i
MEKANISME KERJA BIRO IKLAN
STICKY ADVERTISING SURAKARTA
Diajukan Untuk memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Ahli Madya Dalam Bidang Periklanan
DIII Komunikasi Terapan FISIP UNS
Diajukan Oleh : ARIF AGUNG NUGROHO
D1307084
DIII KOMUNIKASI TERAPAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET
ii
PERSETUJUAN
Tugas Akhir Berjudul:
MEKANISME KERJA BIRO IKLAN
STICKY ADVERTISING SURAKARTA
Karya
Nama : Arif Agung Nugroho
Nim : D1307084
Konsentrasi : Periklanan – Creative Design
Disetujui untuk dipertahankan di hadapan Panitia Penguji Tugas Akhir Program
Diploma III Komunikasi Terapan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Surakarta, 3 Juni 2010
Menyetujui,
Pembimbing KKM 2010
iii
Tugas Akhir Berjudul
MEKANISME KERJA BIRO IKLAN
STICKY ADVERTISING SURAKARTA
Telah Diuji Dan Disahkan Oleh Panitia Ujian Tugas AkhirProgram D III Komunikasi Terapan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Hari :
Tanggal :
Panitia tugas akhir
1. Dra. Sri Urip Haryati, Msi 1 ... NIP. 195708211983032001
2. Drs. Hamid Arifin, Msi 2 ... NIP. 196005171988031002
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret
Surakarta Dekan
iv MOTTO
1. Berusaha terus menjadi lebih baik.
2. Tidak ada kata tua untuk belajar.
3. Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai kembali dengan lebih
baik.
4. Pemikiran besar tidak akan berarti jika tidak segera dilakukan.
v
1. Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan semuanya dengan baik.
2. Orang tuaku yang jasa – jasa nya tidah dapat diungkapkan lagi bagi hidup penulis.
3. Untuk semua teman, saudara semuanya yang telah memberi inspirasi besar
dalam hidup penulis.
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas rahmad dan
karuniaNya yang dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat
melaksanakan Kuliah Kerja Media ( KKM ) di STICKY ADVERTISING
SURAKARTA dan menyelesaikan Tugas Akhir dengan lancar.
Banyak sekali pelajaran dan ilmu berharga yang penulis dapatkan selama
melaksanakan Kuliah Kerja Media di STICKY ADVERTISING SURAKARTA.
Penulis menyaadari bahwa tidaklah mungkin dapat memperoleh banyak
pengalaman dan ilmu tanpa bantuan dari pihak lain. Maka dalam kesempatan ini
penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih antara lain kepada :
1. Drs. H. Supriyadi. SN. SU, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu
Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta atas izin Kuliah Kerja Media
2010.
2. Drs. A. Eko Setyanto, M.Si, selaku Ketua Program Jurusan D III
Komunikasi Terapan, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas
Sebelas Maret Surakarta.
3. Drs. Hamid Arifin, M.Si, selaku pembimbing mata kuliah Kuliah Kerja
Media yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan Laporan
Kuliah Kerja Media.
4. Drs. Nuryanto, M.Si, selaku pembimbing akademik yang banyak memberi
vii
penulis untuk melaksanakan Kuliah Kerja Media di STICKY
ADVERTISING SURAKARTA.
6. Mbak Yayu, Mbak Retno, Bang Syarif, Mas Ichsan, Mas Arie, Mas Alif,
Mas Heri, Mbak Arifah, Sinung, Dwi dan semua karyawan STICKY
ADVERTISING SURAKARTA yang telah memberikan ilmunya kepada
penulis selama pelaksanaan Kuliah Kerja Media,
7. Ibu, Bapak, yang menjadi inspirasi penulis dan semua keluarga atas doa
dan nasehatnya.
8. Seluruh Panitia KKM 2010, yang sangat membantu dalam persiapan
Kuliah Kerja Media 2010.
9. Semua dosen yang membimbing penulis.
10.Teman – teman semua
Akhir kata, penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
yang membutuhkan.
Surakarta, 3 Juni 2010
viii DAFTAR ISI
Judul...i
Persetujuan Oleh Pembimbing...ii
Pengesahan Oleh Penguji dan Diketahui Oleh Dekan...iii
Motto...iv
Persembahan...v
Kata Pengantar...vi
Daftar Isi...vii
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang...1
B. Tujuan...3
C. Manfaat...4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Komunikasi Pemasaran Terpadu...5
B. Pengantar Periklanan...7
C. Perkembangan Iklan di Indonesia...9
D. Media Periklanan...10
E. Tujuan Periklanan...12
F. Pengertian dan Fungsi Biro Iklan...13
ix
1. Sejarah Perkembangan Sticky Advertising...17
2. Visi dan Misi...18
3. Produk atau Jasa yang Dilakukan...18
B. Struktur Organisasi Perusahaan...19
C. Job Discription...19
D. Spesifikasi Pekerjaan...20
E. Suasana Kerja...21
F. Hasil produksi Sticky Advertising...22
G. Sistem Pengupahan...23
H. Sistem Pengawasan...23
I. Sistem Pemasaran...24
J. Mitra Kerja / Klien...25
BAB IV. PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA A. Pengenalan dan Peran dalam Menangani Pekerjaan...26
B. Pelaksanaan Kuliah Kerja Media...26
C. Tugas – Tugas yang Dikerjakan...27
D. Mekanisme Kerja Biro Iklan Sticky Advertising...28
E. Faktor Pendukung dan faktor Penghambat Proses Belajar...32
x
BAB V. PENUTUP
A. Kesimpulan...35
B. Saran...36
DAFTAR PUSTAKA...37
xi LAMPIRAN I :
1. Surat Keterangan Kerja Magang ( Dari Instansi )
2. Surat Tugas
3. Laporan Periodik Magang
LAMPIRAN II :
1. Katalog Cikreiss Furniture
2. Banner World Cup PT. Tiga Serangkai
3. Fliyer World Cup PT. Tiga Serangkai
4. Poster World Cup PT. Tiga Serangkai
5. Sticker Kaca Mobil PT. Tiga Serangkai
6. Brosur Hotel Dana Solo
7. Iklan Sticky Advertising
8. Spanduk The Sunan Hotel Solo
9. Backdrop Assalaam
10.Company Profile Duniatex
11.ID Card Assalaam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Kuliah Kerja Media adalah salah satu mata kuliah yang
diwajibkan lulus di Universitas Sebelas Maret. Tujuan Kuliah Kerja Media
sendiri adalah untuk pengenalan dan pelatihan mahasiswa tentang dunia
kerja yang sesungguhnya sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.
