- BALAI POM DI PANGKALPINANG-
LAYANAN SERTIFIKASI
PANGAN OLAHAN
ALUR PERMOHONAN
Pemohon Submit Dokumen
BPOM di Pangkalpinang
Pemeriksaan Dokumen oleh Petugas
Verifikasi (7 Hari Kerja)
Audit Sarana CAPA
(Perbaikan) Memenuhi Ketentuan CPPOB (Nilai A atau B) Rekomendasi telah
Memenuhi CPPOB
Tidak
Ya
PERSYARATAN PERMOHONAN
SERTIFIKASI DALAM
RANGKA PEMERIKSAAN SARANA OLEH BALAI
(PSB)
DOKUMEN YANG DIPERLUKAN
1. Surat Permohonan pemeriksaan sarana yang dtujukan kepada Kepala Balai POM di
Pangkalpinang
2. Izin Industri (TDI/ IUI/ IUMK/ NIB)* dan NPWP 3. Struktur Organisasi
4. Peta Lokasi
5. Tata Letak/ Lay Out Sarana 6. Diagram Alur Proses Produksi 7. Daftar Peralatan yang digunakan
8. Dokumen terkait Deskripsi dan Komposisi produk (bahan baku, BTP, Bahan Penolong) termasuk kemasan.
9. Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) antara lain:
a. Pemeriksaan, Penerimaan dan Penyimpanan Bahan Baku Pangan dan Kemasan
b. Proses Produksi
c. Higiene dan Sanitasi Karyawan
d. Pembersihan dan Sanitasi Bangunan dan Peralatan
e. Penarikan Produk Pangan (Recall) f. Pengendalian Hama
g. Penjelasan Kode Produksi
10. Desain Label kemasan sesuai ketentuan
LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat Permohonan Pemeriksaan Sarana
No : Pangkalpinang, ……Januari 2021
Hal : Permohonan Pemeriksaan Sarana dalam rangka Pendaftaran Pangan Olahan Kepada Yth.
Kepala BPOM di Pangkalpinang Di
Tempat
Bersama ini kami mengajukan permohonan pemeriksaan sarana dalam rangka Pendaftaran Pangan Olahan pada tempat produksi sebagai berikut :
Nama Sarana :
Alamat :
Nama Pimpinan :
No HP :
Nama Produk :
Sebagai bahan pertimbangan kami lampirkan persyaratan sebagai berikut : 1. Fotokopi Izin Usaha
2. Fotokopi NPWP 3. Struktur Organisasi 4. Peta Lokasi
5. Tata Letak/ Lay Out Sarana 6. Diagram Alur Proses Produksi 7. Daftar Peralatan yang digunakan
8. Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) 9. Desain Label Kemasan
Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
Hormat Kami,
Nama Pemohon
Lampiran 5. Tata Letak/ Lay Out Sarana NAMA PERUSAHAAN
Alamat Perusahaan
Tata Letak/ Lay Out Sarana
Lampiran 6. Diagram Alur Proses Produksi NAMA PERUSAHAAN
Alamat Perusahaan Diagram Alur Produksi
Bahan Baku Diterima (Ikan Segar)
Ikan dicuci dan dibersihkan di area pencucian bahan baku Bahan lain disiapkan (tepung
sagu, garam, bubuk bawang putih, gula
Siapkan bahan-bahan sesuai dengan rencana produksi
Lakukan penggilingan ikan
Buat adonan, kemudian bentuk produk sesuai dengan rencana
produksi
Adonan yang sudah terbentuk segera lakukan perebusan
Setelah matang, tiriskan
Masukkan produk ke dalam kemasan, dan dinginkan dalam
freezer Campurkan bumbu-bumbu ke
dalam adonan perlahan
Lampiran 8. Spesifikasi Bahan Baku, BTP, Bahan Penolong termasuk Kemasan
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahaan
No Nama Bahan Pemasok Spesifikasi Penerimaan Penyimpanan
A. Bahan Baku:
1. Ikan Ciu Ibu Yani
Kios pasar Kite Sungaili at
Bau segar khas ikan ciu, insang masih kemerahan ada sedikit warna darah, tekstur kulit masih tidak terlalu lembek, berasal dari nelayan local belinyu, berat antara 0,8 – 1 kg per ikan.
Disimpan dalam cold box dengan kelengkapan es batu disekeliling ikan
2. Tepung sagu Kios Bapak Toni
Pasar Kite
Sungailiat
Tepung sagu merk Cap Rusa, warna putih dengan serbuk halus, tidak menggumpal dan masa kedaluwarsa produk minimal 1 tahun.
Simpan pada suhu kamar tidak bersentuhan langsung dengan lantai
B. Bahan Tambahan/Penolong:
1. Penguat Rasa Monosodium Glutamat
Kios Bapak Toni Pasar Kite Sungailiat
Penguat rasa merk Sasa, izin edar MD, dengan ED minimal 1 tahun
Di ruang/wadah kering dan bersih, terhindar dari panas atau sinar matahari, suhu kamar.
2. Gula Kios Bapak Toni
Pasar Kite
Sungailiat
Gula dengan merk Gulaku, izin edar MD, dengan ED minimal 1 tahun
Di ruang/wadah kering dan bersih, terhindar dari panas atau sinar matahari, suhu kamar.
3 Bawang Putih Bubuk Kios Bapak Toni
Pasar Kite
Sungailiat
Bawang putih bubuk merk apapun, izin edar MD atau PIRT, kemasan baik, serbuk putih kekuningan dan tidak menggumpal, kemasan baik dan ED minimal 1 tahun
Disimpan dalam wadah kering, dalam suhu ruang tidak lembab
C. Bahan Pengemas:
1. Plastik jenis Merk Cap
Bawang
Ukuran 250 g Di ruang/wadah kering dan
bersih, suhu kamar.
2. Stiker label Nova
Printing
printing baik (tulisan jelas, tidak luntur atau blur, desain sesuai)
Di ruang/wadah kering dan bersih, suhu kamar.
