1
PENGEMBANGAN
HANDOUT
BERNUANSA
NEWSPAPER
DILENGKAPI PERMAINAN
SCRAMBLE
PADA
MATERI EKOSISTEM UNTUK SISWA
KELAS VII SMP
Vioni Novia Yurid, Siska Nerita, Ade Dewi Maharani.
Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera BaratABSTRACT
Teaching material that is used by students in the learning process in the form of textbooks and worksheets that come from outside the school. In addition, the limitations of textbooks in schools is still a limited number of the user so as to make the students learn a bit of the source material and impact on mastery of learning material. During the learning process teachers have never used the handouts as a teaching material in the delivery of the material. This study aims to determine the validity and practicalities of handout nuanced newspaper that is completed with the game scramble on ecosystems material for student of 7th grade. This research is the development of the use 4D model that consists of four stages namely definition, design, development, deployment. This research was carried out until the development phase is to test the validation and practicalities. Type of this research is the primary data consisting of validity and practilities. Analyze of data were using percentage descriptive statistics. The results of handout validity test nuanced mewspaper by validator shows that have very valid criteria with an average value of 84.41%. The test results by the practicalities of handout nuanced newspaper showed that teachers have very pracrical criteria with an average value of 84.184% and practicalities test by student showed that the handout has a very practical criteria with an average value of 91.86%. Based on these results it can be concluded that the newspaper comes handout nuanced game of scramble on ecosystems material for student of 7th grade of SMP is valid and simple.
Kata Kunci: Handout, Newspaper, Ecosytems, Valid and Simple
PENDAHULUAN
Bahan ajar merupakan salah satu sumber belajar yang membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran dan membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan guru. Hal ini didukung oleh PP nomor 32 tahun 2013) pasal 20 berbunyi bahwa guru diharapkan mengembangkan materi pelajaran, yang kemudian dipertegas melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses yang mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Salah satu dari komponen dalam RPP adalah sumber belajar. Untuk itu guru dituntut agar mampu mengembangkan bahan ajar sendiri sebagai proses pembelajaran
yang menunjang kegiatan pembelajaran tersebut. Bahan ajar yang digunakan diserahkan sepenuhnya kepada pendidik sebagai tenaga professional.
Hasil wawancara penulis pada bulan Januari 2016 dengan guru biologi dan siswa yang mewakili di SMP N 14 Padang didapatkan bahwa bahan ajar yang digunakan adalah buku paket dan LKS yang di beli dari luar sekolah. Ketersediaan buku paket disekolah masih dalam jumlah yang terbatas penggunaannya sehingga menjadikan siswa memiliki keterbatasan dalam sumber belajar. Hal ini berdampak terhadap pemahaman terhadap materi belajar yang diberikan. Selama proses belajar mengajar (PBM) guru belum pernah menggunakan handout sebagai bahan ajar dalam penyampaian materinya. Salah satu materi yang dipelajari oleh siswa adalah materi
2
ekosistem. Pada materi ekosistem siswa sulit membedakan mana yang termasuk populasi, komunitas, hubungan saling ketergantungan dan siklus materi.Menurut Prastowo (2011:79) Handout
adalah bahan ajar yang sangat ringkas. Bahan ajar ini bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik.
Menurut Steffen dan Peter Ballstaedt
dalam Prastowo (2011:80) fungsi handout
adalah: Membantu peserta didik agar tidak perlu mencatat. Sebagai pendamping penjelasan pendidik. Sebagai bahan rujukan bagi peserta didik. Memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar. Pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan. Memberi umpan balik, dan Menilai hasil belajar.
Salah satu bahan ajar yang dapat digunakan berupa handout. Handout dapat memotivasi siswa agar lebih giat belajar dan memperkaya pengetahuan siswa terhadap hasil belajar. Melihat kondisi tersebut, penulis terdorong mencoba membuat bahan ajar berupa
handout bernuansa newspaper dilengkapi
dengan permainan scramble yang dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Koran (newspaper) pada setiap lembar yang berisi berita (informasi) memiliki sambungan berita tersebut ke halaman berikutnya, yang menimbulkan rasa ingin tahu pada pembaca dan membiasakan siswa untuk membaca koran.
