• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM KERJA DAN ANGGARAN EMPATI FOUNDATION I. PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM KERJA DAN ANGGARAN EMPATI FOUNDATION I. PENDAHULUAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

L LAAPPOORRAANN P PEELLAAKKSSAANNAAAANN PPRROOGGRRAAMM KKEERRJJAA DDAANN AANNGGGGAARRAANN E EMMPPAATTII FFOOUUNNDDAATTIIOONN P Peerriiooddee 22000055 -- 22000066 I I.. PPEENNDDAAHHUULLUUAANN

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan mengamanatkan, bahwa Yayasan adalah sebuah badan hukum yang dibentuk dalam rangka mencapai tujuan, baik di bidang sosial, keagamaan maupun kemanusiaan.

Mengemban amanat di atas, Empati Foundation lahir dengan sebuah tanggungjawab untuk berperan dalam memberikan solusi terhadap masalah sosial dalam masyarakat, dalam upaya mengangkat derajat dan harkat kemanusiaan. Hal tersebut dibangun dengan sebuah visi Program dan Kegiatan yang menitikberatkan pada sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial. Karena sektor pendidikan merupakan saripati dari mata rantai sistem kehidupan.

Untuk mengupayakan terwujudnya Program dan Kegiatan tersebut, Empati Foundation menstimulasikan seluruh sumber daya dan potensi masyarakat dengan prinsip trust yang oleh Rasullullah SAW diaktualisasikan dalam wujud sikap Amanah. Selain itu Public Accountability untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat adalah sebuah kemutlakan bagi Empati Foundation, dengan dukungan manajemen yang transparan dan berorientasi pada perbaikan kualitas masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut, untuk mengawalinya Pengurus menyusun laporan dengan format yang diupayakan secara bertahap mengarah kepada pemenuhan Standard Kualitas.

Melalui laporan ini, Empati Foundation berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pertanggungjawaban kepada publik tentang pelaksanaan program dan kegiatan serta penggunaan dana, sehingga memungkinkan seluruh pihak dapat mengakses dan mengontrol kegiatan kami.

Entry Point yang hendak dicapai adalah tercapainya sebuah sinergi antara Empati Foundation dengan para Muzaqi sebagai mitra untuk mewujudkan visi di atas.

(2)

I

III.. PPRROOGGRRAAMM DDAANN RREEAALLIISSAASSII KKEEGGIIAATTAANN A. BIDANG PENDIDIKAN

1. Program Siswa Asuh

Bentuk kegiatan berupa memberikan kesempatan kepada anak-anak yang keluarganya kurang beruntung dalam aspek ekonomi, namun memiliki potensi berupa kecerdasan dan kemauan untuk meningkatkan intelektualitasnya.

Untuk tahap pertama telah direalisasikan pemberian bantuan dana belajar (beasiswa) kepada siswa tingkat Sekolah Dasar, dalam bentuk :

 pengadaan paket buku pelajaran;

 sarana sekolah : tas, buku tulis dan alat tulis;

penyelenggaraan kegiatan kursus bahasa Inggris tingkat Elementary;  penyelenggaraan kegiatan kursus komputer tingkat pemula.

Penerapan pola pembinaan secara berkala bekerjasama dengan pihak orang tua/wali, pihak sekolah maupun lembaga-lembaga pendidikan kami lakukan secara rutin dan berkesinambungan, dengan tujuan :

 menyatukan persepsi tentang visi dan misi program Bidang Pendidikan agar semua pihak mendorong ketercapaian tujuan;

 mempererat tali silaturahmi antara Empati Foundation dengan keluarga siswa beserta elemen-elemen pendukung;

mengevaluasi dan membuat solusi untuk setiap kendala dan permasalahan yang dihadapi;

Pada periode tahun 2005 dan 2006 telah direalisasikan pemberian beasiswa kepada 6 siswa tingkat SD untuk tahun ajaran 2005-2006 di wilayah Jakarta Timur. Sistim perekrutan dilakukan dengan menyeleksi calon siswa asuh dari sekolah tertentu yang masuk dalam sekolah unggulan dengan peringkat 10 besar. Hal ini dilakukan agar program yang ditetapkan dapat berhasil karena siswa mendapat dukungan secara maksimal dan merupakan pilot project.

(3)

Bagi siswa yang berprestasi pada tingkat dasar dan memenuhi kriteria penjaringan tahap lanjutan juga diberikan penghargaan berupa kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pada tingkat lanjutan (pada jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) untuk memotivasi siswa agar lebih meningkatkan prestasinya. Untuk tahap ini yang memenuhi syarat terdapat 2 orang siswa.

Secara umum para siswa mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi dengan indikator mampu menduduki peringkat 10 besar di sekolah dan masuk sekolah lanjutan tingkat pertama unggulan.

