RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (LURING)
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Sumber Barito Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : XI/Ganjil Tahun ajaran : 2022/2023
Materi Pokok : Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 x pertemuan)
A. Kompetensi Inti
• KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
• KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
• KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3 Menganalisis sebaran dan pengelolaan sumber daya kehutanan, pertambangan, kelautan, dan pariwisata sesuai prinsip- prinsip pembangunan berkelanjutan
3.3.1 Menganalisis dampak negatif pertambangan emas
4.3 Membuat peta persebaran sumber daya kehutanan, pertambangan, kelautan, dan pariwisata di Indonesia
4.3.1 Menyajikan laporan hasil pengolahan informasi dampak negatif pertambangan emas ilegal di Kecamatan Sumber Barito
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Problem Based Learning peserta didik diharapkan mampu menganalisis dampak negatif pertambangan emas serta membuatnya dalam bentuk laporan dengan baik
D. Fokus Penguatan Pendidikan Karakter
a. Religius : berdoa sebelum dan sesudah belajar
b. Mandiri : kreatif dalam mencari informasi untuk membuat laporan c. Gotong royong : Bekerjasama dan berdiskusi
E. Materi Pembelajaran
Fakta :Sumber daya alam pertambangan emas Konsep :dampak negatif pertambangan emas ilegal
prosuder : Langkah Langkah membuat laporan permasalahan dampak negatif pertambangan emas ilegal di Ke. Sumber Barito
metakognitif : membuat laporan hasil analisis permasalahan dampak negatif pertambangan emas ilegal:
studi kasus Kecamatan Sumber Barito
F. Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Problem Based Learning Pendekatan : Saintifik
Metode : Tanya jawab, pengamatan dan diskusi G. Media/Alat/Bahan Pembelajaran
Media :
1. lembar kerja (LKPD) 2. Lembar penilaian 3. Lingkungan alam sekitar 4. WAG
Alat/Bahan :
1. spidol, papan tulis 2. Internet
3. Smartphone
H. Sumber Belajar
1. E-Modul Geografi kemindikbud 2019
2. Bambang Nianto, buku siswa Geografi kelas XI, 2016
I. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan (2 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit) 1. Guru memberikan salam
2. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa sebelum memulai pembelajaran 3. Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
4. Guru memberikan apersepsi
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi pada pertemuan yang berlangsung Kegiatan Inti ( 65 Menit )
Sintak Model
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Fase I Orientasi peserta didik pada masalah
1.Penyajian lingkungan alam sekitar yang berkaitan dengan permasalahan pertambangan emas yang dihadapi oleh Kecamatan Sumber Barito
Sumber : Dokumen pribadi hasil observasi pertambangan emas ilegal, 2022
2. peserta didik mengamati dan mengajukan pertanyaan permasalahan yang berkaitan
dengan pertambangan emas di lingkungan sekitar Problem Statement
a. Apakah pertambangan emas di kecamatan Sumber Barito legal ? b. Apakah pertambangan emas merusak lingkungan alam?
c. Bagaimana pemecahan masalah penambangan emas di Kecamatan Sumber Barito?
