• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Puasa Bagi Pasien Penyakit Degeneratif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Puasa Bagi Pasien Penyakit Degeneratif"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

GF Had'n, se'rang ahli kesehatan Amerika, mengatakan bahwa GF Had'n, se'rang ahli kesehatan Amerika, mengatakan bahwa setiap 'rang perlu berpuasa. Sebab, jika tidak berpuasa maka ia akan sakit setiap 'rang perlu berpuasa. Sebab, jika tidak berpuasa maka ia akan sakit di

dikakarerenanakakan n raraFuFun n mamakakananan n beberkrkumumpupul l dadalalam m tutububuh. h. PuPuasasa a akakanan menurunkan berat badan dan raFunraFun dalam tubuh akan terurai dan menurunkan berat badan dan raFunraFun dalam tubuh akan terurai dan keluar, sehingg

keluar, sehingga tubuh a tubuh menjadi bersih seFara sempurna.menjadi bersih seFara sempurna. Ale

Ale  EarEarellell, , salsalah ah sese'ra'rang ng pempemenaenang ng n'bn'bel el bidbidang ang kekesehsehataatan,n, me

menanataktakan an bahbahwa wa puapuasa sa benbenararbenbenar ar memmemberbersihsihkan kan dan dan menmenggaggantinti  jaringan

 jaringan tubuh. tubuh. *anakn*anakna a p'rsi p'rsi makanan makanan dapat dapat melemahkan melemahkan fungsifungsi 'rgan, dan itu merupakan fakt'r ang besar bagi berdiamna jenisjenis 'rgan, dan itu merupakan fakt'r ang besar bagi berdiamna jenisjenis kuman dalam tubuh. Sedangkan, s'lusina adalah dengan mengurangi kuman dalam tubuh. Sedangkan, s'lusina adalah dengan mengurangi  p'rsi

 p'rsi makan makan sehingga sehingga 'rgan'rga'rgan'rgan n tubuh tubuh dapat dapat mengeluarkan mengeluarkan %at,%at, khususna untuk mempertahankan keseimbangan internal dan kesehatan khususna untuk mempertahankan keseimbangan internal dan kesehatan  jantung.

 jantung.

Rasulullah saw. perna

Rasulullah saw. pernah bersabda tentang manfaat h bersabda tentang manfaat puasa bagi kesehatan puasa bagi kesehatan  @= 

@= 11J J KK >>L L 55 @=  @= 11M M <<= = 11N N <<  erpuasalah kalian! nis"aya kalian  erpuasalah kalian! nis"aya kalian akan sehat.akan sehat.B (CR. Thabrani)B (CR. Thabrani)

PPaada da hhaadidisst t ddiaiatatas s tetelalah h ddisisamamppaiaikkan an bbaahhwa wa rarasusululullllaahh menganjurkan puasa sebagai sarana agar tubuh sehat. Oleh karena itu menganjurkan puasa sebagai sarana agar tubuh sehat. Oleh karena itu dalam makalah ini kami ingin mengetahui eratna kaitan antara penakit dalam makalah ini kami ingin mengetahui eratna kaitan antara penakit de

degegeneneraratitif, f, aang ng n'n'tatabebenenenna a mumunFnFul ul kakarerena na keketitidadakskseieimbmbanangagann

lifestyle!

lifestyle! dan puasa ang merupakan salah satu ibadah umat muslim.dan puasa ang merupakan salah satu ibadah umat muslim.

1.2 Rumusan Masalah

1.2 Rumusan Masalah

.

. *aga*agaimanimanakah makah manfaaanfaat puast puasa terha terhadap kadap kesehesehatan jaatan jasmanismaniQQ !.

!. *aga*agaimanimanakah makah manfaaanfaat puast puasa terha terhadap kadap kesehesehatan matan mentalentalQQ

1.3 Tujuan

1.3 Tujuan

.

. ntuk mntuk mengeengetahui mtahui manfaaanfaat puasa tt puasa terhaderhadap kesap kesehatehatan jasman jasmaniani !.

(2)

GF Had'n, se'rang ahli kesehatan Amerika, mengatakan bahwa GF Had'n, se'rang ahli kesehatan Amerika, mengatakan bahwa setiap 'rang perlu berpuasa. Sebab, jika tidak berpuasa maka ia akan sakit setiap 'rang perlu berpuasa. Sebab, jika tidak berpuasa maka ia akan sakit di

dikakarerenanakakan n raraFuFun n mamakakananan n beberkrkumumpupul l dadalalam m tutububuh. h. PuPuasasa a akakanan menurunkan berat badan dan raFunraFun dalam tubuh akan terurai dan menurunkan berat badan dan raFunraFun dalam tubuh akan terurai dan keluar, sehingg

keluar, sehingga tubuh a tubuh menjadi bersih seFara sempurna.menjadi bersih seFara sempurna. Ale

Ale  EarEarellell, , salsalah ah sese'ra'rang ng pempemenaenang ng n'bn'bel el bidbidang ang kekesehsehataatan,n, me

menanataktakan an bahbahwa wa puapuasa sa benbenararbenbenar ar memmemberbersihsihkan kan dan dan menmenggaggantinti  jaringan

 jaringan tubuh. tubuh. *anakn*anakna a p'rsi p'rsi makanan makanan dapat dapat melemahkan melemahkan fungsifungsi 'rgan, dan itu merupakan fakt'r ang besar bagi berdiamna jenisjenis 'rgan, dan itu merupakan fakt'r ang besar bagi berdiamna jenisjenis kuman dalam tubuh. Sedangkan, s'lusina adalah dengan mengurangi kuman dalam tubuh. Sedangkan, s'lusina adalah dengan mengurangi  p'rsi

 p'rsi makan makan sehingga sehingga 'rgan'rga'rgan'rgan n tubuh tubuh dapat dapat mengeluarkan mengeluarkan %at,%at, khususna untuk mempertahankan keseimbangan internal dan kesehatan khususna untuk mempertahankan keseimbangan internal dan kesehatan  jantung.

 jantung.

Rasulullah saw. perna

Rasulullah saw. pernah bersabda tentang manfaat h bersabda tentang manfaat puasa bagi kesehatan puasa bagi kesehatan  @= 

@= 11J J KK >>L L 55 @=  @= 11M M <<= = 11N N <<  erpuasalah kalian! nis"aya kalian  erpuasalah kalian! nis"aya kalian akan sehat.akan sehat.B (CR. Thabrani)B (CR. Thabrani)

PPaada da hhaadidisst t ddiaiatatas s tetelalah h ddisisamamppaiaikkan an bbaahhwa wa rarasusululullllaahh menganjurkan puasa sebagai sarana agar tubuh sehat. Oleh karena itu menganjurkan puasa sebagai sarana agar tubuh sehat. Oleh karena itu dalam makalah ini kami ingin mengetahui eratna kaitan antara penakit dalam makalah ini kami ingin mengetahui eratna kaitan antara penakit de

degegeneneraratitif, f, aang ng n'n'tatabebenenenna a mumunFnFul ul kakarerena na keketitidadakskseieimbmbanangagann

lifestyle!

lifestyle! dan puasa ang merupakan salah satu ibadah umat muslim.dan puasa ang merupakan salah satu ibadah umat muslim.

1.2 Rumusan Masalah

1.2 Rumusan Masalah

.

. *aga*agaimanimanakah makah manfaaanfaat puast puasa terha terhadap kadap kesehesehatan jaatan jasmanismaniQQ !.

!. *aga*agaimanimanakah makah manfaaanfaat puast puasa terha terhadap kadap kesehesehatan matan mentalentalQQ

1.3 Tujuan

1.3 Tujuan

.

. ntuk mntuk mengeengetahui mtahui manfaaanfaat puasa tt puasa terhaderhadap kesap kesehatehatan jasman jasmaniani !.

(3)

BAB II

BAB II

TINAUAN PU!TA"A

TINAUAN PU!TA"A

2.1 Puasa

2.1 Puasa

2.1.1 Pengert#an Puasa

2.1.1 Pengert#an Puasa

Pengertian menurut etim'l'gi pada dasarna menunjukkan bahwa Pengertian menurut etim'l'gi pada dasarna menunjukkan bahwa  puasa

 puasa memiliki memiliki makna makna menahan, menahan, meninggalkan meninggalkan dan dan menjauhkan. menjauhkan. PuasaPuasa meru

merupakapakan n terjeterjemahamahan n dari Asdari AshShihShiam. Genurut istilah bahaam. Genurut istilah bahasa berartisa berarti menahan diri dari sesuatu dalam pengertian tidak terbatas. Arti ini sesuai menahan diri dari sesuatu dalam pengertian tidak terbatas. Arti ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Garam aat !

(4)

.$% &' () 

*  + ,- (/ 0,  45 (6 *7 * 87 9:,

sesungguhna aku berna%ar shaum ( berna%ar menahan diri dan  berbiaFara ).