Terlampir data siswa asuh yang meliputi prestasi siswa. 2. Program Pembinaan Majelis Ta’lim

Kegiatan program ini berupa pembinaan kepada Majelis Ta’lim dengan memberikan fasilitas pengajar secara rutin. Pada tahap awal telah dilaksanakan dengan Majelis Ta’lim Mardhotillah yang bersekretariat di Lubang Buaya-Jakarta Timur.

Majelis Ta’lim ini beranggotakan 25 orang, dengan komunitas tukang ojek di lingkungan TMII dan beberapa pegawai TMII.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak bulan Agustus 2005 sampai saat ini dengan anggaran sebesar Rp. 100.000,- per bulan.

B. BIDANG KESEJAHTERAAN SOSIAL 1. Program “Empati Khitan”

Sehat merupakan salah satu kebutuhan yang sangat mendasar bagi setiap manusia. Menciptakan kondisi lingkungan dalam skala besar dan pribadi dalam tataran kecil dengan tolok ukur hygienist bukanlah pekerjaan sederhana, tetapi diperlukan upaya-upaya yang cukup luar biasa dan dengan biaya yang tidak sedikit. Alangkah ironisnya masih banyak ditemukan di antara sesama kita yang belum merasakan hidup sehat karena keterbatasan pengetahuan, latar belakang budaya dan ekonomi.

(4)

Dengan kesadaran tersebut, Empati Foundation mengambil peran menyelenggarakan kegiatan “empati khitan”, yaitu memberikan kesempatan pada saudara-saudara kita yang kurang mampu untuk melaksanakan khitan.

Realisasi kegiatan “empati khitan” adalah sebagai berikut : a. Waktu dan tempat :

Minggu, 3 Juli 2005 pukul 06.30 s.d. 11.00 WIB bertempat di Bayt al-Quran & Museum Istiqlal Taman Mini Indonesia Indah-Jakarta;

b. Peserta dan cakupan wilayah :

40 anak dari beberapa wilayah di DKI Jakarta, antara lain Bintaro, Cipinang-Jatinegara, Lubang Buaya, Pinang Ranti, Ceger, Paseban, Johar Baru;

c. Dokter dan Paramedis :

Bekerjasama dengan Dokter Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Paramedis dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta;

d. Fasilitas yang berikan :

1) kelengkapan khitan (baju koko, kopiah, sarung); 2) peralatan sekolah (tas, buku dan alat tulis); 3) uang saku @ Rp. 100.000,-;

4) hiburan berupa dongeng anak dan organ tunggal; 5) fasilitas antar jemput;

6) obat dan vitamin;

7) makan pagi dan siang, snack dan ekstra pudding; 8) ruang khitan yang nyaman dan ber-AC;

9) foto dokumentasi.

e. Anggaran yang dikeluarkan untuk kegiatan khitanan sebesar Rp.28.243.300,- ; Terlampir daftar nama peserta dan perincian pengeluaran.

(5)

2. “Empati Ramadhan”

Program yang menitikberatkan perhatian pada kaum dhuafa lanjut usia, tidak memiliki sandaran hidup dan sebatang kara.

Realisasi kegiatan “empati Ramadhan” adalah sebagai berikut : Ramadhan 1426 Hijriyah :

a. Waktu dan tempat :

Minggu, 23 Oktober 2005. Sesuai hasil survey dan uji kelayakan ditetapkan wilayah Kelurahan Cipinang Besar Utara Jatinegara-Jakarta Timur sebagai obyek pemberian santunan.

b. Peserta :

200 orang dhuafa dan anak yatim; c. Santunan diberikan dalam bentuk:

1) paket sembako senilai Rp. 100.000,- per orang; 2) uang santunan Rp. 100.000,- per orang;

3) kalender Empati;

d. Anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp. 40.981.000,- ;

Terlampir daftar penerima santunan dan rincian pengeluaran.

Ramadhan 1427 Hijriyah : a. Waktu dan tempat :

Dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 8 dan 15 Oktober 2006. Santunan dalam bentuk kebutuhan pokok selama bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri diberikan kepada kaum dhuafa yang bertempat tinggal di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

b. Peserta :

10 orang dhuafa;

c. Santunan diberikan dalam bentuk:

1) paket sembako senilai Rp. 100.000,- per orang; 2) uang santunan Rp. 100.000,- per orang;

(6)

d. Anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp. 4.500.000,- ;

Terlampir daftar penerima santunan dan rincian pengeluaran.

3. “Empati Sehat”

Kegiatan ini merupakan sebuah usaha untuk membangun kondisi lingkungan masyarakat yang sehat secara jasmani, khusus dalam kegiatan mandi, cuci dan kakus. Realisasinya adalah pembangunan sarana sanitasi “Tirta Amarta”.

a. Tahapan pelaksanaan :

- Selama lebih dari 2 (dua) bulan Tim Empati Foundation melakukan studi kelayakan dan survey lapangan untuk mengetahui kondisi riil masyarakat yang memang benar-benar belum memiliki fasilitas dan kesadaran akan pentingnya hidup dalam lingkungan yang sehat.

