• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM P T. MULTI BINTANG INDONESIA, SURABAYA. PT. Multi Bintang Indonesia adalah badan usaha

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III GAMBARAN UMUM P T. MULTI BINTANG INDONESIA, SURABAYA. PT. Multi Bintang Indonesia adalah badan usaha"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

G AMBARAN UMUM P T . MULTI BINTANG INDONESIA, SURABAYA

1. Seiarah singkat b e r d i r i n v a p e r u s a h a a n .

PT. Multi Bintang Indonesia adalah badan usaha yang didirikan sejak lebih dari 55 tahun yang lalu.

Be r g e r a k dalam p r oduksi bir dan soft drinks. Berbentuk badan hukum P e r s e r o a n ‘Te r b a t a s yang didirikan menurut UU RI dalam rangka UU no. 1 th 1967 UU PMA. Berkantor pusat di jalan KH. W a h i d H a syim 84-86, Jakarta dan m empunyai 3 pabrik bir unit produksi yang terletak di Surabaya, T a n g erang dan Medan.

Pada awal tahun usahanya, perusahaan ini didirikan oleh sebuah p e r s eroan B e lgia pada tahun 1929 dengan nama

"NEDERLANDSCH INDISCHE BIER BROUWERYEN NV" menjadi "NV H EINEKEN'S N E D E R L A N D S C H INDISCHE BIER BROUWERYEN MAATSCHAPPIJ" dan tempat kedudukannya dipindahkan dari M e d a n ke Surabaya. Pada tanggal 18-2-1972 nama p e r u s a h a ­ an beru b a h menjadi PT. P e r u s a h a a n Bir Indonesia. Akhir tahun 1973 p a brik bir di Ta n g e r a n g mulai berproduksi.

Sebelumnya pada tahun 1972 telah dicapai persetujuan d e ngan G U INNESS O V E R S E A S L td bahwa pabrik bir di T a n g e r a n g akan m e m p r o d u k s i bir h itam "GUINNESS STOUT"

yang secara efektif p r o d u k s i dimulai dalam bulan Mei 1974 Dalam tahun 197 5 dimu l a i pemuatan bir dengan merk

40

(2)

HEINEKEN. Dalam rapat luar biasa para pemegang saham pada tanggal 1 Nopember 1980 telah disetujui penggabungan antara PT. BRASSENCODEL INDONESIEN, Medan yang memproduk- si bir dan soft drinks C o c a Cola, Fanta, Sprite dan Top dengan PT. Perusahaan Bir Indonesia.

Sebagai gambaran n y a t a dari keanekaragaman produk maka sejak tanggal 1 2 - 8-1981 nama perseroan diubah menjadi "PT. MULTI B I N T A N G INDONESIA" dan kantor terdaftarnya dipindahkan da r i Surabaya ke Jakarta. Dan guna memenuhi anjuran p e m e r i n t a h RI maka pada tahun 1981 PT. Multi Bintang Indonesia adalah merupakar perseroan yang ke delapan yang m e n a w a r k a n sahamnya kepada masyarakat Indonesia.

Mulai tahun 1981 p a b r i k yang di T a n gerang juga memproduksi bir dalam k e m a s a n kaleng. Dalam tahun 1982, perseroan ingin setapak lagi lebih maju didalam usaha peng a n e k a r a g a m a n produk y a i t u d e ngan memproduksi SHANDY dengan roerk GREENSANDS. J a d i sampai saat ini hasil utama PT. Multi Bint a n g Indonesia adal a h bir dan bir hitam yang dipasarkan deng a n nama B I R BIN T A N G dan GUINNESS, juga diproduksi m i n u m a n ringan S H A N D Y dengan nama atau merk GREENSANDS. P erlu d i k e t a h u i bahwa produksi bir hitam GUINNESS hanya dipro d u k s i oleh PT. Multi Bintang Indonesia pusat yang b e r k e d u d u k a n di Jakarta dan PT.

Multi Bintang Indonesia di Tangerang. Disamping

(3)

m e m produksi BIR BINTANG, GUINNESS dan GREENSANDS sebagai produk utamanya, perusahaan juga pemegang lisensi untuk usaha pembotolan p r oduk-produk Cola yaitu Coca Cola, Fanta dan Sprite untuk daerah Sumatera Utara. Perseroan juga m e ndapat bantuan dalam bidang teknis maupun teknologi dari Heineken di Negeri Belanda.