Kuliah Kerja Media juga menjadi awal untuk menunjukkan
eksistensi suatu Lembaga Pendidikan pada masyarakat umum dan dunia
kerja nyata.
Pada Era Globalisasi saat ini kebutuhan Sumber Daya Manusia
(SDM) di bidang Komunikasi sangat tinggi sehingga manusia di dorong
untuk dapat memproduksi, mengolah dan mendistribusikan berbagai
informasi kepada masyarakat.
Program D III Komunikasi Terapan FISIP UNS adalah salah
satu institusi akademis yang turut serta mempersiapkan pekerja
komunikasi khususnya di bidang Periklanan (Advertising), Penyiaran
(Broadcasting), dan Humas ( Public Relation) yang berkualitas dan mampu
menghadapi persaingan.
Perkembangan Zaman dan IPTEK mendorong Program D III
Komunikasi Terapan FISIP UNS untuk terus mengembangkan kurikulum
dan sistem pengajarannya, yakni dengan mengoptimalkan sistem teori dan
Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku
kuliah dan untuk membiasakan mahasiswa dengan suasana persaingan
kerja yang sesungguhnya maka program D III Komunikasi Terapan FISIP
UNS berinisiatif untuk melaksanakan studi komunikasi dengan metode
praktekyang direalisasikan dalam program Kuliah Kerja Media (KKM).
Sehingga setelah lulus dari Program D II Komunikasi Terapan FISIP UNS
para mahasiswa sudah terbiasa menghadapi kompetisi dan suasana kerja
yang sebenarnya dan menjadi tenaga ahli yang berkualitas dan berdaya
saing tinggi.
Agar pelaksanaan Kuliah Kerja Media (KKM) dapat berjalan
dengan baik maka Program D III Komunikasi Terapan FISIP UNS
membutukan Instansi Mitra sebagai fasilitas mahasiswa untuk
mendapatkan wawasan teoritis praktik dan wawasan kerja yang seimbang.
Hubungan kerjasama yang saling menguntungkan akan mempermudah
3
B. Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Media (KKM) ini adalah
untuk mengetahui dan mengerti tentang dunia kerja dalam bidang
periklanan umumnya, serta bidang Creative Design pada khususnya.
Sedangkan tujuan utama dari pembuatan laporan Kuliah Kerja
Media ini adalah untuk memunuhi tugas dan melengkapi syarat guna
mencapai predikat Ahli Madya Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan
Komunikasi Terapan, Program Diploma III Periklanan. Selain itu adapun
tujuan manfaat dari penulisan laporan Kuliah Kerja Media ini adalah :
1. Memberikan gambaran nyata tentang mekanisme kerja sebuah Biro
Iklan secara keseluruhan dan mendetail.
2. Memberikan penjelasan tentang bagian – bagian dari sebuah biro periklanan
3. Memberikan ilmu tentang bagaimana tahapan - tahapan
mengkomunikasikan sebuah pesan menjadi iklan yang efektif dan
C. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
Selain mendapatkan ilmu, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman
yang luas terhadap bidang yang mereka tekuni. Dalam Kuliah Kerja
Media, berlatih bekerja dalam edisiplinan, kejujuran dan
profesialalitas yang tinggi, sehingga nantinya mahasiswa dapat
mempunyai kualitas yang tinggi dalam dunia kerja.
2. Bagi Lembaga Perguruan Tinggi
Dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Media merupakan suatu
kebanggaan bagi Perguruan Tinggi, karena mahasiswanya dapat
membuktikan bahwa dirinya dapat berperan dalam dunia kerja didang
yang ditekuninya dengan bekal ilmu yang diperoleh pada masa
perkuliahan. Selain itu dapat membina hubungan baik antara
Perguruan Tinggi dan Instansi mitra yang secara langsung membangun
citra positif Perguruan Tinggi di mata masyarakat luas.
3. Bagi Perusahaan / Instansi Mitra
Dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Media perusahaan atau Instansi
5 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Komunikasi Pemasaran Terpadu
Komunikasi Pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan
kegiatan pemasaran, serta penentu keberhasilan pemasaran. Dalam dekade
terakhir ini, komponen komunikasi pemasaran dalam bauran pemasaran
menjadi semakin penting. Bahkan telah di klaim bahwa pemasaran adalah
komunikasi dan komunikasi adalah pemasaran. Keduanya tidak dapat
dipisahkan.
Bila dijabarkan komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan
menguraikan dua unsur pokoknya yakni komunikasi dan pemasaran.
Komunikasi adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu atau antar organisasi dengan individu.
Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnyamentransfer nilai – nilai (pertukaran) antara mereka dengan pelanggannya. Jika ditarik kesimpulan dari pengertian komunikasi
dan pemasaran, maka Komunikasi Pemasaran adalah mempresentasikan
gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran merk, yang memfasilitasi
terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu ari yang disebarluaskan
Secara singkat, bentuk – bentuk utama dari komunikasi pemasaran adalah.
1. Penjualan Perseorangan ( personal selling )
Adalah bentuk komunikasi antar individu dimana tenaga / wiraniaga menginformasikan, mendidik dan melakukan persuasi kepada calon pembeli untuk membeli produk atau jasa perusahaan. 2. Iklan ( Advertising )
Adalah kegiatan yang terdiri dari komunikasi massa melalui berbagai media ( baik media cetak maupun media elektronik ) atau komunikasi langsung yang didesain khusus untuk pelanggan. 3. Promosi Penjualan ( sales promotion )
Terdiri dari semua kegiatan kegiatan pemasaran yang mencoba merangsang terjadinya aksi pembelian suatu produk yang cepatatau terjadinya pembelian dalam waktu yang singkat.
4. Pemasaran Sponsorship ( sponsorship Marketing )
Adalah aplikasi dalam mempromosikan perusahaan dan merk mereka dengan mengasosiasikan perusahaan atau salah satu merk dengan kegiatan tertentu atau melalui kegiatan sosial.
