• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA IMPLEMENTASI GREEN COMMUNICATIONS PADA JARINGAN LTE UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI ENERGI JARINGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISA IMPLEMENTASI GREEN COMMUNICATIONS PADA JARINGAN LTE UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI ENERGI JARINGAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA IMPLEMENTASI GREEN

COMMUNICATIONS PADA JARINGAN LTE UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI

ENERGI JARINGAN

Oleh : Selva Melvarida Simanjuntak

Dosen Pembimbing : Devy Kuswidiastuti, ST.,M.Sc.

Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia,

Jurusan Teknik Elektro – FTI – ITS

(2)

Topik Pembahasan

• Pendahuluan

• Teori Penunjang

• Perancangan Sistem

• Hasil dan Analisa

• Kesimpulan

(3)

Latar Belakang

• Adanya perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin menggunakan banyak energi.

• Dilakukan berbagai penelitian dan optimasi dalam rangka penghematan energi dan penghematan bandwidth.

• Suatu studi yang menunjukkan penggunaan energi pada Base Station mencapai 50% untuk penggunaan AC,

listrik, circuit procesing, dan faktor lainnya.

• Dengan memadamkan Base Station yang memiliki

utilitas rendah dapat menghemat energi.

(4)

Permasalahan

• Peningkatan efisiensi energi pada jaringan LTE (Long Term Evolution ) dengan penerapan skema green

communication .

(5)

Batasan Masalah

• Skema green communication diterapkan untuk memadamkan eNodeB yang memiliki nilai utilitas rendah.

• Bandwidth LTE yang digunakan adalah 10 MHz yang terbagi menjadi 50 resource-block, setiap user akan mendapat 1 resource block.

• Jumlah sel yang digunakan dalam skenario jaringan LTE

ini adalah 25 sel dengan asumsi eNodeB berada tepat di

tengah-tengah sel yang berbentuk heksagonal.

(6)

Tujuan

• Menganalisa seberapa besar efisiensi energi

yang dicapai dengan menerapkan skema -green

communication pada jaringan LTE.

(7)

LTE (Long Term Evolution)

• LTE dikembangkan oleh 3GPP dengan tujuan

mengembangkan sistem komunikasi nirkabel untuk mengatasi kebutuhan telekomunikasi seperti

peningkatan kecepatan data, dsb.

• Memiliki keunggulan dalam kecepatan data yang

mencapai 100 Mbps untuk downlink dan 50 Mbps untuk uplink, bisa mendukung aplikasi seperti voice, data,

IPTV, live streaming, video conference, dsb.

• Memiliki coverage area yang lebih besar, fleksibel dalam

penggunaan bandwidth, dan dapat terhubung dengan

teknologi yang sudah ada sebelumnya.

(8)

Standar LTE

• Optimal radius sel sejauh 5 km sampai 30 km masih memiliki kinerja yang baik.

• Alokasi spektrum dengan ukuran yang berbeda, 1,4 MHz, 3 MHz, 5 MHz, 10 MHz, 15 MHz, 20 MHz.

• Memiliki ukuran resource block yang berbeda

berdasarkan bandwidth yang digunakan.

(9)

Efisiensi Energi

• Mengurangi konsumsi energi suatu eNodeB.

• Memadamkan eNodeB pada kondisi trafik yang rendah.

• Menggunakan skema multi antena.

• Mengurangi jumlah site eNodeB.

(10)

Perancangan Sistem

• Contoh penggunaan algoritma atau metode green

communication.

(11)

Parameter Simulasi

• Menggunakan 25 sel dimana eNodeB terletak di tengah sel.

• Radius sel adalah 0.5 km.

• Jumlah subcarrier yang digunakan adalah 50 untuk setiap sel.

• Menggunakan bandwidth sebesar 10 MHz.

• Menggunakan daya transmisi enodeB sebesar 10 Watt dibagi dengan jumlah subcarrier yang dipakai.

• Konstanta pathloss sebesar 128.1 dB.

• Pathloss exponent sebesar 3,76.

• Setiap user menggunakan daya transmisi sebesar 0,125 Watt.

• Memiliki outage probability threshold sebesar 0,05.

• Memakai standar deviasi sebesar 8 dB.

• Noise power spectral density sebesar 10 -21 W/Hz.

(12)

Struktur Sel

• User dibangkitkan pada masing – masing sel

heksagonal, dimana sel heksagonal ini terdiri dari 25 sel yang memiliki eNodeB pada masing – masing sel dan terletak di tengah sel.

