Langkah Penyelidikan
CDC (1979); Barker (1979); Greg (1985); Mausner and Kramer (1985); Kelsey et al. (1986); Goodman et al.
(1990)
1. Persiapan
2. Pemastian KLB
3. Pemastian Diagnosis Etiologis
4. Pengidentifikasian Kasus dan Paparan 5. Pendeskripsian KLB
6. Penanggulangan Sementara (jika diperlukan) 7. Pengidentifikasian sumber dan Cara Penyebaran 8. Pengidentifikasian Keadaan Penyebab
9. Perencanaan Penelitian Yang Lebih Sistematis 10. Penetapan Saran Cara Pencegahan dan
Penanggulangan
11. Penetapan Sistem Penemuan Kasus Baru atau Kasus dengan Komplikasi
• Pada penyelidikan menyangkut
beberapa konsep dan teknik:
• pengetahuan penyakit, • pola epidemiologi,
• analisis pengambilan keputusan, • ketrampilan komunikasi, dan
• Sebelum penyelidikan KLB
dilaksanakan perlu adanya persiapan dan rencana kerja. sebaiknya
dikerjakan secepat mungkin, dalam 24 jam pertama sesudah adanya
informasi.
• Lamanya persiapan penelitian
lapangan ini tergantung dari pola
PERSIAPAN PENYELIDIKAN
1.Konfirmasi Informasi
2.Pembuatan Rencana Kerja 3.Pertemuan dengan Pejabat
Informasi awal kadang tidak lengkap perlu konfirmasi
• Asal informasi KLB bermacam-macam (W1,
W2, Hasil lab., Lap. RS., Lap. Masyarakat)
•Isi: - gambaran penyakit yg sedang berjangkit
(gejala klinis, pemeriksaan yg sdh dilakukan, komplikasi yg terjadi)
- kondisi geografi penting untuk
strategi penemuan kasus, transportasi yg digunakan
ISI:
Definisi Kasus Awal Hipotesis Awal
Macam dan Sumber Data Strategi Penemuan Kasus
• Berguna untuk arahan pada pencarian kasus
• Untuk membuat perlu tahu tentang:
1.Keadaan epidemiologi yg berhubungan dengan penyakit faktor risiko
2.Konfirmasi laboratorium yg diperlukan
• Dapat berubah selama proses penyelidikan • Berdasar gejala penyakit dibuat dugaan
penyebab
• Contoh:
1. KASUS adalah semua penderita
dengan keluhan panas, mata kuning, nyeri perut dan kencing seperti teh
2.KASUS adalah semua penderita
dengan keluhan mata kuning yang dapat disertai dengan satu atau
lebih gejala panas, nyeri perut atau kencing seperti teh
Tipe Kasus Kriteria
• Kepastian diagnosis: kasus pasti
kasus mungkin
kasus tersangka
ada kepastian pemeriksaan lab dengan atau tanpa gejala
klinis
tanda/gejala sesuai penyakit, tanpa dukungan lab
tanda/gejala sesuai penyakit, pemeriksaan lab negatif
• Hubungan epidemiologi kasus primer
kasus sekunder
kasus tak ada hubungan
kasus yang sakit karena paparan pertama
kasus yang sakit oleh adanya kontak dengan kasus primer terjadinya sakit bukan karena
Disusun meliputi penyakit penyebab KLB, sumber dan cara penularan
Dapat berubah atau lebih spesifik dan dibuktikan pada waktu penyelidikan
RENCANA KERJA 3
MACAM DATA: 1. Data pengenal
2. Data perorangan (kasus) 3. Data klinis
4. Data laboratorium 5. Data pengobatan
RENCANA KERJA 3
MACAM DATA: 1. Data pengenal:
• No ID kasus
• Sumber laporan • Petugas pelapor
RENCANA KERJA 3
MACAM DATA:
2. Data perorangan (kasus):
• Nama, Umur, Jenis Kelamin • Nama KK
• Tempat tinggal
• Tempat Mulai Sakit (jk. bukan di tempat tinggalnya)
RENCANA KERJA 3
MACAM DATA: 3. Data klinis:
• Tanda dan gejala
• Derajat keparahan (kompilkasi, fatalitas)
• Tanggal mulai sakit
• Tanggal berakhirnya penyakit (jk sembuh)
RENCANA KERJA 3
MACAM DATA:
4. Data laboratorium:
• Jenis bahan dan nomor seri • Jenis pemeriksaan
• Tanggal pengambilan spesimen • Suhu penyimpanan
• Tanggal pengiriman • Cara pengiriman
• Nama laboratorium
RENCANA KERJA 3
MACAM DATA:
5. Data pengobatan:
Data tentang antibiotika dan obat lain yg digunakan
6. Data riwayat pemaparan:
• Selang waktu antara masa inkubasi dg. Tanggal mulai sakit
• Kontak dg kasus yg sdh terdiagnosis • Sumber makanan dan air
RENCANA KERJA 3
SUMBER DATA:
Pusat Pelayanan Medis (Puskesmas, RS, Klinik) Laboratorium
Masyarakat diperoleh dg survei
Ciri masyarakat yg punya arti epidemiologis:
lokasi geografik, iklim, status sos ek, standar higiene rumah tangga, pengawasan medik dan pencegahan, PAB, pembuangan sampah, penyediaan pangan,
RENCANA KERJA 4
PERTIMBANGAN:
Sumber daya yang ada Luas wilayah
RENCANA KERJA 4
Beberapa Strategi:
1.Penggunaan Data fasilitas kesehatan 2.Kunjungan ke RS / fasilitas kesehatan
3.Penyebaran kuesioner pd daerah yg terkena 4.Kunjungan ke tempat yg diduga sumber
penularan
5.Total survey survei masyarakat
6.Case survey survei pada penderita
RENCANA KERJA 5
TENAGA AHLI:
dokter, paramedis, SKM, Ahli Gizi, Laborant
TENAGA PEMBANTU:
RENCANA KERJA 5
Fasilitas Perjalanan:
•Angkutan
•Akomodasi
•Dokumen perjalanan Fasilitas Komunikasi
Peralatan penyelidikan klinik Peralatan laboratorium
Dimaksudkan untuk
membicarakan rencana dan
pelaksanaan penyelidikan KLB,
kelengkapan sarana dan tenaga di daerah serta memperoleh ijin dan pengamanan
Tugas
• Cari artikel hasil penyelidikan KLB
dan analisis:
1. bagaimana penetapan definisi KLB 2. tahapan persiapan penyelidikan
• Tujuan utama penyelidikan KLB mencegah
meluasnya (penanggulangan) dan
terulangnya KLB dimasa yang akan datang (pengendalian).
