertentu tentang dunia yang mereka pela$ari sehingga tidak sepenuhnya bebas nilai. ebih $auh teori sosial kritis berlawanan dengan pandangan positivis yang menyatakan bahwa sains harus men$elaskan hukum masyarakat. Sebaliknya, teori sosial kritis per+aya bahwa masyarakat ditandai oleh historisitas %terus mengalami perubahan&.
3. Teori sosial kritis membedakan masa lalu dan masa kini, yang se+ara umum ditandai oleh dominasi, ekploitasi dan penindasan. Teori ini menghubungkan masa lalu, masa kini dan masa depan dengan berpendapat bahwa potensi bagi masa depan yang lebih baik %berarti kema$uan& telah ada di masa lalu dan masa kini. Masyarakat masa depan ini dapat di+iptakan dengan aksi sosial dan politis yang dilakukan se+ara intensi". Peran teori sosial bersi"at politis karena teori ini berpartisipasi dalam mendorong perubahan sosial. amun, $uga bukan semata-mata atau se+ara mekanis bersi"at agitati". Terserah masyarakat dalam menilai dan menawarkan pandangan serta analisisnya untu masyarakat sendiri dan kelompok yang terlibat dalam pergerakan sosial.
3. Teori sosial kritis berpandangan bahwa dominasi bersi"at stru+tural. akni, kehidupan masyarakat sehari-hari dipengaruhi institusi sosial yang lebih besar seperti politik, ekonomi, budaya, diskursus, gender, dan ras. Karenanya, teori sosial kritis mengungkap struktur ini untuk membantu masyarakat dalam memahami akar global dan rasional penindasan yang mereka alami.
E. Teori sosial kritis mematahkan kesadaran palsu dengan meyakini adanya kuasa manusia, baik se+ara pribadi maupun se+ara kolekti" untuk mengubah masyarakat. Karakteristik ini tidak
lepas dari latar yang mempengaruhinya, yaitu bahwa teori sosial kritis berkeyakinan bahwa struktur dominasi direproduksi melalui kesadaran palsu manusia %yang oleh )orkheimer diistilahkan dengan swasembada ima$iner&, dilanggengkan oleh ideology %Mar(&, rei?kasi %uka+s&, hegemoni %2rams+i&, pemikiran satu dimensi %Mar+use& dan meta?sika keberadaan %Derrida&. Kesadaran palsu, kini, dipelihara oleh ilmu sosial positivis seprti ekonomi dan sosiologi yang menggambarkan masyarakat sebagai entitas yang dikendalikan oleh hukum kaku. Akibatnya orang dia$ak untuk berpikir bahwa satu-satunya perilaku yang beralasan berkaitan dengan penyesuaian pada pola-pola kea$egan ini.
F. Teori sosial kritis berkeyakinan bahwa perubahan sosial dimulai dari rumah, pada kehidupan sehari-hari manusia, misalnya seksualitas, peran keluarga, dan tempat ker$a. Dalam hal ini, teori sosial kritis menghindari determinisme dan mendukung voluntarisme.
7. Mengikuti pemikiran Mar(, teori sosial kritis menggambarkan hubungan antara struktur dan manusia se+ara dialektis. Meskipun struktur mengondisikan pengelaman sehari-hari, pengetahuan tentang struktur dapat membantu masyarakat mengubah kondisi sosialnya. Teori sosial kritis membangun embatan dialektis ini dengan menolak determinisme ekonomi %sema+am kepasrahan ekonomi < di mana kita sebagai manusia dikondisikan oleh tatanan struktur ekonomi&.
. Dengan hubungan dialektis seperti nomor 7 %struktur-manusia&, teori sosial kritis berlawanan dengan pernyataan bahwa kema$uan akhir terletak pada u$ung $alan pan$ang yang hanya dapat dilewati dengan mengorbankan kebebasan dan hidup manusia. Dengan "okus pada dialektis ini, teori sosial kritis berkeyakinan bahwa manusia bertanggung$awab sepenuhnya atas kebebasan mereka sendiri serta men+egah mereka agar tidak menindas sesamanya atas nama masa
depan kebebasan $angka pan$ang. Teori sosial kritis menolak pragmatism revolusioner. Kebebasan tidak dapat diraih melalui pengorbanan BpragmatisC kebebasan dan kehidupan.
!eferensi"
Agger, 0en. 344. Teori Sosial Kritis. Kritik, Penerapan dan Implikasinya. ogyakarta6 Kreasi
*a+ana. %diter$emahan oleh urhadi dari $udul asli Critical Social Theories !n Introduction&
Antonio, ;obbert #. =>5=. Immanent Criti"ue !s The Core of Critical Theory Its #rigins and
$e%elopment In &egel, 'ar(, and Contemporary Thought . 0ritish #ornal o" So+iology. 83 %8&6 884<8=.
1dkins, #enny G *illiams, i+k @aughan %ed.&. 34=4. Teori)Teori Kritis. 'enantang
Pandangan *tama Studi Politik Internasional. ogyakarta6 Pusataka 0a+a. %alih bahasa oleh Teguh *ahyu Htomo dari $udul asli Critical Theorists and International +elation. ;outledge. 344>&
2iddens, Anthony G Turner, #onathan ) %ed.&. Social Theory Today. Panduan Sistematis Tradisi
dan Tren Terdepan Teori Sosial. ogyakarta6 Pustaka Pela$ar.
%diter$emahkan oleh udi Santoso dari $udul asli Social Theory Today. Polity Press. =>5&