Fase 2
Mengorganisasikan Peserta didik
1. Bahan ajar dikirim ke WAG https://bit.ly/3Pz4b2I
2. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok secara heterogen dengan tema sebagai berikut;
a. Kelompok 1 dan 2 tentang dampak negatif penambangan emas dari segi social, ekonomi, budaya dan solusinya
b. Kelompok 3 dan 4 tentang dampak negatif penambangan emas dari segi lingkungan alam dan solusinya
3. setiap kelompok di berikan tema masalah yang akan dianalisis sebagai berikut : 4. Guru memberikan arahan untuk membuat laporan analisis dampak negatif
pertambangan emas, sedangkan petunjuk mengerjakan lebih detail ada di LKPD 5. Setiap kelompok diberikan LKPD
Fase 3 Membimbing
penyelidikan kelompok
1.secara berkelompok, peserta didik mengamati, mengidentifikasi dan menganalisis masalah pertambangan emas
2.menghimpun data mengenai berbagai macam teori dan data faktual berkaitan dengan masalah yang ada. (google, website resmi dan credible)
3. mengisi tabel LKPD yang berisi data untuk pemecahan masalah yang dihadapi (tabel LKPD terlampir)
4. guru membimbing pengisian LKPD agar sesuai dengan yang ingin diharapkan dan memuat esensi materi
5.Dari hasil pengumpulan data dan diskusi kelompok, maka setiap kelompok mencoba membuat hipotesa penyelesaian masalah berbasis data yang dihimpun sebelumnya
Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan
hasil karya
1.sesuai intruksi, setiap kelompok membuat laporan yang berisi permasalahan dan solusi berbasis teori dan data yang telah mereka himpun sebelumnya
2. secara berkelompok peserta didik mempresentasikan laporannya dan peserta didik lain menanggapi
Fase 5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah
1.peserta didik bersama guru mereview solusi pemecahan masalah
2.peserta didik bersama guru menarik kesimpulan dari hasil presentasi kelompok
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Guru melakukan evaluasi tes pilihan ganda melalui quizizz yang dikirimkan lewat WAG dengan link https://quizizz.com/join?gc=04465021
2. Guru memberikan apresiasi terhadap kelompok yang terbaik hasil laporannya 3. Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya 4. Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan berdoa dan salam
J. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kompetensi Penilaian
a. Teknik penilaian
1. Sikap : observasi
2. Pengetahuan : tes tertulis 3. Keterampilan : unjuk kerja b. Bentuk penilaian
1. Sikap : lembar observasi sikap disiplin 2. Pengetahuan : soal pilihan ganda
3. Keterampilan : rubrik penilaian keterampilan c. Remedial
1. Pembelajaran remedial dilakukan bagi siswa yang capaian KD nya belum tuntas 2. Tahapan pembelajaran dilaksanakan melalui remidial tugas dan diakhiri dengan tes d. Pengayaan
Bagi siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan sebagai berikut:
➢
Siswa yang mencapai nilai n (ketuntasan)< n< n (maksimum) diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.➢
Siswa yang mencapai nilai n<n(maksimum) diberikan materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.Sumber Barito, 11 Agustus 2022 Mengetahui
Kepala SMAN 2 Sumber Barito Guru Mata Pelajaran
Martalena, SP Khairina
, S.PdNIP.
197211202006042007
NIP.199205062019032026
LAMPIRAN
MATERI PEMBELAJARAN
Pertambangan Berkelanjutan
Kegiatan usaha tambang berisiko tinggi dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan fisik dan sosial. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, kegiatan berkelanjutan merupakan kegiatan yang diawali dengan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, dan kegiatan pascatambang. Pengelolaan tambang yang berkelanjutan memerlukan adanya komitmen perusahaan terhadap nilai-nilai keberlanjutan. Selain itu, struktur organisasi sistem manajemen yang memadai juga diperlukan.
Kegiatan penambangan berkelanjutan dapat dilakukan untuk memenuhi harapan sosial terhadap lingkungan sekitar.Kegiatan pertambangan berkelanjutan dapat dilakukan melalui penetapan ujian jangka pendek dan jangka panjang secara konsisten. Ada tiga prioritas utama untuk memaksimalkan potensi pertambangan berkelanjutan.
1) Menganalisis dampak dan keuntungan sosial, ekonomi, kesehatan, serta lingkungan selama siklus kegiatan pertambangan, keselamatan, dan kesehatan para pekerja.
2) Meningkatkan partisipasi para pemangku kepentingan termasuk masyarakat adat dan lokal serta kaum perempuan.
Mengembangkan prakitik pertambangan berkelanjutan melalui penyediaan dukungan teknis serta pembangunan
Dampak Positif
Indikator Ekonomi, berkaitan erat dengan faktor finansial hal ini dapat dilihat dari:
1. peningkatan produk nasional bruto (PNB). menunjukkan nilai seluruh produk dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam setahun.
2. Fasilitas transportasi dan komunikasi. Berupa pembangunan jalan, tol, bandara dan lain- lain menunjukkan pembangunan dengan peningkatan aksesibilitas, sementara untuk komunikasi saat ini telpon tidak lagi memakai kabel melainkan menggunakan gelombang elektromagnetik yang berbentuk Hp.
3. Konsumsi energi, dalam pembangunan memerlukan banyak energi, termasuk energi listrik yang dihasilkan bahan bakar fosil dan juga batu bara. Semakin meningkatnya konsumsi energi hal ini berarti meningkatnya pembangunan.