5. Publisitas ( publicity )
Seperti hal nya iklan, publisitas menggambarkan komunikasi massa, namun juga tidak seperti iklan, karena perusahaan sponsor
tidak mengeluarkan biaya untuk waktu dan ruang
beriklan.publisitas biasanya dilakukan dalam bentuk berita atau komentar auditorial mengenai produk / jasa dari perusahaan.
6. Komunikasi di Tempat Pembelian ( point of purchase
communication )
Komunikasi yang melibatkan peraga, poster, tenda dan berbagai materi lain yang didesain untuk mempengaruhi keputusan untuk membeli dalam tempat pembelian.
( Terence A. Shimp, 2003 : 5 – 6 )
Penjelasan diatas adalah tentang komunikasi pemasaran, sedangkan
Komunikasi Pemasaran Terpadu ( intregrated marketing communication / IMC ) adalah pengembangan dan implementasi berbagai bentuk program komunikasi persuasif kepada pelanggan dan calon
pelanggan secara berkelanjutan. Sedangkan tujuan IMC adalah
mempengaruhi atau memberikan efek langsung kepada perilaku khalayak
7
Ciri – ciri Utama Komunikasi Pemasaran Terpadu adalah : a. Mempengaruhi perilaku
Tujuan IMC adalah mempengaruhi khalayak sasran. Hal ini berarti komunikasi pemasaran harus melakukan lebih dari sekedar mempengaruhi kesadaran merk atau memperbaiki perilaku konsumen terhadap merk.
b. Berewal dari pelanggan dan calon pelanggan
Adalah bahwa prosesnya diawali dari pelanggan atau calon pelanggan kemudian berbalik kepada komunikator merk untuk menentukan metode yang paling tepat dan efektif dalam mengembangkan program komunikasi persuasif.
c. Menggunakan seluruh bentuk kontak
IMC menggunakan seluruh bentuk komunikasi dan kontak yang menghubungkan merk atau perusahaan dengan pelanggan mereka sebagai jalur penyampaian pesan yang potensial.
d. Menciptakan sinergi
Semua elemen komunikasi harus kompak, koordinasi sangat lah penting agar tecipta suatu kesinambungan dalam kegiatan komunikasi pemasaran terpadu.
e. Menjalin hubungan
Komunikasi pemasaran yang sukses membutuhkan terjalinnya hubungan yang baik antara merek atau perusahaan dengan pelanggannya. Dapat dikatakan bahwa pembinaan hubungan adalah kunci dari pemasaran modern dan IMC adalah kunci dari terjadinya hubungan tersebut. ( Terence A. Shimp, 2003 : 24 – 29 )
B. Pengantar Periklanan
Periklanan memiliki peranan penting dan menjadi salah satu
bagian dari kehidupan industri modern, dan biasanya ditemukan pada
negara maju dan negara yang sedang berkembang. Perkembangan
periklanan di dorong oleh semakin beragamnya media baik cetak maupun
elektronik.
Berbagai pendapat dikemukakan tentang apa yang dimaksud
iklan, begitu kompleknya aktivitas periklanan, dapat disimpulkan bahwa
didefinisikan sebagai keseluruhan proses meliputi penyiapan, perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan penyampaian iklan.
Pengertian jika ditinjau dari sejarahnya adalah dari bahasa
Inggris, Advertising berasal dari kata kerja to advertise yang berarti
berulang – ulang dan clame yang berarti berseru.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan, bahwa
periklanan adalah ssalah satu kegiatan komunikasi yang mempunyai unsur
– unsur, yaitu :
- Kekuatan yang menarik
- Proses mempengaruhi bentuk penghidangan
- Cara memikat perhatian public
- Penyesuaian
Periklanan bukanlah bisnis menggambar dan komputer grafis,
perikklanan adalah bisnis ide dan kreatif (Roman, Maas & Nisenholts,
2005). Menggambar hanyalah ekspresi citra yang tuangkan sebagai bentuk
konsep ide di dalam pikiran namun akarnya tetap ide itu sendiri,
menggambar lebih merupakan sarana untuk mencapai tujuan.
Seperti yang telah dilakukan PPPI dalam “Tata Krama dan Tata
Guna Periklanan Indonesia” , yang mendefinisikan iklan sebagai segala
bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media,
9
C. Perkembangan Iklan di Indonesia
Kegiatan periklanan di Indonesia sudah lama digunakan karena sejak adanya perdagangan di Indonesia kegiatan yang baru telah dimulai. Melalui pedagang dan pengembara hasil – hasil bumi Indonesia dapat dikenal ke berbagai negara, tidak hanya negara tetangga yang letaknya berdekatan dengan Indonesia, namun sampai ke benua Eropa yang jaraknya sangat jauh. Bagaimana kira – kira proses periklanan tersebut dapat berlangsung, tentunya masih sangat sederhana. Dalam dunia
pemasaran pesan berantai ataudengan kata lain “the word of mouth”.
Untuk lebih jelas tahapan perkembangan iklan secara garis besar adalah sebagai berikut :
Sebelum Penjajahan
Periklanan masih sangat tergantung pada media yang dapat menyampaikan pesan iklan dari penjual kepada calon pembeli. Disamping itu dikenal juga
“Sign board” semacam merek toko sekarang yang berfungsi menunjukkan tempat.
Dalam Masa Penjajahan
Situasi dunia periklanan adalah sebagai pencerminan tingkat hidup orang kota serta feodal dalam semua lapangan kehidupan.
Tahun 1945 – 1950
Situasi saat itu adalah saat bangsa Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.sistem peiklanan yang terjadi pada saat itu dapat dikatakan sebagai terusan dari sistem yang berlaku sebelumnya. Tahun 1950 – 1959
Dapat dikatakan periode serba liberal, baik ekonomi maupun politik.
Tingkat “liberal” dalam perekonomian negara Indonesia saat itu tidak
dapat dikatakan sebagai keadaan “free market” sebenarnya. Arti liberal pada saat itu tidak lebih dari tingkat masuknya barang – barang import secara bebas dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup (terutama kebutuhan primer) pada saat produksi Indonesia belum lagi berfungsi. Tahun 1959 – 1965
Indonesia dalam fase melaksanakan ideal “berdikari” dalam segala bidang.
Pintu perdagangan mulai ditutup untuk dunia luar, khususnya dunia luar yang tidak disenangi, yakni negara – negara “imperial” barat. Pemerintah melindungi secara ketat industri – industri nasional ini terhadap segala kemungkinan persaingan dari luar negeri.