Dan sesuai d e n g a n peraturan pemerintah, hasil produksi perseroan d ipasarkan melalui p e n y a lur-penyalur nasional yang tersebar di seluruh Indonesia.

D ibawah ini akan penulis sajikan mengenai masing- m a s i n g pabrik PT. Multi Bintang Indonesia dengan nama- nama produk ya n g dihas i l k a n oleh m a s i n g - m a s i n g pabrik tersebut pada saat ini adalah:

- P impinan PT. M ulti Bint a n g Indonesia berkedudukan di kantor pusat PT. M u l t i Bintang Indonesia dengan alamat: Jl. Dr. S u pomo 44, Jakarta, produk yang dihas i l k a n adalah: Bir Bintang, G u inness dan Green- s a n d s .

- PT. Multi B i n t a n g Indonesia, M e d a n memproduksi:

Bir Bintang, G u inness dan Soft Drinks Coca Cola, Fanta, Sprite dan Top.

- PT. Multi Bintang Indonesia, Ta n g e r a n g memproduksi:

Bir Bintang, Guinness.

- PT. Multi B i n t a n g Indonesia, Surabaya yang menjadi m enjadi obyek p e n e l i t i a n penulis ini berkedudukan

(4)

di jalan Ratna 14, Surabaya. Produk yang dihasilkan adalah Bir Bintang dan G reensands sedangkan daerah daerah pemasarannya m e l i p u t i daerah-daerah di Jawa Timur. Dan seperti y a n g penulis kemukakan pada bab sebelumnya bahwa untuk penulisan skripsi ini penulis h anya mengambil produk B ir Bintang saja sebagai obyek penelitian.

2. STROKTUR ORGANISASI.

D alam suatu p e r u s a h a a n kelancaran usaha adalah m e r u p a k a n syarat utama u n t u k mencapai tingkat efektivitas dan p r oduktivitas yang tinggi. Semua ini dapat dicapai apab i l a dalam perusa h a a n terdapat garis yang dapat m e n g h u b u n g k a n antara a t a s a n dengan bawahan, serta w e w e n a n g dan tanggung jawab yang dapat berjalan sesuai d e n g a n p r osedur yang ada di d alam struktur organisasi.

S t r u k t u r organisasi d a l a m perus a h a a n juga merupakan p e d o m a m yang perlu untuk p e m b a g i a n tugas dan w e wenang m a u p u n tanggung jawab, s e b a b dengan adanya struktur o r g a n i s a s i dan p e m b a g i a n tugas tersebut maka akan jelaslah apa yang m e n j a d i tugas dan w e wenang m a s i n g - m a s i n g bagian dan k e p a d a siapa mereka bertanggung

jawab, sehingga dapat m e m p e r l a n c a r aktivitas perusahaan.

T epat tidaknya struktur organisasi suatu p e r u s a h a a n akan b e r pengaruh terhadap kelancaran aktivitas

(5)

usaha dan terhadap perkembangan usaha selanjutnya.

Struktur organisasi yang berlaku pada PT. Multi Bintang Indonesia, Surabaya dapat d i g ambarlan sebagaimana terlihat dalam gambar I.

Keteraijgan Gambar I .

2.1. Brew e r y Manager

- Brewery Mana g e r bertugas untuk mengawasi seluruh k e g i a tan-kegiatan manajer bawahannya.

- B r e w e r y Mana g e r bertugas men g k o o r d i n i r semua bagian yaitu: Bagian Personalia, Bagian Laboratorium dan P e m b elian bahan, Bagian Produksi, Bagian Teknik dan Bagian Keuangan.

- B r e w e r y Mana g e r b e r tanggung jawab atas kelancaran dan kontinuitas perusahaan. Dalam m e l a k s a n a k a n tugas- nya Brewery Manager didampingi dan dibantu oleh S ekretaris Brewery Manager.

2.2. IRO (Industrial R elation Officer)

IRO ini bertugas mengurus seluruh m a s a l a h personalia s e p e r t i :

- M e l a k s a n a k a n administrasi personalia, p enggajian dan p e n g u p a h a n .

- M e n g a d a k a n pengawasan, penerimaan, seleksi dan pembi- naan terhadap karyawan.