4. Tenaga kerja di sektor industri, peningkatan pembangunan dari segi tenaga kerja dapat dilihat dari peningkatan tenaga kerja di industri tersier dan sekunder.
Indikator Sosial, berkaitan dengan kualitas hidup manusia
1. Peningkatan melek huruf, berkaitan dengan tingkat pendidikan, yang menunjukkan meningkatnya pembangunan di daerah tersebut.
2. Kesehatan dan kesejahteraan yang dicerminkan dengan angka harapan hidup dan juga angka kematian bayi. Selain itu juga dicerminkan dari angka kekurangan gizi, kasus kelaparan dan lain-lain.
Tidak hanya itu ada juga Indikator lainya seperti sebagai berikut:
1. Peningkatan investasi, dengan adanya peningkatan bangunan akan ada peningkatan pendapatan di suatu daerah.
2. Potensi daerah, dengan adanya pembangunan, maka meningkat juga pengetahuan mengenai potensi dari daerah mereka sendiri.
3. Mengurangi ketergantungan dengan negara asing, yaitu memiliki sektor industri yang lebih melimpah, sehingga tidak lagi bergantung dengan barang-barang impor untuk memenuhi kehidupan masyarakat.
Dampak Negatif
1. Deforestation atau penggundulan hutan, yang disebabkan oleh pembangunan pemukiman, perluasan lahan pertanian, penggunaan bahan bakar kayu, pembalakan atau penebangan liar yang tidak terkendali, penambangan terbuka.
2. Penggersangan lahan, disebabkan oleh proses alamiah, kegiatan pertanian yang terus menerus, jumlah hewan ternak yang meningkat, penggunaan teknologi irigasi modern, dan juga vegetasi yang berkurang.
3. Pencemaran, disebabkan oleh sampah, pupuk kimia, pembakaran bahan bakar fosil, dan juga berbagai limbah yang mencemari tanah, air, dan juga udara. Untuk lebih detailnya kalian bisa baca artikel pencemaran lingkungan.
4. Pemanasan global atau Global warming, yang disebabkan oleh efek rumah kaca yang
menjebak panas yang terjaga di bumi dan menyebabkan temperatur bumi semakin
meningkat dan menyebabkan melelehnya es di kutub, untuk lebih jelaskan bisa dibaca
di artikel perubahan iklim.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Sekolah : SMA Negeri 2 Sumber Barito Mata pelajaran : Geografi
Kelas/semester : XI/Ganjil
Materi : Pertambangan Emas
Kelompok I
hasil dari pengamatan langsung di lokasi petambangan emas di Kecamatan Sumber Barito!
Analisis dampak negatif penambangan emas dari segi sosial, ekonomi dan budaya
Solusinya
Kelompok II
hasil dari pengamatan langsung di lokasi petambangan emas di Kecamatan Sumber Barito!
Analisis dampak negatif penambangan emas dari segi sosial, ekonomi dan budaya
solusinya
Kelompok III
hasil dari pengamatan langsung di lokasi petambangan emas di Kecamatan Sumber Barito!
Analisis dampak negatif penambangan emas dari segi lingkungan alam
solusinya
Kelompok IV
hasil dari pengamatan langsung di lokasi petambangan emas di Kecamatan Sumber Barito!
Analisis dampak negatif penambangan emas dari segi lingkungan alam
solusinya
Soal Tes Via quizizz
1.Usaha perlindungan SDA hayati beserta Ekosistemnya yang ada bumi dengan bertujuan untuk mengusahakan terwujudnya kelestarian SDA hayati serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan manusia dinamkaan dengan....
A. Konservasi B. Reboisasi C. Reklamasi D. Degradasi E. rehabilitasi
2.Salah satu cara yang dilakukan untuk mengurangi laju eksploitasi dalam pertambangan adalah dengan ….
A. Optimalisasi hasil tambang B. Peningkatan harga hasil tambang C. Memperketat izin pertambangan
D. Menaikkan biaya operasional pertambangan E. Mengurangi penggunaan barang hasil tambang
3.Pada tahun 2019, Indonesia mengalami musim kemarau yang cukup panjang. Hal ini berpengaruh pada ketersediaan air bersih yang ada di Indonesia. Banyak wilayah di Indonesia yang kekurangan air bersih untuk kehidupan sehari-harinya. Langkah yang tepat dilakukan sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan berkaitan dengan kegiatan konsumsi air di Indonesia adalah ...