Spesifikasi Bahan Baku, Bahan Tambahan Pangan/
Penolong dan Bahan Pengemas
Lampiran 8. Deskripsi dan Komposisi Produk (Bahan Baku, BTP, Bahan Penolong) dan Kemasan
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahaan
Deskripsi dan Komposisi Produk (Bahan Baku, BTP, Bahan Penolong) dan Kemasan
BAHAN BAKU UTAMA
BAHAN INGREDIEN LAIN
BAHAN PENGEMAS
Primer :
Plastik Putih Cap Bawang 250 g; 500 g
No Kategori Uraian
1. Nama bahan baku Ikan Ciu
2. Komposisi (diisi bila produk formulasi) -
3. Pengemasan Cold Box
4. Masa kedaluwarsa dalam kondisi
penyimpanan suhu kamar 1 (satu) hari
5. Cara transportasi Diantar/pengambilan langsung
6. Cara penyimpanan Disimpan pada cold box dilengkapi dengan es di sekitar produk.
7. Persyaratan SNI / regulasi 1. PerBPOM No. 21 Tahun 2016 2. PerBPOM No. 13 Tahun 2019 8. Persyaratan yang ditetapkan -
No Kategori Uraian
1. Nama bahan baku Tepung Sagu
2. Komposisi (diisi bila produk formulasi)
Sagu 100%
3. Pengemasan Karung 25 kg
4. Masa kedaluwarsa Suhu kamar: 18 (delapan belas) bulan.
A. Komposisi Bahan Baku (Utama dan Ingredient), dan Pengemas
B. Deskripsi Bahan Baku Utama
Lampiran 8. Deskripsi dan Komposisi Produk (Bahan Baku, BTP, Bahan Penolong) dan Kemasan
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahaan
Deskripsi dan Komposisi Produk (Bahan Baku, BTP, Bahan Penolong) dan Kemasan
C. Deskripsi Ingredient Lainnya
5. Cara transportasi Kendaraan umum
6. Cara penyimpanan Disimpan pada suhu kamar, tidak lembab dan terhindar dari sinar matahari langsung
7. Persyaratan SNI / regulasi 1. PerBPOM No. 21 Tahun 2016 2. PerBPOM No. 13 Tahun 2019 8. Persyaratan yang ditetapkan -
No Kategori Uraian
1. Nama bahan lain Penguat Rasa Monosodium Glutamat
2. Komposisi (diisi bila produk formulasi) Monosodium Glutamat
3. Pengemasan Plastik 50 g
4. Masa kedaluwarsa dalam kondisi
penyimpanan suhu kamar 1 (satu) tahun
5. Cara transportasi Kendaraan umum
6. Cara penyimpanan Disimpan dalam wadah tertutup, bersih, sejuk, dan kering.
Hindari kontak langsung dengan sinar matahari 7. Persyaratan SNI / regulasi 1. PerBPOM No. 21 Tahun 2016
2. PerBPOM No. 11 Tahun 2019 8. Persyaratan yang ditetapkan -
No Kategori Uraian
1. Nama bahan lain Gula
2. Komposisi (diisi bila produk formulasi) Gula
3. Pengemasan Plastik 1 atau 2 kg
4. Masa kedaluwarsa dalam kondisi
penyimpanan suhu kamar 2 (dua) tahun
5. Cara transportasi Kendaraan umum
6. Cara penyimpanan Disimpan dalam wadah tertutup, bersih, sejuk, dan kering.
Hindari kontak langsung dengan sinar matahari 7. Persyaratan SNI / regulasi 1. PerBPOM No. 21 Tahun 2016
2. PerBPOM No. 11 Tahun 2019 8. Persyaratan yang ditetapkan -
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-01 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh: PEMERIKSAAN, PENERIMAAN DAN PENYIMPANAN BAHAN BAKU
PANGAN DAN KEMASAN
Halaman: 1 dari 2
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
1. Tujuan
Memastikan bahwa kualitas bahan baku, ingredien, kemasan, dan label sesuai dengan yang ditetapkan dalam regulasi dan standar perusahaan.
2. Ruang Lingkup
Pelaksanaan mencakup pemeriksaan jumlah dan kualitas Bahan baku, Ingredien, Kemasan, dan Label yang datang serta pencatatan dan penanganan dalam penyimpanannya.
3. Penanggung Jawab
PJ Bagian Gudang/Penerimaan Barang 4. Acuan
Peraturan Menteri Perindustrian 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik
PerBPOM No. HK.03.1.23.04.12.2206 Tahun 2012 tentang Cara Produksi Pangan Yang Baik Untuk Industri Rumah Tangga
5. Prosedur Proses
A. Pemeriksaan dan Penyimpanan Bahan Baku Pangan a) Ikan Cui
Gunakan Formulir Pemeriksaan dan Penyimpanan Bahan Baku Pangan, Ingredient/BTP dan Kemasan (FORM-01)
Cek kesesuaian jumlah pada PO/nota pembelian dan kualitas organoleptik (warna, rasa, bau) pada ikan segar yang diterima
Cek kondisi dan kebersihan wadah ikan (cold box).
Jika ikan tidak sesuai dengan kriteria yang disyaratkan, tolak ikan dan langsung dikembalikan/retur ke pemasok dengan meminta ganti sesuai dengan pesanan.
Jika memenuhi persyaratan, ikan diterima lalu dipisahkan dan ditempatkan dalam wadah dengan label bahan baku diterima.
b) Tepung Sagu
Gunakan Formulir Pemeriksaan dan Penyimpanan Bahan Baku Pangan, Ingredient/BTP dan Kemasan (FORM-01)
Cek kesesuaian jumlah pada PO/nota pembelian
Cek kondisi dan kemasan tepung sagu serta cek tanggal kedaluwarsanya
Jika tepung sagu tidak sesuai dengan kriteria yang disyaratkan, tolak tepung dan langsung dikembalikan/retur ke pemasok.
Jika memenuhi persyaratan, tepung sagu diterima lalu ditempatkan dalam tempat penyimpanan bahan baku yang terdapat keterangan tulisan bahan baku kering diterima.
