• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seminar Lisan Tugas Akhir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Seminar Lisan Tugas Akhir"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Seminar Lisan Tugas Akhir

Oleh :

RAJA T. YUDIKA A. SIBARANI 3303 100 058

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2010

(2)

PENELITIAN BIOPORI UNTUK MENENTUKAN LAJU RESAP AIR BERDASARKAN VARIASI

UMUR DAN JENIS SAMPAH

Dosen Pembimbing:

Ir. Didik Bambang S, MT

(3)

Latar Belakang

Seiring pertambahan penduduk menyebabkan aktifitas dan perkembangan kota semakin padat.

Semakin banyak jumlah gedung dan pemukiman yang didirikan, berakibat semakin berkurangnya area infiltrasi air hujan.

Sebagian besar air hujan yang turun ke bumi tidak dapat meresap secara langsung ke dalam tanah dan menjadi limpasan atau run off yang sering disebut dengan air permukaan.

(4)

Lanjutan

Limpasan air hujan yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan banjir dan menimbulkan berbagai masalah bagi masyarakat.

Surabaya adalah kota yang sering mengalami banjir tiap tahunnya, khususnya untuk daerah rawan lokasi genangan seperti Rungkut Kidul dan Medokan

Semampir.

Teknologi biopori sebagai solusi yang dapat

mengurangi limpasan air hujan dengan meresapkan lebih banyak volume air hujan ke dalam tanah

sehingga dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya banjir.

(5)

Perumusan Masalah

• Berapakah besar laju resapan biopori untuk masing-masing variasi umur dan jenis sampah pada karakteristik tanah di lokasi studi ?

• Untuk jenis sampah yang mana, dan

umur sampah berapa yang menghasilkan resapan air yang paling besar untuk

karakteristik tanah di lokasi studi ?

(6)

Ruang Lingkup

• Lokasi penelitian biopori di daerah Rungkut dan Medokan semampir.

• Kedalaman lubang biopori : 80 cm.

• Jarak antar lubang : 200 cm.

• Diameter lubang : 15 cm

• Penelitian meliputi dua variabel, yaitu :

• Variabel jenis sampah : sayuran, kulit buah, sampah dedaunan.

• Variabel umur sampah : 7 hari, 14 hari, 21 hari.

(7)

Tujuan

1. Menentukan besar laju resapan biopori untuk masing-masing variasi umur dan jenis sampah pada karakteristik tanah di lokasi studi.

2. Menentukan jenis sampah dan umur

sampah berapa yang menghasilkan laju

resapan air yang paling besar untuk

karakteristik tanah di lokasi studi.

(8)

Manfaat

1. Dapat Mengurangi limpasan air hujan di daerah yang sering terjadi genangan

(banjir).

2. Dapat mengetahui laju resapan air pada karakteristik tanah di daerah studi.

3. Sebagai masukan baru kepada pengelola

kota dalam proses pengendalian banjir di

bagian wilayahnya

(9)

2.1 Pengertian Biopori

• Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

• Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan tanah untuk meresapkan air akan semakin meningkat.

Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah dan dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi.

BIOPORI

(10)

Gambar Sketsa Lubang Biopori

(11)

Manfaat LRB adalah :

• Memelihara cadangan air tanah

• Mengubah sampah organik menjadi kompos

• Meningkatkan kesuburan tanah

• Menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah

• Mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh adanya genangan air seperti demam berdarah, malaria, dan kaki gajah

• Mengurangi masalah pembuangan sampah yang mengakibatkan pencemaran udara dan perairan

• Mengurangi banjir, longsor, dan kekeringan.

(12)

Lanjutan

Cara membuat lubang biopori adalah :

• Menggali lubang silindris ke dalam tanah dengan diameter 10-15 cm, kedalaman sekitar 80-100 cm atau tidak melampaui kedalaman air tanah. Jarak antar lubang 150–200 cm.

• Mulut lubang dapat diperkuat dengan adukan semen selebar 2-3 cm, dan setebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.