Tahun 1966 – sekarang
D. Media Periklanan
Kegiatan periklanan dibagi menjadi 2 menurut medianya, yakni :
1. Media Lini atas / Above The Line Media
Ini adalah kegiatan utama dalam suatu kampanye iklan. Menggunakan
media – media luar ruang yang pada umumnya berukuran besar, menarik dan dalam waktu yang singkat audience sudah menangkap
informasi yang dipasang.
Media Lini Atas mempunyai jenis yang beragam, diantaranya :
a. Billboard : dikenal juga dengan nama papan reklame, berukuran
besar dan dipasang di tempat yang strategis.
b. Neon box : papan iklan yang di dalamnya di pasang lampu neon.
c. Neon Sign : papan iklan yang berbentuk lampu neon yang dibentuk
sedemikian rupa mengikuti pesanan.
d. Banner
e. Alat transportasi : biasanya dipasang di badan kendaraan dengan
menggunakan sticker.
f. Point if Sales
g. Leaflet
h. Booklet
i. Merchandising
j. Direct Mail
k. Personal Sales
11
m. Sinema (Bioskop)
n. Event
( Jefkins, Frank , 2003 : 85 – 87 )
2. Media Lini Bawah / Bellow The Line Media
Media Lini Bawah mempunyai jenis yang beragam, diantaranya :
a. Brosur
Berupa media cetak yang berisi informasi – informasi biasanya berisi penjelasan produk, keunggulan produk. Biasanya dipakai
oleh para salesman, agen penjualan, toko, dll.
Fungsi & sifat utama brosur adalah memperkenalkan produk atau
jasa suatu merek dagang
b. Katalog
Katalog adalah buku yang berisi informasi lengkap tentang jenis – jenis barang atau jasa yang ditawarkan. Disusun secara beraturan
teratur dan alfabetis, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Katalog memiliki artidaftar barang yang dilengkapi dengan nama,
harga,mutu, dan cara pemesanannya.
Fungsi katalog antara lain :
Memungkinkan seseorang menemukan informasi yang
disampaikan.
Menunjukkan apa yang dimiliki suatu iklan dari katalog,
c. Selebaran atau Flyer
Flyer adalah bentuk singkat dari brosur, berisi informasi tentang
program khusus yang sifatnya sementara (temporary).
Yang membedakan antara flyer dan brosur adalah isi atau tema
yang ada dalam desainnya. Brosur biasanya hanya menonjolkan
kelebihan utama sebuah produk. Sedangkan selebaran / flyer
biasanya berisi tentang program khusus yang sifatnya sementara.
( Jefkins, Frank , 2003 : 139 – 142 ) E. Tujuan periklanan
Tujuan periklanan yakni :
1. Iklan informatif
Bertujuan membentuk permintaan pertama dengan
memberitahukan kepada pasar tentang produk baru, mengusulkan
kegunaan baru suatu produk, memberitahukan tentang perubahan
harga, menjelaskan cara kerja suatu produk, mengoreksi pesan
yang salah, membangun citra perusahaan, dll. Ini biasanya
dilakukan besar – besaran pada tahap awal suatu jenis produk. 2. Iklan Persuasif
Bertujuan membentuk permintaan selektif suatu merek tertentu. Ini
dilakukan pada tahap kompetitif dengan membentuk preferensi
merek, mendorong alih merek, mengubah persepsi pembeli tentang
atribut produk, membujuk pembeli untuk membeli sekarang, dan
13
3. Iklan Pengingat
Bertujuan mengingatkan konsumen pada produk yang sudah
mapan dengan menunjukkan bahwa produk tersebut mungkin akan
dibutuhkan kemudian, mengingatkan dimana produk dapat dibeli,
membuat pembeli tetap ingat produk tersebut walaupun tidak
sedang musim.
4. Iklan Penambah Nilai
Bertujuan menambah nilai merek pada persepsi konsumen dengan
melakukan inovasi, perbaikan kualitas, dan penguatan persepsi
konsumen. Iklan yang efektif menyebabkan merek dipandang lebih
elegan, lebih bergaya, lebih prestisius, dan mungkin super dalam
persaingan.
5. Iklan Bantuan Aktivitas Lain
Bertujuan membantu memfasilitasi usaha lain perusahaan dalam
proses komunikasi pemasaran, misalnya iklan yang membantu
pelepasan promosi penjualan, menyempurnakan hasil komunikasi
pemasaran yang lain lain. ( M. Suyanto 2004 : 4 – 8 ) F. Pengertian dan Fungsi Biro Iklan
Periklanan adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan
produsen barang atau jasadengan masyarakat yang bertujuan untuk
menunjang kegiatan pemasaran.
Komunikasi dilakukan dengan menggunakan gambar, suara atau
diatas dapat ditari kesimpulan bahwa Biro Iklan adalah lembaga usaha
yang memberikan jasa periklanan yakni membantu menyusun dan
melaksanakan kegiatan periklanan baik perseorangan, perusahaan, maupun
pemerintah, untuk menyampaikan informasi tertentu pada masyarakat
dengan berbagai macam media yang ada.
Sebuah biro yang baik adalah yang mempunyai kapasitas untuk
memberi pelayanan di tiga bidang yaitu :
1. Konsultasi komunikasi pemasaran
2. Pelayanan perencanaan dan pemesanan media
3. Pelayanan kreatif
Fungsi biro iklan ada 4 macam yaitu : 1. Merancang Strategi Iklan
Tahapan perancangan strategi iklan :
Pengumpulan informasi
Pada tahapan ini klient harus memberikan informasi selengkap
– lengkapnya pada pihak biro iklan yang nantinya akan dirancang sebuah materi iklan yang baik.
Menentukan pesan periklanan
Biro iklan akan memilah informasi apa saja yang harus masuk
dalam iklan, mengacu dari informasi lengkap yang berasal dari
klient.
15
Setelah informasi siap, perencanaan desain dimulai dengan
kretatifitas dan pemikiran yang efektif dan mengacu pada riset
pasar, sasaran pemasaran dan media yang akan digunakan.
( widyatama, 2005 )
2. Memproduksi Iklan
Fungsi ini adalah kelanjutan dari fungsi pertama yakni
membuat bentuk nyata dari rancangan dan perencanaan sebuah iklan.
