Seminar Lisan Tugas Akhir
Oleh :
RAJA T. YUDIKA A. SIBARANI 3303 100 058
JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2010
PENELITIAN BIOPORI UNTUK MENENTUKAN LAJU RESAP AIR BERDASARKAN VARIASI
UMUR DAN JENIS SAMPAH
Dosen Pembimbing:
Ir. Didik Bambang S, MT
Latar Belakang
Seiring pertambahan penduduk menyebabkan aktifitas dan perkembangan kota semakin padat.
Semakin banyak jumlah gedung dan pemukiman yang didirikan, berakibat semakin berkurangnya area infiltrasi air hujan.
Sebagian besar air hujan yang turun ke bumi tidak dapat meresap secara langsung ke dalam tanah dan menjadi limpasan atau run off yang sering disebut dengan air permukaan.
Lanjutan
Limpasan air hujan yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan banjir dan menimbulkan berbagai masalah bagi masyarakat.
Surabaya adalah kota yang sering mengalami banjir tiap tahunnya, khususnya untuk daerah rawan lokasi genangan seperti Rungkut Kidul dan Medokan
Semampir.
Teknologi biopori sebagai solusi yang dapat
mengurangi limpasan air hujan dengan meresapkan lebih banyak volume air hujan ke dalam tanah
sehingga dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya banjir.
Perumusan Masalah
• Berapakah besar laju resapan biopori untuk masing-masing variasi umur dan jenis sampah pada karakteristik tanah di lokasi studi ?
• Untuk jenis sampah yang mana, dan
umur sampah berapa yang menghasilkan resapan air yang paling besar untuk
karakteristik tanah di lokasi studi ?
Ruang Lingkup
• Lokasi penelitian biopori di daerah Rungkut dan Medokan semampir.
• Kedalaman lubang biopori : 80 cm.
• Jarak antar lubang : 200 cm.
• Diameter lubang : 15 cm
• Penelitian meliputi dua variabel, yaitu :
• Variabel jenis sampah : sayuran, kulit buah, sampah dedaunan.
• Variabel umur sampah : 7 hari, 14 hari, 21 hari.
Tujuan
1. Menentukan besar laju resapan biopori untuk masing-masing variasi umur dan jenis sampah pada karakteristik tanah di lokasi studi.
2. Menentukan jenis sampah dan umur
sampah berapa yang menghasilkan laju
resapan air yang paling besar untuk
karakteristik tanah di lokasi studi.
Manfaat
1. Dapat Mengurangi limpasan air hujan di daerah yang sering terjadi genangan
(banjir).
2. Dapat mengetahui laju resapan air pada karakteristik tanah di daerah studi.
3. Sebagai masukan baru kepada pengelola
kota dalam proses pengendalian banjir di
bagian wilayahnya
2.1 Pengertian Biopori
• Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.
• Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan tanah untuk meresapkan air akan semakin meningkat.
Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah dan dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi.
BIOPORI
Gambar Sketsa Lubang Biopori
Manfaat LRB adalah :
• Memelihara cadangan air tanah
• Mengubah sampah organik menjadi kompos
• Meningkatkan kesuburan tanah
• Menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah
• Mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh adanya genangan air seperti demam berdarah, malaria, dan kaki gajah
• Mengurangi masalah pembuangan sampah yang mengakibatkan pencemaran udara dan perairan
• Mengurangi banjir, longsor, dan kekeringan.
Lanjutan
Cara membuat lubang biopori adalah :
• Menggali lubang silindris ke dalam tanah dengan diameter 10-15 cm, kedalaman sekitar 80-100 cm atau tidak melampaui kedalaman air tanah. Jarak antar lubang 150–200 cm.
• Mulut lubang dapat diperkuat dengan adukan semen selebar 2-3 cm, dan setebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.
Lubang LRB diisi dengan sampah organik yang berasal dari sisa tanaman yang dihasilkan dari dedaunan pohon, pangkasan rumput dari halaman atau sampah dapur.
Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau atau ± 1 bulan bersamaan dengan pemeliharaan lubang.