Simpan bahan baku tepung sagu dalam kondisi sesuai yang ditetapkan dalam spesifikasi.
c) Bahan Tambahan/Ingredient
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-01 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh: PEMERIKSAAN, PENERIMAAN DAN PENYIMPANAN BAHAN BAKU
PANGAN DAN KEMASAN
Halaman: 2 dari 2
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
Gunakan Formulir Pemeriksaan dan Penyimpanan Bahan Baku Pangan, Ingredient/BTP dan Kemasan (FORM-01)
Cek kesesuaian jumlah pada PO/nota pembelian
Cek kondisi dan kemasan bahan tambahan/ingredient, ada tidaknya Nomor Izin Edar, serta cek tanggal kedaluwarsanya
Jika bahan ingredient tidak sesuai dengan kriteria yang disyaratkan, tolak dan informasikan kepada pemasok, tempatkan dalam area barang reject dan lakukan retur kepada pemasok.
Jika memenuhi persyaratan, bahan tambahan/ingredient diterima lalu tempatkan pada area penyimpanan bahan tambahan/ingredient dengan label diterima
Simpan bahan tambahan/ingredient dalam ruang atau wadah bersih, kering dan diatas palet sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan
B. Pemeriksaan dan Penyimpanan Kemasan dan Label a) Plastik Kemasan Cap Bawang
Gunakan Formulir Pemeriksaan dan Penyimpanan Bahan Baku Pangan, Ingredient/BTP dan Kemasan (FORM-01)
Cek kesesuaian jumlah pada PO/nota pembelian
Cek kondisi dan kemasan plastik (plastik utuh, merk sesuai, dan tidak rusak).
Jika plastik tidak sesuai dengan kriteria yang disyaratkan, lakukan penolakan, tempatkan pada wadah kemasan dengan label ditolak.
Jika memenuhi persyaratan, plastic diterima dan tempatkan pada wadah kemasan dengan label kemasan diterima.
Catat data pada Kartu Stok Bahan Baku/Kemasan/Label (FORM-02) b) Label
Gunakan Formulir Pemeriksaan dan Penyimpanan Bahan Baku Pangan, Ingredient/BTP dan Kemasan (FORM-01)
Cek kesesuaian jumlah pada PO/nota pembelian
Cek kondisi dan keutuhan kemasan packing Label.
Cek kualitas cetakan (desain, warna dan kejelasan tulisan)
Jika label tidak sesuai dengan kriteria yang disyaratkan, Label ditolak, beri status dengan label merah DITOLAK dan dikembalikan/retur ke pemasok.
Jika memenuhi persyaratan, Label diterima lalu, beri status dengan label hijau DITERIMA
Catat data pada Kartu Stok Bahan Baku/Kemasan/Label (FORM-02)
Simpan Label di rak/wadah dalam gudang bersih dan kering.
6. Dokumen Terkait
1. Formulir Pemeriksaan dan Penyimpanan Bahan Baku Pangan, Ingredient/BTP dan Kemasan (FORM-01)
2. Kartu Stok Bahan Baku/Kemasan/Label (FORM-02)
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-02 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh:
PROSES PRODUKSI Halaman: 1 dari 6
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
1. Tujuan
Memastikan proses produksi dapat dikendalikan sehingga sesuai dengan regulasi dan standar Perusahaan untuk menjamin keamanan dan mutu produk
2. Ruang Lingkup
A. Pelaksanaan monitoring, pencatatan, dan tindakan koreksi selama proses produksi.
B. Pengendalian tahap-tahap kritis selama proses produksi.
C. Formulasi baku produk dan diagram alir proses produksi 3. Penanggung Jawab
Penanggung jawab Produksi 4. Acuan
Peraturan Menteri Perindustrian 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik
5. Prosedur Proses
A. Tahapan Proses Produksi
1. Penerimaan Barang (Bahan Baku Pangan/Kemasan/Label)
- Pastikan hanya menggunakan Bahan Baku Pangan, Kemasan dan Label yang memenuhi kriteria persyaratan.
- Susu sapi segar diterima jika diantar dalam milk can tertutup, secara organoleptik (warna, rasa, bau) tidak menyimpang, dan suhu tidak lebih dari 34 C.
- Kultur bakteri diterima jika kemasan dalam kondisi baik, memiliki izin edar, disimpan dalam suhu dingin, masa kedaluwarsa lebih dari 1 tahun.
- Gula pasir dan Pasta Perisa diterima jika kemasan baik, memiliki Nomor Izin Edar BPOM dan masa kedaluwarsa lebih dari 1 tahun.
- AMDK galon diterima jika galon dalam kondisi baik dan tersegel, air memenuhi syarat organoleptik, memiliki Nomor Izin Edar BPOM MD.
- Botol PP diterima jika kemasan plastik utuh, material Polypropilen (PP) dan kondisi botol baik (tidak bocor dan tidak penyok).
- Label diterima jika kemasan utuh, kualitas printing bak (tulisan jelas, tidak luntur atau blur, desain sesuai)
- Jika Barang (Bahan Baku pangan/Kemasan/Label) yang tidak sesuai dengan kriteria penerimaan, tolak Barang tersebut dan beri status dengan label merah DITOLAK untuk penanda akan diambil oleh pemasoknya atau langsung dikembalikan/retur saat proses penerimaan barang.
- Untuk Bahan baku segar yang langsung digunakan dan habis dalam sekali produksi, tidak perlu dicatat dalam Kartu Stock Bahan Baku/Kemasan/Label.
- Untuk Bahan baku olahan terkemas, jika diterima, berikan status dengan label hijau DITERIMA dan catat dalam Kartu Stock Bahan Baku/Kemasan/Label (FORM-03).
- Perhatikan prioritas penggunaaan bahan baku dengan menerapkan prinsip FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out)
- Jumlah barang yang digunakan dalam produksi harian, dicatat dalam Formulir Pencatatan Proses Produksi Pangan (FORM-20).
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-02 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh:
PROSES PRODUKSI Halaman: 2 dari 6
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
2. Pasteurisasi dan Pendinginan
- Siapkan peralatan yang akan digunakan: panci pasteurisasi, whisk¸ termometer, gayung.