Surat kabar memiliki karakteristik yang berbeda-beda, berdasarkan waktu terbitnya surat kabar terbagi dua yaitu surat kabar pagi dan surat kabar sore. Menurut Irwanto (2011:22) kebutuhan akan informasi yang cepat menjadi sangat penting bagi setiap orang. Fungsi dari surat kabar sendiri yaitu memiliki fungsi menyiarkan informasi (to inform),
fungsi mendidik (to educate), fungsi menghibur (to entertain) dan fungsi mempengaruhi (to influence). Dalam fungsi menyiarkan informasi, surat kabar berperan sebagai media penyampai informasi yang dibutuhkan khalayak. Menurut Suyaka (2010:1) koran (newspaper) pada setiap lembar yang berisi berita (informasi) memiliki sambungan berita tersebut ke halaman berikutnya, yang menimbulkan rasa ingin tahu pada pembaca.
Salah satu permainan yang dapat dilakukan berupa permainan scramble. Dimana permainan scramble adalah model
pembelajaran yang menuntut siswa untuk berpikir aktif dan kritis, dimana sudah tersedia tabel berupa pertanyaan atau pernyataan dan tabel jawaban yang telah di acak hurufnya kemudian siswa menyusun kembali jawaban yang benar didalam tabel. Permainan scramble
ini dapat memudahkan siswa dalam menguasai materi ajar dan meningkatkan motivasi belajar siswa, karena dilengkapi dengan pertanyaan atau pernyataan sebelumnya.
Menurut Istarani (2011:184) Model
scramble adalah melalui pengajuan pertanyaan atau pernyataan yang kurang lengkap sehingga para peserta belajar diserukan untuk melengkapi pernyataan tersebut merupakan aplikasi dari penggunaan model pembelajaran
scramble. Menurut Dewi, Gusmaweti, dan
Hendri, (2013:13) model scramble adalah model pembelajaran yang bersifat aktif. Siswa dituntut untuk menyelesaikan kartu soal utuk memperoleh nilai siswa mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam menyelesaikan tugasnya.
Berdasarkan uraian di atas rumusan dari penelitian ini adalah bagaimanakah validitas dan praktikalitas handout bernuansa
newspaper dilengkapi dengan permainan
scramble pada materi ekosistem untuk siswa kelas VII SMP. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas handout bernuansa newspaper
dilengkapi dengan permainan scramble pada materi ekosistem untuk siswa kelas VII SMP . METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah (Research and Development). Dalam penelitian ini produk yang dikembangkan adalah handout bernuansa
newspaper dilengkapi dengan permainan
scramble pada materi ekosistem untuk siswa kelas VII SMP. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan Desember 2016- Januari 2017. Tempat dilaksanakannya penelitian ini adalah dikampus STKIP PGRI Sumatera Barat dan SMP N 14 Padang.
Desain penelitian ini menggunakan model 4-D yang dikemukan oleh Thiagarajan, Semmel 1974 dalam Trianto (2012:93-95). Prosedur penelitian yang dilakukan terdiri dari 4 tahap yaitu Define (pendefenisian), Desaian
(perancangan), Develop (pengembangan), dan
Disseminate (penyebaran). Pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap 3 ayitu develop. Pada Define yang dilakukan adalah analisis ujung depan, analisis siswa, analisis tugas,
3
yang terdiri dari analisis struktur isi, analisis konsep dan analisis perumusan tujuan pembelajaran. Tahap Desaian yang dilakukan adalah merancang handout bernuansanewspaper dilengkapi dengan permainan
scramble pada materi ekosistem untuk siswa kelas VII SMP. Tahap Develop yang dilakukan adalah validasi handout yang telah dirancang dan selanjutnya diuji cobakan oleh guru dan siswa untuk mengetahui kepraktikalitasnya.