Gambar Kegiatan Menggali Lubang Biopori
Ide Tugas Akhir :
”Penelitian Biopori untuk Mengatasi Masalah Banjir di Kota Surabaya”
Identifikasi Masalah
“Terjadinya banjir di daerah studi”
(wilayah Rungkut, Medokan semampir)
A B
Studi literatur
Penentuan variabel penelitian : Variasi jenis sampah
Umur sampah
Diagram Alir
B A
Kesimpulan &
Saran
Persiapan Alat dan Bahan
Penelitian Penentuan variabel berdasarkan :
Variasi Sampah : daun, kulit buah, sayuran Umur sampah : 7 hari, 14 hari, dan 21 hari
Analisa Data dan Pembahasan Perhitungan daya laju resapan biopori Data Primer
Survey daerah genangan
Data Sekunder Peta hidrologi (daerah genangan)
Monografi Kelurahan
Lanjutan
Analisa dan Pembahasan
Hasil Penelitian LRB di desa Medokan Semampir Berdasarkan Variasi Umur sampah :
Sayur Kulit
buah Daun 0.000
0.100 0.200 0.300 0.400 0.500 0.600
7 hari 14 hari 21 hari
7 hari 0.191 0.301 0.241
14 hari 0.264 0.577 0.401
21 hari 0.049 0.055 0.034
Sayur Kulit buah Daun
Hasil Penelitian LRB di desa Medokan Semampir Berdasarkan Variasi Jenis sampah :
Lanjutan
7 hari
14 hari
21 hari 0
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6
Sayur Kulit Buah Daun
Sayur 0.191 0.264 0.049
Kulit Buah 0.301 0.577 0.055
Daun 0.241 0.401 0.034
7 hari 14 hari 21 hari
Tabel Perbandingan Tingkat Keefektifan LRB terhadap Blanko
D H Umur Jenis V LRB V Blanko
Tingkat Efektifitas
(cm) (cm) Sampah Sampah (L/ dtk) (L/ dtk) (%)
15 80 7 hari Sayur 0,1910 0,0062 2980,9588
15 80 14 hari Sayur 0,2638 0,0062 4154,6147
15 80 21 hari Sayur 0,0490 0,0062 690,6810
15 80 7 hari Kulit buah 0,3011 0,0062 4755,8244 15 80 14 hari Kulit buah 0,5770 0,0062 9206,9892 15 80 21 hari Kulit buah 0,0550 0,0062 786,3799
15 80 7 hari Daun 0,2409 0,0062 3784,6774
15 80 14 hari Daun 0,4014 0,0062 6374,4176
15 80 21 hari Daun 0,0336 0,0062 442,1595
Rata- rata 0,2348 0,0062 3686,3003
Hasil Penelitian LRB di desa Rungkut Kidul Berdasarkan Variasi Umur sampah :
Lanjutan
Sayur Kulit
buah Daun 0.000
0.020 0.040 0.060 0.080 0.100
7 hari 14 hari 21 hari
7 hari 0.031 0.088 0.072
14 hari 0.022 0.041 0.034
21 hari 0.014 0.021 0.025
Sayur Kulit buah Daun
Lanjutan
Hasil Penelitian LRB di desa Rungkut Kidul Berdasarkan Variasi Jenis sampah :
7 hari
14 hari
21 hari 0.000
0.020 0.040 0.060 0.080 0.100
Sayur Kulit Buah Daun
Sayur 0.031 0.022 0.014
Kulit Buah 0.088 0.041 0.021
Daun 0.072 0.034 0.025
7 hari 14 hari 21 hari
Tabel Perbandingan Tingkat Keefektifan LRB terhadap Blanko
D H Umur Jenis V LRB V Blanko
Tingkat Efektifitas
(cm) (cm) Sampah Sampah (L/ dtk) (L/ dtk) (%)
15 80 7 hari Sayur 0.0311 0.0040 672,8591
15 80 14 hari Sayur 0.0222 0.0040 453,1077
15 80 21 hari Sayur 0.0142 0.0040 253,1077
15 80 7 hari Kulit buah 0.0882 0.0040 2093,0249
15 80 14 hari Kulit buah 0.0407 0.0040 912,6381
15 80 21 hari Kulit buah 0.0212 0.0040 427,2790
15 80 7 hari Daun 0.0718 0.0040 1683,9779
15 80 14 hari Daun 0.0343 0.0040 753,3149
15 80 21 hari Daun 0.0246 0.0040 510,4972
Rata-rata 0.0387 0.0040 862,2007
Kesimpulan dan Saran
Desa Medokan Semampir
LRB yang ideal untuk variasi umur sampah adalah 14 hari dengan jenis sampah yang paling baik dalam meresapkan air adalah kulit buah. Nilai laju resap yang dihasilkan sebesar 0,577 L/ dtk.
Adanya Biopori memberikan keefektifan sebesar 3686,30 % terhadap blanko dalam meresapkan air .
Desa Rungkut Kidul
Pemilihan LRB yang ideal untuk variasi umur sampah dalam penelitian biopori di desa Rungkut Kidul adalah LRB dengan umur sampah 7 hari. Sedangkan untuk variasi jenis sampah yang paling baik dalam
meresapkan air adalah sampah kulit buah. Dengan nilai laju resap yang dihasilkan sebesar 0,088 L/ dtk.
Kinerja biopori semakin menurun hal ini disebabkan tingginya air tanah yang semakin meningkat dan
faktor karakteristik jenis tanah di lokasi penelitian.
Saran
Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai lubang resapan biopori (LRB) dengan variasi yang berbeda-beda, karena berhasil atau efektifnya
biopori tergantung dari beberapa faktor yang
mempengaruhinya, antara lain jenis sampah, umur sampah, level muka air tanah, jenis tanah, dsb