Genurut istilah agama Islam aitu menahan diri dari sesuatu ang membatalkanna, satu hari lamana, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan beberapa sarat. Genahan diri dari  berbiFara dahulu disariatkan dalam agama *ani Israil. Genurut Sara+ (istilah agama Islam) arti puasa adalah sebagaimana tersebut dalam kitab Subulus Salam. aitu 

;; <,= , > *5 *? * $;; - 0%, $;;@*/ , (*? * C,$;; - * , (? * F ,/ (G ? *  ,J (K*( + ,*  4$ *% (O(,*

C,? (/ 4;; G (- * ( <, (' *;; ( 8;; ** 5 ,$;;Q * 0 8 ,;; S

;; 

 ' (V 

4 W (% * X;;Y (? * 8;;S, Z,? (/ 4[ (- * (? * \ ,/ 0] *- 4 ( \ ,^ *[ * ( + *%, $@*/ , (*? * _,S */ 0? * ' ,` ( 0 + ,*  4$ *% (O(,  *,b c 4d * (f *? *

) 

* ' (V 

4 W (% *  

* i, / *G *= ,

Genahan diri dari makan, minum, jima+ (hubungan seksual) dan lainlain ang diperintahkan sepanjang hari menurut Fara ang disariatkan, dan disertai pula menahan diri dari perkataan siasia,  perkataan ang diharamkan pada waktuwaktu tertentu dan menurut

saratsarat ang ditetapkanB.

2.1.2 Dasar Hukum Pelaksanaan Puasa

Puasa Ramadhan adalah salah satu dari rukun Islam ang diwajibkan kepada tiap mukmin. Sebagai dalil atau dasar ang menatakan bahwa puasa Ramadhan itu ibadat ang diwajibkan Allah kepada tiap mukmin, umat Guhammad Saw. Allah SWT berfirman 

 *' ( 4 0 *  ([ 4 0o * *  ([ 4,d (Y * + (%, + *f (6, 0 8 ** p *,J 4 $- *J * \ 4$ *V 

9   4[ 4 ( ** p 

* ,J 4 ' ( 4% *q + *f (6, 0 $Q *f *$f *

Wahai mereka ang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan kepada 'rang'rang ang sebelum kamu, agar kamu bertaUwaB (VS. Al*aUarah#).

(5)

Sabda abi Guhammad Saw. 

4  0, < *,  (* v,> *$Q *w * x y - (z * 8 ** \ 4^ *{ (O,( 8 *,= 4

,  | 4' ({ 

4 5 * } &- 0] *% 4  

0 *? *

v,^ *V 

0  \ ,$Y *:,? *

v,$J *~ 0 •,$ *f (:,? *

 *$€ 

* % *5 * \ ,' () *? *

X, (d * (  9 *? *

&idirikan Islam atas lima sendi mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan %akat, berpuasa Ramadhan dan naik haji ke *aitullahB (C.R *ukhari dan Guslim dari Ibnu mar).

*erdasarkan ketetapan AlUuran, ketetapan hadis tersebut, puasa diwajibkan atas umat Islam sebagaimana diwajibkan atas umat ang terdahulu. Aat itu menerangkan bahwa 'rang ang berada di tempat dalam keadaan sehat, di waktu bulan Ramadhan, wajib dia berpuasa. Seluruh lama Islam sepakat menetapkan bahwasana puasa, salah satu rukun Islam ang lima, karena itu puasa di bulan Ramadhan adalah wajib dikerjakan.

2.1.3 !‚arat ƒan Rukun Puasa

2.1.3.1 !‚arat Puasa

Sarat wajibna puasa, aitu islam, berakal, sudah balik dan mengetahui akan wajibna puasa. Sarat wajib penunaian puasa, artina ketika ia mendapati waktu tertentu, maka ia dikenakan kewajiban puasa. Sarat ang dimaksud adalah sebagai berikut

a. Sehat, tidak dalam keadaan sakit.

 b. Genetap, tidak dalam keadaan bersafar. &alil kedua sarat ini ada dalam firman Allah SWT 

X 5Y 54< ; Z6[ ?45 \ 1M ]^_ ?` 5 X Z 5c 5  55 8 145 6  [X M 5  56 5 \ 1M 58 5

&an barangsiapa ang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah bagina berpuasa), sebanak hari ang ditinggalkanna itu, pada harihari ang lainB (VS. Al *aUarah ).

(6)

edua sarat ini termasuk dalam sarat wajib penunaian puasa dan bukan sarat sahna puasa dan bukan sarat wajibna U'dh'+ puasa. arena sarat wajib penunaian puasa di sini gugur pada 'rang ang sakit dan 'rang ang bersafar. etika mereka tidak berpuasa saat itu, barulah mereka U'dh'+ berdasarkan kesepakatan para ulama. amun jika mereka tetap berpuasa dalam keadaan demikian, puasa mereka tetap sah.

F. SuFi dari haidh dan nifas. &alilna adalah hadits dari Gu+ad%ah, ia  pernah bertana pada Aisah radhiyallahu #anha. Cadits tersebut

aitu

7 145 o ^[ ? 8X <q 545  1: 56 5 5 ]5 5 > ? :@  1L 5 58 5 ; 5= 1> ? :@  1L 5   v6J 5: 1@  <6/ 5 6M 5  < 1 < 5 o 5x 5v65  <: 1y 5c 5  1: 56z 5 ]5{ 56` 5M < \ 15 ] 5 > ? :@ |6 5  5/  X <M 5} 17 < 58 5 ; = 1> ? :@ |6 5  5/  X <M 5} 1~ < 5 • 5: { 5 6~ 5€ <>[ <  56 5  1 : 56z 5 . <y 5c 145 ~ ‚ƒ: 58 5 oZ[ ? 8X <J 5/   <„ 1: 5  < 1z <.

&ari Gu+ad%ah dia berkata, Saa bertana kepada Aisah seraa berkata, enapa gerangan wanita ang haid mengUadha+ puasa dan tidak  mengUadha+ shalatQ+ Gaka Aisah menjawab, Apakah kamu dari g'l'ngan CaruriahQ  Aku menjawab, Aku bukan Caruriah, akan tetapi aku hana bertana.+ &ia menjawab, ami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengUadha+ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengUadha+ shalatB.*erdasarkan kesepakatan para ulama pula, wanita ang dalam keadaan haidh dan nifas tidak wajib puasa dan wajib mengU'dh'+ puasana.

2.1.3.2 Rukun Puasa

*erdasarkan kesepakatan para ulama, rukun puasa adalah menahan diri dari berbagai pembatal puasa mulai dari terbit fajar (aitu fajar sh'diU) hingga terbenamna matahari. Cal ini berdasarkan firman Allah SWT, aitu            !  &'  +  * ( )  " #$%

(7)

$&an makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang

hitam, aitu fajar. emudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam% (VS. Al *aUarah …). ang dimaksud dari aat adalah,

terangna siang dan gelapna malam dan bukan ang dimaksud benang seFara hakiki.

&ari Adi bin Catim ketika turun surat Al *aUarah aat …,

 abi Guhammad Saw  berkata padana ! $ang dimaksud adalah

terangna siang dari gelapna malam%. abi Guhammad mengatakan

seperti itu pada Adi bin Catim karena sebelumna ia mengambil dua  benang hitam dan putih. †alu ia menanti kapan munFul benang putih dari  benang hitam, namun ternata tidak kunjung nampak. †antas ia menFeritakan hal tersebut kemudian beliau pun menertawai kelakukan Adi bin Catim.

2.1.„ Hal… hal !unnah Dalam Ber†uasa

a. Gakan sahur dengan mengakhirkanna.

Para ulama telah sepakat tentang sunnahna sahur untuk puasa. Geski demikian, tanpa sahur pun puasa tetap b'leh. Sabda Rasulullah Shallallaahu ‡alaihi wa Sallam

 &J */ *= * 5 ,'] 4  8S,  0‡ ,S * ?/ 4] 0 * *  * 0{ *? * <, ( ** 04 ˆ 0) 

*  0

,  | 4'{ 

4 5 *

| *$Y *

| *$Y * < 4 (* 0

4  8 *‰,5 * y 7 ** + (*

&ari Anas Radhiallahu‡anhu, ia berkata Rasulullah shallallahu ‡alaihi wasallam bersabda ˆGakan sahurlah kalian, karena (makan) di waktu sahur itu mengandung barakah.ˆ(CR *ukhari dan Guslim).

Gakan sahur itu menjadi barakah karena salah satuna berfungsi untuk mempersiapkan tubuh ang tidak akan menerima makan dan minum sehari penuh. Selain itu, meski seFara langsung tidak berkaitan dengan  penguatan tubuh, tetapi sahur itu tetap sunnah dan mengandung

(8)

keberkahan. Gisalna buat mereka ang terlambat bangun hingga mendekati waktu subuh. Tidak tersisa waktu keFuali beberapa menit saja. Gaka tetap disunnahkan sahur meski hana dengan segelas air putih saja. arena dalam sahur itu ada barakah.

 b. Genegerakan berbuka

&isunnahkan dalam berbuka puasa dengan menegerakan dan tidak menundanundana setelah terdengar ad%an sh'lat Gaghrib. Sabda Rasulullah Shallallaahu ‡alaihi wa Sallam

| *$Y *  * 0{ *? * <, ( ** 0

4  ˆ 0) * 0, | *'{ 45 *  0*

}o ({ 

*  + ,= (  ,Q ({ 

*  + (*

/ *Š (‹, ( ' 4 0* $% * /  (W *= , Œ 

4 $ 0 | 4~ *f * *

&ari Sahal bin Sa‡ad Radhiallaahu ‡anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‡alaihi wasallam bersabda ˆSenantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menegerakan berbukaˆ (CR. *ukhari dan Guslim).