3. Menyeleksi Media
Yakni menentukan media apa saja yang sekiranya efektif dan efisien
untuk sebuah kampanye iklan.
4. Menempatkan Iklan
Setelah media ditetapkan maka selanjutnya adalah proses penempatan
iklan, yang dimaksud disini adalah penyerahan materi iklan pada
media yang telah terpilih.
G. Strategi Periklanan
Identifikasi audiens sasaran adalah melakukan identifikasi pada pasar yang
ingin kita bidik atau dengan kata lain melakukan segmentasi pasar dan
pembidikan pasar.
Ada beberapa segmentasi pemasaran produk, yakni : 1. Segmentasi Geografis
Segmentasi geografis merupakan pembagian pasar menjadi unit – unit geografis yang berbeda, misalnya wilayah, negara, negara bagian, propinsi, kota, kepulauan, dll
2. Segmentasi Demografis
keluarga, pekerjaan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas sosial.
3. Segmentasi Psikografis
Segmentasi Psikografis mengelompokkan pasar dalam variabel gaya hidup, nilai dan kepribadian. Gaya hidup ditunjukkan oleh orang – orang yang menonjol pada kelas sosialnya. Minat terhadap suatu produk ditentukan oleh kelas sosialnya.
4. Segmentasi Perilaku
Segmentasi Perilaku membagi kelompok berdasarkan status pemakai, kejadian tingkat penggunaan, status kesetiaan, tahap kesiapan pembeli, sikap. Pasar dapat dikelompokkan menjadi bukan pemakai, bekas pemakai, pemakai potensial, pemakai pertama kali, dan pemakai tetap dari suatu produk.
5. Segmentasi Manfaat
Segmentasi Manfaat mengklasifikasikan pasar berdasarkan atribut (nilai) atau manfaat yang terkandung dalam suatu produk. Konsumen akan mencari produk yang menyediakan manfaat khusus untuk memuaskan kebutuhannya.
6. Segmentasi Pasar Industri
17 BAB III
PROFIL STICKY ADVERTISING
A. Riwayat Singkat Perusahaan
1. Sejarah Perkembangan Sticky Advertising
Awal mula didirikan pada tahun 1999 dengan tujuan menjadi
biro advertising yang berkualitas di Surakarta. Pasar Sticky
Advertising berupaya untuk bersaing dengan adverising lain di
Surakarta, baik dari segi kualitas dan kesempurnaan produk, maupun
pelayanan, agar sekaligus menjadi contoh biro advertising yang baik.
Sticky Advertising memberikan jasa Art Desain & printing,
cutting & printing sticker, indoor & outdoor media promotion. Di
antara para pemakai jasa advertising, nama Sticky Advertising
mencerminkan hasil kinerja tinggi untuk proses desain sampai
finishing pekerjaan. Dalam jangkauan yang lebih luas Sticky
Advertising memiliki peran penting sebagai pelaku perekonomian
nasional, baik dalam membuka kesempatan kerja maupun dari segi
keberhasilan dan pengembangan pangsa pasar desain dan periklanan
Berikut data perusahaan Sticky Advertising :
Nama Perusahaan : Sticky Advertising
Alamat : Jl. Dr. Supomo 13 Surakarta 57141
Telepon / Fax : +62 271 739775
Website : www.sticky.co.id
E-mail : [email protected]
Jenis Media : Iklan Outdoor (luar ruang) & Iklan Indoor
(dalam ruang)
2. Visi dan Misi
Sticky Advertising mempunyai visi dan misi yaitu
menumbuhkan motivasi terhadap karyawan dan karyawati untuk
meningkatka kinerja dan memperbaiki proses desain, serta dapat
menimbulkan motivasi terhadap khalayak / masyarakat untuk
menggunakan jasa Sticky Advertising.
3. Produk atau jasa yang dilakukan
Sticky Advertising memberikan pelayanan jasa periklanan,
art desain, printing outdoor & indoor, cutting & printing sticker dan
jasa cetak lainnya seperti kartu nama, brosur, leaflet, poster, undangan,
19
B. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Sticky Advertising Surakarta
C. Job Diskription
a. Account Executive, menerima dan menangani pelayanan dan negosiasi
dengan klient. Serta mengorganisasikan seluruh kerja tim,
mengarahkan brand mindsetting dan promosi.
b. Creative, membuat desain yang di inginkan oleh klient atas dasar
media order yang telah disepakati oleh klient dan account excecutive
pada tahapan sebelumnya.
c. Produksi, bertugas mengurusi segala macam pesanan dari klient yang
telah selesai di buat desain nya oleh divisi kreatif.
d. Accounting, menangani pengeluaran kas, penerimaan kas, hutang
D. Spesifikasi Pekerjaan
1. Penelitian & Pengembangan (Divisi Creative)
Berdasarkan data penelitian dan informasi lansung dari pasar
Sticky Advertising selalu mengutamakan kebutuhan dan keinginan
konsumen. Untuk memenuhi permintaan akan gaya yang dinamis yang
merupakan ciri khas dari berbagai generasi, Sticky Advertising terus
memperbaiki visi dan misi dengan memanfaatkan keunggulan ide
creative, serta kualitas, dan teknologi. Sticky Advertising memastikan
bahwa setiap jenis produk yang dihasilkan telah sesuai dengan
perkembangan jaman, serta merefleksikan kualitasyang lebih baik,
sejalan dengan keinginan konsumen.
2. Pengontrolan Kualitas (Quality Control)
Sesuai dengan upaya Sticky Advertising untuk menjamin
kepuasan konsumen secara maksimal, maka disamping memperketat
sistem pengontrolan kualitas, setiap produk harus melalui tes akhir
untuk memenuhi standar mutu internasional. Dengan fasilitas
pengujian yang lebih teliti seluruh fungsinya, baik proses desain,
proofinf, produksi, serta finishing diperiksa satu persatu.
3. Pengemasan & pengiriman (Bagian Produksi)
Kualitas tidak hanya sebatas selesai produksi saja. Yang
terpenting adalah bahwa seluruh produk dapat tiba di tempat tujuan
tepat pada waktunya. Dan dalam kondisi yang sama baiknya seperti
21
maupun udara, standar dan efisiensi yang tinggi diterapkan dalam
proses pengemasan dan pengiriman. Hal ini memberikan banyak
pengalaman pada Sticky Advertising dalam melaksanakan proses
pengemasan dan pengiriman yang sesuai, yang sngat penting bagi
konsumen.