Instrumen yang digunakan adalah angket respon siswa, angket validasi handout, angket praktikalitas handout oleh guru dan siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif berupa persentase. Teknik analisis data dari instrumen adalah hasil validasi dan praktikalitas terhadap seleruh aspek yang dinilai dan disajikan dalam bentuk tabel. Selanjutnya, dicari rerata skor seperti yang dikemukan oleh Riduwan (2012:89). HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah dilakukan penelitian, diperoleh
handout bernuansa newspaper dilengkapi
dengan permainan scramble pada materi ekosistem untuk siswa kelas VII SMP. Kegiatan untuk mendapatkan handout
bernuansa newspaper dilengkapi dengan permainan scramble yang valid dan praktis diawali dengan melewati tahap pendefisian
(define).
Tabel 4. Uji Validasi Handout
No Aspek Penilaian Nilai Validitas (100%) Kriteria 1. Kelayakan isi 86.00 Sangat Valid 2. Kebahasaan 83.00 Sangat Valid 3. Penyajian 83.67 Sangat Valid 4. Kegrafikan 85.00 Sangat Valid Total 337.67 Sangat Valid Rata-rata 84.41
Berdasarkan produk yang telah dirancang diperoleh hasil validasi menurut pakar. Hasil validasi handout bernuansa
newspaper dilengkapi dengan permainan
scramble secara keseluruhan oleh validator adalah 84.41 %. Sedangkan hasil praktikalitas
handout bernuansa newspaper dilengkapi
dengan permainan scramble oleh guru adalah
88.184 % dan oleh siswa adalah 91.93 %. Hal ini menunjukkan handout bernuansa
newspaper dilengkapi dengan permainan
scramble sangat valid dan praktis.
Hasil analisa data menunjukan bahwa
handout yang dihasilkan dengan rata-rata
84.41% memenuhi kriteria sangat valid. Hal ini ditinjau berdasarkan validitas yang terdiri dari empat aspek, yaitu kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan.
Aspek kelayakan isi memiliki nilai validitas sebesar 86.00 % dengan kriteria sangat valid. kriteria ini sudah mengacu pada kurikulim KTSP, sesuai dengan SK dan KD, sesuai dengan kebutuhan siswa. Hal ini sesuai dengan Depdiknas (2008:8) yang menyatakan, bahwa bahan ajar yang dikembangkan harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Aspek kebahasaan ini mempunyai nilai validitas sebesar 83.00% dengan kriteria sangat valid oleh validator. Hal ini berarti handout
memiliki bentuk dan huruf dapat dibaca, informasi dalam handout jelas dan dapat dipahami. Hal ini dipertegas oleh Prastowo (2011:89) bahwa dalam menulis handout
usahakan agar kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang dengan kalimat-kalimat efektif dan efisien. Adapun untuk siswa SMP/MTs upayakan dengan kalimat yang sederhana, namun jumlah kalimat perparagraf yaitu sekitar 3-5 kalimat.
Aspek penyajian termasuk kedalam kriteria sangat valid dengan nilai validasi 83.67 %. Hal ini menunjukkan komposisi handout
disajikan jelas dan lengkap sesuai materi. Indikator dan tujuan pembelajaran disajikan dengan jelas. Hal ini sesuai dengan pendapat yag dikemukan oleh Prastowo (2011:374) yang menyatakan bahwa bahan ajar hendaklah sesuai dengan tujuan pembelajaran, sesuai dengan kebutuhan peserta didik, penyajian faktualnya baik, mengambarkan latar belakang dan suasana yang dihayati oleh peserta didik, mudah dan ekonomis penggunaannya, serta lingkungan bahan ajar yang penggunaanya begitu tepat.
Aspek kegrafikan, termasuk kedalam kriteria sangat valid dengan nilai validasi 85.00 %. Hal ini menunjukkan bahwa design handout
secara keseluruhan sudah baik dan menarik, baik dari segi jenis dan ukuran huruf, tampilan cover, tata letek isi, warna yang digunakan dan gambar serta design handout secara keseluruhan menarik. Gambar yang disajikan di dalam handout sesuai dengan materi ajar,
4
dibuat keterangan dan sumber gambarnya. Arsyad (2012: 86) mengemukakan “Pilihlah ukuran huruf yang sesuai dengan siswa, pesan, dan lingkungannya”.Hasil uji praktikalitas handout yang dilakukan kepada guru dan siswa. Hasil uji praktikalitas oleh guru didapatkan hasil sebagai berikut.