F. Gemberi makan 'rang berbuka

Gemberi makan saat berbuka bagi 'rang ang berpuasa sangat dianjurkan karena balasanna sangat besar sebesar pahala 'rang ang diberi makan itu tanpa dikurangi. *ahkan meski hana mampu member  sebutir kurma atau seteguk air putih saja. Tapi ang lebih utama bila dapat memberikan makanan ang Fukup dan bisa mengenangkan perut.&alam hadist riwaat attimid%i ang isina  &ari ‰aid bin halid Al Šuhani

Radhiallaahu ‡anhu berkata‹ Rasulullah Shallallahu ‡alaihi

wasallam bersabda ˆ*arangsiapa ang memberi makan 'rang ang  berbuka, dia mendapatkan seperti pahala 'rang ang berpuasa tanpa mengurangi pahala 'rang ang berpuasa sedikitpunˆ Abu ‡Isa berkata‹ ˆIni merupakan hadits hasan shahih.ˆ (CR. At Tirmid%i).

d. Genjaga lidah dan angg'ta tubuh

&isunnahkan untuk meninggalkan semua perkataan k't'r dan keji serta perkataan ang membawa kepada kefasikan dan kejahatan. Termasuk  di dalamna adalah ghibah (bergunjing), namimah (mengadu d'mba), dusta dan keb'h'ngan. Geski tidak sampai membatalkan puasana, namun

(9)

 pahalana hilang di sisi Allah SWT. Sedangkan perbuatan itu sendiri hukumna haram baik dalam bulan Ramadhan ataupun di luar Ramadhan.

e. Gemperbanak sedekah

Ibnu Rajab al Cambali R'himahullah juga membawakan sebuah hadits Œ. Rasulullah Shallallaahu ‡alaihi wa Sallam adalah manusia ang paling dermawan, sedangkan pada bulan Ramadhan, ketika Šibril menemuina, beliau menjadi lebih dermawan lagi. Adapun Šibril selalu menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mengajarina AlVur+an. Adalah Rasulullah Shallallaahu ‡alaihi wa Sallam, ketika Šibril menemuina, lebih dermawan dari angin ang berhembus.B(CR. Al *ukhari dan Guslim).

2.1. Hal…hal ‚ang MemŽatalkan Puasa

Cal pertama ang membatalkan puasa adalah makan dan minum, atau memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh dengan sengaja. &asarna adalah V.S. Al*aUarah …, .. .makan dan minumlah hingga waktu fajar tiba (ang) dapat membedakan antara benang putih dan hitamŒB. PerkeFualian terjadi pada mereka ang tidak sengaja makan dan minum. &iriwaatkan, *arangsiap lupa berpuasa, kemudian ia makan dan minum, hendaklah ia menempurnakan puasa, karena sesungguhna Allah ang memberikan makan dan minum tersebutB (C.R. *ukhari). edua, melakukan hubungan badan seFara sengaja. ang terg'l'ng dalam hubungan badan adalah, masukna alat kelamin pria dengan wanit dalam keadaan sengaja dan sadar. etiga, melakukan peng'batan pada kemaluan atau dubur, ang memungkinkan masukna sesuatu dari salah satu lubang tersebut. eempat, muntah dengan sengaja. Sebalikna, jika kita muntah karena sakit atau tidak disengaja, puasana masih sah. &iriwaatkan dari Abu Curairah, Rasulullah saw. bersabda, *arang siapa ang tidak sengaja muntah, ia tidak diwajibkan mengganti puasana, dan barang siapa ang sengaja muntah maka ia wajib mengganti puasaB. elima, keluarna air 

(10)

mani karena adana sentuhan. &alam hal ini, baik ang melakukan masturbasi hingga keluar atau menggunakan tangan atau bagian tubuh istri, samasama batal berpuasa. Sementara, jika sese'rang mimpi basah, maka tidak dikateg'rikan batal puasa.

eenam, haid bagi wanita. &iriwaatkan 'leh Aisah, haid membatalkan puasa, dan wanita ang masih mampu, wajib menggantina. ami (kaum perempuan) diperintahkan mengganti puasa ang ditinggalkan, tetapi tidak diperintahkan untuk mengganti shalat ang ditinggalkanB(C.R. Guslim). etujuh, nifas atau darah ang keluar dari kemaluan perempuan setelah melahirkan. Šika ia berpuasa dan mengeluarkan nifas, berarti puasana tidak sah. edelapan, gila atau hilang kewarasan. Sese'rang wajib berpuasa jika sudah Fukup umur dan waras. etika ia menjadi gila, 't'matis hilang kewajiban berpuasa tersebut. esembilan, murtad atau keluar dari agama Islam. Puasa Ramadhan adalah kewajiban umat Islam, sehingga ketika ia mengingkari Allah sebagai Tuhan ang Gaha Satu, atau tidak lagi menganut Islam, kewajban itu terhapus dan puasana tidak sah.

2.1. Manaat Puasa

Ganfaat puasa ramadhan bagi umat Islam tentuna banak. *aik  itu manfaat puasa bagi kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa kita. arena tentuna ketika sariat Islam ada, banak hikmah di balik itu semuana. Termasuk juga mengenai hikmah keutamaan puasa Ramadhan bagi kita umat islam ang wajib untuk dilaksanakan bila tidak ada halangan rintangan ketika menjalanina. arena memang hukum puasa Ramadhan adalah wajib.

ewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini telah Allah Ta+ala perintahkan dalam AlVur+an surat Al*aUarah aat # ang artina BWahai 'rang'rang ang beriman  &iwajibkan kepada kamu  puasa sebagaimana telah diwajibkan atas 'rang'rang ang sebelum kamu, supaa kamu menjadi 'rang'rang ang bertaUwaB. Šadi tujuan puasa

(11)

Ramadhan adalah agar kita menjadi 'rang'rang ang bertakwa dengan sesungguhna. aitu menjalankan apa ang diperintaha serta menjauhi segala apa ang dilaranga.ita mengulang kembali dengan pengertian  puasa ang pernah diulas dalam manfaat puasa bagi kesehatan aitu ang dimaksud dengan berpuasa menurut sariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu ang membatalkan puasa (seperti halna makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagaina) semenjak mulai terbitna fajar sampai dengan terbenamna matahari, disertai dengan niat iklhas ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridh'a serta meniapkan diri dalam rangka meningkatkan ketakwaan.

*erikut beberapa manfaat puasa Ramadhan aitu 

a. &engan berpuasa Ramadhan selama  bulan penuh maka hal ini seFara tidak langsung manfaat bagi kesehatan adalah mengistirahatkan 'rgan penFernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja ang terus menerus dalam  bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan.

 b. Gembersihkan tubuh dari raFun serta k't'ran (det'ksifikasi). Puasa merupakan terapi det'ksifikasi ang paling tua. &engan  berpuasa pada bulan suFi Ramadhan, maka ini berarti kita juga akan membatasi kal'ri ang masuk dalam tubuh kita ang mana hal ini akan bermanfaat dalam pr'ses metab'lisme ang menghasilkan en%im anti'ksidan ang berfungsi salah satuna untuk membersihkan %at%at ang bersifat raFun dari dalam tubuh. F. *agi kesehatan psik'l'gis kita faedah puasa akan kita dapatkan

aitu k'ndisi mental em'si kita akan lebih terjaga dan terk'ntr'l dengan lebih baik lagi. eadaan ini akan membantu dalam  penurunan tingkat adrenalin dalam tubuh. ang mana adrenalin  juga menambah pembentukan k'lester'l dari lemak pr'tein  berkepadatan rendah. *erbagai hal tersebut ternata dapat meningkatkan resik' penakit pembuluh darah, jantung dan 'tak  seperti jantung k'r'ner, str'ke dan lainna.

(12)

d. Puasa bagi kesehatan akan memberikan manfaatna antara lain adalah bisa membantu dalam pr'ses menurunkan kadar gula darah, k'lester'l dan juga mengendalikan tekanan darah. Itulah mengapa dalam satu sisi, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka ang menderita penakit diabetes, k'lester'l tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Tentuna hal ini juga harus dik'nsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis ang berk'mpeten bila anda adalah mempunai suatu jenis penakit tertentu.

2.1.‘ Hukum Puasa Untuk ’rang !ak#t

etahuilah, bahwa dalam kaitanna dengan ibadah puasa Ramadhan, maka 'rang ang sakit itu mempuai dua keadaan. Pertama, 'rang sakit ang keadaanna tidak mampu berpuasa sama sekali, maka  berbuka atau tidak berpuasa bagina adalah wajib. edua, 'rang sakit ang masih mampu berpuasa, akan tetapi bisa membahaakan sakitna atau sangat memberatkan dirina apabila berpuasa. &alam keadaan seperti ini, disunnahkan bagina untuk berbuka atau tidak berpuasa. (lihat Tafsir  AlVurthubi (!Ž!…), kara AlImam AlVurthubi r'himahull'h)

*agaimanakah ketentuan sakit ang dib'lehkan atau diberi keringanan untuk tidak berpuasa itu Q

AlImam Anawawi r'himahull'h berrkata  Para sahabat kami (akni  para ulama mad%hab Safi+iah) berkata  Sarat dib'lehkanna  berbuka (bagi 'rang ang sakit) adalah adana masaUU'h (rasa sulitŽberat) ang ditanggungna ketika melakukan puasa tersebut. Adapun sakit ang ringan ang tidak ada masaUU'h ang nampak ang dirasakanna ketika berpuasa, maka tidak b'leh bagina untuk   berbukaŽtidak berpuasa, dalam masalah ini tidak ada khilaf (perselisihan)

di sisi kami (mad%hab asSafi+i), berbeda dengan pendapatna Ahlu &h'hir (mad%hab &h'hiriah)B (AlGajmu+ Sarh AlGuhad%d%ab, Ž!…).