• Untuk dapat mencapai tujuan utama perlu
diketahui:
1.diagnosis kasus yang terjadi dan identifikasi penyebab penyakit 2.pemastian KLB
3.identifikasi sumber dan cara penularan 4.identifikasi penyebab KLB
PEMASTIAN DIAGNOSA
• Tujuan 1 memastikan diagnosis - Lakukan pemeriksaan klinis danlaboratoris untuk menegakkan diagnosis
- Tetapkan definisi operasional dari “kasus”
klasifikasi berdasarkan gejala dan tanda – tanda penyakit serta
• Tujuan 2 memastikan adanya KLB - Pastikan adanya KLB dengan
membandingkan frekuensi penyakit dengan frekuensi rata-rata
sebelumnya
Tujuan 3
Tujuan
Data deskriptif “orang – tempat - waktu” diatas untuk :
- mempertimbangkan sumber dari agen penyakit
Tujuannya adalah untuk menentukan cara penularan
Caranya : melihat kurve epidemik Kurve epidemik :
-Sumbu x --- waktu mulai sakit (onset of illness) diukur dalam jam, hari atau minggu
-Sumbu y ---- frekuensi kasus
Kesalahan dalam penetapan waktu adalah
•Terlalu panjang adalah
menyembunyikan puncak kasus
•Terlalu pendek adalah membentuk
puncak palsu
Penetapan interval waktu adalah
Alternatif 1 ---- ¼ X masa inkubasi minimum
Alternatif 2 ---1/8 x masa inkubasi maksimum
Jadi misalnya masa inkubasi 7 – 21 hari
Alternatif 1 ---- 7 x ¼ adalah 0.75 dibulatkan 1 hari
Alternatif 2 ---21 x 1/8 adalah 2.8 dibulatkan 3 hari
Common source
Bersumber : sumber paparan yang sama (food and waterborne disease)
Propagated
Campuran
Epidemi ini berakhir pada tingkat endemisitas
Cara penularan : berawal dari sumber umum (Common source) berlanjut dengan
Langkahnya :
•Penetapan bentuk kurva jika bentuk
kurve common source baru bisa ditetapkan waktu paparan
•Metode penetapan :
1.Metode minimum – maksimum 2.Metode rearata masa inkubasi
• Contoh : demam tifoid mempunyai
masa inkubasi rata-rata : 15 hari masa inkubasi : 7 – 21 hari
Terlihat di gambar kasus dimulai 24 Maret berakhir 4 April (12 hari) jadi sekitar masa inkubasi rata-rata (15 hari) jadi bentuk kurva adalah
common source
• Kasus pertama ditarik sejauh masa
inkubasi minimum (7 hari) yaitu pada interval yang terdapat tanggal 17
Maret
• Kasus terakhir ditarik sejauh masa
inkubasi terpanjang (21 hari) yaitu 14 Maret
Kesimpulan : waktu paparan 14 Maret – 17 Maret
• Tentukan tanggal terjadinya kasus median Kasus keseluruhan adalah 81 kasus,
kasus
median adalah kasus ke – 41
• Pada batang yang terdapat kasus median dihitung mundur sejauh masa inkubasi
rerata yaitu 14 hari
Jadi diduga 15 Maret sebagai waktu pemaparan terjadi
• Deskripsikan menurut waktu, jika
diketahui masa inkubasi rerata 28 hari, masa inkubasi 16-60 hari
• Apakah bentuk kurve epidemik?
Apakah cara penularannya?
• Apakah bisa ditentukan waktu
paparannya
Peta spot ---
Deskripsi KLB
• Deskripsi KLB menurut tempat
Sakit Jumlah PendudukJumlah Penduduk
Sumur
Sumur 1212 100100 Air sungai
Air sungai 1313 150150 PDAM
PDAM 1414 280280
Hitung : attack rate menurut sumber air minum
• Tujuan 5 identifikasi populasi rentan dan terpapar
• Bandingkan kelompok yg terkena
penyakit (kasus) dan kelompok sehat (kontrol) dalam kaitannya dengan
Desain case control
Nama Waktukejadian Jeniskelamin Jenismakanan yang sisajikan
Esdawet Lontongkikil Soto ayam
pertanyaan
Buatlah deskripsi menurut tempat dan orang bila diketahui Jumlah warga yang datang
dalam acara sunatan adalah 46. Adapun makanan yang disajikan ada 3 macam.
Tidak ada yang meninggal dalam kasus ini. Apakah jenis makanan yang mempunyai