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4

(13)

Diagram Alir

Mulai

Set user:

Jarak,pathloss, shadowing,uplink dan downlink fading

Set Base Station:

Jumlah BS, Koordinat,Channel,

power

Hitung Channel Model

Hitung Interferensi pada uplink dan downlink

Hitung SINR uplink dan SINR downlink

Hitung data rate pada uplink dan downlink

Hitung utility calculation

Set BS j=1 sebagai BS yang memiliki utilitas terkecil

Temukan BS yang masih menyala selain BS j yang dapat melayani user dan user dapat dipindahkan

Hitung interferense user yang baru setelah

dipindahkan, Utot = Unew

If Unew ≥ Utot

Switch BS off

Keep BS on

End Ya

Tidak

A

A

(14)

Metode Simulasi

• Channel model dapat dihitung dengan persamaan:

• H kl,i,j,dB = (-κ – υ log 10 d kl,j ) – ξ kl,i,j + 10 log 10 F kl,i,j

• Interferensi dihitung dengan persamaan:

• SINR :

• Data rate :

(15)

Metode Simulasi

• Keterangan Channel gain :

• Faktor pertama adalah propagation loss, κ sebagai konstanta pathloss , jarak user ke masing – masing enodeB, dan pathloss

exponent , υ. Faktor kedua adalah log-normal shadowing, ξ, dengan zero-mean dan standard deviasi σ ξ dimana faktor F adalah Rayleigh fading.

Interferensi:

• I i, kl merupakan interference pada subcarrier i yang diukur pada

penerima yaitu user kl.

Data Rate:

• B (dl) merupakan total bandwidth downlink

(16)

Utility Calculation

• Utility calculation merupakan parameter – parameter yang dijadikan sebagai acuan dalam menghitung kinerja dari user ke eNodeB.

Dimana:

• Ul = utility tiap sel

• Nserved = jumlah dari user yang dilayani

• Nout = jumlah user yang tidak mendapat layanan

• Pout_th = outage rate yang dapat ditoleransi di dalam jaringan

• Cl = operating cost dari eNodeB

(17)

Analisis Algoritma Green Communication untuk skenario trafik simetrik

• Jumlah eNodeB dengan menggunakan data rate 384 kbps pada uplink dan downlink

Jumlah user eNodeB yang

menyala eNodeB yang

dipadamkan Jumlah user

yang outage Jumlah user yang dilayani

10 4 21 0 10

20 7 18 0 20

30 11 14 0 30

40 15 10 0 40

50 18 7 0 50

60 19 6 0 60

70 20 5 0 70

80 22 3 0 80

90 23 2 1 89

100 23 2 2 98

150 25 0 3 147

200 25 0 6 194

500 25 0 34 466

1000 25 0 175 825

(18)

Analisis Algoritma Green Communication untuk skenario trafik simetrik

• Grafik perbandingan eNodeB yang nyala dengan menggunakan data rate 384 kbps pada downlink dan 384 kbps pada uplink

0 5 10 15 20 25

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 150 200 500 1000

Jumlah Node B yang menyala

Jumlah User

Node B sebelum implement Node B setelah implement

(19)

Analisis Algoritma Green Communication untuk skenario trafik simetrik

• Jumlah eNodeB dengan menggunakan data rate 64 kbps pada uplink dan downlink

Jumlah

user eNodeB yang

menyala eNodeB yang

dipadamkan Jumlah user

yang outage Jumlah user yang dilayani

10 3 22 0 10

20 7 18 0 20

30 11 14 0 30

40 13 12 0 40

50 17 8 0 50

60 19 6 0 60

70 20 5 0 70

80 22 3 0 80

90 24 1 0 90

100 23 2 0 100

150 25 0 0 150

200 25 0 0 200

500 25 0 1 499

1000 25 0 12 988

(20)

Analisis Algoritma Green Communication untuk skenario trafik simetrik

• Grafik eNodeB yang nyala dengan menggunakan data rate 64 kbps pada uplink dan downlink

0 5 10 15 20 25

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 150 200 500 1000

Jumlah Node B yang menyala

Jumlah User

Node B sebelum implement Node B setelah implement

(21)

Analisis Algoritma Green Communication untuk skenario trafik asimetrik

• Jumlah eNodeB dengan menggunakan data rate 1 Mbps pada downlink dan 384 kbps pada uplink

Jumlah

user Node B

yang menyala Node B yang

dimatikan Jumlah user

yang outage Jumlah user yang dilayani

10 4 21 0 10

20 8 17 1 19

30 12 13 1 29

40 14 11 1 39

50 18 7 1 49

60 19 6 2 58

70 19 6 3 67

80 22 3 5 75

90 24 1 5 85

100 24 1 7 93

150 24 1 12 138

200 25 0 30 170

500 25 0 153 347

1000 25 0 502 498

(22)