(13)

&an apa ang telah ditetapkan 'leh para ulama Safi+iah tersebut di atas, hal itu juga merupakan mad%habna para ulama Canabilah (pengikut pendapat Imam Ahmad bin Cambal) sebagaimana ang diriwaatkan dari Ibnu Vudamah r'himahull'h, dan juga mad%habna Galikiah (pengikut pendapat Imam Galik) sebagaimana hal itu diriwaatkan 'leh AlImam Abu Abdillah AlVurthubi r'himahull'h. emudian juga pendapatna AlImam AlGardaw r'himahull'h, wall'hu a+lam.

Orang Sakit ang Tidak *isa &iharapkan esembuhanna, dia tidak   berpuasa. †alu suatu saat dia merasa mampu berpuasa, maka dia pun  berpuasa, maka apakah ada kewajiban untuk mengU'dh'+ bagina atas  puasa ang ditinggalkanna Q

&alam masalah ini, ada dua pendapat di kalangan para ulama mad%hab Safi+iah dan Canabilah. ang sh'hih dari keduana adalah wajib bagina untuk mengU'dh'+ (membaar hutang puasana), karena memberi makan (kepada 'rang miskin, akni fidah) adalah ganti atas kelemahanna (ketidakmampuanna berpuasa), dan telah jelas bagi kita (dalam keadaanna sekarang ini) hilangna kelemahan atau ketidak  mampuanna tersebut. Pendapat seperti itulah ang dir'jihkan 'leh Saikh GuUbil bin Cadi AlWadi+i r'himahull'h, sebagaimana ang disampaikan  beliau dalam salah satu pelajaran beliau. All'h Subahanhu wa ta+ala  berfirman 

) X 5 Y 5 4< ; Z6[ ?45 \ 1M ]^_ ?` 5 X Z 5c 5  55 8 145 6  [X M 5  1ƒ <~ 1M  56 5 \ 1 5 5 ‘’“

(

Gaka *arangsiapa diantara kamu ada ang sakit atau dalam  perjalanan (lalu ia berbuka), Gaka (wajiblah bagina berpuasa) sebanak 

hari ang ditinggalkan itu pada harihari ang lainŒB(VS Al*aU'r'h  ”).

(14)

*'lehkah *agi Orang ang Sakit Geninggalkan iat (Tidak *erniat) ntuk *erpuasaQ

&alam hal ini, Imam Anawawi r'himahull'h menjelaskan  Para sahabat kami berkata  *ila 'rang ang sakit itu adalah 'rang ang  b'leh untuk berbukaŽtidak berpuasa, maka b'leh bagina meninggalkan

niat atautidak berniat untuk berpuasa di malam harina (akni tidak harus  bagina berniat pada malam harina untuk berpuasa bes'kna). Orang ang sakit itu kadang panas badanna (kambuh sakitna) dan kadang tidak. emudian ketika badanna panas dia tidak mampu berpuasa, sedangkan ketika tidak panas dia mampu berpuasa. Šika dia dalam keadaan  panas badanna (kambuh sakitna) ketika akan memulai puasa, maka  b'leh bagina untuk tidak berniat puasa. Šika tidak sedang kambuh, maka wajib bagina untuk berniat puasa di waktu malam harina. emudian ketika sedang puasa lalu kambuh lagi sakitna, dan dia sangat membutuhkan untuk berbuka atau membatalkan puasana, maka hendakna dia berbuka atau tidak berpuasaB (AlGajmu+ Sarh Al Guhad%d%ab, Ž!).

AlImam Ibnu Vudamah r'himahull'h berkata  *ila 'rang ang sakit membebani dirina (merasa mampu) berpuasa kemudian benarbenar   berpuasa, maka dia telah melakukan sesuatu ang makruh (dibenFi),

dikarenakan dia melakukan halhal ang mengandung madh'r't (sesuatu ang membahaakan) pada dirina dan meninggalkan keringanan dari All'h ta+ala serta (meninggalkan) rukhsh'h. (Gaka meski demikian)  puasana tetap sah dan menFukupi, karena dia bersungguhsungguh (benarbenar melakukanna) dan b'leh bagina untuk meninggalkan rukhsh'h (keringan tersebut). *ila dia membebani dirina (memaksa diri untuk berpuasa), maka puasana itu menFukupi (sah), sebagaimana 'rang ang sakit ang diberi rukhsh'h untuk tidak sh'lat jum+at, tetapi dia meninggalkan rukhsh'h tersebut dengan menghadiri sh'lat jum+at (maka sh'lat jum+atna tersebut sah). &emikian pula seperti 'rang ang dib'lehkan untuk tidak berdiri dalam sh'lat (karena ud%ur atau sakit

(15)

tertentu), apabila dia tetap sh'lat dengan berdiri (maka sh'latna tersebut sah)B(AlGughni, #Ž”!).

2.2 Pen‚ak#t Degenerat# 

2.2.1 De#n#s# Pen‚ak#t Degenerat# 

Penakit degeneratif adalah penakit ang tidak menular ang  berlangsung kr'nis karena kemunduran fungsi 'rgan tubuh akibat pr'ses  penuaan, seperti penakit jantung, hipertensi, diabetes, kegemukan dan lainna. 'ntribut'r utama terjadina penakit kr'nis adalah p'la hidup ang tidak sehat seperti kebiasaan mer'k'k, minum alk'h'l, p'la makan dan 'besitas, aktiitas fisik ang kurang, stres, dan penFemaran lingkungan.(Adianti C, !$$).

2.2.2 Ma“am ” ma“am Pen‚ak#t Degenenerat# 

2.2.2.1 H#†ertens#

Cipertensi adalah k'ndisi terjadina peningkatan tekanan darah sist'lik – ”$ mmCg dan atau diast'lik – "$ mmCg. 'ndisi ini sering tanpa gejala. Peningkatan tekanan darah ang tidak terk'ntr'l dapat mengakibatkan k'mplikasi, seperti str'ke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Ganifestasi klinis hipertensi mulai dari tidak bergejala sampai dengan bergejala. eluhan hipertensi diantarana adalah sakitŽneri kepala, gelisah, jantung berdebardebar, pusing, leher kaku, penglihatan kabur, dan rasa sakit di dada. eluhan tidak spesifik antara lain adana rasa tidak naman pada kepala, mudah lelah dan imp'tensi.

Hakt'r risik' hipertensi dibedakan menjadi ! kel'mp'k, aitu kel'mp'k ang dapat dim'difikasi dan ang tidak dapat dim'difikasi. Cal ang tidak dapat dim'difikasi adalah umur, jenis kelamin, riwaat hipertensi dan penakit kardi'askular dalam keluarga. Cal ang dapat dim'difikasi, aitu

(16)

a. Riwaat p'la makan (k'nsumsi garam berlebihan).  b. 'nsumsi alk'h'l berlebihan.

F. Aktiitas fisik kurang. d. ebiasaan mer'k'k. e. Obesitas.

f. &islipidemia. g. &iabetus Gelitus. h. Psik's'sial dan stres.

Pada pemeriksaan fisik, pasien bisa tampak sehat dan dapat terlihat sakit ringanberat, tekanan darah meningkat, nadi tidak n'rmal. Akral dan  pemeriksaan fisik jantungna (Š—P, batas jantung, dan r'Fhi) bisa terjadi kelainanŽtidak. Pada kasus hipertensi dapat juga dilakukan pemeriksaan  penunjang untuk melihat adana kemungkinan penakit lain, seperti urinalisis (untuk melihat adana pr'teinuri atau albuminuria), tes gula darah, tes k'lester'l (pr'fil lipid), ureum kreatinin, fundusk'pi, ˜™ dan f't' th'raks.

&iagn'sis hipertensi dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan  pemeriksaan fisik. Adapun klasifikasi tekanan darah berdasarkan  &oint   'ational ommittee —II (ŠE —II) adalah sebagai berikut

Penatalaksanaan kasus hipertensi dapat dilakukan dengan Fara sebagai  berikut

a. G'difikasi gaa hidup, seperti diet kaa buah, sauran, pr'duk  rendah lemak dengan jumlah lemak t'tal dan lemak jenuh ang rendah

 b. Genurunkan berat badan apabila berat badan berlebih

F. Gengurangi k'nsumsi garam ( anjuran  send'k the garam perhari)

"las##kas#

TD !#stl#k

TD D#astl#k  

 'rmal š  ! $ mmCg š $ mm Cg

PreCipertensi  ! $  #" mmCg $" mmCg

Cipertensi stage   ” $  " mmCg $"" mmCg

(17)

d. Gelakukan aktiitas fisik teratur seperti jalan Fepat selama #$ menit perhari

e. Gembatasi k'nsumsis alF'h'l f. Pemberian 'bat anti hipertensi

Peng'batan hipertensi merupakan peng'batan jangka panjang. 'ntr'l peng'batan dilakukan setiap ! minggu atau  bulan untuk  meng'ptimalkan hasil peng'batan. Peng'batan Cipertensi tanpa

"ompelling indi"ation 

• Cipertensi stage

dapat diberikan diuretik (CET !.$ mgŽhari, fur'semid !!$$ mgŽhari), atau pemberian penghambat AE˜ (Fapt'pril !!$$ mgŽhari atau enalapril !  !,”$ mgŽhari), penekat resept'r   beta (aten'l'l !$$mgŽhari d'sis tunggal, penghambat kalsium

• Cipertensi stage!.