- Semprot setiap alat dengan alkohol 70% dan keringkan dengan tissue.
- Tempatkan air ke dalam panci pasteurisasi menggunakan gayung.
- Panaskan air dalam panci sampai mendidih di atas kompor dengan api besar.
- Pasteurisasi susu (yang berada di dalam milk can stainless) dalam air mendidih di atas kompor dengan api besar. Aduk susu sesekali dengan whisk.
- Pasteurisasi susu sampai suhu susu mencapai 80-85oC (ukur dengan termometer) dan tahan sampai 10 detik.
- Setelah pasteurisasi susu selesai, angkat susu dan pindahkan ke bak perendaman.
- Dinginkan susu dengan merendamnya dalam air dingin mengalir.
- Aduk susu sesekali menggunakan whisk.
- Cek suhu susu hingga mencapai 40oC, angkat susu ke ruang proses selanjutnya.
- Catat dalam Formulir Pencatatan Proses Produksi Pangan (FORM-20).
3. Penambahan Kultur dan Inkubasi
- Siapkan peralatan yang akan digunakan: gelas ukur, centong, whisk, plastic wrap dan label INPROCESS.
- Semprot setiap alat dengan alkohol 70% dan keringkan dengan tissue.
- Takar Kultur bakteri di dalam lemari pendingin dengan gelas ukur dan centong sebanyak 400 ml (untuk 10 L susu) atau 500 ml (untuk 15 L susu).
- Campurkan Kultur bakteri ke dalam susu yang telah dipasteurisasi dan didinginkan. Aduk dengan whisk hingga merata.
- Tutup kembali susu dengan rapat dan rekatkan bagian tutup dengan plastik wrap. Tulis informasi dengan spidol permanent di atas plastik wrap: tanggal, waktu selesai inkubasi, dan urutan masuk ke inkubator.
- Susu yang telah diberi kultur bakteri dimasukkan ke inkubator dan diinkubasi selama 5 jam dengan suhu inkubator 38oC.
- Suhu inkubator harus dicatat dalam Formulir Monitoring Suhu (FORM-02) sebelum produk masuk dan ketika produk keluar atau 3x sehari.
- Setelah 5 jam, angkat dan pindahkan yogurt ke freezer selama 18-20 jam hingga suhu yogurt mencapai 4-11oC.
- Catat dalam Formulir Pencatatan Proses Produksi Pangan (FORM-20).
4. Pembuatan Sirup Gula
- Siapkan peralatan yang akan digunakan: timbangan, baskom, centong, panci, pengaduk.
- Timbang 10 kg gula kristal putih.
- Didihkan 5 liter AMDK di dalam panci pelarutan gula.
- Setelah air mendidih, masukkan gula kristal putih secara perlahan sambil diaduk perlahan. Pastikan gula sudah larut merata.
- Angkat panci, dinginkan di bak pendinginan menggunakan air mengalir.
- Setelah dingin, simpan sirup gula di freezer hingga suhu mencapai 4-11oC.
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-02 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh:
PROSES PRODUKSI Halaman: 3 dari 6
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
5. Pencampuran Sirup Gula dan Pasta Perisa Makanan
- Keluarkan yogurt dari freezer. Pastikan suhu yogurt mencapai 4-11oC setelah 18-20 jam penyimpanan di freezer.
- Keluarkan sirup gula dari freezer.
- Siapkan pasta perisa makanan.
- Siapkan peralatan yang akan digunakan: panci stainless, takaran, piring kecil, whisk, saringan, gelas ukur, centong, sendok.
- Semprot setiap alat dengan alkohol 70% dan keringkan dengan tissue.
- Pindahkan yogurt ke panci stainless menggunakan gelas ukur sambil disaring menggunakan saringan dan centong/sendok.
- Takar sirup gula sebanyak 125 ml x 8 (untuk yogurt 10 L) atau 125 ml x 10 (untuk yogurt 15 L) dan masukkan ke dalam yogurt. Aduk sampai merata menggunakan whisk.
- Takar pasta perisa makanan sebanyak 5 ml x 1.5 (untuk yogurt 10 L) atau 5 ml x 2 (untuk yogurt 15 L) dan masukkan ke dalam campuran yogurt + gula. Aduk sampai merata menggunakan whisk.
6. Pengemasan dan Pelabelan
- Siapkan peralatan yang akan digunakan: botol, tutup botol, piring kecil, corong, gelas ukur dan label.
- Siapkan label untuk botol dan tutupnya dengan menyesuaikan rasa. Bubuhkan kode produksi dan tanggal kedaluwarsa di bagian yang tersedia pada desain labelnya.
Aturan penulisan kode produksi dan tanggak kedaluwarsa adalah sebagai berikut:
A. Kode Produksi YR DD MM YY-A.B B. Tanggal Kedaluwarsa DD.MM.YY Keterangan:
Y = produk yogurt R = rasa buah
(A=Anggur, M=Melon; S=Strawberry;
J=Jeruk; I=Sirsak; L=Leci) DD = tanggal produksi
MM = bulan produksi YY = tahun produksi
A = shift produksi (1 = pagi; 2=siang) B = nomor bahan baku
Keterangan:
DD = tanggal produksi MM = bulan produksi YY = tahun produksi
Contoh: Produk yogurt botol rasa anggur diproduksi tanggal 4 Mei 2019 shift pagi dari milk can bahan baku yogurt nomor 3.
Maka ditulis,
kode produksi:YA040519-1.3
Contoh: Produk yogurt botol diproduksi tanggal 4 Mei 2019 dan ED 1 bulan.
Maka ditulis,
baik digunakan sebelum: 04.06.19
- Semprot setiap alat dengan alkohol 70% dan keringkan dengan tissue.
- Masukkan produk ke dalam botol (alasi piring kecil) menggunakan gelas ukur dan corong.
Pastikan isi sampai volume botol mencukupi 250 ml.
- Pasang tutup botol. Rekatkan label di badan botol dan tutup botol.
- Catat Jumlah produk jadi dan data riwayat produksi dalam Formulir Pencatatan Proses Produksi Pangan (FORM-20).
