Bahasa dan Susastra Dalam Guntingan - Maret 2009 - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Dari sepasang suami istri yang menetap di peikotaan. misalnya, kemung kinan besar anak-anaknya tidak menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa ibu. Apalagi terjadi perkawinan
" Hainya dengan inilah kita bisa berharap di .bidang film, misal- nya, satu hari nanti akan muncul film Indonesia yang didukung rumah animasi j^g mengingat- kan orang pada
Dominasi kata warga yang luar biasa ini karena kita sudah jarang memakai kata yang lain yang bisa berarti sama seperti masyarakat dan penduduk. Ketiga kata itu dapat dipakai
narannya bagi mereka yaiig belajar bahaSa. Namun di situlah persoalan Gino, Tail, Riana, dan tefnanTteman kuisusnya. / "Masalahnya kita ini jarang practice. Di kahtoriidak adq
Saya pemah menduga ke- miripan setting cerita dari cerpen dengan budaya asal daerah se- niman calon pengisi ilustrasi, bisa saja menjadi salah satu pertim-.
Jika bahasa Cia-Cia ditulis dalam abjad melayu, ada banyak kalimat atau kata yang tidak bisa
baca yang membacanya dengan intonasi yang berbeda, ' akan mendapatkan dua makna yang berbeda pula. Hal itu akan lebih • kentarajika dibaca dengan intonasi yang berbeda:. ••
Kesan paling awal yang tampak secara permukaan adalah muncul- nyak^ridening^ untuk mulai inengkom- pensasikan puisi dengan tuntutan tertentu, yang buk^ dalam pretensi