*ila target terapi tidak terFapai setelah 'bserasi selama ! minggu, dapat diberikan k'mbinasi ! 'bat, biasana g'l'ngan diuretik, tia%id dan penghambat AE˜ atau antag'nis resept'r AII (l'sartan !  ! $$ mgŽhari) atau penekat resept'r beta atau  penghambat kalsium.

• Pemilihan anti hipertensi didasarkan ada tidakna k'ntraindikasi

dari masingmasing antihipertensi diatas.Sebaikna pilih 'bat hipertensi ang diminum sekali sehari atau maksimum ! kali sehari. (diltia%em etended release$”!$ mgŽhari, aml'dipin

!,$ mgŽhari, atau nifedipin long a"ting #$$ mgŽhari) atau

k'mbinasi. (emenkes, !$”)

2.2.2.2 D#aŽetes Mel#tus –DM—

&iabetes Gelitus adalah gangguan metab'lik ang ditandai 'leh hiperglikemia akibat defek pada kerja insulin (resistensi insulin) dan sekresi insulin atau keduaduana.

Pasien dengan diabetes mellitus biasana mengeluh adana  p'lifagia, p'liuri, p'lidipsi, dan penurunan berat badan ang tidak jelas sebabna. Selain itu, kadang juga didapati keluhan tidak khas &G seperti lemah, kesemutan (rasa baal di ujungujung ekstremitas), gatal, mata

(18)

kabur, disfungsi ereksi pada pria, pruritus ulae pada wanita, dan luka ang sulit sembuh.

&iabetes mellitus diklasifikasikan menjadi ! a. &G tipe 

o &G pada usia muda, š ”$ tahun

o Insulindependent akibat destruksisel

•  *mmune-mediated

• Idi'patik

 b. &G tipe ! (berariasi mulai dari ang pred'minan resistensi insulin dengan defisiensi insulin relatif D d'minan defek sekresi insulin disertai resistensi insulin).

Adapun fakt'r risik' &G tipe !

a. *erat badan lebih dan 'bese (IGT – ! kgŽm!)  b. Riwaat penakit &G di keluarga

F. Gengalami hipertensi (T& – ”$Ž"$ mmCg atau sedang dalam terapi hipertensi)

d. Pernah didiagn'sis penakit jantung atau str'ke (kardi'askular) e. 'lester'l C&† š # mgŽdl dan Ž atau Trigliserida › !$ mg Žd†

atau sedang dalam peng'batan dislipidemia

f. Riwaat melahirkan bai dengan **† › ”$$$ gram atau pernah didiagn'sis &G ™estasi'nal

g. Perempuan dengan riwaat PEOS ( poly"isti" o+ary syndrome)

h. Riwaat ™&PT (™luk'sa &arah Puasa tergangu) Ž T™T (T'leransi ™luk'sa Terganggu)

i. Aktifitas jasmani ang kurang  j. sia › ” tahun

k. &iet tinggi kal'ri dan lemak l. Aktifitas fisik ang kurang

2.3 "relas# Antara Puasa ƒengan "esehatan !e“ara Umum

Genurut dunia ked'kteran, puasa dapat meningkatkan imunitas tubuh terhadap berbagai penakit. Cal ini dibuktikan dengan meningkatna fungsi sel limpa dalam mempr'duksi limf'sit T seFara signifikan setelah puasa (Riad Albib dan Ahmed ˜lkadi”). Puasa ramadhan tidak akan berbahaa, tapi justru malah memberikan berbagai maFam manfaat, seperti F'nt'hna pada pasien ang menderita diabetes (Sulimami, dll, "”"!).

(19)

Genurut Šalal Sa'ur, pada saat puasa, Fairan tubuh ang berkurang akan mengakibatkan menurunna kerja jantung (heart rate) dan menFegah

terjadina k'agulasi darah, ang menjadi penebab serius pada penakit  jantung (Šalal, Riad, ""$). Selain itu, puasa juga aman dilakukan bagi  pasien ang memiliki gangguan pada penFernaan (missal, ulkus gaster).Penelitian tersebut dilakukan 'leh Gu%am G™, li G. dan Cusain, ang meng'bserasi efek puasa ramadhan terhadap asam lambung (Gu%am, "#!!).

Puasa merupakan suatu met'de untuk mendet'ksikasi tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, mengistirahatkan kerja 'rgan'rgan tubuh , membersihkan tubuh dari residu dan %at karsin'genik dari makanan, serta meneimbangkan metab'lism tubuh dan em'si.

Genurut ˜ls'n G. Caas, G.&., se'rang direktur ,edi"al entre of   ,arine sejak tahun "”, puasa (ang didalamna terdapat unsur  "leansing dan det'ksifikasi) merupakan bagian dari tril'g nutrisi, balan"ing!dan building (toning ). ˜ls'n berpendapat bahwa puasa adalah

 bagian ang hilang dalam diet dunia barat, ang kebanakan o+er  eating.Sehingga beliau menarankan agar mulai mengatur p'la makan

dengan seimbang dan mulai berpuasa. Puasa memiliki beragam manfaat, diantarana purifikasi, peremajaan, istirahat pada 'rgan penFernaan, anti

aging , mengutangi alergi, mengurangi berat badan, det'ksifikasi, relaksasi

mental dan em'si, perubahan kebiasan makan menjadi lebih seimbang dan terk'ntr'l, meningkatkan imunitas tubuh, dan lebih baik lagi jika dalam  pengawasan d'kter. Puasa dapat meng'bati berbagai penakit, seperti‹ influen%a, br'nFhitis, diare, k'nstipasi, alergi makanan, asthma, aterskler'sis, penakit jantung k'r'ner, hipertensi, diabetes, 'besitas, kanker, epileps, ba"k pain, sakit mental, angina peFt'ris dan ins'mnia

(healthnet).

&i Amerika, terdapat pusat puasa ang bernama  Fasting enter   *nternational! *n"% ang sudah berdiri sejak # tahun ang lalu dengan

direktur &ennis Pauls'n. Pusat puasa tersebut bahkan didatangi 'leh  pasien dari !!$ negara.Adapun ang direk'mendasikan, aitu‹ pr'gram

(20)

 penurunan berat badan, mengeluarkan t'ksin tubuh, dan puasa untuk  memperbaiki energ, kesehatan mental, kesehatan fisik serta meningkatkan kualitas hidup.

*erikut ini adalah kutipan dari AshShawi mengenai penelitian  beberapa ilmuwan tentang puasa

. Puasa dapat menurunkan pr'duksi h'rm'ne pemiFu stress. Penelitian ini dilakukan 'leh dr Sabah al*aUir dan sejawat dari H niersitas ing Saud. &ilakukan studi terhadap h'rm'ne pr'laktin, insulin dan k'rtis'l pada tujuh 'rang lakilaki ang berpuasa sebagai sampel. Casilna adalah tidak ada perubahan ang signifikam pada leel k'rtis'l, pr'laktin dan insulin. Cal ini menunjukkan bahwa puasa ramadhan bukan sesuatu ang memberatkan dan tidak mengakibatkan tekanan mental dan saraf. Penelitian ini menunjukkan peningkatanna terjadi pada perbedaan waktu saja. *ila pada hari tidak puasa,  pr'laktin mengalami kenaikan tertinggi pada pukul .$$ sedangkan  pada bulan Ramadhan mengalami punFakna pada pukul !,$$ dan menurun hingga menFapai batas terendahna pada pukul $”.$$. Sementara insulin meningkat pada pukul .$$, sedang pada bulan Ramadhan pukul !.$$ dan menurun sampai batas terendah pada  pukul .$$. Adapun k'rtis'l pada hari biasa menFapai punFakna  pada pukul $".$$, menurun pada pukul !.$$, sementara pada bulan

Ramadhan tidak ada perubahan berarti.

!. Puasa dapat meningkatkan imunitas tubuh. Penelitian ini dilakukan 'leh dr Ahmad alVadhi dan dr. Riadh bersama rekanna di Amerika. &ilakukan tes lab'rat'rium pada sejumlah sukarelawan ang berpuasa selama bulan Ramadhan. Casil penelitian menunjukkan bahwa terjadi  peningkatakn hingga sepuluh kali lipat pada indikat'r fungsi'nal sel limf'sit, walaupun jumlah keseluruhanna tidak berubah. Akan tetapipr'sentasi sel limf'sit T mengalami kenaikan ang pesat.

#. Puasa aman bagi penderita diabetes sejauh dilakukan dengan kesadaran dan k'ntr'l makanan serta 'bat'batan. Penelitian ini dilakukan 'leh dr. Riadh Sulaiman dan kawankawan pada tahun ""$ dari RS niersitas ing halid, Riadh Saudi. &ilakukan

(21)

 penelitian pengaruh puasa terhaddap ”… penderita diabetes mellitus tipe II dan sejumlah 'rang sehat. Casil penelitian menunjukkan bahwa  puasa ramadhan tidak mengkibatkan penurunan berat badan ang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun ang berarti pada k'ntr'l  penakit diabetes di kalangan penderita.