A. Mendorong peningkatan penggunaan air tanah
B. Membangun banyak permukiman vertikal di Indonesia C. Membangun PLTA untuk membangkitkan listrik D. Menimbun sampah di tanah
E. Menggunakan air secukupnya dan sesuai dengan keperluan
4.Pendekatan yang dilakukan dengan menimbang semua aktivitas terkait pertambangan, mulai dari eksplorasi hingga penutupan lubang termasuk distribusi barang hasil tambang merupakan contoh penerapan….
A. Pendekatan yang berwawasan kedepan
B. Pendekatan pertambangan yang komperhensif C. Pendekatan pertambangan yang berkelanjutan D. Pendekatan multiperan pertambangan
E. Pendekatan komferhensif lingkungan
Kisi-Kisi Soal Evaluasi
Mata Pelajaran : Geografi
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Sumber Barito
Guru : Khairina, S.Pd
Kelas : XI IPS
Hari/Tanggal :
No KompetensiDasar
Materi Indikator Soal
Ranah Soal
No Soal
Kunci Jawaban
Skor
1. Menganalisis sebaran dan pengelolaan sumber daya kehutanan, pertambangan, kelautan, dan pariwisata sesuai prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan
Pertambang an Emas
Siswa dapat menjelaskan konservasi pertambangan
C2 1 A 25
2.
Siswa dapat
Menganalisis
C4 2 A 25
Solusi dampak pertambangan
3.
Siswa dapat
C4 3 E 25Menganalisis pembangunan berkelanjutan
4.
Siswa dapat
C2 4 E 25Menjelaskan
Pembangunan
berkelanjutan
Konservasi di
Indonesia
LAMPIRAN 1.
Teknik Penilaiana. Sikap
1)
Penilaian ObservasiPenilaian berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengamatan langsung diamati oleh guru, Berikut instrumennya:
No Nama Siswa
Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai Bekerja
Sama
Jujur Tanggung Jawab
Disiplin
1 Abrory 2 Ayu Wandira 3 Dewi Utari 4 Ella Sari 5 Elmiani 6 Frengky 7 Istiqomah
8 Ivan Nordiansyah 9 Jely
10 Juliama Helda 11 Karina 12 Lira 13 Lolita 14 Nor Winda 15 Olifvia
16 Piang Pingkan 17 Rasyidah 18 Ria
19 Riko Pernando 20 Rio Sriwijaya 21 Roby Anwar 22 Sahara Nurhaliza
23 Sari Mintan 24 Selvi
25 Uftikal Annur 26 Yulia Lestari
Catatan :
1.
Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:100= Sangat Baik 75= Baik
50= Cukup 25= Kurang
2.
Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 4003.
Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 400 : 4 = 1004.
Kode nilai / predikat :75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00= Baik (B)
25,01 – 50,00= Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) b. Pengetahuan
Penilaian dilakukan melalui tes tertulis, menjawab soal pilihan ganda di quizizz yang telah di kirimkan melalui WA grup
No Nama Siswa Benar Salah Nilai Predikat
1 Abrory 2 Ayu Wandira 3 Dewi Utari 4 Ella Sari 5 Elmiani 6 Frengky 7 Istiqomah
8 Ivan Nordiansyah 9 Jely
10 Juliama Helda 11 Karina 12 Lira 13 Lolita 14 Nor Winda 15 Olifvia
16 Piang Pingkan 17 Rasyidah 18 Ria
19 Riko Pernando 20 Rio Sriwijaya 21 Roby Anwar
22 Sahara Nurhaliza 23 Sari Mintan 24 Selvi
25 Uftikal Annur 26 Yulia Lestari
c. Keterampilan
Penilaian unjuk kerja
instrument penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:
Instrumen Penilaian
No Aspek yang Dinilai Sangat baik (100)
Baik (75)
Kurang Baik (50)
Tidak Baik (25) 1 Kesesuaian respon
dengan pernyataan 2 Keserasian pemilihan
kata 3 Kesesuaian 4 pelafalan
Kriteria penilaian (skor) 100 = Sangat Baik 75 = Baik
50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali skor ideal (100)
Instrumen Penilaian Diskusi
No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan 3 Kemampuan menyelesaikan masalah
RATA-RATA