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-02 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh:
PROSES PRODUKSI Halaman: 4 dari 6
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
7. Penyimpanan Produk Jadi
Simpan yogurt yang telah dikemas ke dalam lemari pendingin. Catat suhu pendingin dalam Formulir Monitoring Suhu (FORM-02).
8. Pendistribusian/Pemasaran
- Pendistribusian dengan sistem FIFO (First In First Out).
- Pendistribusian harus menggunakan wadah khusus yang tertutup rapat dan menjaga produk tetap dingin.
B. Pengendalian Tahap Kritis
1. Pastikan setiap tahap proses produksi yogurt dilakukan dengan cermat, cepat, dan saniter.
2. Pastikan waktu pasteurisasi susu sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan perusahaan, yaitu susu mencapai suhu 80-85oC selama 10 detik di atas kompor dengan api besar.
3. Pastikan waktu inkubasi yogurt sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan perusahaan, yaitu 5-6 jam pada suhu 38oC.
4. Pastikan yogurt yang telah dikemas disimpan dan dijaga pada suhu dingin yaitu 4oC untuk menjaga kualitas dan mutu produk yogurt.
5. Pencatatan riwayat produksi dicatat pada Formulir Pencatatan Proses Produksi Pangan (FORM-20).
C. Formulasi Produk
Formulasi yogurt susu sapi sesuai atau setara dengan persyaratan berikut:
No Bahan Jumlah
1. Susu segar murni 10 L 15 L
2. Kultur 400 mL 600 mL
3. Sirup gula 1000 mLa 1250 mLb
4. Pasta perisa 7.5 mLc 10 mLd
a1000 mL= takaran 125 mL 8 takar b1250 mL= takaran 125 mL x 10 takar
c7.5 mL= takaran 5 ml x 1.5 takar d10 mL= takaran 5 ml x 2 takar
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-02 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh:
PROSES PRODUKSI Halaman: 5 dari 6
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
D. Diagram Alir Proses Produksi
Keterangan:
Penerimaan Susu Sapi Segar
Pencampuran 1 Inkubasi 5 Jam
Penyaringan
Filling Pendinginan 1
sampai 40oC Pasteurisasi 80-85oC selama 10”
9
90 Pencampuran 2
Caping
Pelabelan
Pendinginan 2 sampai 4-11oC
Pendistribusian Pencampuran Kultur
Penerimaan Pasta Perisa
Penyimpanan
Penakaran Penerimaan Kultur
Penyimpanan
Penakaran Penerimaan
AMDK Galon
Pemasakan sampai 100oC Penakaran 5L air
Penyimpanan Dingin 4-11oC
Penyimpanan Dingin 4-11oC
Pelarutan
Pendinginan Air Mengalir
Penakaran Penerimaan
Gula kristal putih
Penyimpanan
Persiapan 10 Kg Gula
Penerimaan Botol PE
Pengeringan Pendesifeksian Penyimpanan
Penerimaan Tutup Botol
Pengeringan Pendesifeksian Penyimpanan
Penerimaan Label Coding Penyimpanan
Pemantauan Titik Kritis
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-02 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh:
PROSES PRODUKSI Halaman: 6 dari 6
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
Contoh Label Identitas Barang (Bahan Baku/Pengemas) di Gudang/tempat penyimpanan:
DITERIMA DITOLAK
Nama Bahan Baku/Pengemas
: Pasta Perisa Anggur Nama Bahan Baku/Pengemas
: Susu sapi segar
Nama Pemasok : TSM Nama Pemasok : MDF
Tgl ED : 2/12/2020 Tgl ED : 2/4/2019
Tgl terima : 2/4/2019 Tgl terima : 2/4/2019
Paraf PJ
£
Alasan ditolak : bau asam, adagumpalan Paraf PJ
£
DIPROSES
Nama Bahan setengah jadi
: Susu pasterurisasi Kode produksi : YA040519-1.3 Nama Produk : Yogurt rasa anggur Suhu dan waktu
masuk Inkubator
: T = 38°C jam = 09.00 Suhu dan waktu
Keluar inkubator
: T = 37,8°C jam = 14.00 Paraf PJ Produksi
£
6. Dokumen Terkait
1. Formulir Pencatatan Proses Produksi Pangan (FORM-20).
2. Formulir Monitoring Suhu (FORM-02).
3. Kartu Stock Bahan Baku/Kemasan/Label (FORM-03).
4. Label DITERIMA, DITOLAK, DIPROSES
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-03 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh:
HIGIENE KARYAWAN Halaman: 1 dari 2
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
1. Tujuan:
Memastikan proses monitoring higiene karyawan sesuai dengan regulasi teknis terkait.
2. Ruang Lingkup:
Pelaksanaan proses monitoring higiene karyawan mencakup prosedur higiene karyawan dan perlengkapannya, serta prosedur mencuci tangan khususnya karyawan di bagian produksi.
3. Penanggung Jawab:
Pimpinan perusahaan.
4. Acuan:
Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 75/M-IND/PER/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices).
5. Prosedur Proses:
A. Prosedur Higiene Karyawan dan Perlengkapan Kerja
1. Karyawan menggunakan perlengkapan kerja yang bersih seperti jas laboratorium, celemek, sandal, masker, dan jilbab/kerudung bergo, serta pengecekan status kesehatan.
2. Selama bekerja, karyawan DILARANG:
a) memakai perhiasan dan berkuku panjang b) meludah
c) makan dan minum, merokok
d) bersin, batuk, meniup, atau menguap ke arah pangan yang tidak tertutup atau permukaan yang kontak dengan pangan
e) memakai jilbab dengan menggunakan jarum dan aksesoris atau berpayet/manik- manik.
3. Bila ada luka di tangan, tutup dengan plester berwarna terang. Jika menyentuh pangan secara langsung, gunakan sarung tangan bersih yang menutupi luka tersebut.
4. Jika sakit, laporkan ke Pimpinan dan tidak bekerja di bagian yang kontak langsung dengan pangan yang belum dikemas.
5. Sebelum bekerja, karyawan mengenakan perlengkapan kerja sesuai butir A.1 dan mencuci tangan di wastafel serta menggunakan sandal khusus.