”. &r. Guhammad Gunib dan kawankawan dari Turki juga melakukan sebuah penelitian terhadap seratus k'resp'nden muslim. Sampel darah mereka diambil sebelum dan di akhir bulan Ramadhan, untuk  dianalisis dan diukur kandungan pr'tein, t'tal lipid, lemak f'sfat, HHA, k'lester'l, albumin, gl'bulin, gula darah, trigliser'l dan unsur unsur pembentuk darah lainna. &itemukan penurunan umum pada kadar gluk'sa dan triaFgliser'l pada 'rang ang berpuasa, terjadi  penurunan pasial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adana

aset'n dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan. enataan ini menegaskan tidak adana  pembentukan %at%at ket'n ang berbahaa bagi tubuh selama bulan  puasa (AshShawi !$$‹ ).

Sejak dahulu kala, puasa dipakai sebagai peng'batan ang terbaik, seperti kata Plat' bahwa puasa dapat meng'bati penakit fisik dan mental. Philippus ParaFelsus mengatakan bahwa,  fasting is the greatest remedy the physi"ian ithin%.Oleh karena itu puasa dapat dilakukan untuk 

 penFegahan dan penembuhan penakit. Genurut AshShawi seFara ringkas terdapat perbedaan dan persamaan puasa ang dilakukan untuk   peng'batan dan puasa Islam, aitu

. Puasa dalam Islam dilakukan di waktu ang sudah ditentukan, misalna  pada bulan Ramadhan dan puasa Sunah. Sedangkan puasa medis dilakukan  pada waktu tidak tertentu, tergantung kesadaran pasiean atau anjuran

d'kter, ang bisana dalam pengawasan d'kter.

!. Puasa medis biasana dengan pantangan beberapa %at makanan, tergantung tujuan peng'batanna. Sedangkan puasa Islam tidak ada pantangan makanan, namun seimbang antara energ, pr'tein, itamin dan mineral. #. Puasa Islam dilakukan dengan hati ang senang sesuai dengan janji Allah

(22)

 amun puasa medis biasana membuat pasien agak tertekan karena bahan makanan ang dipantang sampai batas waktu ang ditentukan d'kter. ”. Puasa Islam dilakukan 'leh 'rang ang sehat, sedangkan pada k'ndisi

tertentu puasa diberikan keringanan, terutama pada wanita hamil, menusui, 'rang tua ang sudah tidak kuat lagi melaksanakan puasa. Pada  puasa medis biasana dilakukan karena petunjuk d'kter pada sese'rang

ang mengalami kelainan medis tertentu (AshShawi, !$$).

2.„ "relas# Antara Puasa ƒengan "esehatan Mental

&itinjau seFara ilmiah, puasa dapat memberikan kesehatan  jasmani maupun ruhani. Cal ini dapat dilihat dari beberapa hasil penelitian ang dilakukan para pakar. Penelitian iF'lae, se'rang guru besar ang  bekerja pada lembaga psikiatri G'sk'w (the ,osko Psy"hiatri"*nstitute),

menF'bamenembuhkan gangguan kejiwaan dengan berpuasa. &alam usahana itu, ia menterapi pasien sakit jiwa dengan menggunakan puasa selama #$ hari. iF'lae mengadakan penelitian eksperimen dengan membagi subjek menjadi dua kel'mp'k sama besar, baik usia maupun  berat ringanna penakit ang diderita. el'mp'k pertama diberi  peng'batan dengan ramuan 'bat'batan.Sedangkan kel'mp'k kedua diperintahkan untuk berpuasa selama #$ hari. &ua kel'mp'k tadi dipantau  perkembangan fisik dan mentalna dengan testes psik'l'gis.&ari eksperimen tersebut diper'leh hasil ang sangat bagus, aitu banak   pasien ang tidak bisa disembuhkan dengan terapi medik, ternata bisa

disembuhkan dengan puasa.Selain itu kemungkinan pasien tidak kambuh lagi selama  tahun kemudian ternata tinggi. †ebih dari separuh pasien tetap sehat.

Sedangkan penelitian ang dilakukan Alan E'tt terhadap pasien gangguan jiwa di rumah sakit ™raFe SUuare, ew 'rk juga menemukan hasil sejalan dengan penelitian iF'lae.Pasien sakit jiwa ternata bisa sembuh dengan terapi puasa.&itinjau dari segi penembuhan keFemasan, dilap'rkan 'leh Alan E'tt, bahwa penakit seperti susah tidur, merasa rendah diri, juga dapat disembuhkan dengan puasa. PerF'baan psik'l'gi membuktikan bahwa puasa mempengaruhi tingkat keFerdasan sese'rang.

(23)

Cal ini dikaitkan dengan prestasi belajarna. Ternata 'rang'rang ang rajin berpuasa dalam tugastugas k'lektif memper'leh sk'r jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 'rang ang tidak berpuasa.&i samping hasil  penelitian di atas, puasa juga memberi pengaruh ang besar bagi penderita gangguan kejiwaan, seperti ins'mnia, aitu gangguan mental ang  berhubungan dengan tidur.Penderita penakit ini sukar tidur, namun dengan diberikan Fara peng'batan dengan berpuasa, ternata penakitna dapat dikurangi bahkan dapat sembuh. &ari segi s'sial, puasa juga memberikan sumbangan ang Fukup besar.Cal ini dapat dilihat dari kendalakendala ang timbul di dunia.&i dunia ini ada anFaman kemiskinan ang melanda dunia ketiga khususna. Cal ini menimbulkan  beban mental bagi sebagian angg'ta masarakat di negaranegara ang telah menikmati kemajuan di segala bidang.Genanggapi kemiskinan di dunia ketiga, maka di Amerika munFul gerakan /unger Proje"t .™erakan

ini lebih bersifat s'sial, aitu setiap satu minggu sekali atau satu bulan sekali mereka tidak diperb'lehkan makan. ang ang semestina digunakan untuk makan tersebut diambil sebagai dana untuk men'l'ng mereka ang miskin (AnF'k, ""…).

Apabila hal di atas dikaitkan dengan dakwah Islam, maka dengan tujuan amal ibadah, puasa ang kita lakukan mempunai aspek s'sial juga, aitu selama satu bulan kita menisihkan uang ang biasa kita belanjakan  pada halhal ang kurang bermanfaat, misalna Rp. !$$$,Žhari, maka dalam satu bulan akan terkumpul sebanak Rp. $.$$$, untuk satu 'rang. Apabila seluruh umat Islam di Ind'nesia berpuasa, maka berapa banak  uang ang terkumpul dengan met'de iniQ&an kemudian uang tersebut digunakan untuk santunan s'sial.Ibadah puasa ang dikerjakan bukan karena iman kepada Allah biasana menjadikan puasa itu hana akan meniksa diri saja. Adapun puasa ang dikerjakan sesuai ajaran Islam, akanmendatangkan keuntungan ganda, antara lain ketenangan jiwa, menghilangkan kekusutan pikiran, menghilangkan ketergantungan jasmani dan r'hani terhadap kebutuhankebutuhan lahiriah saja.

(24)

Genurut Cawari (""!), puasa sebagai pengendalian diri ( self  "ontrol ). Pengendalian diri adalah salah satu Firi utama bagi jiwa ang

sehat. &an amnakala pengendalian diri sese'rang terganggu, maka akan timbul berbagai reaksi  patologik (kelainan) baik dalam alam pikiran,

 perasaan, dan perilaku ang bersangkutan. Reaksi patologik  ang munFul

tidak saja menimbulkan keluhan subektif pada diri sendiri, tetapi juga dapat mengganggu lingkungan dan juga 'rang lain.

2. Tekn#s Puasa Paƒa Pas#en Degenerat# 

Selama melaksanakan puasa, kita akan memiliki dua waktu makan, aitu di saat berbuka puasa dan di saat sahur dan selama puasa akan terjadi  perubahan p'la makanŽminum dan pemberian 'bat'batan. *erikut ada  beberapa panduan minum 'bat ketika puasa

• Obat dengan aturan tiga kali sehari. Geminum 'bat tersebut pada waktu

sahur, pada waktu berbuka dan pada waktu sebelum tidur (sekitar jam $ malam).

• Obat dengan aturan pakai dua kali sehari. Geminum 'bat tersebut pada

saat sahur dan saat berbuka. eFuali 'bat'batan untuk peng'batan maag (g'l'ngan C! bl'ker), seperti Ranitidin, Eimetidin, dan Ham'tidin sebaikna diminum menjelang tidur dan sebelum makan sahur. adar  asam lambung paling tinggi terjadi pada saat dini hari, maka baikna diminum malam hari untuk menghindarina.

• Obat dengan aturan pakai satu kali sehari. Obat b'leh dimimum pada saat

 buka atau saat sahur, ang penting harus tetap waktuna, misalkan diminum waktu buka maka berikutna juga pada waktu berbuka.

2..1 Tekn#s Puasa Paƒa Pas#en D#aŽetes Mel#tus –DM—

Gengingat risik' pasien diabetes saat menjalankan puasa (hip'glikemia, hiperglikemia, ket'asid'sis diabetikum, dehidrasi dan thr'mb'sis) sangat diperlukan pengel'laan ang baik.  Ameri"an 0iabetes  Asso"iation (A&A) pada tahun !$$ mengeluarkan rek'mendasi manajemen

 puasa pada pasien diabetes ang telah diperbaharui pada tahun !$$. †ima hal  penting dalam pengel'laan pasien diabetes ang menjalankan puasa, akni

(25)

) manajemen bersifat indiidual‹

!) pemantauan kadar gluk'sa darah seFara teratur‹

#) nutrisi tidak b'leh berbeda dari kebutuhan nutrisi harian‹

”) 'lahraga tidak b'leh berlebihan. Sh'lat tarawih (sh'lat dengan jumlah rakaat Fukup banak) setiap malam di bulan Ramadhan, dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari 'lahraga ang dianjurkan‹ dan

) membatalkan puasa. Pasien harus selalu diajari agar segera membatalkan  puasa jika terdapat gejala hip'glikemia atau bila dalam k'ndisi

hiperglikemia.

