• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Prarancangan Pabrik Aluminium Sulfat Dari Asam Sulfat Dan Kaolin Kapasitas 20.000 Ton Per Tahun.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Prarancangan Pabrik Aluminium Sulfat Dari Asam Sulfat Dan Kaolin Kapasitas 20.000 Ton Per Tahun."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik

Indonesia merupakan suatu negara yang sangat subur dan kaya akan hasil

pertanian serta perikanannya, selain hal tersebut Indonesia memiliki aset kekayaan

hasil tambang dan galian yg tidak banyak dimiliki oleh negara negara lain di

dunia. Salah satunya hasil galian Kaolin yg merupakan bahan baku untuk

pembuatan Alumunium Sulfat Al2(SO4)3.

Kaolin merupakan batuan berwarna putih semacam tanah liat yg

mempunyai manfaat untuk mengobati diare dan peradangan kulit tertentu, selain

hal tersebut kaolin dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan Aluminium

Sulfat karena kandungan kaolin terdapat lapisan Aluminium silikat. Di Indonesia

ketersediaan kaolin cukup banyak terdapat di daerah Bangka, Belitung, Lampung,

Jawa Barat, dan masih banyak terdapat di daerah Kalimantan dan Sulawesi.

Data Badan Pusat Statistik mengenai ekspor impor produk Aluminium

Sulfat dalam kurun waktu lima tahun terakhir dari tahun 2010 – 2014 mengalami

peningkatan, terlebih pada bagian ekspor produk, ini menandakan bahwa

kebutuhan Aluminium Sulfat tidak hanya dibutuhkan oleh pabrik dalam negeri,

bahkan pabrik pabrik luar negeri membutuhkan produk Aluminium sulfat. Maka

dari itu salah satu pertimbangan pembuatan pabrik ini adalah untuk memenuhi

kebutuhan pasokan dalam dan luar negeri, namun dalam hal ini lebih kami

utamakan kebutuhan dalam negeri sendiri.

1.2. Kapasitas Pabrik

Mengenai kapasitas pabrik dari Prarancangan Pabrik Aluminium Sulfat,

ada beberapa pertimbangan mengenai pemilihan kapasitas produksi :

1. Jumlah ekspor, impor dan jumlah produksi Aluminium Sulfat di Indonesia

Menurut data Badan Pusat Statistik dalam lima tahun terakhir ini

(2)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

penurunan pada tahun 2013 ke tahun 2014. Berikut data ekspor

[image:2.595.151.473.173.327.2]

Aluminium Sulfat selama lima tahun terakhir.

Tabel 1. Data Ekspor dan Impor Aluminium Sulfat

No TAHUN JUMLAH

EKSPOR (TON)

JUMLAH IMPOR

(TON)

1 2010 22.335,000 247,188

2 2011 41.202,714 215,894

3 2012 63.537,782 463,082

4 2013 59.831,413 243,369

5 2014 52.644,028 200,823

Berikut adalah grafik hubungan antara kapasitas ekspor Aluminium Sulfat

[image:2.595.151.473.388.539.2]

dengan tahun ekspor dan kapasitas impor aluminium sulfat dan tahun impor :

Gambar 1. Hubungan Kapasitas Ekspor Aluminium Sulfat dengan Tahun Ekspor

Gambar 2. Hubungan Kapasitas Impor Aluminium Sulfat dengan Tahun Impor

y = -5,582x + 22471 R² = 0,960

0 20 40 60 80

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

K a pa sit a s X 1 0 0 0 ( T o n) Tahun Ekspor EKSPOR

y = -6,525x + 13430 R² = 0,92

0 10 20 30 40 50

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

[image:2.595.158.491.569.716.2]
(3)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

Dari gambar 1. dapat diketahui dengan jelas perubahan kapasitas ekspor

aluminium sulfat selama tahun 2010-2014, dan pada gambar 2. perubahan

kapasitas impor aluminium sulfat selama tahun 2010-2014 terjadi perubahan

yang signifikan.