(13)

 Lubang LRB diisi dengan sampah organik yang berasal dari sisa tanaman yang dihasilkan dari dedaunan pohon, pangkasan rumput dari halaman atau sampah dapur.

 Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau atau ± 1 bulan bersamaan dengan pemeliharaan lubang.

(14)

Gambar Kegiatan Menggali Lubang Biopori

(15)

Ide Tugas Akhir :

”Penelitian Biopori untuk Mengatasi Masalah Banjir di Kota Surabaya”

Identifikasi Masalah

“Terjadinya banjir di daerah studi”

(wilayah Rungkut, Medokan semampir)

A B

Studi literatur

Penentuan variabel penelitian : Variasi jenis sampah

Umur sampah

Diagram Alir

(16)

B A

Kesimpulan &

Saran

Persiapan Alat dan Bahan

Penelitian Penentuan variabel berdasarkan :

Variasi Sampah : daun, kulit buah, sayuran Umur sampah : 7 hari, 14 hari, dan 21 hari

Analisa Data dan Pembahasan Perhitungan daya laju resapan biopori Data Primer

Survey daerah genangan

Data Sekunder Peta hidrologi (daerah genangan)

Monografi Kelurahan

Lanjutan

(17)

Analisa dan Pembahasan

Hasil Penelitian LRB di desa Medokan Semampir Berdasarkan Variasi Umur sampah :

Sayur Kulit

buah Daun 0.000

0.100 0.200 0.300 0.400 0.500 0.600

7 hari 14 hari 21 hari

7 hari 0.191 0.301 0.241

14 hari 0.264 0.577 0.401

21 hari 0.049 0.055 0.034

Sayur Kulit buah Daun

(18)

Hasil Penelitian LRB di desa Medokan Semampir Berdasarkan Variasi Jenis sampah :

Lanjutan

7 hari

14 hari

21 hari 0

0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6

Sayur Kulit Buah Daun

Sayur 0.191 0.264 0.049

Kulit Buah 0.301 0.577 0.055

Daun 0.241 0.401 0.034

7 hari 14 hari 21 hari

(19)

Tabel Perbandingan Tingkat Keefektifan LRB terhadap Blanko

D H Umur Jenis V LRB V Blanko

Tingkat Efektifitas

(cm) (cm) Sampah Sampah (L/ dtk) (L/ dtk) (%)

15 80 7 hari Sayur 0,1910 0,0062 2980,9588

15 80 14 hari Sayur 0,2638 0,0062 4154,6147

15 80 21 hari Sayur 0,0490 0,0062 690,6810

15 80 7 hari Kulit buah 0,3011 0,0062 4755,8244 15 80 14 hari Kulit buah 0,5770 0,0062 9206,9892 15 80 21 hari Kulit buah 0,0550 0,0062 786,3799

15 80 7 hari Daun 0,2409 0,0062 3784,6774

15 80 14 hari Daun 0,4014 0,0062 6374,4176

15 80 21 hari Daun 0,0336 0,0062 442,1595

Rata- rata 0,2348 0,0062 3686,3003

(20)

Hasil Penelitian LRB di desa Rungkut Kidul Berdasarkan Variasi Umur sampah :

Lanjutan

Sayur Kulit

buah Daun 0.000

0.020 0.040 0.060 0.080 0.100

7 hari 14 hari 21 hari

7 hari 0.031 0.088 0.072

14 hari 0.022 0.041 0.034

21 hari 0.014 0.021 0.025

Sayur Kulit buah Daun

(21)

Lanjutan

Hasil Penelitian LRB di desa Rungkut Kidul Berdasarkan Variasi Jenis sampah :

7 hari

14 hari

21 hari 0.000

0.020 0.040 0.060 0.080 0.100

Sayur Kulit Buah Daun

Sayur 0.031 0.022 0.014

Kulit Buah 0.088 0.041 0.021

Daun 0.072 0.034 0.025

7 hari 14 hari 21 hari

(22)