Tabel 5. Hasil Praktikalitas Handout oleh Guru No Aspek Nilai Praktikalitas Kriteria 1. Proses penggunaan 91.25% Sangat Praktis 2. Pemahaman konsep dan materi 88.00% Sangat Praktis 3. Waktu pembelajaran 80.00% Praktis 4. Minat siswa dengan tampilan handout 96,67% Sangat Praktis 5. evaluasi 85.00% Sangat Praktis Total 440.92% Sangat Praktis Rata-rata 88.184%
Uji praktikalitas handout bertujan untuk mengetahui kepraktisan handout yang dihasilkan. Hasil dari praktikalitas oleh guru dan siswa menunjukkan bahwa handout dapat memudahkan guru dalam penyampaian materi pelajaran kepada siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari 5 aspek, yaitu proses penggunaan, pemahaman konsep dan materi, waktu pembeljaran, minat siswa dengan penampilan
handout, dan evaluasi.
Berdasarkan hasil analisa angket uji praktikalitas handout oleh guru diketahui
handout bernuansa newspaper dilengkapi
dengan permainan scramble memiliki kriteria sangat praktis dengan nilai rata-rata 88.184%. Hal ini menunjukkan bahwa handout dapat memudahkan guru dalam penyampaian materi pelajaran kepada siswa. Hal teresebut dapat dilihat dari 5 aspek, yaitu Aspek proses penggunaan menunjukkan nilai sebesar 91.25 % dengan kriteria sangat praktis, Hal ini sesuai dengan pendapat Depdiknas (2008:9) yaitu bahan ajar dapat mempermudahkan guru dalam melaksanakan pembelaajaran.
Aspek pemahaman konsep dan materi didapatkan nilai sebesar 88.00 % dengan kriteria sangat praktis. Menurut Kemp dalam
Trianto (2009:182) “Bahwa analisis konsep digunakan untuk mengidentifikasi fakta, konsep, prinsip, dan aturan yang dibutuhkan dalam pengajaran.
Aspek waktu penggunaan handout
dalam pembelajaran menunjukkan nilai sebesar 80.00 % dengan kriteria praktis. Hal ini sesuai dengan pendapat Prastowo (2011:24) bahwa bahan ajar dapat menghemat waktu guru dalam mengajar, meningkatkan proses pembelajaran lebih efisien dan interaktif.
Aspek minat siswa menunjukkan nilai sebesar 96.67 % dengan kriteria sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki minat yang tinggi pada proses pembelajaran dengan menggunakan handout, seperti yang dikemukakan oleh Syah 2012:152) “Minat
(interest) berarti kecenderungan dan
kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu”.
Aspek evaluasi siswa menunjukkan nilai sebesar 85.00 % dengan kriteria sangat praktis. Nasution (2011:214) mengemukakan “Evaluasi juga menunjukkan dengan lebih tepat di mana letak kesalahan siswa agar segera dapat diperbaiki. Evaluasi juga perlu untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa”.
Uji praktikalitas handout terhadap siswa SMP kelas VII dengan jumlah 61 orang siswa. Hasil uji praktikalitas oleh siswa didapatkan hasil sebagai berikut.