Dari Gambar 2. untuk grafik hubngan kapasitas impor dan tahun impor

didapatkan regresi dengan persamaan Y = -6,525X + 13.403

Dimana : Y = jumlah perkiraan kapasitas Aluminium Sulfat

X = tahun 2020 pada tahun ke 11

Maka : Y = -6,525X + 13.403

= -6,525(11) + 13.403

= 13.318,18 ton/tahun

Pertimbangan selanjutnya yg digunakan untuk menentukan kapasitas

Prarancangan pabrik Aluminium Sulfat adalah jumlah produksi pabrik

Aluminium Sulfat yg sudah berdiri di Indonesia, data pabrik dan kapasitas

pabrik produsen Aluminium Sulfat dalam negeri dari PT. Lautan Luas Tbk

tahun 2010. Berikut adalah data pabrik Aluminium Sulfat di Indonesia :

Tabel 2. Data Jumlah Kapasitas Pabrik Aluminium Sulfat di Indonesia

No Pabrik Kapasitas (ton/tahun)

1 PT. Dunia Kimia Utama 30.000

2 PT. Indonesia Acid Industri 44.600

3 PT. Liku Telaga 161.400

4 PT. Mahkota Indonesia 45.000

5 PT. Aktif Indonesia Indah 20.868

Tabel 3. Data Pabrik Aluminium Sulfat di Dunia

No Negara

Asal Pabrik

Kapasitas

(ton/tahun)

1 Cina Sanghai Yixin Chemical Co.,Ltd 1.000.000

2 Hongkong Hongkong Vilia Chemical.Ltd 12.000

3 Malaysia Yucheng Jinhe Industry Co.,Ltd 134.500

(4)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

2. Ketersediaan Bahan Baku

Bahan baku yg digunakan adalah Kaolin dan Aluminium Sulfat, bahan

bahan tersebut dapat diperoleh dari pabrik pabrik di bawah ini :

a. Asam Sulfat dapat diperoleh dari pabrik PT. Indonesian Acids Industry

dengan kapasitas 82.500 ton/tahun.

b. Kaolin dapat diperoleh dari pabrik PT. Kaolin Dua Satu dengan kapasitas

36.000 ton/tahun.

Dari pertimbangan di atas dan melihat persediaan bahan baku

pembuatan Aluminium Sulfat, perkiraan kapasitas produksi Prarancangan

Pabrik Aluminium Sulfat pada tahun 2020, sebesar 20.000 ton/tahun.

1.3. Penentuan Lokasi Pabrik

Dalam mendirikan suatu pabrik salah satu faktor yang harus diperhatikan

adalah pemilihan lokasi berdirinya pabrik, pendirian pabrik Aluminium Sulfat

dengan kapasitas 20.000 ton/tahun direncanakan akan didirikan di daerah

Purwakarta, Jawa Barat dengan pertimbangan pertimbangan sebagai berikut :

1. Pemasaran Produk

Salah satu faktor didirikannya pabrik Aluminium Sulfat di Purwakarta

adalah lokasi pemasaran produk yg terjangkau, karena Purwakarta berbatasan

dengan kota kota padat penduduk seperti, Karawang, Subang, Bandung, dan

Bogor. Dengan pertimbangan tersebut diharapkan pemasaran produk dapat

dengan mudah di jangkau oleh konsumen.

2. Lokasi penghasil bahan baku

Bahan baku pembuatan Aluminium Sulfat adalah Asam Sulfat dan

Kaolin, lokasi pabrik Asam Sulfat tidak jauh dari lokasi pendirian pabrik

Aluminium Sulfat, Asam Sulfat diperoleh dari PT. Indonesian Acids Industri

yg berlokasi di Jakarta Timur, begitupun dengan lokasi pabrik Kaolin yaitu

PT. Kaolin Dua Satu yg berlokasi di Jakarta Utara. Dengan pertimbangan

tersebut diharapkan pasokan bahan baku ke lokasi pendirian pabrik dapat

(5)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

3. Keperluan Utilitas

Daerah Purwakarta adalah lokasi yg strategis untuk mendirikan pabrik

terutama dalam hal utilitas, karena daerah ini dekat dengan sungai sungai yg

memudahkan untuk keperluan utilitas pabrik salah satu sungai yg mempunyai

debit besar yaitu sungai Cilamaya.

4. Tenaga Kerja

Lokasi pabrik yg dekat dengan kota kota padat penduduk, sehingga

memudahkan dalam mendapatkan tenaga kerja, selain hal tersebut daerah

Purwakarta terdapat pabri pabrik yg berdiri sehingga Purwakarta merupakan

salah satu kota yg dijadikan tempat mencari kerja.

5. Transportasi

Berdasarkan Badan Pemerintahan Daerah Purwakarta, Kabupaten

Purwakarta berada pada titik-temu tiga koridor utama lalu-lintas yang sangat

strategis, yaitu Jakarta, Bandung,

Purwakarta-Cirebon.

1.4. Tinjauan Pustaka

Aluminium Sulfat umumnya dikenal sebagai tawas. Aluminium Sulfat

dibuat dengan cara memurnikan kaolin dengan mereaksikan aluminium oksida

dengan asam sulfat. Aluminium sulfat adalah kristal putih, larut dalam air, dan

tidak larut dalam alkohol. Garam Aluminium Sulfat dapat digunakan sebagai

penyamak kulit hewan dengan cara menghilangkan lemak dan minyak yang

terdapat pada kulit hewan tersebut (Harris, 2004).

Aluminium Sulfat digunakan sebagai koagulan dalam air dan pengolahan

air limbah, salah satunya pengolahan air pada proses industri pulp dan kertas.

Aluminium Sulfat dapat menjernihkan air karena ketika Aluminium Sulfat

ditambahkan dalam air maka muatan positif yg terdapat pada Aluminium Sulfat

menyerap dan menetralisir muatan negatif dari air sehingga akan terbentuk

koagulan koagulan yang dapat disaring dan menghasilkan air yg jernih dan dapat

(6)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

1.4.1. Macam – Macam Proses

Dalam pembuatan Aluminium Sulfat dari Asam Sulfat dan Kaolin ada

beberapa proses yg digunakan yaitu :

1. Kaolin dan Asam Sulfat

Menurut Udy (1965) pembuatan aluminium sulfat dengan cara ini

dengan langkah melarutkan bahan yang mengandung Al2O3 dengan H2SO4

60% dalam sebuah reaktor yang dijalankan dengan temperature 90 C dan

tekanan 1 atm selama 180 menit. Dalam kaolin terdapat bahan Fe2O3 yang

dapat bereaksi dengan H2SO4, kaolin dengan Fe2O3 rendah akan sangat

menguntungkan dalam pembuatan aluminium sulfat karena produk yang

dihasilkan semakin murni.

Reaksi asam sulfat dengan kaolin merupakan reaksi yang sangat

dipengaruhi oleh suhu dan komposisi campuran bahan keduanya. Reaktor

yang digunakan adalah reaktor CSTR/RATB dengan konversi sebesar 85%.

Reaksi yang terjadi antara kaolin dan asam sulfat adalah sebagai berikut :

Al2O3(s) + 3H2SO4(l) Al2(SO4)3(l) + 3H2O(l) ...(1)

Selain reaksi di atas, di dalam raktor terbentuk dua reaksi lainnya, yaitu

reaksi pembentukan FeSO4 dan reaksi pembentukan Na2SO4 kedua reaksi

tersebut menghasilkan produk samping, berikut masing masing reaksi yang

terbentuk pada reaktor :

Fe2O3 (s) + 3H2SO4(l) + Fe (s) 3FeSO4(s) + 3H2O (l)...(2)

Reaksi selanjutnya pembentukan Na2SO4 adalah sebagai berikut :

Na2CO3(s) + H2SO4(l) Na2SO4(s) + H2O (l) + CO2(g) ...(3)

Setelah dari reaktor kemudian hasil reaksi dipisahkan dari padatannya.

Hasil dari pemisahan proses sebelumnya dikurangi kadar airnya, kemudian

filtrat dikristalkan menggunakan kristalizer sampai suhu 30 C, lalu kristal

kristal aluminium sulfat dipisahkan dari cairannya. Selanjutnya dilakukan

penguapan dengan menggunakan rotary drier. Setelah itu produk disimpan

(7)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

2. Proses Guilini

Menurut Guilini (1939) dalam proses guilini menggunakan bahan baku

Aluminium Hidroksida dan asam sulfat. Berikut reaksi aluminium hidroksida

dan asam sulfat sehingga menghasilkan aluminium sulfat :

2Al(OH3)(s)+ 3H2SO4 (l) →Al2(SO4)3(l)+ 6H2O(l)...(4)

Aluminium sulfat dan asam sulfat diumpankan dalam reaktor dengan

suhu operasi reaktor 170C dan tekanan yg digunakan 5-6 atm. Kemudian

hasil dari keluaran reaktor dipekatkan menggunakan evaporator, hasil dari

reaktor dipindahkan ke tangki vakum untuk didinginkan, kemudian

dipindahkan lagi ke mixer pengaduk dan ditambahkan aluminium sulfat 1-2%

dengan tujuan memudahkan terbentuknya produk. Keluar dari mixer hasil

dikristalkan dengan crystalizer, kemudian dilakukan pengecilan ukuran

dengan didinginkan kemudian dilakukan pengepakan dan disimpan di silo

penyimpanan.

1.4.2. Pemilihan Proses

Dari proses proses di atas dipilih proses pembuatan aluminium sulfat dari

(8)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

Tabel 4. Perbandingan Proses Pembuatan Aluminium Sulfat

No Jenis Proses Kelebihan Kekurangan

1 Kaolin dan Asam Sulfat

1. Bahan baku di

Indonesia cukup

melimpah

2. Kemurnian produk

yaitu 85 %

3. Kondisi operasi

dengan tekanan 1

atm dan suhu 90C

1. Proses berjalan

dengan

eksotermis

2 Guilini

1. Konversi yg

dihasilkan 80%

1. Kondisi operasi

tinggi dengan

tekanan 5-6 atm

dan suhu 170C

2. Bahan baku sulit

didapatkan

Meskipun pada proses pembuatan aluminium sulfat dari kaolin dan asam

sulfat proses terjadi secara eksotermis hal tersebut dapat ditambahkan pendingin

untuk meminimalkan suhu.

1.4.3. Kegunaan Produk

Aluminium sulfat merupakan kristal putih yg memiliki fungsi sebagai

berikut, yaitu (Kirk and Othmer, 1998):

1. Sebagai kontrol pH dari pengolahan air

2. Sebagai isolasi atau penyekatan selulosa

3. Sebagai bahan pengendap pada proses buangan dan penanganan air

minum

4. Sebagai zat kimia penyamak kulit, dalam hal ini kulit hewan yg

digunakan sebagai produk siap pakai

(9)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

1.4.4. Sifat Fisis dan Kimia

Sifat Fisis dan Kimia Bahan Baku

1. Kaolin

Menurut Perry (2008) kaolin memiliki sifat fisis dan sifat kimia

sebagai berikut :

a. Sifat Fisis

 Rumus Kimia : Al2O3

 BM : 258,160 kg/kmol

 Titik Didih : 2.033,15 K

 Titik Kritis : 5.335,00 K

 Warna : Putih

 Bentuk : Solid

 Massa jenis : 2,2

b. Sifat Kimia

 Larut dalam air dingin, air panas, methanol, diethyl ether

 Mineral lempung yang mempunyai dua struktur atom dasar, yaitu Alumina Magnesia Octahedron dan Silica Tetrahedron.