4. Jaringan Penjualan Domestik
Untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia yang sangat
luas, tentunya membutuhkan jaringan kerja marketing yang terpadu.
Untuk memastikan bahwa konsumen di seluruh pelosok Nusantara
dapat menikmati jasa yang standar dan kualitasnya sama untuk setiap
produk dan pelayanan, maka telah ditunjuk pihak – pihak yang profesional dan dapat diandalkan sebagai mitra kerja.
5. Promotion (Marketing)
Sebagai sarana pengkomunikasian dari pihak produsen kepada
konsumen sangat perlu adanya kegiatan promosi yang dikelola pekerja
dan desainer kreatif sehingga terjalin komunikasi yang baik agar
konsumen tahu dan mengerti adanya produk yang diproduksi oleh
Sticky Advertising.
E. Suasana Kerja
Seluruh karyawan Sticky Advertising selalu menjaga suasana
yang penuh dengan keakraban dan persahabatan. Dengan cara kerja yang
santai (tidak terlalu resmi) namun tetap konsisten dan bertanggung jawab
mengatu, mengarahkan dan memotivasi seluruh karyawannya untuk selalu
bersemangat dalam proses kerja. Untuk penyelesaian masalah dalam
perusahaan selalu dilakukan komunikasi bersama untuk mencari solusi
setiap masalah yang ada dalam semua kegiatan perusahaan.
F. Hasil Produksi Sticky Advertising a. Produksi
Sticky Advertising melaksanakan produksi dan jasa Art
Desain & printing, cutting & printing sticker, indoor and outdoor
media. Pengontrolan kualitas, pengemasan & pengiriman, sampai
dengan jaringan penjualan, sehingga menghasilkan produk – produk yang berkualitas.
b. Promosi & Advertising
Divisi promosi & advertising merencanakan dan
melaksanakan pembuatan hingga pemasangan iklan mengenai suatu
produk kepada masyarakat, yang dikemas menjadi suatu informasi
yang lengkap dengan cara penyampaian yang menarik. Perencanaan
iklan dikerjakan mulai dari rencana bentuk iklan, visualisasi, naskah
(copy write) sasaran konsumen/pasar yang dituju, perencanaan media
yang dipilih, desain, jadwal kampanye iklan, hingga pemasangan di
media – media yang ditentukan.
23
1. Media cetak ( koran, majalah, tabloid, dll )
2. Media Elektronik ( radio, televisi, internet, bioskop, dll )
3. Outdoor media ( billboard, spanduk, roundtag, neon box, dll )
4. Indoor media ( poster, brosur, leaflet, banner, sticker, dll )
G. Sistem Pengupahan
Sistem pengupahan Sticky Advertising berdasarkan :
1. Persamaan Karyawan
Karyawan di Sticky Advertising terdiri dari karyawan tetap yang
mendapatkan upah rutin tiap bulan dan karyawan kontrak yang
menerima upah mingguan.
2. Pembedaan Upah
Upah rutin tiap bulan
Upah Insentif : upah yang diberikan karena suatu pekerjaan
tertentu, dimana pekerjaan tersebut dapat menghasilkan nilai
keuntungan tertentu pula.
H. Sistem Pengawasan
Sistam pengawasan di Sticky Advertising terdiri dari :
1. Kedisiplinan : presensi dan daftar hadir tepat waktu.
2. Perawatan Sarana : karyawan bertanggung jawab penuh terhadap
fasilitas perusahaan.
3. Pengawasan pekerjaan secara administratif : yaitu pencatatan setiap
4. Pengawasan yang dilakukan oleh yang bertanggung jawab dengan
general manager maupun durektur.
I. Sistem Pemasaran
Dalam bidang promosi, sticky Advertising merencanakan seta
melaksanakan penyampaian pesan mengenai produk kepada masyarakat,
dengan tujuan mununjang program pemasaran dalam suatu jangka waktu
tertentu.
Pekerjaan – pekerjaan tersebut dapat berupa : 1. Program penjualan dengan harga khusus
2. Pembelian dengan bonus
3. Pemberian souvenir produk
4. Memperkenalkan produk baru
5. Dan sebagainya.
Pada pelaksanaannya Sticky Advertising mengerjakan :
1. Mulai dari perencanaan desain
2. Bentuk promosi
3. Pemberian souvenir / brosur / apapun yang diperlukan untuk proses
promosi dan sebagainya
25
J. Mitra kerja / Klient
Sticky Advertising sebagai biro iklan yang sudah cukup lama
berdiri di Surakarta, mempunyai mitra kerja / klient sebagai berikut
1. PT. TIGA SERANGKAI – spanduk, brosur, leaflet, x banner, dll 2. BBKPM – brosur, leaflet, pin, kalender, dll
3. Akademi Pariwisata Sahid Surakarta – spanduk, leaflet dll 4. Solo Paragon – kartu nama, ID card, dll
5. PT. Wahana Sejahtera – ID Card, leaflet, dll
6. Nova Furniture – sticker label, catalog, hang tag, dll 7. UNS – stopmap, block note, co – card, dll
8. Pondok Pesantren Assallam – neon box, brosur, leaflet, catalog, dll 9. Saraswati the Bistro – catalog menu, leaflet, dll
10.The Sunan Hotel – spanduk, kartu nama, dll 11.CV. Kelvindo – catalog furniture, dll
12.Moistrap – packaging, brosur, hangtag, leaflet, dll 13.Dian cafe – buku menu, brosur, dll
14.Graha Wisata Niaga – brosur, leaflet, dll
15.Aura Java Furniture – catalog furniture, kartu nama dll, 16.Maestro Furniture – catalog, dll
26
PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA
A. Pengenalan dan Peran dalam Menangani Pekerjaan
Saat pertama masuk di Sticky Advertising, penulis langsung
berkenalan dan disambut dengan baik oleh pimpinan perusahaan dan juga
seluruh karyawan Sticky Advertising. Walaupun agak canggung tapi
wajah – wajah menyenangkan sudah terlihat pada seluruh karyawan. Penulis mulai beradaptasi dan meng akrabkan diri dengan semua
karyawan. Penulis kemudian mulai bekerja dibawah bimbingan Mas
Ichsan dan Mas Arie, mereka adalah divisi kreatif di Sticky Advertising.