B. Prosedur Mencuci Tangan 1. Waktu Mencuci Tangan:
a) Sebelum mulai bekerja/mengolah pangan b) Menangani pangan mentah
c) Di antara penanganan pangan yang berbeda d) Sesudah menggunakan (masuk) toilet/WC e) Sesudah menyentuh sampah atau tubuh f) Jika tangan kotor
2. Cara Mencuci Tangan yang Baik a) Basahi tangan dengan air bersih b) Gunakan sabun cair
c) Gosokkan sabun ke tangan secara merata, meliputi: pergelangan tangan antara jari- jari, di bawah kuku, dan bagian belakang (punggung) tangan
d) Bilas tangan dengan air bersih dan mengalir
e) Keringkan tangan dengan tissue/serbet-kain lap bersih
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-03 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh:
HIGIENE KARYAWAN Halaman: 2 dari 2
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
C. Pemeriksaan Kesehatan Karyawan
a) Pimpinan memfasilitasi karyawan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan secara rutin 6 (bulan) sekali di Puskesmas/Klinik.
b) Pekerja wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan di Puskesmas atau Klinik atau lembaga terkait yang ditandai dengan Surat Keterangan Sehat. Dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali.
D. Dokumen Pendukung
1. FORM-06 Pemeriksaan Higiene Karyawan 2. FORM-19 Pemeriksaan Kesehatan Karyawan
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-04 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh: PEMBERSIHAN DAN SANITASI BANGUNAN DAN PERALATAN
Halaman: 1 dari 4
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
1. Tujuan:
Memastikan pelaksanaan proses pembersihan dan sanitasi bangunan dan peralatan sesuai dengan regulasi teknis terkait.
2. Ruang Lingkup:
A. Pelaksanaan proses pembersihan dan sanitasi bangunan mencakup pembersihan seluruh ruangan, dinding, lantai, langit-langit, lubang ventilasi, jendela, pintu, dan kawat kasa.
B. Pelaksanaan proses pembersihan dan sanitasi peralatan mencakup seluruh alat yang digunakan dan mesin.
C. Monitoring pembersihan, sanitasi, dan ketersediaan fasilitas dan kelengkapan alat kebersihan.
3. Penanggung Jawab:
Pimpinan perusahaan.
4. Acuan:
Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 75/M-IND/PER/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices).
5. Prosedur Proses:
A. Pembersihan dan Sanitasi Bangunan
A.1. Ruang Ganti dan Sanitasi Pekerja, Ruang Pasteurisasi dan Pendinginan, Ruang Inkubasi, Ruang Pengemasan dan Pelabelan, Ruang Penyimpanan Bahan Baku, Ruang Penyimpanan Produk Jadi, dan Ruang Penyimpanan Kemasan.
1. Lantai
a. Setiap pagi lantai disapu sampai bersih dengan menggunakan sapu ijuk
b. Buat larutan pembersih lantai sesuai petunjuk yang ada di label larutan pembersih lantai
c. Ambil kain pel bersih dan celupkan ke dalam larutan pembersih lantai d. Pel seluruh lantai
e. Biarkan lantai sampai kering sebelum proses produksi dimulai
f. Lakukan juga pembersihan seperti cara a-e setelah selesai proses produksi 2. Dinding
a. Seminggu sekali dinding dibersihkan dari debu dengan cara dilap dengan lap bersih kering atau menggunakan kemoceng
b. Sarang laba-laba yang ada dihilangkan seminggu sekali dengan sapu gala bertangkai panjang
3. Langit-Langit
a. Seminggu sekali langit-langit dibersihkan dengan cara disapu pakai sapu bertangkai panjang
b. Sarang laba-laba yang ada dihilangkan seminggu sekali dengan sapu gala (bertangkai panjang)
4. Jendela, Kaca Partisi, dan Pintu
Jendela, kaca partisi, dan pintu dibersihkan seminggu sekali dengan cara dilap menggunakan sabun/alat pembersih.
5. Lubang Ventilasi
Lubang ventilasi dibersihkan dari kotoran setiap seminggu sekali dengan lap yang diberi cairan detergen kemudian dibilas.
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-04 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh: PEMBERSIHAN DAN SANITASI BANGUNAN DAN PERALATAN
Halaman: 2 dari 4
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
6. Kawat Kasa
Kawat kasa dibersihkan seminggu sekali dengan cara disedot menggunakan sikat/kuas.
7. Jika seluruh bagian tersebut di atas dibersihkan sekaligus, maka dilakukan pembersihan dengan urutan sebagai berikut: (1) Langit-langit; (2) Kawat kasa; (3) Dinding, jendela dan lubang ventilasi; (4) Lantai.
8. Monitoring pembersihan dan sanitasi ruangan dan peralatan menggunakan formulir.
9. Jika peralatan dan fasilitas kebersihan dalam keadaan rusak dan atau tidak berfungsi, maka segera laporkan ke Pimpinan untuk diperbaiki atau diganti dengan yang baru.
A.2. Toilet 1. Langit-langit
a) Seminggu sekali langit-langit dibersihkan dengan cara disapu pakai sapu bertangkai panjang.
b) Sarang laba-laba yang ada dihilangkan seminggu sekali dengan sapu gala (bertangkai panjang).
2. Dinding
a) Seminggu sekali dinding dibersihkan dari debu dengan cara dilap dengan lap bersih kering atau menggunakan kemoceng.
b) Sarang laba-laba yang ada dihilangkan seminggu sekali dengan sapu gala (bertangkai panjang)
3. Lantai
a) Siapkan peralatan kebersihan: sikat dan air sabun b) Sikat lantai dengan karbol, lalu bilas hingga bersih c) Lakukan pembersihan dua hari sekali
4. Kakus
a) Siapkan peralatan kebersihan: sikat dan air bersih
b) Sikat kakus dengan menggunakan karbol dan bilas dengan air hingga bersih Lakukan pembersihan dua hari sekali
5. Perlengkapan toilet (ember, gayung, kran, pintu) a) Siapkan peralatan kebersihan: sikat dan air bersih
b) Sikat perlengkapan toilet dan bilas dengan air hingga bersih c) Lakukan pembersihan satu minggu sekali
B. Pembersihan dan Sanitasi Peralatan Produksi B.1. Peralatan Proses Produksi
1. Semua peralatan dan permukaan yang kontak dengan pangan harus dibersihkan untuk menghilangkan kotoran segera setelah selesai digunakan dengan cara yang sesuai dengan jenis peralatannya.