(6)

GAMBAR I STRUKTUR ORGANISASI

P.T. MULTi BINTANG INDONESIA, SURABAYA BREWERY MANAGER

r---- LAB

ANALYST ANALYST W.WTP

DRAUGHT BEER SUPERVISOR

FOREMAN FOREMAN FOREMAN JATIH JATENO BALI

SECR. BREWERY MANAGER

— TRAINING OFFICER '

— PPA (PRODUCTION PLAN ADMINISTRATION)

— INTERNAL SERVICE

CHIEF ENGINEER SECR. C.E.--

PLANNED MAI NT. ENG.

PLANT INSPECTOR

GEN.

SUP.

I--- -UTILITIES

-FOREMAN

-FOREMAN

-FOREMAN

2»» ENGINEER

PRODUCTION MANAGES

r—

i

BREW, t CELLAR

STRORE

I

SUPERVISOR

I--- J

j— FOREMAN D.

L-FOREMAN BR.

BOTTLE HALL FULL &

____ I___ EMPTY S.

I MANAGER

SUPERV. SUPER V.,_______ j__

FULL STORE }GEN.L$DGER SUPERVISOR

BREW.I r ™ACC.

i ;I

r_J---

HEAD ADM. !

J

-1

I.fe.O.

rMAINTENANCE ENGINEER GARAGE 'FOREMAN

WORK SHOP FOREMAN

_ELECTRICAL ENGINEER ELECTRICAL FOREMAN

INSTRUMENT TECHNICIAN FOREMAN

. — J

E.S.

FOREMAN II

! E.S.

L FOREMAN

-FS. FOREMAN FS. FOREMAN

SALES [STOCK

Cl ECU.

TRADE FIN t

ADM.

REC.

DEBT CONT

PAYROLL MASTER

l-ASS. IRO ASS. IRO

-ASS. IRO TAXES

t INS.

TAXES t INS.

--CASHIERh -SECUR.

.E.D.P.

SUP. t_ POLI- KLINIK

* Sunber: Data intarn perusahaan

STRUKTUR ORGANISASI BAGIAN PEMASARAN P.T. HULTI BINTANG INDONESIA, SURABAYA

* Sunber: Data intern parusahaan

(7)

- M e l a k sanakan tugas-tugas yang m enyangkut kesejahtean k a r y a w a n .

- Men g a t u r cuti dan libur karyawan.

2.3. Head Laboratory

- Bertugas mengurus tentang m a s a l a h - m a s a l a h bahan-bahan produksi di laboratorium seperti:

air yang akan dipergunakan sebagai bahan produksi harus diperiksa dulu di laboratorium u ntuk menentukan air tersebut memenuhi syarat ataukah tidak.

Hal ini dilakukan untuk men j a g a m u t u produk yang dihasilkan.

2.4. P PA (Production Plan Administration)

- B e rtugas mengurus seluruh pembelian, kecuali mesin- m e s i n berat yang dikirim dari Jakarta.

2.5. P r o d u c t i o n Manager

- M e m i m p i n kegiatan produksi.

- M e n g e m b a n g k a n metode dan p e r e n c a n a a n produksi.

- M e l a k s a n a k a n p engawasan produksi.

2.6. Chief Engineer

- Me n g u r u s i mengenai teknik seluruhnya seperti: perawat- an dan p e m e l iharaan mesin serta p e r a latan lainnya.

(8)

2.7. Brewery Accountant

- M e ngurus bagian keuangan, baik penerimaan maupun p enge l u a r a n uang.

- Menb u a t laporan mengenai keuangan setiap akhii bulan.

3. Proses P r o d u k s i .

Sebe l u m mengetahui bagaimana proses pembuatan bir, maka terlebih dulu kita harus mengetahui apakah bir itu.

Bir a d alah m i n u m a n tidak disuling yang dibuat dari jelai (malt) dan dapat ditambah dengan gandum biasa (jagung, beras, dll), tepung atau gula, hops, dan air melalui p r o ­ ses p e r a g i a n dan dapat ditambah zat (sari) lainnya.

Bir ada beberapa jenisnya, yang terkenal di Indonesia adalah Pilsener Bir seperti yang dapat dibaca pada etiket Bir Bintang. Nama Pilsener ini diambil dari nama kota di Cekoslovakia, dimana sekitar tahun 1950 cara p e m b u a t a n bir dengan "ONDERVERGISTING" ditemukan. Cara ini m e m e r l u k a n suhu rendah yang konstan.