Analisis Algoritma Green Communication untuk skenario trafik asimetrik

• Grafik eNodeB yang nyala dengan menggunakan data rate 1 Mbps pada downlink dan 384 kbps pada uplink

0 5 10 15 20 25

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 150 200 500 1000

Jumlah Node B yang menyala

Jumlah User

Node B sebelum implement Node B setelah implement

(23)

Analisis Algoritma Green Communication untuk skenario trafik asimetrik dan simetrik

• Grafik eNodeB dengan perbandingan data rate dari 64 kbps, 384 kbps, dan 1 Mbps

0 5 10 15 20 25

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 150 200 500 1000

Jumlah Node B yang menyala

Jumlah User 64 kbps 384 kbps 1 Mbps

(24)

Analisa Pengujian Terhadap User yang Outage

• Rata-rata user yang outage, dan Grafik persentase user yang outage

Jumlah User Jumlah User yang

Outage Persentase User yang Outage

10 0 0

20 0 0

30 0 0

40 0 0

50 0 0

60 0 0

70 0 0

80 0 0

90 1 1,11

100 2 2

150 3 2

200 6 3

300 16 5,33

400 22 5,5

500 33 6,6

600 52 8,66

700 74 10,57

800 110 13,75

900 128 14,22

1000 170 17

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 150 200 300 400 500 600 700 800 900 1000

Persentase useruser yang outage

Jumlah User

% N_out

(25)

Analisa Efisiensi Jaringan Ditinjau dari Segi Parameter Cost eNodeB

• Biaya operating eNodeB sebelum implementasi atau Cost A=

25*1800 Watt*Rp.915/kWh = Rp. 41.175.

Maka total biaya yang diperlukan per-jam adalah Rp. 41.175.

• Biaya operating eNodeB sesudah implementasi atau Cost B = 4*1800 Watt*Rp.915/kWh = Rp 6.588.

Maka total biaya yang diperlukan per-jam adalah Rp. 6.588.

• Untuk persentase biaya yang dapat dihemat yaitu:

% efisiensi cost parameter =

(biaya sebelum – biaya sesudah)/biaya sebelum x 100%

• Salah satu contoh untuk 4 eNodeB yang aktif,

% efisiensi cost parameter =

(Rp. 41.175– Rp. 6.588)/Rp. 41.175 x 100%

= 84 %.

(26)

Efisiensi operating cost eNodeB

• Tabel Efisiensi operating cost eNodeB

Jumlah

User Jumlah

eNodeB yang aktif Cost A Cost B Persentase biaya

yang dapat dihemat (%)

10 4 Rp41.175 Rp6.588 84

20 7 Rp41.175 Rp11.529 72

30 11 Rp41.175 Rp18.117 56

40 15 Rp41.175 Rp24.705 40

50 18 Rp41.175 Rp29.646 28

60 19 Rp41.175 Rp31.293 24

70 20 Rp41.175 Rp32.940 20

80 22 Rp41.175 Rp36.234 12

90 23 Rp41.175 Rp37.881 8

100 23 Rp41.175 Rp37.881 8

150 25 Rp41.175 Rp41.175 0

200 25 Rp41.175 Rp41.175 0

500 25 Rp41.175 Rp41.175 0

1000 25 Rp41.175 Rp41.175 0

(27)

Kesimpulan

• Algoritma green communication untuk layanan simetrik pada target data rate 384 kbps dan 64 kbps untuk uplink dan downlink hanya bisa bekerja optimal jika jumlah user yang aktif dalam jaringan adalah kurang dari 150 user .

• Algoritma green communication untuk layanan asimetrik pada data rate

target 1 Mbps untuk downlink dan 384 kbps untuk uplink hanya bisa bekerja optimal jika jumlah user yang aktif dalam jaringan adalah kurang dari 200 user .

• Untuk persentase user yang outage, pada algoritma green communication outage threshold dalam suatu jaringan adalah 5 %, maka jumlah user yang aktif dalam batas outage tersebut adalah kurang dari 300 user.

• Penghematan energi jaringan yang dapat bisa dicapai dalam algoritma

green communication ini adalah sekitar 72% untuk 20 user yang aktif dalam

jaringan, 56% untuk 30 user, 28% untuk 50 user, dan 8% untuk 100 user

dalam jaringan.

(28)

SEKIAN DAN TERIMAKASIH

Gambar

Diagram Alir

Referensi

Dokumen terkait