Puasa tetap

Žleh ƒ#laksanakan

'leh penderita diabetes mellitus (&G) dengan kriteria sebagai berikut 

œ Penderita &G tipe (diabetes karena kurangna pr'duksi insulin) ang stabil atau terkendali dengan perenFanaan makan dan 'lah raga.

œ Penderita &G tipe! (diabetes akibat kurang sensitifna jaringan tubuh terhadap insulin) dengan berat badan lebih serta k'ntr'l ang baik dan  pengawasan gluk'sa darah seFara ketat.

œ Penderita &G ang mendapat suntikan insulin satu kali per hari. Sedangkan ang

t#ƒak ƒ#anjurkan †uasa

 antara lain 

œ Penderita &G dengan kadar gula ang tinggi sekali atau tidak stabil. œ Penderita &G ang tidak mengikuti diet, pemakaian 'bat dan pengaturan

aktiitas.

œ Penderita tipe dan tipe! dengan k'ntr'l ang buruk.

œ Penderita &G ang disertai k'mplikasi jantung, ginjal dan hati (karena kekurangan Fairan dapat semakin membahaakan kerja 'rgan'rgan  penting tersebut).

œ Penderita &G ang mendapatkan suntikan insulin dua kali sehari atau lebih.

etika pasien diabetes melitus melaksanakan puasa akan terjadi  perubahan p'la makan, p'la minum, dan tentuna perubahan p'la pemberian 'bat'batan. &iabetes melitus merupakan gangguan metab'lik seumur hidup maka perlu penatalaksanaan. Pasien diabetes ang berpuasa berisik' memilik  efek samping seperti hip'glikemi, hiperglikemi dengan atau ket'asid'sis dan dehidrasi sehingga pengetahuan tata kel'la ang baik sangat diperlukan. Studi

(26)

˜pidemi'l'g 'f &iabetes and Ramadhan (˜PI&IAR) ang meneliti !.!”#  pasien diabetes dari # negara Islam mendapatkan ”# pasien diabetes melitus tipe I dan …" pasien diabetes melitus tipe !. &iperkirakan terdapat ”$$ juta 'rang dengan diabetes di seluruh dunia ang menajalani puasa ramadhan setiap tahunna. Penatalaksanaan diabetes mempunai tujuan akhir  untuk menurunkan m'rbiditas dan m'rtalitas &G, ang seFara spesifik  ditujukan untuk menFapai ! target utama, aitu

• Genjaga agar kadar gluk'sa plasma berada dalam kisaran n'rmal

• GenFegah atau meminimalkan kemungkinan terjadina k'mplikasi

diabetes

Pada dasarna ada dua pendekatan dalam penatalaksanaan diabetes, ang pertama pendekatan tanpa 'bat dan ang kedua adalah pendekatan dengan 'bat. &alam penatalaksanaan &G, langkah pertama ang harus dilakukan adalah penatalaksanaan tanpa 'bat berupa pengaturan diet dan 'lahraga. Apabila dengan langkah pertama ini tujuan penatalaksanaan belum terFapai, dapat dik'mbinasikan dengan langkah farmak'l'gis berupa terapi insulin atau terapi 'bat hip'glikemik 'ral, atau k'mbinasi keduana. *ersamaan dengan itu, apa pun langkah penatalaksanaan ang diambil, satu fakt'r ang tak b'leh ditinggalkan adalah penuluhan atau k'nseling pada  penderita diabetes 'leh para praktisi kesehatan, baik d'kter, ap'teker, ahli gi%i

maupun tenaga medis lainna.

Pengg'l'ngan 'bat hip'glikemik 'ral berdasarkan mekanisme kerjana dapat dibagi menjadi # g'l'ngan, aitu

• Obat'bat ang meningkatkan sekresi insulin, meliputi 'bat hip'glikemi

g'l'ngan sulf'nilurea dan glinida (meglitinida dan turunan fenilalanin)

• Sensitiser insulin ('bat'bat ang dapat meningkatkan sensitifitas sel

terhadap insulin), meliputi 'bat'bat hip'glikemik g'l'ngan biguanida dan tia%'lidindi'n, ang dapat membantu tubuh untuk memanfaatkan insulin seFara lebih efektif 

• Inhibit'r katab'lisme karb'hidrat, antara lain inhibit'r žgluk'sidase ang

(27)

mengendalikan hiperglikemia p'stprandial (p'stmeal hperglFemia). &isebut juga starFhbl'FkerB.

*ahwa selama puasa terjadi perubahan p'la makanŽminum dan  pemberian 'bat'batan. Risik' ang terjadi pada pasien diabetes mellitus aitu hip'glikemi, hiperglikemi, dan ang paling ditakutkan ialah ket'asid'sis. ™ula darah diperlukan tubuh sebagai sumber energi terutama bagi 'rgan'rgan  penting, seperti 'tak, 't't, sarah, sel darah, dll. Sumber gula diper'leh dari makanan dan minuman ang dik'nsumsi dan dari Fadangan simpanan dari hati, lemak, dan 't't. Pada 'rang n'rmal dan diabetesi ang gula darahna tidak terlalu tinggi sumber energi selama berpuasa diper'leh dari Fadangan gula dari hati ang Fukup digunakan untuk menjalankan puasa selama kurang lebih ! jam. Pada pasien diabetes ang gula darahna tinggi menebabkan sumber energi dari hati tidak terFukupi sehingga lebih Fepat dipergunakan Fadangan energi dari lemak dan 't't. Penggunaan energi dari lemak  menghasilkan ket'n (ket'asid'sis) ang dalam jumlah besar merupakan raFun dalam tubuh.

Pasien diabetes ang aman berpuasa ialah ang kadar gula darahna terk'ntr'l (gula darah puasa $ ! mgŽdl, ! jam setelah makan $$ mgŽdl), tidak menggunakan suntikan insulin lebih dari ! sehari, faal hati dan ginjal k'ndisi baik, tidak ada gangguan pembuluh darah 'tak dan jantung, Fadangan lemak tubuh terFukupi, tidak ada kelainan h'rm'nal, dan tidak  dalam k'ndisi demam tinggi. Pasien diabetes ang sebaikna tidak berpuasa ialah diabetesi tipe  atau ! ang gula darahna tidak terkendali, diabetesi ang pernah mengalami k'ma ket'asid'sis, diabetesi usia lanjut ang diperkirakan sulit memahami k'mplikasi ang mungkin timbul, diabetesi dengan penakit lain ang berat, diabetesi ang pernah mengalami lebih dari ! kali epis'de hip'glikemiaŽhiperglikemia selama ramadhan, diabetes ang sedang hamil.

Tata laksana pada pasien diabetes melitus ang berpuasa ialah bersifat indiidual, pemantauan kadar gluk'sa darah seFara teratur ketika berbuka dan sahur, nutrisi tidak b'leh berbeda dari kebutuhan nutrisi harian, 'lahraga tidak 

(28)

 b'leh berlebihan, pasien harus tahu kapan membatalkan puasa ketika tejadi gejala hip'glikemi atau k'ndisi hiperglikemi. Pasien diabetes juga harus bisa mengatur p'la makan agar jumlah energi ketika waktu puasa sama dengan k'ndisi tidak puasa, perlu juga pengaturan p'la makan serta 'bat'batan. Pengaturan p'la makan aitu

•  buka puasa  $ kebutuhan energi sehari ketika sebelum sh'lat Gaghrib

• memakan makanan ringan ($) dan sesudah sh'lat Gaghrib memakan

makanan utama (”$)

• sesudah sh'lat tarawih memakan makanan ringan ($)

• sahur memakan makanan utama (”$)

Calhal ang perlu diperhatikan pada pasien &G usia lanjut Fenderung dehidrasi sehingga perlu banak minum air putih, selain itu waspada terhadap hip'glikemi dan ket'asid'sis serta mengetahui tandatandana. Tandatanda dari hip'glikemi ialah berkeringat, gelisah, gemetar, berdebar, lidah kesemutan, penglihatan ganda, bingung, bila berlanjut kejang dan pingsan, dan pemeriksaan gula darah kurang $ mgŽdl. Sedangkan tandatanda ket'asid'sis ialah lemas, sakit perut, mual, muntah, pusing, gelisah, kram 't't, nafas berbau aset'n, kesadaran menurun. Gengatasi hip'glikemi pada saat  pasien puasa dengan &G aitu segera berbuka, minum air gulaŽmanis, dan  berhenti minum 'bat diabetes.

Perubahan jadwal dan d'sis 'bat tablet dan Insulin untuk pasien diabetes

• ™'l'ngan *iguanid, F'nt'hna Getf'rmin ketika k'ndisi tidak puasa

aturan pakaina #  $$ mg sehari, namun k'ndisi berpuasa $$ mg diminum ketika sesudah sahur dan $$ mg ketika sesudah berbuka puasa.

• ™'l'ngan Tia%'lindi'n dan Pi'glita%'ne ketika k'ndisi tidak puasa  

sehari dan k'ndisi berpuasa tidak ada perubahan d'sis, 'bat diminum pada saat berbuka.