S e k a r a n g kita t i n j a u proses pembuatan bir Bintang ya n g dapat d i u raikan sebagai berikut:

- B a h a n - b a h a n baku ya n g digunakan untuk pembuatan Bir B i n t a n g adalah: * Malt

* J a gung

* Hops

* Ragi/yeast dan air.

(9)

Keter a n g a n untuk ma s i n g - m a s i n g bahan adalah:

- Malt dibuiat dari "Barley" (gerst) yang dikecambahkan sampai. tingkat tertentu. Barley yang baik keluaran n e g a r a - n e g a r a di Eropa Tengah, Australia, Amerika Utara dan Amerika Selatan.

- J a g u n g y a n g dipakai harus bermutu tinggi.

- Hops adalah bunga betina dari tanaman Hops yang dibe- ri aroma dan rasa pahit khas pada bir dan juga ber- fungsi sebagai pengawet bir yang alamiah.

- R a g i / y e a s t me m a i n k a n pera n a n penting dalam m enentukan rasa dari bir. T i a p -tiap pabrik mempunyai rahasia raginya sendiri yang disebut yeast itu. Jenis yeast ya n g di g u n a k a n untuk bir Bintang ditemukan dan dikem- bang k a n oleh ahli dari Heineken, negeri Beianda pada tahun 1885.

- A i r u n t u k pe m b u a t a n bir harus diolah/dimurnikan ter- lebih dulu. M u t u dari bahan-bahan baku diatas ini ikut m e n e n t u k a n mu t u dari rasa bir yang d i b u a t .

S e d a n g k a n proses pe m b u a t a n bir Bintang ini adalah sebagai b e r i k u t :

1. Ma l t d i m a s u k k a n ke d a l a m Blower kemudian ditimbang d a l a m Ma l t W e i g h t i n g Apparatus, lalu dimasukkan ke dalam Ma l t Gl e a n i n g Station agar bersih dari debu.

2. Sete l a h d i g i l i n g maka Malt dimasukkan ke dalam Mashtun, diberi air dan diaduk sehingga menjadi

(10)

adonan Malt. Didalara w a k t u yang bersamaan di dalam Nachcopper terjadi pula proses percampuran jagung gilingan dengan air. A d o n a n yang dimasukkan ke dalam Mas h t u n dan Nachcopper ini mencampur secara otomatis.

3. Kedua adonan tadi dalam Lautertum hingga diperoleh larutan jernih yang dinamakan Wort. Wort ini dididih- kan dalam Wortcopper, d ibubuhi Hops dan gula apabila ini digunakan, setelah itu dipompa ke dalam Holding Vessel untuk diaduk dan diputar dengan Whirlpooler sehingga timbul endapan-endapan.

4. Wort jernih yang dipisa h k a n dari endapan-endapan tersebut didinginkan d e ngan Wortcooler lalu dimasukkan ke dalam F ermenting Ta n k (tangki peragian).

5. Wort jernih tadi diberi Yeast dan akibat pemberian Yeast maka di dalam F e r m e n t i n g Tank terjadi proses p e ragian utama.

6. Setelah proses p e r a g i a n selesai maka cairan tadi disebut bir muda, lalu b i r muda ini dialirkan ke dalam S torage Tank ( Larger C e llar ) melalui pipa dimana dita m b a h k a n Taninne y a n g berguna untuk mendapatkan protein. Di d a l a m S t o r a g e Tank ini terjadi peragian tambahan dan setelah 3 s a mpai 4 minggu terjadiiah bir yang sudah masak.

7. Setelah diperiksa rasa, kadar alkohol, dll, bir kemudian d isaring di d a l a m Filter Station.

(11)

8. Bir jernih ( Bright Beer ) ini di simpan dalam Bright Beer Tank, siap untuk d i b o t o l k a n / d i m a s u k k a n ke dalam k e m a s a n .

Sedangkan p erbotolan d i l a k u k a n sebagai berikut:

9. Botol dicuci dan d i b e r s i h k a n dalam Bottle Washing Machine.

10. Di Bottle Filling Machine, bir jernih mengalir m a s u k ke dalam b o t ol-botol bersih yang datang dari Bottle Wash i n g Machine dan setelah itu ditutup.

11. Agar bir dapat d i simpan lama bir tersebut dimasukkan ke dalam Pasteurizer, setelah itu diberi etiKet dan d imasukkan d alam krat at a u karton lalu siap untuk dipasarkan.

Dalam kenyataannya p e m b u a t a n bir tidaklah semudah seperti apa yang d i u r aikan diatas ini akan tetapi memerlukan keahlian khusus dan. m a n u s i a - m a n u s i a ya n g mengerjakannya.

4 . POLA PEMASARAN.

4.1. Daerah P e m a s a r a n .

Seperti ya n g telah di k e t a h u i sebelumnya, bahwa untuk P.T. Multi Bintang Indonesia, Surabaya ini, daerah p emasarannya m e liputi d a e r a h - d a e r a h di Jawa Timur.

4.2. Situasi Persaingan.

PT. Multi Bintang Indonesia dalam memasarkan

(12)

PROSES PEMBUATAN BIR BINTANG.

P.T. MULTI BINTANG INDONESIA, SURABAYA.

MALT

HOPS

WATCR

BOTTLE FILLING MACHINE

Suruber: Bagian Produksi P.T. MULTI BINTANG INDONESIA, SURABAYA.

(13)

hasil produksinya tidak bisa lepas dari masalah saingan yang merupakan suatu keadaan yang harus dihadapi oleh setiap perusahaan, baik perusahaan besar maupun perusa h a a n kecil. Jadi dengan adanya pesaing maka akan m e n u m b u h k a n kegiatan untuk berpikir secara kreatif dari dari berbagai bidang u ntuk bisa mencapai tujuan yang m enjadi rencana sebelumnya. Adapun perusahaan-perusahaan pesaing tersebut antara lain adalah:

* A n k e r Bir yang diproduksi oleh P.T. DELTA , Jakarta.

* Ca r l s b e r g adalah bir Pilsener Denmark I, yang sering juga diproduksi di Indonesia.

* San Miquel, Beck's Bier, Asahi Bier.

4.3. Ke b i j a k s a n a a n Produk.

Perusa h a a n m e m produksi dengan berbagai kemasan untuk m e n j a n g k a u beberapa lapisan pasar. Seperti kemasan botol besar, botol kecil untuk masya r a k a t yang tidak m a m p u membeli botol besar, dalam bentuk kaleng untuk segi keprak t i s a n n y a u n t u k b e p ergian m a upun lebih cepat dingin.

4.4. Ke b i j a k s a n a a n Harga.

P erus a h a a n m e n e t a p k a n harga jualnya lebih tinggi dari harga prod u k saingan. Kebijaksanaan ini sesuai dengan mu t u dari p r o d u k n y a .

(14)

4.5. Saluran Distribusi.

Saluran Distribusi atau sering kali disebut saluran perdagangan adalah saluran yang dipergunakan oleh p e r u s a h a a n - p e r u s a h a a n untuk menyalurkan hasil produksinya dari produsen ke konsumen. Lembaga-lembaga yang ikut aktif dalam penyal u r a n hasil produksi P.T. Multi Bintang Indonesia tersebut adalah Produsen, Main Distributor, Distributor, W h o l e s a l e r dan Retailer. Untuk lebih

jelasnya dapat dilihat pada Gambar IV.

Gambar IV

SALURAN DISTRIBUSI PT. MULTI BINTANG INDONESIA PRODUSEN

i--- !

^ M A I N DISTRIBUTOR j 1

1--- --- 1

| DISTRIBUTOR L--- ---

,- - - - L - - - i

W H O L E S A L E R I i

l---. --- 1 j

4 j

1--- 1I i R E TAILER ! L--- ,--- 1

I

f--- J--- ,

! KONSUMEN I

I--- 1

Sumber: B a gian Pemasaran PT. Multi Bintang Indonesia, S u r a b a y a .

(15)

Peranan Wholesaler disini tidak m u t l a k karena para distributor dapat juga langsung ke Retailer tanpa harus terlebih dulu berhubungan dengan Wholesaler. PT. Multi Bintang Indonesia, Surabaya hanya memperg u n a k a n satu Main Distributor yaitu P.T. BINTANG SIDOARJO RAYA sedang distributornya ada 33 (tiga puluh tiga) saluran Distribusi ini berlaku sama untuk seluruh P.T. Multi Bintang Indonesia balk di Surabaya, Medan m a upun Jakarta.