2. Asam Sulfat

Menurut Perry (2008) asam sulfat memiliki sifat fisis dan sifat kimia

sebagai berikut :

a. Sifat Fisis

 Rumus Kimia : H2SO4

 BM : 98,079 kg/kmol

 Titik Didih : 610,00 K

 Titik Kritis : 925,00 K

 Bentuk : Larutan

 Massa jenis : 1,96

b. Sifat Kimia

(10)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

 Terurai dalam alkohol 95%

 Reaksi hidrasi asam sulfat sangat eksotermik

 Asam Sulfat adalah zat pendehidrasi

Sifat Fisis dan Sifat Kimia Bahan Tambahan

Serbuk Besi (Fe)

Menurut Perry (2008) serbuk besi memiliki sifat fisis dan sifat kimia

sebagai berikut :

a. Sifat Fisis

 Rumus Kimia : Fe

 BM : 55,845 kg/kmol

 Titik Didih : 3.134 K

 Warna : perak abu-abu

 Massa jenis : 4,36

b. Sifat Kimia

 Mudah teroksidasi di tempat lembab

 Mudah bereaksi dengan unsur-unsur non logam seperti sulfur,

fosfor, boron, karbon dan silikon  Mudah larut dalam asam encer

 Oksidanya bersifat amfoter yaitu oksida yang menunjukkan sifat-sifat asam sekaligus basa

Sifat Fisis dan Sifat Kimia Produk

Aluminium Sulfat

Menurut Perry (2008) aluminium sulfat memiliki sifat fisis dan sifat kimia

sebagai berikut :

a. Sifat Fisis

 Rumus Kimia : Al2(SO4)3. 18H2O

 BM : 342,150 kg/kmol

(11)

Warih Nurtyasti Teknik Kimia D 500 110 018

 Bentuk : Padat

 Warna : Putih

 Massa jenis : 1,62

b. Sifat Kimia

 Dalam bentuk padat akan stabil di udara, dalam bentuk larutan akan korosif dengan udara

 Diatas suhu 770 C akan terurai menjadi Al2O3 dan SO3(g)  Mudah larut dalam air

 Tidak beracun

 Tidak berbau

 Bereaksi asam untuk lakmus

Gambar

Gambar 1. Hubungan Kapasitas Ekspor Aluminium Sulfat dengan Tahun Ekspor
Tabel 2. Data Jumlah Kapasitas Pabrik Aluminium Sulfat di Indonesia
Tabel 4. Perbandingan Proses Pembuatan Aluminium Sulfat

Referensi

Dokumen terkait

Bahan baku yang digunakan dalam industri magnesium sulfat adalah magnesium karbonat yang masih impor dari India, dan asam sulfat yang diperoleh dari PT.. Kapasitas

Bahan baku yang digunakan dalam industri magnesium sulfat.. adalah magnesium karbonat dan

Pada tahap perkembangannya asam nitrat dengan kemurnian lebih dari 80% sebagai bahan baku dalam pembuatan ammonium nitrat yang selanjutnya digunakan untuk

Bahan baku natrium nitrat diimpor dari Chili, dan asam sulfat dari PT Indonesian Acid Industry. Proses pembuatan asam nitrat menggunakan Reaktor Alir Tangki

Ketersediaan Bahan Baku Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi magnesium sulfat heptahidrat adalah magnesium karbonat MgCO3 yang terdapat dalam dolomit dan asam sulfat

Data Badan Pusat Statistik mengenai ekspor impor produk Aluminium Sulfat dalam kurun waktu lima tahun terakhir dari tahun 2010 – 2014 mengalami peningkatan,

Bahan baku yang digunakan dalam industri magnesium sulfat adalah magnesium karbonat yang masih impor dari India, dan asam sulfat yang diperoleh dari PT.. Kapasitas

Pada tahap perkembangannya asam nitrat dengan kemurnian lebih dari 80% sebagai bahan baku dalam pembuatan ammonium nitrat yang selanjutnya digunakan untuk