• ™'l'ngan Sulf'nilurea (S), F'nt'hna ™libenFlamid, ™limepirid ang

merupakan 'bat ang paling banak diresepkan 'leh d'kter sebaikna tidak direk'mendasikan pada pasien diabetes mellitus ang berpuasa karena efek hip'glikemi. amun jika terpaksa diresepkan 'bat g'l'ngan

(29)

ini maka sifatna indiidualis dan ada peringatan hip'glikemi agar pasien hafal dan ingat tandatandana. Pemakaian S aitu   sehari diminum ketika berbuka puasa sebelum makan besar. ntuk S ang diminum !  sehari ketika berbuka puasa dan ketika sahur dengan setengah d'sisna. Sedangkan S ang diminum #  sehari dikurangi aturan minumna menjadi seperti ang !  sehari.

• ™'l'ngan ™linid, F'nt'hna Repaglinide ” mg ketika tidak berpuasa

aturan pakaina !  sehari. amun ketika berpuasa tidak ada perubahan d'sis hana saja 'bat diminum pada saat berbuka dan sahur.

• ™'l'ngan &PP” Inhibit'r F'nt'hna Sitegliptin $$ mg ketika tidak 

 berpuasa aturan pakaina   sehari. amun ketika berpuasa tidak ada  perubahan d'sis hana saja 'bat diminum pada saat berbuka dan kurangi d'sis jika dik'mbinasi dengan S. Pasien dengan Insulin ketika tidak   berpuasa aturan pakaina   sehari pada pagi hari. amun ketika  berpuasa Insulin disuntikkan   sehari pada saat setelah berbuka puasa.

• Penggunaan Insulin ang aturan pakaina   sehari pada malam hari

ketika tidak puasa, namun ketika puasa disuntikkan   sehari pada malam hari seperti biasa. Penggunaan Insulin ang aturan pakaina !  sehari  pada pagi hari sebelum sarapan pagi dan sebelum makan malam ketika

tidak puasa, namun ketika puasa disuntikkan sesaat setelah berbuka puasa, d'sis mungkin dikurangi sepertiga na. Insulin s're disuntikkan sebelum sahur dan d'sis dikurangi setengahna (Cafid, dkk. !$).

TaŽel 2.1.  Rek'mendasi perubahan regimen terapi pada pasien diabetes tipe ! ang menjalankan puasa

(30)

2..3 Tekn#s Puasa Paƒa Pas#en H#†ertens#

Ada beberapa hal ang harus diperhatikan se'rang penderita hipertensi ang ingin berpuasa, antara lain 

• Rutin memeriksa tekanan darah minimal dua kali sehari selama berpuasa

aitu pada pagi hari sekitar pukul … dan malam hari setelah shalat tarawih. &ianjurkan untuk memiliki alat ukur tekanan darah atau tensimeter di rumah (untuk lebih memudahkan bisa dipilih tensimeter digital). Selama berpuasa, hendakna menjaga supaa tekanan darah tetap di  bawah ”$Ž"$ mmCg. Pada batas itu, insaAllah aman berpuasa.

• Pasien hipertensi ringan sampai sedang dengan dengan kelebihan

 berat badan ataupun tidak dianjurkan untuk tetap berpuasa, karena  puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah. &isarankan 'bat hipertensi diminum saat makan sahur sehingga 'bat tersebut dapat mengendalikan tekanan darah selama beraktiitas disiang hari. Riset menunjukkan bahwa tekanan darah menFapai angka paling tinggi  pada pukul " pagi dan paling renadag pada malam hari setelah

(31)

tidur. Perlu hatihati jika 'bat anti hipertensi diminum malam hari karena mungkin terjadi penurunan tekanan darag ang berlebihan  pada saat tidur. Pasien dengan peng'batab menggunakn diuretiF, maka d'sis diuretiF harus dikurangi untuk menghindari terjadina dehidrasi. ntuk pasien dengan tekanan darah tinggi berat dan  penakit jantung ang berat dianjurkan untuk tidak berpuasa (Cafid,

dkk. !$).

&alam1audi /ypertension ,anagement 2uidelines tahun !$, berikut

ini halhal ang dapat direk'mendasikan untuk pasien hipertensi ang menjalankan ibadah puasa Ramadhan

) manajemen berisifat indiidual‹

!) pasien harus di edukasi agar tetap teratur menjalani terapi baik dengan 'bat maupun n'nfarmak'l'gis‹

#) diuretik sebaikna dihindari, atau d'sis diturunkan dan diberikan setelah

ifthar

”) pasien perlu berk'nsultasi dengan d'kter sebelum berpuasa untuk  kemungkinan penesuaian d'sis‹

) terapi sekali sehari dengan preparat kerja panjang sangat dianjurkan‹

) pasien tetap diedukasi untuk meng'nsumsi diet rendah garam dan rendah lemak dengan mengad'psi &ASC diet!  dimana k'nsumsi garam harus

dibatasi menjadi  grŽhari (setara dengan satu send'k teh) ‹

…) pasien dengan hipertensi ang sulit dikendalikan, dianjurkan agar tidak   berpuasa hingga tekanan darahna dapat terkendali‹ dan

) krisis hipertensi harus ditatalaksana segera dan tidak dianjurkan untuk   berpuasa.

BAB III

PEMBAHA!AN

(32)

Sejak dahulu kala, puasa dipakai sebagai peng'batan ang terbaik, bahkan Philippus ParaFelsus mengatakan bahwa,  fasting is the greatest remedy the  physi"ian ithin%. &ari beberapa penelitian ang telah dilakukan, terbukti bahwa

 puasa dapat menurunkan pr'duksi h'rm'n pemiFu stres, meningkatkan imunitas tubuh, aman bagi penderita diabetes, dan tidak mengakibatkan dipr'duksina %at %at ket'n ang berbahaa bagi tubuh. Oleh karena itu puasa dapat dilakukan untuk   penFegahan dan penembuhan penakit.

Puasa merupakan salah satu rukun Islam ang diwajibkan bagi setiap umat muslim. Adapun beberapa sarat wajib penunaian puasa, aitu sehat (tidak dalam keadaan sakit), menetap, serta suFi dan haid dan nifas. &alam kaitanna dengan ibadah wajib puasa di bulan Ramadhan, maka 'rang ang sakit dikateg'rikan dalam dua keadaan. Pertama, 'rang sakit ang tidak mampu berpuasa sama sekali, maka berbuka atau tidak berpuasa bagina adalah wajib. edua, 'rang sakit ang masih mampu berpuasa, tetapi bisa membahaakan sakitna atau sangat memberatkan dirina apabila berpuasa. &alam keadaan seperti ini, disunnahkan  bagina untuk berbuka atau tidak berpuasa. Cal ini juga berlaku pada pasien ang menderita penakit degeneratif, F'nt'hna diabetes mellitus. Pada 'rang ang menderita diabetes militus aman untuk melakukan puasa akan tetapi perlu dik'ntr'l asupan makanan juga dalam pengawasan d'kter. Puasa aman bagi  penderita diabetes sejauh dilakukan dengan kesadaran dan k'ntr'l makanan serta 'bat'batan. Penelitian ang membuktikan bahwa puasa aman dilakukan  penderita diabetes dilakukan 'leh dr. Riadh Sulaiman dan kawankawan pada tahun ""$ dari RS niersitas ing halid, Riadh Saudi. &ilakukan penelitian  pengaruh puasa terhaddap ”… penderita diabetes mellitus tipe II dan sejumlah 'rang sehat. Casil penelitian menunjukkan bahwa puasa ramadhan tidak  mengkibatkan penurunan berat badan ang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun ang berarti pada k'ntr'l penakit diabetes di kalangan penderita. Cal ini menunjukkan bahwa sebenarna puasa ang dilakukan pada pasien penakit degenatif tidak berbahaa dilakukan asalkan k'ndisina memungkinkan untuk   puasa, dan pelaksanaan puasa dalam pengawasan d'kter.

(33)

Datar Pustaka

Adianti Candajani, *ett R''sihermiatie, Certi Garani. !$$.  Faktor-Faktor   yang erhubungan dengan Pola Kematian pada Penyakit 0egeneratif di

Referensi

Dokumen terkait

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul “Hubungan antara Kadar Gula Darah Puasa dan Faktor-faktor Risiko pada Pasien Diabetes Mellitus Rawat

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang perawatan diabetes melitus tipe II dengan kadar gula darah puasa pada klien DM yang berada di

Berdasarkan data Penelitian Kadar Glukosa Darah Puasa dan 2 jam Post Prandial pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Sawahlunto, Pada Penelitian ini dapat di

Jadi komplikasi diabetes melitus dapat dicegah dengan cara melaksanakan perawatan diri seperti pengaturan pola makan (diet), tidak merokok, pemantauan kadar gula darah,

Mengetahui hubungan asupan vitamin C, vitamin E dan selenium dengan kadar gula darah puasa pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD RAA

pengumpulan data juga mengenai distribusi penyakit stroke dengan diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS) dan gula darah puasa (GDP) di

2017 ‘Hubungan Aktifitas Fisik dengan Kadar Gula Darah Puasa Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Association Between Physical Activity and Fasting Blood Glucose Among Type 2 Diabetes

Oleh itu, peneliti akan melakukan penelitian mengenai efek puasa ramadhan terhadap kontrol gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Makassar 3.2 KERANGKA PENELITIAN 3.2.1