Tabel Perbandingan Tingkat Keefektifan LRB terhadap Blanko

D H Umur Jenis V LRB V Blanko

Tingkat Efektifitas

(cm) (cm) Sampah Sampah (L/ dtk) (L/ dtk) (%)

15 80 7 hari Sayur 0.0311 0.0040 672,8591

15 80 14 hari Sayur 0.0222 0.0040 453,1077

15 80 21 hari Sayur 0.0142 0.0040 253,1077

15 80 7 hari Kulit buah 0.0882 0.0040 2093,0249

15 80 14 hari Kulit buah 0.0407 0.0040 912,6381

15 80 21 hari Kulit buah 0.0212 0.0040 427,2790

15 80 7 hari Daun 0.0718 0.0040 1683,9779

15 80 14 hari Daun 0.0343 0.0040 753,3149

15 80 21 hari Daun 0.0246 0.0040 510,4972

Rata-rata 0.0387 0.0040 862,2007

(23)

Kesimpulan dan Saran

Desa Medokan Semampir

LRB yang ideal untuk variasi umur sampah adalah 14 hari dengan jenis sampah yang paling baik dalam meresapkan air adalah kulit buah. Nilai laju resap yang dihasilkan sebesar 0,577 L/ dtk.

Adanya Biopori memberikan keefektifan sebesar 3686,30 % terhadap blanko dalam meresapkan air .

(24)

Desa Rungkut Kidul

Pemilihan LRB yang ideal untuk variasi umur sampah dalam penelitian biopori di desa Rungkut Kidul adalah LRB dengan umur sampah 7 hari. Sedangkan untuk variasi jenis sampah yang paling baik dalam

meresapkan air adalah sampah kulit buah. Dengan nilai laju resap yang dihasilkan sebesar 0,088 L/ dtk.

Kinerja biopori semakin menurun hal ini disebabkan tingginya air tanah yang semakin meningkat dan

faktor karakteristik jenis tanah di lokasi penelitian.

(25)

Saran

Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai lubang resapan biopori (LRB) dengan variasi yang berbeda-beda, karena berhasil atau efektifnya

biopori tergantung dari beberapa faktor yang

mempengaruhinya, antara lain jenis sampah, umur sampah, level muka air tanah, jenis tanah, dsb

(26)

TERIMA KASIH

Gambar

Gambar Sketsa Lubang Biopori
Gambar Kegiatan Menggali Lubang Biopori
Diagram Alir
Tabel  Perbandingan Tingkat Keefektifan LRB terhadap Blanko
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pengambilan sampel tinja dilakukan di empat desa (desa Puroo, Langko, Tomado dan Anca) di kecamatan Lindu, kabupaten Sigi, Propinsi Sulawsi Tengah.Untuk pengambilan sampel

Hasil pengukuran dengan FTIR menunjukkan bahwa polimer hasil iradiasi memberikan puncak-puncak serapan infra merah yang hampir sama dengan puncak serapan dari

Kebutuhan bangsa indonesia terhadap pendidikan saat ini, mau tidak mau telah menjadi suatu industri yakni sebagai suatu industri pengembangan sumber daya manusia

Dulux 207,20 m2 √ 9 Pengecatan Dinding Exterior, Weathershield,Lily White, ex... Flashing pertemuan atap dengan dinding Rg.Pantry/Genset/Gudang 18,40

Persyaratan sistem penghawaan dengan memenuhi ruang dengan ven- tilasi yang baik. Setiap bangunan gedung harus mempunyai ventilasi alami dan atau ventilasi mekanik/buatan sesuai

Ketiga : Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Kesehatan ini, maka seluruh kegiatan pengadaan MP-ASI Bubuk Instan dan Biskuit untuk bayi dan anak umur 6-24 bulan di

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Mengukur besar nilai willingness to pay pengunjung untuk memperbaiki kualitas

Zdravstvena nega pacientk z rakom dojk, ki se zdravijo s tarčnimi zdravili, je usmerjena zlasti v zdravstvenovzgojno delo in izvajanje zdravljenja s tarčnimi zdravili.. Ključna vloga