5. Kebijak s a n a a n di b i dang P r o m o s i .

Promosi yang di l a k u k a n oleh PT. Multi Bintang Indonesia secara formal telah d i p r o gramkan oleh pihak Jakarta (pusat) ya n g mana promosi ini telah ditetapkan secara Nasional tapi d i s a m p i n g itu m a s i n g - m a s i n g cabang berhak mengadakan promosi ya n g bersifat insidentil selama hal tersebut me n u n j a n g dan berguna u ntuk meningkatkan penjualan. K e g i a t a n - k e g i a t a n promosi yang telah d i l a kukan oleh PT. M u l t i B i n t a n g Indonesia selama tahun 1983 sampai dengan 1987 ini adalah:

(sebagian besar d i p r o gramkan dari pusat).

- Dengan metode advertising, yaitu dengan:

* Iklan di Bioskop.

Iklan ini dipasang pada b eberapa gedung bioskop kelas AA di Surabaya, tetapi iklan ini tidak dilakukan secara kontinyu dan boleh dikatakan jarang sekali.

(16)

* Majalah.

Di s amping m ajalah-majalah Tempo, juga Variasi dan Fokus.

Pada tahun 1983 pemasa n g a n iklan pada majalah Variasi dan Fokus sudah dilakukan sedang pada majalah Tempo baru dilakukan pada tahun 1984. Pemasangan iklan melalui majal a h - m a j a l a h ini tidak d i l akukan secara kontinyu.

* Outd o o r advertising.

yaitu dengan m e n ggunakan B i l lboard dan Signboard yang dip a s a n g di pinggir jalan dan di depan beberapa rumah makan dan toko-toko ter t e n t u saja.

- - Dengan m e n ggunakan metode sales promotion yaitu dengan:

* Sekitar tahun 1981an p e r n a h diadakan undian berhadiah dan p e m enangnya diberikan h a d i a h hiburan ke D anau Toba tapi setelah itu tidak p e r n a h diadakan lagi.

* Dengan menga d a k a n k o n t r a k dengan hotel-hotel tertentu di Surabaya, agar h o t e l - h o t e l tersebut hanya menjual/

m e n y e d i a k a n Bir Bint a n g saja dan tidak menjual bir lain.

* Dengan member i k a n asbak, tempat sendok/garpu dan pembuka tutup botol yang kesemu a n y a diberi nama Bir Bintang, pada rumah m a k a n - r u m a h makan tertentu.

Data-data target dan r e a lisasi penjualan PT. Multi Bintang Indonesia tahun 1982-1986 dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2 halaman berikut.

(17)

TABEL 1

Data realisasi dan target penjualan Bir Bintang Besar (dalam krat)

Tahun Realisasi penjualan Target Penjualan

1982 1983 1984 1985 1986

472.000 423.000 350.000 315.000 293.000

468.750 491.860 426.829 350.000 313.725

TABEL 2

Data realisasi dan target penjualan Bir Bintang Kecil (dalam krat)

Tahun Realisasi penjualan Target penjualan

1982 81.000 79.930

1983 71.000 83.529

1984 55.000 72.369

1985 49.000 54.444

1986 44.000 49.065

Sumber: Data intern perusahaan.

Referensi

Dokumen terkait

Pelabuhan Indonesia III (Persero) dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, sudah sesuai atau belum sesuai dengan

Pada bagian pengemasan PT Multi Bintang Indonesia Tbk, waktu produksi menjadi lebih sedikit karena beberapa faktor, antara lain waktu bersih- bersih, set-up dan inspeksi yang

KEPUTUSAN KETUA UMUM PENGURUS PUSAT BADAN PEMBINA OLAHRAGA MAHASISWA INDONESIA TENTANG PENGURUS BADAN PEMBINA OLAHRAGA MAHASISWA INDONESIA PROVINSI SUMATERA UTARA

53 tahun 1980, perumtel ditetapkan sebagai badan usaha yang berwenang menyelenggarakan telekomunikasi untuk umum dalam negeri dan indosat ditetapkan sebagai badan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis melihat bahwa dalam proses pencapaian tujuan organisasi dari Badan Usaha Milik Desa Rahayu dari dua

Perseroan ini memperoleh status Badan Hukum sejak tanggal 10 Januari 1976 dan didirikan untuk jangka waktu 75 tahun sejak tanggal tersebut. maksud dan tujuan Perseroan ialah

yang bergerak dalam jasa layanan operator terminal pelabuhan.. Dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Badan Pengatur Jalan Tol mengatur tentang penataan organisasi dan tata kerja Badan Pengatur Jalan Tol dalam melaksanakan sebagian wewenang Pemerintah dalam penyelenggaraan jalan