Dalam pekerjaan penulis di bimbing oleh Mas Ichan dan Mas
Arie tentang bagaimana mendesain yang bukan hanya bagus tapi menarik
dan di sukai oleh klien, selain itu juga diajarkan untuk sabar dalam
menghadapi setiap klien yang membutuhkan jasa dari Sticky Advertising.
Penulis mulai terbiasa dengan pekerjaan dan diberi kesempatan
untuk membuat desain – desain mulai dari handtag, spanduk, x banner, katalog, backdrop, dll.
B. Pelaksanaan Kuliah Kerja Media
Penulis melaksanakan Kuliah kerja Media selama 2 bulan,
dimulai tanggal 1 Februari 2010 sampai dengan 31 Maret 2010. Penulis
bekerja dengan jadwal sesuai dengan peraturan di Sticky Advertising,
sama dengan jadwal seluruh karyawan di Sticky Advertising yakni hari
27
Sedangkan untuk hari Sabtu masuk jam 09.00 dan pulang jam 16.00 WIB.
Selama bekerja penulis membantu di bagian Divisi Kreatif.
C. Tugas – Tugas yang Dikerjakan
Beberapa desain telah dikerjakan oleh penulis dalam membantu
pekerjaan Divisi Kreatif di Sticky Advertising. Tidak semua desain yang
penulis buat langsung disukai oleh klien, namun ada beberapa yang harus
direvisi agar sesuai dengan keinginan klien. Adapun beberapa pekerjaan
yang telah dikerjaan oleh penulis adalah :
Membuat desain border Sertifikat Pondok Pesantren Assalaam
Membuat desain Koperasi Pondok Pesantren ( Kopontren )
Assalaam
Mambuat backdrop acara Pondok Pesantren Assalaam
Membuat desain brosur hotel Dana Solo
Mambuat desain sticker untuk branding mobil PT. Tiga Serangkai Membuat desain spanduk The Sunan Hotel dengan tema Mama
Mia, Middle East Festive Buffet Dinner, dan April Romance Membuat desain katalog produk Cikreiss furniture
Membuat desain compani profile Duniatex
Membuat desain promosi buku World Cup 2010 dari PT. Tiga
Serangkai ( x banner, flyer, poster )
Membantu me layout materi desain yang sudah fix dan akan masuk
D. Mekanisme Kerja Biro Iklan Sticky Advertising
Sticky Advertising mempunyai banyak klien tetap maupun
tidak, mereka berdatangan tidak hanya di sekitar solo namun sampai ke
seluruh Indonesia. Promosi Sticky Advertising sebenarnya tidak mencakup
ke seluruh Indonesia namun banyak klien yang hanya menggunakan
fasilitas telepon, e-mail, dan faximile karena jarak yang jauh dari Solo.
Demikian mekanisme kerja Sticky Advertising terutama divisi kreatif :
1. Divisi Account Executive ( AE )
Klien Sticky Advertising yang ingin menggunakan jasa
Sticky Advertsing harus melalui Acount Executive, terkadang
divisi AE yang harus menjemput bola dengan mendatangi klien dan
memberikan penawaran, namun banyak juga klien yang datang
langsung ke Sticky Advertising setelah melihat Iklan Sticky
Advertising atau tidak menutup kemungkinan dari pembicaraan
masyarakat tentang keunggulan Sticky Advertising.
Dalam tahap ini divisi berperan penting untuk mencari
order sebanyak mungkin, seorang Account Executive adalah orang
yang mengetahui berapa harga produksi, dan berapa laba yang
harus didapatkan dalam suatu order pembuatan iklan, sehingga
Account Executive tau berapa harga yang harus diberikan kepada
29
2. Divisi Kretif
Setelah Account Executive dan klien mencapai kata
sepakat, kemudian Account Executive membuat surat order untuk
proses selanjutnya (surat order ini dibuat rangkap 4, yakni untuk
arsip AE, untuk Divisi Kreatif, Untuk Divisi Produksi, dan Divisi
Keuangan ).
Setelah divisi Kreatif mendapat surat order dan materi apa
saja yang harus dimasukkan dalam iklan, divisi Kreatif mulai
membuat desain. Dalam proses ini Divisi Kreatif membutuhkan
beberapa waktu untuk membuat desain yang bagus dan menarik,
biasanya Divisi Kreatif membuat beberapa alternatif desain agar
klien dapat memilih mana yang paling bagus. Apabila desain sudah
jadi ( lengkap dengan alternatif desain ), bagian Account Executive
akan menunjukkan desain pada klien, bisa secara langsung bertemu
klien dan menunjukkan print out desain atau dengan E-mail atau
Fax ke alamat klien proses ini disebut Proofing. Profing bertujuan
untuk mendapatkan persetujuan ( ACC ) dari klien mengenai
desain yang dibuat oleh biro dan juga apakah desain perlu
pembetulan ( revisi ) atau tidak.
Kemudian pihak biro menunggu respon dari klien, apakah
desain disetujui atau perlu revisi / pembetulan. Apabila perlu ada
sesuai keinginan dari klien. Apabila desain sudah disetujui, maka
desain siap di produksi.
3. Divisi Produksi
Divisi Produksi menerima surat order dari Account
Executive dan desain yang sudah di ACC oleh klien dari Divisi
Kreatif untuk selanjutnya diproduksi.
Divisi Produksi mengusahakan segala sesuatu untuk
merealisasikan desain dari divisi Kreatif menjadi bentuk jadi,
apabila memproduksi iklan cetak maka hal pertama yang dilakukan
oleh divisi Produksi adalah me layout desain yakni proses
pengaturan desain menyesuaikan mesin cetak dan pemberian garis
– garis bantu untuk memudahkan pemotongan setelah selesai di cetak. Kalau untuk pembuatan iklan Digital Printing dan cutting
sticker tidak perlu layout.
Setelah proses produksi ( cetak, digital printing, cutting
sticker, dll ) selesai maka dilakukan proses pengecekan apakah
ada kesalahan atau tidak dalam proses produksi. Setelah semua di
cek kemudian dilakukan pemotongan ( cutting ) dan juga
penyempurnaan ( finishing ).