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-04 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh: PEMBERSIHAN DAN SANITASI BANGUNAN DAN PERALATAN
Halaman: 3 dari 4
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
2. Cara membersihkan peralatan dan permukaan yang kontak dengan pangan:
a) Setiap selesai digunakan basahi dengan air dan bersihkan kotoran dengan menggunakan sikat atau spon. Bersihkan kotoran dengan menggunakan sikat atau spon dengan larutan pembersih peralatan. Berlaku untuk peralatan seperti: milk can stainless 10 L dan 15 L, panci pasteurisasi, panci pelarutan gula, panci stainless, saringan, takaran 125 ml, takaran 5 ml, pengaduk/whisk, termometer, gelas ukur, piring kecil, centong, corong, dan sendok.
b) Setiap akan digunakan selalu disemprot dengan alkohol 70% dan diseka dengan tissue. Berlaku untuk peralatan seperti: milk can stainless 10 L dan 15 L, panci pasteurisasi, panci pelarutan gula, panci stainless, saringan, takaran 125 ml, takaran 5 ml, pengaduk/whisk, termometer, gelas ukur, piring kecil, centong, corong, dan sendok.
c) Bilas dengan air bersih setiap pagi sebelum mulai produksi: alat pemurni air pure it.
3. Bersihkan alat inkubator dan lemari peralatan steril dengan lap/kain bersih untuk menghilangkan kotoran atau debu setiap seminggu sekali.
4. Keringkan seluruh alat yang telah dicuci menggunakan lap/tissue, simpan dalam keadaan tertelungkup dan atau terlindung dari debu/kotoran atau rak.
5. Bersihkan kompor dan mesin pengkode dengan lap/kain bersih setiap hari setelah digunakan atau setiap kali terlihat kotor.
6. Bilas gayung setelah digunanakan dengan air bersih dari kran.
7. Cuci bersih dan jemur serbet/lap.setiap proses produksi selesai.
8. Alat timbangan/takaran diganti setiap jika sudah tidak berfungsi.
9. Karyawan harus segera melaporkan bila ada peralatan yang sudah rusak (untuk segera diganti).
B.2. Peralatan Penyimpanan: Tempat Sampah, Rak Penyimpanan Bahan Baku, Rak Penyimpanan Peralatan, Rak Penyimpanan Kemasan dan Label, Freezer Bahan Baku, dan Lemari Pendingin Produk Jadi:
1. Sampah dalam tempat sampah harus dipindahkan/dibuang dari lingkungan produksi sehingga tempat sampah kembali kosong. Dilakukan setiap hari setelah kegiatan proses produksi selesai.
2. Tempat sampah dicuci dan disikat dengan air bersih, kemudian dikeringkan dengan cara ditelungkupkan. Dilakukan pembersihan seminggu sekali.
3. Rak penyimpanan bahan baku gula murni, rak penyimpanan bahan baku pasta perisa, rak penyimpanan kemasan dan label, dan rak penyimpanan peralatan dibersihkan dengan cara dilap menggunakan kain bersih. Dilakukan pembersihan seminggu sekali.
4. Freezer yang digunakan untuk menyimpan bahan baku kultur dan sirup gula, dan freezer untuk pendinginan yogurt plain dibersihkan dengan menghilangkan bunga es yang berlebihan dan dibersihkan dari kotoran atau debu dengan lap dan sikat. Dilakukan pembersihan sebulan sekali.
5. Lemari pendingin produk jadi dibersihkan dari kotoran atau debu dengan lap dan sikat.
Dilakukan pembersihan seminggu sekali.
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-04 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh: PEMBERSIHAN DAN SANITASI BANGUNAN DAN PERALATAN
Halaman: 4 dari 4
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
C. Fasilitas dan Alat Kebersihan
C.1. Pembersihan dan Perlengkapan Kerja Karyawan
1. Perlengkapan kerja karyawan (terdiri atas jas laboratorium, celemek, sandal, masker, dan jilbab/kerudung bergo) di sepanjang jalur produksi harus dalam keadaan bersih.
2. Jika sudah kotor, ganti perlengkapan kerja dan melakukan pencucian pakaian kerja yang kotor hingga bersih.
3. Pencucian perlengkapan kerja dilakukan 1 bulan sekali atau setiap kali kotor.
4. Laporkan jika perlengkapan kerja sudah rusak (untuk segera diganti).
5. Perlengkapan kerja dilarang dikenakan karyawan produksi saat masuk ke toilet, menangani limbah, atau keluar ruang produksi, dan saat makan.
C.2. Ketersediaan Alat Kebersihan
1. Perlengkapan yang harus tersedia di wastafel: air bersih, sabun cair, dan pengering (tissue).
2. Perlengkapan yang harus tersedia di toilet: air bersih, sabun cair, dan sikat lantai, pengering (tissue).
3. Perlengkapan kebersihan yang harus tersedia untuk seluruh ruangan disimpan di tempat alat kebersihan: sapu lantai, lap pel, lap tangan, sabun cair, sikat lantai, kemonceng, dan sapu lidi.
4. Pengecekan ketersediaan alat kebersihan menggunakan Formulir Monitoring Pembersihan Harian (FORM-04) dan Formulir Monitoring Pembersihan Mingguan (FORM-05).
D. Dokumen Pendamping
1. FORM-04 Monitoring Pembersihan Harian 2. FORM-05 Monitoring Pembersihan Mingguan
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-05 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh: PENARIKAN PRODUK PANGAN
(RECALL)
Halaman: 1 dari 2
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
Pernyataan Recall:
Perusahaan menetapkan kebijakan penarikan produk-produk yang tidak sesuai persyaratan dan telah beredar di pasar sesuai dengan kategori.