- Penetapan tempat pembangunan sesuai hasil penilaian akhir.

- Mempersiapkan blue print rancangan arsitektur bangunan yang disesuaikan dengan kondisi target. - Melaksanakan pembebasan tanah seluas 90 m2 sebagai tempat pembangunan.

- Proses peletakan batu pertama dimulai tanggal 15 Juni 2006 dan pembangunan selesai tanggal 20 Agustus 2006.

b. Sasaran :

- Warga Rt.04 Rw.01 Kampung Cimoboran Desa Sukawening Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. - Jumlah warga sebanyak 260 jiwa.

c. Waktu pelaksanaan selama 1,5 bulan

d. Anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp. 65.000.000,-.

(7)

C. KESEKRETARIATAN DAN KEUANGAN 1. Program dan Kegiatan Kesekretariatan

a. Tertib administrasi :

Menciptakan sistem administrasi tata usaha dan keuangan dengan prinsip berdaya guna dan berhasil guna yang dalam dilaksanakan dengan kendali satu pintu. Hal ini dilakukan karena untuk dapat mewujudkan public accountability, dimulai dari tertib administrasi.

b. Legalitas Yayasan :

Sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku, Empati Foundation telah terdaftar dan mendapatkan pengesahan dari:

1) Akta Notaris Kenny Dewi Kaniawati, SH. Nomor : 9 Tanggal 20-06-2006;

2) Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : C-2422.HT.01.02.TH 2006 tanggal 19 Oktober 2006;

3) Surat Keterangan Domisili Perusahaan Nomor : 001/1.824.1/06 berlaku sampai dengan tanggal 3-07-2007; 4) NPWP Nomor : 02.561.687.1-005.000;

2. Program dan Kegiatan Keuangan

a. Membuka rekening Yayasan Empati pada Bank Mandiri Kantor Kas Jakarta TMII dengan nomor rekening : 129.005.192.196

b. Mengadakan pembukuan atas pemasukan dan pengeluaran anggaran Empati. Khusus dalam laporan keuangan kami upayakan memenuhi kaidah akuntasi yayasan yang meliputi minimal laporan Posisi Keuangan dan Aktivitas.

c. Sumber Dana : 1) Dana ZIS

Dana ZIS diperoleh dari para donatur dan masyarakat luas. Pada periode tahun 2005 s.d. 2006 Empati mendapatkan dana ZIS dari :

 Bapak Wisnu Utomo;  Bapak Erick Herlambang;  Bapak Subianto;

(8)

2) Dana Pengelolaan

Sumber dana yang masuk untuk Pengeloaan Empati Foundation pada periode ini adalah berasal dari :  12,5% dana ZIS untuk amil yang dialokasikan untuk pengelolaan Empati Foundation, antara lain : biaya

listrik, telepon, kebersihan & partisipasi lingkungan, ATK. I

IIIII.. PPEENNUUTTUUPP

1. Secara umum pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2005 dan 2006 berjalan sesuai program yang telah ditetapkan, walaupun evaluasi dan perbaikan perlu dilakukan, khususnya dalam hal manajemen penyaluran.

2. Empati Foundation yang usianya masih relatif sangat muda, berusaha membangun social spirit terhadap kaum dhuafa agar dapat berjuang memperbaiki tatanan kehidupannya baik dari sektor pendidikan maupun ekonomi.

3. Pada langkah berikutnya Empati Foundation perlu menerapkan dua unit kegiatan. Disamping unit sosial perlu dibangun pula unit usaha agar pengelolaan Empati Foundation tidak bergantung pada dana ZIS yang 12,5%.

Jakarta, Januari 2007

BADAN PENGURUS EMPATI FOUNDATION Ketua,

Referensi

Dokumen terkait

Pihak Kopertis Wilayah I Medan juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menyediakan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan dan menciptakan lingkungan kerja yang

Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga

1) Manajemen Sumber Daya Manusia. 2) Manajemen Sumber Daya Keuangan. 3) Manajemen Sarana dan Prasarana. 4) Manajemen Teknologi dan Informasi (IT). Maksud dan tujuan. Laporan ini

Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga

Sedangkan fungsi pendukungnya (non teknis yudisial) meliputi : 1) Manajemen Sumber Daya Manusia. 2) Manajemen Sumber Daya Keuangan. 3) Manajemen Sarana dan Prasarana. 4)

1) Menciptakan keadaan dimana setiap keluarga dapat menempati rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat dan teratur. Suatu kondisi yang memenuhi persyaratan kelayakan dalam

1) Manajemen Sumber Daya Manusia. 2) Manajemen Sumber Daya Keuangan. 3) Manajemen Sarana dan Prasarana. 4) Manajemen Teknologi dan Informasi (IT). Maksud dan tujuan. Laporan ini

Sedangkan fungsi pendukungnya (non teknis yudisial) meliputi : 1) Manajemen Sumber Daya Manusia. 2) Manajemen Sumber Daya Keuangan. 3) Manajemen Sarana dan Prasarana. 4)