Setelah proses pemotongan dan penyempurnaan selesai
maka pesanan siap di kirim ke klien, sebelumnya pesanan di kemas
( proses packaging ) dengan rapi dan kemudian diantar ke klien,
31
4. Divisi Keuangan ( Acounting )
Divisi Keuangan bertugas mengatur pengeluaran dan
pemasukan uang dalam proses produksi, selain itu bertugas
menagih uang kepada klien yang ordernya sudah diselesaikan yang
nilainya sesuai dengan nilai kontrak yang telah disepakati oleh
klien dan Account Executive pada proses pertama.
BAGAN ALUR KERJA BIRO IKLAN
Keterangan :
Mata panah berwarna hitam adalah alur kerja pembuatan iklan,
mulai dari datangnya order sampai pada pembayaran
Mata panah bermata dua adalah kegiatan komunikasi dua arah
antara bagian satu dengan bagian yang lain. Pertama order dari
klien masuk ke biro melalui Account executive, lalu ke divisi
kreatif untuk proses desain, kemudian setelah selesai desain selesai
langsung di produksi oleh divisi produksi, biaya produksi yang
dibutuhkan untuk memproduksi iklan diatur oleh divisi keuangan.
berkomunikasi dengan Account Executif untuk menagih uang
kepada klien sesuai nilai kontrak yang telah disepakati klien
dengan Account Executive.
E. Faktor Pendukung dan faktor Penghambat Proses Belajar 1. Faktor Pendukung
Beberapa faktor pendukung dan fasilitas proses belajar di Sticky
Advertising adalah :
Sikap ramah dan kooperatif dari semua karyawan, bimbingan
dan masukan dari semua karyawan sangat membantu proses
belajar penulis di Sticky Advertising.
Proses belajar penulis di Sticky Advertising sangat terfokus
karena untuk Divisi Kreatif, Sticky Advertising hanya
menerima 1 orang untuk magang.
Dalam proses belajar di Sticky Advertising, penulis diberi
pinjami fasilitas satu set PC Core 2 Duo 1GB, printer, scanner
dan juga aplikasi grafis yang lengkap ( Photoshop CS3,
CorelDraw X4, Adobe Illustratos CS2, dll ).
2. Faktor Penghambat
Beberapa hal yang menghambat proses belajar penulis di Sticky
33
Proses penyesuaian penulis dari masa kuliah ke dunia kerja
yang nyata membutuhkan waktu, sehingga menghambat proses
belajar penulis di Sticky Advertising.
Tidak jarang materi untuk pembuatan iklan kurang lengkap
atau desain yang dibuat kurang di sukai oleh klien sehingga
revisi sering terjadi.
Kurangnya komunikasi dengan klien dari jauh sangat
menghambat, karena tidak bisi bertatap muka dengan klien
melainkan hanya menggunakan telphone sehingga kadang
terjadi salah pengertian.
F. Cara Mengatasi Kesulitan dalam Proses Belajar
Beberapa kesulitan telah dihadapi oleh penulis saat proses belajar
di Sticky Advertising, namun penulis berusaha untuk mengatasi semua
masalah yang terjadi, adapun cara penulis mengatasi masalah yang ada
antara lain adalah :
1. Penulis berusaha se akrab mungkin dengan semua karyawan
untuk membangun rasa nyaman dalam proses belajar.
2. Penulis menanyakan segala sesuatu yang belum atau kurang
dimengerti pada karyawan yang menguasai segala sesuatu
tentang apa yang ingin penulis tanyakan.
3. Penulis selalu belajar dan tidak cepat puas dengan apa yang
dikerjakan, penulis selalu ingin membuat karya iklan yang
4. Berusaha memperbanyak wawasan dan referensi agar dalam
proses belajar khususnya membuat desain iklan. Referensi
35 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis menjalani Kuliah Kerja Media, ada bebrapa
pendapat penulis yang bisa dikatakan sebagai kesimpulan, antara lain :
1. Sebuah biro iklan terdiri dari 4 divisi utama yakni Marketing (
Account Executive ), Divisi Kreatif, Divisi Produksi, dan Divisi
Keuangan ( Accounting ). Selain itu ada sub bagian yang mendukung
aktifitas setiap divisi.
2. Mekanisme kerja sebuah biro iklan meliputi pencarian order oleh AE,
proses pembuatan desain oleh Divisi Kreatif, proses produksi dan
finishing oleh Divisi Produksi, dan juga keluar masuknya keuangan
yang diatur sepenuhnya oleh divisi Keuangan.
3. Dunia kerja nyata sangat jauh berbeda dengan lingkungan perkuliahan
di kampus. Banyak sekali hal – hal nyata yang tidak ditemukan di bangku kuliah.
4. Keterampilan dan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah perlu di
alplikasikan dengan dunia kerja nyata agar lebih diterima dan
bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
5. Dalam sebuah perusahaan, harus pandai menjalin hubungan baik dan
keakraban diantara semua karyawan agar semua aktivitas dalam
6. Suatu perusahaan harus selalu menjaga image dan menjaga hubungan
baik dengan rekanan kerja ataupun klien.
B. Saran
1. Kurikulum Kuliah Kerja Media lebih dikembangkan, agar mahasiswa
lebih aktif dalam proses Kuliah Kerja Media.
2. Alangkah lebih baik bila lembaga pendidikan terkait memiliki bursa
perusahaan yang menerima Kuliah Kerja Media, sehingga mahasiswa
yang melaksanakan Kuliah Kerja Media mendapatkan ilmu yang
relatif sama dan kegiatan Kuliah Kerja Media lebih terpantau.
3. Mungkin akan lebih baik bila lembaga pendidikan selain mengajarkan
bagaimana bekerja dalam suatu perusahaan, namun juga lebih
memaksimalkan potensi diri untuk membangun usaha sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Jefkins, Frank, 1996. Periklanan, Jakarta: Erlangga
Lwin, May and Jim Aitchison, 2005. Clueless in Advertising, Jakarta:
Bhuana Ilmu Populer.
Roman, Kenerth, Jane Maas & Martin Nisenholtz, 2005. How To Advertise,
Membangun Merek dan Bisnis dalam Dunia Pemasaran Baru,
Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
Shimp, Terence A, 2003. Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi
Terpadu jilid I edisi kelima, Jakarta : Erlanggaa.
Suyanto, M, 2004. Aplikasi desain grafis untuk periklanan, Yogyakarta:
Penerbit Andi
Suyanto, M, 2006. Strategi perancangan iklan outdoor kelas dunia,