Klasifikasi:
1. Kategori 1: Ketidaksesuaian dapat mengancam jiwa manusia 2. Kategori 2: Ketidaksesuaian berpotensi mengancam jiwa manusia
3. Kategori 3: Ketidaksesuaian berpotensi mengakibatkan mutu tidak sesuai termasuk ketidaksesuaian label pangan
Metode:
1. Konfirmasi / identifikasi permasalahan yang terjadi pada produk 2. Pemberitahuan / notifikasi kepada jaringan distribusi dan konsumen 3. Penarikan produk
4. Penggantian dengan produk yang baru untuk distributor 5. Penentuan sumber masalah
6. Penanganan keluhan konsumen 7. Pelaksanaan tindakan koreksi 8. Perbaikan system bila diperlukan Waktu:
Segera setelah ditemukan ketidaksesuaian (2 hari di dalam kota) Penanggung jawab penarikan produk : Bagian Pemasaran
Prosedur:
1. Rapat/briefing menetapkan agenda penarikan produk a. membentuk tim penarikan produk
b. mengecek stok produk di outlet / distributor sekaligus memeriksa produk yang tidak memenuhi persyaratan (tercemar, rusak dan atau kedaluwarsa, label tidak sesuai) c. menentukan klasifikasi / kategori penarikan
2. Memberi tahu / notifikasi : a. jaringan distribusi b. konsumen
c. Balai Besar / Balai POM cc Dinkes Kabupaten / Kota d. pers release / menjawab media (jika perlu)
3. Stop distribusi produk pangan dan menarik produk yang tidak memenuhi persyaratan (sampai tingkat konsumen atau tingkat perdagangan)
4. Mengganti dengan produk yang baru untuk distrubutor 5. Menentukan sumber masalah
6. Menangani produk yang ditarik :
a. Jika tidak membahayakan kesehatan (tidak sesuai persyaratan mutu atau label) maka diproses kembali sampai memenuhi persyaratan
b. Jika produk yang ditarik membahayakan kesehatan (karena aspek keamanan pangan) maka dimusnahkan dengan cara dibakar di tempat yang telah ditentukan dengan disaksikan oleh wakil dari industri pangan dan pihak terkait lainnya, termasuk Balai POM dan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota setempat
c. Melaporkan secara tertulis kepada Balai Besar/Balai POM di …….. dan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota ………
7. Menangani keluhan komsumen
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-05 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh: PENARIKAN PRODUK PANGAN
(RECALL)
Halaman: 2 dari 2
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
8. Melakukan tindakan koreksi
9. Memperbaiki sistem bila diperlukan Rekaman recall:
1. Rekaman notifikasi
2. Rekaman produk yang ditarik beserta berita acaranya (jumlah yang berhasil ditarik, identitas distributor dan jumlah yang didistribusikan dan identitas produk)
3. Rekaman penerimaan bahan baku dan kemasan, rekaman proses produksi beserta rekaman distribusi produk (untuk penelusuran)
4. Rekaman produk penggantian
5. Daftar identitas industri, distributor dan pemasok (nama, alamat, nomor telpon /HP, fax, e-mail)
6. Rekaman sumber masalah dan tindakan koreksi yang dilakukan
7 Berita acara pemusnahan produk yang ditarik (jika dilakukan pemusnahan)
LOGO PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN Alamat Perusahan
Dibuat Oleh: CV-SOP-06 Terbitan: 0
Diperiksa Oleh:
PENGENDALIAN HAMA Halaman: 1 dari 1
Disetujui Oleh: Efektif: Mei 2020
1. Tujuan:
Memastikan program pengendalian hama dilakukan dan sesuai dengan regulasi teknis terkait.
2. Ruang Lingkup:
Prosedur pengendalian hama mencakup pencegahan dan pembasmian hama serta monitoringnya.
3. Penanggung Jawab:
Pimpinan perusahaan.
4. Acuan:
Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 75/M-IND/PER/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices).
5. Prosedur Proses:
A. Pencegahan Masuknya Hama ke ruang produksi:
1. Bangunan dilengkapi anti hama, dengan kawat kasa; pintu dan lubang ventilasi dalam keadaan tertutup; tidak ada lubang/celah di dinding.
2. Bersihkan ceceran pangan dan air
3. Jaga bangunan khususnya ruang produksi dan gudang agar tetap bersih dan rapih, tidak ada sisa-sisa pangan yang dapat mengundang datangnya hama
4. Jaga bak sampah selalu dalam keadaan tertutup 5. Buang sampah secara teratur
6. Periksa bangunan setiap bulan dan perbaiki jika perlu 7. Perbaiki pipa air yang bocor
8. Jaga lantai agar tetap bersih dan kering
9. Pemasangan ultrasonik di ruang produksi dan lingkungan sekitar ruang produksi untuk mencegah hama/serangga masuk ke ruang produksi. Pastikan alat berfungsi dengan baik.
10. Pemasangan alat perangkap hama/tikus di ruang produksi dan lingkungan sekitar ruang produksi. Pastikan alat berfungsi dengan baik.
11. Simpan bahan baku dan pangan di gudang bahan baku dan gudang produk jadi menggunakan rak yang sesuai.
12. Limbah padat dan cair baik di dalam/luar area pengolahan disimpan dalam wadah yang ditetapkan dengan kondisi tertutup, dan dikeluarkan dari unit pengolahan setiap selesai produksi.
13. Ruang produksi dan gudang dibuat seterang mungkin untuk menghindari dihuni oleh hama.
14. Rotasi bahan baku secara berkala sesuai sistem FIFO.
B. Pembasmian Hama:
1. Laporkan ke Pimpinan bila ada tanda-tanda jejak hama: kotoran tikus/hama lain, bulu tikus, bekas keratan pada kemasan, bekas keratan pada umpan. Lakukan pembasmian jika ditemukan tanda-tanda tersebut.
2. Pembasmian menggunakan umpan yang diletakkan di ruang produksi dan di lingkungan sekitar ruang produksi.
3. Umpan diganti setiap sudah ada hama yang terperangkap.