Tabel 6. Hasil Praktikalitas Handout oleh Siswa No Aspek Nilai Praktikalitas Kriteria 1. Proses penggunaan 91.62% Sangat Praktis 2. Pemahaman konsep dan materi 91.67% Sangat Praktis 3. Waktu pembelajaran 89.67% Sangat Praktis 4. Minat siswa dengan tampilan handout 92,29% Sangat Praktis 5. Evaluasi 94.42% Sangat Praktis Total 459.67% Sangat Praktis Rata-rata 91.93%
Analisis data hasil uji praktikalitas
handout bernuansa newspaper dilengkapi
5
siswa kelas VII SMP N 14 Padang menunjukan bahwa handout ini memenuhi nilai kriteria sangat praktis dengan nilai rata-rata praktikalitas 91.93%. Aspek proses penggunaan mendapat kriteria dari siswa dengan rata-rata nilai 91,62 % dengan kriteria sangat praktis. Arsyhar 2012:82) menjelaskan “Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata keberhasilan menggunakan media sangat erat kaitannya dengan metode pembelajaran dan isi pesan serta karakteristik peserta didik”.Aspek pemahaman konsep dan materi mendapat nilai rata-rata 91,67 % dengan kriteria sangat praktis. Hal ini sesuai dengan pendapat Arsyhar 2012:81) “Media harus sesuai dengan karakteristik isi berupa fakta, konsep, prinsip, prosedural atau generalisasi”. Untuk meningkatkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar.
Aspek penggunaan waktu yang diisi oleh siswa maka mendapatkan rata-rata nilai yaitu 89.67 % dengan kriteria sangat praktis. tidak memakan waktu lama dalam memahami isi dari materi karena didalam handout
bernuansa newspaper dilengkapi dengan permainan scramble tersebut materi sudah disajikan secara ringkas dan jelas. Sesuai dengan pendapat Arsyad (2012:26) :
“Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa”.
Aspek minat siswa, setelah dianalisis ternyata memiliki rata-rata nilai 92,29 % dengan kriteria sangat praktis oleh siswa. Seperti yang dikemukakan oleh Syah (2012:152) “Minat seperti yang dipahami dan dipakai oleh orang selama ini dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu”. Secara keseluruhan siswa sangat senang belajar dengan menggunakan gambar yang berwarna dan tampilan yang menarik pada handout mereka.
Aspek evaluasi mempunyai nilai rata-rata 94,42 % dengan kriteria sangat praktis oleh siswa. Sesuai dengan pendapat Nasution (2011:214) “Berkat evaluasi diketahui apakah siswa telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk mempelajari suatu handout”.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan Handout yang dihasilkan dikategorikan sangat valid dan praktis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka Peneliti menyarankan agar penelitian ini dapat dilanjutkan pada tahap efektifitas. Peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan handout
bernuansa newspaper dilengkapi dengan permainan scramble pada materi yang berbeda sehingga handout ini dapat dijadikan bahan ajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Arsyad, A. (2012). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Arsyhar, R. (2012). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi. Depdiknas. (2008). Panduan Pengembangan
Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dewi, A. K., Gusmaweti, dan Hendri, W. (2013). Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Model Scramble Dengan Menggunakan Media Gambar Dalam Pembelajaran Biologi Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Batang Anai. Jurnal Pendidikan, 1(1), 1–7.
Irwanto. (2011). Kebijakan Lay Out Surat Kabar Harian Jogya, 4(2), 1–103. Istarani. (2011). Model Pembelajaran Inovatif.
Medan: Media Persada.
Kebudayaan, K. P. da. (2013a). Model Pengembangan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP). Jakarta: Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Dan Kebudayaan Penjamin Mutu Pendidikan.
Kebudayaan, K. P. da. (2013b). Permendikbud no 65 Tahun 2013 Tentang Standar
Proses Pendidkan Dasar dan Menengah.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
6
Nasution S. (2011). Berbagai PendekatanDalam Proses Belajar Mengajar.
Jakarta: Bumi Aksara.
Prastowo, A. (2011). Panduan Kreatif
Membuat Bahan Ajar Inovatif. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Riduwan. (2012). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan Dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.
Suyaka, F. F. (2010). Universitas Indonesia.
Journal of Chemical Information and Modeling, (2006), 9–27.
Syah, M. (2012). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Pres.
Trianto. (2009). Mendesain Model
Pembelajaran Inovatif-Progresif:
Konsep, Landasan, dan Implemetasinya
pada Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana. Trianto. (2012). Mendesain Model
Pembelajaran Inovatif-Progresif:
Konsep, Landasan, dan Implemetasinya
pada Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi